Friday, April 17, 2015

Para Pemimpin Dan Ulama Yang Tewas Di Tangan Syiah

Baru-baru ini ISIS merilis sebuah video yang sangat keji. Sebuah eksekusi mati yang benar-benar jauh dari nilai-nilai kemanusiaan bahkan tidak layak dilakukan untuk makhluk hidup selain manusia sekalipun. Mereka membakar seorang pilot Angkatan Udara Yordania yang merupakan seorang muslim. Kemudian menyebarkan prosesi eksekusi keji tersebut.
Kekejian yang dipertontonkan kelompok Khawarij ini benar-benar membuka mata semua lapisan masyarakat, baik kalangan cendekia maupun awam, bahwa Khawarij adalah sebuah aliran menyimpang yang sangat berbahaya. Ya, sebagian ulama semisal Syaikh Shaleh bin Saad as-Suhaimi hafizhahullah menyebut ISIS adalah Khawarij. Namun sayang, pengetahuan tersebut belum diikuti kesadaran akan percikan-percikan bunga api pemikiran ini. Masyarakat belum sadar bahwa provokasi kebencian kepada pemerintah yang zalim itu adalah bunga api pemikiran Khawarij yang bisa menjadi api besar dalam bentuk vonis kafir terhadap pemerintah yang zalim tersebut.
Sama halnya dengan ideolgi Khawarij. Ada lagi sebuah ajaran yang tidak kalah bahayanya dengan ideologi ISIS tersebut. Ideologi berbahaya ini kita kenal dengan nama ajaran Syiah. Sebuah ideologi ofensif yang menjadi doktrin Syiah yang belum disadari oleh banyak masyarakat. Riak-riak kecil konflik yang terjadi hanya dianggap sebagai gejala sosial biasa. Vonis kafir terhadap para sahabat Nabi, ideologi kebencian dan dendam yang mereka miliki, hanya dianggap sebagai angin lalu yang tak berarti.
Selain itu, Syiah juga lihai menutupi aib mereka. Berbeda dengan ISIS yang berani berterus terang. Sebagaimana yang terjadi di Suriah saat ini. Kekejaman dan kekejian yang dipraktikkan Syiah Bathiniyah di sana tidak kalah mengerikan seperti kelakuan ISIS saat ini. Bahkan kengerian dan kebiadaban Syiah di Suriah frekuensinya jauh lebih besar dari yang ISIS lakukan. Namun sekali lagi mereka pandai menutupi aib mereka dan tidak mau berterus terang.
Kita semua tidak mengharapkan Syiah mempraktikkan kebrutalan mereka sebagaimana kita saksiskan ISIS Khawarij melakukannya pada hari ini. Dan kita tidak ingin menyesal di hari penyesalan itu tidak lagi menjadi solusi. Oleh karena itu, berikut ini kami cuplikkan rekam jejak kekejaman Syiah yang bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama. Inilah nama-nama pemimpin dan ulama yang dibunuh oleh kelompok Syiah:
Dari kalangan pemimpin-pemimpin Islam:
1.  Khalifah al-Mustarsyid Billah, seorang khalifah Daulah Abbasiyah. Dibunuh pada tahun 529 H. Ia diserang oleh belasan orang Syiah Bathiniyah yang kemudian menikamnya dengan pisau.
2.  Khalifah al-Rasyid, seorang khalifah Daulah Abbasiyah. Dibunuh pada tahun 532 H. Ia dibunuh para pemberontak Syiah di Kota Asbahan, Iran.
3.  Mentri Nizham Malik, Qowamuddin Husein bin Ali bin Ishaq, dari Bani Saljuk. Pembunuhannya terjadi pada tahun 485 H. Seorang Syiah Bathiniyah datang kepadanya menyamar sebagai peminta-minta. Ketika telah dekat, ia menikamnya dengan pisau hingga sang mentri pun tewas terbunuh.
4.  Mentri Nizham Malik, Abu Nashr. Terbunuh pada tahun 503 H. Orang-orang Syiah menyerangnya tatkala ia sedang shalat.
5.  Mentri Abu al-Muhasin Abdul Jalill ad-Dahistani. Terbnuh pada tahun 495 H. Ia diserang oleh seorang pemuda Syiah Bathiniyah. Dengan sebab itu ia menderita beberapa luka parah yang mengantarkannya kepada kematian.
6.  Mentri al-Kamal Abu Thalib as-Samirmi. Terbnuh pada tahun 516 H. Saat melewati sebuah jalan yang sempit, ia diserang oleh seorang Syiah hingga ia tewas.
7.  Mentri al-Mu’in al-Malik (Abu Nashr). Terbunuh pada tahun 521 H. Ia terbunuh oleh seorang Syiah saat sedang bersantai. Pembunuh tersebut sengaja bekerja menjadi perawat kudanya untuk mewujudkan kekejiannya.
8.  Mentri Adhuddin Abu al-Faraj bin Ra-isul Ru-asa. Terbunuh pada tahun 573 H. Orang-orang Syiah Bathiniyah membunuhnya dengan cara menyamar sebagai orang-orang miskin. Saat dalam perjalanan menunaikan ibadah haji, salah seorang di antara mereka mendekat kepadanya, lalu menyerangnya dengan pisau. Hal itu diikuti oleh beberapa orang lainnya hingga ia tewas terbunuh.
9.  Mentri Nizham al-Malik Mas’ud bin Ali. Terbunuh oleh pengkhianat Syiah pada tahun 596 H.
10.             Mentri Fakhrul Malik Abu al-Muzhaffir Ali bin Nizham al-Malik. Terbunuh pada tahun 500 H. Seorang pemuda Syiah mengadukan perihal kezaliman yang ia terima. Ia membawa selembar kertas yang berisikan masalahnya. Saat Mentri Fakhrul Malik membaca surat aduannya, pemuda itu menikamnya dengan khanjar (pisau Arab) hingga sang mentri terbunuh.
11.             Amir Balkabek Sarmis (الأمير بلكابك سرمز). Terbunuh pada tahun 493 H. Para pemberontak Syiah Bathiniyah membunuhnya dengan pisau-pisau mereka.
12.             Al-Amir Maudud. Terbunuh pada tahun 507 H. Ia dibunuh oleh orang-orang Syiah setelah menunaikan shalat Jumat di Masjid Jami’ Damaskus.
13.             Al-Amir Ahmad bin Ibrahim al-Ruwadi. Terbunuh pada tahun 510 H. Seorang Syiah datang kepadanya sambil menangis, mengadukan bahwa ia telah dizalimi. Ia memberikan sebuah tulisan yang berisi keluhannya kepada al-Amir Ahmad. Ia ingin agar keluhan tersebut diajukan kepada Sultan. Ketika al-Amir Ahmad mengambil surat aduan tersebut dengan segera orang Syiah ini menikamnya hingga ia tewas.
