Saturday, May 30, 2015

Setelah Mengundang Kemarahan Umat Islam, Yayasan Paramadina "Cuci Tangan" Website Madinaonline.Id

Madinaonline Bukan Lagi Bagian dari Yayasan Paramadina

zindiq Paramadina [Madrasah Orientalis Atau Yahudi Gaya Baru] Oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
http://lamurkha.blogspot.com/2014/09/zindiq-paramadina-madrasah-orientalis.html ]

Mulai hari ini, website http://www.madinaonline.id bukan lagi bagian dari Yayasan Paramadina.
Ini dilakukan karena muatan website ini ternyata mengundang kemarahan kelompok-kelompok Islam puritan yang menekan pengurus Yayasan Paramadina.
Rangkaian tulisan yang dipersoalkan adalah artikel-artikel mengenai pernikahan beda agama. Selama beberapa hari, redaksi Madina memang menampilkan isu pernikahan beda agama setelah terjadinya pemukulan dan pemaksaan bersyahadat terhadap mempelai beragama Kristen yang menikahi wanita muslim awal Mei lalu di Jakarta (Mempelai itu Dipaksa Bersyahadat di Hari Pernikahannya).
Setelah kami memberitakan aksi kekerasan dan pemaksaan itu. Kami menurunkan tulisan tentang penjelasan fikih mengenai pernikahan beda agama (Fikih Nikah Beda Agama) dan (Fikih Pernikahan Muslimah dengan Pria Non-Muslim) serta wawancara tentang legalitas pernikahan beda agama di Indonesia (Ahmad Nurcholish: Nikah Beda Agama di Luar KUA Sah).
Redaksi Madina menurunkan rangkaian tulisan itu bukan untuk mendorong pembaca melakukan pernikahan beda agama. Ada setidaknya tiga alasan mengapa rangkaian artikel tersebut disajikan:
Pertama, redaksi Madina berkewajiban memberitakan aksi kekerasan berupa pemukulan dan pemaksaan bersyahadat. Media massa memang hadir untuk menyampaikan pada publik bukan hanya hal yang menyenangkan tapi mengenai berbagai ancaman dan kejahatan di lingkungannya.
Sebagaimana tagline yang kami gunakan, Madina hadir untuk membangun masyarakat yang damai,  terbuka, dan tercerahkan.  Aksi pemukulan karena perbedaan keyakinan apalagi pemaksaan agar orang pindah agama adalah kejahatan kemanusiaan yang harus diberitakan.
Kedua, redaksi Madina perlu menyampaikan pada publik tentang keberagaman cara pandang dalam fikih Islam sendiri mengenai pernikahan beda agama. Dengan kata lain, redaksi ingin menyampaikan bahwa tidak ada tafsiran tunggal tentang pernikahan beda agama. Memang benar ada cukup banyak  ulama di Indonesia saat ini percaya bahwa pernikahan beda agama adalah tindakan haram, namun itu tak menutup kenyataan bahwa ada pula tafsir otoritatif dalam dunia Islam yang menghalalkannya. Sebagai sebuah media yang berupaya mencerahkan umat, Madina wajib menjelaskan duduk perkara ini.
Ketiga, redaksi Madina juga perlu menyampaikan pada publik pandangan tentang apakah di Indonesia, pernikahan beda agama dapat dibenarkan secara hukum. Dalam wawancara dengan aktivis muslim yang berulangkali membantu pernikahan beda agama, Ahmad Nurcholish, terungkap bahwa pernikahan beda agama dapat dilakukan secara sah di Indonesia dan Kantor Catatan Sipil wajib untuk memberi pelayanan administratif terhadap pernikahan bercorak itu.
Rangkaian tulisan itu ternyata mendapat sambutan positif. Pada saat tulisan ini dibuat, wawancara dengan Ahmad Nurcholish sudah dibaca lebih dari 21 ribu pengunjung.
Namun di sisi lain, rangkaian tulisan ini juga membuat marah sebagian kelompok masyarakat yang tidak dapat menerima fakta adanya keberagaman dalam Islam. Alih-alih menghubungi redaksi Madina, mereka justru menekan Yayasan Paramadina untuk menghentikan rangkaian tulisan tersebut.www.kliksatu.com
Beberapa hari yang lalu, Ketua Yayasan Paramadina Didik J Rachbini memerintahkan redaksi untuk mencabut rangkaian tulisan tentang pernikahan beda agama. Didik juga memerintahkan agar redaksi tidak lagi mengangkat tulisan semacam itu di masa depan.
Kami menghargai keputusan tersebut, namun sebagai jurnalis kami tidak akan mungkin menjalankan perintah itu. Redaksi hanya akan mencabut sebuah tulisan dan kalau perlu meminta maaf kalau ada yang salah dengan sebuah tulisan atau bila tulisan tersebut merugikan masyarakat luas. Rangkaian tulisan tentang pernikahan beda agama tersebut justru menyajikan informasi yang benar, sehingga tak ada alasan sedikit pun untuk mencabutnya.
Karena Ketua Yayasan tetap berkeras, jalan keluar yang paling logis adalah websitemadinaonline.id keluar dari Yayasan Paramadina.
Dengan kata lain, mulai saat ini, isi website Madina sama sekali tak memiliki keterkaitan dengan Yayasan Paramadina.
Kami merasa wajib melanjutkan Madina dengan format yang sama karena, kami percaya, kami sedang terus memperjuangkan apa yang dahulu diamanatkan oleh pendiri Paramadina, Nurcholish Madjid (alm.). Nurcholish Madjid sampai akhir hayatnya memperjuangkan Islam yang terbuka, inklusif, menghargai keberagaman, damai, dan membawa rahmat bagi sekalian alam. Karena posisinya itu, ia terus mengalami hujatan, fitnah, dibenci, dan diserang oleh mereka yang berseberangan dengannya. Tapi sampai akhir hayatnya, tak sedikit pun ia mundur dari komitmennya.
Madina akan terus mempertahankan amanat Nurcholish Madjid karena kami percaya Islam hanya akan hidup bila umat Islam tak membiarkan perintah Allah yang luhur dibajak oleh mereka yang berpikiran tertutup, eksklusif, membenci keberagaman, menyukai kekerasan dan membawa bencana bagi dunia.
Itulah jihad kami. Semoga Allah melindungi kita semua.

