Tuesday, August 30, 2016

Hebatnya Erdogan ! AS Akhirnya "Takluk" Pertimbangkan Ekstradisi Gulen, Mendesak YPG – Afiliasi PKK Di Suriah Untuk Mundur Ke Tepi Timur Sungai Efrat. Mampukah Kita Terhadap AS Dan China (Singapura) ? Pidato Erdogan Yang Menggeparkan (Video) Bongkar Agenda Rahasia PBB Dan Barat Mengacak-Ngacak Timur Tengah (Dan Negara Islam)!

(US Vice President Joe Biden and Turkish President Recep Tayyip Erdogan speaking at the Turkish Presidential Complex in Ankara on August 24. © Kayhan Ozer, AFP)

AS Akhirnya "Takluk" Mengekstradisi Gulen, Lihat Wibawanya Erdogan Dihadapan Joe Biden


ANKARA - Wakil Presiden AS Joe Biden diutus Obama untuk meredakan ketegangan antara Turki dan Amerika Serikat pasca upaya kudeta yang gagal.

Biden tiba di ibukota Ankara pada Rabu (24/8), menyatakan dukungan bagi pemerintah Turki yang terpilih secara demokratis, memuji tekad rakyat Turki dalam melindungi demokrasi dan menekankan bahwa AS akan terus bekerja sama dengan Turki mengenai ekstradisi Fetullah Gulen, dalang kudeta yang gagal pada 15 Juli.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Binali Yildirim, Biden mendesak YPG – afiliasi PKK di Suriah untuk mundur ke tepi timur Sungai Efrat dan mengatakan mereka bisa kehilangan dukungan AS jika mereka tidak segera melakukannya.

Biden juga menyatakan dukungan untuk Turki dalam operasi Jarablus yang diluncurkan hari Rabu untuk membersihkan teroris Daesh dan mencegah YPG memperluas wilayah di Suriah utara.

Menggarisbawahi bahwa AS akan bekerja sama dalam proses ekstradisi Gulen, Biden mengatakan bahwa para ahli hukum AS sedang bekerja dengan rekan-rekan di Turki untuk memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan untuk mengekstradisi pemimpin Feto tersebut.

“Kami bekerja sama dengan pihak berwenang Turki. Sekarang ahli hukum kami bekerja dengan rekan-rekan mereka di Turki dalam menghasilkan dan mengevaluasi bahan dan bukti yang perlu diberikan ke pengadilan AS, yang diwajibkan oleh hukum kami dalam perjanjian
ekstradisi. “

Biden menyatakan AS tidak berada dibalik upaya kudeta bahkan tidak memiliki pengetahuan sebelumnya atas upaya kudeta. "AS tidak memiliki, tidak, tidak, tidak ada kepentingan apapun dalam melindungi siapa saja yang telah melakukan kerusakan di Turki. Tidak ada."

Biden bahkan menegaskan “dukungan kuat yang berkelanjutan” dari Washington untuk Turki dan mengutuk upaya kudeta 15 Juli selama kunjungannya.

Menambah komentar Biden, Perdana Menteri Yildirim mengatakan jika proses mengekstradisi Gulen bisa dipercepat, kekecewaan rakyat Turki pada AS akan bisa dipulihkan dengan “sangat cepat.”

Sebelum bertemu PM Turki, Joe Biden menemui Presiden Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Turki di Ankara.

Presiden Erdogan mengatakan pada Biden bahwa Washington "tidak memiliki alasan" untuk tetap melindungi Gulen. Hubungan Turki dan AS akan bisa kembali normal jika Washington segera mengekstradisi Gulen.

 
(Pertemuan Erdogan-Putin di St. Petersburgh)

Pasca kudeta gagal, AS mulai khawatir ditinggalkan Turki yang mulai menjalin normalisasi dengan pihak Rusia. Erdogan bahkan diundang langsung dan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburgh.

Biden meyakinkan Erdogan bahwa "Turkey has no better friends than the United States" (Turki tidak memiliki teman lebih baik dari Amerika Serikat).

Hehe... rayuan gombal AS ini gak bakal mempan. Terlebih pasca kudeta, Erdogan sudah tau kelicikan Amerika.

Foto Erdogan di atas (saat menemui Joe Biden) sudah menggambarkan wibawa Turki dihadapan Amerika.
Sumber: Daily Sabah, CNN Turk

Turki Serang ISIS, Amerika Yang Malah Kesal !


