Wednesday, July 27, 2016

Target Kudeta 15 Juli: Perang Sipil, Turki Akan Dijadikan Seperti Irak. Israel Dan Anteknya Bashar Assad ( Syiah), As Sisi Dukung Kudeta, Saudi Dukung Erdogan Sejak Awal! Tidak Ada Kebaikan Didapat Dari Barat.

post-feature-image

Target Kudeta 15 Juli: Perang Sipil, Turki Akan Dijadikan Seperti Irak

Senin, 25 Juli 2016
Oleh: MAHMUT ÖVÜR
(Kolumnis Daily Sabah, Turki)
Kekacauan pada 15 Juli dimotivasi oleh hasrat untuk mendorong Turki menuju perang sipil dibanding untuk mengadakan sebuah kudeta. Karena itu, ini tidak menyerupai kudeta/percobaan kudeta-kudeta yang terjadi sebelumnya. Berbagai tank menargetkan warga sipil, helicopter membuka tembakan dan parlemen dibom.

Semua serangan ini tidak hanya refleksi dari sebuah percobaan kudeta, tapi juga bagian dari strategi tertentu. Target utama mereka adalah presiden Recep Tayyip Erdogan. Pembunuhan Erdogan adalah langkah pertama dan utama dalam rencana mereka untuk memulai sebuah perang sipil. Brigadier Jendral Gokhan Sahin Sonmezates, yang menyerbu hotel di Marmaris tempat Erdogan tinggal, memerintahkan bawahannya untuk membunuh Erdogan untuk alasan ini. Sebagai tambahan, ternyata para militant berseragam ini (tentara kudeta) juga berencana untuk membunuh pemimpin Kurdi PKK Abdullah Ocalan yang dipenjara, yang ditahan di penjara pulau Imrali.

Tujuannya adalah untuk mengubah Turki menjadi sebuah “religious-secular inferno”, yang akan menjadi pusat dari konflik Kurdi-Turki. Dengan cara ini, kekuatan-kekuatan global akan mampu
untuk mengintervensi dan mengambil alih di kawasan, mendeklarasikan zona larangan terbang di beberapa bagian di tenggara Turki dan perpecahan Turki akan tak terhindarkan. Turki akan diperlakukan seperti Iraq jika kudeta ini telah berhasil. Karena alasan ini, Erdogan dengan berkeras mengatakan: “Kami tak akan pernah meninggalkan Negara kami kepada kekuatan-kekuatan pendudukan.”

Sekarang sudah diketahui bahwa kekuatan-kekuatan pendudukan berskala global ingin membelah berbagai wilayah di Turki menjadi Negara-negara mikro. Mereka tak ingin menyaksikan sebuah Negara kuat dan stabil di kawasan ini.

Percobaan kudeta 15 Juli dan serangan-serangan lain (berbagai teror) yang telah kita hadapi selama 3 tahun terakhir diorganisasikan sebagai bagian dari proyek ini.

Serangan-serangan secara simultan oleh PKK, DAESH (ISIS) dan kelompok-kelompok teroris People’s Liberation Party Front (DHKP-C), gerakan penguasaan Gulenist Terror Organization (FETO) yang menggerogoti institusi-institusi Negara dari dalam, percobaan kudeta mematikan yang terbaru dan operasi persepsi yang dilakukan media domestic dan asing mengenai Turki semuanya merupakan komponen dari strategi yang sama.

Tidak ada diantara mereka yang kebetulan dan bahayanya belum hilang. Konsekuensinya, kita harus terus menjaga dan mengawasi demokrasi kita.[]

Terungkap Rencana Untuk Adili Erdogan Jika Kudeta Berhasil, Skenario Mirip Mursi

ISTANBUL - Kepolisian Turki berhasil mengungkap sebuah dokumen hukum yang diduga dibuat untuk memulai investigasi terhadap pejabat-pejabat senior pemerintah jika kudeta Turki yang berlangsung pekan lalu sukses menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Keterangan seorang sumber yang tidak disebutkan namanya pada Kantor Berita Anadolu Agency, Kamis, (21/7/2016) menyebutkan dokumen berupa petisi itu ditemukan dalam penggeledahan di kantor Jaksa Penuntut Umum Mehmet Sel di Istanbul menyusul penangkapannya. Dokumen itu menyebut nama Recep Tayyip Erdogan diantara orang-orang yang akan menghadapi dakwaan terkait “proses solusi” untuk mengakhiri konflik dengan warga Kurdi.



