Thursday, August 14, 2014

Marja’ Syi’ah kini menjadi Ulama’ Sunni

March 20, 2014   
http://www.gensyiah.com/video-marja-syiah-kini-menjadi-ulama-sunni.html

Video – Marja’ Syi’ah kini menjadi Ulama’ Sunni
SYIAH TIMUR TENGAH DIKAGETKAN OLEH WAJAH AYATULLAH / MARJA’ (ULAMA
TERTINGGI RUJUKAN) MEREKA YANG KINI BERWAJAH SEORANG ULAMA SUNNI
(DISERTAI VIDEO CERAMAHNYA)
Semalam, jam 9 Waktu Mekkah
Mukarramah, Penganut agama syiah imamiyah itsna ‘asyariyah / ja’fariyah Timur Tenagh, digemparkan oleh TV Wesal Arab Saudi yang menyajikan salah satu acara “terpanas” yang pasti membuat kuping kaum syiah dan para ulama mereka memerah.
Pasalnya, tamu dalam acara tersebut adalah salah seorang mantan ayatollah syiah, ulama hadis, fiqh dan ushul agama syiah sekaligus sebagai marja’ (ulama rujukan tertinggi) dalam komunitas syiah, yang kini berwajah sebagai seorang ulama sunni yang sangat handal. Semalam ia muncul untuk pertama kalinya secara resmi sebagai seorang ulama sunni ,setelah sebelumnya ia kerap muncul sebagai ulama syiah yang berserban hitam ala syiah.
Ini merupakan taqdir yang sangat luar biasa, sebab seorang marja’ dalam agama syiah adalah ulama tertinggi ,semua fatwa dan ucapannya diamalkan laksana wahyu ,dan tak perlu ditanya tentang dalil dari semua fatwanya. Derajat Marja’ ini, lebih tinggi dari derajat keulamaan lainnya dalam agama syiah, hatta derajat ulama mujtahid muthlaq ataupun presiden.
Biasanya kalau sudah menjadi marja’ ;
uang jutaan dolar dari hasil “khumus” (baca ; uang haram) akan memenuhi rekening banknya di Swiss ,Jerman, Prancis atau Negara Eropa lainnya. Sebab semua uang khumus-nya kaum syiah, penempatannya diatur oleh seorang marja’ sekehendaknya.
Dengan segala kekayaan dan tingginya derajat keulamaan ini, ternyata mantan marja’ syiah ini ; Syaikh Al’Allaamah Abu ‘Ali Husain Al-Muayyid hafidzhahullah, meninggalkan pangkat tersebut dan lebih memilih untuk menyelamatkan keyakinannya. Baginya pangkat, harta dan kedudukan tinggi tidak berarti jika aqidah dan keyakinannya tidak memiliki dasar dan pondasi yang benar dan abash. Inilah sebabnya, ia “melarikan diri” dari semua harta dan pangkat dunia demi meraih cahaya iman dalam bingkai mazhab ahli sunnah waljama’ah.
Tidak tanggung-tanggung, ia rela meninggalkan semua kerabatnya, orangtuanya yang merupakan salah satu pemuka syiah dari keturunan marga Al-Kaadzhimiyah (marga tertinggi syiah) ia tinggalkan, demikian juga semua anaknya, dan istrinya ,ia tinggalkan sebab mereka semua tidak menyetujui berpindahnya beliau ke mazhab sunni.
Ibu beliau ; anak salah satu marja’ syiah ; ayatullah sayid hasan shadar.Sedangkan istrinya ; saudari dari dai syiah populer ,Ammaar Al-Hakim.
Ketika istrinya mengetahui ia telah masuk dalam mazhab sunni, ia meminta cerai dan berkata pada beliau ; “Saya tidak akan pernah rela hidup menjadi istri seorang suami yang mendoakan keridhaan terhadap Aisyah”, Mendengar itu, iapun menjawab ;
“Demikian juga aku, tidak mungkin bisa hidup dengan seorang istri yang selalu saja mencaci maki ibundaku, Aisyah radhiyallaahu’anha”.
Karena khawatir ditangkap atau dibunuh oleh otoritas dan rezim Iraq dan Iran, beliaupun melarikan diri ke Yordania, lalu pindah ke Libanon, dan sekarang telah hidup di Jeddah, Arab Saudi. Ia mendapatkan suaka dan keamanan di Arab Saudi, dan sekarang beliau menjadi salah satu ulama yang ditugaskan di Rabithah Al-’Aalam Al-islamiy di Jeddah.
Semalam, di Wesal TV beliau mengisahkan perjalanan hidupnya, dari kecil, sewaktu menuntut ilmu di Hawzah Nejf, dan Qum,hingga menjadi ulama rujukan (marja’) syiah di Iran dan Iraq secara khusus, dan di dunia secara umum.   
sewaktu beliau masih menjabat sebagai ayatullah syiah.