Artikel terkait :




Friday, May 29, 2015

10 Tahun Aisyah Bersama Rasul

padang pasir pohon matahari
Jumat 10 Syaaban 1436 / 29 Mei 2015 20:01
SEORANG  gadis kecil periang berumur sembilan tahun sedang gembira bermain-main dengan teman-temannya. Rambutnya awut awutan dan mukanya kotor karena debu. Tiba-tiba beberapa orang yang sudah agak tua muncul dari sebuah rumah di dekat situ dan datang ke tempat anak-anak tadi bermain-main. Mereka lalu membawa anak gadis itu pulang, memberinya pakaian yang rapi, dan malam itu juga, gadis itu dinikahkan dengan laki-laki paling agung di antara manusia, Nabi ummat Islam. Suatu penghormatan paling unik yang pernah diterima seorang wanita. Aisyah adalah salah seorang putri tersayang Sayidina Abu Bakar ra, sahabat Nabi yang setia, yang kemudian menggantikan Nabi sebagai Khalifah Islam yang pertama.
Aisyah r.ha. lahir di Mekkah 614 Masehi, delapan tahun sebelum permulaan zaman Hijrah. Orangtuanya sudah memeluk agama Islam. Sejak mulai kecil anak gadis itu telah dididik sesuai dengan tradisi paling mulia – agama Islam – dan dengan sempurna dipersiapkan dan diberinya hak penuh untuk kemudian menduduki tempat yang mulia. Ia menjadi istri Nabi selama sepuluh tahun. Masih muda sewaktu dinikahkan dengan Nabi, tetapi ia memiliki kemampuan sangat baik sehingga dapat menyesuaikan diri dengan tugas barunya. Kehadirannya membuktikan bahwa ia seorang yang cerdas dan setia, dan sebagai istri, sangat mencintai tokoh dermawan paling besar bagi umat manusia.
Di seluruh dunia, ia diakui sebagai pembawa riwayat paling otentik bagi ajaran Islam seperti apa yang telah disunahkan oleh suaminya. Ia di anugerahi ingatan yang sangat tajam, dan mampu mengingat segala pertanyaan yang diajukan para tamu wanita kepada Nabi, serta juga mengingat segenap jawaban yang diberikan oleh Nabi. Diingatnya secara sempurna semua yang disampaikan Nabi kepada para delegasi dan jemaah di masjid. Karena kamar Aisyah itu bersebelahan dengan masjid, dengan cermat dan tekun ia mendengarkan dakwah, ta’lim, dan mudzakarah Nabi dengan para sahabat dan orang-orang lain. Ia mengajukan juga pertanyaan-pertanyaan kepada Nabi tentang soal-soal yang sulit dan rumit sehubungan dengan ajaran agama Islam. Hal-hal inilah yang menyebabkan ia menjadi ilmuwan dan periwayat yang paling besar dan paling otentik bagi sunnah Nabi dan ajaran Islam.
Aisyah tidak ditakdirkan hidup bersama-sama dengan Nabi untuk waktu yang lama. Pernikahannya itu berlangsung hanya sepuluh tahun saja. Tahun 11 Hijrah, 632 Masehi, Nabi wafat dan dimakamkan di kamar yang dihuni Aisyah. Nabi digantikan oleh seorang sahabat yang setia, Abu Bakar ra, sebagai khalifah islam yang pertama. Aisyah terus menduduki urutan pertama, dan setelah Fathima rha. meninggai dunia di tahun 11 Hijrah, Aisyah dianggap sebagai wanita yang paling penting di dunia Islam. Tetapi ayahnya, Abu Bakar, tidak berumur panjang. Ia meninggal dunia dua setengah tahun setelah wafat Nabi. Selama kekuasaan Umar al-Faruq, khalifah yang kedua, Aisyah menduduki posisi sebagai ibu utama di seluruh daerah-daerah Islam yang secara cepat makin meluas. Orang datang untuk meminta nasihat-nasihatnya yang bijaksana tentang segala hal yang penting. Umar terbunuh dan kemudian Khalifah Usman.
Dua peristiwa kesyahidan tersebut telah mengguncangkan sendi-sendi Islam, dan menjurus kepada perpecahan yang tragis di kalangan umat Islam. Keadaan itu sangat merugikan agama yang sedang menyebar luas dan berkembang dengan cepat, yang pada waktu itu telah menjalar sampai ke batas pegunungan Atlas di sebelah Barat, dan ke puncak-puncak Hindu Kush di sebelah Timur. Aisyah tidak dapat tinggal diam sebagai penonton dalam menghadapi oknum-oknum pemecah-belah itu. Dengan sepenuh hati ia membela mereka yang menuntut balas atas kesyahidan khalifah yang ketiga.
