Monday, October 19, 2015

Al-Jaulani: Intervensi Rusia adalah Perang Salib yang Didukung Syiah Iran !

Al-Jaulani: Intervensi Rusia adalah Perang Salib yang Didukung Syiah Iran
Intervensi Rusia ke Suriah menurut Amir Jabhah Nusrah, Abu Muhammad Al-Jaulani, merupakan pengulangan kerja sama Syiah dengan musuh Islam sejak dahulu. Rafidhah Shafawi, kata Al-Jaulani, yang terdiri atas Syiah Iran, Irak, Lebanon dan Nushairiyah Suriah mengulang lagi sejarah kelam mereka dalam membantu orang kafir yang berkuasa atas ahli sunnah. Syiah hari ini telah mewarisi perbuatan kakek mereka, Ibnu Alqami saat memasukkan Tartar ke Baghdad, sehingga jutaan kaum muslimin diperangi dan terbunuh.
Hal yang sama juga dilakukan para petinggi Iran ketika memasukkan Amerika ke Afghanistan dan melakukan tindakan yang membuka pertahanan ahli sunnah. Setelah itu, dalam catatan Al-Jaulani, Iran dan proksinya dari kalangan Rafidhah Irak telah membantu Amerika untuk menjajah Irak, kemudian Amerika memberikan Irak kepada Iran di atas nampan emas.
Dalam konteks intervensi Rusia hari ini, Al-Jaulani mengatakan bahwa Iran telah mendukung Rusia untuk menyerang Suriah:
“Hari ini kaum Rafidhah Iran, Lebanon, Irak bersekutu dengan Nushairiyah telah menghalalkan Syam untuk serangan Perang Salib Timur, yaitu Rusia. Mereka bangga akan hal tersebut dan menari-nari.”
Jabhah Nusrah melihat intervensi Suriah akan berakhir dengan kebangkrutan. Tanda-tanda kekalahan Rusia telah tampak di awal-awal serangan mereka yang kacau. Sampai saat ini serangan yang dilakukan Rusia tidak lebih hebat dari serangan-serangan rezim yang sudah-sudah. Baik itu serangan mereka yang menyasar target secara ngawur, atau serangan mereka yang tidak tepat. Dan dengan izin Allah mereka akan dihancurkan di ambang pintu Syam, kata Al-Jaulani yakin.
Selain itu, dalam pidato tersebut Al-Jaulani  menawarkan hadiah sebesar 3 juta Euro atau sekitar 46 miliar rupiah bagi siapa saja yang bisa membunuh Basyar, bahkan jika itu dilakukan oleh keluarga dan kubunya sendiri. Nusrah akan menjamin keamanan jiwa dan keluarga orang yang berhasil membunuhnya.
Al-Jaulani juga menawarkan hadiah sebesar 2 juta Euro atau sekitar 30 miliar rupiah bagi siapa yang bisa membunuh Hasan Nasrullah, orang penting dalam kelompok militan Syiah Lebanon, Hisbullah.
Alasan Rusia adalah untuk memerangi ISIS, dan bagaimana tujuan sebenarnya juga diungkap oleh pemimpin kelompok jihad yang berpengaruh di Suriah tersebut. Anda dapat mengunduh terjemahan lengkap pernyataannya untuk membaca lebih lanjut, di sini.
Reporter: Salem


Pejuang Suriah Sarankan Putin Pulangkan Tentara Rusia Sebelum Dikirim Dalam Peti Mati

Pejuang Suriah Peringatkan Putin
Pejuang Suriah memberi peringatan untuk pemimpin negara Rusia Vladimir Putin. Kelompok Mujahidin menyarankan Putin menarik kembali tentara Rusia pulang sebelum dikembalikan dalam keadaan tak bernyawa.
“Putin ! Bawa pulang pasukanmu, jika tidak kami akan mengirim mereka kepadamu dalam peti mati,” tulis sebuah spanduk yang dipegang kelompok Pejuang Suriah pada 17 Oktober 2015 seperti dikutip Anti Liberal News.
Sebelumnya terjadi Kelompok pejuang Muslim Suriah yang dipimpin oleh Ahrar As–Syam telah berhasilmenggagalkan serangan darat besar-besaran dari rezim Syiah Nusyairiyah Bashar Assad dan sekutu sesama Syiahnya di pinggiran utara provinsi Hama pada Rabu (7/10). Pertempuran sengit terjadi di wilayah Morek, Hama. Dilaporkan rumah sakit rezim di Hama dipenuhi oleh puluhan mayat tentara Assad, termasuk korban tewas adalah seorang Jendral Rusia. Karena kerugian besar tersebut akhirnya tentara rezim dan Rusia ditarik mundur dari medan pertempuran Morek.
Pejuang oposisi yang terdiri dari koalisi Jaysh al Fath dan FSA berhasil memberikan perlawanan luar biasa. FSA Divisi 13 menembakkan rudal anti tank TOW -pada konvoi kendaraan lapis baja di pedesaan Hama di Al-Masasneh, dan berhasil menghancurkan 24 tank tempur Rusia T-62.
Berikut ini daftar kerugian yang diderita tentara Assad dan Rusia dalam pertempuran Morek : 24 tank, 1 artileri 57, 1 senapan mesin 23, 4 kendaraan, 1 senapan mesin 14.5 hancur. Serta pembebasan sepenuhnya Al Souab dab Al Madajana dari rezim Assad.