Tuesday, November 4, 2014

Sekilas tentang Perawi Utama Syi’ah : Jaabir Al-Ju’fiy, Zuraarah, dan Muhammad bin Muslim

Diposkan oleh Abu Al-Jauzaa' : di 23.37 
Label: Syi'ah
Bagi yang belum mengetahui, maka artikel ini akan sedikit menginformasikan tentang ketiga perawi utama Syi’ah dalam kitab-kitab hadits mereka.
1.     Jaabir Al-Ju’fiy
Orang ini adalah diantara orang yang ajaib dalam deretan para perawi Syi’ah.
Jaabir Al-Ju’fiy berkata:
حدثني أبو جعفر عليه السلام بسبعين ألف حديث لم أحدثها أحدا قط ، ولا أحدث بها أحدا أبدا

Telah menceritakan kepadaku Abu Ja’far ‘alaihis-salaam 70.000 (tujuhpuluh ribu) hadits yang belum aku pernah ceritakan kepada seorangpun, dan akupun tidak akan menceritakan hadits itu kepada seorang pun selamanya” [sumber : http://www.mezan.net/mawsouat/baker/jofi.html].
Al-Hurr Al-‘Aamiliy berkata:
 وروي أنه روى سبعين ألف حديث عن الباقر عليه السلام، وروى مائة وأربعين ألف حديث، والظاهر أنه ما روى أحد بطريق المشافهة عن الأئمة عليهم السلام أكثر مما روى جابر
“Dan diriwayatkan bahwasannya ia telah meriwayatkan 70.000 hadits dari Al-Baaqir‘alaihis-salaam, dan ia meriwayatkan total sebanyak 140.000 hadits. Yang nampak, tidak ada seorang pun yang meriwayatkan dengan jalan musyaafahah (tatap muka) dari para imam ‘alaihis-salaam lebih banyak daripada riwayat Jaabir” [Wasaailusy-Syii’ah, 20/151].
Akan tetapi:
حدثني حمدويه و إبراهيم ابنا نصير، قالا حدثنا محمد بن عيسى، عن علي بن الحكم، عن ابن بكير، عن زرارة، قال : سألت أبا عبد الله (عليه السلام) عن أحاديث جابر فقال ما رأيته عند أبي قط إلا مرة واحدة و ما دخل علي قط
Telah menceritakan kepadaku Hamduwaih dan Ibraahiim yang keduanya anak dari Nashiir, mereka berdua berkata : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Iisaa, dari ‘Aliy bin Al-Hakam, dari Ibnu Bukair, dari Zuraarah, ia berkata : Aku bertanya kepada Abu ‘Abdillah tentang hadits-hadits Jaabir. Ia berkata : “Aku tidak pernah melihatnya di sisi ayahku (yaitu Abu Ja’far) sedikitpun kecuali hanya satu kali saja. Ia tidak pernah masuk menemuiku sedikitpun” [Rijaalul-Kasysyiy, 3/191].
Jaabir mengaku banyak meriwayatkan hadits dari Al-Baaqir (Abu Ja’far) dan yang lainnya, namun Ja’far Ash-Shaadiq (Abu ‘Abdillah) mengingkarinya.[1] Ia tidak mengakui keberadaan hadits-hadits Jaabir dari ayahnya, karena ia sangat jarang melihatnya bersama ayahnya.
Siapa yang akan dibenarkan ?. Imam ma’shum atau statement Jaabir ?.
Tentang jumlah riwayat Jaabir, bandingkan dengan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu yang meriwayatkan hadits tidak lebih dari 2000 buah menurut penelitianmuhaqqiqiin.[2] Orang Syi’ah banyak melihat keanehan pada diri Abu Hurairah yang meriwayatkan lebih banyak hadits dibandingkan shahabat lain, tapi lupa ada yang jauh lebih aneh darinya, yaitu Jaabir Al-Ju’fiy.
2.     Zuraarah bin A’yan.
Nama Zuraarah banyak disebutkan dalam kitab Al-Kaafiy dan yang lainnya. Ia salah seorang perawi utama kaum Syi’ah yang menyampaikan khabar-khabar imam kepada mereka.
Siapakah Zuraarah ?. Menurut informasi, ia berasal dari keturunan budak Romawi.
زرارة بن أعين واسمه عبد ربه، يكنّى أبا الحسن وزرارة لقبله، وكان أعين بن سنسن عبداً رومياً لرجل من بني شيبان تعلّم القرآن ثم أعتقه
“Zuraarah bin A’yan. Nama aslinya adalah ‘Abdu Rabbih, berkunyah Abul-Hasan, sedangkan Zuraarah adalah julukannya. A’yan bin Sinsin (ayah Zuraarah) seorang budak Romawi milik seorang laki-laki dari Bani Syaibaan. Kemudian ia mempelajari Al-Qur’an, lalu tuannya membebaskannya” [Mu’jamu Rijaalil-Hadiits oleh Al-Khuu’iy, juz 8 no. 4671].
Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Jaabir Al-Ju’fiy sebelumnya, ia (Zuraarah) hidup dan dekat dengan Ja’far Ash-Shaadiq Abu ‘Abdillah. Apa komentar Abu ‘Abdillah tentangnya ?
وبهذا الاسناد : عن يونس، عن خطاب بن مسلمة، عن ليث المرادي، قال : سمعت أبا عبد الله (ع) يقول : لا يموت زرارة إلا تائهاً
Dengan sanad ini, dari Yuunus, dari Khaththaab bin Maslamah, dari Laits Al-Muraadiy, ia berkata : Aku mendengar Abu ‘Abdillah (‘alaihis-salaam) berkata : “Zuraarah tidak mati kecuali sebagai orang yang tersesat” [Ikhtiyaar Ma’rifatir-Rijaal oleh Ath-Thuusiy, hal. 170].
Barangkali celaan para imam itu timbul karena tabiat Zuraarah yang suka merendahkan para imam Syi’ah sendiri. Contohnya: Ketika Zuraarah terlibat perdebatan dengan Abu Ja’far, ia menggerutu dalam hati mencela imamnya, Zuraarah berkata:
قُلْتُ فِي نَفْسِي شَيْخٌ لَا عِلْمَ لَهُ بِالْخُصُومَةِ
Aku berkata dalam hati : “Orang tua (syaikh) yang tidak tahu tentang perbantahan/perdebatan....” [Al-Kaafiy, 2/386; kata Al-Majlisiy : hasan seperti shahih].
Maksud ‘syaikh’ di atas adalah sang imam yang ia bantah.
Mungkin pula karena Zuraarah berani berdusta atas nama imamnya, sehingga Al-Baaqir Abu ‘Abdillah mendoakan laknat Allah kepadanya:
 ليس هكذا سألني ولا هكذا قلت، كذب علي واللّه كذب عليّ واللّه، لعن اللّه زرارة، لعن اللّه زرارة، لعن اللّه زرارة
“Bukan begitu ia (Zuraarah) bertanya kepadaku, dan bukan begitu pula jawabanku. Ia telah berdusta atas namaku. Demi Allah, ia telah berdusta atas namaku. Demi Allah, semoga Allah melaknat Zuraarah, semoga Allah melaknat Zuraarah. Semoga Allah melaknat Zuraarah.....” [Ikhtiyaar Ma’rifatir-Rijaal, hal. 168].
Disebutkan juga dalam Bihaarul-Anwaar, 5/45-46.
حدثني حمدوية قال؛ حدثني محمد بن عيسى عن يونس عن مسمع كرد بن ابي سيار قال سمعت ابا عبد الله (ع) يقول: لعن الله بريداً، لعن الله زرارة
Telah menceritakan kepadaku Hamduwaih, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Iisaa, dari Yuunus, dari Ma’ma’ Kurd bin Abi Sayaar, ia berkata : Aku mendengar Abu ‘Abdillah (‘alaihis-salaam) berkata: “Semoga Allah melaknat Buraid, semoga Allah melaknat Zuraarah” [Ikhtiyaar Ma’rifatir-Rijaal oleh Ath-Thuusiy, hal. 170].
Bagaimana bisa keadaan perawi semacam ini dijadikan sandaran utama riwayat dalam agama ?.
3.     Muhammad bin Muslim.
Muhammad bin Muslim termasuk diantara perawi yang paling populer dalam kitab-kitab hadits Syi’ah. Mirip dengan Jaabir Al-Ju’fiy, ia juga meriwayatkan ribuan hadits dari para imam. Jumlah hadits Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya.
Tapi naas, perawi ini pun kena laknat imam.
حدثني محمد بن مسعود، قال حدثني جبريل بن أحمد، عن محمد بن عيسى، عن يونس، عن عيسى بن سليمان وعدة، عن مفضل بن عمر، قال: سمعت ابا عبد الله عليه السلام يقول: لعن الله محمد بن مسلم كان يقول ان الله لا يعلم الشئ حتى يكون
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Mas’uud, ia berkata : telah menceritakan kepadaku Jibriil bin Ahmad, dari Muhammad bin ‘Iisaa, dari Yuunus, dari ‘Iisaa bin Sulaimaan dan beberapa orang lainnya, dari Mufadldlal bin ‘Umar, ia berkata : Aku mendengar Abu ‘Abdillah ‘alaihis-salaam berkata : “Semoga Allah melaknat Muhammad bin Muslim ! Ia telah berkata sesungguhnya Allah tidak mengetahui sesuatupun hingga ia terjadi” [Ikhtiyaar Ma’rifatir-Rijaal, hal. 394].
Jika telah kena laknat, apakah riwayatnya dapat diterima ?. Apalagi laknat ini dilatarbelakangi karena perkataan bathil Muhammad bin Muslim. Dan ingat,..... imam ma’shum tidak mungkin salah.
Semoga informasi ini ada manfaatnya.
[abul-jauzaa’ – perumahan ciomas permai, ciapus, ciomas, bogor – 04081435/02062014 – 23:40].

