Thursday, April 16, 2015

Pernyataan Syaikh Muhammad Musa Alu Nasr terhadap operasi "Badai Yang Dahsyat".

قال فضيلة شيخنا العالم الرباني تلميذ الإمام الألباني -رحمه الله –
د. محمد بن موسى آل نصر
-حفظه الله وشفاه وعافاه-
بحمدالله وفضله
بدأت عاصفة الحزم
بقيادة
أبي فهد خادم الحرمين الشريفين
✅ الملك سلمان
-نصرالله به دينه وأعلى به كلمته –
وسائر إخوانه حكام المسلمين،
لم أفرح منذ عشرات السنين كفرحي بهذا الحدث الذي تعلو به كلمة الله ضد أذناب إيران المجوسية، وهذا ثمار التعاون والتناصر واستشعار الخطر المحدق ببﻻد الإسﻻم ودوله السنية
التي بدأت تتآكل أمام المد المجوسي الرافضي ليذوقوا وبال أمرهم ويدركوا أن أهل التوحيد والسنة منصورون بعون الله
وهي رسالة للرافضة في العالم أن يدركوا حجمهم ويرجعوا إلى جحورهم النتنة،
ولتدرك أمتنا أن الخطر الرافضي المجوسي أخطر من
خطر اليهود وكل الأخطار المحدقة ببﻻد اﻻسﻻم السنية.
✅ دخول هذا التحالف السني المعركة أعاد الثقة لأهل السنة بحكامهم في العالم السني كله والحرب العقدية ضد إيران المجوسية وأذنابهم لن تتوقف والتقية لم تعد تنفعهم أبدا بعد أن افتضحوا ولن تقوم لهم قائمة بإذن الله ابدا.
نصر الله دينه وأعلى كلمته وأذل الرافضة المجوس وأذنابهم في سائر أرض اﻻسﻻم.
المشاركة في جهاد الرافضة واجب شرعي ديني ﻷمن أمة الإسﻻم السنية…
لأول مرة تتعاون حكومات إسﻻمية
خليجية
شامية
مغربية
مصرية
سودانية
باكستانية
لحرب إرهاب إيران وادواتها؛ فكما استشعرت خطر
( الدواعش) الإرهابي
استشعرت خطر الإرهاب
(الإيراني)
فالإرهاب هو الإرهاب ﻻيحدده أحد ويفرضه علينا ويستثني من شاء من عمﻻئه.
لقد قلت مرارا: إن إرهاب إيران المجوسية وأذنابها من
حشد شعبي
وحزب الﻻت
والحوثي
وبشار الأسد
ﻻيقل خطرا عن إرهاب الدواعش المارقة.
اللهم أنصر دينك وكتابك وأهل السنة والتوحيد، وعليك بالرافضة المجوس والدواعش وأعداء أهل السنة في كل مكان.
آمين.
وكتبه
أبوأنس د.محمد بن موسى آل نصر
صبيحة يوم الخميس
6 جمادى الآخرة 1436هجري
الموافق 26/3/2015ميلادي
Berkata Asy Syaikh, Ulama Rabbani, murid Al Imam Al Albani rahimahullah, Syaikh DR. Muhammad Musa Alu Nasr -smg Allah senantiasa menjaga beliau, menyembuhkan dan menyehatkan beliau- :
Segala puji dan keutamaan hanya bagi Allah.
Operasi “Badai Yang Dahsyat” telah dimulai dibawah komando Abu Fahd, Sang Pelayan Dua Kota Suci, Raja Salman Abdul Aziz -smg Allah menolong agama NYA dengan perantara beliau, dan smg Allah meninggikan kalimat NYA dengan perantara beliau- bersama dg semua saudara saudara beliau dari kalangan penguasa-penguasa kaum muslimin.
Aku belum pernah merasakan kebahagiaan semenjak puluhan tahun lalu sebagaimana kebahagiannku terhadap kejadian ini yg menyebabkan tingginya kalimat Allah di dalam upaya melawan cecunguk Iran yang Majusi.
Ini merupakan buah dari kerjasama, saling menolong dan sikap waspada terhadap bahaya yang mengancam negri negri islam dan daulah ahlis sunnah yg mulai menjilat dihadapan Syiah Majusi,
Operasi ini dilancarkan agar mereka mengetahui akibat perbuatan mereka dan agar mereka tahu bahwa ahlis sunnah adalah kelompok yang akan menang dengan pertolongan Allah.
Serangan ini merupakan surat terbuka bagi syiah rafidhah di seluruh dunia agar mereka sadar bahwa mereka ini kecil dan agar mereka segera kembali masuk ke dalam lubang persembunyian mereka yang hina.
Dan agar supaya umat kita tahu bahwa bahaya syiah rafidhah itu lebih besar dari bahaya yahudi dan nasrani dan lebih besar dari setiap bahaya yang mengancam negri-negri islam.
Masuknya pasukan ahlis sunnah ke dalam kancah peperangan ini mengembalikan kepercayaan ahlis sunnah kepada para penguasa mereka.
Dan perang aqidah melawan iran serta para cecunguknya tidak akan berhenti. Taqiyyah/dusta atas nama agama tidak akan memberi manfaat lagi bagi mereka selamanya setelah mereka menelanjangi diri mereka sendiri, dan mereka tidak akan bisa bangkit lagi dengan taqiyyah ini insyaAllah.
Ikut serta dalam operasi jihad melawan syiah rafidhah adl merupakan kewajiban syar’i untuk menjaga keamanan umat islam.
Ini merupakan kali pertama terjadi kerja sama antara negri negri islam :
Negara-negara Teluk
Negri Syam/Yordania
Maroko
Mesir
Sudan
Pakistan
Untuk memerangi teroris Iran dan para cecunguknya.
Sebagaimana aku mengkhawatirkan bahayanya teroris ISIS aku juga mengkhawatirkan bahayanyateroris IRAN.
Teroris adalah teroris, tidak ada seorangpun boleh membatasinya untuk kemudian menuduhkannya kepada kita dan mengecualikannya dari orang lain sekehendak hati.
Aku telah menyatakan berkali-kali bahwa bahaya Majusi Iran serta para cecunguknya dari kalangan : Hizbul Laata (hizbullah pimpinan Hasan Nasrulllah), Syiah Houthi, Basyar Al Assad,
Mereka ini tidak kalah bahayanya dari bahaya ISIS yg sesat.
Yaa Allah tolonglah agama MU, dan kitab MU, tolonglah ahlis sunnah dan tauhid.
Yaa Allah hancurkanlah Syiah Majusi, ISIS dan musuh-musuh ahlis sunnah di semua tempat … amin.
Ditulis oleh DR. Abu Anas Muhammad Musa Alu Nasr.
Kamis 6 Jumadal Ula 1436H/ 26 Maret 2015M.
Dialih bahasakan secara bebas oleh Abul Aswad Al Bayaty

