Thursday, May 13, 2021

Palestina Perlu Meniru Arab Saudi Melawan Ottoman.

 


Kejadian Tragis  Di Madinah VS Jerusalem. Dengan Aqidah (Tauhid) Yang Lurus, Tegaknya Arab Saudi (Dan Al Haramain). 


Kekuatan Otoman (Turki Utsmaniyah) lebih dasyat dari Zionis Yahudi, super power pada saat itu. Dalam perjalanan sejarah, kekaisaran Ottoman menguasai hampir setengah wilayah dunia. Selama 6 (enam) abad, menjajah - membunuh- merampas harta benda  Muslim di jazirah Arab.
Kejahatan dan kekejian Turki utsmaniyah (otoman) di jazirah arab melebih zionis yahudi ditanah Palestina (Jerusalem). Mereka juga yang memberi akses yahudi menempati tanah Arab Palestina. Dengan dalih "Wahabisme" mereka melakukan genoside dan mengusir penduduk Madinah. Karena berjuang dengan Aqidah yang lurus (QS Al An'am 153, Al-A’raf 128, dan Al-Hajj 40-41 ), 100 tahun,  Allah memberikan mereka  kemenangan.
 
Kerajaan Arab Saudi telah menempuh perjalanan panjang dengan beberapa kali jatuh-bangun sehingga berdiri hingga sekarang.
 
(01).Arab Saudi pertama jatuh pada 1233 H./1818 M.
 
Singkat cerita, setelah membunuh lebih dari 1.500 orang, mereka menangkap Imam Abdullah bin Saud setelah menipunya. Imam Abdullah bin Saud lalu dibawa ke Kairo, kemudian ke Istanbul. Disana dia diarak dan dipertontonkan dijalan-jalan kota Istanbul. Setelah itu, Imam Abdullah bin Saud dibunuh dan disalib di halaman AYA SOFIA, kepalanya dibuang ke selat Bosporus.  Peristiwa ini dibulan Safar 1234 H atau 1818M.
 
(02).Arab Saudi kedua jatuh pada tahun 1309 H./1891 M.
 
Seratus tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1334 H (1915 M), sejumlah besar tentara Turki tiba di Madinah, dipersenjatai dengan kekasaran dan perintah yang tegas.
Ketika itu adalah musim dingin yang ekstrem di Madinah dan penduduknya hidup penuh kedamaian. Para prajurit dengan terpal merah dan senjata tergantung di tangan, menyebar ke gang-gang dan lingkungan kota yang terkenal. Perintah yang diberikan kepada para prajurit dari Fakhri Pasha, komandan militer mereka, adalah melakukan pemindahan paksa, tanpa terkecuali dan ampun, kepada setiap orang ditemui, baik pria, wanita ataupun anak-anak.
 
Madinah Al-Munawwarah sedang dirubah menjadi barak militer Utsmani.
Ini adalah kisah yang mengerikan, bencana pengungsian massal dan pemindahan paksa yang diterapkan Daulah Utsmaniyah. Ribuan pria, wanita dan anak-anak, meninggalkan Madinah selama lima tahun, dihuni oleh 2.000 tentara Turki dan beberapa lusin wanita dan anak-anak yang selamat dari deportasi massal tersebut. Fakhri Pasha mempercepat keputusan untuk membersihkan Madinah dari penduduknya, dan secara paksa mendeportasi mereka ke daerah-daerah yang jauh di Syam, Turki, Irak, Yordania dan Palestina. Dia berusaha menjaga kota Madinah sebisa mungkin dengan mempersenjatai kota, takut serangan suku-suku Badui yang mengepungnya, yang ingin membebaskannya dari pendudukan Utsmani.
Fakhri Pasha memperpanjang rel kereta api, dari Bab Al-Anbariyah, hingga ke dalam jantung kota, di dekat Bab Al-Salam. Akibatnya, jalan Al-‘Ain, pasar, tembok, dan rumah-rumah yang dilalui jalur rel kereta api harus dihancurkan. Tujuannya adalah mengubah tempat suci Nabi menjadi benteng militer dan gudang senjata tanpa memperhatikan kesucian Tempat Suci.
Untuk itu, semua harta warisan nabi yang tak ternilai harganya, diangkut ke Turki. Proses perpindahan besar-besaran melalui kereta Hijaz, menabrak tatanan sosial yang diwariskan Madinah selama berabad-abad.
Akibatnya, krisis kelaparan yang parah, terutama wanita dan anak-anak yang tersisa di Madinah. Samapai-sampai mereka makan rumput dan binatang yang didapati.
 
