Monday, April 12, 2021

Dimanakah Najd (Fitnah Masyriq, Tanduk Setan) ? Bantahan Untuk Ruwaibidhah Dan Yang Menyembunyikan Ilmu Di YouTube (QS. Al-A’raf: 33, Al-Israa’ : 36, Al-Baqarah : 168-169 Dan168-169)


BERANI BACA ?



●Kufar, Syi'ah, Sufi, Liberal, paling Memusuhi Satu-satunya Negeri Tauhid, tempat Al Haramain "Saudi Arabia".  
●Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi?? Di Manakah Najd? Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan [Bagian Pertama].
Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram - Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi? Tanduk Setan ?
●Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi?? Di Manakah Najd? Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan [Bagian Kedua].
Najd Bukan ‘Iraq ?
●Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi?? Di Manakah Najd? Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan [Bagian Ketiga].
Fitnah Masyriq-Kemunculan Tanduk Setan
●Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi?? Di Manakah Najd? Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan [Bagian Keempat].
Fitnah dari Timur
●Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi?? Di Manakah Najd? Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan [Bagian Kelima].
Di manakah Najd?
●Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi?? Di Manakah Najd? Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan. [Bagian Keenam]
Tanduk Setan Najd Dimasyriq Arab Saudi atau Iraq ?
●Benarkah Khawarij Muncul Dari Najd Arab Saudi?? Di Manakah Najd? Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan. [Bagian Ketujuh]
Menelaah Kembali Najd Yang Dimaksud Nama Kota Atau Dataran Tinggi Berkaitan Dengan Kemunculan Dajjal.
Wahabi dan Tuduhan “Tanduk Setan”.
●Nabi SAW Menyebut Munculnya “Tanduk Setan Dari Timur”, Apa Maksudnya?
●Negeri NEJED, Sumber FITNAH, Dimanakah Letak Negeri Dua Tanduk.
Muhammad bin Abdul Wahhab: Fitnah Nejed?
(Kritikan Ilmiah untuk Penentang Dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab)
●Watch "Munculnya Tanduk Setan - Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdad" 171 Comments
●Bantahan 4: Salah Memahami Makna “Arah Timur”, Dzulqarnain Muhammad sunusi.
●Kufah, Sumber Malapetaka Umat
●Baghad Pernah Banjir Darah (Lebih Satu Juta Orang Tewas), Karena Pengkhianatan Syi’ah Rafidhah (Ibnul 'Al Qami). Saat Ini Terulang Di Suriah, Rafidhah Alawit Bashar Assadis Mengundang Komunis Rusia Membantai Ahlus Sunnah.
●Kejahatan Syiah di Tanah Haram Dalam Kurun Sejarah
http://lamurkha.blogspot.com/2014/09/kejahatan-syiah-di-tanah-haram-dalam.html?m=0
●Agama Syi’ah Mulai Terbentuk (Terorganisir) Pada Akhir Abad 3 H, Dengan Baru Memiliki Kitab Rujukan Tersendiri (Aqidah-Fiqih- Cara Ibadah-Dll), Yang Dibuat 200 Tahun Setelah Ja’far Shadiq Wafat. Sebelumnya Mereka Masih Sama Dengan Umat Islam (Ahlus Sunnah).
●Abad 3 H, Pengrusakan Aqidah Dan Kemunduran Peradaban Islam Yang Signifikan, Berawal Dari "Yaman !", Dengan Masuknya (Pendatang) Syiah Ghulat Qaramithah (Ismailiyah Bahrain) Dan Ahlu Bid'ah Lainnya Dari Timur, Serta Terbentuknya Daulah (Kloningan) Yahudi Fatimiyyun, Sesuai Sabda Nabi (Iman Berakhir Di Yaman).
●Subhanallah, Terbukti Dua Karakteristik Ucapan Rasulullah SAW : Keimanan Ada Pada Penduduk Al Haramain, Yaman Dan Syam Serta Kelak Sumber Malapetaka (Tanduk Setan) Ada Di 'Iraaq (Najd, Kufah, Basrah Dan Timur Lainnya). Terbukti Benar : Sekte Sesat-Kejam Syiah Ismailiyah, Qaramithah, Itsna Asyariyah, Al-Jarudiyah, An-Nushairiyah, Mu'tazillah, Khawaarij, Thoriqoh-thoriqoh Ahlul-Bid'ah Shufiyyah Dan Kerusakan Aqidah Lainnya Lahir Dari Sini (Timur) ! [Aqidah Tanduk Setan (Najd) yang dimaksud  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyelisihi Al Qur’an dan Hadits (Shahih dan Sharih), jelas bukan Manhaj Salafush shalih (Manhaj tiga generasi terbaik setelah Nabi)].
●Para Ulama Menyebut Daulah Fatimiyah (3H) Dengan Daulah Ubaidiyah (Ubaidullah Al-Mahdi). Tidak Ada Bukti Ilmiyah (Jahr Wat Ta’dil) Dari Ulama-Ulama Tsiqah Yang Hidup Diabad Ke 3H-7H Terkait Klaim Nasab Mereka Kepada Fathimah RA. Daulah Peneror Terkejam (Syi’ah Ismailiyah) Terhadap Ahlu Sunnah. [Kenapa Dinasti Fathimiyyun yang besar dan mengklaim Memiliki Nasab Sampai Fatimah RA, saat ini tidak meninggalkan jejak keturunannya (terdata)?]
●Apakah Fathimiyyun Memiliki Nasab Sampai Fatimah? Hasil Skenario Hebat Seorang Yahudi Munafiq (Maimun Al Qaddah) Yang Dekat Dengan Cucunya Ja’far Shadiq (Muhammad Bin Isma’il), Mengkloning Nama Anaknya (Abdullah) Sama Dengan Nama Cucu Ismail Bin Ja’far Shadiq (Abdullah Bin Muhammad Bin Ismail Bin Ja’far Shadiq) Dan Seterusnya. [apakah saat ini ada Keturunan nabi (Fatimah RA), dari Dinasti Fatimiyyun ? Padahal Kerajaan Besar dengan bangunan Pendidikan Monumental Al-Azhar].
●Pujian Luar Biasa Dari Nabi Kepada Akhlak (Keimanan) Penduduk Yaman, Namun Pada Abad 3H Dirusak Dengan Berkuasanya Syiah Ismailiyah (Qaramithah) Dari Kufah Dan Basrah.