Raja Saudi dan Perang

Bismillahir rahmanir rahiim. 
Dr. Musa Alu Nashr mengungkapkan rasa suka citanya melihat Saudi memimpin pasukan koalisi ke Yaman.
Apa yg beliau rasakan, tidaklah berlebihan. Itu sesuai hikmah sejarah yg panjang.
Sejatinya, raja Saudi yg mahir perang adalah Raja Abdul Aziz, pendiri Saudi modern. Tapi perang beliau lokal, seputar Najd dan Hijaz.
Raja Faisal pun tidak trlibat perang. Tapi mendukung lewat tekanan-tekanan politik.
Yang pertama kali terlibat perang secara terbuka adalah Raja Salman, raja saat ini.
Tapi perlu dicatat, dalam 10 TAHUN terakhir, Saudi sangat aktif dalam belanja militer/senjata. Itu trjadi di era Raja Abdullah kmarin.
Saudi memutuskan belanja senjata dan memperkuat angkatan perang, belajar dari PERANG TELUK 1990-1991. Mereka waktu itu meminta perlindungan militer AS; hasilnya nombok sangat besar; sampai mengguncang ekonomi bangsa.
Persiapan perang itu sudah lama. Mengantisipasi gejolak politik regional. Bayangkan, sebelum musim Arab Springs, Saudi sudah bersiap-siap. Sampai ketika itu para pemerhati merasa heran. Kenapa belanja militer besar-besaran? Ternyata skarang ia digunakan.
Tapi unt perang itu sendiri tidak mudah. Hanya pemimpin bernyali yang mampu melakukannya. Raja Salman lah tokoh itu.
Salah seorang perwira AL Indonesia pernah berkata: “Kami siap berperang, unt mencapai perdamaian.” Kontras ya. Tapi begitulah, sebenar-benar damai sering dihasilkan lewat perang.
Maka, pernyataan ulama hadits asal Yordan, skaligus murid Al Albani rahimahullah di atas; bisa dipahami dg JELAS.
Adapun tentang kritik orang (kaum haters) terhadap perang ini…BIARKAN SAJA. Toh kalau Saudi diam saja, mereka juga akan mengkritik. Bahkan andai Saudi bersikap “antara diam dan bergerak”, mereka tetap mengkritik. Di mata mereka: “Saudi selalu salah, Iran selalu benar!” Iya tho… 
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.


Target Bom Nuklir Iran adalah ARAB SAUDI

IRAN Negara yg ngga bisa dianggap remeh ya. Walaupun memiliki Angkatan Pesawat Udara yg Kurang Mumpumi. Namun jika kita membahas tentang Teknologi Kekuatan Rudal dan Radar. Negara ini ngga bisa kita anggap remeh.

Baru Baru ini, Mereka juga udah Mempercepat Akuisisi Teknologi Pertahanan Baru dari Rusia yaitu S-300 dan juga berhasil menciptakan Rudal Soumar yg mampu menjelajahi 2.000 KM dan sangat sulit dilacak oleh Radar. Jelas dengan Kemampuan ini, Bangsa IRAN sangat sulit untuk ditembus, mereka juga Kelak akan memiliki Teknik Penyerang Nuklir Canggih dengan Sekali Serang Langsung Hancur Menghancurkan Hingga Efek Radiasi 50 Tahun.
                                            
SALAH PAHAM :
Saya banyak membaca berita di Indonesia. Yang sangat Menyukai Kemampuan IRAN akan Nuklir-nya. Apalagi setelah Amerika Serikat dan P5 + 1 Menyetujui Menandatanganinya. Orang Indonesia berharap Iran meluncurkan Rudal Nuklir Tersebut ke Israel. Inilah mengapa Israel sangat ketakutan.

Namun Pernahkah Kita berpikir. Jika Target Pertama IRAN sebenarnya Bukanlah Israel. Melainkan Arab Saudi.

ALASAN MENGAPA IRAN TEGA :
                                                 
Tahukah Anda Tentang FAKTA, Bahwa IRAN adalah Bangsa dengan Mayoritas Penduduknya Sekte Syiah.

Dan Tahukah Anda. 90% Umat Islam di Bumi ini adalah Islam Sunni. Termasuk Indonesia, Mesir, Pakistan, Yordania, Irak, dll. Kesimpulannya adalah IRAN adalah Umat Islam Minoritas di Muka Bumi ini.

Bagi Iran (Syiah) mereka menganggap bahwa diri mereka yg Paling Benar. Begitu juga dengan Sunni yang menganggap dirinya yg paling benar.