Mehmet Sel merupakan salah satu dari 72 hakim dan 39 jaksa dari Istana Keadilan Anadolu yang dipecat pada Sabtu, 16 Juli, dia kemudian ditahan terkait hubungannya dengan usaha kudeta Turki yang gagal.



Dalam dokumen yang ditujukan kepada kantor kepala jaksa penuntut di Inegol, Provinsi Bursa, Turki tersebut tercantum nama Erdogan, Menteri Dalam Negeri Efkan Ala, Kepala Organisasi Intelijen Hakan Fidan, beberapa gubernur provinsi, mantan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, serta mantan wakil perdana menteri Besir Atalay dan Yalcin Akdogan.


Mereka dituduh mendukung kelompok teroris antara tahun 2009 sampai 2015 dengan melakukan pembicaraan damai dengan para pemimpin militan Kurdi PKK.

Nama-nama itu dijadikan subyek pemeriksaan atas tuduhan “melakukan kejahatan membantu organisasi bersenjata dengan tidak menghiraukan persiapan penyerangan mereka”.

Petisi tersebut tidak diberi tanggal ataupun tanda tangan, selain hanya tertera tahun 2016 di dalamnya, yang mengesankan bahwa dokumen tersebut telah dipersiapkan untuk digunakan jika kudeta berhasil.

Skenarionya mirip sekali (bahkan copy paste) dengan skenario yang diberlakukan pada Mursi di Mesir. Saat kudeta yang dipimpin As-Sisi berhasil, Presiden Muhammad Mursi kemudian didakwa dan divonis pengadilan dengan hukuman seumur hidup atas tuduhan spionase, membocorkan rahasia negara, dll.


Kudeta era modern saat ini akan menggunakan instrumen tidak hanya militer, tapi juga aparat hukum untuk memuluskan dan menuntaskan tujuan kudeta, sehingga kudeta akan memiliki "legalitas" di mata dunia, seperti saat ini yang terjadi di Mesir. Kudeta sudah "legal" dan "direstui" dunia dengan dagelan pengadilan.

Alhamdullah di Turki gagal. Allah sebaik baik pembuat makar....

Presiden Erdogan dan Turki adalah bagai oase bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Semoga Allah SWT selalu lindungi Erdogan dan rakyat Turki dari makar-makar jahat musuh-musuh Islam.
Sumber: Anadolu Agency


Zionis-Israel mendukung kudeta yang terjadi pada pertengahan bulan Juli ini

Mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Zionis Israel, Mayjen. Jacob Amidror, mengingatkan pemerintahan PM Benjamin Netanyahu terhadap perkembangan Turki pasca gagalnya kudeta militer pada 15 Juli kemarin.
“Upaya kudeta yang gagal di Turki dapat dianggap sebagai akhir era sekularisme yang didirikan oleh Mustafa Kemal Ataturk, sementara disisi lain Presiden Recep Tayyip Erdogan akan bertambah kuat setelah peristiwa ini,”’ ujar Mayjen. Jacob Amidror dalam sebuah artikel yang diterbitkan surat kabar Israel Today.
Mayjen. Jacob melanjutkan, “Peristiwa di Turki menunjukkan mereka berbeda dari apa yang telah dilakukan Abdel Fattah al-Sisi di Mesir ketika menggulingkan Presiden Mohamed Morsi, seorang wakil dari Ikhwanul Muslimin. Dan mungkin Sisi takut berhadapan dengan Erdogan yang memiliki dukungan penuh dari rakyat meskipun telah mengomandoi prajurit terkuat di dunia (Mesir).”
Menurut Mayjen. Jacob situasi terbaru di Turki mengharuskan pemerintah Tel Aviv untuk berhati-hati dalam tindakannya, meskipun pada dasarnya mendukung kudeta yang terjadi pada pertengahan bulan Juli ini. (Rassd/Ram)

Mantan Komandan NATO Terlibat Kudeta Pemerintahan Erdogan
Israel Siap Tampung Komandan Kudeta Turki
http://www.portalpiyungan.com/2016/07/israel-siap-tampung-komandan-kudeta.html
CIA di Balik Kudeta Militer Turki
Intelijen Turki: CIA Gelar Pertemuan Rahasia di Istanbul pada Malam Kudeta(Yeni Safak)
Kudeta Militer Turki sudah ‘dibahas’ dalam Bilderberg Meeting 2016
Nah Loh ! Jaksa Turki: CIA dan FBI Latih Komplotan Kudeta