Friday, October 2, 2015

Rusia ( komunis ) Bantai Muslim ( Ahlus Sunnah ) Suriah, Rusia Tegaskan Negaranya Jadi Musuh Islam.Banyak Perempuan Dan Anak-anak Tewas Mengenaskan. Kalau Kita Diam ( Memihak Kufar ), Apakah Allah Akan Meridhai Kita ?

Giliran Rusia Ikut Serang Suriah 

Setelah Prancis yang ikut menyerang Suriah melalui serangan udara beberapa hari yang lalu, kini giliran Rusia juga ikut menyerang. Seorang pejabat dari Departemen Pertahanan AS mengatakan negeri beruang merah tersebut melakukan serangan udara pertama pada Rabu (30/9) di Suriah, dekat kota Homs. Hal ini menandai awal intervensi resmi dari militer Moskow dalam konflik 4,5 tahun tersebut.
Pejabat yang tidak mau disebutkan namanya ini mengatakan informasi itu didapatkan dari seorang jenderal Rusia yang bekerja di pusat intelijen di Baghdad.
"Mereka memberitahu kami akan mulai menyerang di Suriah," kata pejabat itu sembari menambahkan bahwa Rusia memberi peringatan satu jam sebelum pesawat tiba di sekitar Homs.

Menteri Pertahanan AS Ashton Carter pada Selasa (29/9) mengatakan kepada Pentagon untuk membuka jalur komunikasi dengan Rusia tentang aktivitas militer di Suriah, di mana koalisi pimpinan AS melakukan serangan udara reguler terhadap kelompok Negara Islam (IS).
Serangan udara datang tidak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memenangkan dukungan bulat dari parlemen untuk melakukan serangan di Suriah. Pejabat pertahanan mengatakan ia tidak mengetahui dampak dari serangan udara atau yang ditargetkan Rusia.
Pejabat Pentagon telah menjelaskan penumpukan perangkat keras militer Rusia di wilayah Latakia di barat laut Suriah dan mengatakan Rusia sedang membuat pangkalan operasi di sana.
“Sejauh ini, setidaknya 500 tentara serta 28 jet tempur dan beberapa pembom dan unit artileri Rusia telah dikerahkan ke medan perang,” ucap pejabat AS itu.


Bantai Muslim Suriah, Rusia Tegaskan Negaranya Jadi Musuh Islam

Menurut sumber-sumber lokal, serangan udara Rusia telah diperluas ke provinsi Hama dan Latakia, serta daerah yang dikuasai pejuang oposisi lainnya di pedesaan utara Homs.
DIlansir Business Insider dikutip Middle East Update, Serangan udara ini terus menargetkan daerah-daerah yang dikuasai oleh pejuang Suriah, termasuk Jabhat al-Nusra, Ahrar al-Sham, dan sejumlah kelompok pejuang lokal lainnya.
Serangan udara Rusia adalah sinyal kuat mereka untuk membantu Assad dalam upaya memerangi pejuang oposisi, bukan mengamankan jantung rezim di pesisir Latakia dan Tartous.
Wilayah terdekat yang dikuasai ISIS berjarak 55 km dari daerah yang menjadi target serangan udara Rusia. Sampai saat ini belum ada laporan serangan udara Rusia terhadap posisi ISIS di Suriah.
Meskipun klaim oleh sumber di Suriah bahwa serangan udara Rusia hanya menargetkan lokasi pejuang oposis seperti al Nusra dan Ahrar as Sham, pejabat Rusia mengklaim bahwa serangan udara di Suriah hanya menargetkan ISIS.
Red : Maulana Mustofa

Turki: Rusia Menyerang Rakyat Sipil Suriah, Bukan ISIS

Pemerintah Turki menganggap serangan udara yang dilakukan Rusia sejak Kamis kemarin hanya akan meningkatkan suhu konflik di Suriah. Rusia diminta untuk segera menghentikan serangannya itu.

