Monday, September 28, 2015

Ternyata Syiah Majusi Iran biang Kerok ( Dalang ) Tragedi Mina ( Sejarah Hitam Syiah Di Haramain Yang Berulang kali )


Sejumlah saksi mata berpandangan bahwa kecelakaan tragis di Mina terjadi karena ada jemaah haji dalam jumlah besar berkumpul di Jalan 204 di waktu bersamaan.

Hal itu menimbulkan kepanikan yang menyebabkan para korban mati lemas saat mereka berusaha melarikan diri dari kerumunan yang terjadi secara tiba-tiba itu.

Seorang jemaah haji bernama Abdulmunim Al-Safwan mengatakan bahwa sebagian besar korban meninggal adalah orang tua yang berjalan dengan anak-anak mereka. Mereka tak mampu meninggalkan anak-anak mereka di belakang, sehingga mereka bergerak maju dengan cepat dan berdesakan dalam kerumunan, sebuah pekerjaan yang tak mungkin dilakukan.
Penuturan-penuturan dari sejumlah saksi mata mengungkapkan bahwa kerumunan yang berujung pada terinjak-injaknya para jemaah terjadi saat sekelompok jemaah dari Iran yang melintas dari Jalan Souq Al-Arab berbalik arah dan menolak kembali.

Sebagaimana dilansir situs Sabq, mereka mengabaikan arahan dari petugas. Situs itu juga mengutip pernyatan seorang petugas yang mengatakan bahwa, “para peziarah Iran tidak mendengarkan arahan, mengabaikannya dan menghadang kami. Mereka meneriakkan slogan-slogan sebelum insiden terjadi.”

Wakil menteri luar negeri Iran menyatakan bahwa pemerintah Saudi sebagai penyelenggara harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Sejumlah pejabat Iran menyatakan bahwa sebanyak 41 jamaah asal Iran meninggal dalam kejadian itu, dan 60 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam sejumlah kasus, orang-orang Iran menggunakan kesempatan haji untuk mempromosikan apa yang mereka sebut sebagai revolusi kepada jamaah haji yang lain. Orang-orang Iran berusaha mengubah kesempatan haji sebagai ajang politik mereka, memanfaatkan sejumlah jamaahnya untuk bentrok dengan jamaah lain dan juga petugas keamanan.

Situs itu juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini seorang pemimpin kelompok Syiah Hautsi Muhammad Al-Maqaleh menulis pesan di laman Facebooknya.

“Dalam musim haji tahun ini akan ada insiden yang belum pernah disaksikan dalam sejarah. Majulah wahai hamba Allah sebelum musim ini usai, sehingga engkau akan dinobatkan pada hari orang-orang menetap di bukit Arafah,” tulis Al-Maqaleh.

Sejumlah jemaah haji Iran juga pernah menggelar aksi protes yang berujung pada bentrokan berdarah pada musim haji tahun 1987. Setelah itu, Iran diboikot pada musim haji tahun 1988 hingga 1990. Setelahnya, barulah jemaah asal Iran kembali diperbolehkan datang untuk berhaji.

Pada tahun 1987, jamaah asal Iran terlibat dalam kerusuhan dan protes politik. Mereka membawa potret pemimpin mereka Ruhullah Khomeini dan meneriakkan slogan-slogan revolusi Iran serta mengutuk Amerika dan Israel. Mereka juga melakukan penghadangan di jalan-jalan.

Jamaah asal Iran juga pernah berusaha menyerang Masjidil Haram di Mekkah dan memicu bentrokan antara para jamaah dengan petugas keamanan. Insiden terowongan Al-Muaisim menjadi salah satu insiden paling berbahaya yang melibatkan jamaah asal Iran. (kiblat.net/syiahindonesia.com)


Netizen Tegaskan Milisi Syiah Iran Penyebab Musibah di Mina
 Musibah-Mina
“Kejadian Saling Desak di Mina” menjadi hashtag yang populer di Arab Saudi. Itu karena pengguna Twitter di Arab Saudi sejak kemarin meramaikan hastag tersebut untuk membela Kerajaan Saudi dari kritikan pedas Syiah Iran pasca meninggalnya lebih dari 700 jamaah haji dan lebih dari 800 lainnya terluka akibat saling berdesakan di Mina.
Mereka menganggap pemerintah telah berusaha maksimal dalam melancarkan ibadah haji tahun ini.

