Saturday, May 23, 2015

SYIAH jauh Lebih Berbahaya Dari ISIS [ Untuk Pendusta Yang Kebiasaan bersumpah " Demi Allah " ]

 Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina”. (QS. Al-Qalam : 10)

Waspadalah Syiah Jauh Lebih Berbahaya Dari ISIS Serta Keberhasilan Syiah Memecah Belah Islam dan Menfitnah Wahabi
Ustadz Firanda:ISIS Memang Berbahaya, Tapi Syiah Jauh Lebih Berbahaya
Pembakaran Pilot Belum Seberapa Kekejian Milisi Syiah Membakar Ahli Sunnah

Ini Buktinya SYIAH Lebih Berbahaya Daripada ISIS

               


Silahkan buka :

Ini Buktinya Syiah Lebih Berbahaya Daripada Isis Videos


Mengapa Syiah Jauh Lebih Berbahaya bagi NKRI Dibandingkan ISIS? Ini Jawaban Ustadz Abu Rusydan

Ulama Jihadist dan Pemerhati Jihad Ustadz Abu Rusydan menyatakan bahwa perkembangan Syiah di Nusantara ini jauh lebih membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibandingkan dengan gerak langkah (Islamic State Iraq and Syam (ISIS) yang selama ini digembar-gemborkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Dalam acara Kajian Ilmiah “Membongkar Rencana Besar Bangkitnya Negara Syiah” Ahad, (22/03/2015) di Masjid Al Furqon Kudus, hal itu beliau sampaikan selaku pembicara kedua setelah sebelumnya Ustadz Fahrurozi mengawali di session pertama.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Abu Rusydan sengaja membawakan dua buku yang sedang hangat dibahas di Indonesia dari ratusan buku tentang Syiah, baik yang bersumber dari Syiah maupun ahlus sunah. Buku yang pertama berjudul Syahwat Politik Kaum Syiahtulisan DR Rogib As Sirjani.
Kemudian yang kedua, ini tulisan DR H Abdul Khor Ramadhan,SH,MH,MM, Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Islam Pusat. Judulnya Syiah menurut Sumber Syiah; Ancaman Nyata Bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, denga Kata Pengantar ditulis oleh Prof. Dr. Baharun, SH., MA., Ketua Komisi Hukum dan Perundang Undangan Majelis Ulama Indonesia Pusat.
“Kita akan bahas bagaimana Syiah jauh lebih berbahaya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan Negara Indonesia kita, dibanding ISIS. ISIS itu sepuluh ribu mil jaraknya dari sini orang sibuk (ngurusi) ISIS, (padahal) ISIS itu sepuluh ribu mil jaraknya dari Indonesia. Sementara Syiah ini berada di jantung kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka ada di DPR, orang-orang yang 'dimuliakan', itu mereka paling tidak ada hubungan dengan Syiah” ungkap Ustadz Abu Rusydan.
Bukan hanya itu saja, Ustadz Abu Rusydan lebih menegaskan lagi akan bahayanya Syiah di bandingkan dengan ancaman ISIS. Beliau katakan dengan tegas.
“ISIS itu sepuluh ribu mil dan itu jauh sekali. ISIS tidak datang ke sini (Indonesia) malah orang sini datang kesana (ke Syams), iya to? Syiah ini orang Iran datang ke sini ya ikwah. Datang ke Indonesia baik sebagai anggota Dewan Kedutaan Iran di Jakarta atau sebagai orang-orang perahu. Orang-orang perahu bukan orang yang tersesatkan di jalan, mereka ada yang mengkoordinir di kampung-kampung mereka, itu bagian dari upaya memenuhi upaya syahwat politik kaum Syiah” jelas beliau.
Maka betapa aneh bila hari ini pemerintah Indonesia lebih mentoleransi Syiah dibandingkan isu ISIS yang terus dimunculkan. Apakah sekarang ini Syiah telah benar-benar telah memegang kekuasaan? Atau mereka telah ditutup dengan milyaran dolar? Ada apa dengan Pemerintah kita?