Di dalam Perang Unta, suatu pertempuran melawan Ali, khalifah yang keempat, pasukan Aisyah kalah dan ia terus mundur ke Madinah di bawah perlindungan pengawal yang diberikan oleh putra khalifah sendiri. Beberapa orang sejarawan yang menaruh minat terhadap peristiwa itu, baik yang Muslim maupun yang bukan, memberikan kritik kepada Aisyah dalam pertempuran melawan Ali. Tetapi tidak seorang pun yang meragukan kesungguhan hati dan keyakinan Aisyah untuk menuntut balas bagi darah Usman.
Aisyah menyaksikan berbagai perubahan yang dialami oleh Islam selama tiga puluh tahun kekuasaan khalifah yang saleh. Ia meninggal dunia tahun 678 Masehi. Ketika itu kekuasaan berada di tangan Muawiyah. Penguasa ini amat takut kepada Aisyah dengan kritik-kritiknya yang pedas berkenaan dengan negara Islam yang secara politis sedang berubah itu. Ibu Utama agama Islam ini terkenal dengan bermacam ragam sifatnya kesalehannya, umurnya, kebijaksanaannya, kesederhanaannya, kemurahan hatinya, dan kesungguhan hatinya untuk menjaga kemurnian riwayat sunnah Nabi. Kesederhanaan dan kesopanannya segera menjadi obor penyuluh bagi wanita Islam sejak waktu itu juga. Ia menghuni ruangan yang berukuran kurang dari 12 X 12 kaki bersama-sama dengan Nabi. Ruangan itu beratap rendah, terbuat dari batang dan daun kurma, diplester dengan lumpur. Pintunya cuma satu, itu pun tanpa daun pintu, dan hanya ditutup dengan secarik kain yang digantungkan di atasnya.
Selama masa hidup Nabi, jarang Aisyah tidak kekurangan makan. Pada malam hari ketika Nabi mengembuskan napasnya yang tera khir, Aisyah tidak mempunyai minyak Waktu Khalifah Umar berkuasa, istri dan beberapa sahabat Nabi mendapatkan tunjangan yang cukup besar tiap bulannya. Aisyah jarang menahan uang atau pemberian yang diterimanya sampai keesokan harinya, karena semuanya itu segera dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya. Pada suatu hari di bulan Ramadhan, waktu Abdullah ibn Zubair menyerahkan sekantung uang sejumlah satu lakh dirham, Aisyah membagikan uang itu sebelum waktu berbuka puasa.
Aisyah pada zamannya terkenal sebagai orator. Pengabdiannya kepada masyarakat, dan usahanya untuk mengembangkan pengetahuan orang tentang sunnah dan fiqh, tidak ada tandingannya di dalam catatan sejarah Islam. Jika orang menemukan persoalan mengenai sunnah dan fiqh yang sukar untuk dipecahkan, soal itu akhirnya dibawa kepada Aisyah, dan kata-kata Aisyah menjadi keputusan terakhir. Kecuali Ali, Abdullah ibn Abbas dengan Abdullah ibn Umar, Aisyah juga termasuk kelompok intelektual di tahun-tahun pertama Islam.
Ibu Agung Agama Islam ini mengembuskan napas yang terakhir 17 Ramadhan, 58 Hijriah (13 Juli, 678 Masehi). Kematiannya menimbulkan rasa duka terutama di Madinah dan di seluruh dunia Islam. Aisyah rha. bersama Khadijah rha. dan Fathima az-Zahra r.ha. dianggap sebagai wanita yang paling menonjol di kalangan wanita Islam. Kebanyakan para ulama menempatkan Fathimah rha. di tangga teratas, diikuti oleh Khadijah rha, dengan Aisyah rha sebagai yang terakhir.
Tapi ulama ibn Hazim malah menempatkan Aisyah rha. nomor dua sesudah Nabi Muhammad SAW, di atas semua istri, sahabat, dan rekan-rekannya. Menurut Allama ibn Taimiya, Fatimahlah yang berada di tempat teratas, karena ia anak tersayang Nabi, Khadijah itu agung karena dialah orang pertama yang memeluk agama Islam. Tetapi, tidak seorang pun yang menandingi Aisyah mengenai peranannya dalam menyebarluaskan ajaran Nabi. [dunia islam]



Khamene’i Bersekongkol dalam ledakkan Masjid Sunni Di Iran Juga Perusak negeri Yaman !

