Syaikh Murad Syukri ~ (Ustaz Badrul Hisyam bin Sulaiman.)
Sunday, July 19, 2015
Majmu Fatawa: Kedudukan Muawiyah dan Amr Bin Ash
Muawiyah dan Amr Bin Ash termasuk
orang-orang beriman. Tidak ada satupun salaf yang menuduh mereka sebagai orang
munafik. Bahkan telah Tsabit dalam kitab sohih bahwasanya Amr bin Ash ketika
membaiat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ia berkata :”Agar Allah mengampuni
dosa-dosaku yang telah lalu”. Maka Rasulullah bersabda: “ tidakkah engkau tahu
bahwasanya Islam akan Memusnahkan apa yang telah lalu?”[1].
Dan diketahui bahwa yang Islam yang
memusnahkan (dosa,red) merupakan Islamnya orang-orang beriman, bukan Islamnya
Orang-orang Munafik.
MAJMU FATAWA : Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Yazid bin Muawiyah
Mari kita menelaah Fatwa Syaikhul Islam terkait fitnah pembunuhan Husain ini! kita ketahui bahwasanya Yazid bin Muawiyah Bin Abu Sufyan merupakan khalifah yang berkuasa ketika Ubaidaullah bin ziyad membantai Husain dan keluarga.
Syaikhul Islam mengatakan:
Belum pernah sebelumnya seorangpun manusia membicarakan masalah Yazid bin Mu’awiyah dan tidak pula membicarakannya termasuk masalah Dien.
Hingga terjadilah setelah itu beberapa perkara, sehingga manusia melaknat Yazid bin Mu’awiyah, bahkan bisa saja laknat tersebut berujung kepada laknat terhadap orang lain dengan menggunakan kejadian-kejadian tersebut
Sedangkan kebanyakan Ahlus Sunnah tidak suka melaknat orang tertentu. Kemudian suatu kaum dari golongan yang ikut mendengar yang demikian meyakini bahwa Yazid termasuk pemuka orang shalih dan imam yang mendapat petunjuk.
Hingga terjadilah setelah itu beberapa perkara, sehingga manusia melaknat Yazid bin Mu’awiyah, bahkan bisa saja laknat tersebut berujung kepada laknat terhadap orang lain dengan menggunakan kejadian-kejadian tersebut
Sedangkan kebanyakan Ahlus Sunnah tidak suka melaknat orang tertentu. Kemudian suatu kaum dari golongan yang ikut mendengar yang demikian meyakini bahwa Yazid termasuk pemuka orang shalih dan imam yang mendapat petunjuk.
MAJMU FATAWA : Pembunuhan Husain bin Ali bin Abu Thalib

Ulama-ulama Yang menjuluki Ibnu Taimiyah Syaikhul Islam
Syaikhul Islam
Adapun tentang kelayakan Ibnu Taimiyah untuk berlaqab “Syaikhul Islam”, maka Tanyakanlah kepada para Hafidz! Seperti As-Suyuthi dan Ibnu Rajab, Tanyakan Juga kepada As Sya’rani, kenapa mereka melaqabkan beliau dengan laqab tersebut!
Terdapat pada Perkataan As-Suyuthi tentang Ibnu Taimiyah “Syaikhul Islam, Seorang Hafidz yang Faqih, Mujtahid, Mufassir ulung, syaikhul Islam, langka Dimasanya, alim lagi zuhud”.[1]
Kerap kafirkan Ibnu Taimiyah, Pengarang Kifayatul Akhyar Panen Teguran
Dia adalah Taqiyuddil Al Husni Abu Bakar Muhammad bin Husaini Al Husni Assyafii, wafat tahun 829 Hijriah.
Kifayatul Akhyar fi Hilli Ghaayatul ikhtishor merupakan salah satu kitabnya yang amat Populer dikarangan Pesantren-pesantren Tradisional.
Kitab ini memang cukup baik metode pensyarahannya, karena banyak mengutip dalil-dalil fiqh Dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Ketika ditanya tentang Kitab ini, Murid syaikh Albani yaitu syaikh Masyhur Hasan Salman mengatakan Bahwa Kitab ini bagus karena didasarkan dengan dalil-dalil naqli.