14.             Al-Amir Qasim Aaq Sanqar al-Barasqi (Arab: الأمير قسيم الدولة آق سنقر البرسقي). Terbunuh pada tahun 520 H. Ia diserang oleh belasan orang Syiah di Masjid Jami’ saat menunaikan shalat Jumat.
15.             Al-Amir Tajul Muluk Buri bin Thaghtakin (Arab: الأمير تاج الملوك بوري بن طغتكين). Penyerangan terhadap dirinya terjadi pada tahun 525 H. Ia diserang oleh dua orang Syiah Bathiniyah dan berhasil melukainya. Namun saat itu, Amir Tajul Muluk Buri berhasil meloloskan diri dari maut, akan tetapi pengaruh luka dari serangan tersebut membuatnya wafat di tahun berikutnya.
16.             Al-Amir Aaq Sanqar al-Ahmadili (Arab: الأمير آق سنقر الأحمديلي). Terbunuh oleh pengkhianat Syiah pada tahun 527 H.
17.             Al-Amir Ughlamisy (Arab: الأمير أغلمش). Terbunuh oleh pengkhianat Syiah pada tahu 614 H.
18.             Al-Amir Syihabuddin al-Ghuri. Orang-orang Syiah membunuhnya pada tahun 602 H karena takut akan dirinya dan kebijakannya terhadap orang-orang Syiah.
19.             Al-Amir Jalaluddin bin Khawarizm Syah. Pengkhianat Syiah membunuhnya pada tahu 624 H.
20.             Al-Amir Janahuddaulah Husein (Arab: الأمير جناح الدولة حسين). Terbunuh pada tahun 495 H. Tiga orang Syiah menyerangnya di Masjid Jami’ setelah ia menunaikan shalat Jumat.
21.             Al-Amir Khalaf bin Mula’ib (Arab: الأمير خلف بن ملاعب). Dibunuh oleh pengkhianat Syiah pada tahu 499 H.
22.             Al-Amir Syamsul Muluk Ismail bin Buri. Para pengkhianat Syiah membunuhnya pada tahun 529 H.
23.             Al-Amir Barsiq al-Kabir (Arab: الأمير برسق الكبير). Terbunuh pada tahun 490 H oleh pengkhianat Syiah.
24.             Al-Amir Saifuddin Akhu Ala’-uddin al-Ghuri (Arab: الأمير سيف الدين أخو علاء الدين الغوري). Para pengkhianat Syiah membunuhnya pada tahun 547 H.
25.             As-Sultahn Daud bin as-Sulthan Mahmud (Arab: السلطان داود بن السلطان محمود). Terbunuh pada tahun 538 oleh pemberontak Syiah.
26.             As-Sulthan Bektamur (Arab: السلطان بكتمر). Terbunuh pada tahun 589 H. Utusan Syiah datang menghadapnya dengan penampilan seorang sufi. Salah seorang dari utusan tersebut mendekat kepadanya untuk menceritakan kisahnya. Lalu orang itu tiba-tiba menikamnya dengan pisau hingga sultan pun tewas.
27.             As-Sulthan Shalahuddin al-Ayyubi (Arab: السلطان صلاح الدين الأيوبي). Pada tahun 570 H, orang-orang Syiah mencoba untuk membunuhnya saat beliau berada di tengah pasukannya. Namun mereka gagal menjalankan misi tersebut.
28.             Pada tahun 571 H, orang-orang Syiah kembali melakukan percobaan pembunuhan terhadap Shalahuddin al-Ayyubi saat beliau berada di Aleppo. Lagi-lagi upaya ini menuai kegagalan.
29.             An-Na-ib Nashr Khan bin Arselan Khan Muhammad (Arab: النائب نصر خان بن أرسلان خان محمد). Dibunuh oleh pemberontak Syiah pada tahun 524 H.
30.             Al-Muqrib Juhar (Arab: المقرب جوهر). Serombongan orang-orang Syiah datang menghadapnya dengan penampilan wanita. Saat al-Muqrib mendengarkan perkataan mereka, mereka pun membunuhnya.
31.             Abu Shalih bin al-Ajmi. Dibunuh oleh serombongan orang-orang Syiah pada tahun 573 H.
32.             Saudara dari al-Amir Qotadah, gubernur Mekah. Orang-orang Syiah membunuhnya pada tahun 608 H, di Mina saat musim haji.
Dari kalangan para ulama:
1.  Abu al-Qasim bin Imam al-Haramain. Dibunuh oleh orang-orang Syiah pada tahun 492 H.
2.  Al-Faqih Ahmad bin al-Husein al-Balkhi. Orang-orang Syiah membunuhnya pada tahun 494 H.
3.  Al-Faqih Abdul Lathif bin al-Khajnadi. Dibunuh oleh orang-orang Syiah pada tahun 523 H.
4.  Al-Faqih Abu al-Muhasin ar-Ruyani terbunuh pada tahun 499 H.
5.  Al-Qadhi Abu al-Ala’ Musaid an-Naisaburi. Orang-orang Syiah membunuhnya pada tahun 499 H di Masjid Jami Asbahan.
6.  al-Qadhi Ubaidullah bin Ali al-Khathibi. Terbunuh di masjid jami tahun 502 H, saat ia tengah melaksanakan shalat Jumat.
7.  Al-Qadhi Sha’id bin Abdurrahman Abu al-Ala’. Terbunuh di hari raya Idul Fithri tahun 502 H di Kota Naisabur.
8.  Al-Qadhi Abu Saad Muhammad bi Nashr al-Harwi. Orang-orang Syiah membunuhnya di Jami’ Hamdzan tahun 518 H.
9.  Al-Wa’izh Abu Ja’far bin al-Masyath. Terbunuh pada tahun 498 H. Ia terbunuh saat turun dari kursinya seusai mengajar di masjid.
10.             Al-Wa’izh Abu al-Muzhaffar al-Khajnadi. Terbunuh pada tahun 496 H. Sama halnya dengan Abu Ja’far, Abu al-Muzhaffir pun terbunuh saat ia turun dari kursi yang sering ia gunakan untuk mengajar di masjid, setelah selesai mengajar.
Inilah rekam jejak kejahatan Syiah dalam kurun sejarah Islam. Mereka menyimpan dendam. Jika ISIS beranggapan bahwa orang-orang yang tidak membaiat khalifah mereka adalah kafir dan berhak untuk diperangi, maka Syiah beranggapan setiap orang yang mengingkari akidah mereka yang menyimpang, maka akan dianggap sebagai musuh ahlul bait yang menyetujui terbunuhnya Husein. Karena itu layak dibunuh.
Sumber:
ash-Shalabi, Ali bin Muhammad. 2006. Daulah Slajiqah. Kairo: Mu-assasah Iqra wa tauzi’ wa tarjamah.
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com