Kejahatan lain yang terjadi Madinah oleh tentara Fakhri Pasha adalah menyerbu rumah-rumah, mendobrak pintu mereka dengan paksa, kemudian memisahkan keluarga. Anak-anak dan wanita diculik di jalanan tanpa ampun, kemudian diseret bersama atau dipisahkan di gerbong kereta Hijaz untuk dibuang secara acak setelah perjalanan panjang ke Turki, Yordania dan Suriah.
 
Hakim Madinah, Ibrahim bin Abdul Qadir bin Al-Afandi Omar Al-Bari Al-Hashimi Al-Madani, yang lahir di Madinah pada 1281 H dan meninggal pada tahun 1354 H, yang menjadi rujukan fatwa di Madinah, mengungkapkan sebagian dari penderitaannnya. Dia bersama keluarganya dideportasi paksa dari rumah mereka, demi sebuah proyek; Turkifikasi.
Pada awal 1334 H, Fakhri Pasha, Gubernur Madinah, meminta Syaikh Abdul Qadir Al-Bari (ayah dari Syaikh Ibrahim) untuk meninggalkan Madinah bersama keluarganya. Dia bersama dengan dua putranya, Syaikh Ibrahim, istri, anak dan cucunya, serta Syaikh Abdul Aziz Al-Bari yang belum menikah. Perjalanan itu sangat menegangkan, mereka tidak tahu akhirnya atau memastikan tujuannya. Hingga Perang Dunia Pertama mengguncang Madinah, meletus dan mencabik-cabik penduduknya.
Kejahatan besar Daulah Utsmaniyah di tangan Fakhri Pasha terhadap salah satu bagian bumi yang paling murni berakhir di awal tahun 1338 H (1919 M).
 
(03).Arab Saudi ketiga didirikan pada 1319 H / 1902AD
 
Sepanjang sejarah, tidak ada negara yang jatuh dua kali dan kemudian bangkit ketiga kalinya kecuali Arab Saudi. Negara besar yang dipimpin oleh orang-orang hebat dan hebat.
 
Dr. Assem El-Desouky, profesor sejarah modern dan kontemporer di Universitas Helwan, Mesir,  menyatakan, “Utsmani tidak lebih sebagai perampok dan penjajah yang menduduki negara-negara Arab selama empat abad, mereka sama seperti kolonialisme Prancis dan Inggris, mereka hanya menghabiskan kekayaan bangsa Arab dan mewarisi kelemahan serta keterbelakangan mereka.”
Akhir yang dramatis Daulah Utsmani memiliki peran dalam memfasilitasi penjajahan asing di negara-negara Arab. Dan itu adalah alasan utama terjadinya bentrokan antara orang Arab dan Turki dalam masa tersebut.
Banyak orang Arab mengingat pembantaian Utsmani terhadap warga Armenia, walaupun telah terjadi dalam beberapa tahun lamanya.
Tetapi tidak banyak dari mereka yang ingat pembantaian Utsmani terhadap orang-orang Arab sendiri, yang berlangsung selama 400 tahun, dalam tahun-tahun yang suram, berat, dan biadab dari pendudukan Turki.
Dan korban pembantaian, yang merenggut nyawa banyak orang, tidak terhitung banyaknya. Di antaranya pembunuhan dengan senjata atau kelaparan dan membiarkan wabah tho’un yang menimpa, seperti yang terjadi di Mesir dan Syam, sebagai contoh.
Begitu pula pembersihan, dengan mengosongkan kota-kota bersejarah, mencuri harta pusaka, kemudian menyelundupkannya ke Turki. Seperti yang terjadi di Mesir dan Semenanjung Arab.
 