Namun sayang Taqiyuddin Al Husni jatuh kepada kesalahan kemudian mendapat celaan dari beberapa Ulama Karena menyesatkan bahkan mengkafirkan Ibnu Taimiyah dalam sebuah kitabnya yang bernama Daf’u Syubhati man Syabbaha. Kitab ini dicetak dengan tahqiq Al Kautsari. Kitab tersebut telah dibantah oleh Ibnu Abdil Hadi dengan Judul As shorimul Mughni Fi Raddi alal Husni.
Assakhawi menukil Al Imam Al Muqrizi Menyebutkan dalam Kitab Uqud miliknya secara ringkas
“ Dia itu amat Fanatik dengan Asyairah dan menyimpang dari mazhab Hanabilah hingga keluar batas. Ada beberapa hal terkait dirinya di Damaskus. Ia berbicara keji mencela Ibnu Taimiyah dan mengkafirkannya terang-terangan tanpa Rasa malu, bahkan ia menegaskan pengkafirannya itu ditempat-tempat pertemuan dimana ia bertemu dengan para pengikutnya hingga mereka mentaklidinya sebagaimana biasanya terjadi pada mayarakat kami kala itu yang mereka mentaqlidi siapa saja yang mereka yakini.
Niscaya nanti mereka semua akan diserahkan Kepada Allah yang Maha mengetahui baik dan buruk.
Dia tetap dalam pendapat itu hingga meninggal. Semoga Allah Memaafkannya.”
Pada Biografi Ibrahim bin Muhammad bin Kholil Alburhan Abul wafa At Tharablisi, Tharablis di syam, beliau lahir dikota Halab dan besar disana, Syafii adalah Mazhabnya, As Sakhawi mengutip Al Muqrizi dia mengatakan:
“ ketika Attaqi Al Husni memasuki kota Halab, sampai Kepadaku berita bahwa dia tidak ingin menemuinya ( Muhammad bin kholil Al Burhan, red) karena ia mengingkari dialog dengan dua orang pemakai pakaian -yang memakai pakaian bagus dengan gaya ahli bid’ah dan dengan orang yang sengsara dengan meninggalkan kehidupan duniawi dan tidak memperdulikan kondisi manusia-.
Keinginannya (Muhammad bin Kholil Alburhan) sudah kuat, maka akhirnya ia tidak punya pilihan lain kecuali mendatanginya. Ia mendapatinya sedang tidur di Madrasah Syarfiyyah, Ia Pun duduk hingga membangunkannya kemudian Ia Memberi Salam.
“Engkau Attaqi Al Husni?” Ia menjawab: :”Saya Abu Bakar, (kunyahny, red)”.
Kemudian ia bertanya tentang syaikh-syaikhnya, Maka iapun menyebutkannya. Ia (Muhammad bin Kholil Al Burhan, rerd) berkata:” Sesungguhnya syaikh-syaikhmu yang telah engkau sebutkan itu merupakan hamba-hamba Ibnu Taimiyah atau hamba dari orang yang belajar kepada Ibnu Taimiyah. Lalu Kenapa kamu merendahkannya”?
Maka Attaqi (Alhusni, red) Tidak punya Pilihan selain buru-buru mengambil sandalnya dan pergi tanpa berani membantahnya.”
Semoga bermanfaat
Artikel terkait :
Fitnah Ibnu Bathutah
Taubatkah Ibnu Taimiyah
kedalam Aqidah Asy’ariyah?
Membongkar Kebohongan
Terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [Studi Kritis Buku ‘…Itiqad Ahlu Sunnah
Wal-Jamaah” Oleh KH Sirajuddin Abbas]
Haruskah Membenci Ibnu
Taimiyyah?? (Padahal Ibnu Hajar Al-Asqolaani dan para ulama syafi'iyah terkmuka
lainnya telah memuji Ibnu Taimiyyah dengan pujian setinggi langit [ Edited
Version ]
Pembelaan Al-Hafizh Ibnu
Hajar terhadap Ibnu Taimiyyah dari Tuduhan Keji Abu Salafy
Tuduhan dan Kedustaan
Terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Pujian Para Ulama Terhadap
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah Dikafirkan,
Ibnu Hajar meradang
Penyelewengan Buku
‘Salafiyah Wahabiyah’, ‘Fitnah Terhadap Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyah’
Ibnu Taimiyah : Fitnah Tasjim
HARUSKAH MEMBENCI IBNU
TAIMIYYAH?? (Padahal Ibnu Hajar Al-Asqolaani dan para ulama syafi’iyah terkmuka
lainnya telah memuji Ibnu Taimiyyah dengan pujian setinggi langit)
71 Responses to “Fitnah Tajsim” ( Ibnu Taimiyah) 19-July-2015 at 16:00
Untuk pendengki Ibnu Taimiyah silahkan baca responses terhadap tulisan “Fitnah Tajsim”. Mungkin yang ada dibenak anda terwakili didalamnya.
