Monday, December 7, 2015

Mufti Saudi Keluarkan Fatwa: Umat Islam Wajib Dukung Turki Hadapi Rusia

seikh abdul aziz

zahid – Minggu, 6 Desember 2015 13:00 WIB
Setelah fatwa wajib bagi umat Islam di dunia untuk mendukung ekonomi dan berdiri bersama Turki dalam kebenaran yang dikeluarkan oleh Persatuan Ulama Dunia pada 1 Desember lalu, giliran Mufti besar Kerajaan Arab Saudi juga menyerukan hal yang sama di jejaring sosial Twitter.
Seperti dilansir Rassd dari pernyataan Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Sheikh di saluran tv satelit Al Majdi pada Jum’at (04/12) mengatakan, “Mendukung Turki menghadapi Rusia adalah sebuah kewajiban, atas dasar Turki adalah negara Muslim dan kehilangannya akan menyebabkan kerugian besar bagi umat Islam.”

Jihad Menjadi Fardhu Ain Apabila Wilayah Islam Diserang. Jangan Memberikan Musuh “Palu Godam” Untuk Menghantam Umat

Jihad Menjadi Fardhu Ain Apabila Wilayah Islam Diserang

Petikan Twitter Ustaz Emran, 23/November/2012 : Tak patut kita suruh orang Palestin lari dari negara mereka. Kita bukan di era Makkiyah lagi yang orang Islam sedikit bilangannya sebaliknya umat Islam sekarang sudah berjumlah 1.6 billion !
Berkata Imam Ibn Abideen ra,
‘Fardhu Ain apabila musuh menyerang sempadan dari perbatasan Islam maka hukumnya ialah fardhu Ain ke atas mereka yang berdekatan dengannya. Para ulama bersepakat bahawa jatuh hukum fardhu ain kepada ahli negeri yang berdekatan dengan kawasan yang diserang oleh musuh Islam jika mereka yang diserang itu tadi tidak mampu menghadapi musuh bersendirian.

Ramai-Ramai Mengeroyok Umat Islam. Mayoritas Paling Menderita Kasus Terorisme Adalah Negara Muslim

Ramai-Ramai Mengeroyok Umat Islam [1]

Sabtu, 5 Desember 2015 - 12:50 WIB
Umat Islam merasakan ada sesuatu yang tidak adil; tetapi suara mereka seperti tersekat
Nativisasi adalah usaha untuk mengecilkan peran Islam dalam sejarah dan pembangunan bangsa
Oleh: Dr. Adian Husaini

RASULULLAH Shallallahu  ‘Alaihi Wassallam  bersabda: “Hampir tiba suatu masa dimana berbagai kaum mengepung kalian, bagaikan orang-orang yang lapar mengerumuni hidangan mereka.” Maka seorang sahabat Nabi  bertanya: “Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?”  Nabi   menjawab: “Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak, tetapi kamu (laksana) buih dari air yang mengalir;  dan Allah Subhanahu Wata’ala akan mencabut rasa takut terhadap kalian dari hati musuh-musuh kalian; dan Allah Subhanahu Wata’ala akan menancapkan ke dalam hati kalian penyakit al-wahnu.” Seorang sahabat bertanya: “Apakah al wahnu itu Ya RasulAllah ?”   Rasulullah Shallallahu  ‘Alaihi Wassallam menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud)

Semua Negara Kafir Salibis/Kafir Komunis/Kafir Syiah Membunuhi Ratusan Ribu Anak-Anak/Perempuan Muslim ( Ahlus Sunnah ) Suriah ! Bagaimana Reaksi Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam/Para Sahabat Radhiyallahu 'Anhu, Sekiranya Masih Hidup Menyaksikan Umat Islam ( Masih Mengharapkan Jannah ? ) Membela Kaum Kafir Tersebut ( Baik Ucapan/Hatinya ) Atau Diam ?

Kedudukan Hukum Membantu Orang Kafir dalam Memerangi Kaum Muslimin

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (QS. Al-Fath[48] : 29).
Sebelum tragedi Suriah, jutaan  kaum Muslimin ( Ahlus Sunnah ) dibantai dengan keji oleh kufar-kufar diatas di Afghanistan, Chechnya, Irak, Libia, Somalia, Mali, Philipina dengan dalih/alasan penuh kebohongan ( karangan ), pada dasarnya karena kebencian mereka kepada syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Setelah Suriah mungkin akan ada lagi Negara muslim yang diperlakukan sama. Mengapa para pemimpin umat/tokoh-tokoh muslim  di Negara kita seperti tidak peduli dengan nasib tragis umat Islam suriah ? mereka terkesan menyuarakan yang bertolak belakang atau tidak berani membela saudara sesama muslim ( ahlus sunnah ) ! Apakah mereka menginginkan kufar syiah Nushairiyah Bashar Asad ( 12 % penduduk Suriah ) terus berkuasa dan membantai umat Islam ( 85 %  penduduk suriah ) ? semua sikap kita akan dipertanggung jawabkan di yaumil akhir !