Bagi IRAN-SYIAH, Kedamaian bisa Tercapai bila SUNNI tak ada. Namun bagi SUNNI, Kedamaian bisa tercapai apabila SYIAH ngga ada. Inilah yg menyebabkan mengapa hingga saat ini. SUNNI-SYIAH hingga saat ini ngga pernah damai.

Analisi Mark Langfan :
                                                 
Mark Langfan adalah Seorang Penulis Ahli dalam Masalah Keamanan Dunia. Ia mengatakan Bom Nuclear Iran jika sudah Terproduksi, Maka ini adalah Masalah Bencana Dunia. Karena Target Iran bukan hanya Israel. Tapi Arab Saudi, Irak, Mesir, Pakistan, Yordania, Libya, Turki, Sudan, Palestina, dll-nya yg Notabene kelompok ini adalah SUNNI.


Mark Langfan juga mengatakan Selain Masalah Keyakinan. IRAN juga sangat berminat dengan menguasai Ladang Minyak yg saat ini dikuasai oleh SUNNI. Biasanya disebut dengan “Segitiga Minyak”. 

Arab Saudi Kesal kepada Amerika Serikat Menyetujui Nuklir IRAN
Di-Lansir Dari New York Time. Arab Saudi diketahui juga kesal dengan Pemerintahan Barrack Obama yg menyetujui Nuclear IRAN. Bukan Cuma Arab Saudi, TURKI juga sangat Kesal banget minta ampun banget. Bahkan Arab Saudi dan Pakistan saat ini juga sedang dikejar waktu untuk saling berbagi akses senjata nuclear.
Masalah ini Rumit dan ngga terduga :
                                              
Masalah ini bikin afrid jadi bingung dan begitu rumit. Saya ngga tahu bakalan apa yg terjadi kedepannya ya. Namun jika diyakini analisi ini. Mungkin sebaiknya beberapa Negara di Timur Tengah mesti berjaga-jaga.

Kejadiaan ngga terduga bisa saja terjadi. di Tambah SYIAH-SUNNI hingga saat ini belum pernah bersahabat. Kita tunggu lagi kelanjutan artikel ini beberapa bulan mendatang ya. Semoga ngga terjadi perang besar. GBU

Untuk Pemuja Hizbullata dan "Pedagang Gaza di Indonesia" ! Terlihat Belangnya, Syiah Hizbullata Dukung Mesir Anggap Hamas Sebagai Teroris !

Beirut (lasdipo.com) – Kelompok Syiah Hizbullata yang berbasis di Libanon mendukung keputusan pengadilan rezim Mesir di bawah tiran Jenderal Abdul Fattah As Sisi yang memvonis kelompok perjuangan Palestina, Hamas, sebagai kelompok “teroris”.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Hizbullah menyatakan bahwa keputusan pengadilan Mesir tersebut adalah langkah positif dan sejalan dengan sejarah dan status Mesir beserta rakyatnya.
Di saat bersamaan, Syiah Hizbullah dan Syiah Iran dihapus dari daftar organisasi teroris yang dibuat oleh Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat yang secara rutin dikirim ke Senat.
Organisasi politik dan militer Hizbullah di bawah pimpinan Hasan Nashrullah  selalu menampakkan diri sebagai pembela Palestina. Namun, sejak dukungannya pada rezim Basyar Al Assad di Suriah yang membunuhi ratusan ribu kaum Sunni, tampak jelas bagaimana sikapnya terhadap kaum Muslimin. Kebaikan-kebaikan yang dicitrakan selama ini hanyalah taqiyah untuk meraih simpati masyarakat. (fimadani/lasdipo)

Wednesday, April 15, 2015

Khoutsi Kalah, Pemimpin Mereka Tewas, Perang Dihentikan! ( Insya Allah )

Insya Allah berita ini benar.
16 April 2015
Alhamdulillah, berita gembira, operasi ashifah al hazm dihentikan, berdasarkan resolusi DKK PBB .
KHOUTSI ditarik dari kekuasaan, dan diembargo dari senjata, serta pemeriksaan setiap kapal yang datang ke mereka.

الحمدلله هذي دعواتنا  الف الحمد والشكر لك يالله
وانتصرنا والنصر من الله
RAJA salman memerintahkan penghentian perang segera mungkin.
Saksikan:
http://m.yemennow.net/show566509.html
هذا الخبر اروع من خبر تعليق الدراسه
قولو يارب
صحيفة سبق الإلكترونية | بالصور.. انهيار قوات الحوثيين و”صالح” وانسحاب وتراجع من المواقع: http://sabq.org/sa4gde
صحيفة سبق الإلكترونية | “عاصفة الحزم” الدبلوماسية تنتصر للشعب اليمني بقرار “الأمن الدولي” – http://sabq.org/4a4gde
صحيفة سبق الإلكترونية | محمد بن سلمان ينجح في الملف الروسي – http://sabq.org/AZ3gde

Tuesday, April 14, 2015

Singapura Perlakukan Syi'ah dan Ahmadiyah Bukan Bagian dari Islam ( sama dengan Malaysia dan Brunei ).Kapan di Indonesia ?