71 Responses to “Fitnah Tajsim”
Ibad_twSeptember
21, 2010 at 4:09 pm #
Alhamdulillah ustad, saya belum pernah membaca bantahan terhadap
tuduhan mujassimah kepada ahlussunnah secara umum dan syaikhul islam secara
khusus yang seringkas, sejelas, dan segamblang paparan antum….
Insya Allah bermanfaat untuk saya dan kaum muslimin…
السلام عليكم…شكر الله على هذا الجهد المبارك للدفاع عن أئمة السنة وأعلامهم, أسأل الله تعالى أن أن يثبتك وأيانا جميعا على سواء الصراط,,شكرا لك يا صاحب الموقع
JerussalemSeptember
23, 2010 at 1:14 pm #
alhamdulillah sekarang bisa lebih faham, dan hatiku setuju
dengan hal ini :)
Ibnu Taimiyah : Fitnah Tasjim
Baca Juga :
Fitnah Ibnu
Bathutah
Jika anda ditanya oleh seseorang “apakah Allah Berjism”? apa jawaban anda?
Jika anda jawab “yah” maka anda belum tentu
benar.
Jika anda jawab “tidak” Maka anda
kemungkinan salah.
Loh kok. Mumet…. Bingung???
Apa itu Jism?
Pendapat ahli bahasa
Ibnu Mandzur berkata:
الجِسْمُ: جماعة البَدَنِ أَو الأَعضاء من الناس والإِبل والدواب
وغيرهم من الأَنواع العظيمة
“Aljismu: kumpulan dari
badan atau anggota-anggota seorang manusia, onta, binatang berkaki empat, dan
lain-lain yang merupakan bagian yang makhluk yang besar”.
‘Asyura Membuka Kedok Syi’ah
Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap
tercurah kepada Nabi kita Muhammad , keluarganya yang suci dan para sahabat
beliau yang terbaik. Waba’du:
Kita Ahlussunnah mengenal Asyura adalah
hari puasa pada tanggal 10 Muharram yang keutamaannya bisa menghapus dosa
setahun yang lalu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.
Dua bid’ah di hari Asyura
Sikap Ulama Islam terhadap Agama Syi’ah
Oleh Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi
Pada hari-hari ini,
kita melihat bahwa kaum Syi’ah sibuk menyebarkan lembaran-lembaran dari
beberapa tokoh yang berisi beberapa pernyataan bahwa agama Syi’ah tidak sesat.
Hal ini sudah menjadi kebiasaan kaum Syi’ah, pada negeri tempat mereka
menganggap diri-diri mereka sebagai kaum minoritas, untuk menyerukan pendekatan
atau persatuan antara Sunni dan Syi’ah serta yang semisalnya. Seluruh hal
tersebut adalah upaya untuk mengaburkan sikap ulama Islam terhadap agama
Syi’ah.
Syi’ah tidak Sesat???
Para pembaca rahimakumullah, akhir-akhir ini banyak orang
membicarakan tentang Syi’ah, banyak juga pernyataan dari sebagian tokoh yang
menganggap bahwa Syi’ah itu tidak sesat dan bahkan menganggap sebagai salah
satu madzhab yang diakui dalam Islam. Apakah memang demikian?
Berbicara tentang kelompok Syi’ah tidak lepas dari sosok pendiri
pertamanya yaitu Abdullah bin Saba’ atau dikenal juga dengan Ibnu Sauda’.
