Tuesday, July 10, 2018

Bandingkan Pidato Pelantikan Presiden Erdogan Dan Raja Salman. Bersumpah Dimakam Yang Mulia (Mustafa Kemal Ataturk, Tokoh Anti Islam Dan Arab). Tahun 2005 (Juga Di Tahun 2016) Erdogan Bertemu Perdana Menteri Israel Ariel Sharon (Penjagal Bangsa Palestina Di Sabra-Shatila) Di Jerusalem. Di Akherat Anda Bersama Pilihan Yang Anda Cintai.

Image result for video al quran

Kebohongan Erdogan Soal Jerusalem (Al Quds). Bersama Komunis Rusia Dan Majusi Syiah Iran Mengkavling Syam, Mengisolir Mujahidin Ahlus Sunnah Dan Mengamankan Jagal Terkeji Bashar Asaad. Bisa Dipercaya ? Tersingkapnya Misteri Dibalik Deklarasi Trump Bahwa Yerusalem Al-Quds Adalah Ibukota Israel. Tampaknya Presiden AS bukan yang pertama “menyadari” bahwa Yerusalem adalah ibu kota entitas Zionis, yang ternyata dia telah didahului oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Yang lucu adalah Qatar (tentu saja Ikhwanul_Muslimin) & Iran menganggapnya sebagai pahlawan nasional yang membela kepentingan Palestina. Faktanya dia adalah orang pertama yang menjualnya! Pada tahun 2005 Perdana Menteri Israel Ariel Sharon (penjagal bangsa Palestina di Sabra-Shatila) mengatakan kepada Erdogan:
“Selamat datang di (Yerusalem Ibukota Israel) !!!
28 Juni 2016 Presiden Erdogan Akui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Alih-alih menyebut Tel Aviv sebagai Ibukota Israel, bahkan Yerusalem Al-Quds jelas-jelas dinyatakan oleh Turki (sebagai Ibukota Israel) dalam dokumen perjanjian ini.
Persetujuan tentang pemulihan hubungan diplomatik antara Israel dan Turki:
“Perjanjian ditandatangani antara Israel dan Turki pada tanggal 28 Juni 2016, di Ankara dan Yerusalem al-Quds dalam bahasa Turki, Ibrani dan Inggris.” Erdogan telah menjual Yerusalem kepada Yahudi dan menjual Suriah pada Iran.
Lebih lengkap, silahkan buka sumber dibawah ini :
Erdogan Bersahabat dengan Israel dan Syiah
Turki, Negeri Penduduk  Islam Pertama yang mengakui Negara Zionis Israel (1950), yang saat ini Punya Hubungan Diplomatik, Kerjasama Industri Militer dan Penerbangan, Menempatkan kuasanya di Jerusalem serta dapat memiliki Pesawat Tempur Super Canggih F-35 dengan persetujuan Negara Zionis Israel.