                                               
Syi’ah dan Ahmadiyah di negeri Singapura diberi satu bangunan tempat ibadah khusus. Mereka dilarang mendirikan rumah ibadah lain atau berdakwah diluar bangunan tersebut. Penganutnya juga tidak disebut sebagai Muslim. Negara dan masyarakat menyebut mereka sebagai Syi’ah atau Ahmadiyah. Yang menarik, seperti dikutip dari situslasdipo.com, di tempat ibadah milik Syi’ah penganutnya tidak menyelenggarakan “sholat” Jum’at. Untuk ibadah harian, mereka hanya melaksanakan “sholat” subuh, zuhur dan magrib. Sebagaimana dilansir gensyiah. Di Singapura, Syi’ah betul-betul menampakkan perbedaanya dengan Islam. Sehingga kaum muslimin tidak mudah tertipu. Berbeda dengan Syi’ah di Indonesia. Mereka secara terang-terangan menjalankan ritual ajaran syi’ah mengatas namakan Islam atau Ahlul Bait. Andaikan mereka tidak buka-bukaan, tentu kaum muslimin di Indonesia tidak mudah dikelabui. 

Ulama Syiah Benci Pada Negara Malaysia. Indonesia Mesti Mencohtoh Sikap Malaysia Terhadap Agama Syiah
               
              
Jalaluddin as-Shagir, seorang bekas anggota parlimen dalam Majlis Tertinggi Islam Iraq meluahkan rasa kekesalan & kekecewaannya terhadap Malaysia kerana tegas melarang dan mengkafirkan syiah. # Maju terus Malaysia untuk memerangi agama Syi’ah Rofidhoh…!!

Beginilah Cara Kotor Iran Yang MeMake-up Bocah Gadis Jadi ‘Korban Serangan Saudi’

                                   
Sebuah foto tersebar di situs jejaring sosial dimana menunjukkan seorang ahli tata rias Iran menyesatkan media dan opini publik, dengan melakukan rias seolah-olah wajah seorang gadis tak berdosa terluka dan mengalami pendarahan.

Ia kemudian difoto dengan posisi tergeletak di tanah dan bersimbah darah seperti korban perang di Yaman. Hal ini dianggap sebagai eksploitasi publik yang menyesatkan dan menyerang para prajurit dalam sekutu di bawah Arab Saudi dalam operasi “Badai Penghancur” untuk menyerang milisi Hutsiyin.

Si pembuat foto kemudian menyebarkan foto tersebut di banyak akun media sosial untuk membuat mental para prajurit jatuh karena merasa bersalah.

Dikutip dari 3alyoum.com, sebagian orang berpendapat bahwa foto-foto itu dibuat untuk mengokohkan posisi Syiah Hutsi untuk menguasai Yaman.

Inilah Kondisi Kaum Sunni di Iran

Buka juga ( menyeramkan ) :
Derita Muslim Ahwaz dari penjajahan Syi'ah Iran [ Ya Allah Ya Rabb, Binasakanlah Syiah Majusi (Iran) Laknatullah Seperti “Kaum-kaum Terdahulu” Yang Telah Engkau Binasakan ]

SUDAH sejak lama Kaum Syiah begitu memusuhi kaum Sunni. Dan pastinya, di negara ‘kiblat’ Syi’ah sendiri yakni Iran, kaum Sunni benar-benar mengalami diskriminasi yang amat berat. Beberapa kondisi yang dialami kaum Sunni dewasa ini di Iran dapat dituturkan sebagai berikut:
1. Kaum Sunni dilarang membangun masjid di kota-kota besar, sekalipun di wilayah yang mayoritas Sunni. Untuk membangun masjid, kaum Sunni begitu dipersulit sedemikian rupa, bahkan untuk mendapat izin pembangunan.
2. Setelah revolusi Iran, Khomeini yang merupakan pemimpin spiritual Iran mengizinkan kaum Sunni membangun sebuah masjid di Teheran yang dipersiapkan dananya dan tanahnya. Namun, rezim Syiah Iran ternyata mengulur-ulur waktu hingga akhirnya Syiah melarang berdirinya masjid Sunni di Teheran.
3. UUD Iran menerapkan adanya kewajiban memelajari ajaran Sunni bagi anak-anak Sunni yang tinggal di provinsi-provinsi dengan mayoritas Sunni. Sayangnya, hal ini hanya tertulis di atas kertas. Karena pada kenyataannya, guru-guru agama semuanya dari Syi’ah dan melarang tenaga pengajar dari golongan  Sunni.
4. UUD Iran juga menetapkan bahwa di provinsi-provinsi dengan mayoritas Sunnidilaksanakan pendidikan menurut mazhab Sunni. Ternyata semua ini bohong. Dan ketika perwakilan kaum Sunni mendatangi Pengadilan Tinggi Iran (Musawy Ardebily) untuk menanyakan masalah tersebut, pengadilan menjawab dengan enteng “Kami golongan Syi’ah dahulu masih lemah sehingga kami menggunakan siasat taqiyyah.”
5. Golongan Sunni dilarang menjadi pegawai pemerintah, sekalipun telah meraih gelar doktor. Sebelum revolusi memang masih sedikit tersisa kaum Sunni yang mengemban tugas penting. Dan pasca revolusi, terjadilah pembersihan luas terhadap pegawai Sunni.

