Pertanyaan kedua, apabila
Tuhan itu ada, lalu sejak kapan keberadaan-Nya? Jawabannya, Tuhan itu bersifat
qidam, keberadaan-Nya tanpa permulaan. Mengenai sifat qidam ini, umat Islam sepakat,
bahwa wujudnya Tuhan tanpa permulaan, baik Ahlussunnah, Mu’tazilah, Syiah dan
Wahabi. Hanya saja, dalam ajaran
Hasyawiyah (yang diikuti Wahabi), sejak masa Ibnu Taimiyah, menolak penggunaan
istilah qidam bagi Allah, dan menganggapnya bid’ah yang sesat, dengan alasan
istilah qidam bagi Allah tidak ada dalam al-Qu’an dan hadits. ( ????? ) Padahal penetapan sifat Qidam tersebut didasarkan
pada dalil ijma’ ulama salaf. Oleh karena itu, para ulama sebelum Ibnu
Taimiyah, termasuk Hasyawiyah sendiri menerima istilah Qidam bagi Allah.(
?????? )
Di beberapa mata pelajaran keagamaan, disana kami mendapatkan sifat Qidam bagi
Allah. Apa yang dimaksud dengan sifat qidam tersebut dan apakah benar ia
termasuk dari sifat – sifat Allah? (Hamba Allah)











