Sunday, March 27, 2016

Beberapa Strategi Syiah Sebelum Mengkudeta Sebuah Negara


Beberapa strategi Syiah sebelum mengkudeta sebuah negara

Haikal Hassan, pemerhati perkembangan kelompok Syiah dunia, dalam kultwitnya membongkar cara-cara yang dilakukan Syiah dalam mengkudeta sebuah negara atau pemerintahan yang sah. Hal ini diketahui setelah Haikal mengumpulkan informasi tentang gerakan Syiah di Indonesia serta melakukan studi komparasi dengan beberapa negara yang telah menjadi Syiah.
Negara-negara itu adalah Irak, Lebanon, Mesir, Suriah, dan Yaman. Pola Syiah sama di semua negara di atas dan termasuk Indonesia.
Berikut beberapa strategi yang diungkap oleh Haikal:
1. Syiah memulai dari pendidikan, yayasan, peringatan, lalu masuk kejajaran pemerintahan, partai, kabinet dan berakhir pada kudeta.
2. Melakukan pemutarbalikkan fakta sejarah melalui buku-buku dan kebohongan berita melalui sosial media & web.
3.Melakukan proses rekrutmen untuk menjadi Syiah melalui peringatan/pengajian. Polanya adalah cinta Nabi dan Ahlul Bait. Sebuah cara tepat yang pasti diterima.
4. Cinta Nabi & Ahlul Bait adalah WAJIB bagi semua Muslim. Tidak ada yang menolak. Kufur-lah org yg menolak hal ini. Inilah yang dijadikan pintu masuk.
5. Hal ini terus digaungkan ditambah dengan bumbu cerita kisah karbala yang telah menewaskan cucu-cucu Nabi. Kesedihan dibangun, asyura diagungkan, karbala disucikan.
6. Ketika emosional telah terbangun, maka kontranya adalah pelampiasan kebencian yang ditujukan kepada sahabat Nabi yang beda pendapat dengan Ali [Radhiyallahu ‘Anhu].
7. Maka aplikasi kebencian itu terejewantahkan kepada Sunni yang telah berabad-abad tak bisa berdamai dengan Syiah. Ironi! Salah langkah. Gagal paham.
8. Proses itulah yang tengah terjadi di Indonesia. Dengan pola yang sama di beberapa negara tersebut di atas, persis tengah terjadi di NKRI. Mengerikan!
9. Kerjasama antara universitas-universitas dengan Iran makin gencar. Ini dulu juga terjadi di Negara-negara yang porakporanda dan kemudian menjadi negara berbasis Syiah.
10. Sejak 10 tahun lalu, yayasan-yayasan dan penerbit Syiah bermunculan. Ini dulu juga terjadi di negara yang porakporanda dan menjadi syiah.
11. Sejak 5 tahun terakhir, ramai mahasiswa Indonesia yang digratiskan untuk kuliah di Iran. Ini dulu juga terjadi di negara-negara yang porakporanda dan menjadi Syiah.
12. Sejak awal kabinet ini, langkah dan gerak Syiah terlihat begitu massive, gencar dan terstruktur. Tugas ulama sebagai benteng NKRI makin berat.
Terakhir dalam kultwit di twitter, Haikal Hassan menyerukan kepada elemen bangsa untuk bersatu dalam mengkanter keberadaan Syiah di Indonesia.
(ameera/arrahmah.com)