Sejarah dan fakta lapangan membuktikan kebenaran hadits Nabi n/ di atas. Benarlah,Iraq adalah sumber fitnah([4]), baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Seperti:
Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj,
Perang Jamal,
Perang Shifin,
Fitnah Karbala’,
Tragedi Tatar.
Demikian pula munculnya kelompok-kelompok sesat seperti
Khawarij yang muncul di kota Harura’ –kota dekat Kufah–,
Rafidhah (Syi’ah) –hingga kini masih kuat–,
Mu’tazilah,
Jahmiyah, dan
Qadariyah.

Awal kemunculan mereka di Iraq, sebagaimana dalam hadits pertama Shahih Muslim.

Dan kenyataan yang kita saksikan dengan mata kepala pada saat ini, keamanan di Iraq terasa begitu mahal. Banyak peperangan dan pertumpahan darah, serta andil (campur tangan) orang-orang kafir dalam menguasai Iraq. Kita berdo’a kepada Alloh agar memperbaiki keadaan di Iraq, menetapkan langkah para mujahidin di Iraq dan menyatukan barisan mereka. Amiin.

Ibnu Abdil Barr berkata dalam al-Istidzkar (27/248), ”Rasulullah mengkhabarkan datangnya fitnah dari arah timur, dan memang benar secara nyata bahwa kebanyakan fitnah muncul dari timur dan terjadi di sana. Seperti perang Jamal, perang Shifin, terbunuhnya al-Husain, dan lain sebagainya dari fitnah yang terjadi di Iraq dan Khurasan semenjak dahulu hingga sekarang. Akan sangat panjang kalau mau diuraikan. Memang, fitnah terjadi di setiap penjuru kota Islam, namun terjadinya dari arah timur jauh lebih banyak.”