Termasuk mengungsikan secara paksa warga yang memiliki keterampilan ke Astana, untuk membangun masjid-masjid mewah dan istana-istana keluarga Utsmaniyah. Daulah Utsmani juga melakukan genosida kota-kota dari penduduk aslinya, seperti menggusur dengan pengusiran dan kelaparan, untuk meninggalkan kota tempat tinggalnya. Ini seperti yang terjadi di Madinah. Portal berita “Al-Ain” memberikan permisalan atas pembantaian tersebut dengan ungkapan: “Ini bukan sekedar titik di lautan yang diperkenankan atas luasnya.” Dengan menyaksikan bagaimana bangsa Turki membersihkan bangsa Arab dengan segala cara, mirip dengan tujuan keserakahan bangsa Turki kuno dalam menduduki sebuah wilayah.
Yaitu, sejak suku-suku penyerbu Turki datang dari celah pegunungan Asia Tengah sebagai tentara bayaran terhadap tentara Islam. Ini adalah kisah keserakahan yang panjang, apa pun “baju” yang dikenakan oleh Turki Utsmani.
Dan saat ini, Ataturkiyya atau Ikhwaniyan Erdogan, mereka berusaha menghidupkannya kembali. Menyebarkan kembali gagasan mitos kekhalifahan Utsmani, dan menantang konsep tanah air.
Akan tetapi ada harapan bahwa orang-orang Arab akan aktif dalam menuntut Turki agar bertanggung jawab atas kejahatannya terhadap mereka. Seperti mengembalikan warisan dan barang-barang kuno dari peninggalan yang dicuri dari Mesir dan negara-negara lainnya, seperti yang disimpan di Museum Topkapi atau lainnya di Turki.
 
Tata Cara Mengembalikan Palestina Ke Pangkuan Kaum Muslimin
 
Perkataan yang berharga dari Al-‘Allaamah Al-Faqih Ibnul Utsaimin Rahimahullah tentang :
 
Dan tidak mungkin mengembalikan palestina ke pangkuan kaum muslimin kecuali dengan nama Islam yang dipegangi oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan para shahabat beliau. Sebagaimana Allah berfirman :
 
{إن الأرض لله يورثها من يشاء من عباده والعاقبة للمتقين} [الأعراف: 128]
 
”Sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dia akan mewariskannya kepada  hamba-hambaNya yg Dia kehendaki. Dan kesudahan yg baik itu bagi orang yg bertaqwa.” (Al-A’raf 128)
 
Dan bagaimanapun usahanya bangsa Arab, sekalipun mereka memenuhi dunia ini dengan perkataan dan hujjah, maka mereka itu tidak akan berhasil selamanya sampai mereka menyeru untuk mengeluarkan yahudi darinya dengan nama Islam, setelah mereka menerapkannya pada diri-diri mereka sendiri. Maka jika mereka telah melakukan hal itu, maka akan terwujud apa yg dikhabarkan oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam :
 
لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ، وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ، أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ، يَا عَبْدَ اللَّهِ، هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ”.
 
”Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kaum muslimin berperang melawan yahudi. Maka kaum muslimin membunuhi mereka sampai yahudi bersembunyi dibelakang batu dan pohon, maka batu dan pohon tersebut mengatakan : Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini ada yahudi di belakangku, maka kemarilah bunuhlah dia.”
 
Maka pepohonan dan bebatuan menunjukkan kepada kaum muslimin posisi yahudi, mengatakan :  Wahai ”hamba Allah” dengan nama penghambaan terhadap Allah. Dan mengatakan Wahai ”muslim” , dengan nama Islam. Dan Rasul shallallahu’alaihi wasallam bersabda : ”Kaum Muslimin akan memerangi yahudi” dan beliau tidak mengatakan ”Bangsa Arab.”
 