Apakah Islam Disebarkan Dengan Peperangan?

Salah satu isu yang diangkat oleh orang-orang yang phobia terhadap Islam adalah Islam berhasil menjadi agama besar di dunia ini karena ekspansi pedang-pedang mereka ke wilayah-wilayah non-muslim. Mereka mencantumkan peristiwa-peristiwa penaklukkan  dan peperangan Islam untuk menguatkan opini tersebut. Akibatnya banyak orang-orang non-muslim menjadi antipati dengan agama yang menebarkan kedamaian ini dan umat Islam yang lemah iman dan minus perbekalan ilmiahnya merasa malu dan menyesali rekam jejak sejarah agamanya sendiri.
Benarkah Islam tersebar dengan pedang? Alangkah baiknya kita kaji permasalahan ini, agar kita bisa memutuskan benar atau tidak tuduhan tersebut.
Tidak Ada Paksaan Untuk Memeluk Islam
Sebelum kita beranjak ke data-data historis tentang peperangan di dalam Islam, ada sebuah kaidah yang perlu dipahami bahwa umat Islam dilarang memaksa, mengancam, dan memberikan tekanan suatu kelompok atau individu tertentu agar mereka memeluk Islam. Allah Ta’ala berfirman,
لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
“Tidak ada paksaan dalam agama.” (QS. Al-Baqarah: 256)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata tentang sebab diturunkannya ayat ini, “Ayat ini diturunkan berkaitan dengan salah seoarang Anshar (sahabat Nabi dari Madinah) dari Bani Salim bin Auf. Al-Hushaini mengatakan, ‘Sahabat ini memiliki dua orang anak laki-laki yang beragama Nasrani dan dia seorang muslim. Lalu ia berkata kepada Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, bolehkah aku memaksa keduanya karena mereka menolak agama kecuali agama Nasrani. Allah pun menurunkan ayat ini’.” (Tafsir Ibnu Katsir).
Jadi, tidak diperkenankan seorang muslim memaksa seseorang atau kelompok tertentu untuk memeluk Islam walaupun orang atau kelompok tersebut di bawah kekuasaannya. Kalau ternyata penduduk negeri-negeri yang ditaklukkan oleh umat Islam memeluk agama Islam, itu bukan dikarenakan paksaan atau tekanan dari pihak muslim yang berkuasa, akan tetapi dikarenakan kedamaian yang mereka temukan dalam ajaran Islam. Contohnya nyatanya adalah tentang keislamanTsumamah bin Utsal.
Penyebab Peperangan
Ketika berbicara sejarah, maka prinsip yang wajib dipegang oleh seseorang adalah peristiwa-peristiwa sejarah ditafsirkan dengan norma, kebiasaan, atau sebab-sebab yang terjadi pada waktu terjadinya peristiwa tersebut. Seseorang terjebak dalam kekeliruan yang fatal ketika dia mengintepretasi peristiwa sejarah dengan membandingkannya dengan norma, kebiasaan, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di zaman ia hidup.
Berikut ini, penulis cuplikkan penyebab terjadinya perang dalam sejarah Islam:
- Perang di Masa Rasulullah
Perang di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terjadi dalam rentang 10 tahun masa Madinah. Selama itu terjadi kurang lebih 25 atau 27 peperangan. Jamak diketahui, pemicu peperangan melawan bangsa Quraisy adalah provokasi orang-orang Quraisy terhadap umat Islam bahkan sebelum beliau hijrah ke Madinah kafir Quraisy telah menunjukkan permusuhan mereka.
Adapun penyebab peperangan dengan orang-orang non-Quraisy seperti Perang Mu’tah  dan Tabuk yaitu:
Perang Mu’tah disebabkan oleh dibunuhnya utusan Rasululluah yang bernama al-Harits bin Amir al-Azdi oleh orang Ghassan yang beranama Syarahbil bin Amr. Dalam tradisi klasik, bagaimanapun besarnya permusuhan antara dua negara, jaminan keselamatan terhadap utusan tetap harus dihormati. Pembunuhan terhadap utusan adalah sebuah tindakan culas yang sangat keterlaluan. Karena hal inilah terjadi Perang Mu’tah.
Perang lainnya adalah Perang Tabuk. Perang Tabuk disebabkan orang-orang Romawi menghimpun pasukan yang besar di Syam untuk menyerang negara Islam. Rasulullah memerintahkan pasukannya untuk menghadang orang-orang Romawi ini sebelum mereka memasuki wilayah-wilayah umat Islam.
Dari sini dapat kita ketahui bahwa umat Islam tidak melakukan provokasi terlebih dahulu, akan tetapi musuh-musuh Islam lah yang pertama kali menabuh gendang peperangan.
- Masa Khulafaur Rasyidin
Para Khulafaur juga menanamkan kepada kaum muslimin bahwa peperangan pun ada norma-normanya. Abu Bakar ash-Shiddiq mengatakan kepada pasukan Islam, “…Jangan melakukan penghiantan dan melenceng dari kebenaran; jangan memutilasi jasad musuh; jangan membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua; jangan menebang, merusak, dan membakar pepohonan, terutama yang sedang berbuah; jangan membunuh hewan ternak musuh; dan kalian akan melewati orang-orang monastik, jangan kalian ganggu mereka.” (Islamic Ruling on Warfare, Hal: 22).
Di zaman itu, aturan ini sesuatu yang unik. Mengapa dikatakan unik? Karena berabad-abad tradisi perang bangsa-bangsa yang ada pada saat itu (Persia dan Romawi), mereka tidak pernah memikirkan norma peperangan yang demikian. Mereka mengartikan perang adalah membunuh, menaklukkan, dan menguasai, adapun umat Islam memiliki perspektif yang berbeda dengan bangsa Romawi dan Persia dalam peperangan mereka.