Syaikh Abdur Rahman bin Hasan berkata dalam Majmu’atur Rasa’il wal Masa’il (4/264-265), ”Telah terjadi di Iraq beberapa fitnah dan tragedi mengerikan yang tidak pernah terjadi di Nejed Hijaz. Hal itu diketahui oleh seorang yang menelaah sejarah, seperti keluarnya Khawarij, pembunuhan al-Husain, fitnah Ibnu Asy’ats, fitnah Mukhtar yang mengaku sebagi nabi … dan apa yang terjadi pada masa pemerintahan Hajjaj berupa pertumpahan darah, sangat panjang kalau mau diuaraikan.”
Syaikh Mahmud Syukri al-Alusi al-Iraqi berkata dalam Ghayatul Amani (2/180), ”Tidak aneh, Iraq memang pusat fitnah dan musibah. Penduduk Islam di sana selalu dihantam fitnah satu demi satu. Tidak samar lagi bagi kita, fitnah ahli Harura’ (kelompok Khawarij–pen) yang mencemarkan Islam. Fitnah Jahmiyah yang banyak dikafirkan oleh mayoritas ulama salaf juga muncul dan berkembang di Iraq. Fitnah Mu’tazilah dan ucapan mereka terhadap Hasan al-Bashri serta lima pokok ajaran mereka yang berseberangan dengan paham Ahli Sunnah begitu masyhur. Fitnah ahli bid’ah kaum sufi yang menggugurkan beban perintah dan larangan yang berkembang di Bashrah. Dan fitnah kaum Rafidhah dan Syi’ah serta perbuatan ghuluw (berlebihan) mereka terhadap ahli bait, ucapan kotor terhadap Ali bin Abu Thalib-radhiyallahu a’nhu- serta celaan terhadap pembesar para sahabat, merupakan hal yang sangat masyhur juga.”
([4]) Oleh karenanya, para ulama menjadikan hadits ini sebagai salah satu tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad n/. Lihat Umdatul Qari 24/200 oleh al-’Aini dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 5/655, dan Takhrij Ahadits Fadhail Syam hal. 26-27 oleh al-Albani.
lebih lengkap silahkan baca :
Muhammad bin Abdul Wahhab: Fitnah Nejed?
https://abiubaidah.com/195-kritikhadits-wahabi.html 

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkali-kali menekankan makna "masyriq" (timur) dalam kitabnya "Fathul Bari", beliau berkata :

"Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ((Puncak kekufuran di arah timur)), …. Ini menunjukkan akan parahnya kekafiran kaum majusi, karena kerajaan Persia dan orang-orang Arab yang tunduk kepada mereka berada di arah timur kota Madinah. Mereka berada di puncak kekerasan hati, kesombongan dan keangkuhan, hingga raja mereka merobek surat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam –sebagaimana akan datang penjelasannya pada tempatnya- dan fitnah-fitnahpun berkesinambungan dari arah timur" (Fathul Baari 6/352)

Ketujuh : Terbukti kalau Iraq memang tempat munculnya fitnah-fitnah, diantara fitnah-fitnah tersebut:

-Terbunuhnya Al-Husain bin Ali bin Abi Thoolib di Karbala

Tatkala ada penduduk Iraq yang bertanya kepada Ibnu Umar radhiallahu 'anhu tentang hukum membunuh seekor lalat tatkala sedang ihrom, maka Ibnu Umar berkata

أَهْلُ العِرَاقِ يَسْأَلُونَ عَنِ الذُّبَابِ، وَقَدْ قَتَلُوا ابْنَ ابْنَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Penduduk Iraq mereka bertanya tentang (hukum membunuh) lalat, sementara mereka telah membunuh putra dari putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam !!" (HR Al-Bukhari no 3753)

-Munculnya Khawarij juga di Iraq, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :

قَوْمًا يَخْرُجُونَ مِنْ هَاهُنَا وَأَشَارَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْعِرَاقِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ قُلْتُ هَلْ ذَكَرَ لَهُمْ عَلَامَةً قَالَ هَذَا مَا سَمِعْتُ لَا أَزِيدُكَ عَلَيْهِ

"Suatu kaum yang keluar dari arah sini -dan Nabi mengisyaratkan tangannya ke arah Iraq- mereka membaca Al-Qur'an akan teapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah dari badan hewan buruannya".(HR Ahmad no 15977)

-Munculnya Mukhtaar bin Abi 'Ubaid Ats-Tsaqofi yang mengaku sebagai nabi
-Fitnahnya Al-Hajjaaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi yang banyak menumpahkan darah kum muslimin.
-Di Baghdad mulai munculnya fitnah Kholq Al-Qur'an, yaitu di masa Imam Ahmad, sehingga Imam Ahmad dipenjara dan disiksa. Para ulama telah sepakat bahwa aqidah Al-Qur'an adalah makhluk merupakan aqidah kufur.
-Iraq dahulu merupakan sarangnya Syi'ah Rofidoh, bahkan hingga saat ini
-Yang pertama kali mengingkari taqdir adalah Ma'bad Al-Juhani di Bashroh di Iraq

عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ، قَالَ: كَانَ أَوَّلَ مَنْ قَالَ فِي الْقَدَرِ بِالْبَصْرَةِ مَعْبَدٌ الْجُهَنِيُّ

Dari Yahya bin Ya'mar berkata, "Pertama kali yang menolak taqdir dalah Ma'bad Al-Juhani di Bahsroh (*salah satu kota di Iraq)" (HR Muslim no 1)

-Fitnah Mu'tazilah
-Fitnah Murji'ah juga pertama kali muncul di Iraq
-Dan di Iraqlah mengalir darah-darah kaum muslimin yang terbunuh oleh bala tentara kaum Tatar

Mahmuud Syukriy Al-Aaluusiy Al-‘Iraaqiy rahimahullah berkata :

“Bukan perkara yang mengherankan bahwa negeri ‘Iraq sumber setiap fitnah dan bencana. Kaum muslimin di sana senantiasa ditimpa musibah demi musibah. Orang-orang Haruuraa’ (Khawaarij) dan apa yang mereka lakukan terhadap Islam tidaklah samar lagi (akan kerusakannya). Begitu juga dengan fitnah Jahmiyyah yang telah dikafirkan mayoritas ulama salaf, hanya keluar dan lahir dari bumi ‘Iraq. Mu’tazillah dan apa yang mereka katakan kepada Al-Hasan Al-Bashriy serta lima pokok keyakinan mereka yang masyhur yang menyelisihi Ahlus-Sunnah, dan ahlul-bid’ah dari kalangan Shufiyyah yang berpendapat akan adanya fanaa’ dalam tauhid ar-rububiyyah yang bermaksud menggugurkan beban perintah dan larangan; juga muncul di Bashrah (‘Iraq). Lalu Raafidlah dan Syi’ah serta apa yang terdapat pada mereka dari sikap ghulluw (berlebih-lebihan) terhadap ahlul-bait, perkataan buruk mereka terhadap Al-Imaam ‘Aliy dan seluruh imam-imam, serta caci-maki mereka terhadap para pembesar shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam; maka semuanya ini ma’ruuf lagi tersiar” (Ghayaatul-Amaaniy, 2/180).

Kedelapan : Jika kita membaca tentang sejarah Islam tentang fitnah-fitnah yang terjadi di dunia Islam, kita akan dapati daerah Najd Arab Saudi jauh dari tempat-tempat munculnya fitnah. Di zaman para sahabat –terutama zaman dua khalifah, Utsman dan Ali bin Abi Tholib-, muncul banyak fitnah, dan semua fitnah muncul di Iraq, Syam, dan Mesir. Tidak ada fitnah yang lebih besar dari terbunuhnya Umar bin Al-Khotthob, Utsman bin'Affan, dan Ali bin Abi Tholib. Termasuk fitnah yang besar adalah peperangan yang terjadi antara Ali dan Mu'awiyah, demikian juga perang jamal, juga perang antara Ali dan Khawarij. Dan jika kita mengecek sejarah Islam dari zaman para sahabat hingga saat ini maka kita akan dapati kebanyak fitnah besar yang timbul adalah di daerah Iraq, Mesir dan Syam, tidak kita dapatkan hal tersebut terjadi di Najd Arab Saudi.

Tatkala mengomentari hadits tentang munculnya tanduk syaitan dari arah timur, maka Ibnu Abdil Barr berkata :

"Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan tentang datangnya fitnah-fitnah dari arah timur, dan demikianlah kebanyakan fitnah muculnya dari timur dan terjadi di timur, seperti perang jamal, perang sifin, terbunuhnya Al-Husai, dan fitnah-fitnah yang lainnya yang panjang jika diceritakan, yaitu fitnah-fitnah yang terjadi setelah itu di Iraq dan Khurosan hingga hari ini. Memang terjadi fitnah-fitnah di negeri-negeri Islam, akan tetapi fitnah yang terjadi di timur selalu lebih banyak" (At-Tamhiid 17/12)
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