Submitted by webadmin on Senin, 29 Aug 2016 - 18:59
Tindakan yang dilakukan oleh Turki di Suriah membuat Amerika Serikat (AS) merasa kesal. Pasukan Turki yang dikerahkan ke Suriah dilaporkan bentrok dengan sejumlah kelompok pemberontak Suriah yang didukung oleh AS.
Menanggapi laporan tersebut, AS mengaku mengecam keras bentrokan tersebut, dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak bisa diterima. AS beralasan, wilayah yang menjadi lokasi bentrokan bukanlah wilayah yang dikuasai oleh ISIS atau al-Nusra.
"Kami ingin membuat jelas, bahwa kita melihat adanya bentrokan ini, di daerah di mana ISIL tidak beroperasi. Hal ini benar-beanr tidak dapat diterima dan sumber keprihatinan yang mendalam," kata Brett McGurk, utusan khusus Presiden AS untuk koalisi untuk melawan ISIS.
"Kami menyerukan kepada semua pihak bersenjata untuk mundur. AS secara aktif terlibat untuk memfasilitasi untuk mempersempit perbedaan dan menyatukan fokus untuk melawan ISIS, yang tetap menjadi ancaman mematikan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (29/8).
Turki terlibat bentrokan dengan sejumlah kelompok pemberontak, termasuk di dalamnya Kurdi, kemarin di wilayah Suriah utara. Bentrokan ini terjadi di hari kelima kampanye lintas-perbatasan yang menurut kelompok pemantau telah menewaskan sedikitnya 35 warga sipil di Suriah utara.[mr/snd]

Pangeran Saudi : Presiden Erdogan adalah pendiri Turki di abad ke-21


Pangeran Saudi Al Waleed bin Talal mengatakan dalam sesi wawancara dengan Surat Kabar Turki,  Hurriyet.
“Saya memutuskan sebelumnya untuk mengunjungi Antalya, tapi setelah kudeta gagal, saya meyakini bahwa saya harus segera pergi ke Turki. Kami menentang kelompok yang lebih berbahaya daripada ISIS, yang mengancam Turki, ” ujar Pangeran Al Waleed, sebagaimana dilansir MEMO, Selasa (23/8/2016).

AS Kabulkan Permintaan Turki Terkait Ekstradisi Gulen (Sumber: Anadolu Agency)
Membaca "Permainan" Politik Erdogan di Suriah
Membaca Peta Perang Turki di Syria & Perang Akhir Zaman
Menlu Turki: Hubungan dengan Rusia tidak akan merubah sikap kami pada Assad

Panglima Pasukan Khusus Turki di Suriah: "Assad tidak akan berani menyentuh pasukan kami"

(Komandan Pasukan Khusus Turki di Suriah, Letnan Jenderal Zekai Aksakallı)

24 Agustus 2016, tepat 500 tahun perang "Marj Dabiq" era Ottoman (The Battle of Marj Dābiq, 24 Agustus 1516), Turki mengerahkan kekuatan militer masuk ke Suriah melalui pintu Jarabulus (Cerablus), Suriah utara yang berbatasan dengan Turki.

Dalam sebuah serangan cepat Operasi militer bersandi "Dar'ul Furoot" (Euphrates Shield) ini pasukan khusus Turki bahu membahu dengan mujahidin Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FSA) telah berhasil mengambil kontrol Kota Jarablus Suriah utara dari kendali ISIS.

Serbuan pasukan Turki yang masuk ke wilayah Suriah ini dikecam pemerintahan rezim Assad. Maklum, ISIS selama ini jadi partner Assad dalam menghadang Mujahidin.

 

Sosok dibalik kesuksesan ini adalah Panglima Pasukan Khusus Turki,

"Bashar Assad tidak akan berani menyentuh pasukan kami," kata Jenderal Zekai Aksakallı, seperti diberitakan Victory Series NEWS.

 
 (Turkish Special Forces)

Jenderal yang berperan penting dalam menggagalkan kudeta 15 Juli ini juga mengingatkan Rusia dengan mengatakan: "Kami berharap Rusia 'segera menyadari' bahwa Bashar adalah seorang pembunuh dan bahwa Iran sedang memfasilitasi tentara bayaran sektarian".

Pasukan Ottoman memang penakluk. Merekalah yang bisa menaklukan Konstantinopel setelah berbagai generasi Umat Islam tak berhasil.

Kini dibawah kepemimpinan Sang Sulthan Erdogan, pewaris Ottoman bangkit kembali.
Insya Allah, bumi Syam akan menjadi kebangkitan Islam kembali.

Setelah Bantu Gagalkan Kudeta Turki, Kini Letjen Aksakallı Bantu Pejuang Islam Suriah

Dulu gagalkan kudeta, kini bantu pejuang Suriah

Hasil gambar untuk Zekai Aksakallı

Zekai Aksakallı (foto), Tak bisa dipungkiri jika keberhasilan pejuang FSA memukul ISIS dari kota...
Tak bisa dipungkiri jika keberhasilan pejuang FSA memukul ISIS dari kota Jarablus dengan cepat dan minim korban sipil adalah karena dukungan militer Turki.



Sosok jenderal Turki yang memimpin pasukan khusus dalam operasi tersebut adalah Letnan Jenderal Zekai Aksakallı.

Pada hari Rabu (24/8), Aksakallı bahkan langsung berkunjung ke kota Jarablus dan bertemu para petinggi pejuang Suriah membahas situasi.