Ini Bunyi Teks Lengkap Sumpah Jabatan Presiden Erdogan

Presiden Erdogan resmi dilantik sebagai presiden Turki. Yang menarik dari pelantikan kali ini adalah Presiden Erdogan menjadi presiden pertama dalam sistem pemerintahan baru Turki yang beralih dari sistem parlementer ke sistem presidensial.
Dengan sistem presidensial ini, Presiden Erdogan memiliki kekuasaan eksekutif penuh dengan menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, dimana sebelumnya pada sistem parlementer, kepala pemerintahan dipegang oleh seorang Perdana Menteri.
Presiden Erdogan mengambil sumpah jabatan sebagai presiden Turki di bawah sistem pemerintahan yang baru di Parlemen Turki, Senin kemarin, (9/7/2018). Berikut bunyi lengkap sumpah jabatan presiden Erdogan, seperti dikutip dari media Turki, Hurriyet, Selasa, (10/7/2018), sebagai berikut :
Erdoğan’ın ettiği yemin şöyle: “Cumhurbaşkanı sıfatıyla, Devletin varlığı ve bağımsızlığını, vatanın ve milletin bölünmez bütünlüğünü, milletin kayıtsız ve şartsız egemenliğini koruyacağıma, Anayasaya, hukukun üstünlüğüne, demokrasiye, Atatürk ilke ve inkılâplarına ve lâik Cumhuriyet ilkesine bağlı kalacağıma, milletin huzur ve refahı, millî dayanışma ve adalet anlayışı içinde herkesin insan haklarından ve temel hürriyetlerinden yararlanması ülküsünden ayrılmayacağıma, Türkiye Cumhuriyetinin şan ve şerefini korumak, yüceltmek ve üzerime aldığım görevi tarafsızlıkla yerine getirmek için bütün gücümle çalışacağıma Büyük Türk Milleti ve tarih huzurunda, namusum ve şerefim üzerine and içerim.”
Terjemahan : 
Predisem Erdogan bersumpah : “Dalam kapasitas saya sebagai Presiden, saya bersumpah demi kehormatan dan martabat saya di hadapan bangsa Turki yang besar untuk menjaga persatuan dan kemerdekaan, kesejahteraan rakyat, menjaga integritas negara dan bangsa, mempertahankan kedaulatan tanpa syarat. Saya akan terus memegang prinsip konstitusi, aturan hukum, demokrasi, dan tetap setia kepada prinsip-prinsip Ataturk dan prinsip-prinsip Republik sekuler, memastikan hak asasi manusia dan hak dasar untuk kedamaian, kemakmuran bangsa, solidaritas dan keadilan nasional, melestarikan dan menjaga kehormatan Republik Turki dan bekerja dengan semua kemampuan saya dengan bertanggung jawab untuk bangsa Turki yang besar. Aku bersumpah untuk kehormatan dan martabat saya.”

Simak videonya berikut ini :


Sumber : The Hurriyet, Video : TRT World | Redaktur :



Usai Dilantik, Presiden Erdogan Kunjungi Makam Pendiri Turki Mustafa Kemal Ataturk

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi penghormatan kepada pendiri Turki Mustafa Kemal Ataturk di ibukota Ankara.
Setelah upacara pelantikannya di parlemen, Presiden Erdogan mengunjungi Anitkabir, Makam Mustafa Kemal Ataturk, Bapak Pendiri Turki Modern dan menuliskan pesan-pesan dan harapannya ke depan di buku tamu.


“Bangsa kita, menganggap saya layak sebagai presiden pertama mereka. Sebagai presiden ke-12 dan presiden pertama dari sistem presidensial, saya sekali lagi bersumpah untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan bangsa kita, membangun dan mengangkat martabat negara,” tulis Erdogan, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, (10/7/2018).
Kami bertekad untuk memenuhi tujuan Republik ini, yang telah dipercayakan kepada generasi selanjutnya oleh Yang Mulia (Mustafa Kemal Ataturk) dan rekan-rekan Anda, pada tahun ke-100 pendiriannya,” tulis Erdogan.
Presiden Erdogan mengambil sumpah sebagai presiden pertama Republik Turki di bawah sistem pemerintahan yang baru di Parlemen Turki, Senin, (9/7).
Sumpah itu menandai dimulainya sistem presidensial di Turki, peralihan dari sistem parlementer, yang disetujui dalam referendum mengenai amandemen konstitusi pada 16 April tahun lalu. Melalui sistem ini, Presiden Erdogan menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, dengan menghapus jabatan Perdana Menteri. (DH/MTD)
Sumber : Anadolu Agency 

Raja Salman Bin Abdul Aziz Dan Komitmennya Terhadap 
Syariat Islam

Dalam sebuah risalahnya kepada Dr. Muhammad al-Hasyimi dan Dr. Abdurrahman al-Furaih, sebagai kelanjutan penjelasannya dalam kuliah umum di Universitas Islam Madinah tahun 2008, Raja Salman mengatakan, “Kerajaan Arab Saudi berdiri dengan asas al-Kitab dan as-sunnah bukan berdasar hukum-hukum kabilah atau ideologi-ideologi buatan manusia. Kerajaan ini berdiri dengan berasaskan akidah Islam sejak lebih dari 270 tahun lalu, ketika al-Imam Muhammad bin Suud dan Syaikh Muhammad bin Abdullah Wahab –rahimahumallahu- menyebarkan Islam dan menegakkan agama Allah ‘Azza wa Jalla…

Pidato Pertama Raja Salman 
bin Abdul Aziz

Raja Salman bin Abdul Aziz : Konstitusi Kita adalah Kitab Allah dan Sunah Nabi-Nya.

