Friday, May 27, 2016

Amerika Bisa Memotong Bunga-Bunga, Tapi Tak Mampu Menahan Datangnya Musim Semi

Hasil gambar untuk memotong bunga

Awal Mei 2016, badan intelijen Amerika Serikat (CIA) mengunggah peristiwa pembunuhan Syaikh Usamah bin Ladin di Abbottabad melalui akun twitter. Dengan menggunakan tanda pagar #UBLRaid, CIA mengunggah cuitan menit per menit, termasuk foto Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan sejumlah pejabat pemerintah AS saat menyaksikan penyerbuan tersebut. Sebagaimana diketahui, Syaikh Usamah dilaporkan terbunuh pada 2 Mei 2011 di Abbottabad, Pakistan.
“3:39 pm EDT – Usama Bin Ladin ditemukan di lantai tiga dan dibunuh #UBLRaid,” sebut salah satu cuitan.
Cuitan ini membawa beragam respons baik pro maupun kontra. Namun, ini merupakan pertama kalinya CIA melakukan peringatan kejadian bersejarah melalui media sosial. Operasi ini diklaim sebagai kesuksesan intelijen sepanjang masa.
“Pada peringatan kelima tahun, sangat layak untuk mengingatnya dan menghormati mereka yang terlibat untuk pencapaian ini,” kata juru bicara CIA, Ryan Trapani, pada ABC News.
Terkait hal itu, Kiblat.net berupaya mendudukkan masalah ini agar proporsional dengan mewawancarai salah seorang pengamat gerakan jihad Ustadz Abu Rusydan. Alumnus jihad Afghanistan yang pernah berinteraksi dengan ulama jihad kaliber dunia seperti Syaikh Abdullah Azzam ini dikenal memiliki pandangan yang luas terkait jihad global. Berikut hasil wawancara Kiblat.net dengan dai asal Kota Kudus ini.
Siapakah Syaikh Usamah bin Ladin dan bagaimana pengaruhnya terhadap pergerakan Islam di dunia?
Terlepas dari perbedaan pandangan dari berbagai pihak, baik di kalangan kaum muslimin sendiri atau di kalangan umat manusia pada umumnya, ada satu yang disepakati tentang Syaikh Usamah bin Ladinrahimahullah. Beliau adalah simbol perlawanan terhadap kejahatan Amerika terhadap Islam dan kezaliman Amerika terhadap kaum muslimin. Itu disepakati oleh semua pihak. Walaupun ada perbedaan pendapat dari sudut pandang yang berbeda, tapi satu permasalahan yang paling mendasar, sampai hari ini sejak masa hidupnya walaupun hari ini wafat, dipanggil Allah SWT -semoga Allah menerima sebagai salah satu syahid- itu masih digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap Amerika Serikat, kejahatan Amerika terhadap Islam dan kezaliman mereka terhadap kaum muslimin.
Adapun Al-Qaidah itu merupakan kendaraaan beliau. Kendaraaan Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah di dalam mewujudkan perlawanan terhadap Amerika. Itu semacam alat untuk mengaktualisasikan perlawanan beliau terhadap Amerika, atas kejahatan Amerika terhadap Islam dan atas kezaliman Amerika terhadap kaum muslimin.
Artinya, secanggih apapun, setangguh apapun, “Al-Qaidah hanyalah alat perjuangan”. Namun, hakekat perjuangan Syaikh Usamah bin Ladinrahimahullah adalah bagaimana memperjuangkan Islam sebagai satu tatanan hidup yang bisa dipakai, diterapkan bagi umat manusia pada umumnya dan kehidupan kaum muslimin pada khususnya. Sebab, hanya Islam yang bisa menjamin kesejahteraan, keadilan, dan keamanan hidup bagi umat manusia, khususnya kaum muslimin.Walahua’lam bi showab.
Apa saja karakter kepemimpinan yang bisa dilihat dalam figur Syaikh Usamah bin Ladin?
Saya melihat, karakter kepemimpinan beliau yang paling dasar, walaupun kita melihat hari ini banyak sekali pemimpin atau yang mengklaim dirinya sebagai pemimpin atau diklaim oleh sekelompok orang sebagai pemimpin Islam, tetapi saya melihat Syaikh Usamah ini,wala nuzakki alallahi ahadan, mempunyai satu kelebihan. Yaitu, mempunyai satu kepekaan yang tinggi terhadap nasib Islam dan kaum muslimin. Ini yang pertama, dan itu sangat penting.  Sebab, tanpa kepekaan tidak akan menimbulkan perhatian yang serius terhadap keadaan Islam dan kaum muslimin. Jadi, kepekaan tadi menumbuhkan perhatian yang serius.
