Wednesday, April 27, 2016

Habib Thohir Al Kaff, Merasa Mayoritas Dan Kuat, Punya Masa Sangat Besar, Mengancam Dan Melarang Ustadz “Salafi/ahlussunnah” Ceramah Di Tegal ( Hukum Rimba ) ! Setelah Ustadz Firanda ( Pengajar Di Masjid Nabawi, Madinah ) Sekarang Ustadz DR Khalid Basalamah MA. Berpegang Pada Suara Mayoritas Adalah Kaidah Kaum Jahiliyah.

Habib NU Anarkis

Jangan mengancam dan memprovokasi, jauhi  kekerasan, bantahlah secara ilmiyyah dengan dalil yang shahih dan sharih serta beradab.

Setelah Firanda, Tokoh Salafi Ini Juga Gagal 
Masuk Tegal

26/04/2016  
NUGarisLurus.Com Dr. Khalid Basalamah, MA salah seorang dai tokoh Salafi diundang  untuk Tabligh Akbar di Masjid Jami’ al-Irsyad Kota Tegal. Rencananya acara akan digelar di hari Sabtu / 23 April 2016 namun batal Hadir dalam acara tersebut dikarenakan penolakan dan digagalkan sejumlah pihak.
Dr. Khalid Basalamah, MA lahir di Makasar, 01 Mei 1975 seorang lulusan Universitas Islam Madinah (Saudi Arabia). Dalam dakwah – dakwahnya Khalid lebih banyak menyudutkan serta mempersalahkan faham ahlussunnah. Inilah yang membuat para Ulama Kota Tegal dan  Habaib resah dan segera mengambil tindakan.
Kejadian bermula ketika undangan tabligh akbar di Masjid Jami’ al-Irsyad Kota Tegal di hari Sabtu / 23 April 2016 diumumkan sebelum sholat Jumat, 22 April 2016 Di Masjid Agung Kota Tegal. Spontan Habib Tohir Abdullah Alkaf kontak beberapa ulama serta Habaib untuk berkumpul di Pondok Attauhidiyyah, Giren – Kab. Tegal.
Pertemuan yang mendadak tersebut, Banyak yang menyampaikan kegundahan kegundahan serta kekuatiran kekuatirannya. Mereka beranggapan bahwa kehadiran Dr. Khalid Basalamah, MA di Tegal dapat memicu kerusuhan kaum Nahdiyin dikota dan kabupaten Tegal. ( provokasi ! )
Hasil dari Pertemuan tersebut diantaranya Menolak Dr. Khalid Basalamah, MA untuk berceramah di mesjid jami al-Irsyad karena berpotensi menimbulkan rasa tidak aman dan akan mengganggu stabilitas nasional, khususnya di Kota/Kab. Tegal. Memohon kepada pihak yang berwajib untuk memberikan tindakan preventif kepada pihak penyelenggara untuk tidak mendatangkan menghadirkan pembicara tersebut dan pembicara-pembicara semacamnya.
Sekitar pukul 20.00 Perwakilan Ulama-Habaib, tokoh masyarakat, santri dan beberapa majlis ta’lim mendatangi Polres Tegal Kota untuk menyampaikan hasil Pertemuan di Pondok Attauhidiyyah, Giren – Kab. Tegal.
Menyikapi hal tersebut Polres Tegal Kota yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Robert Sihombing,SH.MH langsung menggelar mediasi dengan Panitia acara. Kendati Berlangsung Alot namun akhirnya Panitia Tabligh Akbar di Masjid Jami’ al-Irsyad Kota Tegal bersedia mengganti pembicara dengan Dai yang lain.
Hal serupa juga sudah pernah terjadi pada Bulan Desember 2015. Kala itu Tabligh Akbar di Masjid Jami’ al-Irsyad Kota Tegal mengundang Firanda Andirja seorang Dai Salafi. Sehingga Berkesan sekali bahwa Panitia tidak mengambil hikmah di kejadian yang pertama.
Seyogyanya Panitia dapat menimbang keamanan serta kenyamanan Masyarakat sebagai pertimbangan utama. Sehingga kejadian – kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari.
Wallahu Alam
[ lihat komentar dibawah ]

Mayoritas Jangan Banci Hadapi Salafi! Bukti Arogansi dan Radikalisme NU

27 Robi'uts Tsani 1437
Pada tanggal 28 Januari 2016, situs NU Garis Lurus memuat sebuah artikel berjudul:
[VIDEO MANTAP] Habib Thohir Al Kaff: Mayoritas Jangan Banci Hadapi Salafi
Yang berisi cuplikan ceramah singa podium Indonesia Al Habib Thohir Al Kaff saat mengisi ceramah di Pesantren Ilmu Al Qur’an (PIQ) Malang di bawah asuhan KH. M. Bashori Alwi. Saat berita ini dibuat video ini sudah disaksikan lebih dari 300 ribu akun facebook.
Habib Thohir menekankan bahwa kita mayoritas adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Maka jangan menjadi banci jika menghadapi gerombolan salafi/wahabi. ( ?! hadapi dengan ilmu )
silahkan klik :