Cara memandang peperangan yang berbeda antara umat Islam dan umat-umat lainnya berdampak pada saat umat Islam memasuki basis-basis Persia dan Romawi. Saat umat Islam sampai di wilayah  Persia dan Romawi, umat Islam berhasil menarik simpati penduduk-penduduknya. Romawi kehilangan basis besar Nasrani tatkala pasukan Islam memasuki Syria dan Mesir. Orang-orang Syria dan Mesir berbondong-bondong memeluk agama Islam saat cahaya hidayah sampai ke wilayah tersebut. Sedangkan Persia lebih buruk lagi keadaannya, mereka bahkan kehilangan eksistensi di Irak tatkala negeri itu ditaklukkan oleh umat Islam. Luar biasanya, penduduk ini tidak dipaksa sama sekali untuk memeluk agama Islam.
Hal ini juga diterapkan oleh Umar bin Khattab tatkala menaklukkan Jerusalem.
Lihatlah apa yang terjadi pada hari ini, wilayah-wilayah Bizantium Romawi dan Persia dahulu, mayoritas penduduknya sekarang adalah muslim: Kristen di Mesir hanya (9%) dari jumlah penduduk, di Syria (10%), Irak (3%), dan Libanon (39%). Apabila penaklukkan yang dilakukan oleh umat Islam disertai dengan pemaksaan tentu saja komunitas muslim di sana tidak akan bertahan lama. Ini membuktikan Islam tidak disebarkan dengan pedang.
- Afrika Utara
Ketika umat Islam berhasil mengambil alih kekuasaan Bizantium Romawi di wilayah Afrika Utara, Islam pun semakin tersebar luas dan semakin banyak mendapat sambutan dari masyarakat dunia. Saat itulah bangsawan-bangsawan Eropa yang dimotori oleh Raja Julian meminta umat Islam agar menaklukkan penguasa zalim yang menguasai Andalusia, Raja Roderick. Mengapa Julian yang bukan seorang muslim meminta tolong kepada umat Islam? Karena mereka tahu, kalau umat Islam yang berkuasa, maka kedamaian dan keadilan akan tercipta.
- Penaklukkan India
Sebagaimana telah kita ketahui, negara dengan populasi Islam terbesar di dunia adalah negara kita, Indonesia. Lalu, tahukah Anda negara mana lagi yang memiliki populasi Islam terbesar? Jawabnya adalah Pakistan, kemudian India, dan Bangladesh di tempat ke-4.
Bani Umayyah berjasa besar terhadap masuknya Islam di tanah Hindustan ini. Melalui panglima mereka Muhammad bin Qashim ats-Tsaqafi, negeri yang dihuni oleh para penyembah berhala ini mengenal kemulian Islam, kemulian menyembah al-Khaliq bukan menyembah makhluk.
Pemicu ekspansi ini adalah kapal-kapal pedagang muslim yang biasa melakukan perniagaan dengan orang-orang Sri Lanka dibajak oleh sekelompok bajak laut dari wilayah Sindh (Pakistan sekarang). Para perompak ini menawan dan menjadikan para muslimah yang tertangkap sebagai budak. Untuk membebaskan saudara-saudara muslim ini diutuslah Muhammad bin Qashim bersama pasukannya. Muhammad bin Qashim pun berhasil menaklukkan para perompak tersebut.
Peristiwa ini menjadi isu yang panas di India, namun inilah titik baliknya. Orang-orang Hindu yang mengenal kasta dan orang-orang Budha yang tertindas oleh bangsawan Hindu melihat sebuah agama baru, agama yang menawarkan persamaan, dan kemuliaan diukur dengan ketakwaan bukan nasab dan golongan. Akhirnya orang-orang India pun berbondong-bondong memeluk agama Islam.
Perbandingan Perang Islam dengan Non Islam
Setelah dijelaskan tentang penyebab peperangan yang terjadi antara umat Islam dan non Islam, sekarang kita lihat dampak dari perang dilihat dari sisi korban yang berjatuhan.
Lihatlah 10 tahun peperangan di masa Rasulullah shallallahu ‘alaih sallam, korban yang gugur kurang lebih sejumlah 262 orang dari pihak umat Islam dan 1022 jiwa dari pihak musuh. Jadi total korban peperangan dari kedua belah pihak yang terjadi dalam rentang waktu 10 tahun tersebut adalah 1284 jiwa.
Raghib as-Sirjani mencoba menghitung jumlah keseluruhan pasukan selama peperangan yang terjadi di masa Rasulullah lalu ia prosentasekan dengan jumlah korbannya. Hasilnya adalah sebagai berikut:
– Prosentase umat Islam yang syahid di medan peperangan dibandingkan dengan jumlah seluruh pasukan Islam hanya 1% saja.
– Prosentase orang-orang musyrikin dibandingkan dengan jumlah seluruh pasukan mereka adalah 2%.
– Prosentase secara keseluruhan dari kedua belah pihak hanya 1,5% saja.
Bandingkanlah dengan prosentase korban yang tewas pada Perang Dunia II. Jumlah pasukan yang turut serta dalam perang dahsyat ini berjumlah 15.600.000 pasukan, jumlah orang yang tewas adalah 54.800.000 jiwa, artinya 351% dari jumlah pasukan. Mengapa bisa demikian? Karena peperangan ini juga memakan korban sipil yang sangat banyak, dan hal ini tidak pernah terjadi di masa Islam.
Belum lagi jika kita bandingkan dengan ekspansi bangsa Eropa terutama Portugal dan Spanyol. Mereka membawa misi gold, gospel, dan glory; mereka menguras sumber daya, menguasai, dan mencari kejayaan dari ekspansi tersebut. Terbukti dengan punahnya Suku Indian Maya akibat ekspansi mereka ke benua Amerika. Penjajahan Belanda di Indonesia yang mengeruk sumber daya alam di Indonesia dan mejadikan masyarakatnya rakyat kelas bawah, dll.
Kesimpulan
Apakah Anda masih percaya Islam disebarkan dengan pedang? Apakah umat Islam yang masih merasa malu dan minder terhadap sejarah mereka?
Islam memiliki alas an perang yang jelas, dan perang dalam sudut pandang Islam tidak diartikan melulu sebagai pembunuhan, pembantaian, dan penguasaan wilayah.
Sumber:
– Enein, Youssef H Aboul., Sherifa Zuhur. 2004. Islamic Ruling on Warfare. The Strategic Studies Institute.
– Tafsir Ibnu Katsir
– islamstory.com dll.