Kemudian karakter lainnya, beliau menumbuhkan satu pembelaan, yang dengan pembelaan itu beliau juga melakukan satu pengorbanan tanpa batas untuk membela Islam dan kaum muslimin. Karena keyakinan-keyakinan yang beliau yakini, maka tiga karakter dasar ini (kepekaan, pembelaan, pengorbanan) membawa  pada kesabaran yang luar biasa.
Beliau begitu sabar, dalam menapaki pembelaan terhadap kaum muslimin. Saya melihat bahwa dengan karakter-karakter dasar seperti ini, maka beliau menjadi semacam harapan besar bagi sebagian kaum muslimin. Terutama kaum mujahidin yang ada di dunia Islam. Karena bagaimanapun juga, beliau telah membuktikan mampu memecahkan banyak persoalan dengan pertolongan Allah SWT.
Karakter yang berikutnya, yang merupakan satu karakter luar biasa menurut saya, adalah tawakal beliau kepada Allah SWT. Dengan lima karakter ini (kepekaan, pembelaan, pengorbanan ditambah dengan sabar dan tawakal), menjadikan beliau hamba yang mampu bersyukur sekaligus bersabar ketika menghadapi persoalan. Ketika seorang mukmin berada pada derajat yang mampu bersyukur dan mampu bersabar di dalam segala urusan, maka dia menjadi pribadi yang sangat tangguh. Dia menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi yang besar kepada kemajuan Islam dan kaum muslimin terutama dalam dunia jihad.
Apakah pembunuhan terhadap Syaikh Usamah berpengaruh terhadap Al-Qaidah dan gerakan jihad dewasa ini?
Kalau berpengaruh itu jelas ya. Jadi, setiap peristiwa yang timbul, apalagi kematian seorang pemimpin besar, sekaliber Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, itu jelas memberi pengaruh. Paling tidak, untuk sementara waktu memberi pengaruh kepada moral Amerika dan sekutu-sekutunya untuk “membasmi Islam” dan “membasmi jihad” itu sendiri.
Tetapi kalau pengaruh itu dalam pengertian internal kaum mujahidin. Itu hanya proses sementara. Artinya, bahwa akan terjadi satu kegoncangan sementara, itu satu hal yang sangat wajar. Namun ada satu hal yang sebenarnya sangat sulit dipahami oleh musuh-musuh Islam, khususnya Amerika dan sekutunya.
Bahwa gerakan jihad itu sendiri, semangat jihad yang ada pada pribadi mujahid dan gerakan jihad, proses dinamika yang ada pada kelompok-kelompok jihad, itu akan menjadi lebih baik dan semakin baik justru karena dipupuk dengan daging dan tulang belulang para syuhada. Itu yang tidak pernah disadari (musuh-musuh Islam, red).
Jadi untuk sementara, jelas kematian seorang tokoh besar seperti beliau, itu sangat berpengaruh terhadap internal para mujahidin untuk sementara waktu, tetapi dengan tarbiyah yang selama ini ditanamkan kepada diri, baik secara personal maupun secara jamaah, kepada para mujahidin justru itu akan menjadi satu pendorong yang lebih kuat untuk masa-masa yang akan datang. Saya meyakini itu, Wallahua’lam bisshowab.
CIA menyebut kematian Usamah bin Ladin sebagai kemenangan yang signifikan dalam kampanye serangan yang dipimpin Amerika, bagaimana pendapat Ustadz?
Dari sudut pandang Amerika dan sekutunya, tentunya gugurnya Syaikh Usamah rahimahullah, merupakan sebuah kemenangan besar. Itu pasti. Dan mereka selalu memperhitungkan itu. Tetapi ada satu hal, sebagaimana sebelumnya banyak sekali, mujahid-mujahid yang gugur.
Seperti yang terjadi pada DR. Abdullah Azzam, rahimahullah, juga gugur atas tipu daya Amerika dan sekutunya. Kemudian Allahuyarham,Muhammad Dhiya-Ul-Haq, Presiden Pakistan, yang sangat membantu jihad Afghanistan dan sangat membantu jihad Islam di seluruh dunia Islam, dan banyak yang lain lagi.
Kalau kita harus menyebutkan, barangkali sejak tahun 90-an saja, sudah ratusan yang namanya terkenal. Apalagi yang tidak terkenal, mungkin ribuan dari seluruh dunia Islam yang gugur, atas akibat tipu daya Amerika dan sekutunya terhadap Islam dan dunia Islam.
