Sunday, May 3, 2015

Sunni Iran Mulai Bangkit Melawan Pemerintah

Ribuan orang dari kalangan Sunni melakukan demonstrasi besar-besar di Ahwazi. Mereka memprotes politik pemerintah Iran yang mendiskriminasi Sunni di Ahwazi. Seperti diberitakan Islammemo, Ahad (15/2/2015) hari ini            
                                             Sunni Iran di Ahwazi. (islammemo)
Salah seorang demonstran, Muhammed Majid Al-Ahwazi, mengatakan bahwa pasukan dari kepolisian menutup semua akes ke tempat dilakukannya demonstrasi. Hal itu untuk mencegah semakin besarnya gelombang protes di Ahwazi.
Sejak jatuh ke tangan Syiah Iran tahun 1925, kelompok Arab yang mayoritas adalah Sunni selalu mengalami intimidasi dari pemerintah. Dulu, imperium Persia memang bermimpi menguasai wilayah ini. Saat ini penduduk dilarang bercakap dengan bahasa Arab, membawa surat berbahasa Arab, atau membawa mushaf Al-Quran yang tidak bertarjamah bahasa Persia.
Gerakan Perlawanan Sunni Iran Dukung Saudi Melawan Pemberontak Syiah Yaman

                                                      Gerakan Perlawanan Sunni Iran Dukung Saudi Melawan Pemberontak Syiah Yaman
Salah satu kelompok bersenjata sunni di Iran memberikan ucapan selamat dan dukungannya kepada operasi “Badai Penghancur” yang dilancarkan oleh Koalisi Arab di bawah pimpinan Saudi Arabia.
Jaisyul Adel, yang merupakan sayap militer Gerakan Perlawanan Baluchistan, menegaskan dukungannya terhadap koalisi yang dipimpin oleh Saudi Arabia untuk mengusir penjajahan dan kudeta yang didalangi oleh sparatis syiah Yaman yang didukung oleh Iran.
Gerakan, yang menjadikan kawasan Baluchistan timur Iran sebagai markas mereka ini, mengecam pembantaian dan kekejaman kelompok bersenjata syiah Houthi terhadap rakyat muslim Yaman dengan dukungan Iran dan bekerjasama dengan Ali Abdullah Saleh.
Jaisyul Adel dalam pernyataannya yang dikutip oleh situs Saudi Sabq. berkata, “Sesungguhnya kejahatan Jamaah Houthi terhadap rakyat Yaman tidak lain perpanjangan kejahatan rezim Iran negara-negara Timur Tengah, terutama, Teluk. Dan sebelumnya kami bercita-cita untuk membentuk koalisi ini untuk menghentikan kejahatan Persia” tuturnya.