Berkata Al-Haafidh Al-Kirmaaniy rahimahullaah :
ومن كان بالمدينة الطيبة -صلى الله على ساكنها- كان نجده بادية العراق ونواحيها، وهي مشرق أهلها
Dan bagi Al-Madinah Ath-Thayyibah – semoga Allah melimpahkan barakah kepada penduduknya - , maka Telah najd-nya adalah sahara/gurun ‘Iraaq dan sekelilingnya. Ia adalah arah timur bagi penduduk Madinah” [Syarh Shahiih Al-Bukhaariy, 24/168].
Bila kita lihat sejarah, kemunculan firqah Khawarij/Haruriyyah, Mu’tazilah, Jahmiyyah, Raafidlah, dan yang lainnya dari daerah ‘Iraaq.
Telah berkata Al-‘Allamah Mahmuud Syukriy Al-Aaluusiy Al-‘Iraaqiy rahimahullah berkata :
ولا بدع فبلاد العراق معدن كل محنة وبلية، ولم يزل أهل الإسلام منها في رزية بعد رزيّة، فأهل حروراء وما جرى منهم على الإسلام لا يخفى، وفتنة الجهمية الذين أخرجهم كثير من السلف من الإسلام، إنما خرجت ونبغت بالعراق، والمعتزلة وما قالوه للحسن البصري، وتواتر النقل به واشتهر من أصولهم الخمسة، التي خالفوا بها أهل السنة، ومبتدعة الصوفية الذين يرون الفناء في توحيد الربوبية غايةً يسقط بها الأمر والنهي، إنما نبغوا وظهروا بالبصرة، ثم الرافضة والشيعة وما حصل فيهم من الغلو في أهل البيت، والقول الشنيع في الإمام علي، وسائر الأئمة ومسبة أكابر أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، كل هذا معروف مستفيض
Bukan perkara yang mengherankan bahwa negeri ‘Iraaq sumber setiap fitnah dan bencana. Kaum muslimin di sana senantiasa ditimpa musibah demi musibah. Orang-orang Haruuraa’ (Khawaarij) dan apa yang mereka lakukan terhadap Islam tidaklah samar lagi (akan kerusakannya). Begitu juga dengan fitnah Jahmiyyah yang telah dikafirkan mayoritas ulama salaf, hanya keluar dan lahir dari bumi ‘Iraaq. Mu’tazillah dan apa yang mereka katakan kepada Al-Hasan Al-Bashriy serta lima pokok keyakinan mereka yang masyhur yang menyelisihi Ahlus-Sunnah, dan ahlul-bid’ah dari kalangan Shufiyyah yang berpendapat akan adanya fanaa’ dalam tauhid ar-rububiyyah yang bermaksud menggugurkan beban perintah dan larangan; juga muncul di Bashrah (‘Iraaq). Lalu Raafidlah dan Syii’ah serta apa yang terdapat pada mereka dari sikap ghulluw (berlebih-lebihan) terhadap ahlul-bait, perkataan buruk mereka terhadap Al-Imaam ‘Aliy dan seluruh imam-imam, serta caci-maki mereka terhadap para pembesar shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam; maka semuanya ini ma’ruuf lagi tersiar” [Ghayaatul-Amaaniy, 2/180].
Oleh karena itu, keshahihan (kebenaran) dan kesharihan (kejelasan) penunjukan makna Najd terhadap negeri ‘Iraaq sebagai tempat kemunculan tanduk setan dan berbagai macam fitnah lebih terang dari cahaya matahari di siang hari. Akan tetapi, masih banyak kaum yang menafikkan berbagai dalil dan keterangan hanya karena alasan rivalitas madzhab. Nas-alullaaha as-salaamah wal-‘aafiyyah.
Wallaahu ta’ala a’lam.

Perselisihan tentang dimanakan tanduk setan itu akan muncul  mengerucut kepada dua tempat Najd Yamamah yang merupakan daerah sekitar Riyadh dan atau Dir’iyah atau negeri Iraq
Najd adalah Negeri Iraq

Inilah Pendapat yang paling banyak dinukil. Pendapat ini merupakan pendapat Imam khattabi, Ibnu Abdil Bar[6], al Kirmani[7], dan Allamatul Iraq al Alusi[8]. Pendapat ini tentunya dikuatkan Oleh para pendukung dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab seperti Syaikh Albani dan murid-muridnya dan sekumpulan Ulama Hijaz. Mereka berdalil dengan hadits kedua dan sejenisnya yang secara jelas mengatakan bahwa fitnah tersebut akan datang dari Iraq. Selain itu kajian hadits-hadits dan Realitas tentang kemunculan Dajjal dan Khawarij juga menguatkan bahwa iraqlah yang dimaksud negeri sumber Fitnah tersebut. Ditambah lagi dengan perang jamal, pembunuhan cucu Rasulullah, dan perang saudara hingga sekarang mengambil lokasi di Iraq.