Raja Salman mengawali pidatonya dengan pujian kepada Alllah dan shalawat kepada Rasul-Nya, kemudian ucapan bela sungkawa kepada anggota kerajaan dan seluruh rakyat Arab Saudi atas meninggalnya Raja Abdullah. Ia mengatakan:
“Segala puji bagi Allah, yang telah berfirman,
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. (QS. Ar-Rahman: 26-27).
Shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad, kepada keluarga dan juga sahabatnya… kemudian baru beliau sampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Raja Abdullah bin Abdul Aziz rahimahullah. Raja Salman memuji pendahulunya tersebut atas dedikasi yang ia berikan dalam hidupnya kepada agama, negara, rakyat, dan dunia Islam secara umum.
Beliau menyampaikan, “Kami akan melanjutkan –dengan rahmat dan pertolongan dari Allah- meniti jalan yang benar dan tidak akan pernah menyimpang darinya, yaitu melanjutkan konstitusi kami berdasarkan Alquran dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
“Kami akan melanjutkan kebijakan negara ini, negara yang telah Allah utamakan dengan memilihnya sebagai tempat risalah (Nabi-Nya) dan kiblat (kaum muslimin), untuk meningkat persatuan dan mempertahankan negara. Dengan bimbingan dari Allah berdasarkan syariat Islam sebagai agama damai, kasih sayang, dan moderat”. Kata Raja Salman.
Ia melanjutkan, “Saya memohon kepada Allah agar senantiasa membimbing saya dalam melayani rakyat, mewujudkan harapan mereka, menjaga keamanan dan stabilitas negara kita, serta melindunginya dari kejahatan. Sesungguhnya Allah mampu melakukan yang demikian, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya”.
Pidato beliau dapat disaksikan disini:



Pujian Para Ulama Terhadap Pemerintah Arab Saudi

Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh rahimahullah berkata:

فحكومتنا بحمد الله شرعية دستورها كتاب الله تعالى وسنة رسوله صلى الله عليه وعلى اله وصحبه وسلم

“Segala puji milik Allah, pemerintah kami berjalan di atas syariat.Undang-undang yang dipakai adalah kitab Allah ta’ala dan sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam” [Fatawa Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 12/341]
Asy-Syaikh Abdul Aziiz bin Baz rahimahullah berkata:

وهذه الدولة السعودية دولة إسلامية والحمد لله تأمر بالمعروف وتنهى عن المنكر وتأمر بتحكيم الشرع وتحكمه بين المسلمين

“Negara Arab Saudi ini merupakan negara Islam, segala puji milik Allah, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran, memerintahkan untuk berhukum dengan syariat, serta menerapkan syariat tersebut diantara kaum muslimin” [Kaset Al-Ahdaf Al-Hamalaat Al-I’lamiyyah]

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah juga berkata:

لا ريب أن بلادنا من أحسن البلاد الإسلامية وأقومها بشعائر الله على ما فيها من نقص وضعف

“Tidak ada keraguan bahwa negera kami termasuk diantara negara Islam yang baik, diantara negara yang paling tegak menerapkan syariat Allah, meskipun di sana masih terdapat kekurangan dan kelemahan” [Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 4/162]

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata:

وأخيراً فإني أسأل الله سبحانه وتعالى أن يديم النعمة على أرض الجزيرة وعلى سائر بلاد المسلمين ، وأن يحفظ دولة التوحيد برعاية خادم الحرمين الملك فهد بن عبدالعزيز ، وأن يطيل في عمره في طاعة وسداد أمر وتوفيق موصول

“Dan yang terakhir, aku memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar melanggengkan nikmat ini di bumi Al-Jazirah dan seluruh negeri kaum muslimin, menjaga negeri tauhid yang dipimpin oleh pelayan dua tanah suci Raja Fahd bin Abdul Aziz, memanjangkan umur beliau dalam ketaatan, meluruskan langkah beliau serta memberikan taufiq pada beliau.. [Kalimat Al-Albani Al-Fa’iz bi Ja’izah Al-Malik Al-Faishal Tahun 1419 H]

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

أشهد الله تعالى على ما أقول وأشهدكم أيضا أنني لا أعلم أن في الأرض اليوم من يطبق
شريعة الله ما يطبقه هذا الوطن أعني المملكة العربية السعودية وهذا بلا شك من نعمة الله علينا