Menolong orang kafir dalam menindas kaum muslimin

Ini adalah perkara yang sangat berbahaya. Hal ini termasuk pembatal keislaman jika maksudnya adalah menolong orang kafir untuk menindas kaum muslimin disertai dengan kecintaan pada agama atau ajaran mereka. Allah Ta’ala berfirman,
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia” (QS. Al Mumtahanah : 1)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu. Sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang lain. “Barangsiapa di antara kamu berloyal pada mereka (menolong mereka), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
(QS. Al Ma-idah : 51)
Para ulama bahkan mengatakan bahwa perbuatan semacam ini termasuk pembatal keislaman dan sebab seseorang murtad. Na’udzu billah min dzalik.
Sedangkan jika tidak ada pilihan lain (artinya: dipaksa) untuk melakukan seperti itu, namun tidak disertai dengan rasa cinta pada kekufuran mereka, maka ini dikhawatirkan saja dapat keluar dari Islam. Adapun jika masih punya pilihan (tidak dipaksa), namun ia masih benci pada agama kekafiran, maka ia terjerumus dalam dosa besar. ( Lihat Al Irsyad ilaa Shahihil I’tiqod, hal. 360 dan penjelasan Syaikh Sholih Al Fauzan dalam Durus fii Syarh Nawaqidil Islam, hal, 157-158.

Waspada, Politik Adu Domba Sesama Ahlussunnah Meningkat, Sedangkan Syiah Bersiap-Siap!

Hasil gambar untuk politik adu domba

Abu Hamzah
Syiah, Liberal dan kekuatan Asing tidak suka dakwah Islam (Sunnah Nabi dan Sahabat) ini berkembang, sebab kalau berkembang kepentingan mereka terancam. Karena sudah menjadi sunnatullah “kalau bid’ah berkembang maka sunnah tersisih, tetapi kalau sunnah berkembang maka bid’ahnya tersingkir”.
Syaikh Suud Syraim dalam kicauannya menulis
إذا انتشرت البدع ماتت السنن،وكذلك العكس. قال ابن عباس:”ما أتى على الناس عام إلا أحدثوا فيه بدعة وأماتوا فيه سنة؛حتى تحيا البدع وتموت السنن“.
Jika tersebar bid’ah maka matilah sunnah-sunnah, begitu pula kebalikannya. Ibnu Abbas berkata: tidak ada tahun yang mendatangi manusia kecuali mereka membuat bid’ah di dalamnya dan mematikan sunnah, hingga hiduplah bid’ah-bid’ah dan matilah sunnah-sunnah.”

Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi Dalam Perang Salib


Pemandangan mengagumkan akan terlihat. Beberapa orang lelaki kami memenggal kepala-kepala musuh; lainnya menembaki mereka dengan panah-panah, sehingga mereka berjatuhan dari menara-menara; lainnya menyiksa mereka lebih lama dengan memasukkannya ke dalam api menyala. Tumpukan kepala, tangan, dan kaki terlihat di jalan-jalan kota. Kami berjalan di atas mayat-mayat manusia dan kuda. Tapi ini hanya masalah kecil jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di Biara Sulaiman, tempat dimana ibadah keagamaan kini dinyanyikan kembali. Di sana, para pria berdarah-darah disuruh berlutut dan dibelenggu lehernya.”

Eksklusif: Putin Mengintruksikan Militer Rusia Agar Bersiap Untuk “Perang Dunia 3”. Jenderal US: Sekarang Kita Mengerti Apa Maksud Ucapan Saddam Hussein, “Anda Akan Membuka Gerbang Neraka”

EKSKLUSIF: Putin Mengintruksikan Militer Rusia Agar Bersiap Untuk “Perang Dunia 3”

EKSKLUSIF: Putin Mengintruksikan MiliterRusia Agar Bersiap Untuk “Perang Dunia 3”

Moscow – Sebuah laporan dari internal militer Rusia menyebutkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan militer Rusia untuk mempersiapkan kekuatan maksimal untuk menghadapi Perang Dunia 3. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu yang menilai Suriah akan menjadi medan pertempuran utama antara negara-negara sekutu NATO-Barat dan Rusia-Blok Timur.

Antara Yahudi dan Syiah, Mana Lebih Berperan?

Antara Yahudi dan Syiah, Mana Lebih Berperan?
Selain Barat beruntung adanya Israel, Syiah juga menangguk untung konflik di Timur Tengah [Foto: ilustrasi]

Sabtu, 5 Desember 2015 - 09:26 WIB
Siapa yang mengambil keuntungan dari Perang Salib? Tentu pasti Syiah-Persia
Oleh: Nugra Abu Fatah
SELAMA ini kita selalu terpatron dengan perspektif bahwa Yahudi selalu hebat. Khususnya dalam rekayasa sosial politik hingga militer (perang). Apapun masalahnya, selalu berperspektif Yahudi-sentris.
Tapi benarkah demikian? Saya mencoba membawa pada perspektif berbeda, tentang Syiah dan segala rekayasanya yang patut diketahui.
Kita tarik dari kondisi terkini lalu ke belakang ratusan tahun silam. Lihatlah dua negeri yang mengapit Iran, yakni Afghanistan dan Iraq, keduanya hancur lebur menjadi negara lemah karena isu Usamah Bin Ladin di Afghan dan nuklir di Iraq.

Penduduk Kristen Syam Lebih Memilih Khalifah Islam Dibanding Kaisar Romawi


Michael the Elder, Patriarch Jacobus dari Antioch, menulis pada akhir abad kesebelas, bahwa dia dapat menyetujui sikap yang diambil oleh kawan-kawan seagamanya (Orang-orang Arab kristen wilayah Syam, Syria, Yordan, dll) dan menyaksikan sendiri kekuasaan Tuhan berada dipihak penakluk-penakluk Arab, malah setelah gereja-gereja Timur berada di bawah kekuasaan kaum Muslimin selama lima abad. Setelah membeberkan panjang lebar tentang cara-cara kekerasan Heraclius, dia menulis :