Ibnu Taimiyah pernah meunjukkan bahwa hadits-hadits tersebut merujuk kepada Kufah- Iraq-, beliau berkata:

ومعلوم أنه كان بالكوفة من الفتنة والتفرق ما دل عليه النص والإجماع، لقول النبي صلى الله عليه وسلم : الفتنة من ههنا، الفتنةمن ههنا، الفتنة من ههنا،من حيث يطلع قرن الشيطان

Diketahui bahwa di Kufah terjadi fitnah dan perpecahan yang telah ditunjukkan oleh Nash dan Ijma karena ada Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam: fitnah dari arah sini, fitnah dari arah sini, fitnah dari Arah sini, yaitu dari tempat munculnya tanduk setan[9]

Najd Adalah Tanah Kelahiran Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab
Pendapat ini banyak Muncul di jaman ini dari kalangan Syiah, Alawiyah, dan Pendukung tokoh Asyáriyah dari libanon yang bernama al Harary. Mereka terkenal dengan nama gerakan Ahbas atau AICP. Kalangan-kalangan ini adalah musuh dakwah Syaikh Muhammad bin abdul Wahab. Mereka berhujjah dengan Hadits ketiga karena Kabilah Rabiah dan Mudhar menurut mereka hidup di Hijaz dan sekitarnya bukan Iraq. Mereka juga berhujjah dengan hadits ramalan Rasulullah terhadap Dzulkhuwaisirah at Tamimi dan realitas munculnya Musailamah yang merupakan keturunan bani hanifah dari Kabilah Rabiah.

Najd adalah seluruh daerah Masyriq al Arabiy

Jika kita perhatikan, hadits-hadits yang memberitakan tentang fitanah dan tanduk setan banyak merujuk kepada kata masyriq secara umum maupun masyriq dalam hal arah dan matahari terbit. Dari sini lahirlah pendapat ini

Variabel “Munculnya Fitnah”

Pada satu abad terakhir, terjadi fitnah nasionalisme, baathisme, pemberontakan suku Kurdi, perang Irak I, II, dan Perang Irak-Iran.

Apakah ini termasuk ke dalam kategori fitnah yang dimaksudkan dalam hadits di atas? Mungkin ya, mungkin tidak, akan tetapi kurang meyakinkan karena gemanya relatif tidak kuat di dunia Islam (bandingkan dengan isu Palestina, misalnya). Wallahua’lam.

Najd Iran

Variabel “Arah Tanduk Setan, yang berarti Arah Sebelah Timur Madinah”

Posisi Iran (Persia) telah dikonfirmasi oleh hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam berikut ini (artinya),

"Dajjal akan muncul ke bumi dari arah timur bernama Khurasan." (HR. Tirmidzi dari Abu Bakar as-Siddiq ra)

Variabel “Munculnya Fitnah”

Seseorang di Iran (Persia) telah mengeluarkan ucapan sebagai berikut:
“Sesungguhnya di antara keharusan madzhab kami, bahwa para imam kami mempunyai posisi yang tidak dicapai oleh malaikat atau nabi dan rasul.Berdasarkan kepastian yang ada pada kami tentang berbagai riwayat dan hadits, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para imam ‘Alaihimus Salaamadalah cahaya sebelum alam ini diciptakan Allah.”
“Mohon pertolongan dan minta bantuan kepada orang yang meninggal bukan syirik. Sebab syirik adalah mohon pertolongan dan meminta bantuan kepada selain Allah dan meyakininya sebagai Allah. Jika tidak demikian, maka bukan syirik. Karena itu, tidak ada perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang meninggal, hingga meskipun dia meminta keperluan kepada batu atau tanah liat, padahal demikian itu adalah sia-sia dan batil. Dan kami mohon pertolongan dan minta bantuan kepada arwah para nabi dan para imam karena Allah memberikan kekuasaan dan kemampuan.”
Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala telah berfirman (artinya),
“Yang mereka sembah selain Allah itu tak lain hanyalah inaatsan (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,” (QS. An-Nisaa’: 117)
Allah menyebut aktivitas ibadah orang-orang musyrik Mekkah sebagai menyembah berhala, sesembahan selain Allah tempat mereka memohon pertolongan; padahal para penyembah berhala itu sama sekali tidak menganggap bahwa berhala tersebut sebagai Allah. Berdasarkan fatwa orang yang kami kutip di atas, orang-orang-orang musyrik Mekkah yang Allah sendiri telah menyatakan mereka sebagai musyrik, penyembah berhala, bukan terkategori musyrik menurut pembuat fatwa di atas!!!
Tahukah anda siapa yang mengucapkan kalimat-kalimat kufur di atas? Khumaini!!! (Prof. Dr. Ali Ahmad As-Salus, Ensikplopedi Sunnah-Syiah, Pustaka Al-Kautsar, Maret 2001, hal. 471)
Dalam hal ini berlaku pepatah, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Kalau imam besarnya saja sudah demikian rusak aqidahnya, dapatkah anda membayangkan kerusakan yang disebarkan oleh para muridnya yang berdakwah di negeri-negeri Muslim seperti negeri kita ini? Maka berhati-hatilah terhadap mereka!
Dengan demikian, Iran (Persia) adalah wilayah sumber fitnah bagi seluruh dunia Islam.