6. Melarang penerbitan buku-buku Ahlu-Sunnah dalam bahasa persia, terutama yang berkaitan dengan akidah.
7. Sekolah-sekolah agama Sunni yang telah berdiri sejak sebelum masa revolusi begitu banyak. Namun, pemerintah Syiah samasekali tidak mau mengakuinya. Anak-anak yang tengah dalam masa studinya dipaksa ikut wajib militer, padahal anak-anak di sekolah Syiah tidak wajib ikut wajib militer.
8. Ulama-ulama Sunni yang berani menjelaskan kemurnian akidah Islam dan penyimpangan akidah Syiah diperketat ancamannya, diperberat hukumannya bahkan diusir.
9. Para pelajar dari kalangan Sunni amat dipersulit untuk memasuki universitas-universitas yang ada di Iran. Sedikit sekali mereka yang bisa masuk dengan berbagai hambatan dan kesulitan begitu besar, padahal jumlah kaum pelajar di Sunni di Iran berjumlah 10 persen dari seluruh penduduk Iran.
10. Di bidang ekonomi dan pembangunan terjadi diskriminasi yang mencolok di wilayah-wilayah yang berpenduduk Sunni dan Syiah. Dana pembangunan dilimpahkan secara tak terbatas ke wilayah-wilayah Syiah. Sebaliknya, wilayah-wilayah Sunni justru dihancurkan, warga negaranya banyak yang dibunuh dan dituduh dengan berbagai macam tuduhan yang keji.
Selain itu, dalam urusan politik dan diplomatik Iran dengan negara-negara Islam lainnya yang cenderung ‘pilih-pilih.’ Jika negara-negara tersebut dekat hubungannya dengan kaum Sunni, Iran segera menjauhkan diri. Bukti kuatnya adalah hubungan Iran dan Arab Saudi, Pakistan dan beberapa negara teluk lainnya. Hubungan tingkat diplomatik Iran dan Saudi sebatas pada taraf kuasa usaha (konsul), sehingga kedua negara tersebut tidak ada duta besar masing-masing negara.
Demikian pula dengan Pakistan, Iran memiliki hubungan yang tidak baik dengan negara ini. Iran menyebut Pakistan adalah pengikut AS. Karena dianggap dekat dengan AS itulah Iran menjauhkan diri dari Pakistan maupun negara teluk lainnya.
Selesai
[sumber: Syiah,menguak tabir kesesatan dan penghinaannya terhadap Islam/karya Drs. Muhammad Thalib/penerbit: el-qassam]
https://www.islampos.com/inilah-kondisi-kaum-sunni-di-iran-1-174975/
https://www.islampos.com/inilah-kondisi-kaum-sunni-di-iran-2-176834/
Artikel terkait :
http://www.gensyiah.com/bukti-ke-9-iran-melarang-pendirian-masjid-sunni-di-teheran.html

Iran adalah Mayoritas Syiah, Bagaimanakah Islam Sunni di Iran?

Penduduk Iran terdiri dari banyak etnis dan golongan mulai dari Kristen, Yahudi, Zoroastrian, Baha’is, Sunni, dan Syiah sebagai golongan penguasa. Namun, di antara golongan-golongan tersebut, kaum Sunni lah yang paling banyak ditindas oleh pemerintah Iran, dikarenakan perbedaan masalah aqidah antara Syiah dan Sunni.
Penghinaan Iran Terhadap Kaum Sunni
Dalam kekuasaan Iran, tak pernah ada ceritanya, orang Sunni duduk dalam kursi pemerintahan. Baik itu untuk menterinya ataupun sekadar calon presiden belaka. Ini terjadi sejak Revolusi Iran yang mengintegrasikan golongan Sunni ke dalam kaum minoritas. Dalam konstitusi Iran, sudah disepakai, presiden Iran haruslah seorang penganut Syiah. Syiah, tak pelak, telah membuat kaum Sunni menjadi sangat inferior.
Penghinaan kaum Syiah terhadap jamaah Sunni bisa dilihat jelas pada ritual Syiah setiap pekannya, misalnya saja dalam acara doa bersama yang memang kerap dilaksanakan berbarengan. Di Iran, kaum Sunni mencapai 20% dari populasi penduduk Iran yang berjumlah 70 juta orang.
Sunni Iran mengalami penekanan yang sistematik selama bertahun-tahun. Pemimpin mereka, seperti Ahmed Mufti Zadeh dan Syeikh Ali Dahwary, dipenjarakan kemudian dibunuh. Pemerintah Iran juga menghancurkan masjid-masjid kaum Sunni, dan melarang adanya pendirian masjid Sunni lainnya sekarang ini. Bandingkan dengan Sinagog Yahudi yang banyak bertebaran di seantero Iran. Bahkan, azdan oleh kaum Sunni pun dilarang oleh pemerintah Iran.
Pengaruh Kaum Sunni Dalam Pemilu
Ada dua faktor yang mendasari analisis terhadap kaum Sunni Iran dalam pemilu. Pertama, kesatuan para pemilih Sunni dibawah pemimpin dan ulama Sunni. Kedua, tekanan internasional yang terus dialamatkan kepada Iran.
Sudah diketahui secara umum, jika bertahun-tahun sudah, kaum Sunni di Iran memilih menjadi golongan putih alias abstain setiap kali pemilu Iran dilaksanakan. Namun tahun 1997, para pemilih Sunni tiba-tiba saja muncul ke permukaan mendukung Khatami, dan menjadi fenomena tersendiri ketika itu.
Di zaman Khatami, yang beraliran liberal cukup dominan, kaum Sunni mulai dapat bersikap lega. Mereka membentuk kekuatan sendiri, dan baru zaman Khatami ini mereka mempunyai radio dan surat kabar sendiri. Kaum Sunni juga mulai bisa menyekolahkan anak-anaknya di universitas-universitas Iran.
Namun, seperti yang sudah terjadi, siapapun presidennya , yang ditampilkan  seorang presiden Syiah yang digambarkan sangat sederhana, namun ternyata sangat menekan kaum Sunni. Dan siapapun pemimpin Iran, selalu  sering kali mendapat sambutan luar biasa dari dunia internasional karena keberaniannya dalam menentang AS dan Israel, namun anehnya, sampai saat ini, Iran-yang tak lebih besar daripada Iraq yang sudah digempur habis-habisan oleh AS dan sekutu, masih baik-baik saja. Dalam artian, AS tidak pernah melakukan suatu tindakan yang nyata terhadap Iran.
Perkembangan Kaum Sunni
Kaum Sunni Iran hidup di pinggiran dan perbatasan. Sementara kaum Syiah, Kristen dan Yahudi menghuni kawasan kota-kota besar di Iran. Karroubi-sebelum pemilu-berjanji akan merevisi semua konstitusi Iran yang telah bertahun-tahun dilaksanakan, di antaranya adalah dengan melindungi kaum Sunni. Menurut Karoubi, kaum Sunni di Iran tak lebih berharga daripada orang asing di negara itu sendiri. Mousavi-jika terpilih-akan kembali membangun masjid pertama untuk kaum Sunni. Asal tahu saja, kaum Sunni Iran sekarang ini, jika melakukan shalat Jumat, harus di kedutaan besar asing!
Kemarahan kaum Sunni Iran terhadap pemerintahnya tak lepas dari kebijakan Iran sendiri selama ini. Selain itu juga karena perbedaan aqidah yang sangat besar, yaitu kaum Syiah tak mengakui keberadaan sahabat Rasul (kecuali Ali). Kaum Syiah menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama daripada seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. Sesuatu yang oleh Ali bin Abu Thalib sendiri pernah disanggahnya semasa beliau hidup.
Pencetus pertama paham Syi’ah ini adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan’a) yang bernama Abdullah bin Saba’ Al-Himyari, yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Asal Ar-Rafdh ini dari munafiqin dan zanadiqah (orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran). Pencetusnya adalah Abdullah bin Saba’ Az-Zindiq. Ia tampakkan sikap ekstrem di dalam memuliakan ‘Ali, dengan suatu slogan bahwa ‘Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala dosa,).” (Majmu’ Fatawa, 4/435).
Tak pelak, ajaran Syiah sudah dianggap sebagai ajaran sesat dalam Islam dan ulama-ulama besar internasional pun sudah mengharamkannya. Dan hingga dibawah kekuasaahingga sekarang ini, tampaknya nasib kaum Sunni di Iran akan tetap terus tertindas dan tertekan.