Oleh Nurfitri Hadi
Artikel www.KisahMuslim.com



Al-Hakim Biamrillah, Sosok Raja Zalim Dari Daulah Fatimiyah

Al-Hakim Biamrillah adalah salah satu dari raja Kerajaan Daulah Fatimiyah. Kerajaan ini berjalan atas dasar ideologi Syiah Ismailiyah Bathiniyah (sama seperti Basyar al-Asad, Presiden Suriah sekarang pen.). Hirarki kerajaan menetapkan bahwa yang menjadi raja adalah putra tertua dari raja sebelumnya. Walaupun umurnya masih belia. Emosi dan pemikirannya belum matang, ia tetaplah raja setelah ayah mereka wafat.
Pemerintahan al-Hakim Biamrillah merupakan salah satu fenomena menarik dalam lembaran sejarah. Menarik untuk dikaji dan dipelajari. Kemudian dipetik hikmahnya untuk kehidupan saat ini.
Siapakah al-Hakim Biamrillah al-Fathimi?
Dia adalah Abu Ali al-Manshur bin al-Aziz Nizar bin al-Muiz al-Fathimi al-Ubaidi. Gelarnya adalah al-Hakim Biamrillah yang berarti memerintah dengan perintah Allah. Ia mengaku memiliki kemampuan rububiyah, mengatur alam semesta. Sebagian rakyatnya ada yang menerimanya dan sebagian yang lain tidak tahan akan kezalimannya. Sama halnya dengan Presiden Suriah, Basyar al-Asad, sebagian rakyatnya meyakinin bahwa ia adalah penjelmaan Tuhan di muka bumi. Oleh karena itu, tidak heran, ketika awal terjadi pergolakan di Suriah di era modern ini, kita lihat pengikut Presiden Basyar al-Asad memuja-mujanya dengan pujian yang hanya layak diberikan untuk Allah dan sujud kepada gambar-gambarnya. Mereka mengatakan perkataan yang menunjukkan bahwa Basyar al-Asad memiliki andil dalam pengaturan alam semesta.
Al-Hakim Biamrillah dilahirkan tahun 375 H. Pada tahun 386 H, ayahnya, al-Aziz Billah, wafat. Ia naik tahta menggantikan sang ayah menjadi raja keenam yang memerintah daulah Syiah Ismailiyah tersebut. Saat itu usianya baru 11 tahun. Orang-orang dekat ayahnya semisal al-Hasan bin Amarah dan Barajun, menjadi mentornya dalam memimpin kerajaan. Namun kemudian keduanya ia bunuh karena ia anggap campur tangan dalam pemerintahannya. Akhirnya ia pun bebas menentukan kebijakan kerajaan sesuai dengan keinginannya.
Kejahatan al-Hakim Biamrillah
Al-Hakim memiliki kepribadian ganda. Hal itu tampak dalam perkataan, perbuatan, dan kebijakan yang ia tetapkan. Karena itu, banyak kebijakan-kebijakan aneh yang terjadi pada masa pemerintahannya. Ia memerintahkan rakyatnya untuk bekerja di malam hari dan tidur di siang hari. Tahun 1005 M, ia memerintahkan pemasangan –yang zaman sekarang kita sebut- poster dan baliho di area publik yang isinya menyerukan masyarakat untuk memusuhi Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Aisyah karena menolak Ali sebagai pemimpin setelah Rasulullah wafat. Pada tahun 1010 M, ia mengganti kata “ash-shalatu khoriun minan naum” yang menurutnya adalah tradisi Sunni, menjadi “hayya ‘ala khoiril amal” (The Druze in the Midle East oleh Nissim Dana).
                                 Wilayah kekuasaan Daulah Fatimiyah di masa keemasannya.
Wilayah kekuasaan Daulah Fatimiyah di masa keemasannya.
Kezalimannya tidak hanya menindas muslim Sunni saja, ia juga melakukan hal yang tidak kalah jahat terhadap ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani). Ia memaksa umat Kristen dan Yahudi mengenakan jubah hitam dan hanya diperbolehkan menunggangi keledai sebagai kendaraan. Ia memberikan maklumat untuk menghancurkan makam suci, yang diyakini sebagai makam Yesus dalam keyakinan Nasrani. Tindakan ini merupakan salah satu penyebab utama terjadinya Perang Salib (History of The Arabsoleh Philip K. Hitti, Hal: 92).
Membaca peristiwa yang terjadi di masa pemerintahannya, mungkin al-Hakim Biamrillah layak kita sebut psikopat. Dia membangun sebuah madrasah dan sekolah, lalu memerintahkan ahli fikih dan ulama mengajar di sana. Setelah berada di sana, ia bunuh mereka semua, kemudian menghancurkan madrasah, dan menjadikan puing-puingnya sebagai kuburan mereka.
Ketika ia melihat orang-orang telah menaatinya dalam segala hal, ia mulai menyeru rakyatnya untuk menyembahnya selain Allah Ta’ala. Dakwah yang buruk dan keji ini berjalan dengan bantuan dua orang laki-laki Persia: Muhammad bin Ismail ad-Druzi dan al-Hasan bin Haidarah al-Farghani. Seruan sesat ini dimulai pada tahun 1017 M, dengan cara tertutup terlebih dahulu. Ia mempersiapkan da’i-da’i Ismailiyah di sebuah madrasah yang disebut Dar al-Hikmah. Setelah itu pemikiran ini disebarkan ke luar. Apabila namanya disebut di mimbar, maka orang-orang yang mendengarnya wajib berdiri sebagai bentuk pengagungan. Hal ini dilakukan di semua wilayah kekuasaannya termasuk dua tanah haram, Mekah dan Madinah. Untuk orang Mesir secara khusus –karena al-Hakim tinggal di sana- apabila ia berdiri, maka mereka harus bersujud. Tidak peduli mereka menjumpai al-Hakim di pasar atau tempat-tempat lainnya (Daulah Fatimiyah fi Misra oleh Ayman Fuad Sayyid Hal: 112).
Menghilangkan nyawa manusia bukanlah perkara besar bagi al-Hakim. Rakyat Mesir tidak tidur dalam keadaan nyenyak di masanya. Sebagian sejarawan mencatat bahwa ia telah membunuh 18.000 orang (Qishshatu al-Hakim Biamrillah oleh Raghib as-Sirjani). Baik dari kalangan orang-orang dekatnya, pejabat pemerintahan, maupun rakyat biasa.
Dengan sosok dan karakter yang sangat zalim ini, al-Hakim masih memiliki sisi kebaikan. Ia mengharamkan khamr dan melarang wanita ber-ikhtilath (campur-baur) dengan laki-laki di pasar. Tentu hal ini terkesan aneh. Saat ia membiarkan kezaliman yang paling besar, yakni menggangkat dirinya sebagai Tuhan selain Allah, bahkan ingin memindahkan ritual haji ke Kairo (Daulah Fatimiyah fi Misra oleh Ayman Fuad Sayyid Hal: 115), tapi ia masih memperhatikan hal-hal seperti ini.
Namun, sebagian penulis sejarah di zaman ini ada yang membela al-Hakim Biamrillah. Mereka mengakatan bahwa al-Hakim adalah raja yang baik. Dan mereka menuduh para sejarawan telah memalsukan sejarah al-Hakim Biamrillah. Tentu saja hal ini tidak benar. Sejarawan telah sepakat bahwa al-Hakim Biamrillah adalah pemimpin yang sesat dan jahat.
Akhir Hayatnya
Di tahun terakhir dalam hidupnya, al-Hakim terbiasa keluar, menyendiri di malam hari. Pergi ke atas Gunung al-Mokattam di Kairo menikmati indahnya malam di kota kuno itu. Mengetahui kebiasannya ini, orang-orang yang sudah jengah dengan kezalimannya merencanakan pembunuhannya. Di antara tokoh utama yang merencanakan pembunuhan al-Hakim adalah Thalib bin Dawwas.
Thalib memerintahkan dua orang budaknya untuk mengintai al-Hakim di malam hari. Di suatu malam, 27 Syawal 411 H bertepatan dengan 13 Febuari 1021, saat al-Hakim sedang menikmati indahnya bintang di malam itu, dua orang budak segera mengeksekusinya. Mereka menyembelihnya. Al-Hakim pun tewas.
Selama beberapa hari berikutnya, orang-orang mencarinya. Mereka tidak tahu dimana ia berada dan bagaimana keadaannya. Kemudian tersebarlah berita tentang kematiannya. Orang-orang pun bersuka cita mendengar berita tersebut. Kematiannya adalah sebuah kabar gembira bagi rakyatnya.
Kematian al-Hakim Biamrillah mengingatkan kita pada sebuah hadits Nabi :
وعَنِ أَبِى قَتَادَةَ بْنِ رِبْعِىٍّ الأَنْصَارِىِّ أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرَّ عَلَيْهِ بِجِنَازَةٍ فَقَالَ : مُسْتَرِيحٌ ، وَمُسْتَرَاحٌ مِنْهُ . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْمُسْتَرِيحُ وَالْمُسْتَرَاحُ مِنْهُ قَالَ: الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَأَذَاهَا إِلَى رَحْمَةِ اللَّهِ ، وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلاَدُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ
Dari Abu Qatadah bin Rib’i al-Anshari, dia menceritakan bahwa ada jenazah yang (dipikul) melewati Rasulullah, maka beliau bersabda, “Orang yang beristirahat, dan orang yang diistirahatkan darinya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah (maksud) orang yang beristirahat, dan orang yang diistirahatkan darinya?” Beliau menjawab, “Seorang hamba yang mukmin beristirahat dari kepayahan dan gangguan dunia menuju rahmat Allah. Sedangkan hamba yang fajir (jahat), maka banyak manusia, bumi, pepohonan, dan binatang, beristirahat darinya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Pelajaran
Kelompok Syiah Ismailiyah atau Syiah Nushairiyah memiliki kedekatan dengan orang-orang Druz. Seperti yang terjadi di Suriah. Kekufuran keduanya lebih parah dari Yahudi dan Nasrani. Dan permusuhannya terhadap Islam dan kaum muslimin pun lebih keras. Orang-orang Yahudi Israel juga terbiasa menggunakan orang-orang Druz untuk memengari kaum muslimin karena mereka tahu kebencian orang-orang Druz terhadap umat Islam begitu luar biasa.
Sumber:

– Dana, Nissim. 2003. The Druze in the Middle East: Their Faith, Leadership, Identity and Status. Eastbourne: The Druze in the Middle East: Their Faith, Leadership, Identity and Status
– Hitti, Philip K. 2008. Terj: History of The Arabs. Jakarta: Serambi.
– Sayid, Fuad Ayman. 1992. Al-Daulah al-Fathimiyah fi Misra Tafsirun Jadid. al-Dar al-Masriah al-Lubnaniyah.
– Sirjani, Raghib. Qishshatu al-Hakim Biamrillah. http://islamstory.com/ar/%D9%82%D8%B5%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%A7%D9%83%D9%85-%D8%A8%D8%A3%D9%85%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com



Thursday, April 16, 2015

Pernyataan Syaikh Muhammad Musa Alu Nasr terhadap operasi "Badai Yang Dahsyat".

قال فضيلة شيخنا العالم الرباني تلميذ الإمام الألباني -رحمه الله –
د. محمد بن موسى آل نصر
-حفظه الله وشفاه وعافاه-
بحمدالله وفضله
بدأت عاصفة الحزم
بقيادة
أبي فهد خادم الحرمين الشريفين
✅ الملك سلمان
-نصرالله به دينه وأعلى به كلمته –
وسائر إخوانه حكام المسلمين،
لم أفرح منذ عشرات السنين كفرحي بهذا الحدث الذي تعلو به كلمة الله ضد أذناب إيران المجوسية، وهذا ثمار التعاون والتناصر واستشعار الخطر المحدق ببﻻد الإسﻻم ودوله السنية
التي بدأت تتآكل أمام المد المجوسي الرافضي ليذوقوا وبال أمرهم ويدركوا أن أهل التوحيد والسنة منصورون بعون الله
وهي رسالة للرافضة في العالم أن يدركوا حجمهم ويرجعوا إلى جحورهم النتنة،
ولتدرك أمتنا أن الخطر الرافضي المجوسي أخطر من
خطر اليهود وكل الأخطار المحدقة ببﻻد اﻻسﻻم السنية.
✅ دخول هذا التحالف السني المعركة أعاد الثقة لأهل السنة بحكامهم في العالم السني كله والحرب العقدية ضد إيران المجوسية وأذنابهم لن تتوقف والتقية لم تعد تنفعهم أبدا بعد أن افتضحوا ولن تقوم لهم قائمة بإذن الله ابدا.
نصر الله دينه وأعلى كلمته وأذل الرافضة المجوس وأذنابهم في سائر أرض اﻻسﻻم.
المشاركة في جهاد الرافضة واجب شرعي ديني ﻷمن أمة الإسﻻم السنية…
لأول مرة تتعاون حكومات إسﻻمية
خليجية
شامية
مغربية
مصرية
سودانية
باكستانية
لحرب إرهاب إيران وادواتها؛ فكما استشعرت خطر
( الدواعش) الإرهابي
استشعرت خطر الإرهاب
(الإيراني)
فالإرهاب هو الإرهاب ﻻيحدده أحد ويفرضه علينا ويستثني من شاء من عمﻻئه.
لقد قلت مرارا: إن إرهاب إيران المجوسية وأذنابها من
حشد شعبي
وحزب الﻻت
والحوثي
وبشار الأسد
ﻻيقل خطرا عن إرهاب الدواعش المارقة.
اللهم أنصر دينك وكتابك وأهل السنة والتوحيد، وعليك بالرافضة المجوس والدواعش وأعداء أهل السنة في كل مكان.
آمين.
وكتبه
أبوأنس د.محمد بن موسى آل نصر
صبيحة يوم الخميس
6 جمادى الآخرة 1436هجري
الموافق 26/3/2015ميلادي
Berkata Asy Syaikh, Ulama Rabbani, murid Al Imam Al Albani rahimahullah, Syaikh DR. Muhammad Musa Alu Nasr -smg Allah senantiasa menjaga beliau, menyembuhkan dan menyehatkan beliau- :
Segala puji dan keutamaan hanya bagi Allah.
Operasi “Badai Yang Dahsyat” telah dimulai dibawah komando Abu Fahd, Sang Pelayan Dua Kota Suci, Raja Salman Abdul Aziz -smg Allah menolong agama NYA dengan perantara beliau, dan smg Allah meninggikan kalimat NYA dengan perantara beliau- bersama dg semua saudara saudara beliau dari kalangan penguasa-penguasa kaum muslimin.
Aku belum pernah merasakan kebahagiaan semenjak puluhan tahun lalu sebagaimana kebahagiannku terhadap kejadian ini yg menyebabkan tingginya kalimat Allah di dalam upaya melawan cecunguk Iran yang Majusi.
Ini merupakan buah dari kerjasama, saling menolong dan sikap waspada terhadap bahaya yang mengancam negri negri islam dan daulah ahlis sunnah yg mulai menjilat dihadapan Syiah Majusi,
Operasi ini dilancarkan agar mereka mengetahui akibat perbuatan mereka dan agar mereka tahu bahwa ahlis sunnah adalah kelompok yang akan menang dengan pertolongan Allah.
Serangan ini merupakan surat terbuka bagi syiah rafidhah di seluruh dunia agar mereka sadar bahwa mereka ini kecil dan agar mereka segera kembali masuk ke dalam lubang persembunyian mereka yang hina.
Dan agar supaya umat kita tahu bahwa bahaya syiah rafidhah itu lebih besar dari bahaya yahudi dan nasrani dan lebih besar dari setiap bahaya yang mengancam negri-negri islam.
Masuknya pasukan ahlis sunnah ke dalam kancah peperangan ini mengembalikan kepercayaan ahlis sunnah kepada para penguasa mereka.
Dan perang aqidah melawan iran serta para cecunguknya tidak akan berhenti. Taqiyyah/dusta atas nama agama tidak akan memberi manfaat lagi bagi mereka selamanya setelah mereka menelanjangi diri mereka sendiri, dan mereka tidak akan bisa bangkit lagi dengan taqiyyah ini insyaAllah.
Ikut serta dalam operasi jihad melawan syiah rafidhah adl merupakan kewajiban syar’i untuk menjaga keamanan umat islam.
Ini merupakan kali pertama terjadi kerja sama antara negri negri islam :
Negara-negara Teluk
Negri Syam/Yordania
Maroko
Mesir
Sudan
Pakistan
Untuk memerangi teroris Iran dan para cecunguknya.
Sebagaimana aku mengkhawatirkan bahayanya teroris ISIS aku juga mengkhawatirkan bahayanyateroris IRAN.
Teroris adalah teroris, tidak ada seorangpun boleh membatasinya untuk kemudian menuduhkannya kepada kita dan mengecualikannya dari orang lain sekehendak hati.
Aku telah menyatakan berkali-kali bahwa bahaya Majusi Iran serta para cecunguknya dari kalangan : Hizbul Laata (hizbullah pimpinan Hasan Nasrulllah), Syiah Houthi, Basyar Al Assad,
Mereka ini tidak kalah bahayanya dari bahaya ISIS yg sesat.
Yaa Allah tolonglah agama MU, dan kitab MU, tolonglah ahlis sunnah dan tauhid.
Yaa Allah hancurkanlah Syiah Majusi, ISIS dan musuh-musuh ahlis sunnah di semua tempat … amin.
Ditulis oleh DR. Abu Anas Muhammad Musa Alu Nasr.
Kamis 6 Jumadal Ula 1436H/ 26 Maret 2015M.
Dialih bahasakan secara bebas oleh Abul Aswad Al Bayaty