Mereka menuding bahwa Iran dan milisi  Syiah Hizbullah berada di balik tragedi itu.
Pengguna twitter Aiman Thaha mengatakan, Jamaah syiah Iran dan Hizbullah sengaja menyelinap ke dalam rombongan dari Afrika untuk membuat jamaah di Mina saling berdesakan.
Sedangkan Abdullah al Fiqi menyarankan agar menunggu hasil investigasi, di mana ia juga tidak menafikan keterlibatan Iran dalam kejadian itu.
“Apa yang ada di balik kejadian menyedihkan ini adalah sebuah agenda busuk. Dan kami akan menunggu hasil penyelidikan. Dendam Syiah Rafidhah tidak lagi tersembunyi dan sejarah mereka di musim-musim haji sangatlah buruk,” demikian ditulis laman Yanair seperti dilansir Republika.
Adapun Nasif al Fitrah ia membenarkan bahwa penyebab awal kejadian itu adalah kelakuan orang Syiah yang mengambil rute balik, “Kemungkinan ini terjadi karena ulah orang Iran.”
Sedangkan Sami az Zahrami berkomentar, “Peristiwa yang terjadi merupakan pelajaran bagi pemerintah , juga agar pemerintah tidak menggubris celaan orang-orang yang suka mencela, dan menjadi lebih sigap lagi dalam berkhidmat.
Iran juga memanfaatkan musibah ini dengan menyerang pemerintahan Saudi. Beberapa media berafiliasi Syiah menuduh kehadiran rombongan konvoi anak dari Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di pusat Mina dituding sebagai penyebab tragedi Mina yang menewaskan ratusan peziarah di pinggiran kota Makkah. Diantaranya ABNA14 dan Harian Libanon, al-Diyar. Ini adalah tuduhan tanpa bukti.
Seorang pejabat keamanan Saudi dikutip Kantor Berita Saudi, Sabq, Jumat (25/09/2015), mengutip sejumlah saksi mata di lokasi tragedi Mina mengatakan, bahwa insiden diawali dengan terburu-burunya para jamaah haji dari Iran untuk melewati dan menerobos rute jamaah lainnya seraya berkampanye tentang ide revolusi Iran.
“Jamaah dari Iran tidak mendengarkan dan mengabaikan instruksi kemudian bentrok dengan kami dan meneriakkan slogan-slogan revolusi sebelum terjadinya insiden,” ujar seorang pejabat keamanan Saudi.(ts)

Jamaah Haji Iran Kembali dari Jamarat Seharusnya Melalui Jalur Lain, Tragedi Mina by design