Bahwa bagaimanapun syi’ah itu, mereka akan terus bersikap brutal pada Ahlussunnah dan kita wajib melawan mereka!
Inilah pesan selengkapnya.
SABTU, 01 JUMADIL ULA 1436H / FEBRUARY 21, 2015
Iran (Panjimas.com)- Lewat video resmi yang dirilis oleh Al Faarouq Media, Syaikh Abu Al Ballouchi berpesan kepada Ahlussunnah diseluruh dunia terkhusus di Iran, bahwa bagaimanapun syi’ah itu, mereka akan terus bersikap brutal pada Ahlussunnah dan kita wajib melawan mereka!
Berikut pesan beliau !
Pesan Amir Anshar Al Furqan Iran
Syaikh Al Mujahid Abu Hafsh Al Ballouchi – Semoga Alloh Menjaganya-
Segala puji bagi Alloh, sang raja yang berkuasa, penolong orang-orang beriman dan yang menghinakan orang-orang kafir dan munafikin, semoga sholawat serta salam terlimpahkan kepada nabi yang diutus membawa rahmat bagi semesta alam dan pedang yang menebas leher musuh musuh islam, komandan kami Muhammad-Shollallohu ‘alaihi wa sallam-, sang komandan mujahidin, kepada keluarganya, dan para sahabat yang mulia lagi suci dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari pembalasan. Alloh berfirman :
Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah dan Dien ini seluruhnya untuk Alloh (QS. Al Anfal : 39)
Kami dibarisan Anshar Al Furqan, kami berperang melawan pemerintahan Syi’ah Iran, kami memerangi rezim Dinejad, kami memerangi Khomaeni dan bala tentaranya guna meninggikan Kalimatulloh, kami senantiasa membela Dien kami, kami membela kehormatan para sahabat yang mulia, kami mempertahankan kehormatan bunda kami, Ummul Mukminin ‘Aisyah -Rodhiyallohu ‘anhaa- yang suci lagi terjaga.
Yaa.. Iran telah melampaui batas dan brutal atas Ahlussunnah, mereka membunuh kaum muslimin di Negeri 2 aliran sungai (Iraq), Syam, Lebanon, Yaman, Bahrain dan negeri lainnya, menggoyang keamanan negeri, mereka membinasakan Ahlussunnah di setiap tempat hingga (Iran) ingin sampai ke Makkah dan Madinah, semoga Alloh menjaga mereka (Ahlussunnah) dari makar (tipu daya) Rofidhoh dan kawan-kawan mereka dari Yahudi dan Nashrani.
Jika Iran berhenti mengintervensi,menargetkan saudara-saudara kami Ahlussunnah dan memberikan hak, kedudukan di Kementrian dan masjid Ahlussunnah di Tehran dan selain Tehran, memberikan sebagian besar ruang (posisi) kementrian bagi Ahlussunnah dan menyuplai hak duniawi Ahlussunnah, maka sama sekali kami tidak akan berhenti , kami di Anshar Al Furqan seiring melangsungkan serangan menargetkan Rafidhah, Itsna Asyari’ah, peperangan kami melawan mereka ialah peperangan dien, perang aqidah untuk menjunjung tinggi Kalimatulloh, mempertahankan kehormatan Ummul Mukminin ‘Aisyah -Rodhiyallohu ‘anha‘-,  ‘Aisyah seorang yang jujur lagi suci, seorang yang sangat cinta kepada Rosululloh Muhammad Shollalllohu ‘alaihi wa sallam, dan ayahnya Abu bakr Asshiddiq -Rodhiyallohu ‘anhu – seorang yang sangat cinta pada nabi sebagaimana sabda (Nabi), Kami memohon pada Alloh agar Ia mengumpulkan kami di surgaNya bersama Rosul -Shollallohu ‘alaihi wa sallam, bersama para sahabat yang mulia -Semoga Alloh meridhai mereka seluruhnya-.
Kami tengah berada di bawah payung perang melawan Rezim Shafawiy hingga mereka menjadi hina lagi kerdil -Biidznillah- dan Inilah sebuah pesan yang jelas bagi yang berada di kota maupun desa : ”Tidak akan kami menaruhkan senjata selagi rafidhah masih terus mencemooh pada sahabat mulia, terkhusus celaan atas bunda kami Ummul Mukminin ‘Aisyah Rodhiyallohu ‘anha, ‘Aisyah ikut serta bersama rosul dalam sebagian peperangan, ‘Aisyah ikut serta bersama nabi dalam sebagian pertempuran, dan INILAH.. INILAH (Inspirasi) bagi mereka (Ahlussunnah) yang masih duduk-duduk dari jihad, ia Ummul Mukminin, Ummur Rijaal, Ummul Mujahidin, dan bukan Ummul Munaafiqin, atau mereka yang tidak ikut (membelakang) dari urusan jihad yang mana mereka tidak memiliki Udzur selain Al kalam (ucapan) dan Julus (duduk-duduk) saja, kami akan bela kehormatan Ummul Mukminin, senjata kami mengarah menghantam rofidhoh hingga kami gugur (syahid) atau mereka menjadi hina lagi kerdil. [Nzal]
(nahimunkar.com)

DARI DALAM SINAGOG YAHUDI, PEJABAT IRAN MEMPROVOKASI UNTUK MENGHABISI SUNNI (YANG DISITILAHKAN DENGAN SALAFI WAHABI)!!