Tetapi dalam bahasa paling mudah, Amerika bisa saja menumpas semua bunga yang tumbuh, tapi tidak akan mampu menahan datangnya musim semi. Pasti akan datang suatu ketika, di mana bibit-bibit mujahid yang nanti akan tumbuh, disuburkan oleh gugurnya para syuhada itu tadi. Dan ketika itu sudah tumbuh dengan izin Allah SWT, dengan kehendak Allah SWT tidak ada satu kekuatan makhluk pun yang mampu menahannya.
Pasca Al-Qaidah kehilangan figur sentral pada diri Syaikh Usamah, kemudian muncul gerakan-gerakan jihad saingan yang mencoba merebut pengaruh umat, misalnya Daulah Islamiyah yang dideklarasikan Al-Baghdadi. Apakah Ustadz sependapat dengan hal itu?
Saya tidak sependapat dengan itu ya, bahwa munculnya katakanlah Daulah Khilafah Al-Baghdadi yang sangat populer disebut dengan ISIS itu sebagai saingan yang muncul setelah Syaikh Usamah gugur. Saya tidak sepakat dengan itu.
Saya melihat bahwa dinamika pergerakan jihad ini memang harus ada. Artinya bahwa setiap zaman menghadapi persoalannya sendiri, kemudian setiap kepemimpinan itu juga menghadapi kepemimpinannya sendiri. Jadi ini merupakan tamhis (filterisasi) dari Allah SWT untuk memurnikan pergerakan jihad ini.
Kita tidak tahu semoga kita senantiasa ikut dengan saringan berikutnya, saringan berikutnya sampai akhirnya kita diizinkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk memegang bendera terakhir. Tentunya kita berharap begitu. Tetapi sekali lagi, apa yang terjadi setelah gugurnya Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, baik itu terjadi di internal Al-Qaidah itu sendiri maupun terjadi di dunia jihad dan dunia Islam, itu semua merupakan dinamika pergerakan jihad.
Saya menyebutnya sebagai semacam tamhis (filterisasi) dari Allah SWT dan Allah tidak akan menyerahkan bendera jihad kecuali kepada orang yang sudah teruji melalui tahapan-tahapan penyaringan itu tadi. Andaikata, toh tidak muncul Daulah Al-Baghdadi juga ada persoalan-persoalan dari pihak mujahidin sebagai tamhis itu tadi.
Hanya memang, fakta yang hari ini kita hadapi adalah adanya ujian dari Allah SWT melalui Daulah Khilafah Al-Baghdadi itu sendiri. Tapi itu tadi, kita jangan membuat persoalan menjadi begitu sederhana menurut ukuran pikiran kita sendiri. Bahwa itu merupakan sebab dan akibat, tidak (demikian) menurut saya, Wallahu a’lam bisshowab.
Menurut Ustadz, adakah perbedaan Al-Qaidah di bawah kepemimpinan Syaikh Usamah dan Syaikh Aiman Az-Zawahiri?
Kalau pertanyaan itu bermaksud mengadakan perbandingan ataumuqoronah antara kepemimpinan Syaikh Usamah dan kepemimpinan Syaikh Az-Zawahiri hafidzahulloh, di dalam menangani Al-Qaidah, menurut saya itu tidak adil.
Jadi sekali lagi, Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah menghadapi masanya, zamannya, dengan segala dinamika dan romantikanya. Kemudian, Syaikh Aiman Az-Zawahiri juga menghadapi masanya dengan segala dinamika dan romantikanya. Ini juga bagian dari ujian dari Allah SWT.
Kita bisa menilai Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, karena beliau sudah selesai perjalanannya. Penilaian manusia di dunia, walaupun penilaian hakiki nanti di sisi Allah SWT. Tapi kita tidak adil, kalau hari ini kita menilai kepemimpinan Syaikh Aiman Az-Zawahiri di dalam memimpin Al-Qaidah hanya hari ini, sebab ini masih proses.
Ini masih proses, masa-masa yang akan datang kita tidak tahu. Iya kan? Kita tidak perlu berandai-andai, tetapi tidak adil kalau kita melakukanmuqoronah atau perbandingan Al-Qaidah di bawah Syaikh Usamah bin Ladin dan DR. Aiman Az-Zawahiri hafidzahullah, menurut saya itu tidak adil. Dan itu tidak banyak berakibat positif bagi perjalanan jihad, maupun pikiran seorang diri mujahid secara personal.
Jadi menurut saya, terimalah ini sebagai bagian dari ujian Allah SWT kita bekerja sebaik-baiknya, kita membantu semua yang mampu kita lakukan, Wallahua’lam bis showab.
Reporter: Bunyanun Marsus