Oleh karena itu sesungguhnya kita tidak akan bisa menghukum yahudi dengan nama ke”arab”an selamanya. Kita tidak akan bisa menghukum yahudi kecuali dengan nama Islam. Barang siapa yg mau, silakan dia membaca firman Allah ta’ala :
 
{ولقد كتبنا في الزبور من بعد الذكر أن الأرض يرثها عبادي الصالحون} [الأنبياء: 105]
 
”Dan sungguh Kami telah tetapkan dalam kitab Zabur setelah (kami tulis) dalam Lauhul mahfuzh, bahwasanya bumi ini akan diwariskan kepada hamba-hamaKu yg shalih.” (Al-Anbiya 105)
 
Maka Allah menjadikan warisan tersebut bagi hamba-hambaNya yg shalih. Dan apa-apa yang dipersyaratkan dengan suatu sifat, maka hal itu hanya akan terwujud dengan adanya sifat tersebut, dan akan ditiadakan kalau tidak ada sifat tersebut. Maka jika kita menjadi hamba-hamba Allah yg shalih, maka kita akan mewarisinya dengan penuh kemudahan, tanpa adanya kesulitan dan kepayahan ini. Maka (ini adalah) pembicaraan yang panjang lebar yang tidak pernah habisnya selamanya. Maka kita bisa meraihnya dengan pertolongan Allah dan dengan ketentuan Allah akan hal itu bagi kita. Betapa mudahnya hal itu bagi Allah.
 
Dan kita tahu, kalau kaum muslimin tidaklah menguasai Palestina di zaman Islam yg jaya kecuali karena keislaman mereka. Dan mereka tidak menguasai kota-kota, ibukota Persia atau ibukota Romawi atau ibukota Qibti kecuali dengan nama Islam. Oleh karena itu, duhai seandainya para pemuda kita itu meresapi pemahaman yg benar ini, bahwasanya tidak mungkin mendapatkan pertolongan yg mutlak kecuali dengan Islam yang hakiki, bukan islam KTP.
 
Dan saya katakan, dan ilmunya di sisi Allah : ”Tidak mungkin mengembalikan negeri Syam -dan saya khususkan dengan hal itu negeri Palestina- kecuali dengan apa yg dipakai oleh pendahulu umat ini, dengan kepemimpinan seperti kepemimpinan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu’anhu. Dengan pasukan seperti pasukannya Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu’anhu. Mereka tidak berperang kecuali untuk meninggikan kalimat Allah. Kalau sudah terlaksana hal ini pada kaum muslimin, maka mereka akan bisa memerangi yahudi, sampai yahudi akan bersembunyi di belakang pohon, lalu pohon tersebut akan memanggil :
 
حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ، وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ، أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ، يَا عَبْدَ اللَّهِ،
 
”Wahai muslim, wahai hamba Allah ini yahudi dibelakangku, mari bunuhlah dia.”
 
Adapun selama manusia masih memandang kalau permusuhan ini, antara kita dengan yahudi itu adalah karena fanatik kebangsaan, maka kita tidak akan berhasil selamanya. Karena Allah itu tidak akan menolong kecuali hamba-hambaNya yg menolong AgamaNya.
Sebagaimana Allah berfirman :
 
وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَن‎ ‎يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ  الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ
الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ [الحج:40-41].
 
”Dan sungguh Allah akan menolong orang-orang yang menolong (agama) Nya, sesungguhnya Allah itu Maha Kuat lagi Maha perkasa. Yaitu orang-orang yang jika Kami kokohkan mereka di muka bumi mereka akan mendirikan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan kepada Allahlah kembalinya segala urusan. (Qs. Al-Hajj 40-41)
 
Maka jika kita melihat generasi pertama umat ini, kita mendapati mereka itu ditolong karena prinsip ketauhidan, keikhlasan kepada Allah, mengikuti Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Menjauhkan diri dari perkara yang buruk, dari akhlaq rendahan, dari perbuatan keji dan mungkar, dan dari taqlid kepada musuh-musuh.
 