Selain itu, ia juga memeriksa kondisi pasukannya maupun perangkat militer yang digunakan dalam operasi di pos-pos sepanjang perbatasan. Serta bertemu beberapa anggota Pasukan Khusus di wilayah tersebut.
Pemeriksaan tersebut dikabarkan akan terus berlanjut di provinsi-provinsi selatan Turki.

Letjen Aksakallı, saat masih berpangkat mayor jenderal, adalah pemain kunci militer yang setia pada Erdogan dalam menggagalkan upaya kudeta 15 Juli lalu.

Baru-baru ia dipromosikan sebagai bagian dari Dewan Tertinggi Militer (YAS) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Binali Yildirim, pasca kudeta gagal.

Namanya kembali mencuat ke publik saat masuk ke Suriah pasca dipukulnya ISIS oleh operasi gabungan FSA-Turki.

Pidato Erdogan Yang Menggeparkan ( Video)  Bongkar Agenda Rahasia PBB Dan Barat Mengacak-Ngacak Timur Tengah





Video pidato menggemparkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beredar di media sosial. Di depan rakyat Turki, Erdogan membongkar agenda rahasia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta bagaimana umat Islam harus bersatu untuk menentukan masa depannya sendiri.
Agaknya, video ini sudah lama direkam. Sebelum Erdogan menjadi presiden. Namun, isi pidatonya yang heroik dan visioner membuat dunia internasional tahu siapa sebenarnya Erdogan dan bagaimana kesungguhannya dalam memperjuangan umat Islam.
Berikut ini kutipan pidato Erdogan:
Di tiap wilayah di Timur Tengah, saat ini terjadi pertumpahan darah. Sungguh sangat menyakitkan karena itu adalah darah muslim yang tertumpah. Dan yang sangat menyakitkan adalah yang melakukan pertumpahan darah ini adalah muslim itu sendiri, kecuali di Palestina. Peristiwa seperti ini tidak mendapat tempat di Alquran dan bahkan dilarang.
Israel membombardir Gaza. Mengapa PBB dibentuk? (Teorinya) untuk menggapai perdamaian dunia. Tapi apakah PBB bisa menggapai sesuatu seperti ini? Apa PBB punya peranan dalam perdamaian dunia? Apa peranan PBB sebenarnya? PBB itu memiliki agenda rahasia. Apapun agenda tersebut, jika dunia terdiam maka Barat pun terdiam. Sayangnya dunia Islam pun ikut diam. Dunia Islam pun hanya bisa jadi penonton saja.
Saya bertanya-tanya, di manakah wahai engkau dunia Islam? Tidakkah semuanya merasakan sakitnya. Tidakkah engkau merasa hati ini tersayat-sayat. Lalu kita pun bergumam, mengapa dunia barat tidak bicara sepatah kata pun?
Lupakan dunia Barat. Seandainya Anda, diri Anda sendiri di dalam rumah Anda, di dalam keluarga Anda membiarkan hal ini, Anda pikir orang lain akan memikirkan hal tersebut? Padahal kita tahu semua bahwa yang meninggal di Palestina adalah anak-anak kita semua. Para syuhada di Palestina adalah saudara kita semua. Kemanusiaan sedang sekarat di Palestina, kehormatan dari nilai kemanusiaan sedang sekarat di Palestina. Wabil khusus Kehormatan dan kemuliaan kaum muslimin sedang sekarat.
Saya berani berkata hal ini, tidak peduli apa kata orang lain yang penting bagi kita adalah pahala dari Allah dan bukan balasan dari manusia. Bagaimana pandangan Allah yang Maha Melihat, jika dia melihat kita di suatu situasi seperti saat ini? Jika seandainya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hidup di antara kita saat ini, apa kira-kira yang akan beliau katakan kepada kita? Seandainya para Ahlul Bait, para sahabat Nabi hidup di tengah-tengah kita seperti saat ini, apa kata mereka terhadap kita?
Kita berkewajiban berteriak lantang bahwa kita adalah muslim. Barangsiapa yang tangannya berlumuran darah saudaranya, diharamkan untuk berdiri berdampingan dengan keluarga Nabi dan dia tidak termasuk golongan orang-orang yang mengikuti sunahnya. Air mata dan darah yang tertumpah bukanlah karena perbuatan orang lain terhadap kita hal tersebut adalah karena ketidakadilan yang telah kita lakukan kepada satu sama lain. Kita harus segera hentikan pertumpahan darah sesama saudara.
Kita mendambakan hal ini dan berjuang untuk ini. Saya yakin jika kita menyatukan hati untuk hal ini maka umat dan bangsa akan menyertaimu. Tidak ada lagi Syamsuddin, tidak akan ada lagi Muhammad Al Fatih. Kita harus mengetahui hal ini. Dengan keikhlasan upaya, dan doa anda semua, umat Islam akan cemerlang. Saya yakin akan hal ini. “Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Az Zumar: 53)