Raja Saudi dan Perang

Bismillahir rahmanir rahiim. 
Dr. Musa Alu Nashr mengungkapkan rasa suka citanya melihat Saudi memimpin pasukan koalisi ke Yaman.
Apa yg beliau rasakan, tidaklah berlebihan. Itu sesuai hikmah sejarah yg panjang.
Sejatinya, raja Saudi yg mahir perang adalah Raja Abdul Aziz, pendiri Saudi modern. Tapi perang beliau lokal, seputar Najd dan Hijaz.
Raja Faisal pun tidak trlibat perang. Tapi mendukung lewat tekanan-tekanan politik.
Yang pertama kali terlibat perang secara terbuka adalah Raja Salman, raja saat ini.
Tapi perlu dicatat, dalam 10 TAHUN terakhir, Saudi sangat aktif dalam belanja militer/senjata. Itu trjadi di era Raja Abdullah kmarin.
Saudi memutuskan belanja senjata dan memperkuat angkatan perang, belajar dari PERANG TELUK 1990-1991. Mereka waktu itu meminta perlindungan militer AS; hasilnya nombok sangat besar; sampai mengguncang ekonomi bangsa.
Persiapan perang itu sudah lama. Mengantisipasi gejolak politik regional. Bayangkan, sebelum musim Arab Springs, Saudi sudah bersiap-siap. Sampai ketika itu para pemerhati merasa heran. Kenapa belanja militer besar-besaran? Ternyata skarang ia digunakan.
Tapi unt perang itu sendiri tidak mudah. Hanya pemimpin bernyali yang mampu melakukannya. Raja Salman lah tokoh itu.
Salah seorang perwira AL Indonesia pernah berkata: “Kami siap berperang, unt mencapai perdamaian.” Kontras ya. Tapi begitulah, sebenar-benar damai sering dihasilkan lewat perang.
Maka, pernyataan ulama hadits asal Yordan, skaligus murid Al Albani rahimahullah di atas; bisa dipahami dg JELAS.
Adapun tentang kritik orang (kaum haters) terhadap perang ini…BIARKAN SAJA. Toh kalau Saudi diam saja, mereka juga akan mengkritik. Bahkan andai Saudi bersikap “antara diam dan bergerak”, mereka tetap mengkritik. Di mata mereka: “Saudi selalu salah, Iran selalu benar!” Iya tho… 
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.


Target Bom Nuklir Iran adalah ARAB SAUDI

IRAN Negara yg ngga bisa dianggap remeh ya. Walaupun memiliki Angkatan Pesawat Udara yg Kurang Mumpumi. Namun jika kita membahas tentang Teknologi Kekuatan Rudal dan Radar. Negara ini ngga bisa kita anggap remeh.

Baru Baru ini, Mereka juga udah Mempercepat Akuisisi Teknologi Pertahanan Baru dari Rusia yaitu S-300 dan juga berhasil menciptakan Rudal Soumar yg mampu menjelajahi 2.000 KM dan sangat sulit dilacak oleh Radar. Jelas dengan Kemampuan ini, Bangsa IRAN sangat sulit untuk ditembus, mereka juga Kelak akan memiliki Teknik Penyerang Nuklir Canggih dengan Sekali Serang Langsung Hancur Menghancurkan Hingga Efek Radiasi 50 Tahun.
                                            
SALAH PAHAM :
Saya banyak membaca berita di Indonesia. Yang sangat Menyukai Kemampuan IRAN akan Nuklir-nya. Apalagi setelah Amerika Serikat dan P5 + 1 Menyetujui Menandatanganinya. Orang Indonesia berharap Iran meluncurkan Rudal Nuklir Tersebut ke Israel. Inilah mengapa Israel sangat ketakutan.

Namun Pernahkah Kita berpikir. Jika Target Pertama IRAN sebenarnya Bukanlah Israel. Melainkan Arab Saudi.

ALASAN MENGAPA IRAN TEGA :
                                                 
Tahukah Anda Tentang FAKTA, Bahwa IRAN adalah Bangsa dengan Mayoritas Penduduknya Sekte Syiah.

Dan Tahukah Anda. 90% Umat Islam di Bumi ini adalah Islam Sunni. Termasuk Indonesia, Mesir, Pakistan, Yordania, Irak, dll. Kesimpulannya adalah IRAN adalah Umat Islam Minoritas di Muka Bumi ini.

Bagi Iran (Syiah) mereka menganggap bahwa diri mereka yg Paling Benar. Begitu juga dengan Sunni yang menganggap dirinya yg paling benar.

Bagi IRAN-SYIAH, Kedamaian bisa Tercapai bila SUNNI tak ada. Namun bagi SUNNI, Kedamaian bisa tercapai apabila SYIAH ngga ada. Inilah yg menyebabkan mengapa hingga saat ini. SUNNI-SYIAH hingga saat ini ngga pernah damai.

Analisi Mark Langfan :
                                                 
Mark Langfan adalah Seorang Penulis Ahli dalam Masalah Keamanan Dunia. Ia mengatakan Bom Nuclear Iran jika sudah Terproduksi, Maka ini adalah Masalah Bencana Dunia. Karena Target Iran bukan hanya Israel. Tapi Arab Saudi, Irak, Mesir, Pakistan, Yordania, Libya, Turki, Sudan, Palestina, dll-nya yg Notabene kelompok ini adalah SUNNI.