Dan repotnya, sekarang sebagian manusia ada yg memandang kalau taqlid (perbuatan ikut-ikutan) kepada orang-orang kafir itu adalah suatu kemuliaan dan kehormatan, dan mereka melihat kalau kembali kepada apa yang dipegangi oleh Rasulullah ‘alaihishshalaatu wassalaam dan para shahabatnya itu adalah kemunduruan dan keterbelakangan. Hal ini cocok dengan ucapannya orang-orang dahulu :
 
وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلاءِ لَضَالُّونَ [المطففين32]
 
”Dan jika mereka melihat orang-orang yang beriman, mereka berkata : Sesungguhnya mereka ini adalah orang-orang sesat.” (Qs. Al-Muthaffifin 32)
 
Maka kita wajib wahai ikhwah untuk merujuk (kepada Nabi dan Para Shabatnya-pent), hendaknya kita membaca dan memperhatikan apa yang telah lalu dari penghulu umat ini. Hingga kita bisa mengambil apa yg dahulu mereka ada diatasnya, berupa berpegang teguh (dengan dengan Islam-pent), penghambaan diri (kepada Allah), dan ketika itu pertolongan dicatat untuk kita.
 
Dan sesungguhnya saya katakan dan saya ulang-ulang: Wajib kita berhati-hati dari kejelekkan jiwa-jiwa kita, dan kita berhati-hati dari kejelekkan orang-orang kafir, kaum munafiqin dan pengikut mereka semua.
 
Dan kita memohon kepada Allah agar Allah menetapkan buat kita dan kalian petolongan untuk agamaNya. Semoga Dia menolong kita dengannya dan menolong agamaNya melalui tangan kita. Dan menjadikan kita sebagai wali-waliNya dan golonganNya, sesungguhnya Dia itu Maha Pemurah lagi Maha Pemberi. Dan semoga shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, pada para keluarganya dan shahabatnya semua..
Kutub wa rasaa’il karya Al-‘Utsaimin juz 8 hal 117.
Alih Bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary
 
●Arab Saudi secara umum bukanlah standar kebenaran. Sebagai seorang Muslim, standar kebenaran bagi kita adalah : Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah dengan pemahaman salafush shalih dan ulama yang mengikuti mereka dengan baik dan benar.
●Dengan segala kekurangannya, Arab Saudi adalah satu satunya negara yang menjadikan Syari’at Islam sebagai undang-undang dan peraturan hukum.
●Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa iman akan kembali ke 2 kota suci Disebutkan dalam hadits shahîh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا
 
“Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah seperti seekor ular yang kembali ke lubang sarangnya” [HR al-Bukhâri dan Muslim]
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 
إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِيْنَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا
 
“Sesungguhnya iman itu akan kembali ke Madinah sebagaimana ular akan kembali ke lobangnya” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 
إنها طيبةٌ تَنْفِي الذُّنوبَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خبث الفِضَّة
 
“Sesungguhnya Madinah adalah Thaybah, ia menghilangkan dosa-dosa sebagaimana api yang menghilangkan kotoran-kotoran perak”(HR Al-Bukhari)
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 
لاَ يَكِيْدُ أَهْلَ الْمَدِينَة أحدٌ إِلَّا انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ الْمِلْحُ فِي المَاءِ
 
“Tidaklah seorangpun yang berencana buruk kepada penduduk kota Madinah kecuali ia akan lebur sebagaimana garam yang lebur di air”(HR Al-Bukhari)
 
مَنْ أَخَافَ أَهْلَ الْمَدِيْنَةِ ظَالِمًا لَهُمْ أَخَافَهُ اللهُ وَكَانَتْ عَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلاَ عَدْلٌ
 
“Barangsiapa yang menakut-nakuti penduduk kota Madinah dengan mendzalimi mereka, maka Allah akan menjadikan mereka takut, dan atas dia laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia, tidak akan diterima darinya amal wajibnya dan tidak juga amal sunnahnya” (HR An-Nasai)
 