Abdullah bin Saba’ pada asalnya adalah seorang Yahudi berasal dari Shan’a,
ibukota Yaman. Ia berpura-pura masuk Islam pada akhir-akhir pemerintahan
Khalifah Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Abdullah bin Saba’ juga dikenal
dengan sebutan Ibnu Sauda’ (anak seorang wanita hitam) karena ibunya berkulit
hitam, berasal dari Ethiopia.
‘Aliy adalah Sebaik-Baik Manusia, dan Barangsiapa yang Enggan Mengakuinya, Maka Kafir
Tanya : Shahihkah hadits bahwa Nabi shallallaahu
‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Aliy adalah sebaik-baik manusia. Barangsiapa
yang enggan, maka kafir’ ?.
Jawab : Tidak shahih dari Nabi shallallaahu ‘alaihi
wa sallam tentang hal tersebut. Diriwayatkan oleh Khaitsamah bin Sulaimaan
sebagai berikut :
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْبُهْمِيُّ بِالْكُوفَةِ
قَالَ: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ سَعِيدٍ النَّخَعِيُّ ابْنُ عَمِّ شَرِيكٍ،
عَنْ إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ شَقِيقِ ابْنِ سَلَمَةَ، عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ
الْيَمَانِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
عَلِيٌّ خَيْرُ الْبَشَرِ، مَنْ أَبَى فَقَدْ كَفَرَ “
Telah menceritakan
kepada kami Ibraahiim bin Sulaimaan Al-Buhmiy di Kuufah, ia berkata : Telah
menceritakan kepada kami Al-Husain bin Sa’iid An-Nakha’iy anak paman Syariik,
dari Ishaaq, dari Abu Waail Syaqiiq bin Salamah, dari Hudzaifah bin Al-Yamaan,
ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wa sallam :
“’Aliy adalah sebaik-baik manusia. Barangsiapa yang enggan
(mengakuinya), maka kafir” [Min Hadiits Khaitsamah bin Sulaimaan hal. 200-201].
Syiah Mengulang Sejarah
Syiah Mengulang Sejarah –
Satu tahun terakhir ini, dunia Arab dihebohkan
dengan berita-berita penggulingan penguasa-penguasa di beberapa
negaranya; Tunisia, Mesir, Yaman, Libia, Bahrain, dan Suriah, sebagian besar
berhasil dijatuhkan. Alasannya adalah karena pemimpin-pemimpin itu gagal
mensejahterakan rakyatnya, mereka sibuk memperkaya diri mereka, dan menikmati
kekuasaan sepanjang hidup mereka. Menanggapi hal ini, banyak suara yang pro dan
kontra menyikapi pengulingan penguasa-penguasa absolute ini, dengan alasan
demokratisasi Arab, kebebasan, hak asasi, bahkan atas nama agama.
( Empat Tahun Lalu ) Awas! Taring Syi’ah Menancap di Bumi Pertiwi
Sebagian pengamat
menyatakan bahwapaham syi’ah masuk ke
negri Indonesia jauh-jauh hari sebelum
kemerdekaan Indonesia. Bahkan kesultanan Pasai atau Samudra Pasai yang berdiri
di sekitar kota Kota Lhokseumawe, atau Aceh Utara pada sekitar tahun 1267 M,
ditengarai oleh sebagian pengamat berkulturkan Syi’ah. Bahkan salah seorang
raja kesultanan ini pernah didampingi dua orang Persia terkenal, yaitu Qadi
Sharif Amir Sayyid dari Shiraj dan Taj Ad-Din dari Isfahan. ([1])
(Penting!)Fatwa Tentang Kesesatan Ajaran Syi’ah
KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
(MUI) PROP. JAWA TIMUR
No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012
Tentang :
TENTANG
KESESATAN AJARAN SYI’AH
Majelis Ulama
Indonesia Propinsi Jawa Timur pada sidang hari Sabtu, Tanggal 21 Januari 2012
Sunnah & Syi’ah, Bersandingan ? Mustahil
Oleh
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA
Penindasan dan kehinaan yang diderita oleh umat Islam saat ini,
menjadikan sebagian umat Islam menyerukan agar diadakan konsolidasi antar semua
aliran yang ada. Hanya saja, seruan tersebut sering kali kurang direncanakan
dengan baik, sehingga tidak menghasilkan apapun. Di antara upaya konsolidasi
dan merapatkan barisan yang terbukti tidak efektif ialah upaya merapatkan
barisan Ahlus Sunnah dengan sekte Syi’ah, dengan menutup mata dari berbagai
penyelewengan sekte Syi’ah. Konsolidasi semacam ini bukannya memperkuat barisan
umat Islam, namun bahkan sebaliknya, meruntuhkan seluruh keberhasilan yang
telah dicapai umat Islam selama ini. Karena itu, melalui tulisan ringkas ini,
saya ingin sedikit menyibak tabir yang menyelimuti sekte Syi’ah. Dengan
harapan, kita semua dapat menilai, benarkah Ahlus sunnah memerlukan konsolidasi
dengan mereka?