Berikut transkripnya:
Bangkit berjuang, berkorban!
Apa saja yang dimusuhi Rasulullah, jangan tinggal diam! ( ??????!!! )
Mereka (Salafi/Wahabi-red) sedikit kita masih banyak, tapi kalau kita nggak bangkit bagai buihnya air, apa artinya mayoritas! 
Yang minoritas, yang sedikit berani macem-macem, Salafi dengan gembar-gembor bid’ah syirik di radionya.
Ya Allah kita diem, banci! ( ?! )
Sering saya ceritakan kejadian yang terjadi, tapi hasilnya sampai sekarang… Sebelah barat keluar, ziarah wali-wali syirik.
Saya katakan, ingat! Selama ini kita berbeda paham dan semua dengan pahamnya masing-masing, kita berhubungan baik, tetangga… Masjid sebelah… Sekarang ada selebaran ziarah wali-wali syirik.
Ketahuilah!
Saya dan jamaah saya adalah orang-orang yang suka ziarah wali, berarti kalian telah menghukumi kami orang-orang musyrik.
Cabut! Dan minta maaf!
Dalam waktu dua hari, bila tidak dikerjakan… Banjir darah! ( serem ! )
Buat apa punya massa banyak kalau tidak digunakan! ( gunakan untuk belajar lebih dalam ! )
Ingin jadi raja?
Gila cium tangan?
Ya Allah…
Senengkan dengan massa kita, untuk menyenangkan Rasulullah!
Gerakkan mereka! ( serem ah ! )
Megang remot!
Macem-macem radionya, inget!
Pengen selamet atau dibakar! ( ?? )
Saudara-saudara kami kaum muslimin semoga Allah ta’ala memberi hidayah dan taufik kepada kita semua…
Sangat disayangkan, NU yang mengaku paling moderat dan paling toleran. Namun pada kenyataannya adalah kaum yang radikal, intoleran, anarkis dan arogan. Kalaupun toleran, hanya kepada kaum kafir dan para penista Islam.
Provokasi, pengerahan massa dan berbagai tindak anarki lainnya menjadi suatu hal yang biasa di tengah-tengah mereka…
Lantas di mana slogan “rahmatan lil ‘alamin” yang selama ini diusung NU?
Melihat video di atas dan realita sejati ormas NU, kami teringat ucapan Abu Qilabah rahimahullahu ta’ala yang berkata :
“Tidaklah seseorang berbuat bid’ah melainkan (suatu saat) ia akan menganggap halal menghunus pedang (menumpahkan darah).”
(al-I’tisham 1/112 dan ad-Darimy 1/58 no 99)
Demikian pula Ayyub rahimahullahu yang menamakan para mubtadi’ (Ahlul bid’ah) itu (sebagai) Khawarij dan ia menyatakan bahwa sesungguhnya orang-orang Khawarij itu nama dan julukan mereka berbeda namun mereka bersepakat dalam menghalalkan darah kaum Muslimin. (al-I’tisham 1/113)
Allahul Musta’an

komentar dari youtube

wkwk, perlu diperbanyak video seperti ini, biar makin keliatan aslinya islam abangan tradisional...
dari dulu yang di sebut2 wahabi itulah yang berani berangkat berperang di afghanistan, iraq, palestin dan suriyah... laa ini ( banjir darah ) udah cukup berani blm ? kok dengan lantangnya ngomong banjir darah hahaha
Ini ustadz apa preman. Malahan nyuruh umat nya perang (BANJIR DARAH)..KYAI MODEL TAIK... Bukannya ngajak sabar dan banyak2 introspeksi diri malahan mau menambah keruh suasana.. Islam sudah damai. Ngapain ngajak perang? Astaghfirullahh
jangan galak2 dung kyai
ooooo00000ooooo

Habib Ahmad Bin Zain Al Kaff : Harus Berani Menasehati Orang-Orang Wahabi Di Depan Mereka, Secara Ilmiyyah Dan Berdalil, Bukan Dengan Mengancam/Kekerasan.

Dialog Habib AZA Dengan NU GL: Syiah Dan Wahabi

15 Maret 2016
NUGarisLurus.Com – Redaksi NU GL berkesempatan berdialog dengan A’wan Syuriah PWNU Jatim Habib Ahmad Bin Zain Al Kaff (AZA). Sosok yang terkenal sangat tegas melawan syiah namun sebagian kalangan mempertanyakan sikap beliau terhadap aliran wahabi.
Redaksi berkesempatan menanyakan tentang isu bahwa beliau membela wahabi. Namun Ketua Umum Forum Anti Aliran Sesat (FAAS) ini menyatakan bahwa justru beliau satu satunya habib yang berani menasehati orang orang wahabi di depan mereka, tidak seperti sebagian muballigh yang hanya berani membantah wahabi, tapi didepan habaib dan orang orang NU, tdk didepan orang orang Wahabi.

Habib AZA juga menyatakan bahwa sebagai seorang Nahdliyyin tidak akan mungkin berkhianat terhadap isi kitab Risalah ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’ Hadhrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari .

Yg beliau sesatkan harus kita sesatkan.

“Kalau ada pengurus NU tidak setuju dengan apa yang sudah digariskan oleh pendiri NU. Maka berarti dia telah berkhianat kepada KH.Hasyim Asy’ari, tegasnya kepada NUGarisLurus.Com, Selasa 15 Maret 2016.
Habib AZA juga meminta kepada para Dai baik para habaib dan kiai agar jangan hanya berani membantah wahabi di belakang orang orang wahabi, tapi juga harus berani menasehati mereka secara langsung agar tidak saling menyerang.
Habib AZA menegaskan bahwa beliau sudah menulis15 buku dalam 30 tahun untuk  mengoreksi ajaran syiah dan wahabi. Wallahu Alam