Testimoni Imam Masjid Istiqlal tentang Syiah dan Iran

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Ali Mustofa Yaqub menulis testimoni kepada saya:
Pada bulan Agustus 2005, kami berada di Iran. Selama satu pekan di sana, kami mengunjungi Kota Teheran dan Kota Qum. Suatu malam, ketika kami diundang untuk makan malam oleh Duta Besar Republik Indonesia di Teheran, kami berbincang-bincang dengan beliau tentang Iran. Kami katakan kepada beliau bahwa warga Iran pada masa dahulu adalah penganut Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah dan bermazhab Syafi’i.
Kitab-kitab karya para ulama Iran bahkan sampai sekarang masih menjadi rujukan utama para ulama di Indonesia. Sebut saja misalnya, Kitab al-Muhadzdzab tentang Fikih Syafi’i karya Imam al-Syirazi (w 476 H) dari Syiraz, Iran, yang disyarahi (diperluas) oleh Imam al-Nawawi (w 676 H) dalam Kitab al-Majmu’, kitab Hilyah al-Auliya’ wa Thabaqat al-Ashfiya’ , sebuah kitab Hadis karya Imam Abu Nu’aim al-Ishfahani (w 430 H) seorang ulama dari Ishfahan, dan juga Kitab Ihya’Ulum al-Din karya Imam al-Ghazali yang lahir di Kota Thus pada tahun 450 H dan wafat di kota yang sama pada tahun 505 H. Kota Thus berada di kawasan Khurasan, wilayah timur laut Iran, yang sekarang disebut Masyhad.
Ketika dinasti Shafawiyah, nisbah kepada pendirinya, Ismail al-Shafawi (1587-1629 M), yang berhaluan Syi’ah meraih kekuasaan politik di Iran, eksistensi Ahlus Sunnah wal Jamaah di Iran redup. Dan setelah revolusi Syi’ah di Iran pada tahun 1979 M, eksistensi Ahlus Sunnah wal Jamaah di Iran padam.
Kepada Duta Besar Republik Indonesia di Teheran waktu itu, kami mengatakan bahwa apa yang terjadi di Iran dapat pula terjadi di Indonesia. Ketika itu, pada tahun 2005, jumlah mahasiswa Indonesia di Iran ada 150 orang. Mereka belajar Syiah di Kota Teheran dan Kota Qum. Sementara saat ini, konon mahasiswa Indonesia yang belajar di Iran sebanyak 7000 orang. Seorang Diplomat Irak pernah mengatakan kepada kami bahwa persentase muslim Sunni di Iran mencapai 35 %. Namun, mereka sudah kehilangan hak politiknya, tidak ada satu pun muslim Sunni yang menjadi anggota parlemen. Di Iran juga tidak ada satu pun masjid milik kaum Sunni. Sementara di negeri Komunis seperti Rusia terdapat ratusan masjid milik muslim Sunni.
Awal Desember 2013 M, ketika diadakan Konferensi Imam Masjid se-dunia di Pekanbaru, Riau, kami bertemu dengan delegasi dari Irak. Ia seorang imam dan anggota Majelis Ulama Irak. Beliau mengatakan kepada kami bahwa ketika Dinasti Shafawiyah meraih kekuasaan politik di Iran, mereka mengatakan, “Hari ini di Iran, besok di Irak, lusa di Suriah, esoknya lagi di Bahrain dan seterusnya di negara-negara muslim yang lain.” Beliau juga mengatakan bahwa saat ini aset-aset wakaf milik Ahlus Sunnah wal Jamaah di Irak telah dirampas oleh Syi’ah.
Apa yang dikatakan oleh orang-orang dari Dinasti Shafawiyah di Iran saat itu, mungkin merupakan sebuah obsesi, bahkan mungkin disebut isapan jempol. Namun kenyataan membuktikan bahwa Irak telah dikuasai oleh Syi’ah, sementara Suriah sedang dalam pergulatan dan perang saudara.
Ketika Irak masih dikuasai oleh rezim partai sosialis Arab, Ba’ats, yang berhaluan komunis dan dikomandoi oleh Presiden Saddam Husein, warga Ahlus Sunnah wal Jamaah dapat hidup berdampingan dengan kelompok lain secara damai dan tenteram. Namun setelah rezim Partai Ba’ats yang komunis itu ditumbangkan, konflik berdarah antar kelompok selalu terjadi di Irak.
Ada orang berkata bahwa perbedaan antara Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Syi’ah adalah perbedaan dalam penafsiran saja. Menurutnya, perbedaan penafsiran seperti itu juga terdapat di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah sendiri. Pendapat ini tampaknya ingin memberikan lampu hijau dan legalitas kepada Syi’ah. Masalahnya apakah semua penafsiran itu dibenarkan menurut ajaran Islam? Apabila hal itu dibenarkan, maka tidak ada satu pun pendapat di dunia yang salah menurut ajaran Islam. Seperti kita ketahui, kelompok Ahmadiyah (Qadianiyah) menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kata Khatam an-Nabiyyin dalam Surat Al-Ahzab ayat 40 adalah nabi yang terbaik. Penafsiran Ahmadiyah ini untuk menjustifikasi bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang nabi, padahal Hadis-hadis sahih menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi pamungkas dan tidak ada nabi setelah beliau. Konsensus (ijma’) ulama juga menetapkan demikian.
Ustadz Fahmi Salim, Lc. MA.