Taqiyah, Topeng Kemunafikan Kaum Syi’ah
TAQIYAH, TOPENG KEMUNAFIKAN KAUM SYIAH
Oleh
Ustadz Abu Minhal
TAQIYAH, RUKUN AGAMA SYIAH
Akidah taqiyah termasuk akidah Syiah yang menyelisihi Islam. Akidah ini
menempati kedudukan yang tinggi dalam agama mereka. Menurut mereka, para nabi
dan rasul pun diperintahkan untuk melakukannya.
Ulama Syiah telah menjelaskan definisi taqiyah ini. al-Mufîd
dalam Tash-hîhul I’tiqâd berkata: “Taqiyah adalah merahasiakan al-haq
(keyakinan Syiah, red) dan menutupi diri dalam meyakininya, berkamuflase di
hadapan para penentang (orang-orang yang berseberangan dalam keyakinan) dan
tidak mengusik mereka dengan apa saja yang akan menyebabkan bahaya bagi agama
dan dunia (orang-orang Syiah).
Yusuf al-Bahrâni (tokoh Syiah abad 12 H) berkata, “Maksudnya
menampakkan kesamaan sikap dengan para penentang dalam apa yang mereka yakini
karena takut kepada mereka.”
Fatwa tentang sesatnya Syi’ah bukan khusus bagi Tajul Muluk di Sampang tapi keseluruhan di Indonesia.
Ulama Jawa Timur
sekali membantah langsung sekian pentolan pembela aliran sesat Syi’ah terkena
pukulan.
Pentolan yang
cenderung mebela Syi’ah terbukti secara otomatis terbantah pula oleh fatwa MUI
Jawa Timur yang menegaskan bahwa syi’ah itu sesat menyesatkan.
Apakah Syi’ah Itu Kafir
Bismillah
… Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan
sahabatnya.
Perlu
dipahami bahwa tidaklah semua orang yang bersaksi laa ilaha illallah (tiada
sesembahan yang berhak disembah selain Allah), wa anna Muhammadar Rosulullah(bersaksi bahwa
Muhammad adalah Rasul-Nya) disebut sebagai seorang muslim. Orang munafik pun
mengaku demikian, namun itu tidak cukup. Allah Ta’ala menyifati mereka,
إِنَّ
الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ
نَصِيرًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu
(ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu
sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.”
(QS. An Nisa’: 145).
Imam Syafi’i Sang Pembela Hadits Nabi
Salah satu pilar utama dan landasan mendasar bagi manhaj salafi adalah perhatian terhadap hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dari segi penelitian keshohihannya, mempelajari kandungan maknanya, membelanya dari hujatan, mengamalkan kandungannya, dan menebarkannya kepada khalayak manusia. Hal itu merupakan tanda utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ahli Hadits, dan Salafiyyun.
Catatan Kecil 4: Episode Diskusi Buku Minhajus-Sunnah Karya Ibn Taimiyyah
Kemalasan untuk memverifikasi sumber primer adalah satu gerbang
timbulnya fitnah, disebabkan kesalahan persepsi yang diakibatkan ketidak
cermatan pengutipan konteks bahasan yang ada. Ketidakcermatan itu bisa jadi
dikarenakan sikap sikap arogan dan ketidakmahutahuan akibat kebencian yang
tidak mendasar yang sudah dibentuk dalam fikiran sehingga menghilangkan etika
dan obyektifitas maupun proporsionalitas dalam melihat sesuatu. Apalagi
“ketidakcermatan” itu muncul dari copypaste kutipan fihak-fihak ketiga sebagai
fihak yang tidakbertanggungjawab dalam menyebarkan propaganda permusuhan
terhadap Ibn Taimiyyah dikarenakan adanya “kepentingan” tertentu.