Redaksi Salam-Online – Jum'at, 11 Zulhijjah 1436 H / 25 September 2015 14:10
Mina-Peta lokasi tragedi Mina 2015-jpeg.image
–CATATAN: ABDULLAH HAIDIR–                                
SALAM-ONLINE: Insiden Berbarengan dengan Mengalirnya Gelombang Jamaah Haji Asal Iran dalam Jumlah yang sangat besar.
Bismillah… ingin melanjutkan bahas tragedi Mina kemarin, ada beberapa klarifikasi dan pertanyaan mengusik serta info menarik…
Saya tdk menyangka sama sekali jumlah korban wafat dlm tragedi Mina kemarin begitu besar, mendekati angka seribu. plus yg cidera lebih banyak
Ini angka yg sangt fantastis. Ketika mengetahui angka tsb, saya pikir ini tdk normal. Ada beberapa hal yg cukup mengusik.
Sebab, setahu saya, ketika dahulu jamarat masih sempit, kalaupun terjadi musibah desak2, korban wafat tidak sampai di atas 200 jamaah…
Tentu saja, jumlah segitu sudah sangat besar, tapi kali ini mencapai mendekati atau sudah 800 jamaah, sangat menyedihkan…
Perlu saya tekankan, tanpa bermaksud apologi, petugas yg mengatur arus jamaah sebenarnya sangat banyak. Mrk bukan sekedar relawan biasa.
Kebanyakan adalah anggota militer yg setiap tahun ditugaskan mengurus arus jamaah haji. Bahkan mrk bikin barak2 agar dpt berjaga bergantian.
Pengelolaan jamaah haji ini setiap tahun selalu dievaluasi, menampung masukan, dan relatif cukup banyak perbaikan signifikan.
Di Saudi untuk urusan haji ini dibuatkan departemen dan menteri khusus untuk haji. Dikenal sbg wazaratul haj….
Bahkan dijadikan pula sbg salah satu kajian akademik, juga dibuat lembaga kajian khusus utk pengelolaan ibadah haji dari berbagai sisi.
Meskipun tentu saja, Saudi yg paling bertanggungjawab dlm masalah ini, namun jgn dipahami bhw tdk ada usaha maksimal mrk dlm hal ini
Nyatanya memang, sejak musibah Mina terakhir thn 2006, nyaris tdk terdengar musibah berarti lagi setelah itu, hingga datang musibah kemarin.
Salah satu bentuk pelayanan petugas keamanan thd jamaah hajipic.twitter.com/3K2G3aDJjm
Sekitar th 2008 saya pernah bawa satu bis rombongan saya berjalan kaki dr Muzdalifah ke Mina setlah shubuh, wktunya sama dg kejadian kemarin.
Padahl dlm rombongan ada kedua mertua yg cukup lanjut usia, juga isteri dan ketiga puteri sy yg masih kecil, Alhamdulillah aman…
Memang padat sekali jalannya, kami harus berhenti beberapa kali utk lihat suasana. Namun akhirnya dpt melontar dg aman.
Padahl ketika itu, lokasi jamarat sedang dlm proses perluasan dan penambahan tingkatnya, dan jumlah jamaah haji blm dipotong spt sekarang.
Artinya, setelah tragedi Mina terakhir, th 2006, terjadi perombakan besar2an, bagi dari segi bangunan maupun teknis pegaturannya….
Dan itu cukup berhasil, apalagi setelah 4-5 tahun belakangan, setelah lokasi jamarat yg berlantai 5 selesai dibangung, melontar sngt nyaman
Terkait dg kejadian kemarin, insiden bukan terjadi di jamarat, tapi cukup jauh dari jamarat, bahkan juga bukan di jalan utama pejalan kaki..
Ada beberapa jalur yg disediakn dr Muzdalifah ke Mina, yg paling tengah dn paling besar, disebut thariq musyat, khusus pejalan kaki….
Tandanya setelah memasuki area Mina, ada jalan yg diberi awning, juga disediakan blower raksasa di kiri kanan jalan utk pengaturan udara.
Adapun insiden kemarin terjadi di jln cabang, bukan dijalan utama pejalan kaki. Di tengah perkemahan resmi jamaah haji.
Jubir resmi Saudi laporkan bhw jln tsb jalan cabang, dan penumpukn jamaah dlm jumlah besar di jln tsb blm pernah terjadi seblumnya. Perhatikan TKP dari lokasi jamarat, masih jauh, +- 2 km, jalur utama pejalan kaki ada di sebelh kirinya… pic.twitter.com/XdsOwT98HG. Yg saya maksud dg jalur utama pejalan kaki (thariq musyat) adalh garis yg warna abu2…itu awningnya…. pic.twitter.com/rwtXnPXVV1. Jadi lokasi kejadiannya adalah di tengah perkemahan resmi, maka korbannya kemungkinan besar adalah jamaah haji resmi yg memiliki tenda resmi. Sekaligus saya klarifikasi dn minta maaf, kemarin saya cenderung salahkan haji koboy dan pejalan kaki serta yg tdk punya tenda resmi di Mina.
Ust. @farisjihady yg sedang pergi haji laporkan bhw dia jam 8 pagi melewati thariq musyat, jalur utama pejalan kaki, kondisi padat tp lancar.
Jadi sekali lagi, insiden bukan di jamarat, bukan pula di jalur utama pejalan kaki yg menjadi tempat krusial terjadinya musibah….
Lokasi kejadian di jln dekat perkemahan warga negara2 Arab dan Asia selatan … pic.twitter.com/ywZUiw6At5.
Biasanya di jalan ini, minim kerawanan insiden. Jamah haji umumnya punya tenda, mrk dpt istirahat, dn juga biasanya dijadwal ke jamarat…
Tingkat kepadatannya pun tdk spt dijalur utama pejalan kaki tadi. Kalau mrk berjalan searah, walaupun dlm jumlah banyak, aman insyaAllah.
Lalu mengapa terjadi musibah yg amat memilukan ini? Ada beberapa benang merah yg coba saya himpun, ini baru analisa pribadi….
Setelah kejadian tsb yg lantang memojokkan Saudi adalah Iran, resmi dr para pmimpinnya, jgn tanya dg para pengikutnya, termasuk di Indonesia.
Sebenarnya wajar sekali Saudi dikritik, tapi nada mereka sngat terkesan unsur ‘syamatah’…. bahasa kita adalah ‘rasain lu’… ‘makan tuh’…