Iran.. Ulama Sunni Tuntut Penghentian Diskriminasi Sektarian

Para Ulama Sunni di Iran menuntut pemerintahan Presiden Hassan Rouhani untuk mengakhiri "diskriminasi dan perlakuan tidak adil" dengan isu-isu etnis minoritas dan agama minoritas seperti dilansir Alarabiya, hari Selasa 02/09/14 . 
Mereka juga mengkritik, dalam laporan terpisah, pihak berwenang yang berurusan dengan siswa sekolah agama Islam Sunni, di provinsi Balochistan, Iran timur. 
Menurut situs, "Sunni online", yang mengekspos berita-berita mengenai Sunni di Iran, Syaikh Abdul Hamid Ismail Zahi, Imam Sunni di kota Zahedan, ibukota provinsi Balochistan, menuntut pemerintah untuk "mengakhiri diskriminasi dan untuk memenuhi janji-janjinya terhadap hak-hak kelompok minoritas." 
Kata Syaikh Abdul Hamid, ketika khotbah Jumat kemarin, mengatakan bahwa "keterlibatan kelompok minoritas dari etnis dan agama di dalam mengelola negara akan meningkatkan persatuan nasional, keamanan dan stabilitas di negara itu," seperti dikutip situs Sunni Online. 
Dalam konteks yang sama, Syaikh Mohammad Hussein Gargij, Imam Sunni di kota Azad Shahr menuntut pemerintah Iran  dengan mengatakan bahwa "orang-orang bodoh yang berlaku diskriminatif terhadap isu-isu minoritas agama harus dihukum." Dia menyebutkan bahwa kampanye penangkapan massal, yang dilakukan oleh pemerintah Iran, terhadap siswa dari pusat-pusat keagamaan Sunni, khususnya di provinsi Balochistan, yang mayoritas penduduknya Sunni. 
Penangkapan ditargetkan kepada seluruh siswa berpakaian seragam sekolah Sunni di perbatasan provinsi dan pos pemeriksaan di pintu masuk ke kota Zahedan. 
Tuntunan ini adalah yang kesekian kalinya terhadap perlakuan diskriminatif pemerintah Persia Iran terhadap Sunni yang mayoritasnya beretnis Arab.




Mau Tahu Hubungan Hizbut Tahrir Dengan Syiah?