Syiah Jauh Lebih Berbahaya Ketimbang ISIS


“Kami Front Anti Aliran Sesat (FAAS) siap menghancurkan Syiah di Indonesia tanpa bantuan ISIS. Sebab Syiah lebih bahaya dari ISIS,” ujar Habib Achmad bin Zein Al-Kaff, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Selasa (5/8/2014) malam  kepada Kiblat.net
Pernyataan yang semestinya tidak akan pernah keluar serampangan dari seorang habib dan sekaligus Rais Syuriyah PWNU terkait betapa berbahayanya ajaran Syiah ketimbang geliat dari ISIS di semenanjung arab. ISIS yang tengah naik daun karena pemberitaan dari sekian banyak media, baik dari media sekular, anti islam dan media online dari beberapa tandzim dan manhaj Islam.
ISIS yang diekspos sedemikian rupa menyebabkan kemilau yang menyilaukan mata dan bisa mengakibatan kebutaan sejenak atau bahkan buta selamanya. Buta yang dimaksud adalah kita menafikan dan mengabaikan bahaya yang seburuk-buruknya bahaya.
Pembantaian dan penghancuran beberapa situs bersejarah oleh ISIS (dan ini pun bisa diperdebatkan argumentasinya) mengakibatkan kita melupakan betapa jahat dan buruknya perangai kaum sempalan yang mengkafirkan shahabat dan bahkan isteri Rasulullah sendiri. Kaum yang gemar berbohong dan memuja–muja shahabat Ali bak malaikat ini secara fakta telah membunuhi ribuan muslim dibanyak tempat. Dalih Bashar Ashad berperang atas nama negara adalah kebohongan konyol jika yang kemudian berperang adalah pasukan Garda Republik dari Iran dan Hizbollah dari Libanon.
Melihat momentum terkait geliat ISIS terlihat yang paling menikmati adalah Syiah. Jajaludin Rakhmat bahkan sampai mengumpat yang menjadikan Indonesia dipenuhi konflik karena anti syiah. Cara berpendapat yang konyol dan jauh dari akal sehat karena jika tidak ingin konflik maka jangan sebarkan ajaran yang mengajarkan pengikutnya untuk mengumpati shahabat, menuduh isteri nabi berzina dan menyatakan semua nawasib (sunni) adalah ahlu naar dan layak dienyahkan.
Perangai khas kelompok ini identik dengan api, jika kecil menghangatkan badan akan tetapi jika besar bakalan membakar rumah.
Jika Habib Zein telah mengumandangkan komando untuk menyatakan kesiapannya menghambat dan menyumbat kanal-kanal kemungkinan berkembang biaknya kaum sempalan ini tanpa campur tangan ISIS sebenarnya adalah pengakuan bahwa ummat muslim di Indonesia belum tercekoki oleh geliat pesona ISIS yang mungkin saja dibentuk oleh kontra intelijen atau kontra sel kaum-kaum kafir harbi untuk mende-islamisasi tataran global.
“Aliran-aliran sesat tumbuh subur di Indonesia karena pemerintah tidak tegas, tapi ISIS lebih mudah di deteksi karena gerakannya jelas, berbeda denganaliran sesat yang bersifat menyusup memiliki misi dan kekuatan finansial yang cukup besar,” tambah Habib Zein.
Terima kasih ya Bib, berlomba-lomba dalam kebajikan untuk mencegah kemungkaran adalah sebaik-baiknya perkara.
Salam Anti Syiah Eksis Di Indonesia!

Dunia Terkecoh: Milis Syiah Lebih Berbahaya Daripada ISIS

Perang di Irak tampak belum akan berakhir. Pemerintah Irak yang dibantu oleh negara-negara yang tergabung dalam koalisi Internasional untuk menumpas ISIS atau ISIL plus dengan milisi Syiah yang disokong oleh Iran. Sangat berbeda sekali dengan Saddan Husein yang secara terang-terangan sangat anti dengan Syiah.
Karena memang, Syiah kini sudah mulai menampakkan niatan mereka untuk menguasai daerah Arab, dimana baru-baru ini, pemerintah Sah Yaman dikudeta oleh milisi Syiah Houti. Kondisi Yaman kini sedang memanas, dimana milisi Syiah menguasi ibu kota negara, sementara presiden Sah Yaman mengungsi ke Selatan.
Ketengan antara Sunni dan Syiah semakin diperparah dengan adanya milisi Syiah di Irak, pasalnya mereka terus melakukan pembantaian terhadap orang-orang islam yang ada di Irak. Baca Kekejaman Syiah di Irak dan Suriah Semakin Menjadi-Jadi.
Kepala Dinas Intelijen di Kurdistan Irak, Masrour Barzani, telah menyatakan keprihatinan tentang peran milisi Syiah yang didukung Republik Syiah Iran, dalam Iran bermain di laga bersama dengan tentara Irak untuk merebut kembali kota Tikrit dari Daulah al-Bagdadi (IS), Rabu (18/03).
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Barzani mengatakan bahwa penggunaan milisi Syiah oleh pemerintah Irak, dapat meningkatkan ketegangan antara Sunni dan Syiah.
Barzani juga mengkritik keras pemerintah Baghdad yang menggunakan milisi syiah untuk mengambil kota Salahuddin.
“Penggunaan milisi syiah yang dilakukan pemerintah akan menghasilkan masalah yang lebih besar dari IS. Karena penggunaan itu akan menghasilkan peperangan antara sekte Sunni dan Syiah,” kata Barzani.
“Mestinya pemerintah berjuang sendiri untuk memerangi IS, tanpa melibatkan milisi syiah yang didukung Iran,” ujarnya. (Jadikan.com/Bumisyam).