[1]      Uslub perkataan Al-Baaqir (Abu ‘Abdillah) adalah uslub pengingkaran.
[2]      Dr. Dliyaaurrahmaan Al-A’dhamiy telah melakukan penelitian ulang terhadap musnad Abu Hurairah yang diambil dari Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal dan ditambah dengan riwayat dalam al-kutubus-sittah, dengan menyatakan bahwa jumlah hadits Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu berjumlah 1336 buah. Kemudian ia berkata : “Benar bahwa ada sejumlah riwayat lain (yang diriwayatkan Abu Hurairah) di dalam kitab Al-Mustadrak milik Al-Haakim, Sunan Al-Baihaqiy, Sunan Ad-Daaruquthniy, Mushannaf ‘Abdirrazzaq, dan kitab-kitab hadits yang lain. Namun saya berani memastikan bahwa riwayat-riwayat tersebut tidak mencapai jumlah yang disebutkan oleh para ulama. Bahkan menurut dugaan kuat, tidak mencapai 2000 hadits” [Abu Hurairah fii Dlau’i Marwiyyatihi oleh Dr. Dliyaaurrahmaan Al-A’dhamiy, hal. 76].
Berbeda halnya dengan beberapa pernyataan ulama mutaqaddimiin – misalnya Ibnu Hazm – yang menyatakan jumlah hadits Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu sebanyak 5374 buah.Wallaahu a’lam.

[http://abul-jauzaa.blogspot.com/2014/06/sekilas-tentang-perawi-utama-syiah.html]

Back to The Future

Diposkan oleh Abu Al-Jauzaa' : di 07.42 
Label: Syi'ah
Membaca riwayat-riwayat Raafidlah adalah satu ‘keasyikan’ tersendiri bagi saya. Banyak hal luar biasa yang terjadi pada diri imam-imam Syi’ah. Satu di antara banyak hal yang membuat saya ‘kagum’ dengan sangatnya adalah, satu kali imam Syi’ah pernah berperan layaknya Marty McFly dalam film khayalkuffar berjudul Back to The Future yang naskahnya ditulis oleh Robert Zemeckis dan Bob Gale. Apa dan bagaimanakah itu ? Mirzaa An-Nuuriy menggantikan mereka berdua, menuliskan naskah sebagai berikut :