 

●HAMAS Syiah Berterimakasih kepada Iran karena memerangi Israel
https://youtu.be/0hmg7nKgFKw
●Pujian petinggi Hamas -Khaleed Meshaal- ketika bertemu Hassan Khomeini. Meshaal berkata “Hamas adalah anak spiritual Imam Khomeini”.  Perhatikan juga contoh pengakuan pendeta Syiah tentang IM yg merupakan ibu kandung Hamas. Navvab Safavi yg juga penggagas Fedayeen Islam Iran, cikal bakal milisi syiah, berkata: “Siapapun yg ingin menjadi Jafari (Syiah) yg taat maka ia harus bergabung dgn ikhwanul muslimin”.
●Penyimpangan Perjuangan, Berawal Dari Kerusakan Aqidah
http://lamurkha.blogspot.com/2020/08/penyimpangan-perjuangan-berawal-dari.html?m=0
●Iran (Syi’ah) Kabut Gelap bagi Bangsa Arab dan Islam “Ya Allah, robeklah (hancurkanlah) Kerajaan Persia.” (HR. Baihaqi) ;“Jika Raja Persia telah runtuh, maka tidak akan mungkin ada Kerajaan Persia selanjutnya.” (HR. Bukhari Muslim)
●Benarkah Syi’ah Rafidhah (Iran dan Sekutunya) Peduli Pada Palestina? [Inilah Faktanya]
http://lamurkha.blogspot.com/2014/08/benarkah-syiah-rafidhah-iran-dan.html
●Kamuflase Syiah di Gaza Dan al-Quds (Palestina) !
Bisakah ummat Islam mengandalkan Syi'ah untuk bebaskan al-Quds ?
http://lamurkha.blogspot.com/2015/05/kamuflase-syiah-di-gaza-dan-al-quds.html
●Agama Syiah adalah Malapetaka Bagi Kaum Muslimin
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/05/agama-syiah-adalah-malapetaka-bagi-kaum.html
●Antara Yahudi dan Syiah, Mana Lebih Berperan?
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/12/antara-yahudi-dan-syiah-mana-lebih.html?m=0
●"Syaikh Muqbil - Gerakan Hamas Bukan Penolong Islam"
https://youtu.be/jOsqzIaNCWQ
●Jihad Ala Hamas Bersama Khomeini"
https://youtu.be/kPC0WrDrQtA
Rahasia Eksistensi Kerajaan Arab Saudi Sampai Hari Ini
https://youtu.be/XAe7atgjb8A            
●Raja Salman Bin Abdul Aziz Dan Komitmennya Terhadap Syariat Islam
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/05/raja-salman-bin-abdul-aziz-dan.html
●Raja Salman bin Abdul Aziz : Konstitusi Kita adalah Kitab Allah dan Sunah Nabi-Nya. Pujian Para Ulama Terhadap Pemerintah Arab Saudi
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/01/raja-salman-bin-abdul-aziz-konstitusi.html
●Raja Salman: Qur’an dan Sunnah Rasul Benteng Utama Hindari Korupsi ( ما شاء الله)
http://lamurkha.blogspot.com/2015/06/raja-salman-quran-dan-sunnah-rasul.html?m=0
●Raja Salman: Kami Tidak Akan Membiarkan Ada Yang Mengutak-Atik Persatuan Arab Dan Islam
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/09/raja-salman-kami-tidak-akan-membiarkan.html
●Raja Salman: Seorang Visioner Sejati Dengan Kebijakan Tegas
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/12/raja-salman-seorang-visioner-sejati_30.html
●Saudi Arabia Negeri (Islam) Percontohan Dalam Penegakan Tauhid Dan Sunnah, Wajib Berta’awun (Bekerja Sama) Dengannya. Inilah Aqidah Raja Saudi Arabia. Ada Pilihan Lain ?
http://lamurkha.blogspot.co.id/2016/01/saudi-arabia-negeri-islam-percontohan.html