
Adalah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang memicu panasnya suhu politik
di kawasan tersebut saat memasukkan kelompok Jabhah Nushrah ke dalam daftar
baru kelompok teroris pada hari Rabu (5/12/2012). Amerika hendak meminjam
tangan PBB untuk melakukan intervensi militer guna menyelamatkan rezim jagal
Bashar Asad dan memerangi mujahidin Jabhah Nushrah.