setelah beliau bertaubat dan kembali ke mazhab sunni.
Simak juga keterangan beliau di Wesal TV, beliau menceritakan kisah hidupnya sejak dari kecil tumbuh di keluarga Syiah, lalu menjadi ulama rujukan Syiah, dan bertaubat memeluk agama Islam yang murni:


(Visited 1,995 times, 408 visits today)
Artikel Terkait:

December 12, 2012   
http://www.gensyiah.com/kabar-gembira-bagi-ahlissunnah.html
Kabar gembira bagi ahlissunnah!
Dengan izin Allah, Al-Allamah dan marja’ Syi’I yang sudah sampai tingkat ijtihad dalam agama imamah syiah, madzhab jakfari Husain al-Muayyad, telah menyatakan keislamannya dan meninggalkan agama majusi. Dia mengunjungi Syaikh Dr. Muhammad al-Suaidi di rumahnya.
Syekh Husain al-Muayyad akan tampil di TV wesal pada hari Rabo depan jam 10 malam insyaallah.
Allahu akbar. Ya Allah perbanyaklah orang syiah yang rujuk kepada Islam yang sunnah, ajaran sahabat dan ahlulbait.



March 1, 2012   

Ribuan Syiah Bertaubat Menjadi Ahlussunnah!
Da’i Kuwait yang kondang, Syaikh Usman al-Khamis menegaskan bahwa sejumlah besar dari Syiah itsnay asyriyyah mulai meninggalkan syiah berpindah ke ahlussunnah waljama’ah. Syekh al-Khamis berkata: ucapan ini berasal dari hasil sensus yang valid bagi kita di Mabarrah al-Aal wal-Ashhabdi Kuwait, dengan bekerja sama dengan para da’i dan para penuntut ilmu di Saudi, Bahrain dan negara-negara teluk lainnya.
Al-Khamis menambahkan: sesungguhnya jumlah orang Kuwait yang meninggalkan syiah menuju sunnah mencapai 400 orang, di Saudi 4000 orang, di Bahrain 700 orang, di Ahwaz (Arabistan, yang dicaplok Iran) berjumlah seratus ribu syiah (100.000) meninggalkan madzhab syiah menjadi ahlu sunnah waljamaah, di tengah Iran bahkan di Teheran puluhan orang syiah bertaubat menjadi ahlussunnah. Bahkan di Irak ada ratusan syiah yang secara sembunyi-sembunyi menjadi ahlussunnah tidak berani menampakkan diri karena takut milisi-milisi syiah yang biasa menteror dan membunuh.
Adapun yang berpindah menjadi ahlusunnah dan tidak berani membuka diri maka kata al-Khamis: jumlah mereka lebih dari tiga ribu orang di Saudi, 400 di Kuwait, dan 1200 orang di Bahrain, dan ribuan di daerah ahwaz (Arab jajahan Iran). Angka-angka ini diumumkan oleh al-Khamis dalam ceramahnya yang disampaikan dalam Ahadiyyah Muhammad al-Jabr al-Rasyid di Riyad, dengan judul mengapa sektarian? (Limadza al-Thaifiyyah?) yang menfokuskan tentang pentingnya mendakwahi syiah agar berubah menjadi ahlusunnah waljamaah.