Kolumnis dan juga pemimpin redaksi surat kabar “The Mesir” Gamal Sultan mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersekongkol untuk meledakkan masjid Sunni di Iran.
Sebuah ledakan yang terjadi di masjid ahlu sunah di daerah Qatif Qudayh, meninggalkan puluhan korban tewas dan luka-luka.
Kantor berita Fars (media resmi Negara Iran) menyatakan bahwa Iran Mossad bertanggungjawab atas ledakkan masjid Sunni tersebut.
Dalam sebuah akun tweet Twitternya, Gamal Sultan Mengomentari berita yang diterbitkan oleh Kantor berita Fars dengan mengatakan: “Khamenei bersekongkol dan berencana untuk meledakkan masjid ahlu sunnah.”
Sebelum ledakan terakhir yang terjadi di Arab Saudi, pejabat Iran mengeluarkan sejumlah ancaman dalam menanggapi Kerajaan Arab Saudi yang berperang melawan Syi’ah Hautsi yang didukung oleh Teheran di Yaman.
Iran Akan Tambah Jumlah Milisi Syiah Hizbullah Dan “Qods Force” di Yaman [ Syiah Laknatullah]

Surat kabar khusus mengenai isu-isu keamanan nasional Amerika Serikat, Free Beacon, menyatakan bahwa pemerintah Teheran berencana mengirimkan lebih banyak pasukan Garda Revolusi Iran dan milisi Syiah ke Yaman, untuk membantu kelompok pemberontak mengontrol negara tersebut.
Seperti dilansir Free Beacon dari laporan yang baru-baru ini dirilis intelijen AS menyebut bahwa Iran berencana mengirimkan pasukan khusus “Qods Force” dan kelompok Syiah Hizbullah Lebanon, untuk pergi ke Yaman membantu pemberontak Syiah Houthi menghadapi koalisi regional Arab.
Dalam laporan tersebut, intelijen AS memperkirakan jumlah pejuang Iran dan Syiah Irak yang saat ini membantu pemberontak Syiah Houthi di Yaman mencapai lima ribu orang.
Hal senada juga pernah dilontarkan Brigadir Qaana Ismail, wakil komandan “Qods Force”, yang mengakui adanya pasukan Garda Revolusi Iran di Yaman, untuk melatih pemberontak Syiah Houthi.
Menurut data resmi yang diterbitkan WHO, tercatat lebih dari 2 ribu orang tewas dan 6 ribu lainnya sejak memanasnya konflik politik di Yaman pada akhir Januari lalu. (Alarabiya/Ram)




Di Irak "Labbayka ya Allah " ( Ahlus Sunnah/Muslim ) VS "Labbayka ya Hussein" ( Syiah )

Menhan AS Ashton Carter : Irak Akan Jatuh ke Kubangan Perang Sunni-Syi'ah

Departemen Pertahanan telah mengkritik nama sandi yang diberikan operasi militer merebut kembali provinsi Anbar dari Daulah Islam (IS), kata  juru bicara Kolonel Steven Warren,  Jum'at, 29/5/2015.
"Kunci kemenangan Irak bila bersatu, dan menghindari dari dari perpecahan sektarian," kata Warren. Nampaknya Irak akan terjerumus ke dalam konflik antara Sunni-Syi'ah yang semakin dalam. Irak sudah jatuh ke tangan Syi'ah dan dibawah telapak rezim Syi'ah. Nampak dalam operasi militer mengambil alih kembali Anbar, di mana Irak menggunakan sepenuhnya  milisi Syi'ah.
Semengara itu, operasi membebaskan Anbar dengna nama sandi , "Labbayka ya Hussein" (Kami siap berjuang demi anda, Hussein"), mengacu pada cucu Nabi Muhammad, salah satu imam yang paling dihormati dikalangan Syi'ah.
Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengkritik pasukan Irak atas kekalahan mereka di Ramadi, mengatakan mereka tidak memiliki kemauan  melawan pejuang ISIS, yang menyebabkan kejatuhan kota Ramadi.
Pernyataan Carter yang banyak dikritik oleh para pejabat Irak, termasuk Perdana Menteri Haider Al-Abadi.
Warren mengatakan pasukan Irak, bukan jumlahnya yang  sedikit saat melawan  pejuang ISIS, tetapi mereka memilih  menarik diri. "Dalam hal ini Ramadi, memperlihatkan moral yang sangat rendah dari tentara Irak, dan ada masalah dengan struktur komando," katanya kepada wartawan, Selasa.
"Beberapa faktor yang mengakibatkan jatuhnya Ramadi sudah tidak adanya keinginan berperang melawan ISIS dari pasukan Irak, dan  taktik ISIS  yang sangat canggih dengan menggunakan senjata yang terbatas. Ini kekalahan yang memalukan," Warren menambahkan, menggunakan akronim lain untuk ISIS .
Warren menggambarkan langkah itu sebagai sebuah "proses menyatukan" kekuatan pasukan Irak dan milisi Syi'ah yang sudah sangat tidak efektif, karena sudah tidak adanya saling percaya diantara mereka, dan akhirnya kana menghancurkan pasukan Irak, dan ini hanya menghancurkannya.

Menlu UEA: Pemerintah Damaskus Dan Baghdad Penyebab Lahirnya Teroris


Menteri Luar Negeri UEA, Abdullah bin Zayed Al Nahyan, menegaskan bahwa untuk menghilangkan aksi terorisme tidak akan dapat dilakukan kecuali mengatasi penyebab yang menjadi akar masalah ditempat tersebut, mengacu kepada pemerintah Damaskus dan Baghdad yang dinilai sebagai penyebab konflik sekterian di dua negara tersebut.
Pernyataan ini dilontarkan Menlu Abdullah bin Zayed Al Nahyan dalam konferensi pers bersama di ibukota Moskow pada Kamis (28/05) malam, setelah sebelumnya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.
“Kegagalan untuk mengatasi penyebab lahirnya terorisme akan menyebabkan lahirnya organisasi teroris baru, bahkan jika kita dapat menghilangkan Negara Islam, Al Qaeda, ataupun lainnya,” ujar Menlu Abdullah bin Zayed Al Nahyan.
Menurutnya, penindasan dan sikap diskriminatif pemerintah Damaskus dan Baghdad terhadap rakyat mereka menjadi sebab terjadinya perang sekterian yang kini melanda kedua negara tersebut.
Sementara itu menanggapi kemungkinan kerjasama pemerintah Uni Emirat Arab dengan pemerintah Suriah dalam menghadapi terorisme, Menlu Abdullah bin Zayed Al Nahyan menekankan bahwa mustahil untuk berkerjasama dengan pemerintah yang telah menzholimi rakyatnya.