Habib Ahmad Zein Al Kaff : Kalau wahabi kitab rujukannya sama, rukun Iman, rukun Islamnya juga sama, sedangkan Syiah berbeda, kita hanya berbeda dalam masalah furu’iyah (cabang) dengan Wahabi/salafi
Habib ahmad zen: 
wahabi masih saudara,, syiah bukan!
4 March 2015   
JAKARTA- Kaum Muslimin yang mengkritik ajaran syiah kerapkali difitnah dengan sebutan-sebutan yang buruk, diantaranya pemecah belah umat, agen Zionis, dan yang lebih sering dengan tudingan sebagai Wahabi [ Salafi, red]
Namun, hal itu dibantah oleh Pimpinan Yayasan Al Bayyinat Jawa Timur, Habib Ahmad Zein Al Kaff yang bukan dari kalangan Wahabi saat menjawab pertanyaan soal kenapa setiap ada upaya membongkar kesesatan Syiah,kalangan Syiah sering menyerang balik dengan menyatakan bahwa Wahabi dibelakang aksi yang menuduh Syiah sesat .
Wahabi sama-sama Ahlussunnah, kalau mereka (Syiah) bukan. Kalau wahabi kitab rujukannya sama, rukun Iman, rukun Islamnya juga sama, sedangkan Syiah berbeda, kita hanya berbeda dalam masalah furu’iyah (cabang) dengan Wahabi” tegas Habib Zein dalam konferensi pers setelah acara tabligh akbar bertajuk “Mengokohkan Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia”, yang digelar Ahad kemarin (16/9) di masjid Al-Furqan Dewan Dakwah Jakarta.
Anggota dewan Syuriah PWNU Jawa Timur ini, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu terkejut mendengar tuduhan seperti itu, sebab hal tersebut juga yang menimpa dirinya yang jelas-jelas warga Nahdliyin.
“Tidak usah heran, saya aja yang sudah jelas-jelas bukan Wahabi, dituduh Wahabi juga sama mereka (Syiah)” tutupnya. (bilal/arrahmah.com) Selasa, 18 September 2012 12:27:09

ooooo00000ooooo
                            
Situs nugarislurus.com telah memuat berita berikut :
((Perlu diketahui Firanda Andirja adalah ulama “nyleneh” yang sudah mengkafirkan para Imam Aswaja antara lain Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani dan Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani Makkah Al Mukarromah.(http://www.nugarislurus.com/2015/12/habib-thohir-pimpin-aswaja-tegal-gagalkan-acara-wahabi-firanda-andirja.html)


Tentu tidak ada seorangpun yang selamat dari kesalahan. Jika para ulama besar saja terjatuh dalam kesalahan maka apalagi saya. Kritikan yang membangun selalu saya harapkan, tentu jika kritikan tersebut benar, maka insya Allah saya akan selalu siap mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua.

Tentu yang diharapkan dari nugarislurus agar menyampaikan berita yang lurus dan mengkritik dengan kritikan yang benar. Adapun menuduh tanpa bukti maka "kelurusannya" sepertinya harus diluruskan lagi. Semoga Allah meluruskan kita semua.

Tuduhan bahwa saya mengkafirkan Syaikh Abdul Qodir al-Jaelany tentu merupakan kedustaan besar. Saya hanya berharap nugarislurus mendatangkan bukti saya mengkafirkan beliau rahimahullah !!

Justru sebaliknya saya telah berkata : "Abdul Qodir Jailani adalah seorang yang alim, tetapi banyak khurofat yang disebarkan tentang Abdul Qodir Jailani, padahal dia adalah seorang yang alim dari madzhab hambali, dan dia punya kitab al-Gunyah, kitab yang bagus" (silahkan dengar dihttps://youtu.be/5FdpDcrvRYg?t=4290 Pada menit 1:11:35 hingga 1:12:03)

Saya sedang memuji beliau, kok bisa malah saya dituduh mengkafirkan beliau? Bukankah dusta adalah dosa yang buruk, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

وإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الَفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ

"Sesungguhnya dusta mengantarkan kepada kefajiran, dan kefajiran mengantarkan kepada neraka" (HR Al-Bukhari no 6094 dan Muslim no 2607)

Terlebih lagi dusta tersebut disebarkan di internet dan dibaca oleh banyak orang di dunia ini. Tidakkah kita takut dengan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي قَالَا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Semalam aku melihat dua orang mendatangiku (yaitu dua malaikat yang menjelma menjadi dua lelaki), mereka berdua berkata : "Orang yang engkau lihat dirobek sisi mulutnya hingga pipinya adalah seorang pendusta yang berdusta dengan satu dusta, lantas dusta tersebut disebarkan hingga mencapai penjuru ufuq, maka dia disiksa demikian hingga hari kiamat" (HR Al-Bukhari no 6096 dari sahabat Samuroh bin Jundub radhiallahu 'anhu)

Dalam riwayat yang lain Nabi bersabda:

فَإِذَا رَجُلٌ جَالِسٌ وَرَجُلٌ قَائِمٌ بِيَدِهِ كَلُّوبٌ مِنْ حَدِيدٍ ... أنَّهُ يُدْخِلُ ذَلِكَ الْكَلُّوبَ فِي شِدْقِهِ حَتَّى يَبْلُغَ قَفَاهُ ثُمَّ يَفْعَلُ بِشِدْقِهِ الْآخَرِ مِثْلَ ذَلِكَ وَيَلْتَئِمُ شِدْقُهُ هَذَا فَيَعُودُ فَيَصْنَعُ مِثْلَهُ

"Tiba-tiba ada seorang lelaki yang duduk, dan seorang lelaki yang berdiri sementara di tangannya ada besi tajam (yang biasanya digunakan untuk memotong daging-pen) … besi tajam tersebut di masukan ke pinggir mulut lelaki yang duduk hingga dirobek sampai ke lehernya, setelah itu dilakukan lagi pada sisi mulut yang satunya, lalu sisi mulutnya kembali lagi lalu dirobek lagi" (HR Al-Bukhari no 1386)