Gensyiah: Pejabat Iran untuk meluncurkan serangan tajam kepada ahlussunah yang dia sebut dengan istilah Salafi dan mengaitkannya dengan al- Qaeda dan Zionisme!!.
asisten presiden Iran untuk urusan etnis dan agama minoritas agama, Ali Yonsei , menyerang Salafi dengan menyebutnya sebagai kelompok ekstremis .
Anehnya , pejabat Iran ini meluncurkan serangan ini dari dalam sinagoga di Iran , di mana ia menegaskan hak orang Yahudi di Iran , menurut Arab Net . (dan memerangi sunni sampai 1 masjid pun tidak boleh bagi satu juta muslim sunni Teheran. Lihat:
http://www.gensyiah.com/video-resmi-republik-iran-melarang-pendirian-masjid-sunni-di-teheran-bukti-ke-8-tak-terbantahkan.html
http://www.gensyiah.com/bukti-ke-9-iran-melarang-pendirian-masjid-sunni-di-teheran.html)
pejabat Iran ini mengatakan bahwa Salafi wahabi adalah ancaman bagi bagi perdamaian internasional , dan semua orang harus menghaadapinya beserta al- Qaeda dan Zionisme!!
sebelumnya Banyak pejabat Iran telah menyerang Arab Saudi dan apa yang mereka sebut ” Wahhabi ” , dan dianggap sebagai ancaman paling serius terhadap negara mereka!!
(baca: http://www.gensyiah.com/issu-wahabi-dihembuskan-politikus-syiah.html
Beginilah, diantara kelicikan Syiah, selalu berbohong pura-pura anti zionis, padahal syiah adalah mitra dan sekutunya. Sebagaimana pura-pura anti amerika padahal amerika adalah sekutunya:
Baca: http://www.gensyiah.com/mitos-perseteruan-iran-amerika.html


Aparat Iran Larang Muslim Sunni Shalat Jumat

Pasukan keamanan Iran mencegah Muslim Sunni berkumpul untuk shalat Jumat di sela-sela Konferensi Persatuan Islam di Tehran. Konferensi dihadiri pemimpin Muslim Sunni dan Shiah dari seluruh dunia.

Mengutip sebuah situs di Iran, rudaw.net memberitakan pasukan keamanan memblokir semua jalan ke arah masjid kecil tempat Mawlawi Abdulhamid, seorang ulama Sunni terkemuka, dijadwalkan memimpin khotbah Jumat.

Abdulhamid dan ratusan ulama Sunni dan sarjana dari seluruh dunia berada di Tehran untuk Konferensi Persatuan Iran, yang diselenggarakan pemerintah Iran pekan lalu. Gambar yang dipublikasikan pemerintah Iran memperlihatkan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara dengan Abdulhamid.

Abdulhamid adalah imam terkemuka dan pengkhotbah masyarakat Sunni di Baloch, sebelah timur kota Zahidah.

Jalal Jalalizadeh, profesor Universitas Teheran dari etnis Kurdi dan mantan anggota parlemen dari Sanandaj, mengatakan semua jalan menuju masjid Sunni diblokir. Ia tidak bisa melewati blokade jalan, untuk menunaikan shalat Jumat.


Kepada situs Baloch, Jalalizadeh mengatakan pasukan keamanan memperingatan pengurus masjid Sunni, bahwa mereka tidak memiliki hak menyelenggarakan shalat Jumat pekan ini.

Ironisnya, larangan itu terjadi hanya dua hari setelah Presiden Hassan Rouhani menyerukan koeksistensi agama-agama di Iran.

"Kita harus mengajarkan anak-anak kita di sekolah-sekolah dasar untuk saling mengakui dan melihat agama lain dan cabang-cabangnya," ujar Rouhani dalam pidato di konferensi itu.