Yg rame juga kaum liberalis… mrk dpt amunisi besar utk pojokkan Saudi. Mrk lupa, konser musik yg cuma puluhan ribu sering terjadi insiden.
Sangat besar kemungkinan, insiden ini by design, ada yg siap buat masalah, dan sudah disiapkan pula statement politiknya….
Membaca beberapa berita yg masuk dan info dari kawan2, besar kemungkinan, kaum syiah bermain. Santai… jangan panas..:)
Jamaah haji Iran termasuk jamaah haji terbesar jumlahnya, bahkan mungkin yg pertama atau kedua setelah Indonesia…
Laporan media: Insiden terjadi berbarengan mengalirnya gelombang jamaah haji asal Iran dlm jumlah sangat besar sabq.org/aWHgde.
Ada saksi mata yg laporkan, jamaah haji Iran kembali dr jamarat melalui jln yg sama, seharusnya melalui jalur lain.pic.twitter.com/qL8y9GPTUf.
Tentu saja arus mereka bentrok dengan arus jamaah yang hendak berangkat ke Mina utk melontar jumrah…. terjadilah insiden tsb.
Beberapa data menguatkn hal ini, lokasi kemah jamaah Iran berada di belakang TKP… pic.twitter.com/ZKHBbZ3KFU.
Maka praktis TKP menjadi jalur pergi pulang jamaah Iran dan jamaah warga Arab serta warga Asia selatan…
Kemudian, dr data sementara korban yg saya dapatkan, jamaah haji Iran paling banyak jumlahnya en.m.wikipedia.org/wiki/2015_Hajj…pic.twitter.com/WACEb4LFOP.
Kita tahu, kondisi politik Iran dan Saudi sdng panas2nya. Pasukan koalisi sdng bergerak rebut ibu kota Yaman yg dikuasai houthi dukungn Iran.
Jelas ada kepentingan besar untuk jatuhkan Saudi di mata internasional. Merekayasa insiden haji adalah hal yg cukup efektif.
Secara idiologis, hari kesepuluh Zulhijjah memiliki arti tersendiri bagi kaum Syiah . Apa itu? Sebentar…
Kita tentu tahu catatan dlm sirah, th 8 H turun perintah haji, lalu tahun 9 H Rasulullah saw utus Abu Bakar dn para sahabatnya pergi haji…
Rasulullah saw sendiri blum pergi haji pd tahun tsb, beliau baru pergi haji thn ke 10-nya. Thn 9 beliau sibuk terima delegsi dr berbagai suku.
Makanya tahun itu disebut Aamul wufuud, tahun datangnya berbagai delegasi dri berbagai suku Arab utk bertanya ttg Islam….
Selain itu, Rasulullah saw tdk pergi haji pd tahun itu, krn masih ada org musyrik yg pergi haji dan masih ada yg thawaf telanjang…
Jangan heran, dlm masyarakat Arab Jahiliah, juga dikenal ibadah haji, sisa2 peninggalan ajaran Nabi Ibrahim, tetapi dg sejumlah penyimpangan
Di antaranya adalah kalau tawaf, mereka telanjang, katanya biar total ibadahnya….  mirip2 dengan si anu kalau cari dalih… 
Nah Abu Bakar, Rasulullah saw perintahkan bersama sejumlah sahabat, utk umumkan dua perkara penting; Pertama, setelah tahun ini…
Setelah tahun ini, tidak boleh ada lagi orang musyrik yg pergi haji. Kedua; Tidak boleh lagi ada yg tawaf dlm keadaan telanjang.
Pada saat itu turunlah surat Al-Baroah, nama lain surat attaubah, yg isinya membatalkan semua perjanjian dg kaum musyrikin Arab ketika itu.
Kesimpulannya, pada hari kesepuluh Zulhijjah, pada hari Nahr atau Idul Adha, Abu Bakar asshidiq umumkan di Mina keputusan Nabi tsb.
Dengan demikian, sejak saat itu, riwayat kemusyrikan dan prakteknya tamat dari tanah suci Mekah. Lalu tahun depannya Nabi pergi haji…
Apa kaitannya pengumuman yg disampaikan Abu Bakar tadi dg orang-orang Syiah? Mrk yg berpendapat yg berhak mengumumkan itu seharusnya Ali…
Sebab ini, versi mereka, sudah menyangkut masalh kenegaraan, dan Ali ra bagi syiah adalah pemilik sah kekhalifahan stelah Rasulullah saw.
Panjang dah alasan mrk soal ini, silakan dicari referensinya. Nah, kejadian ini bagi mrk memperpanjang bukti, Abu Bakar ‘rampas’ weweng Ali.
Maka permusuhan mrk thd Abu Bakar menjadi2, lalu moment 10 zulhijjah bgi jamaah haji syiah sering digunakan kesempatn muzoharoh, demonstrasi.
Mereka menyebutnya sbg muzoharoh baro’ah, demontrasi untuk berlepas diri dari kemusyrikan. Kerenkan… tapi itu covernya, isinya?
Tapi hakikatnya adalah pengagungan thd Ali dan Husain. Sedangkan baro’ahnya adalh kepada Abu Bakar, Umar dan kaum suni yg mrk sebut nawasib.
Talbiahnya pun bukan Labbaika Allahumma labbaik, tp labbaika yaa Husein be/sEMClVk6_bs.
Saya sendiri pernah lihat langsung bbrapa tahun lalu, rombongan mrk dlm jumlah besar di Mina, mengangkat panji2 besar, persis demonstrasi
Yel2nya ketika itu adalah ‘Al-Maut Li Amrika’ Mampuslah amerika. Saat itu Amerika masih jd setan besar bg Syiah. Sekarang kan dah temenan.:)
Nah, beberapa benang merah inilah yg membuat saya berkesimpulan, bhw sedkit atau banyak, ada faktor kesengajaan kaum syiah dlm insiden ini
Hal ini tidak menutup mata kemungkinan adanya kelalaian dr pihak penyelenggara haji, Saudi. Tpi juga jgn menutup mata atas usaha keras mrk.
Masukan harus disampaikan secara utuh dan terpadu, bagus juga jika dibuatkan tim pencari faktanya di antara negara Islam. Jangan ajak AS!
Isunya insiden krn adanya rombongan Raja Salman atau pangeran, itu mustahil. Kurang kerjaan amat raja Salman blusukan ke sana saat2 padet.
Kalau mrk mau melontar, ada ruangan bawah tanah jamarat, khusus utk pejabat dan tamu2 khusus. Beberapa kawan ada yg pernah merasakannya.
Sampai di sini dulu tweet, ini bukan tweet kebencian, atau mencari2 alasan. Jujur saja, insiden ini sangat tdk normal. Wallahu a’lam.