ورأيت في بعض المواضع المعتبرة ما صورته: (روى شيخ الطائفة في كتاب كشف الحق بسنده مرفوعا عن أبي بصير قال: حججت مع أبي عبد الله عليه السلام حتى إذا زار قبر جده صلى الله عليه وآله وسلم بالمدينة وزرنا معه، فقال له رجل من بني يقظان: يا بن رسول الله! إنهم يزعمون أنهم يزورون أبا بكر وعمر في هذه القبة!؟ فقال عليه السلام: مه يا أخا يقظان، إنهم كذبوا فوالله لو نبش قبرهما لوجد في مكانهما سلمان وأبو ذر، فوالله إنهما أحق بهذا الموضع من غيرهما........
“Dan aku melihat dalam beberapa kitab mu’tabar yang menyebutkan teks berikut : Telah diriwayatkan oleh Syaikh Ath-Thaaifah (yaitu Ath-Thuusiy – Abul-Jauzaa’) dalam kitab Kasyful-Haqq dengan sanadnya secara marfuu’ dari Abu Bashiir, ia berkata : Aku pernah melaksanakan haji bersama Abu ‘Abdillah ‘alaihis-salaam, hingga ketika ia berziarah ke kubur kakeknya shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam di Madiinah, kami pun berziarah bersamanya pula. Seorang laki-laki dari Bani Yaqdhaan berkata : “Wahai cucu Rasulullah, sesungguhnya mereka (yaitu Ahlus-Sunnah – Abul-Jauzaa’) mengatakan bahwasannya mereka menziarahi Abu Bakr dan ‘Umar pada kubbah ini[1]”. Abu ‘Abdillah berkata : “Wahai saudara Yaqdhaan ! Sesungguhnya mereka telah berdusta. Demi Allah, seandainya kubur mereka berdua digali, sungguh akan didapatkan pada tempat mereka berdua Salmaan dan Abu Dzarr. Dan demi Allah, Salmaan dan Abu Dzarr lebih berhak pada tempat ini dari selainnya[2]........” [Nafsur-Rahmaan fii Fadlaaili Salmaan hal. 636 oleh Mirzaa Husain An-Nuuriy Ath-Thabarisiy[3]].
Cukup sampai kalimat di atas saja, karena intinya ada pada kalimat yang bercetak tebal.
Tahukah Anda bahwa kubah pada makam Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam itu baru dibangun pada tahun 678 H oleh Sulthaan Qalaawuun Ash-Shaalihiy ?.[4] Jadi, sebelum itu, tidak ada bangunan kubbah di atas kubur Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Riwayat di atas menunjukkan pada kita bahwa imam Syi’ah Abu ‘Abdillah (Ja’far Ash-Shaadiq) ‘alaihis-salaam melakukan haji dan berziarah ke makam Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersama Abu Bashiir setelah era tahun 678 H, sedangkan ia sendiri wafat tahun 148 H.[5]
Back to The Future !!!.
Bagi saya, ini jelas satu kedustaan yang diatasnamakan pada Ahlul-Bait Nabishallallaahu ‘alaihi wa sallam. Tapi saya tidak tahu siapakah yang melakukan kedustaan ?. Abu Bashiir ?. Ath-Thuusiy ? An-Nuuriy ? Ataukah perawi dalam sanad yang tidak disebutkan oleh An-Nuuriy ?. Kalau Anda tahu, tolong kasih tahu ke saya, dan saya akan mengucapkan : Jazaakallaahu khairan.
Wallaahul-musta’aan.
[abul-jauzaa’ – sardonoharjo, ngaglik, sleman, diy; sesaat sebelum berangkat ke kampus].


[1]      Maksudnya, Ahlus-Sunnah ketika menziarahi makam Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, mereka juga menziarahi makam Abu Bakr dan ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa. Hal itu dikarenakan mereka bertiga (Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, dan ‘Umar) dimakamkan secara berdampingan.
[2]      Anda dapat lihat dari riwayat ini betapa Syi’ah sangat membenci Abu Bakr dan ‘Umarradliyallaahu ‘anhumaa.
[3]      Bisa dibaca di perpustakaan online Syi’ah di : sini.
[4]      Ini telah masyhur di kalangan ulama. Di antaranya Ash-Shan’aaniy rahimahullah yang berkata :
فإن هذه القبةَ ليس بناؤها منهُ صلى اللهُ عليه وسلم ، ولا من أصحابهِ ، ولا من تابعيهم ، ولا من تابعِ التابعين ، ولا علماء الأمةِ وأئمة ملتهِ ، بل هذه القبةُ المعمولةُ على قبرهِ صلى اللهُ عليه وسلم من أبنيةِ بعضِ ملوكِ مصر المتأخرين ، وهو قلاوون الصالحي المعروف بالملكِ المنصورِ في سنةِ ثمانٍ وسبعين وست مئة
“Karena sesungguhnya kubbah ini tidaklah dibangun oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, para shahabat, taabi’iin, taabi’ut-taabi’iin, atau para ulama dan imam umat Islam. Akan tetapi, kubbah yang dibangun di atas kubur Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam ini termasuk bangunan yang dibuat oleh sebagian raja-raja Mesir muta’akhkhiriin, yaitu Qalaawuun Ash-Shaalihiy yang dikenal dengan nama raja Al-Manshuur, pada tahun 678 H......” [Tahthhiirul-I’tiqaad, hal. 43].
[5]      Ja’far bin Muhammad bin ‘Aliy bin Al-Husain bin ‘Aliy bin Abi Thaalib Al-Haasyimiy, terkenal dengan nama (Ja’far) Ash-Shaadiq; seorang yang shaduuqfaqiih, lagi imam. Termasukthabaqah ke-6, lahir tahun 80 H, dan wafat tahun 148 H. Dipakai oleh Al-Bukhaariy dalam Al-Adabul-Mufrad, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 200 no. 958].

[http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/05/back-to-future.html]

Kepercayaan ‘Aliy Zainal-‘Aabidiin terhadap Riwayat Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhumaa

Diposkan oleh Abu Al-Jauzaa' : di 00.27 
Label: Syi'ah
Al-Bukhaariy rahimahullah berkata:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي وَاقِدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ مَرْجَانَةَ صَاحِبُ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ، قَالَ: قَالَ لِي  أَبُو  هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَيُّمَا رَجُلٍ أَعْتَقَ امْرَأً مُسْلِمًا اسْتَنْقَذَ اللَّهُ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهُ عُضْوًا مِنْهُ مِنَ النَّارِ ".
قَالَ سَعِيدُ بْنُ مَرْجَانَةَ: فَانْطَلَقْتُ بِهِ إِلَى عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ، فَعَمَدَ عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا إِلَى عَبْدٍ لَهُ قَدْ أَعْطَاهُ بِهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ عَشَرَةَ آلَافِ دِرْهَمٍ أَوْ أَلْفَ دِينَارٍ، فَأَعْتَقَهُ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yuunus : Telah menceritakan kepada kami ‘Aashim bin Muhammad, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Waaqid bin Muhammad, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Sa’iid bin Marjaanah shahabat ‘Aliy bin Husain, ia berkata : Telah berkata kepadaku Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Setiap orang yang membebaskan seorang (budak) muslim, niscaya Allah akan membebaskan anggota tubuhnya dengan setiap anggota tubuh budak itu dari api neraka”.