Dia juga mengatakan pihak berwenang juga harus menyebarkan pandangan ini di universitas, dan sekolah-sekolah agama.

Bukan lai pertama mayoritas Shiah mencegah Muslim Sunni berkumpul untuk shalat Jumat di masjidnya. Oktober lalu, puluhan agen keamanan mengepung masjid Sadeghiyeh di barat laut Tehran, salah satu masjid Sunni terpenting di Iran, untuk mencegah Muslim Sunni berkumpul untuk shalat Idul Adha.

Kelompok HAM di New York mendesak pemerintah Iran menanggalkan pembatasan-pembatasan Muslim Sunni berkumpul dan shalat berjamaah. Iran harus menjamin kebebasan beragama setiap pemeluk agama. http://dunia.inilah.com/read/detail/2169227/aparat-iran-larang-muslim-sunni-shalat-jumat#sthash.IKNyYJAK.dpuf




                                             https://hra-news.org/en/wp-content/uploads/2013/06/arrest.jpg
Pasukan keamanan Republik Syiah Iran menyerbu sebuah masjid Sunni pada hari Senin (28/7/14) selama Idul Fitri di Sanandaj, provinsi Kurdistan Iran.LansirSunniPrisonersIran.com pada 30 Juli 2014.
Masjid, yang terletak di kota Kani Kozaleh di Sandandaj, digerebek oleh aparat keamanan sementara jamaah sedang melaksanakan shalat Idul Fitri.
Ada laporan bahwa pasukan keamanan juga dikerahkan di bagian lain kota untuk mencegah Muslim Sunni melaksanakan sholat Ied di beberapa masjid Sunni di Sanandaj.
Komunitas Muslim Sunni dari Sandandaj, bersama dengan sebagian besar kaum Muslimin di dunia merayakan Idul Fitri pada hari Senin 28 Juli 2014. Sedangkan pihak berwenang Syiah Iran, yang alih-alih menyatakan bahwa Idul Fitri pada Selasa, 29 Juli 2014, tampak berniat mencegah Sunni Sanandaj merayakan Idul Fitri pada Senin.
                                                       http://www.mojahedin.org/images/2014/2014614111910337384111_Sanandaj-Prison-.jpg

Human Rights Watch (HRW) merilis pernyataan tahun lalu mendesak Iran untuk mengangkat pembatasan ibadah Sunni, setelah pasukan keamanan Iran mencegah Muslim Sunni dari melaksanakan shalat Idul Adha di beberapa bagian Teheran di Oktober 2013.
http://www.mojahedin.org/images/2014/2014614111910337384111_Sanandaj-Prison-.jpgSitus berita 'The Guardian' juga melaporkan bahwa muslim Sunni dilarang memegang sholat Ied di Teheran pada akhir Ramadhan tahun 2011 , dengan pasukan keamanan mereka mencegah jamaah Sunni memasuki gedung yang telah mereka sewa untuk melakukan shalat.
Artikel dari 'The Guardian' menyatakan bahwa "dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah Iran telah menolak izin untuk membangun masjid Sunni di Teheran. Saat ini tidak ada masjid Sunni di ibukota, padahal ada beberapa gereja dan sinagog untuk populasi Kristen dan Yahudi yang jauh lebih kecil."

(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

Api Kebencian Majusi Persia yang Masih Berkobar

                                            
Berbicara mengenai kelompok sempalan syiah rafidhah maka yang paling -kelihatan- menonjol dari mereka adalah cinta yang berlebihan (ghuluw) terhadap ahlu bait Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam, khususnya ‘Ali bin Abu Thalib dan keturunannya Hasan dan Husein radhiallahu anhum, namun benarkah demikian adanya? Kemudian, mengapa mereka mencaci dan melaknat sahabat-sahabat yang lain khususnya Abu Bakar, Umar dan Ustman radhiyallah anhum jami’an? Benarkah itu semua hanya karena mereka merebut kekhalifahan dari tangan Ali dan keturunannya sebagaimana mereka tuduhkan?