Dalam ceramah saya, saya sedang mengkritik orang-orang yang berlebihan terhadap Asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani hingga mengangkat derajatnya lebih daripada yang seharusnya. Diantaranya meyakini bahwa Asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani telah diberi "Kun" oleh Allah, sehingga kalau beliau berkata "Kun" (Jadi) "Fayakuun" (Maka Jadilah). Tentu ini merupakan kesyirikan. Seakan-akan Asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani telah diberi hak oleh Allah untuk menciptakan dan mengatur alam semesta.
....dan seterusnya ( silahkan buka web diatas )

ooooo00000ooooo

Habib Ahmad Bin Zain Al Kaff : Harus Berani Menasehati Orang-Orang Wahabi Di Depan Mereka, Secara Ilmiyyah Dan Berdalil, Bukan Dengan Mengancam/Kekerasan.
Habib Ahmad Zein Al Kaff : Kalau wahabi kitab rujukannya sama, rukun Iman, rukun Islamnya juga sama, sedangkan Syiah berbeda, kita hanya berbeda dalam masalah furu’iyah (cabang) dengan Wahabi/salafi
Titik Temu Wahabi-NU
“Titik Temu NU - Wahhabi “ , Bahasan “ Isu-isu Pokok” Secara Ilmiyyah Tanpa Hujatan, Untuk Mendamaikan Sesama Ahlus Sunnah [ Bagian I ]
Perspektif Lain dari Wahabi
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/02/perspektiflain-dari-wahabi-kamis-26.html
Rabithah Ulama Syam ( Syaikh Usamah Ar-Rifa’I, berpaham Asy’ari ) dan Ikatan Ulama Suriah : Adu Domba Umat Islam, di Suriah Syiah Hembuskan Isu Wahabi, Proyek Syiah Persia Kuasai Bumi Syam Pasti Gagal. Ulama Su’ Indonesia apa lebih Berilmu dari mereka ?
Kenapa Benci Wahhabi ?? Antara Tuduhan dan Fakta
Prof. Dr. Ali Mushthofa Ya’kub: Jangan Mau Jadi Jangkrik! [ Untuk Orang NU yang Mau Diadu Domba Dengan Wahhabi ]
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/04/prof-dr-ali-mushthofa-yakub-jangan-mau.html
Stempel Wahabi adalah cara Syiah memadamkan cahaya Al Quran dan Sunnah
Sebutan Salafi-Wahabi, Propaganda Syiah Benturkan Kaum Muslimin
Gelar WAHABI, Itu Propaganda Orang Yang Memusuhi Dakwah Tauhid,. Agar Kaum Muslimin Tidak Mendengar Ajakannya…
Waspada, Politik Adu Domba Sesama Ahlussunnah Meningkat, Sedangkan Syiah Bersiap-Siap!
“Syiah Gunakan Isu Anti-Wahhabi untuk Memecah Belah Umat Islam ”
"Wahabi", Black Propaganda dan Aroma “Syiah Rafidhah”
Kambing Hitam Yang Digemari Syiah ( Peternak )
Perhatikan ! Para Penghina Allah Azza wa Jallah ( Al Wahhab/Wahabi) dan Penghujat Saudi, Dihinakan dan Diberantakan !
Syi’ah Ada Dibalik Isu Anti-Wahabi Untuk Pecah Belah Umat Islam
Su'per Cendekiawan Muslim Sunni Abu-Abu Didikan Orientalis Terpedaya Syiah, Pendengki Salafi “ Wahabi ”
Kasus Bangil, Syiah Mengadu Domba Dengan Menuduh Anti Syiah Adalah Wahabi ! ( Lagu Lama )
Mengapa Syiah Menggunakan Istilah Takfiri-Wahabi?
Siapa yang menyatakan beda antara Ahlus Sunnah dan Syiah termasuk masalah furu' dan Tidak Semua Syi’ah Sesat, maka Dia… Syi’ah !
Ada yang Mengadu Domba NU dan “Wahabi” Agar Umat Tak Bersatu
 “Syiah Gunakan Isu Wahabi untuk Memecah Belah Umat Islam”
Mengapa Syiah Menggunakan Istilah Takfiri-Wahabi? Kelompok Takfiri sebenarnya Syiah, Kelompok Radikal Jika Merujuk Definisi BNPT
Untuk Para Provokator/Hasader/Herder Syi’ah dan Ulama2 “SU’/Namimah” yang ingin membenturkan NU dengan Salafi “Wahhabi”, perhatikan tulisan dibawah ini !!
Keberhasilan Syiah Memfitnah Salafi & Memecah belah Umat Islam

Bukan Hukum Rimba

Bukan Hukum Rimba
11 Rojab 1437
Masih ingat video mantap Habib Thohir Al Kaff: Mayoritas Jangan Banci Hadapi Salafi yang diunggah oleh situs NU Garis Lurus Pada tanggal 28 Januari 2016?
Sebuah video yang berisi cuplikan ceramah “Singa Podium Indonesia” Al Habib Thohir Al Kaff saat mengisi ceramah di Pesantren Ilmu Al Qur’an (PIQ) Malang.
“Bangkit berjuang, berkorban!
Apa saja yang dimusuhi Rasulullah, jangan tinggal diam!
Mereka sedikit kita masih banyak, tapi kalau kita nggak bangkit bagai buihnya air, apa artinya mayoritas!
Yang minoritas, yang sedikit berani macem-macem, Salafi dengan gembar-gembor bid’ah syirik di radionya.
Allah kita diem, banci!
Sering saya ceritakan kejadian yang terjadi, tapi hasilnya sampai sekarang… Sebelah barat keluar, ziarah wali-wali syirik.
Saya katakan, ingat! Selama ini kita berbeda paham dan semua dengan pahamnya masing-masing, kita berhubungan baik, tetangga… Masjid sebelah… Sekarang ada selebaran ziarah wali-wali syirik.
Ketahuilah!
Saya dan jamaah saya adalah orang-orang yang suka ziarah wali, berarti kalian telah menghukumi kami orang-orang musyrik.
Cabut! Dan minta maaf!
Dalam waktu dua hari, bila tidak dikerjakan… Banjir darah!
Buat apa punya massa banyak kalau tidak digunakan!
Ingin jadi raja?
Gila cium tangan?
Ya Allah…
Senengkan dengan massa kita, untuk menyenangkan Rasulullah!
Gerakkan mereka!
Megang remot!
Macem-macem radionya, inget!
Pengen selamet atau dibakar!”.
Subhanallah, sebuah peristiwa yang semestinya tidak terjadi.
Terlebih, yang membawakan adalah seorang yang dijadikan panutan bagi umat. Selayaknya seorang panutan, seharusnya bisa menjadi cermin untuk yang dipanuti.
Namun kenyataannya tidak demikian.
Sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul, sebenarnya apa yang dimaukan dari sikap toleransi NU?
Sudah sekian banyak berkumandang program toleransi, tapi toleransi yang bagaimana?
Apakah toleransi tanpa pandang bulu atau toleransi yang berlandaskan asas “untung jalan tidak untung berhenti”.
Yakni jika ada yang sesuai dan mendukung serta menyenangkan maka diusung tapi jika ada yang merugikan maka berhenti dan berusaha menghilangkan sebab ketidakberuntung tersebut.
Pilihan kedua sepertinya lebih tepat, sesuai fakta dilapangan.
Jika ada yang mendukung dan menguntungkan maka akan dibela mati matian.
Namun jika ada yang menggangu maka akan segera “diselesaikan”. Berdalih “semut saja jika diinjak mengigit.”
Apakah ini yang disebut hikmah dalam berdakwah?
Seorang yang bijak tentu akan mengatasi segala masalah dengan bijak pula. Jika ada yang memberi masukan dan nasehat atau kritikan misalnya, tentu dia akan menerima dan mengoreksi.
Jika memang kritikan itu benar dia akan menjalankannya. Namun jika tidak, dia akan “membantah”nya dengan bijak serta ilmiyah dan tidak menyikapinya dengan emosi apalagi provokasi.
Siapapun kita, seorang pejabat-kah, bos-kah, petani, semut atau singa tetap harus bisa menjaga dan membawa diri di negeri tercinta ini.
Yah, meskipun negeri kita negeri yang luas wilayah hutannya bukan berarti kita menjalankan hukum rimba di dalamnya, yang kuat dia yang berkuasa.
Bukankah demikian?
Toleransi memang perlu, tapi tetap dalam koridor syariat ketika menerapkannya di lapangan.