Sa’iid bin Marjaanah berkata : “Lalu aku pergi dengan membawa hadits ini menemui 'Aliy bin Husain. Maka ‘Aliy bin Husain radliyallaahu ‘anhumaa segera pergi menemui budaknya yang dulu dia beli dari 'Abdullah bin Ja'far seharga sepuluh ribu dirham atau seribu dinar, lalu ia membebaskannya” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 2517].
Dalam riwayat lain, disebutkan ‘Aliy bin Husain berkata:
أَأَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ؟، فَقَالَ سَعِيدٌ نَعَمْ: فَقَالَ عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ لِغُلَامٍ لَهُ أَفْرَهَ غِلْمَانِهِ، ادْعُ لِي مُطَرِّفاً، قَالَ: فَلَمَّا قَامَ بَيْنَ يَدَيْهِ، قَالَ: اذْهَبْ فَأَنْتَ حُرٌّ لِوَجْهِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Apakah engkau benar-benar mendengar hadits ini dari Abu Hurairah ?”. Sa’iid berkata : “Ya”. Lalu ‘Aliy bin Husain berkata kepada budaknya yang cekatan : “Panggilkan Mutharrif”. Sa’iid berkata : “Ketika ia (Mutharrif) berdiri di hadapan ‘Aliy bin Husain, ia berkata : ‘Pergilah, engkau bebas karena aku mengharapkan wajah Allah ‘azza wa jalla” [Diriwayatkan oleh Ahmad 2/420 (15/260-261) no. 9441, Ibnul-Jaaruud dalam Al-Muntaqaa (Al-Ghautsul-Makduud) 3/233-234 no. 968, dan Al-Baihaqiy dalam Syu’abul-Iimaan no. 4030; shahih].
Dapat kita lihat sikap ‘Aliy bin Al-Husain bin ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhumsaat mendengar hadits yang disampaikan oleh Sa’iid bin Marjaanah kepadanya. Saat ia dapat memastikan bahwa Sa'iid benar-benar mendengar hadits tersebut dari Abu Hurairah, ia mempercayainya dan segera beramal dengannya.
Dengan kata lain, Abu Hurairah adalah orang yang terpercaya bagi ‘Aliy bin Husainradliyallaahu ‘anhum dalam menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.[1]
Tapi sayang,….. orang-orang Syi’ah tidak mau mengikuti ‘Aliy bin Al-Husainradliyallaahu ‘anhumaa yang mereka anggap imam dalam hal mempercayai hadits Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu dan menghormatinya. Mereka adalah pengkhianat agama Ahlul-Bait.
Allaahul-musta’aan.
[abul-jauzaa’ – perumahan ciomas permai – 10011436 – 00:30].

[1]      Memang benar, Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu adalah orang yang terpercaya.
‘Abdullah bin ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa berkata:
يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْتَ كُنْتَ أَلْزَمَنَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَحْفَظَنَا لِحَدِيثِهِ
“Wahai Abu Hurairah, engkau lebih banyak menetapi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallamdan lebih hapal hadits beliau daripada kami” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. At-Tirmidziy no. 3801; dan ia berkata : “Hadits hasan”].
Adz-Dzahabiy rahimahullah berkata:
وقد كان أبو هريرة وثيق الحفظ، ما علمنا أنه أخطأ في حديث
“Abu Hurairah adalah orang yang terpercaya dalam hapalannya. Kami tidak pernah mengetahuinya ia salah dalam (meriwayatkan) hadits” [Siyaru A’laamin-Nubalaa’, 2/621].

[http://abul-jauzaa.blogspot.com/2014/11/kepercayaan-aliy-zainal-aabidiin.html]

Monday, November 3, 2014

Militan Syiah Bantai Umat Islam Sunni di Diyala,Irak


 

Militan Syiah dilaporkan berada di balik pembantaian di sebuah masjid Sunni di Provinsi Diyala, Irak, pada pertengahan Agustus lalu yang menewaskan 34 orang dan melukai puluhan lainnya.
Menurut laporan Human Right Watch, HRW, yang mengutip para saksi dan korban selamat pada Minggu (2/11), militan Syiah dan tentara Irak masuk ke dalam Masjid Musab bin Omar di desa Bani Weis, sekitar 75 kilometer timur laut Baquba, sambil menenteng AK-47, saat shalat Jumat pada 22 Agustus lalu.
"Korban pembantaian oleh militan pro-pemerintah dan aparat keamanan mengenali penyerang dan tahu nama mereka," tulis laporan HRW.
Saksi mata mengatakan bahwa komplotan itu lantas melepaskan tembakan ke arah jemaah, letupan senjata terdengar hingga radius 600 meter melalui pengeras suara di masjid.
Korban tewas awalnya dilaporkan 65 namun direvisi menjadi 34 orang, puluhan terluka tembak.
Seorang saksi mengatakan pada HRW bahwa penyerang mengenakan kaos warga hijau gelap dan ikat kepala, seragam yang biasa digunakan kelompok militan Syiah yang didukung Iran, Asaib al-Haq.
"Dia berkata 'jangan bergerak, jangan ada yang keluar' dia pertama kali menembak sheikh, lalu menembaki kami. Saat mendengar tembakan, saya langsung tiarap," kata seorang saksi yang tidak disebut namanya demi keamanan.
Saksi lainnya mengatakan serangan dilakukan oleh dua pasukan, satu pasukan menembak di dalam masjid sedangkan militan lainnya berjaga di luar, menembaki jemaah yang kabur.
"Saksi mengatakan bahwa ada pos pemeriksaan militer sekitar 200 meter dari masjid dan pos polisi sekitar 150 meter, tapi tidak ada respon dari aparat keamanan, padahal penembakan itu terdengar lewat pengeras suara masjid," tulis HRW.
Serangan itu menjadi tajuk utama di banyak surat kabar internasional, memicu mundurnya anggota parlemen Sunni dalam negosiasi membentuk pemerintah baru di Irak, mendesak diselidikinya kasus ini.
Negosiasi tetap berlanjut setelah Amerika Serikat membujuk dengan alasan menyatukan Irak dan tidak memperluas perpecahan.
Irak memang membentuk tim penyidik, namun HRW mengatakan temuan tim ini tidak pernah dipublikasikan atau diinformasikan ke warga dan keluarga korban.
Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, tiga orang telah dinyatakan tersangka dalam pembantaian tersebut.
Kepada HRW, dia menjelaskan bahwa serangan di masjid itu adalah pembalasan atas bom jalanan yang mengincar relawan militan Syiah dalam perjalanan mereka ke Bani Weis.
HRW mendesak pemerintah untuk mempublikasikan ke khalayak rincian
temuan tersebut. Menurut HRW, pola serangan seperti ini banyak dilakukan kelompok militan Syiah seperti Asaib al-Haq, Brigade Badr dan Kataib Hizbullah.
"Militan pro pemerintah menjadi lebih berani dan kejahatan mereka kian mengejutkan. Pemerintah Irak dan sekutunya telah mengabaikan serangan mengerikan ini dan mereka bertanya mengapa ISIS banyak dapat dukungan dari komunitas Sunni," kata Joe Stork, direktur Timur Tengah HRW.
Sumber : http://www.suaranews.com/2014/11/militan-syiah-bantai-umat-islam-sunni.html#ixzz3I0kLzZEZ

Mengekor Orientalis, Jalaluddin Rakhmat Tengah Menulis Disertasi 'Kegagalan Nabi Tunjuk Pemimpin'

