Friday, July 24, 2015

Video PM Irak (Syiah) Mengutuk Sahabat Nabi Yang Menghimpun Al-Quran ( Syiah Biadab,Pembunuh Husain bin ‘Ali RA dan Keturunannya )

Wakil Presiden Irakmantan perdana menteri Nuri al-Maliki, menuduh para sahabat Nabi Muhammad (saw) yang mengumpulkan Qur’an dan Hadis sebagai orang yang menyebarkankezaliman dan terorisme di tengah umat.
Maliki mengatakan bahwa “aliansi yang dibentuk dari para pemalsu hadits dan para penafsir al-Qur`an yang memelintir teks (ayat), mereka menindas umat ini dan menyebar suasana horor danTeror yang berlangsung terus “.
Maliki mengatakan: “kami tidak punya yang namanya mushhaf Fatimah, akan tetapi ayat-ayat yang turun,saat para sahabat mencatatatnya mereka membuat syarah/ catatan pinggir dan banyak menyingkap dari kaum munafiq.””
Al-Maliki menyinggung Khalifah ketiga Utsman bin Affan, yang mengumpulkan Alquran dan membakar salinan Alquran yang berceceran, dan mengatakan bahwa “membakar Tujuannya adalah untuk menghilangkan semua penjelasan dan rincian yang ditulis sebagai tafsir ayat-ayat, untuk menghilangkan hadits-hadits.”
Demikian busuk mulut al-Maliki mantan PM Syiah Irak yang pernah mengancam mau memindahkan Ka’bah ke Karbala!
Saksikan videonya:
Hina Sahabat Nabi, Syiah Langgar Kesepakatan Ulama Se-Dunia di Qatar
http://www.gensyiah.com/video-pm-irak-syiah-mengutuk-sahabat-nabi-yang-menghimpun-al-quran.html


Tolak belasungkawa mantan PM Irak, Kerajaan Arab Saudi usir pesawatnya dari Mekah
Pesawat yang ditumpangi Mantan PM Irak diusir dari Bandara King Abdul Azis (Foto: SFF) 
Tolak belasungkawa mantan PM Irak, Kerajaan Arab Saudi usir pesawatnya dari Mekah

Pasca pemakaman Pangeran Saud Al-Faisal di Kota suci Mekah sabtu lalu (11/7/2015), belasungkawa berdatangan dari berbagai pemimpin negara kepada Kerajaan Arab Saudi (KSA).
Namun, tidak semua belasungkawa diterima pihak Kerajaan Saudi. Sebagaimana dilaporkan Saudi Special Force (SSF), Ahad (13/7), pihak KSA telah meminta mantan PM Irak Riyad Al-Maliki yang beragama Syiah untuk meninggalkan negara itu sebelum dia menyatakan belasungkawanya.
Hal tersebut dilakukan, segera pasca pesawat Al-Maliki (Iraqi Airways) mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Mekah. KSA juga menolak menerima tamunya tersebut, yang berniat memberikan belasungkawa kepada pihak keluarga Kerajaan.
“Semoga Allah subhanahu wata’ala mengampuni Almarhum,” demikian pungkas SSF. (adibahasan/arrahmah.com)