Pengkhianatan Syi’ah Kepada Husain Bin Ali
Ya Allah Ya Rabb,
Binasakanlah Agressor Syiah ( Iran dan Antek2nya ) Laknatullah, Pembunuh Husain
bin ‘Ali RA dan Keturunannya, Pembantai Anak-Anak/Perempuan Ahlus Sunnah di Suriah,
Irak, Yaman dan Penindas Keji Ahlus Sunnah di Iran, Seperti “Kaum-kaum
Terdahulu” Yang Telah Engkau Binasakan.
![]() |
| bendera iran syiah |
Kaum syi’ah telah melakukan pengkhianatan kepada Husain bin Ali
bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Husain bin Ali telah ditipu dan dikhianati
oleh kaum syi’ah dan mereka membiarkannya seorang diri melawan musuh-musuhnya
sampai beliau wafat. Ini merupakan salah satu pengkhianatan syi’ah terbesar yg
mengakibatkan terbunuhnya cucu Nabi yang mulia, yaitu Husain bin Ali bin Abi
Thalib di Karbala. Anehnya kaum syi’ah yang telah membohongi, menipu, dan
mengkhianati Husain bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma yang menjadi sebab kematian
beliau, mereka melakukan ratapan jahiliyyah yang sangat panjang selama ratusan
tahun lamanya meratapi dan menyesali kematian Husain!?
Kalimat Istirja' Syiah : "Sesungguhnya Kami Adalah Milik Husain & Kepadanya Kami Akan Kembali"
Bagi muslim sejati, kalimat istirja’ yang di ajarkan Allah
dan Rasulnya adalah berbunyi “inna lillahi wa inna illahi raji’un”. Kalimat
tersebut mempunyai arti “Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya
kita kembali”. Maksudnya bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini
adalah milik dan ciptaan Allah, maka kelak semuanya akan kembali kepada yang
menciptakan dan yang memiliki yakni Allah swt.
Sejarah Istilah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah: Meluruskan Pemahaman Habib Rizieq Shihab
Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter
mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan menjauhi
perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama.
Karena mereka adalah orang-orang yang ittiba’ (mengikuti) kepada
Sunnah Rasulullah dan mengikuti Atsar (jejak Salaful Ummah), maka mereka juga
disebut Ahlul Hadits, Ahlul Atsar dan Ahlul Ittiba’. Di samping itu, mereka
juga dikatakan sebagai ath-Thaa-ifatul Manshuurah (golongan yang mendapatkan
pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), Ghurabaa’
(orang asing).1
Saturday, July 18, 2015
Syi’ah adalah Musuh Bersama Dan Berbahaya !
Fatwa Ulama: Syiah, Mereka adalah Musuh, maka
Waspadalah! - Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr
Diterbitkan tanggal 4 Agt 2013
Video fatwa dari Syaikh Dr.
Muhammad bin Musa Alu Nashr tentang kesesatan syi'ah rafidah (termasuk syi'ah
nusairiah di suriah) dan apa hukum jihad di suriah, hukum memberontak kepada
pemerintahan kafir
Asiyah binti Muzahim (Istri Fir’aun)
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آَمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: ‘Ya Rabb-ku bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.’” (QS. At-Tahrim : 11).
Qatadah berkata, “Dahulu Fir’aun adalah makhluk bumi tersombong dan paling kafir. Tapi demi Allah, kekafirannya tidak mempengaruhi istrinya yang patuh kepada Rabb-nya. Hal ini untuk mengabarkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Adil, di mana Allah tidak akan mengadzab seseorang melainkan disebabkan dosanya sendiri.”1
Makar Orang Syi’ah Terhadap Umat Islam: An-Nushair At-Thusi Dan Ibnu Al-Alqami Bekerja Sama Dengan Pasukan Mongol Penyembah Berhala
![]() |
| pedang |
Beginilah syi’ah sepanjang zaman, baik pada zaman kita maupun pada zaman sebelum kita. Sifat kejam melekat pada diri mereka. Mereka kejam dan membenci muslim Ahli Sunnah (orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah Nabi). Pada masa kita, telah terpapar di depan kita kekejaman mereka dan tingkah jelek mereka. Sebut saja kekejaman mereka di Suriah.