Berpegang Pada Suara Mayoritas Adalah Kaidah Kaum Jahiliyah

Perlu kita ketahui bersama bahwa di antara kaidah terbesar kaum jahiliyah dulu adalah berpegang dan terbuai dengan jumlah mayoritas.

Mereka menilai suatu kebenaran dengannya serta menilai suatu kebatilan dengan langka dan sedikitnya orang yang melakukan.

Mereka menilai suatu kebenaran dengan jumlah mayoritas, dan menilai suatu kesalahan dengan jumlah minoritas.

Sehingga sesuatu yang diikuti oleh kebanyakan orang berarti benar, sedangkan yang diikuti oleh segelintir orang berarti salah.

Inilah patokan yang ada pada diri mereka di dalam menilai yang benar dan yang salah. Tentunya kaidah dan patokan ini sangat jauh dari kebenaran.

Allah ta’ala menyatakan;

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّـهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ ﴿١١٦﴾

“Dan jika kamu menuruti mayoritas orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah subhanahu wa ta’la).”  (al-An’am: 116)

Demikian pula dalam ayat yang lain;

 وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿١٨٧﴾

“Tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.”  (al-A’raf: 187)

Bahkan mayoritas manusia berada dalam kefasiqan, Allah ta’ala menyebutkan;

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِم مِّنْ عَهْدٍ ۖ وَإِن وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ ﴿١٠٢﴾

“Dan Kami tidak mendapati mayoritas mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati mayoritas mereka orang-orang yang fasik.”  (al-A’raf: 102)

Maka tolok ukur kebenaran bukanlah banyaknya pengikut suatu mazhab atau perkataan, namun yang menjadi pertimbangan adalah apakah benar ataukah batil.

Selama sesuatu tersebut benar walaupun yang mengikutinya hanya sedikit atau bahkan tidak ada yang mengikutinya, maka itulah yang harus dipegang.

Sebaliknya, sesuatu yang batil tidaklah terdukung dan dibela karena banyaknya orang yang mengikutinya. Jika memang kebatilan maka harus dijauhi dan ditinggalkan.

Demikianlah tolak ukur dan barometer kebenaran.

Namun yang sangat disayangkan banyak dari kita yang belum memahami akan hal tersebut. Kondisi ini diperparah oleh sebagian yang lain yang sebenarnya memahami hal tersebut namun hawa nafsu mengalahkan itu semua.

Hati, penglihatan dan pendengaran telah berbalut kepentingan pribadi dan golongan tertentu. Apa yang ada dalam benak mereka ketika menilai kebenaran adalah suara dan jumlah. Semakin banyak dan besar maka itulah yang benar.

Jika pemikiran ini mendekam dalam diri mereka sendiri maka tentunya kejelekan yang akan timbul lebih ringan. Namun kenyataan yang ada pemikiran ini justru malah disebarluaskan dan ditancapkan ke dalam jiwa kaum muslimin (baca; para pengikut dan massanya). Sudah pasti dampak negatifnya lebih parah.

Apalagi jika para pengikutnya yang “mayoritas” tersebut dijadikan tunggangan untuk menghancurkan “kaum minoritas” yang seringnya “menyentil” berjuta kesalahan yang terjadi di tengah-tengah kaum mayoritas.

Dan realita yang ada sekarang memang demikian, bukankah begitu? 
Semoga menjadi bahan introspeksi untuk kita semua.
حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى و نعم النصي

Hukum Mayoritas

Apakah kebenaran itu diukur dengan suara mayoritas?

Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak kita, terkhusus seorang muslim.

Kenyataan di lapangan, banyak orang memandang bahwa suara atau jumlah mayoritas menjadi penentu tunggal suatu kebenaran.

Yang akhirnya muncul dari pemikiran ini sikap antipati dan benci dengan minoritas, terlebih jika minoritas tersebut ternyata menjadi “batu ganjalan” kaum mayoritas.

Lalu bagaimana keadaan sebenarnya?