BANDUNG (voa-islam.com) – Pentolan syiah Jalaluddin Rakhmat kembali melontarkan pernyataan kontroversi. Beberapa pekan yang lalu dalam sebuah diskusi bertajuk “Revolusi Mental dari Ali Hingga Jokowi”, Jalal mengaku bahwa saat ini dirinya sedang menulis disertasi tentang “Kegagalam Nabi Muhammad Tunjuk Pemimpin Sesudahnya”.
“Ajaib, Muhammad adalah seorang yang cerdas dan seorang manajer yang brilian (sebelumnya ditulis penyihir, red). Ternyata dia tidak berhasil mengorganisasikan masyarakat sesudahnya, karena dia tidak meninggalkan siapa pemimpin masyarakat sesudahnya. Dia pergi begitu saja, tanpa meninggalkan siapa yang dia amanati untuk meneruskan memimpin masyarakat,” ujar Jalal, mengutip pernyataan Arnold Toynbee dalam disertasinya seperti yang ditulis diberbagai media.
Tentu saja pernyataan Jalal tersebut mendapat tantangan dan kecaman. Salah satunya dari Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Persis Jabar, Ustadz Syarif Hidayat, M.Pd.
Menurutnya, sebetulnya tidak terlalu heran jika Jalal selalu mencari-cari cara mengdeskreditkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan generasi pertama beliau - para shahabat - radhiyallahu 'anhum ajma'in.
“Kalau tidak begitu, ya belum syi'ah. Bukankah dalam ajaran mereka (syiah –red) menghina shahabat, khususnya al-Khulafah al-Rasyidin selain Ali, adalah bagian ritual dan aqidah mereka, sebagaimana dalam salah satu bait dalam maqtal Husein yang menjadi bagian ritual Asyura setiap tahun, mereka menghina dan melaknat para shahabat,” katanya dalam rilis yang diterima voa-islam.com, Kamis (23/10/2014) yang lalu.
“Dan inilah, titik permusuhan umat Islam dengan umat Syi'ah. Jadi, lebih kasar daripada itupun wajar bila Jalal yang mengungkapkannya. Mau kegagalan Nabi, mau kesalahan Nabi, itu hal lumrah keluar dari mulut-mulut Syi'i. Sebab, jangankan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, malah Allah pun kata golongan ghulat diantara mereka, salah alamat memberikan wahyu. Disangkanya Allah itu seperti Ayu Ting Ting yang bingung mencari-cari alamat. Inilah tuduhan keji musuh-musuh Islam,” tambahnya.
Namun yang lebih parah dari Jalal, menurut Ustadz Syarif adalah metodelogi penelitian disertasinya. Entah karena ingin disebut ilmiah atau lebih keren, ia mengambil sandaran tesis dan teorinya dari seorang orientalis.
“Padahal, pernyataan buruk citra Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari referensi ulama- syi'ah sendiri kan banyak. Atau muncul supaya terlihat lebih doktoral jadi ngutip-ngutip pendapat orientalis tanpa sikap kritis sedikit pun. Aduhai Jalal, betapa ruginya dirimu, hari gini masih ngekor orientalis! Kemana akalmu, kemana nuranimu,” tegasnya.
“Ana berdoa, semoga disertasi tersebu gagal dan ditolak oleh dosen pengujinya kelak,” pungkasnya. [syahid/voa-islam.com]
Allah ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran[3]: 118)




Wednesday, October 29, 2014

Cuplikan berita dari Umat Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam di berbagai Negara


BUMISYAM | Malang – Tokoh NU Jawa Timur yang juga pimpinan Yayasan Al-Bayyinah, Habib Zein Al-Kaff mendesak agar Jalaluddin Rahmat diusir dari Bandung karena dianggap meresahkan umat dengan ajaran sesat Syiahnya.
“Harusnya Jalaluddin Rahmat itu diusir dari Bandung, baru warga Bandung bisa dianggap cinta kepada Rasulullah. Usir Jalal dari Bandung!” tegas Habib Zein Al-Kaff kepada wartawan ketika ditanya peran Jalal yang menyebarkan ajaran Syiah sejak dahulu di Bandung, usai deklarasi nasional tolak aliran sesat dan bangkitnya komunis di mahad Al-Firqotun An-Najiyah Karang Ploso, Malang hari Minggu kemarin (26/10).
Terkait terpilihnya tokoh Syiah asal Bandung ini di parlemen, Habib Zein mengkritisi internal umat Islam yang terlalu membiarkan Jalal bergerak dan berbicara.
“Ini yang salah kita umat Islam membiarkan dia bergerak dan berbicara harusnya jangan diberi kesempatan kepada dia di media. Harusnya kita memilih pemimpin Islam, tapi umat malah memimpin tokoh seperti Jalal yang Syiah itu,” ujar ulama sepuh yang sangat gencar membentengi umat dari ajaran sesat syiah tersebut.
Habib Zein Al-Kaff juga menyatakan bahwa dirinya tidak sudi bertemu untuk berdialog dengan Jalaluddin Rahmat karena menurutnya tidak ada gunanya berdialog dengan Jalal.
“Saya tidak sudi bertemu dengan Jalal, kalau dia ketemu saya ngajak bicara bisa-bisa dia saya gaplok. Kalau mau suruh dia datangin gurunya dari Iran baru saya mau dialog,” tandas tokoh NU Jawa Timur ini.[kbs01/bumisyam]

Salafi Mesir Menolak Nyatakan Islamic State sebagai Organisasi Teroris [?]
Senin, 4 Muharram 1436 H / 27 Oktober 2014 09:41 WIB
Partai National Salafi  Mesir melalui  Yousry Hammad, wakil presiden partai, baru-baru ini menolak untuk menyatakan  Negara Islam sebagai organisasi  “teroris”.
“Saya berharap bahwa  para  ulama [ulama Islam dan ahli hukum] merespon keyakinan dan metodologi Negara Islam yang banyak menyita perhatian banyak pemuda  Islam. “
Dia menambahkan bahwa ia tidak percaya sepenuhnya  dengan laporan  berita berita buruk mengenai Negara Islam , ia mengatakan , “Kaum sekuler  tidak pernah gagal untuk mendistorsi segala sesuatu yang berhubungan dengan Islam.”
Pemimpin Salafi Mesir itu mengatakan, “Jika mereka [Negara Islam] adalah benar, saya meminta agar Allah memuliakan Islam di tangan mereka; dan jika mereka salah, Allah akan mendatangkan ketidakadilan melawan ketidakadilan, membawa mereka melawan ketidakadilan Syiah Irak dan sekutu-sekutunya, dan Bashar dan sekutu-sekutunya … ”
http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/salafi-mesir-menolak-islamic-state-sebagai-organisasi-teroris.htm