Kamera yang dipasang di lokasi jumrah menguatkan bahwa jamaah Iran melanggar aturan

Senin, 14 Zulhijjah 1436 H / 28 September 2015 11:00 
Di tengah penyelidikan terhadap penyebab tragedi Mina, seorang pejabat Iran telah mengkonfirmasi bahwa sekitar 300 jamaah Iran yang datang dari arah berlawanan yang menyebabkan himpitan tersebut, menurut laporan media, mengutip sumber Iran, sebagaimana dilansir oleh Arab News, Ahad (27/9/2015).
Mengutip dari pejabat Iran, Asharq Al-Awsat mengatakan: “pelanggaran itu dimulai ketika sebanyak 300 jamaah Iran mulai bergerak dari Muzdalifa langsung menuju Jamarat, bukannya menuju kamp mereka dulu sebagaimana umumnya yang dilakukan oleh jamaah haji, untuk menunggu jadwal rombongan mereka. Mereka kemudian bergerak ke arah yang berlawanan di jalan 203 di mana insiden menyakitkan itu terjadi.”
Sesuai pedoman, 300 jamaah Iran ini tidak menunggu di kamp mereka sampai waktu yang telah ditetapkan. Kelompok ini malah memutuskan untuk kembali dari arah berlawanan yang juga bertepatan dengan gerakan kelompok lain sesuai dengan jadwal mereka untuk melempar jumrah, sehingga tragedi itu terjadi, kata situs Sabq.org, sebagaimana dilansir oleh Arab News.
Mereka mengatakan bahwa kelompok jamaah Iran itu berhenti untuk beberapa waktu. Hal ini menyebabkan kemacetan dan para jamaah berusaha untuk keluar dari jalan yang selebar 20 meter.
Laporan Asharq Al-Awsat mengatakan bahwa ada kamera di Jamarat, yang mengungkapkan rincian insiden itu dan menguatkan bahwa kelompok jamaah Iran salah langkah. Yang justru itu adalah waktu bagi para jamaah Turki untuk keluar.
Sumber tersebut mengatakan bahwa telah ada aturan perencanaan yang telah ditetapkan untuk pelaksanaan ibadah haji, yang dilaksanakan secara menyeluruh dengan bantuan instansi pemerintah dan Kementerian Dalam Negeri. Tapi ada beberapa kelompok yang tidak mematuhi aturan ini. Inilah yang terjadi dalam kasus 300 jamaah Iran yang tidak mematuhi jadwal yang ditetapkan dan keluar di pagi hari dimana itu adalah waktu yang diberikan untuk jamaah dari negara lain.
(ameera/arrahmah.com)