Sebelum kita membahas permasalahan tersebut, alangkah baiknya untuk kita sejenak menengok kembali siapakah diri ini yang disebut sebagai manusia.

1. Kita ini (manusia) makhluk yang sering berbuat kezaliman dan sangat bodoh

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا ﴿٧٢﴾

“Sesungguhnya Kami telah tawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh.”(al-Ahzab: 72)

Dalam ayat ini Allah ta’ala menyebutkan bahwa Allah tawarkan amanat kepada makhluk-makhluk-Nya berupa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya yang semua itu berkonsuekensi beroleh pahala atau justru beroleh siksa. Tidak ada yang mampu dan mau menerima tawaran tersebut kecuali kita (manusia).

Padahal kalau mau dibandingkan sungguh tidak mungkin kita disamakan dengan langit, bumi dan gunung-gunung.

Di akhir ayat Allah menyatakan bahwa kita itu makhluk yang amat zhalim dan amat bodoh. Inilah karakter dan sifat asli kita.

2. Manusia itu banyak (mayoritas) yang tidak beriman dan menentang rasul-Nya

Allah  ta’ala  berfirman:

إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٧﴾

“Sesungguhnya (al-Qur’an) itu benar-benar dari Rabbmu, tetapi mayoritas manusia tidak beriman.”  (Hud: 17)

Dalam ayat yang lain Allah  ta’ala  berfirman:

فَإِن كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ جَاءُوا بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ ﴿١٨٤﴾

“Jika mereka mendustakan kamu (Muhammad), maka sesungguhnya para rasul sebelummu pun telah didustakan (pula). Mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.”  (Ali ‘Imran: 184)

Inilah keadaan manusia berikutnya, mayoritas tidak beriman dan menentang bahkan mendustakan para rasul.

3. Banyak dari kita yang membenci kebenaran dan sering berbuat kefasikan

Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ جِئْنَاكُم بِالْحَقِّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ ﴿٧٨﴾

“Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kalian, tetapi mayoritas dari kalian membenci kebenaran itu.”  (az-Zukhruf: 78)

وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ ﴿٤٩﴾

“Dan sesungguhnya mayoritas manusia adalah orang-orang yang fasiq.”  (al-Maidah: 49)

4. Disadari atau tidak, disengaja atau tidak, mayoritas manusia mengajak orang lain dengan hawa nafsu mereka menuju kesesatan dan kekeliruan.

Dalam sebuah ayat-Nya Allah ta’ala berfirman;

وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ ﴿١١٩﴾

“Sesungguhnya mayoritas (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa ilmu.”  (al-An’am: 119)

5. Mayoritas manusia menjadi penghuni Jahannam

Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ ﴿١٧٩﴾

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Jahannam mayoritas dari jin dan manusia.”  (al-A’raf: 179)

Inilah beberapa sifat dan karakter serta keadaan mayoritas manusia.

Jika demikian keadaannya maka suara dan jumlah mayoritas tidak mutlak menjadi penentu kebenaran.

Kita katakan kebenaran adalah kebenaran meskipun minoritas dan sebaliknya kita katakan kesalahan adalah kesalahan meskipun mayoritas.

Barometer kebenaran adalah ketika sesuatu itu mencocoki al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman yang benar tentang keduanya, yaitu pemahaman para shahabat nabi radhiallahu ‘anhum yang Allah ta’ala telah meridhai mereka.