 Abu Mohammad Al-Maqdisi: Menentang Perang Salib di Timur Tengah
 [ hati-hati terhadap pemikiran dan tulisannya. tanyakan kepada ahlinya ]
AMMAN - Pemerintah Jordania mengambil langkah sangat hati-hati dengan menahan seorang tokoh jihadis, Abu Mohammad al-Maqdisi. Al-Maqdisi ulama jihadis yang sangat berpengaruh, dan sikapnya sangat menentang hegemoni Amerika di Timur Tengah.
Penahanan terhadap al-Maqdisi ini sebagai langkah pemerintah Jordania, mengantisipasi semakin membanjirnya dukungan kepada kelompok jihadis, terutama ISIS melalui internet.
Tindakan pasukan keamanan Jordania menangkap tokoh jihadis yang sangat berpengaruh ini, Abu Mohammad al Maqdisi, karena dituduh melakukan kampanye 'terorisme' melalui internet, dan mendapatkan dukungan yang sangat luas, kata sumber keamanan di ibukota Jordan, Amman.
Para pejabat keamanan Jordan, mengatakan Maqdisi diperintahkan untuk ditahan selama 15 hari, dan Al-Maqdisi dipanggil untuk diinterogasi oleh jaksa keamanan negara. Al-Maqdisi didakwa dengan tuduhan telah menggunakan internet untuk mengkampanyekan dan menghasut mendukung organisasi-organisasi teroris dan kelompok jihad.
Ulama yang sangat terpandang di Jordania, dipandang sebagai mursyid (pembimbing) spiritual dari pemimpin kelompok Al-Qaidah di Irak, Abu Musab Al-Zarqawi, dan kalangan think tank di akademi militer West Point (AS), menilai, Al-Maqdisi sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia Arab, saat ini.
"Al-Maqdisi tak lama ditangkap, dan kemudian muncul di kantor kejaksaan dan diinterogasi," kata seorang sumber keamanan kepada Reuters. Al-Madisi dalam beberapa bulan terakhir telah mengkritik ISIS. Namun, Al-Maqdisi berubah sikap dan bersimpati kepada ISIS, bersamaan dengan serangan udara AS terhadap kelompok ISIS di Irak dan Suriah.
Meskipun Al-Maqdisi tidak secara terbuka mengkritik pemerintah Jordania dan beberapa negara Teluk dipimpin oleh Arab Saudi yang bergabung dalam koalisi AS yang memerangi ISIS. Al-Maqdisi menggambarkannya sebagai Perang Salib melawan Islam. Kritikan terhadap pemerintah Jordania dan Arab serta sejumlah negara Teluk, yang ikut memerangi ISIS, membuat pemerintah Jordania terganggu.
"Jangan bersukacita ketika salah satu saudara kita menderita akibat agresi tentara Salib," kata Maqdisi dalamnya suratnya terakhir.
Betapapun Al-Maqdisi sangat marah dengan dunia Arab yang sekarang ini membantu AS memerangi ISIS, dan bahkan membiarkan Muslim Sunni dihancurkan oleh tangan AS dan Arab, dan memberi kemenangan kepada Syi'ah, seperti yang terjadi di Yaman.
Al-Maqdisi menghabiskan masa lima tahun di sebuah penjara di Jordania karena dituduh mendukung kelompok jihadis di berbagai negara, dan baru dibebaskan pada Juni lalu. Beberapa pejabat Jordania menyarankan agar pihak berwenang, yang sangat takut terhadap kelompok jihadis, membiarkan para jihadis melintasi perbatasan Jordania menuju Suriah, dan membebaskan Al-Maqdisi demi kepentingan keamanan Jordania.
Al-Maqdisi mengkritik proklamasi ISIS yang mendirikan Khilafah, dan mengatakan itu hanya memperdalam pertikaian diantara kelompok-kelompok jihad. Meskipun sekarang sesudah serangan udara AS dan koalisi Arab terhadap ISIS, al-Maqdisi berubah pendirian, dan berbalik menyerang negara-negara Arab yang berkoalisi dengan AS.
Namun, fihak keamanan pemerintah Jordania mulai mengkhawatirkan, ketika al-Maqdisi dan para ulama lainnya di seluruh wilayah Timur Tengah, berjuang  menengahi konflik diantara kelompok jihadis, dan mencoba menghentikan konflik, sejak  awal bulan lalu. Ini dipandang akan menguntungkan kelompok jihadis.
Pemerintah Arab, sangat mengkawatirkan langkah al-Maqdisi berserta ulama lainnya, yang mencoba dengan sungguh-sunggun ingin mengakhiri konflik di antara para kelompok jihadis, ungkap sebuah sumber yang dekat dengan keamanan Jordania.
Para pemimpin Arab yang sudah ikut dalam koalisi dengan AS, tidak ingin melihat adanya persatuan diantara kelompok mujahidin. Usaha-usaha melemahkan mereka terus dijalankan. Dengan cara mengadu-domba, sampai terjadi perang diantara kelompok jihadis.
Pemerintah Jordania bukan hanya menahan Al-Maqdisi, tapi juga melakukan penangkapan besar-besaran terhadap sejumlah ulama dan aktifis di Jordania yang cenderung simpati kepada ISIS. Meskipun dukungan mereka baru sebatas melalui internet. 
Seorang diplomat dan pejabat di Jordania mengatakan, dalam dua bulan terakhir, dinas intelijen Jordania telah memperketat keamanan di sekitar zona sensitif pemerintah dan meningkatkan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang dituduh sebagai 'fundamentalis'.
Sejak Raja Husien berkuasa, Jordania menjadi sekutu utama AS. Hubungan bilateral dengan Zionis-Israel pun dibuka. Sekarang Jordania, dipimpin Raja Abdullah, anak dari Raja Husien, dan meneruskan kebijakan pemerintahannya yang pro-AS.
Jordania yang separuh penduduknya warga Palestina sangat berhati-hati dan selalu mengambil langkah keras, terutama menghadapi kelompok-kelompok Islam yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah Jordania, termasuk Jamaah Ikhwanul Muslimin.
Tapi, bersamaan dengan perkembangan regional, dan munculnya gerakan jihad yang bermula dari invasi AS di Irak, lahir kelompok-kelompok jihadis di Timur Tengah. Sekarang ribuan warga Jordania yang ikut terjun ke medan jihad di Suriah dan Irak.
Ini tidak telepas dari peran tokoh jihadis, di antaranya Al-Maqdisi. Inilah konsekuensi dari tindakah invasi AS di Irak, yakni melahirkan kelompok jihad. Sejak AS meninggalkan Baghdad, maka berikutnya terjadi perang antara kelompok Sunni dan Syi'ah.
AS sudah mencoba membuat skenario dengan melengserkan Perdana Menteri Irak, Nuri Al-Maliki, yang sangat fanatik, dan digantikan Haedar Al-Abadi dan mengakomodasi kelompok Sunni dalam pemerintahannya. Tapi ini tidak menghentikan perang yang sudah berkecamuk antara Sunni-Syiah di Irak dan Suriah. Karena akar konflik sudah sangat dalam.
Sekarang, justru negara-negara Arab Sunni berkolaborasi dengan AS dan Syiah, ikut menghancurkan Muslim Sunni. Karena para pemimpin Arab melihat kelompok-kelompok Sunni, yang sekarang membentuk kelompok-kelompok jihad yang bertujuan membebaskan negara-negara Arab Islam dari ancaman perang Salib, mengancam kekuasaan mereka.
Raja, Pangeran, dan Perdana Menteri, semua mereka takut kehilangan kekuasaan, sehingga bergabung dengan koalisi pimpinan AS. Mereka menjadi alat AS, dan memerangi saudara mereka sendiri Muslim. Wallahu'alam.