Memahami Sepak Terjang Amerika di Kawasan Timur Tengah


Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menggambarkan jatuhnya wilayah Iraq yang sangat strategis ke tangan Daulah Islam/Islamic State (IS) sebagai kemunduran taktis, dan dia bertekad akan terus berperang melawan kelompok jihad itu.
“Saya tidak berpikir kita kehilangan,” kata Obama dalam sebuah wawancara dengan majalah berita Atlantic, sehari setelah kota Ramadi yang berada di Provinsi Anbar Iraq jatuh ke tangan IS, pada Kamis (21/5/2015).
“Tidak diragukan lagi ada kemunduran taktis, meskipun sebelumnya Ramadi sudah rentan dalam waktu yang sangat lama,” tambahnya.
Sejak bulan Agustus 2014 atas perintah Obama, koalisi salibis internasional pimpinan AS telah melakukan lebih dari 6.000 serangan udara di Iraq dan Suriah, dengan tujuan meminimalkan kekuatan IS, dan menolak kembali pasukan tempur ke Iraq, setelah perang brutal selama invasi militer yang bertujuan menggulingkan Saddam Hussein.
Tapi kekalahan di Ramadi telah menjadi pertanyaan serius terkait strategi AS dan kredibilitas pemerintah Syi’ah Shofawi Iraq. Obama menyalahkan rezim Syi’ah Shofawi, dan kurangnya pelatihan dan penguatan pasukan keamanan Iraq sendiri. “Mereka memiliki kelemahan yang dasarnya selama satu tahun tanpa bala yang cukup”, tambahnya.
“Tapi itu indikasi bahwa pelatihan pasukan keamanan Iraq yang menjadi, benteng, sistem perintah-dan-kontrol tidak berlangsung cukup cepat di Anbar, di bagian wilayah Sunni negara”, tegasnya. Ramadi adalah jantung kelompok Sunni Iraq, dan wilayah sangat dekat dengan ibukota Baghdad.
Bahkan, serangan kekuatan udara AS yang berkelanjutan ternyata diragukan banyak pengamat, dan mereka skeptis tentara Syi’ah Shofawi Iraq dapat memenangkan perang melawan IS yang sangat terlatih dan moralitas yang sangat tinggi.
Kedua, Washington dan Baghdad mulai menggunakan paramiliter dari milisi Syi’ah ‘Sya’ab’ yang langsung mendapatkan bantuan dari Negara Syi’ah Iran. Dengan berbagai jenis senjata, dan bahkan Amerika sudah mengirimkan 1.000 rudal anti tank.
Amerika telah mendorong pemerintah pusat Iraq melakukan pendekatan kepada suku-suku Sunni di provinsi Anbar Ramadi, meskipun pemerintah Syi’ah Iraq yang dipimpin PM Syi’ah Iraq Haidar al-Abadi enggan untuk melakukan pendekatan kepada kelompok Sunni.
Sekarang kelompok suku-suku Sunni di Iraq lebih memilih bergabung dengan Daulah Islam, dibandingkan harus bergabung pemerintahan Syi’ah Iraq yang didukung Iran dan milisi Syi’ah yang sudah menghancurkan mereka, di mana pemerintahan Syi’ah Iraq telah berkomplot dengan Amerika dan Iran, menghancurkan Iraq.
Amerika menghancurkan secara total golongan Sunni di Iraq, dan mendudukan rezim Syi’ah di Iraq yang dipimpin oleh Nuri al-Maliki dan digantikan al-Abadi. Jatuhnya Saddam Husien hanyalah skenario menghancurkan Sunni Iraq, yang menjadi ancaman Zionis-Israel.
Sekarang Amerika Serikat berkomplot dengan Iran, dan mendukung pembangunan nuklir Iran, yang menjadi ancaman negara-negara Arab Teluk. Iran dan Syi’ah ingin menguasai dan mendominasi seluruh kawasan Timur Tengah, dan melakukan Syi’ahisasi.
Kemudian, sesudah Arab Saudi menyerang Syi’ah Houthi Yaman, sekarang Amerika menggiring negara Arab Teluk ke Camp David, agar mereka tidak meninggalkan Amerika. Taktik Amerika Serikat itu, hanya sebuah tipuan yang bertujuan ingin tetap melemahkan negara-negara Arab dan tetap bergantung kepada Amerika yang menjadi kaki tangan Zionis. Wallahu a’lam.. [Muhajir/DINews]

Hasil poling jajak pendapat tentang kemenangan daulah Islamiyah


Foto Nanda Ayu.

Hasil poling jajak pendapat yg disiarkan TV Al Jazeera secara live :
Apakah anda mendukung kemenangan IS di Suriah dan Iraq ? 81% / 43.375 orang mengatakan ya !