Resume dari ketiga kemungkinan lokasi Najd dituangkan ke dalam tabel berikut ini.

Variabel
Arab Saudi
Irak
Iran
Arah sebelah timur
ya
ya
ya
Munculnya fitnah
tidak
kurang meyakinkan
ya
Gempabumi
tidak
tidak
ya
Dataran tinggi
ya, khusus wilayah Najd
tidak
ya

Ternyata, dari ketiga kandidat Najd, hanya Iran (Persia) yang secara telak memenuhi kriteria ini. Dengan demikian, Iranlah yang dimaksudkan pada hadits di atas, khususnya pada zaman kita hidup ini. Wallahua’lam. 

Di masa lalu, ketika nabi palsu Musailamah al-Kadzab muncul di wilayah Najd Hijaz, barangkali wilayah itu memang kerap terjadi gempa, sehingga memenuhi semua kriteria pada hadits di atas. Akan tetapi, kami tidak memiliki sarana untuk membuktikannya. Wallahua’lam.

Di masa kini, dengan berputarnya waktu, posisi “timur” tersebut telah bergesar sesuai zamannya. Bagaimana mungkin Musailamah al-Kadzab dimasukkan ke dalam sumber fitnah yang dikaitkan dengan wilayah tempat asalnya, sedangkan ia hanya satu dari sekitar 30 nabi palsu yang sebagiannya muncul di tempat-tempat yang sangat jauh dari Hijaz (seperti Mirza Gulam Ahmad muncul di anak benua India serta nabi-nabi palsu di negeri kita ini), sementara “mbahnya” Musailamah ada di Iran (Persia) dalam wujud Dajjal yang akan muncul tak lama lagi, lalu kita mengabaikan Iran (Persia)?

Iran (Persia) adalah negeri yang sangat kondusif bagi tempat bermainnya Dajjal. Itulah sebabnya selain hadits yang telah disebutkan di atas (mengenai Khurasan), terdapat juga hadits lainnya yang juga menyangkut hubungan khusus antara Dajjal dan Iran (Persia), yaitu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya),

"Dajjal akan diikuti oleh 70.000 Yahudi dari kota Isfahan, mereka memakai Al-Tayalisah." (HR. Muslim dari Anas bin Malik)

Sebagaimana diketahui, Iran adalah pusat komunitas Yahudi terbesar di Timur Tengah di luar Israel, khususnya di kota-kota Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Komunitas Yahudi mendapat alokasi satu kursi di Parlemen Iran. Hubungan komunitas Yahudi yang tinggal di Israel dan Iran sangatlah erat. Komunitas Yahudi Iran dapat datang dan pergi secara bebas ke Israel.

Daya tarik Iran bagi Yahudi (Wikipedia: Persian Jews)
“Hampir setiap kota di Iran mempunyai daya tarik Yahudi, berupa makam atau situs bersejarah. Yang terkenal di antaranya adalah Esther dan Mordechai dan Habakkuk di Hamedan, makam Nabi Daniel di Susa, dan mausoleum ‘Peighambariyeh’ (tempat para nabi) di Qazvin.
Juga terdapat makam-makam beberapa ulama Yahudi yang terkemuka seperti Harav Ohr Shraga di Yazd dan Hakham Mullah Moshe Halevi di Kashan, yang juga dikunjungi kaum Muslim (baca: kaum Syi’ah) Iran.”
Wallahua’lam