Saturday, October 25, 2014

Berita terkait Yaman

October 24, 2014   
Video – Mengapa Namer al Namir divonis mati ?!
gensyiah:
video ini adalah bukti dari pada dosa-dosa tokoh syiah saudi ini, sehingga dia dijatuhi hukuman mati.
diantara dosa-dosanya:
1. menghina para sahabat Nabi
mengkafirkan Abu Bakar dan Umar karena dianggap merampok khilafah dari Ali
Muawiyyah memerangi Ali
menuduh umar menyeret Ali, mematahkan tulang rusuk sayyidah fatimah
meyakini abu bakar, umar, usman, aisyah, muawiyah di neraka
2. menuntut diberlakukan pemerintah Syiah (wilayatul Faqih) di saudi bahkan di seluruh negara islam
3. menghina amir Naif , menghujat pemerintah
4. membuat kekacauan di Qathif

qabanji dari Irak mengancam Saudi karena vonis mati al-Namir
GenSyiah: syaikh syiah Irak Shadruddin al-Qabanji dalam khutbah jumat lalu di Najaf mengatakan : pemerintah saudi telah melakukan kesalahan besar. vonis mati atas syaikh namir ibarat saudi menggali kuburannya sendiri dengan tangannya. lalu dia mengancam dengan mengatakan: saudi dan antek-anteknya, jangan kalian merasa aman!
dia menyebut vonis mati atas namir adalah zhalim.dia mengingatkan bahwa Hijaz akan digoncang dengan kebangkitan baru, serta gempa!
perlu diketahui bahwa Namir adalah provokator untuk memisahkan diri dari saudi yang mengakibatkan terbunuhnya puluhan petugas keamanan di kota al-awamiyyah dan qathif, namun Saudi arabia memperlakukan keluarga Namir dengan baik.

Iran dan Hizbullat mengancam saudi bila menvonis mati tokoh Syiah Namir al-Namir
16 oktober 2014
GenSyiah: Teheran meminta Riyadh agar tidak menvonis mati ulama Syiah Saudi Namir al-Namir (55 tahun) yang ditangkap dengan tuduhan menyulut fitnah dan perberontakan kepada kerajaan saudi arabiya.
Rabo 15 Oktober  Pengadilan Riyadh menvonis mati al-Namir dengan tuduhan menyulut api sektarian dan pemberontakan kepada kerajaan.
tahun 2009 al-Namir menyerukan pemisahan wilayah Qathif dan Ahasa` dari saudi dan bergabung dengan Bahrain seperti zaman dulu. lalu tertangkap pada juli 2012.
wakil menlu Iran Husain Amir allahyan mengatakan: jika benar vonis mati untuk Syaikh Namir maka akan ada reaksi umat islam dan penolakan dunia.” dia minta agar dikaji ulang agar tidak menambah ketegangan.”
sementara Hizbullata menanggapi dengan mengatakan: itu hukum zhalim, tidak legal. langkah yang sangat membahayakan.” dia meminta pemerintah saudi mencabut, dan lembaga HAM internasional agar menekan Saudi.”
October 21, 2014   
 gensyiah: vonis mati Namir al-Namir membawa korban.
Syaikh Syiah Hasan Farhan al-Maliki, memprotes pemerintah saudi atas vonis mati tersebut.
sementara sebelumnya telah diketahui, bahwa hasan almaliki mengucapkan selamat atas keberhasilan yaman membuat onar di yaman, dan al-maliki telah terkenal kebencian dan permusuhannya kepada Sahabat Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-, maka pemerintah saudi menangkap hasan farhan almaliki.
Syaikh Dr. Abdurrahman al-Dimisyqiyyah menyebutkan bahwa protes almaliki atas putusan pengadilan saudi dan ucapan selamat atas kejahatan milisi al-Khutsiyyin yaman, kedua hal ini menjadi sebab ditangkapnya almaliki.
September 8, 2014   
SYIAH: ISIS TDK BISA DIBASMI SEBELUM ABU BAKAR DAN UMAR RADHIYALLAHU ANHUMA DIBASMI!
para pengunjung coba anda perhatikan dan anda pikir logika orangs syiah imamiyyah rafidhah ini, yang diindonesia menyamar menjadi madzhab ahlulbait, dia mengatakan bahwa isis yang teroris itu tidak bisa dihancurkan jika biangnya tidak dihancurkan. Yang dimaksud dengan biang teroris oleh syiah adalah khalifah abu bakar alshiddiq dan khalifah umar radhiyallahu anhuma.
Yasir alkhabits ini mengajak untuk merubah masyarakat pengikut Abu Bakar menjadi rafidhah abrar!!!
Kaum rafidhah yag meyakini mushhaf usmani yg ada ini tidak asli, dan meyakini sayyidah aisyah istri nabi shalallahu alaihi wasalam sebagai pezina ahli neraka, dan meyakini yg mencintai abu bakar dqn umar kafir, dijuluki oleh yasir khabits dengan abror (shalih) sementara abu bakar dan umar radhiyallahu anhuma disebut biang penjahat?
Ya allah perlakukan dia dengan keadilanMu, tunjukan kepada kami adzabMu kepadanya.
Wahai orang muslim sadarlah. Musuh sebenarnya adalah syiah rafidhah.
www.gensyiah.com