Penghinaan Syi’ah Terhadap Al-Hasan bin ‘Ali

lagi lagi…..

Penghinaan demi penghinaan, pelecehan demi pelecehan terus mereka lontarkan kepada Rasulullah dan para shahabatnya, termasuk didalamnya Ahlul bait tercinta seperti Fathimah dan lainnya. Kali ini, giliran Al-Hasan bin Ali yang dijuluki Rasulullah sebagai pemimpin pemuda ahlil jannah yang mendapatkan ‘jatah’. Salah seorang ulama’ terkenal mereka bernama Al-Kisysyi dalam kitabnya Rijalul Kisysyi hal.103 berceloteh:
“Sesungguhnya Al-Hasan bin ‘Ali telah menghinakan kaum mukminin, karena ia mau memba’iat Mu’awiyah.”

Subhanallah, Al-Hasan disebut seorang yang membuat hina kaum mukminin hanya karena alasan mau membai’at shahabat Mu’awiyah radhiallahu ‘anhum wa ardhahum.
Kalau mereka sadar, justru disitulah letak keistimewaan Al-Hasan, dan disitu pulalah letak benarnya berita yang disebutkan Rasulullah dalam sabdanya: “Anakku ini adalah pemimpin, Semoga Allah mendamaikan melalui dia (Al-Hasan) dua kelompok besar muslimin .” Maksudnya adalah Ali dan Pasukannya beserta Mu’awiyah dan pasukannya.
Terbukti dengan sikap beliau ini kaum muslimin yang ketika itu dalam keadaan menyedihkan menjadi satu diatas satu pemimpin, tidak ada lagi pertumpahan darah dan saling membenci antara mereka. Sehingga tahun itu disebut ‘amul jama’ah (tahun persatuan).
Maka dari sini kita tahu kebathilan ucapan Al-Kisysyi, salah seorang ulama’ syi’ah tersebut. Karena justru dengan perbuatan Al-Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhu umat islam menjadi jaya dan mulia kembali.
Saudaraku, saya menyebutkan hal ini semata-mata -insya Allah- karena menginginkan kebaikan untuk kaum muslimin yang belum atau tidak memahami hakekat sebenarnya ajaran syi’ah.
Terserahlah saya mau dibilang apa, namun yang saya sebutkan diatas adalah bersumber dari kitab-kitab ulama syi’ah sendiri. wallahu a’lam


Syiah Mengaku Syiah Menusuk Hasan

Syiah Mengaku Syiah Menusuk Hasan

Media Propaganda Syiah Rafidhah al-Majusi mengakui bahwa Syiah Kufah Irak Menjarah dan Menusuk Paha Hasan Radhiyallahu ‘anhu. 

Setelah syahadah Imam Ali as, pengikut Syiah di Kufah membaiat Imam Hasan as, anak Imam Ali as dan memilihnya sebagai khalifah, pengganti ayahnya. Imam Hasan as mengirim 12 ribu pasukan yang dipimpin oleh Qais bin Saad untuk memerangi Muawiyah dan beliau sendiri pergi ke kota Madain.

Sebelum terjadi perang terhembus isu kematian Qais bin Saad yang membuat pasukan Imam Hasan as tidak solid lagi. Sebagian pada waktu itu sampai berani menjarah bendera Imam Hasan dan yang lain menusuk paha beliau dengan pisau. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan Imam Hasan as dan melanjutkan perang tidak ada gunanya dengan pasukan yang rendah semangatnya.

Oleh karenanya, Imam Hasan as menulis surat kepada Muawiyah yang berujung pada perundingan. Pada tanggal 26 Rabiul Awal perundingan terjadi yang hasilnya Imam Hasan as harus mengundurkan diri dari kursi kekhalifahan dengan syarat, pasca pemerintahan Muawiyah, ia tidak berhak menunjuk anaknya sebagai penggantinya. Syarat lainnya adalah Muawiyah tidak menjelek-jelekkan Imam Ali as.

Sekalipun batin Imam Hasan as tidak menerima hasil perundingan itu, kondisi yang ada memaksanya menerima itu. Akhirnya setelah lewat lima setengah bulan dari pengunduran dirinya dari kursi kekhalifahan, Imam Hasan as dan keluarganya pergi ke Madinah.

 Syiah di Kufah membaiat Imam Hasan as, pasukan Imam Hasan as tidak solid lagi. Sebagian pada waktu itu sampai berani menjarah bendera Imam Hasan dan yang lain menusuk paha beliau dengan pisau.

12 Tanggapan

kok ga di tulis sumbernya ustadz, dari kitab mana,yg buat siapa terus yang menshahihkan siapa aja.
yang lengkap dong ustadz, biar yang baca juga tau darimana asal kata-kata itu.
—haulasyiah—
Alhamdulillah sudah kami sertakan sumber rujukannya
kita tunggu komentar pak haji selanjutnya….
Semoga pak haji dibersihkan hatinya oleh Allah serta dibukakan hatinya dari melihat cahaya kebenaran dan diberi kekuatan untuk meninggalkan/menolak ajaran agama syi’ahnya yang sudah jelas-jelas bertolak belakang dengan ajaran agama islam yg mulia.
la iya bang..!!!
kalau sya pikir2 tulisan gini kan bisa buat kericuhan. nanti yg syiah balah perkataan abang, lalu abng balas lagi, syiah balas lagi, abang balas lagi dan seterusnya.
kan enakan “lakumdinukum waliyadin”