komentar ( dari NU garis lurus )
Subhanallah... semoga terbuka hati pikiran umat islam di negeri ini yg masih ribet dengan urusan seperti ini. Meski habib ata kyai tetap mesti belajar dan bersikap dewasa dan mengamalkan apa yg telah dipelajarinya. Kenapa mesti takut dan berprasangka buruk terhadap saudara muslim lainnya? Kalau yakin dengan kebenarannya sendiri kenapa kesti takut mendengar wacana lainnya? Hanya sebagai perluasan pandangan kalau tidak mau menerima. Disisi lain, harry tanu disambut bak pahlawan di pesantren dicium tangannya oleh santriwati yang tentu saja bukan mukhrimnya. Sungguh menyedihkan....
Assalamu'alaikuum warohmatullahi wabarokaatuh setiap manusia pasti di beri Hati, fikiran dan nafsu, bila mana kita hanya memakai fikiran dan nafsu, pastinya hidup kita sia-sia. Ingat kita hidup di akhir zaman usia hanya sampai 60-70 thn kalau seterusnya bonus, ingat di al-qur'an di jelaskan usia 60-70 thn di akhirat hanya buat waktu "SATU SETANGGAH JAM", hal yang menurut kalian baik lakukan lah, tak usahlah kalian menyalah atau merasa baik, ingat kita Makhluk do'if "Lemah", yang sempurna para makhluk hanyalah Nabiyyunnaa Mukhammad Shollahu allahi wassalaam dia-lah kekasih Allah S.W.T , kalaian tau apa pesan Kekasih Allah S.W.T "ikat lah ONTA-mu saat hendak sholat atau pun Beribadah", kau tahu apa maksud tokoh2 tegal begituh, itu demi perdamaian di tegal, agar tidak terjadi pertengkaran dan kekufuran "Orang tegal sudah percayakan kedamaan tegal di tokoh2 tegal, karena sudah mendapatkan ketenangan, jadi secara kesimpulan tegal adalah rumah tokoh2 tegal yang sudah pantasnya di jaga bagaikan ONta yang di ikat hendak sholat dan beribadah", Manusia selalu haus akan ilmu bahkan sampai berakhir kehidupan manusia tidak mampu menyelesaikan ilmu tentang al-qur'an, jalani lah apa yang kau suka, jangan merusak tujuan baik makhluk Allah S.W.T untuk menjaga rumahnya "orang yang di percaya memenggang kunci tegal", SETAIP MANUSIA MEMILIKI AMALAN DAN CARA IBaDAHNYA sendiri, tetapi urusan DI TERIMA TIDAK-NYA SUATU AMALAN ATAU IBADAH ITU urusan ALLAH S.W.T, BUKAN KITA MAKHLUK do'if "lemah", jangan sia2kan hidup kalian semuanya Ingat "HIDUP KALAIAN KEBANYAKAN SATU SETENGAH JAM", bila USIA SAMPAI 60-70 Thn di pandangan AKHIRAT dari Al-qur'an, maaf bila ada salah kata, ke salahan datang pada saya dan kebenaran datangnya dari Allah S.W.T wassalamu'alaikuum warohmatullahi wabarokaatuh 
Kembalikan nu ke garis luruss.. Slogannya ga dipake ya percuma
katanya ingin bersatu, dakwah aja masih takut kehilangan lahan, ga dewasa dewasa .
mengapa ustad ke 2 tersebut di black list nu ..karena dia wahabi dengan mudah menyebut nu ahli syirik ..lebih baik kalian liat di youtube gimana dengan mudah nya mengkafirkan sesama muslim
Katanya garis lurus ???? Lurusnya dmana ya
berita dusta....bertobatlah Nu garis lurus....
Beliau adalah dai/ulama yang santun, sangat menghargai perbedaan pendapat, lulusan madinah, tapi malah dijegal dakwahnya oleh para ulama pantura jawa karena takut dan kekhawatiran yang sangat berlebihan, sebaiknya bersilaturrahim dengan baik, berdialog dengan beliau dalam semangat ukhuwah islamiyah, jangan dilarang, dibenci, dihina, apakah begini cara ulama dan habib di kota Tegal??? Wallahu a'lam bishowab..
saya rasa Dr. Khalid dalam setiap dakwahnya selalu lembut tidak pernah bersifat provokatif bahkan beliau paling enggan mengomentari kelmopok atau individu,
coba lihat video-video dakwah beliau di youtube, begitu lembut beliu berdakwa semua orang mampu memahaminya termasuk yang awam.
sangat berlebihan kegusaran para habi, harusnya jika merasa benar tak perlu gusar karena kebenaran di jamin pasti menang oleh Allah.
NU koq makin parah aja ya?....Kasihan Kyai Hasyim Rahimahullah.
apa bedanya dengan zaman jahiliyah dan sekarang, abu jahal, abu lahab dan konco2nya begitu takut dengan kedatangan rosululloh sholollohu 'alaihi wassallam lalu mereka menyebutnya kaahin, syaair, lamajnun, asatiyrul awwalin (dukun, syihir, orang gila, dongeng leluhur), dan sekarang orang yang menyerukan kepada tauhid mereka menyebutnya "WAHABII" hanya karena ingin mempertahankan tradisi, adat, budaya yang jelas2 bertentang dengan ajarah tauhid...jadi ga heran kalau mereka akan mempertahankan budaya mereka
Yg jelas2 ahlussunnah distop. Dengan mudahnya melontarkan kata2 wahabi. Tp klo syiah yg datang ada sebagian habib yg mempersilahkannya.
Situs ini gak salah, coba baca bagian atas: NU GL berupaya mengembalikan pemahaman warga nu ke ajaran KH. Hasyim Asy'ari, bukan mengembalikan pemahaman warga ke ajaran al quran dan assunnah. Sekarang kita tinggal berharap bahwa KH. Hasyim Asy'ari benar2 mengukuti Al-quran dan Assunnah dan pemahamannya tidak mendapatkan distorsi ilmu dan sejarah.....mungkinkah? Maafkan, tidak bermaksud menyinggung, hanya ingin bertukar pikiran.
Works at PT. GONE DEWE
Klo ceramah pendeta boleh aja,..hehe...keblinger
Apalagi non moslem yg mau jadi presdisen.masuk masjid dan kasih ceramah.sebelum masuk sdh menjulang tikar warna merah di sambut satri dan rebana .santri malah cium tangan segala.ckckckckckckk gagal paham saya d3nhan sesama muslim kok perlakuan spt itu tapi bagi non moeslim kok special
Kekanak2an
Gabung Paytren Yusuf Mansur · 
Dulu yang nyari api dulu siapa?
Dan ketika Aswaja melawan jadi dibilang tidak toleran. Takut kehilangan masa lah apa lah.
Sama halnya ketika kaum kafir memprovokasi umat Islam, dan ketika umat Islam melawan dibilang teroris.
Coba kalau dakwahnya ga gampang bilang si fulan ahli bid'ah, amalan si fulan sesat.
Padalah aswaja baru ngomong wahabi aja udah kebakaran jenggot, wah fitnah nih, dasar aswaja suka menghujat. Cape deh.
tiba2 datang ntah dari mana ga tanya2 dulu langsung hajar sana hajar sini.
Giliran disindir kalian aliran apa, langsung nyuruh tabayun, datang aja ke kajian2 kami cari tau langsung apa itu salafi. Cape lagi deh.
