Syiah Rafidhah al-Majusi adalah sebuah Agama yang dianut oleh penduduk negeri Iran yang merupakan Pusat Kekufuran yang berada di arah Timur di mana kaum Majusi berasal darinya, dan kaum Majusi tersebut biasa dikenal dalam bahasa Yunani dengan nama Zoroaster.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأْسُ الْكُفْرِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ وَالْفَخْرُ وَالْخُيَلَاءُ فِي أَهْلِ الْخَيْلِ وَالْإِبِلِ وَالْفَدَّادِينَ أَهْلِ الْوَبَرِ وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Pusat kekufuran berada di arah Timur [الْمَشْرِقِ]. Kebanggaan diri dan kesombongan terletak pada para pemilik kuda dan unta. Serta al-Faddadin berada pada penduduk al-Wabar, sedangkan ketenangan ada pada para pemilik kambing.” [Bukhari no.3056]
[3301] قَوْلُهُ رَأْسُ الْكُفْرِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ فِي رِوَايَةِ الْكُشْمِيهَنِيِّ قِبَلَ الْمَشْرِقِ
وَفِي ذَلِكَ إِشَارَةٌ إِلَى شِدَّةِ كُفْرِ الْمَجُوسِ لِأَنَّ مَمْلَكَةَ الْفُرْسِ وَمَنْ أَطَاعَهُمْ مِنَ الْعَرَبِ كَانَتْ مِنْ جِهَةِ الْمَشْرِقِ بِالنِّسْبَةِ إِلَى الْمَدِينَةِ وَكَانُوا فِي غَايَةِ الْقَسْوَةِ وَالتَّكَبُّرِ وَالتَّجَبُّرِ حَتَّى مَزَّقَ مَلِكُهُمْ كِتَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَيَأْتِي فِي مَوْضِعِهِ وَاسْتَمَرَّتِ الْفِتَنُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ كَمَا سَيَأْتِي بَيَانُهُ وَاضِحًا فِي الْفِتَنِ
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, [رَأْسُ الْكُفْرِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ] “Pusat kekufuran berada di arah Timur [نَحْوَ الْمَشْرِقِ]” Dalam riwayat al-Kusymihaniy [قِبَلَ الْمَشْرِقِ] “Ke arah Timur.”
Hal tersebut memberikan isyarat akan kerasnya kekufuran kaum Majusi, karena sesungguhnya kerajaan Persia dan orang-orang yang mentaatinya dari bangsa ‘Arab yang merupakan berada di arah Timur [الْمَشْرِقِ] ketika dilihat dari kota Madinah [الْمَدِينَةِ]. Dan mereka berada pada puncak kekerasan hati, kesombongan dan keangkuhan hingga raja mereka merobek-robek surat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana yang akan disebutkan pada tempatnya nanti. Dan berlangsungnya Fitnah [الْفِتَنُ] secara terus menerus dari arah Timur [الْمَشْرِقِ] sebagaimana yang akan dijelaskan pada pembahasan tentang fitnah.