Kalau memang harus seperti yang saudara taubatlah sebutkan, tidak perlu susah-susah Rasulullah membantah argumen kafir musyrikin -walaupun saya tidak menyerupakan semua syi’ah dengan musyrikin-, karena toh nanti mereka akan balas membantah…..
“persatuan harus dijalan yg benar” kata abang
memang menurut abang ini benar ya?
jdi bingung juga mau milih yg mna ya…?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda ketika menjelaskan jalan yang benar: “Hum man kana ‘ala mitsli ma ana ‘alaihil yaum wa ash-habi”
tapi ana g setuju ama prkataan abang yg menulis “kekufuran syiah”
kan katana rasul g boleh saling mengafirkan antar kaum muslimin, trs abang mau ngomong kan “syiah” bkn kaum muslimin..!!
Benar Rasulullah melarang mengkafirkan sesama muslim (Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu ‘Umar). Tetapi dienul islam tidak melarang mengkafirkan kelompok yang memang berhak untuk dikafirkan karena telah melakukan pembatal-pembatal keislaman, seperti Syi’ah Rafidhah dan semisalnya, ghulat shufiyyah, Qodariyah Nufah, Jahmiyatul Ula.
tapi kan dia mengucapkan 2 syahadat ^_^
tolong dijawab yg jelas ya, dan jawabnya dgan tenang walaupun ana ngritiknya agak g enak.
Dari sinilah pentingnya kita menuntut ilmu syar’i (tholabul ilmi syar’i) yang murni. Didalam islam, hukum asal seseorang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat adalah muslim, tidak boleh kita mengeluarkan dia dari islam kecuali jika ia melakukan sesuatu yang membatalkan keislaman, permasalahan ini sudah banyak dijelaskan di kitab-kitab Ahlus Sunnah. ini pertama
Kedua: Islam membedakan antara perbuatan dengan pelaku, dengan penjelasan bahwa semua perbuatan jelek tetap ia dikatakan jelek, tidak bisa menjadi baik. Adapun pelaku, tidak semua orang yang melakukan kejelekan itu adalah jelek. Contohnya: tidak semua orang yang berzina adalah fasiq, karena bisa jadi ia melakukannya karena dipaksa dalam keadaan bathinnya mengingkari perbuatan tersebut. Dalil untuk permasalahan ini adalah kisah ‘Ammar bin Yasir yang mengucapkan perkataan kufur karena tidak sadar.
Dari sini kita dapat ketahui bahwa seorang yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan melakukan sholat bisa keluar dari islam apabila ia melakukan pembatalnya tanpa ada udzur yang diperbolehkan dalam islam.
Maka kesimpulannya, kaum syi’ah yang telah mengucapkan dua syahadat tetap diatas islam kecuali ia memiliki keyakinan atau melakukan pembatal-pembatalnya. diantara keyakinan syi’ah yang membatalkan keislaman telah kami sebutkan di blog ini. wallahu a’lam
NB: Adapun Syi’ah Rafidhoh, Imamiyah, Ja’fariyah, kami tidak meragukan kekafiran mereka.
ooo begitu ya…!!!
tapi bang! maap ya..!! ana ini lumayan sring lah baca buku syiah. tapi semua yg ana baca g sama sperti abang tulis in sekarang. kenapa ya?dan ana telusuri tu buku yg ana baca, hadis2nya ana liat memang ada di buku hadis kita (al-bukhori)
sperti hadis “man kuntu maula faaliyyun maula” dan hadis safinah dan hadis ghodir khum dan bnyk lagi. tolong dijawab ya?ana ini hanya ingin mencari kbenaran saja!!!

—haulasyiah—
Wah saudara taubatlah, itu namanya taqiyyah. Kalau dalam kitab-kitab yang tersebar di keumuman masyarakat yang bukan syi’ah mana mungkin mereka menyebutkan perkara diatas. Tapi itu semua ada di kitab-kitab induk mereka. dan kami, alhamdulillah, sudah mencantumkan sumber rujukan. Tinggal di kroscek aja……
Adapun mereka mencantumkan hadits-hadits bukhori, itu juga keanehan. Padahal disatu sisi mereka menjelek-jelekan Al-Bukhari tapi disatu sisi mereka menggunakannya….. dan yang mereka ambil kan yang sesusai nafsu mereka, kalau hadits-hadits yang jelas-jelas menyerang mereka, seribu alasan mereka kemukakan untuk melemahkannya. wallahul musta’an

loh bang maap ya!! ana agak lancang ngomongnya.

tapi bang yg ana prmasalahkan itu adlh.hadis yg di nukil bukhori itu sendiri tentang keutamaan sayyidina ALi “man kuntu maula faaliyyun maula” kan kitab kita AL-Bukhori yg tershokhi stelah AL-QUR’AN, masak itu hadis dho’if. dan bukan cuma itu hadisnya, banyak lagi hadis yg membicarakan
kepemimpinan ALi.(maap bang agak lancang) ana ngomong gini karena sering baca buku mereka bang, dan maggul bang.