Halaman depan Surat Kabar Arab News, edisi Minggu, 27 September 2015, memuat penyebab insiden Mina dimulai dari kesalahan 300 jemaah asal Iran yang mengambil jalan keliru ketika kembali dari Jamarat.

Pernyataan resmi Iranian Official Ashaq Al Awshat mengatakan, pelanggaran dimulai ketika sekelompok 300 peziarah Iran mulai bergerak dari Muzdalifa langsung ke Jamarat. Mereka bergerak ke arah yang berlawanan di jalan 203 di mana insiden terjadi.

Kelompok ini tidak menunggu ritual melempar batu di Jamarat Al-Aqba di kamp mereka sampai waktu yang ditetapkan. Mereka kembali dari arah berlawanan yang juga bertepatan dengan gerakan kelompok lain sesuai jadwal mereka untuk melempari kerikil, sehingga tragedi itu terjadi.

Asharq Al-Awsat mengatakan ada kamera di Jamarat, yang mengungkapkan rincian insiden itu dan menegaskan kelompok Iran salah langkah.

Sehubungan dengan pernyataan tersebut, Pemerintah Arab Saudi juga mengklarifikasi atas isu-isu tentang konvoi kerajaan yang menyebabkan penutupan jalan.

Berita provokasi terebut berasal dari propaganda media-media yang pro Teheran yang anti Kerajaan Saudi.Beberapa surat kabar Inggris juga menerbitkan cerita yang salah tentang kasus Mina. Colin Freeman, koresponden The Telegraph, dikritik di media sosial karena berita yang dimuatnya, menyebutkan kejadian itu disebabkan oleh polisi yang menutup dua pintu masuk jalan karena kunjungan VIP ke istana terdekat Raja Salman.

Pada kenyataannya, penyerbuan berlangsung di jalan yang jauh dari istana. Wartawan yang sadar topografi daerah tertawa dengan cerita palsu yang diterbitkan The Telegraph karena ketidaktahuan penulis.

“Penulis seharusnya cek ke lokasi Jalan No 204 (di mana tragedi itu terjadi) dan lokasi istana Raja Salman,” kata Jamil Radwan, seorang wartawan Mesir yang meliputi Haji.

Iya juga menyakinkan dua lokasi tersebut seperti dua kutub terpisah. “Sama sekali tidak ada gerakan VIP di daerah itu,” tegasnya.

Duta Besar Saudi untuk Inggris, Pangeran Mohammed bin Nawaf, juga mengatakan klaim bahwa penyerbuan itu terjadi karena gerakan VIP benar-benar palsu. “Ini adalah kebohongan berbahaya yang tidak memiliki dasar apapun dalam kebenaran. Kendaraan dari pejabat Saudi tidak melakukan perjalanan melalui daerah ini,” katanya dan menjelaskan sumber rumor tersebut.
Sumber: http://batampos.co.id/2015/09/27/iran-akui-jadi-penyebab-tragedi-mina/