“Aku bersaksi kepada Allah ta’ala atas apa yang aku ucapkan, aku juga bersaksi pada kalian bahwa aku tidak mengetahui ada suatu negeri di atas muka bumi ini yang menerapkan syariat Allah seperti yang diterapkan di negeri ini yaitu Kerajaan Arab Saudi[1]. Tidak diragukan lagi bahwa ini merupakan nikmat yang Allah anugrahkan pada kita…” [Wujub Tha’atis Sulthan hal. 49]

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah berkata:

فقد رأيت في جريدةٍ الأمير نايفاً – حفظه الله تعالى – طلب منه ترشيح المرأة فقال ( أتريدون أن يبقى الرجل هو في بيته وهي تخرج؟ لا! هذا أمر لا تحاولوا فيه ) وطلب منه الانتخابات  فقال ( رأيناها ليست ناجحة في البلدان المجاورة ، فإن الذي ينجح فيها هم أهل النفوذ وأهل الأموال ) . وصدق ثم بعد ذلك أيضاً هي واردة من قبل أعداء الإسلام

 “Sungguh aku membaca surat kabar, disebutkan di sana bahwa Al-Amiir Nayif hafizhahullah[2] diminta agar wanita juga dipilih (memegang jabatan pemerintahan –pen) , maka beliau menjawab: ‘apakah kalian ingin laki-laki menetap di rumahnya, sementara para wanita keluar?? Tidak !! Perkara ini tidak mungkin terjadi’. Beliau juga pernah diminta agar diadakan pemilu, maka beliau menjawab: ‘kami melihat Pemilu itu tidak berhasil di negara tetangga, tokoh-tokoh yang dihasilkan hanyalah orang-orang memiliki uang dan harta’. Beliau telah benar, pemilu juga berasal dari musuh-musuh Islam…”

الحكومة السعودية – وفقها الله لكل خير – استقبلتها بشرط أن تكون خاضعة للإسلام وللكتاب والسنة هكذا أيضاً إقامة الحدود وإقامة الحدود كما يقول ربنا عز وجل في كتابه الكريم )وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ( نعم ! القتل قليل في هذه البلاد ، وكذلك السرقة تضع سيارتك عند المسجد أو عند باب بيتك ولا يأتيها السارق ولا شيء ، ثم بعد ذلك في بلدان أخرى تضعها وتخرج ولا تراها ، بل ربما ينهبونها على الشخص وهو في سيارته ، فهذا هو بسبب إقامة الحدود ، فجزاهم الله خيراً

“Pemerintah Arab Saudi –semoga Allah memberikannya taufik dalam setiap kebaikan- menerimanya dengan syarat tunduk kepada Islam, Al-Kitab dan As-Sunnah. Demikian pula diterapkan hukum-hukum had, sebagaimana Rabb kita ’azza wajalla berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ

“Dan dalam qishash terdapat kehidupan bagi kalian”
Tindakan pembunuhan dan pencurian jarang terjadi di negeri ini. Engkau meletakkan mobilmu di depan masjid atau di depan pintu rumahmu, pencuri tidak berani mencurinya, tidak masalah. Bandingkan di negeri lain, engkau meletakkan mobilmu, meninggalkannya dalam sekejap, engkau tidak melihat mobilmu lagi. Bahkan terkadang mereka mengingatkan seseorang di dalam mobilnya, ini terjadi dengan sebab diterapkannya hukum-hukum had, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan.” [Musyahadati fil Mamlakah Al-Arabiyyah As-Su’udiyyah]

Asy-Syaikh Hammad Al-Anshari rahimahullah berkata:

من أواخر الدولة العباسية إلى زمن قريب والدول الإسلامية على العقيدة الأشعرية أو عقيدة المعتزلة ، ولهذا نعتقد أن هذه الدولة السعودية نشرت العقيدة السلفية عقيدة السلف الصالح بعد مدة من الانقطاع والبعد عنها إلا عند ثلة من الناس

“Sejak akhir Daulah Abbasiyah hingga beberapa waktu yang lalu, negeri-negeri Islam berada di atas aqidah Asy’ariyyah atau aqidah Mu’tazilah. Oleh karena itu (kita patut bersyukur –pen), karena negeri Arab Saudi ini menyebarkan aqidah salafiyyah, aqidah yang diyakini oleh para ulama pendahulu kita yang shalih (As-Salaf Ash-Shalih) setelah sekian lama terjadi kekosongan, serta jauh dari aqidah salafiyyah kecuali dipegang oleh segelintir manusia” [Al-Majmuu’ fi Tarjamah Asy-Syaikh Hammad hal. 485]