Hubungan Pernikahan Antara Ahlu Bait dan Keluarga Umar bin Khattab

Keluarga Ahlu bait Nabi shalallahu 'alaihi wasallam memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarga Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, bahkan terjadi perkawinan diantara dua keluarga tersebut yang mana hal ini menunjukkan bahwa Umar beserta keturunannya termasuk orang yang mulia.
Kitab-kitab biografi para tokoh dan kitab-kitab nasab menunjukkan kepada kita adanya beberapa  hubungan perkawinan antara keluarga Nabi dengan keluarga Umar bin Khattab, yang paling menonjol adalah pernikahan antara Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri dengan Hafsah putri Umar.
Pernikahan yang penuh berkah ini terjadi pada tahun 3 Hijriyah, setelah suami Hafsah mati syahid di perang Badar, dan pernikahan tersebut berlangsung hingga Rasulullah wafat.
Adapun pernikahan kedua adalah pernikahan Umar bin Al-Khattab dengan putri Ali dengan Fatimah binti Rasulillah yang Ummu Kultsum cucu Nabi shalallahu 'alaihi salam.
Ummu Kultsum ini lahir tatkala Nabi masih hidup tepatnya tahun 6 Hijriyah dan dinikahi oleh Umar sebelum tahun 20 Hijriyah.
Ketika Ali bin Abi Thalib (ayahnya) terbunuh, Ummu Kultsum berkata : "Mengapa aku dengan shalat subuh !!", maksudnya suaminya Umar bin Khatab yang terlebih dahulu menjadi Khalifah juga terbunuh ketika shalat subuh oleh seorang majusi bernama Abu Lu'lu'ah. Sedangkan ayahnya dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam juga dalam shalat subuh. Dan Allah pun berkehendak bahwa anaknya yang bernama Zaid bin Umar bin Khattab juga meninggal tatkala waktu subuh. Bahkan dia juga meninggal dunia bersama putranya di saat yang sama hingga orang-orang tidak mengetahui mana yang lebih dahulu meninggal.
Ummu kultsum juga dinikahi oleh Auf bin Ja'far bin Abi Thalib setelah Umar mati syahid, kemudian Auf meninggal dunia, dan Ummu Kultsum dinikahi oleh saudara Auf yang bernama Muhammad. Kemudian Muhammad meninggal dan Ummu Kultsum dinikahi saudaranya yang lain yang bernama Abdullah bin Ja'far hingga akhirnya Ummu Kultsum meninggal di sisinya.
Dulunya Ummu Kultsum berkata: "Saya malu kepada Asma' binti Umais karena dua anaknya sudah meninggal di sisiku, aku mengkhawatirkan anaknya yang ketiga." Kemudian Ummu Kultsum meninggal dan tidak melahirkan satu anak pun untuk mereka.
Adapun pernikahan ketiga antara keluarga Umar dan Ahlu bait Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam terjadi pada generasi kelima, yaitu antara Al-Husain bin Ali bin Ali bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib dengan Juwairiyyah binti Khalid bin Abu Bakar bin Abdillah bin Umar, sebagai bentuk pengukuhan atas kasih sayang dan kecintaan para pendahulunya.

Dinukil dari majalah Al-Umm edisi 10 vol.II oleh Ust. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag.


Sunday, October 19, 2014

Amnesti Internasional: Milisi Syiah Lebih Kejam dari ISIS

http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2014/10/18/31560/lakukan-pembantaian-amnesti-internasional-milisi-syiah-lebih-kejam-dari-isis.html

Di saat seluruh dunia berfokus menyerang gerakan Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (DAIS) atau sering disingkat ISIS atau ISIL, lembaga hak asasi manusia (HAM) Internasional menemukan banyak korban warga Sunni jadi korban pembantaian milisi Syiah.
Dalam satu laporan bertajuk “Absolute Impunity: Militia Rule in Iraq” yang diterbitkan hari Selasa 14 Oktober 2014, lembaga HAM internasional berbasis di London, Amnesti Internasional (AI) menemukan banyak korban diculik dari rumah mereka, tempat kerja atau pos-pos pemeriksaan.
Mereka kemudian ditemukan tewas, kebanyakan dengan tangan terborgol dan ditembak di belakang kepala.
Laporan AI diperoleh dari keluarga korban dan saksi yang telah dikuatkan oleh Departemen Kesehatan, di mana ditemukan dalam beberapa terakhir mereka telah menerima puluhan mayat laki-laki tak dikenal dengan luka tembak di kepala dan sering dengan kondisi tangan mereka diikat dengan logam, tali plastik, atau kain.
Menurut AI, pola pembunuhan dilakukan secara disengaja, sebagaimana gaya eksekusi. Beberapa korban tewas bahkan setelah pihak keluarga telah membayar uang tebusan.
Beberapa keluarga mengatakan kepada AI bagaimana mereka telah menerima panggilan dan ditakuti dan ancaman pihak penculik dengan meminta uang tebusan puluhan ribu dolar AS, tapi akhirnya tetap saja dibunuh.
“Aku memohon teman-teman dan kenalan untuk meminjam uang tebusan guna menyelamatkan anak saya, tapi setelah saya bayar mereka justru membunuhnya dan sekarang saya tidak punya cara untuk membayar kembali uang yang saya pinjam,” ujar seorang ibu sebagaimana dikutip AI dalam laporannya.
Menurut AI, puluhan korban lainnya kini masih dinyatakan hilang. Pihak amnesti juga telah mendokumentasikan puluhan kasus penculikan dan pembunuhan di luar hukum oleh milisi Syiah di wilayah Baghdad, Samarra dan Kirkuk.
Mayoritas korban ditemukan tewas tertembak di belakang kepala dengan tangan terborgol
mengutip anggota milisi Syiah Asa’ib Ahl al-Haq, salah satu milisi terbesar di Iraq, bertugas di pos pemeriksaan di utara Baghdad, mengatakan, “Jika kita berhasil menangkap “anjing itu” (Sunni) turun dari Tikrit kita mengeksekusi mereka; di daerah-daerah mereka semua bekerja dengan DAIS/ISIS.Mereka datang ke Baghdad untuk melakukan kejahatan teroris. Jadi kita harus menghentikan mereka,” ujarnya dikutip laman www.independent.co.uk.
Amnesti juga menuduh milisi Syiah Iraq sengaja memanfaatkan perang melawan ISIS justru untuk membantai warga sipil Muslim Sunni di seluruh Iraq.
Menurut AI, milisi Syiah –di antaranya Brigade Badr dan Mehdi—di mana mereka justru mendapat dukungan pemerintah Iraq (terutama saat Iraq diperintah PM Nuri al-Maliki), termasuk menyediakan senjata, melawan ISIS.
Namun kenyataan milisi Syiah dinilai lebih suka membunuh warga sipil Muslim Sunni yang tak bersenjata. Mereka beroperasi di luar kerangka hukum dan tanpa pengawasan resmi. Mereka menyebabkan peningkatan pelanggaran hukum serius di Iraq.
“Mereka kejam. Mereka memicu konflik sektarian dengan kedok memerangi terorisme,” ujar Donatella Rovera, panasehat senior AI.
“Mereka lebih suka menghukum Muslim Sunni atas kebangkitan ISIS,” lanjut Rovera.
Menurut AI, milisi Syiah terus beroperasi dengan berbagai tingkat kerjasama dengan pasukan pemerintah, mulai persetujuan secara diam-diam, terkoordinasi, bahkan operasi bersama.
Meski demikian, PM Haidar al-Abbadi tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah kekejian yang diperlihatkan milisi Syiah saat ini. (hidayatullah.com)