Pembangkangan Kelompok Syi’ah Kepada Sulthan Sulaiman al-Qanuni (King Sulaiman)
Pembangkangan Pertama,

Pembangkangan pertama datang dari tokoh Syi’ah Rafidhah, yaitu Baba Dzunnun pada tahun 932 H, di wilayah Yuzaghad. Baba mengumpulkan sekitar 3000-4000 pemberontak dan mewajibkan pajak atas wilayah yang dikuasainya.
Gerakan ini semakin menguat sehingga berhasil mengalahkan beberapa komandan pasukan Utsmani yang ditugaskan untuk memadamkan pemberontakan itu. Namun pemberontakan Syi’ah ini berhasil ditumpas. Baba sendiri dibunuh, kepalanya dipenggal, lalu dikirim ke Istanbul sebagai bukti.
Agama Syi’ah, Penyebab Kemunduran Umat
Abad kelima hijriah, yang merupakan batas pemisah antara dua zaman yaitu masa kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam -masa yang dipenuhi generasi terbaik- dengan masa kejumudan dan permulaan kemunduran yang mengalahkan umat di masa-masa belakangan. Padahal sebelumnya ahli sunnah mengalahkan ahli bid’ah dan hawa nafsu, di mana ilmu keislaman secara umum dan ilmu-ilmu Sunnah Nabi secara khusus tumbuh dan berkembang pesat sampai pertengahan abad keempat. Mulailah pada saat itu ahli bid’ah menguasai perkara umat, karena ketika itu Baghdad dikuasai oleh Banu Buwaih ar-Rafidhah (Syi’ah). Sedangkan Afrika Utara, Mesir, Syam, dan Hijaz dikuasai oleh Ubaidiyyun al-Bathiniyyun, dan Yaman dikuasai oleh Banu Rasul al-Isma’iliyah. Ketika itu ahli bid’ah dan hawa nafsu mengangkat kepalanya dan keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka menjadi penunjuk bagi para penguasa, dan mereka mempersempit ruang gerak Ahlus Sunnah (pembela kebenaran) dan menyiksa mereka. Dan fitnah Basasiri (W. 451 H) di Baghdad dan tindakan Asya’irah dan kaum Sufi yang dipimpin Ibnu al-Qusyairi (W. 514 H) mencerai beraikan Ahlus Sunnah (Ahlul Haq). Orang-orang sesat ini menyiksa para ulama dan menjauhkan ulama dari kepemimpinan umat. Oleh karena itu, kebodohan tersebar dan kerusakan merajalela.
Ulama Syiah: "Ibnu Katsir, Imam Adz-Dzahabi dan Shalahuddin al-Ayyubi adalah Musuh Kami" [ sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Lahir ]
Ulama Syiah, Dr. Najah Ath-Tha'i berkata,
".. Bahwasanya kebanyakan manusia menampakkan sikap an-nashb dan berlepas diri dari para Imam Syiah alaihis salam karena takut dari pemerintah zalim. Jika bukan karena itu maka sebenarnya mereka bukan nawashib"
"Di antara Nawashib; Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taimiyah al-Harrani, Ibnul Jauzi, Ibnu Katsir, Adz-Dzahabi, Mu'awiyah, Ibnul 'Aash, al-Mughirah, Marwan, Ziyad, Hajja, al-Mutawakkil,Shalahuddin al-Ayyubi dan Saddam..."
Ibnu Taimiyyah dan Minhajus Sunnah (Membongkar Kesesatan Blog: Inilah Ibnu Taymiah; Juga Penuduh "Nawasib " Lain !)
Ibnu Taimiyyah dan Minhajus Sunnah
(Membongkar Kesesatan Blog: Inilah Ibnu Taymiah)
Oleh: dr. M Faiq SulaifiSiapa yang tidak kenal dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah? Nama beliau begitu masyhur baik di kalangan kawan ataupun lawan. Bagi para penuntut ilmu yang ingin pencerahan agama Islam yang murni dan bersih dari kotoran syirik, paganism, bid’ah maupun khurafat tentu tidak asing lagi dengan tulisan-tulisan beliau.