Soal Mina, Syiah Iran Dalangnya dan Saudi Jadi Korbannya



Di luar dugaan, jumlah korban meninggal tragedi Mina kali ini sangat besar, ditambah korban cidera dan luka-luka. Tampaknya ada yang tidak wajar. Kenapa?
Dahulu ketika jamarat masih sempit (tidak seluas sekarang), ketika terjadi insiden desak-desakan jumlah korban meninggal tidak sampai di atas 200 jamaah.
Petugas haji Saudi Arabia yang diturunkan sangat banyak dan sangat lebih dari cukup. Mereka sigap dan tangkas bekerja di lapangan memberikan pelayanan yang terbaik. Mereka adalah para petugas yang terlatih, professional, dan berpengalaman. Komitmen Pemerintah Saudi Arabia tidak main-main dalam memberikan khidmat terhadap Haramain dan pelayanan haji. Biaya besar dikeluarkan, berbagai saran dan masukan diterima dengan lapang dada, berbagai evaluasi dan perbaikan pelayanan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Bahkan ada departemen dan kementerian khusus yang mengatur urusan haji dan pengelolaannya. Di antara hasil nyatanya, dalam waktu 10 tahun terakhir hampir-hampir tidak terdengar ada musibah yang berarti. Tentu saja itu semua berkat karunia Allah Taala Sang Pencipta dan Pemelihara manusia beserta jagat raya ini.
Pada tahun-tahun sebelumnya, pada jam yang sama dengan waktu kejadian tragedi Mina kemarin, arus jamaah memang padat, namun karena tertib dan teratur semuanya berjalan dengan lancar, termasuk jamaah haji bisa melempar jumrah dengan tertib, lancar, dan aman.
Tragedi kemarin terjadi BUKAN di jalan utama, melainkan di jalan cabang. Di tengah perkemahan resmi jamaah haji. Sebagaimana dilaporkan oleh Jubir Resmi Saudi Arabia, bahwa jalan tersebut merupakan jalan cabang, dan penumpukan jamaah dalam jumlah besar di jalan cabang tersebut BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!!
Tempat terjadi tragedi, masih sangat jauh dari Jamarat, kurang lebih 2 Km!!
Jadi, lokasi tragedi tersebut di tengah perkemahan resmi, maka korbannya kemungkinan besar adalah jamaah haji resmi yang memiliki tenda resmi.
Jadi sekali lagi, insiden bukan di Jamarat, bukan pula di jalur utama pejalan kaki!!
Biasanya di jalan cabang ini, minim kerawanan insiden. Tingkat kepadatannya pun tidak seperti di jalur utama pejalan kaki. Kalau jamaah berjalan searah, walaupun dalam jumlah banyak, insya Allah aman dan lancar, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Maka sangat besar kemungkinan tragedi memilukan ini memang SUDAH DIDESAIN sedemikian rupa, ada orang-orang yang disiapkan untuk membuat kegaduhan dan keributan, kemudian sudah disiapkan pula statement-statement politiknya.
Jelas ada kepentingan besar untuk menjatuhkan Saudi Arabia di mata internasional. Musim haji merupakan waktu yang sangat tepat untuk membuat kegaduhan, yang dengan itu menjadi sarana sangat efektif untuk memojokkan Pemerintah Negeri Tauhid tersebut.
Fakta di lapangan membuktikan, bahwa tragedi berawal dari jamaah haji Iran yang sengaja bergerak melawan arus. Sebagaimana dilaporkan di media, pengakuan salah seorang pimpinan jamaah haji Iran, bahwa gerakan 300 jamaah haji Iran yang melawan arus sebagai sebab di balik tragedi Mina.
Iran sangat berkepentingan untuk membuat keributan pada musim haji, untuk menjatuhkan Saudi Arabia, menyusul kekalahan Syiah Hutsi di Yaman dukungan Iran, yang dengan rahmat Allah bala tentara Tauhid berhasil memukul mundur kaum Syiah Hutsi di Yaman.
dilaporkan oleh salah satu media juga, bahwa mantan diplomat Iran mengungkap rencana intelijen pemerintah Iran untuk mempermalukan Kerajaan Arab Saudi dengan merusak pelaksanaan haji di musim ini. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan elemen-elemen ISIS dan beberapa elemen yang berada di bawah intelijen Iran.
Dinyatakan juga oleh mantan diplomat Iran tersebut bahwa pemerintah Iran telah menyepakati bahwa cara terbaik dan waktu terbaik untuk menghadapi Arab Saudi adalah ketika musim haji. Pemerintah Iran juga bersepakat bahwa kalau sekiranya tidak bisa menimbulkan keributan pada musim haji tahun ini, mereka akan kehilangan kesempatan dan harapan untuk membalas kekalahan sekutu mereka di Yaman (kelompok Houtsiyin) yang diserang oleh koalisi negara-negara Arab pimpinan Arab Saudi.
Mantan diplomat Iran tersebut juga menuturkan bahwa rencana ini telah dibahas dalam sebuah pertemuan, sepekan setelah bulan suci Ramadhan. Hadir dalam perencanaan tersebut adalah Ali Khamenei, beserta dengan tokoh-tokoh keamanan Iran seperti Qasem Sulaimany, Ali Akbar Wilayaty, Ali Larijani dan Alauddin Baroujerdi. Pertemuan tersebut digelar selama berjam-jam!!
Tepat sehari sebelum tragedi Mina, ketika jamaah Haji kaum muslimin sedang khusyu’ melaksanakan ibadah wuquf di Arafah, sebuah akun Facebook milik Hassan M Assegaf menebar provokasi melakukan pergerakan. Yang ternyata isi tulisan di facebook milik Irancorner Hassan M Assegaf itu SAMA PERSIS dengan isi akun resmi IJABI Pusat, juga diposting sehari sebelum tragedi Mina!!
Patut kita renungkan:
Bertahun-tahun pemerintah Saudi Arabia memberi pelayanan dengan tanpa ada insiden, pernahkah ada yang memberi apresiasi? Terkhusus negara Iran, pernahkah mengungkapkan penghargaan dan rasa terima kasih pada saat musim-musim haji yang telah lalu yang berlangsung sangat tertib dan khidmat? Tapi, mengapa begitu ada musibah, negara Iran tidak menampakan keinginan membantu pemerintah Saudi bahkan berlaku murka kepada pemerintah Saudi. Itu ditandai dengan kecaman Ali Khameini terhadap pemerintah Saudi.
Ada apa dibalik ini semua??
Mana suara kaum liberal, Syiah, dan orang-orang berpenyakit hatinya kala pemerintah Saudi bertahun-tahun mampu dan sangat perhatian terhadap keberlangsungan ibadah haji dengan penuh khidmat? Adakah mereka mengapresiasi pemerintah Saudi? Walaupun, penulis yakin, pemerintah Saudi sendiri tidak mengharap pujian dan sanjungan dari negara dan atau individu manapun.
Tahun ini pun, pelayanan pemerintah Saudi Arabia terhadap Jamaah Haji tidak ada yang berkurang, bahkan makin meningkat sebagaimana diakui oleh para jamaah Haji.