—haulasyiah—
baiklah saudara taubatlah, sebelum melangkah lebih jauh… di bagian mana Al-Bukhori meriwayatkan hadits tersebut? maaf. yang kami tanyakan dalam shahih Al-Bukhori….
Kalau saudara menemukannya, Insya Allah akan kami jelaskan maknanya. Tetapi jika tidak, seorang yang ‘arif seharusnya bisa menjadikannya sebagai pelajaran, bahwa begitulah syi’ah selalu berdusta atas nama para ulama. Kalau untuk hadits ini saja kita tertipu bagaimana dengan puluhan atau ratusan hadits yang disebutkan syi’ah dalam buku-buku mereka.

~~ini bang di shokhi bukhori jilid 6, hal3 cetakan tahun 1312 bab peperangan tabuk
~~sohih muslim jilid 7, hal 120 bab keutamaan imam ali. iini bang yang saya tau, saya baca ini di buku “kalimatuttoyyibah”
—Haulasyiah—
Saudara Taubatlah, lafazh hadits yang anda sebutkan tidak ada didalam Al-Bukhori dan Muslim. Apabila di buku tersebut disebutkan riwayat Al-Bukhari dan Muslim maka itu adalah dusta. Inilah faedahnya mengapa para ulama’ sunnah melarang membaca buku-buku sesat. Karena seorang yang menginginkan kebenaran tetapi tidak memiliki ilmu tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. wallahu a’lam

Setahu kamu hadits tersebut diriwayatkan Tirmidzi (Bab Manaqib Ali), Ibnu Majah (Bab Fadhli ‘Ali) tanpa tambahan “Allahumma walin man walahu wa ‘adin man ‘adahu”. dan diperselisihkan keabsahannya. Al-Imam Al-Bukhari, Ibrohim Al-Harbi, dan sekelompok pakar hadits mendho’ifkannya sebagaimana dijelaskan Az-Zaila’i dalam kitabnya Nasbur Royah. wallahu a’lam
kalo g percaya liat dulu, jgn asal ngomong
Assalamualikum
ALQURAN 5:91
Sesungguhnya Setan hendak menimbulkan kebencian dan permusuhan di antara kamu (di antara ummat Islam)
Buku2 tentang madhab Ahlul Bait (Syi’ah) yang ditulis langsung oleh Ulama Syiah telah banyak diterjamahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Mizan di Bandung dan Penerbit Letera Hati di Jakarta.
Kita dapat melihat sendiri bahwa Redaksi Haula Syiah adalah para pengikut Setan yang terkutuk.
Setan rajin menyebarkan kebohongan2 di antara manusia untuk menyesatkan manusia dari jalan ALLAH
Redaksi Haula Syiah rajin menyebar kebohongan2 tentang madhab Ahlul Bait (Syi’ah) untuk menyebarkan permusuhan dan kebencian di antara ummat Islam.
PERINGATAN
Redaksi Haula Syaih adalah penghiant agama Islam yang nyata dan penghianat Rasulullah yang nyata; karena sesungguhnya Redaksi Haula Syiah adalah para pengikut Setan yang terkutuk.
udah seringkali saya katakan di setiap kesempatan sekali gus mengingatkan kepada seluruh ummat islam ,jangnlah kita suka menyudutkan sesama kita dibawah naungan satu bendera laa ilaa hai.,,,,,,,,, muhammadur……….dengan kata2 kotor tdk terpuji sprti sesat,kafir dll,krn nb kita muhammad tdk mengajarkan ummatnya separti itu,tp nb mhmd mengajarkan kpd kita untuk ber akhlak baik dan mulia,sbb itu hormati hak pndapt orang lain yg berbeda dgn kita,tentunya selama tdk menyimpang dari al-Qoran dan sunnah
—-Haulasyiah—
Sebelumnya terima kasih kepada saudara hf’.rahman atas niat bagusnya. Tetapi kami juga mengingatkan bahwa niat yang bagus dan mulia haruslah dibangun diatas ilmu. Karena ilmu adalah syarat mutlak diterimanya sebuah amalan.
Sedikit menjelaskan bahwa memperingatkan umat dari kemunkaran adalah wajib dan lebih utama dengan kalimat yang tegas apabila dibutuhkan. Hal ini dicontohkan Rasulullah dalam hadits-haditsnya yang sangat banyak.
Sebagai contoh adalah ucapan beliau tentang Khowarij “Mereka adalah anjing-anjing neraka.” dalam hadits lain: “Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari buruannya.”
Tentang Qodariyah beliau bersabda: “Mereka adalah majusinya umat ini.”
Kepada salah seorang shahabatnya beliau bersabda dengan nada tinggi: “Sesungguhnya pada dirimu masih ada sifat jahiliyah”
Dan ini semua tidak mengurangi sikap hikmah beliau, karena beliau ucapkan itu tepat pada waktunya. Wallahu a’lam

cukup bagu sekali tulisan blog ini, membahas tuntas tentang Syiah, dimana kebanyakan orang masih tertutupi oleh akidah taqiyyah.
sbg alternatif bacaan saya di hakekat.com.
jazakallah….
kepada Bpk Haji Muhammad Abdullah ana ingin mengingatkan berbicaralah dengan ilmu!!anda hanya melihat salah satu sisi dari syi’ah api tidak lihat dari sisi yang lain…sesungguhnya smw ajaran syi’ah bertentangan dgn Islam. Al-Quran dan Hadist diubah2..mereka mengubahnya sesuai dengan nafsu mereka…Smg Allah memberi taufik kpd Bapak
U redaksi Smangat teruZzz…kepada semua yang mencerca blog ini berbicaralah kalian dengan ilmu!!