Sepenggal Kisah Hizbut Tahrir Dan Hubungan Gelap Mereka Dengan Agama Syi’ah
Pendiri Hizbut Tahrir adalah Syaikh Taqiyuddin bin Ibrahim an-Nabhaani. Lahir di desa Ijzam sebelah selatan kota Heefa pada tahun 1909 M. Ia sangat terpengaruh dengan kakeknya dari pihak ibu bernama Syaikh Yusuf Ismail an-Nabhaani yang terkenal dengan kesufiannya serta kebenciannya terhadap Salafush Shalih. Sebagai buktinya adalah beberapa karya yang ditinggalkannya, seperti buku “Syawaahidul Haq fil Istighaatsah bi Sayyidil Khalq.” Ia sangat terpengaruh dengan keyakinan-keyakinan sufi yang dipelopori oleh Kesultanan Utsmaniyah. Syaikh Mahmud Syukri al-Aluusi telah membantahnya dalam beberapa buku, di antaranya “Ghaayatul Amaani fir Radd ‘ala an-Nabhaani.”
Kemudian Taqiyuddin masuk Universitas al-Azhar. Lalu bekerja di Peradilan Agama dan pada tahun 1950 M ia diangkat menjadi anggota Mahkamah Banding Syariat kemudian ia mengundurkan diri. Ia mencalonkan diri menjadi anggota Parlemen Yordania sebagai calon dari daerah al-Quds, akan tetapi ia tidak terpilih. Kemudian ia bekerja sebagai tenaga pengajar di Kuliyah Ilmiah Islamiyah. Dan pada tahun 1952 M ia mengajukan permohonan resmi ke Departemen Dalam Negeri Yordania agar memberi izin resmi bagi partainya yang bernama Hizbut Tahrir Islami, akan tetapi permohonannya itu ditolak. Setelah itu partai ini melakukan kegiatan partai secara diam-diam.
Syaikh Taqiyudin an-Nabhaani meninggal dunia pada tahun 1977 M di Libanon. Kemudian kepemimpinan partai ini dilanjutkan oleh Abdul Qadim Zalum.1
Pendapat Hizbut Tahrir Tentang Nikah Mut’ah
Mereka berpendapat bahwa nikah mut’ah tidak haram, seperti yang disebutkan dalam selebaran tanya jawab no. 26 bulan Jumadil Awal 1390 H bertepatan dengan bulan Agustus tahun 1970: “Mut’ah menurut madzhab Ja’fari termasuk nikah. Madzhab Ja’far dalam pandangan Hizbut Tahrir seperti madzhab Abu Hanifah. Pengadopsian madzhab ini dapat menyeret kepada kontroversi. Dan Hizb memilih untuk tidak mengadopsinya, akan tetapi Hizb mengeluarkan jawaban atas pertanyaan. Syabab Hizbut Tahrir tidak menyelisihi pendapat yang dikeluarkan meski tidak diadopsi.”2
Hizbut Tahrir dan Revolusi Syi’ah Yang Kelam
Hizbut Tahrir bertepuk tangan menyambut kemenangan Revolusi Syi’ah yang kelam. Mereka berangkat ke Teheran, memberikan dukungan bagi Khomeini untuk mengangkat dirinya sebagai imam kaum muslimin dan pemimpin negara orang-orang yang tertindas. Akan tetapi Khomeini tidak mengacuhkan mereka dan tidak memperhatikan mereka.
Dalam pernyataan Hizbut Tahrir, mereka menyebut Khomeini dengan sebutan “Samaahatul Imam Ayatullah Khomeini al-Muhtaram.”
Mereka memanggil Khomeini dengan sebutan imam dan menunggu seberkas kebaikan darinya dan dari pengikutnya. Mereka menginginkan Khomeini menjadi imam bagi mereka. Akan tetapi Khomeini bersikeras menyatakan keyakinan (Syi’ah) Rafidhahnya dan tetap mempertahankan aqidah syi’ahnya serta mengumumkannya terang-terangan dalam undang-undang.
Dengan terang-terangan Khomeini mengatakan kepada orang-orang yang tertipu itu, “Sesungguhnya Iran adalah negara syi’ah dan tidak akan berubah menjadi bentuk negara lainnya.”3
Selesai ditulis tanggal 16 Jumadal Akhir 1436 H / 6 April 2015.
Abu Aslam Benny Mahaputra A
Rujukan:
  1. Buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Pustaka Imam Bukhari.
  2. Buku “Mulia Dengan Manhaj Salaf” karya al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka at-Taqwa.
Footnote:
  1. Lihat buku Jama’ah-Jama’ah Islam (2) halaman 162. Lihat juga buku Mulia Dengan Manhaj Salaf halaman 545.
  2. Lihat buku Jama’ah-Jama’ah Islam (2) halaman 167.
  3. Lihat buku Jama’ah-Jama’ah Islam (2) halaman 271-272.

Monday, April 13, 2015

Berguru kepada Abdullah Bin Saba ( Perusak/ Pengkloning Agama ),Syiah Sababiyah Saat ini Juga Mengkloning Situs-Situs Ahlussunnah !

Waspada, aliran sesat syiah membuat situs tandingan (kloning) dengan alamat yang menyerupai situs penegak amar ma'ruf ( Ahlussunnah ) yang bertujuan untuk mengelabui dan menyesatkan umat Islam. Situs tersebut (palsu) berisi aliran sesat syiah dan dusta-dusta khas syiah. Anda harus bisa membedakannya. 
Dibawah ini kami tampilkan beberapa situs palsu dan berbahaya, hasil kloning keturunan Majusi Syiah Abdullah Bin Saba :
Aslinya/Ahlussunnah : www.nahimunkar.com 
Kloning majusi rafidhah/Syiah : www.nahimunkar.net 
Aslinya/Ahlussunnah : www.lppimakassar.com  
Kloning majusi rafidhah/Syiah : www.Ippimakassar.net
Aslinya/Ahlussunnah : www.arrahmah.com 
Kloning majusi rafidhah/Syiah : http://arrahmahnews.com 
Aslinya/Ahlussunnah :  http://gensyiah.com  
Kloning majusi rafidhah/Syiah :  http://gensyiah.blogspot.com
Aslinya/Ahlussunnah : http;//salafy.or.id 
Kloning majusi rafidhah/Syiah : http://salafynews.com 
Aslinya/Ahlussunnah : www.sunnahcare.com
Kloning majusi rafidhah/Syiah : www.sunnahcare.blogspot.com 
Aslinya/Ahlussunnah : http://infosyiah.com
Kloning majusi rafidhah/Syiah : http://infosyiah.wordpress.com 
Aslinya/Ahlussunnah ; Syiahindonesia.com 
Kloning majusi rafidhah/Syiah : Syiahindonesia.net 
Aslinya/Ahlussunnah :  www.indonesia-menolak-syiah  
Kloning majusi rafidhah/Syiah : www.indonesia-tolak-takfiri.blogspot.com 
Aslinya/Ahlussunnah : http://alislamu.com 
Kloning majusi rafidhah/Syiah : www.al-islam.org 
Aslinya/Ahlussunnah : www.syiahindonesia.com 
Kloning majusi rafidhah/Syiah :  http://syiahali.worspress 
Situs Kloningan Majusi Syiah lain sedang diteliti dan akan dipublikasikan segera mungkin untuk mencegah meluasnya pengelabuan !
artikel terkait :