Pemerintah Turki, Jumat (2/10/2015), sangat khawatir dengan akibat yang akan ditimbulkan serangan udara yang dilakukan Rusia di Suriah. Dengan alasan memerangi organisasi garis keras, Rusia menyerang beberapa wilayah Suriah, di antaranya Homs, Hama, dan Idlib.
Dalam keterangannya, pemerintah Turki mengatakan, “Kami sangat khawatir dengan akibat yang ditimbulkan gerakan pasukan Rusia di Suriah, terutama pasukan udaranya. Banyak jatuh korban dari kalangan warga sipil. Suriah tidak menyerang ISIS.”
Sementara itu, menanggapi berita jatuhnya banyak korban dari warga sipil, Presiden Vladimir Putin hanya mengatakan bahwa hal itu sekadar perang media.
Turutnya Rusia dan semakin besarnya pasukan Iran yang turut dalam serangan di Suriah merupakan titik perubahan yang sangat penting. Hampir seluruh kekuatan dunia kini telah terlibat perang di Suriah dan Irak. (msa/dakwatuna)


Berita Suriah Terkini 2015. Kondisi Terbaru Suriah 2015: Arab Saudi menyerukan Rusia agar angkat kaki dari Suriah (30/9). Seorang diplomat senior  Saudi, Abdallah al Mouallimi mengatakan, pejuang IS tidak ada di wilayah yang diserang Rusia.

“Para delegasi negara saya mengkhawatirkan operasi militer Rusia yang menyerang Homs dan Hama, di sana tidak ada IS,” kata dia saat berbicara di PBB New York. Menurutnya, serangan tersebut malah menimbulkan korban warga sipil tak berdosa.

“Kami meminta mereka segera mengakhiri dan tidak mengulanginya lagi,” tambah Al Mouallimi. Selain mengkritisi target Rusia, ia juga mengkritisi keputusan Rusia untuk membantu rezim presiden syiah Suriah Bashar Al Assad, yang mana merupakan rezim teror dan menindas rakyatnya .

Menurutnya, sebuah negara yang berjanji untuk bergabung melawan IS, tidak bisa secara bersamaan mendukung terorisme rezim Suriah. Rusia baru-baru ini mempertimbangkan untuk bergabung dalam koalisi AS untuk memerangi IS di Suriah.
Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/saudi-peringatkan-rusia-untuk-angkat-kaki-dari-suriah.htm#.Vg4Ldia0tDQ

Saudi Tuntut Rusia Hentikan Serangan di Suriah

Arab Saudi lewat duta besarnya untuk PBB, Abdallah Al-Mouallimi, Rabu (30/09) menuntut Rusia agar mengakhiri operasi militernya di Suriah.
Ia mengatakan bahwa Rusia tidak menyerang di daerah-daerah yang ditempati ISIS, meskipun mereka mengklaim demikian.
“Negara saya mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas operasi militer yang telah dilakukan pasukan Rusia di Homs dan Hama hari ini, di mana pasukan ISIS tidak ada di sana. Serangan ini diarahkan ke sejumlah korban yang tidak bersalah. Kami menuntut agar segera dihentikan dan tidak diulang kembali.” kata Abdallah di depan majelis PBB.
Menurutnya, negara-negara baru pendukung perang melawan terorisme tidak bisa serta merta melakukan penyerangan, sedangkan di sisi lain mereka mendukung rezim teroris Suriah.
“Adapun negara-negara yang baru saja mengklaim untuk bergabung dalam perang melawan teroris ISIS, mereka tidak bisa melakukan itu sedangkan di saat yang sama mereka mendukung terorisme rezim Suriah.” lanjutnya.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah kepala Dewan Nasional Suriah, Khaled Khoja mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan udara Suriah menghantam sebelah utara kota Homs sehingga menewaskan 36 warga sipil, termasuk lima anak dan satu anggota unit pertahanan sipil.
Meski demikian, Rusia mengklaim bahwa informasi tersebut salah dan bagian dari bentuk “perang informasi”.
Dalam hal ini, juru bicara kementerian luar negeri Rusia mengatakan kepada wartawan di sela-sela pertemuan pemimpin dunia dengan PBB, bahwa Rusia mengklaim aksi mereka “sah dan legal” menurut hukum internasional. Sehingga, Rusia meluncurkan serangan di kota-kota yang diduga sebagai wilayah operasi teroris.
Sumber: ibtimes, haaretz, alarabiya
Penulis: Rudy