Bahkan Al-Qadli Al-Allamah Baha’uddin As-Subki, seorang qadli besar madzhab Syafi’i yang berseberangan dengan beliau -ketika mendengar seseorang mencela Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah- berkata:
والله يا فلان ما يبغض ابن تيمية إلا جاهل أو صاحب هوى فالجاهل لا يدري ما يقول وصاحب الهوى يصده هواه عن الحق بعد معرفته به
“Demi Allah, wahai Fulan! Tidaklah membenci Ibnu Taimiyyah kecuali orang bodoh atau pengikut hawa nafsu. Orang bodoh tidak mengerti apa yang beliau ucapkan. Sedangkan pengikut hawa nafsu telah dihalangi oleh hawa nafsunya dari mengikuti Al-Haq setelah mengetahuinya.” (Asy-Syahadatuz Zakiyyah fii Tsana’il A’immah ala Ibni Taimiyyah: 24).Neraka lebih Marah Kepada Ahlus Sunnah Daripada Kaum Nashrani [Kata Syi'ah]
Kitab : Kasyful Yaqin hal. 87
by : Dedengkot Al-Hilli
Riwayat (baca: riwayat dusta) yang mereka (Syi'ah) sandarkan atas nama Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam menyatakan bahwa Beliau bersabda kepada Ibn 'Abbas :
يابن عباس والذى بعثنى بالحق نبيا ان النار لاشد غضبا على مبغض على * ع * منها على من زعم ان لله ولدا
"Wahai ibn 'Abbas, Demi Dzat Yang Mengutusku dengan Kebenaran sebagai Nabi. Sesungguhnya Neraka lebih keras marahnya (siksaannya) kepada musuh 'Ali daripada orang yang meyakini bahwa Allah mempunyai Anak"
Nashibi Adalah Ahlus Sunnah Di Mata Syi'ah !
Oleh : Al-Akh Aditya Riko -Hafizhahullah-
Dr. Muhammad Tijani as Samawi mengarang "bebas" buku berjudul as Syi'ah Hum Ahlussunnah, yang di dalamnya ada Bab tentang permusuhan Ahlussunnah kepada Ahlul Bait.
Di dalamnya disebutkan perkataannya :
وغني عن التعريف بأن مذهب النواصب هو مذهب «أهل السنة والجماعة»
"Dan cukuplah satu ta'rif bahwa sesungguhnya madzhab al-Nawashib adalah madzhab Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah."
Siapakah Nashibi Di Mata Syi'ah ? "Tuduhan Nawasib" Mainan Syiaher berbulu Sunni !

Berawal dari makin ramainya gong-gongan pendustaan dan penyesatan kaum syi'ah rafidhah kepada Kaum Muslimin yang awam, yang dimana mereka (syi'ah) berkoar-koar menyerukan persatuan / taqrib antara Sunnah - syi'ah dengan slogan-slogan palsu atas nama "Ukhuwah Islamiyyah" hingga kepengecutan dan kemunafikan mereka berkata "syi'ah cinta Ahlus Sunnah" . Dengan kedok tersebut, mereka suka menjilat-jilat dan menipu Kaum Muslimin agar Kaum Muslimin bersimpati kepada mereka. Tidak lain tujuan mereka dari semua itu sebenarnya adalah untuk menikam Kaum Muslimin dari belakang sebagaimana pendahulu-pendahulu mereka pun ikut andil dalam menumpahkan Darah Kaum Muslimin. Pengkhianatan mereka terhadap Ahlul Bayt Beliau Radhiyallaahu 'Anhum, lalu usaha mereka untuk membunuh Panglima Perang Kaum Muslimin Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi Rahimahullah, pun hancurnya Dinansti 'Abbasiyyah tidak terlepas dari kelicikan dan penipuan yang mereka lakukan. Dan pada setiap tragedi yang menimpa Kaum Muslimin hingga sekarang, mereka selalu memiliki andil bersama musuh-musuh Islam dalam menghancurkan Kaum Muslimin.