Namun tidak ada seorang pun yang bisa melawan Kuasa Allah. Dengan Hikmah dan Keadilan-Nya, Allah menghendaki terjadinya Tragedi ini.
Sungguh bertentangan dengan agama dan akal yang sesat, apabila tragedi ini dijadikan alasan untuk memojokkan dan menjatuhkan Saudi Arabia, seraya melupakan berbagai jasa baik yang sangat banyak, bahkan lupa atas kekuasaan dan keadilan Allah??
Mari kita turut andil membela al-haq dari serangan kuffar, munafiqin, dan para pembenci negeri tauhid. Ingat, kita membela Saudi bukan karena mereka semata-mata Saudi. Tapi kita membela Saudi karena mereka SATU-SATUNYA negara di dunia yang menjadikan Alquran dan as-Sunnah sebagai undang-undang. (adi/dakwatuna)
*) Disarikan dari Web Minhajin Anbiya melalui Dakwatuna.Com

Kesaksian Jamaah Haji Iran : Negara Kami Pura-Pura Tidak Tahu Dedikasi Arab Saudi Dalam Melayani Para Jamaah Haji

Penulis Aziz Rachman -
Senin, 28 Sep 2015 - 18:41
MEKKAH (gemaislam) – Insiden Mina yang terjadi pada Kamis (24/9/2015) lalu menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka. Korban jiwa berjumlah lebih dari 700 orang sementara korban luka berjumlah lebih besar lagi.
Diantara korban luka yang dirawat di beberapa rumah sakit Arab Saudi ternyata ada yang berasal dari Iran. Para jamaah haji Iran yang terluka tersebut, mendapatkan fasilitas pengobatan dan kepedulian yang tinggi dari pemerintah Arab Saudi.
Dikutip dari islammeo, Senin (28/9/2015), beberapa haji asal Iran yang menjadi korban peristiwa Mina mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi atas pelayanan selama ibadah haji. Mereka begitu terkejut dan tidak mengira kalau pemerintah Arab Saudi akan memberikan pengobatan gratis.
Sementara itu salah satu haji asal Iran lainnya merasa heran, mengapa media di Iran tidak ada yang memberitakan pengobatan gratis tersebut. Bahkan ia yakin, seandainya ia berobat di Iran, pasti akan mengeluarkan biaya yang banyak.
Terima kasih juga tak lupa mereka ucapkan untuk media-media Arab Saudi yang telah memberikan fasilitas komunikasi gratis untuk menelpon keluarga mereka di Iran.
Seperti diketahui, pemerintah Iran begitu bernafsu menjatuhkan pemerintah Arab Saudi atas terjadinya  insiden Mina. Namun, justru warga Iran sendiri yang memberikan kesaksian atas dedikasi pemerintah Arab Saudi dalam melayani para jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia. (arc)