Mari kita mundur sejenak ke belakang melihat pada sejarah, kemudian kita bertanya: Mengapa syiah banyak tersebar di Iran (Persia)?

Dahulu Persia adalah sebuah dinasti imperium yang kuat nan tangguh, sebanding dengan kekuatan imperium Romawi, bahkan keduanya berebut pengaruh dan kekuasaan di kawasan itu, tak jarang terjadi peperangan di antara keduanya, bahkan al-Quran pun mengabadikannya dalam surat ar-Ruum.

Persia dipimpin oleh para Kisra (raja-raja) dari keturunan keluarga Sassanid, orang-orang Persia majusi sangat mengkultuskan raja-raja mereka. Mereka percaya bahwa raja-raja mereka adalah pilihan langsung dari langit (Tuhan), sehingga pengagungan mereka kepada raja-raja mereka sangatlah berlebihan bahkan sampai kepada derajat ketuhanan.
Ketika sahabat Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu menjadi khalifah kedua, maka ekspansi jihad pun semakin meluas mencapai kekaisaran Persia hingga meruntuhkan kekaisaran ini. Kemudian diakhiri dengan terbunuhnya raja terakhir mereka bernama Yazdajird pada zaman Khalifah Ustman bin Affanradhiyallahu ‘anhu. Nah, inilah yang menyebabkan api kebencian kaum majusi Persia membara, hingga pada puncaknya Abu Lu’lu’ (orang syi’ah menyebutnya baba syuja’) berhasil membunuh khalifah Umar bin Khathab dengan cara yang keji. Ia menikam khalifah Umar bin Khattab saat mendirikan shalat Subuh beberapa kali, salah satunya mengenai perut bagian bawah beliau, dan inilah yang paling mematikan… Sampai di sini api kebencian kaum majusi belumlah padam, namun terus membara walaupun sebagian mereka telah masuk Islam.
Disebutkan dalam sejarah bahwa raja Yazdajird memiliki seorang putri yang menjadi tawanan kaum muslimin, ia bernama Syaharbanu, karena ia adalah putri raja maka kaum muslimin memuliakannya, kemudian menikahkannya dengan cucunda Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam Husain bin ‘Aliradhiallah ‘anhuma setelah ia masuk Islam dan menjadi muslimah yang baik. Syaharbanu meninggal setelah melahirkan seorang tabiin yang mulia yang kemudian dikenal sebagai seorang ahli ibadah ‘Ali zainal ‘Abidin bin Husain, semoga Allah merahmatinya.
Di sinilah orang-orang yahudi mendapatkan celah untuk menebar fitnah, maka banyaklah dari orang-orang Persia yang masuk ke dalam sekte syiah, karena adanya persatuan antara darah keturunan raja-raja mereka dengan keturunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan ini mereka jadikan kedok untuk menebar kebencian pada sahabat-sahabat yang lain khususnya Umar bin khatthob, dengan kedok inilah mereka mencaci maki dan melaknat para sahabat, mereka menganggap bahwa keturunan Ali zainal Abidin lah yang berhak menjadi Khalifah/imam karena pada dirinya mengalir darah suci ibunya keturunan keluarga sassanid.
Jelaslah di sini bahwa kebencian mereka pada khalifah Abu Bakar, Umar dan Ustman bukan karena mereka merebut kekhalifahan dari Ali bin Abu Thalib, tapi karena mereka telah meruntuhkan kekuasaan raja-raja mereka yang selama ini mereka kultuskan dan agungkan, cinta ahlu bait hanyalah kedok untuk menutupi kebusukan yang ada dalam hati mereka, semoga Allah ta’ala menghancurkan mereka dan mengokohkan barisan Ahlusnnah waljama’ah, amin.
Sumber: buku as-syiah wasunnah karya Syaikh Ihsan Ilahi Zhohir, semoga Allah merahmatinya.