Asy-Syaikh Hammad rahimahullah juga berkata:

إن المملكة العربية السعودية دولة سلفية

“Sungguh Kerajaan Arab Saudi adalah negeri salafiyyah” [Al-Majmuu’ hal. 530]
Allahua’lam, semoga bermanfaat
Sumber: Ad-Durar As-Saaniyyah , Fatawa Ulama As-Salafiyyin As-Sawiyyah fi Bilad At-Tauhid As-Su’idiyyah
Ditulis oleh Abul-Harits di Madinah 10 Rabi’uts Tsani 1436
[1] Sungguh tepat perkataan Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah. Telah beberapa kali ditegakkan hukuman mati terhadap para pelaku kriminal yang memang layak dihukum mati di sini. Beberapa waktu yang lalu telah dieksekusi seorang terpidana pengedar narkoba di lampu merah dekat asrama tempat kami tinggal. Sebelum dieksekusi, para hadirin yang menyaksikan dibacakan ayat ini:
إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيم
“Sesungguhnya balasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka akan memperoleh siksaan yang besar“. [QS Al-Maidah: 33]
Setelah itu terpidana diberikan nasehat agar bertaubat kepada Allah, kemudian diberikan kesempatan mengucapkan kalimat tauhid La’ilahaillah, barulah kemudian ia dieksekusi.
[2] Al-Amiir Nayif bin Abdul Aziz rahimahullah telah wafat.  Dahulu Al-Amiir Nayif menjabat sebagai Putra Mahkota Kerajaan yang akan menggantikan Raja Abdullah bin Abdul Aziz, namun qaddarallahu wamasya’a fa’ala beliau wafat, sehingga jabatan putra mahkota digantikan oleh Al-Malik Salman bin Abdul Aziz (Raja Arab Saudi saat ini)
Posted by Abul-Harits at 11:34 PM 

Raja Salman Bin Abdul Aziz Dan Komitmennya Terhadap Syariat Islam
Raja Salman bin Abdul Aziz : Konstitusi Kita adalah Kitab Allah dan Sunah Nabi-Nya. Pujian Para Ulama Terhadap Pemerintah Arab Saudi
Raja Salman: Kami Tidak Akan Membiarkan Ada Yang Mengutak-Atik Persatuan Arab Dan Islam
Raja Salman: Qur’an dan Sunnah Rasul Benteng Utama Hindari Korupsi ( ما شاء الله)
Dakwah Tauhid Pondasi Kemuliaan Politik Negara Islam, Kontribusi Wahabi Terhadap Kekuatan Arab Saudi
Pembelaan Atas Negeri Saudi (Sunni Salafy) Pendukung Manhaj Salaf Dan Kembali Pada Al Haq
Raja Salman: Seorang Visioner Sejati Dengan Kebijakan Tegas
Saudi Arabia Negeri (Islam) Percontohan Dalam Penegakan Tauhid Dan Sunnah, Wajib Berta’awun (Bekerja Sama) Dengannya. Inilah Aqidah Raja Saudi Arabia. Ada Pilihan Lain ?
Tidak Ada Negara Islam Berani Menghadapi Kezhaliman Seperti Saudi Arabia. Begundal Liberal, Takfiri, Dan Shafawi Tidak Bisa Bersatu Kecuali Untuk Membenci Negeri Haramain. Saudi Masuk Suriah, Perlawanan Mulai Berimbang !
Saudi Arabia Memimpin Umat Islam Memerangi Syi’ah. Wajib Atas Setiap Muslim Di Seluruh Belahan Dunia Untuk Bekerjasama Dengan Pemerintah Arab Saudi. Syukur Dan Dukungan Terhadap Kerajaan Islam Saudi Arabia.
Bagaimanakah POTRET NEGERI WAHABI. Melihat Indahnya Kehidupan Masyarakat di Negeri Wahabi (Negeri yang menerapkan syariat Islam), tulisan ini menjadi pelajaran bagi antum yang kontra terhadap dakwah syeich muhammad bin abdil wahhab rahimahullah.