ngakunya pengikut salafusholeh, sama imam mahzab aja pura2 ga kenal.
Wah hadits kita murni dari para sahabat, mungkin sahabat bikin buku hadits terus dibaca sama syaikh alban*. Dishosihkan sendiri, diterjemahkan sendiri ga mau tau tafsir ulama lain gimana dan buff jadilah cococrunch.
pada akhirnya biasanya orang yang seperti saya cuma didoakan agar dapat hidayah. Aamiin ya Alloh
ampuni hamba ya Alloh yang suka ngumpul makan bareng setelah baca Quran. Ampuni juga kami yang dakwah lewat sosmed, lewat artikel2. Padahal Rosul ga kenal internet.
Ampuni kami yang baca yasin di malam jum'at. Ampuni juga kami yang apabila kajian mungkin memilih hari selasa bada maghrib padahal Rosul ga nentuin kapan beliau berdakwah. Aamiin aamiin ya robbal'alamin.
Wallohua'lam
D.R khalid basalamah orang baik, isi ceramahnyapun gk ada yg menyimpang dr Al-qur'an dan hadist, dan belum pernah beliau mengucapkan atau mengkafir-kafirkan orang. Nampak sekarang siapa yg suka memulai perpecahan.
Justru dia memprovokasi masa nya supaya me merangi salafishaleh biar pun tumpah darah.. Gak pantas seperti itu. Bertindak lah yang wajar wahai HABIB kalau anda mengaku cucu Rasulullah..se sama muslim jangan saling perang.
Mbuh BIB,... maumu apa.... takut kehilangan amplop,..Berkat ?
Kalau tak tau diam aj bos....
Subhanallah.. 
Semoga yg Menolak mendapat hidayah sehingga bisa mengamalkan sesuai Alqur'an dan Assunnah, Aamiin
Gelar HABIB atau HABAIB itu kan berasal dari arab yg berarti anak cucu keturunan nabi yg punya kewajiban paling tinggi dalam menjaga sunah-sunah rasulullah berdasarkan hadits hadits shahih.
Dr Khalid Basalamah adalah orang Indonesia yg belajar ilmu agama dan lulusan universitas dari negara arab dimana islam pertama kali ditegakkan dan semua sumber ajaran islam berasal dari sana.
Sebagai ulama, tokoh masyarakat dan juga sebagai seorang HABIB seharusnya lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat yg berasal dari ajaran nenek moyangnya dengan mengembalikan segala sesuatunya kepada Alquran dan hadits dan mengajaknya untuk berdialog dalam rangka menyamakan visi. Cara penolakan dan mengajak orang lain untuk menolak adalah cara kekanak-kanakan, merasa paling hebat dan seperti takut tersaingi. Semoga Alloh membuka mata dan hati khususnya buat mereka yg bergelar Habib atau Habaib yang berasal dari arab dan telah menjadi warga negara Indonesia.
DJallink · 
Sepanjang yang saya simak, ceramah2 beliau cuma membahas tentang ayat2 al Quran dan hadits2 Nabi, bukankah ini malah akan membawa kepada persatuan, karena rujukan ummat Islam kan al Quran dan hadits Nabi
Yamin · 
Jangan terlalu paranoid lah, dan jangan terlalu merasa yang paling benar. Lakukan dialog cerdas, dan biarkan masyarakat memilih mana yang sesuai sunnah dan mana yang diada-adakan.
Ucak Ucak · 
selagi isi ceramahnya sesuai dg alquran dan hadist kenapa mesti ada yg di takuti,jangan suka mengkotak kotakkan agama,dan jangan menganggap organisasi kita paling benar,nantinya juga kali mati gak di tanya organisasi/perkumpulan kita
Lubis Az · 
Takut kedoknya ulama-ulama di tegal terbongkar dan gak laku lagi untuk bikin acara-acara bid'ah tang notabene, biasa lah akhirnya ujung2nya duit
Hamka Said
Klo penolakan dibilang tidak toleran. Knp setiap ceramah selalu menghujat/mengkafirkan aswaja????? itukan sama aja tdk menghargai perbedaan.
Sampean ada bukti hujatan Dan pengkafirannya? Jangan asal menuduh sesama Muslim.
Rofiq Zaen · 
Works at PT.kun fayakun
Aswaja...memfitnah?? Ngaji dulu yuk..
Kita Tak Sadar 2.000.000 Umat Islam Indonesia Murtad, kita Sibuk Gesekan sesama Muslim....
Saat ini di Indonesia tingkat kemurtadan muslim paling besar di dunia dan Kristen di Indoneisa yang paling cepat berkembang di Dunia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenag Abdul Rahman Mas’ud mengatakan pihaknya akan mempelajari temuan Irjen Pol (Purn) Anton Tabah terkait dua juta umat Islam yang murtad tiap tahun. Rahman mengaku, Kemenag hingga saat ini belum memiliki data seperti itu. 
“Bisa kita agendakan penelitian terkait masalah itu, saya akan minta pusat kehidupan keagamaan untuk mengkaji dulu,” ujar dia dalam pesan singkat kepadaRepublika.co.id, Ahad (24/4).
Sebelumnya Anggota Komisi HUkum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Anton Tabah mengatakan kristenisasi terpesat di dunia ada di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga termasuk negara Muslim dengan angka pemurtadan terbesar. Berdasarkan catatan MUI, sebanyak dua juta orang murtad setiap tahunnya. 
“Perkembangan kristen tepesat di dunia ada di Indonesia. 140 persen selama lima tahun. dan pemurtadan besar-besaran muslim ada di negara muslim terbesar di duni, Indonesia. Dua juta pertahun murtad,” ujar Anton saat menghadiri soft launching Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama (Bakorpa) di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/4).
Anton juga menjelaskan presentase penduduk muslim saat ini mengalami penurunan. Menurut data yang dilansir, muslim Indonesia berjumlah 73 persen dari seluruh penduduk yang ada. Tahun 1950 presentase umat muslim sebanyak 99 persen kemudian menurun hingga setelah reformasi.
sebenarnya yang diperjuangkan NUnya apa Islamnya...?
takut kehilangan masa...hahaha...
Andy Syam · 
ketakutan yang berlebihan..
Garis lurus terasa bengkok dan bercabang2, kebenaran hanya satu dan ahlussunnah pun satu macam. Jadi kalo kita semua dalam kebenaran dan dalam satu kesatauan tidak pantas kita dan tidak akan kita saling menyudutkan dan mempersalahkan (tudingan miring di atas). Teman2 benar ayo duduk bersama dan mencari kebenaran dan ahlussunnah sebenarnya jangan cuma mengklaim dan membenarkan diri sendiri.
KATANYA TOLERAN TAPI NYATANYA ANTI PERBEDAAN ,piye toh.
Pola pikir yg dangkal.. belum mendengarkan kajiannya aja dah antipati... takut kalo jamaahnya berkurang...
Kurang bisa menerima perbedaan !!!