Mark Langfan juga mengatakan Selain Masalah Keyakinan. IRAN juga sangat berminat dengan menguasai Ladang Minyak yg saat ini dikuasai oleh SUNNI. Biasanya disebut dengan “Segitiga Minyak”. 

Arab Saudi Kesal kepada Amerika Serikat Menyetujui Nuklir IRAN
Di-Lansir Dari New York Time. Arab Saudi diketahui juga kesal dengan Pemerintahan Barrack Obama yg menyetujui Nuclear IRAN. Bukan Cuma Arab Saudi, TURKI juga sangat Kesal banget minta ampun banget. Bahkan Arab Saudi dan Pakistan saat ini juga sedang dikejar waktu untuk saling berbagi akses senjata nuclear.
Masalah ini Rumit dan ngga terduga :
                                              
Masalah ini bikin afrid jadi bingung dan begitu rumit. Saya ngga tahu bakalan apa yg terjadi kedepannya ya. Namun jika diyakini analisi ini. Mungkin sebaiknya beberapa Negara di Timur Tengah mesti berjaga-jaga.

Kejadiaan ngga terduga bisa saja terjadi. di Tambah SYIAH-SUNNI hingga saat ini belum pernah bersahabat. Kita tunggu lagi kelanjutan artikel ini beberapa bulan mendatang ya. Semoga ngga terjadi perang besar. GBU

Untuk Pemuja Hizbullata dan "Pedagang Gaza di Indonesia" ! Terlihat Belangnya, Syiah Hizbullata Dukung Mesir Anggap Hamas Sebagai Teroris !

Beirut (lasdipo.com) – Kelompok Syiah Hizbullata yang berbasis di Libanon mendukung keputusan pengadilan rezim Mesir di bawah tiran Jenderal Abdul Fattah As Sisi yang memvonis kelompok perjuangan Palestina, Hamas, sebagai kelompok “teroris”.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Hizbullah menyatakan bahwa keputusan pengadilan Mesir tersebut adalah langkah positif dan sejalan dengan sejarah dan status Mesir beserta rakyatnya.
Di saat bersamaan, Syiah Hizbullah dan Syiah Iran dihapus dari daftar organisasi teroris yang dibuat oleh Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat yang secara rutin dikirim ke Senat.
Organisasi politik dan militer Hizbullah di bawah pimpinan Hasan Nashrullah  selalu menampakkan diri sebagai pembela Palestina. Namun, sejak dukungannya pada rezim Basyar Al Assad di Suriah yang membunuhi ratusan ribu kaum Sunni, tampak jelas bagaimana sikapnya terhadap kaum Muslimin. Kebaikan-kebaikan yang dicitrakan selama ini hanyalah taqiyah untuk meraih simpati masyarakat. (fimadani/lasdipo)

Wednesday, April 15, 2015

Khoutsi Kalah, Pemimpin Mereka Tewas, Perang Dihentikan! ( Insya Allah )

Insya Allah berita ini benar.
16 April 2015
Alhamdulillah, berita gembira, operasi ashifah al hazm dihentikan, berdasarkan resolusi DKK PBB .
KHOUTSI ditarik dari kekuasaan, dan diembargo dari senjata, serta pemeriksaan setiap kapal yang datang ke mereka.

الحمدلله هذي دعواتنا  الف الحمد والشكر لك يالله
وانتصرنا والنصر من الله
RAJA salman memerintahkan penghentian perang segera mungkin.
Saksikan:
http://m.yemennow.net/show566509.html
هذا الخبر اروع من خبر تعليق الدراسه
قولو يارب
صحيفة سبق الإلكترونية | بالصور.. انهيار قوات الحوثيين و”صالح” وانسحاب وتراجع من المواقع: http://sabq.org/sa4gde
صحيفة سبق الإلكترونية | “عاصفة الحزم” الدبلوماسية تنتصر للشعب اليمني بقرار “الأمن الدولي” – http://sabq.org/4a4gde
صحيفة سبق الإلكترونية | محمد بن سلمان ينجح في الملف الروسي – http://sabq.org/AZ3gde

Tuesday, April 14, 2015

Singapura Perlakukan Syi'ah dan Ahmadiyah Bukan Bagian dari Islam ( sama dengan Malaysia dan Brunei ).Kapan di Indonesia ?

                                               
Syi’ah dan Ahmadiyah di negeri Singapura diberi satu bangunan tempat ibadah khusus. Mereka dilarang mendirikan rumah ibadah lain atau berdakwah diluar bangunan tersebut. Penganutnya juga tidak disebut sebagai Muslim. Negara dan masyarakat menyebut mereka sebagai Syi’ah atau Ahmadiyah. Yang menarik, seperti dikutip dari situslasdipo.com, di tempat ibadah milik Syi’ah penganutnya tidak menyelenggarakan “sholat” Jum’at. Untuk ibadah harian, mereka hanya melaksanakan “sholat” subuh, zuhur dan magrib. Sebagaimana dilansir gensyiah. Di Singapura, Syi’ah betul-betul menampakkan perbedaanya dengan Islam. Sehingga kaum muslimin tidak mudah tertipu. Berbeda dengan Syi’ah di Indonesia. Mereka secara terang-terangan menjalankan ritual ajaran syi’ah mengatas namakan Islam atau Ahlul Bait. Andaikan mereka tidak buka-bukaan, tentu kaum muslimin di Indonesia tidak mudah dikelabui. 

Ulama Syiah Benci Pada Negara Malaysia. Indonesia Mesti Mencohtoh Sikap Malaysia Terhadap Agama Syiah
               
              
Jalaluddin as-Shagir, seorang bekas anggota parlimen dalam Majlis Tertinggi Islam Iraq meluahkan rasa kekesalan & kekecewaannya terhadap Malaysia kerana tegas melarang dan mengkafirkan syiah. # Maju terus Malaysia untuk memerangi agama Syi’ah Rofidhoh…!!

Beginilah Cara Kotor Iran Yang MeMake-up Bocah Gadis Jadi ‘Korban Serangan Saudi’

                                   
Sebuah foto tersebar di situs jejaring sosial dimana menunjukkan seorang ahli tata rias Iran menyesatkan media dan opini publik, dengan melakukan rias seolah-olah wajah seorang gadis tak berdosa terluka dan mengalami pendarahan.

Ia kemudian difoto dengan posisi tergeletak di tanah dan bersimbah darah seperti korban perang di Yaman. Hal ini dianggap sebagai eksploitasi publik yang menyesatkan dan menyerang para prajurit dalam sekutu di bawah Arab Saudi dalam operasi “Badai Penghancur” untuk menyerang milisi Hutsiyin.

Si pembuat foto kemudian menyebarkan foto tersebut di banyak akun media sosial untuk membuat mental para prajurit jatuh karena merasa bersalah.

Dikutip dari 3alyoum.com, sebagian orang berpendapat bahwa foto-foto itu dibuat untuk mengokohkan posisi Syiah Hutsi untuk menguasai Yaman.