Tuesday, June 19, 2018

Musa Kazhim Al Habsyi (Militan Syi’ah, Pendengki Arab Saudi), Kar-Bala (Haram Al-Husein) : AL-HUSEIN tak pernah MATI! Tak mungkin MATI! A-SYU-RA dan AR-BA-‘IN adalah setiap hari ! Labbayka YA HUSEIN ??!! Pembunuh Keji Husein Bin Ali RA Dan Ali Bin Abu Thalib RA Adalah Syi’ah Kufah (Keturunan Majusi-Persia, Tempat Keberadaan Abdullah Bin Saba’)

Ayatulah Syiah: "Pembunuh Husein Adalah Syiah"
Habib Salim Al Muhdor: Yazid Tidak Terlibat Dalam Pembunuhan Al-Husein


al-husain bin ‘ali bin abi thalib radliyallaahu ‘anhu
Imam Husein Di Hati Kami
Konspirasi Syi’ah Dalam Peristiwa Karbala
Konspirasi Rahasia Di Balik Tragedi Karbala dan Terbunuhnya Husain
Mengungkap Pembunuh Husein Radhiyallahu 'Anhuma Ala Syi'ah (Kitab Syi’ah)

Musa Kazhim Al Habsyi (Militan Syi’ah, Pendengki Arab Saudi) : Kesamaan Israel Dan Arab Saudi ? Bantahan Ilmiyah Dan Comprehensive.

Hasil gambar untuk syiah yahudi

https://musakazhim.wordpress.com/about/
Anaknya Hussein Al-Habsyi Bangil (Tokoh Syi’ah Pertama yang Membaiat Khomeini, Pengkader Agama Syiah Rafidhah terbesar di Indonesia)
(artikel paling Bawah)

Konspirasi Dan Kolaborasi Syiah (Alawiyin),Kristen Dan Yahudi, “Biang Kerok” Terbentuknya Negeri Yahudi Israel Dan Memporak Porandakan Negara-Negara Arab, manifestasi Pelampiasan Birahi Dendam Majusi Terhadap 'Umar Bin Khattab RA Dan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Berdirinya Negara Tauhid KSA Membendung Ekpansi Tersebut.
Perjanjian Faisal Bin Husein (Putra Syarif Mekkah Husein Bin Ali, Penganut Sufisme, Keluarga Hasyimiyah) -Weizmann, Pintu Masuk Yahudi Eropa Miliki Tanah Di Palestina. 'Arab Revolt', Pemberontakan Keluarga Sufi Melawan Turki Utsmani
Fakta Mengejutkan ! Pengkhiatan Syiah di balik runtuhnya kekhilafahan Islam ( Utsmaniyah )

Musa Kazhim Al Habsyi (Militan Syi’ah, Pendengki Arab Saudi) : Syiah Dan Ilmu Hadis ? Bantahan Ilmiyah Dan Comprehensive.

Hasil gambar untuk hadits syiah

Musa Kazhim al Habsyi : Syiah dan Ilmu Hadis
Anaknya Hussein Al-Habsyi Bangil (Tokoh Syi’ah Pertama yang Membaiat Khomeini, Pengkader Agama Syiah Rafidhah terbesar di Indonesia)
(artikel paling Bawah)

Apakah Syi'ah Memiliki Kitab Shahih?
Apakah Syi'ah Memiliki Kitab Shahih? [2]
Akidah Syiah Imamiyah : Tanya Jawab Mengenai Rusak dan Bahaya Akidah Syi’ah [edited version]
Benarkah Ajaran Syi'ah Putus Sanad ? Masihkah Mahluk Syiah Khumainiyyah Berani Mengaku-Ngaku Sebagai Pewaris Ajaran Ahlul bait?
Konsep Batil (Validitas) Hadits Syiah, dari Cacat Ruwat hingga Cacat Sanad. Kaum Syiah, Golongan Pemalsu Hadits Terdepan. Syi'ah Percaya Al-Qur'an ?
Menyoal Validitas Hadits Syi’ah

Monday, June 18, 2018

IslAm NUSantara, Anti Arab Atau Cenderung Anti Islam ? Obsesi Romatisme Kejayaan Nusantara Kerajaan Majapahit.

Hasil gambar untuk majapahit

‘Islam Arab’, ternyata memang induknya dari Nabi dan para shahabat. Ajaran Islam itu sendiri, Islam yang universal. Islam yang dipahami para ulama Ahlus-Sunnah di seluruh penjuru dunia. Penyebutan ’Islam Arab’ hanyalah cara pendikotomian syari’at Islam oleh segelintir orang idiot yang mengatasnamakan Islam. Tak ada konsep Islam secara geografis. Saya khawatir, penyebutan ‘Islam Arab’ ini muncul karena ada angapan Islam (baca : Arab) ‘menginvasi’ Nusantara seperti mirip cerita orang-orang Majapahit yang merasa diinvasi orang-orang Islam (lalu lahirlah Mataram Islam) sehingga mereka berhijrah menepi ke wilayah Dieng, Bromo, Semeru, dan Bali untuk mempertahankan agama dan budaya mereka. Seandainya benar demikian, konsep Islam geografis Indonesia – yaitu islAm NUSantara – dikhawatirkan justru ingin menghidupkan kembali budaya klenik dan pagan yang memang dulunya menjadi platform budaya Nusantara dengan baju Islam. Bahaya banget gan !!
So, para pegiat islAm NUSantara yang menyuarakan sentiment anti Arab (baik langsung maupun tidak langsung) dengan jargon-jargon menghidupkan budaya lokal, jangan nanggung-nanggung lah yang ujungnya cuma bikin marah umat Islam. Bikin saja yang lebih jelas. Lebaran jangan pakai penanggalan Islam, pakai saja penanggalan Masehi. Pilih 17 Agustus misalnya, pas hari kemerdekaan RI dan lomba makan krupuk. Pasti ramai. Buka puasa, makanlah petai dan jengkol yang asli spesies Indonesia – bukan kurma, makanan Arab. Setelah penciptaan tilawah Al-Qur’an langgam Jawa, apa nggak sekalian dicoba pembacaan serat Darmo Gandhul dengan nada ala murattal Su’uud Asy-Syuraim dan Misyari Rasyid Al-‘Affasiy biar semakin nge-blend ajaran gado-gadonya?. Hewan kurban, carilah yang murah meriah yang banyak tersedia di masyarakat kita : ayam kampung, lebih legit. Shalat dengan bahasa daerah, yang penting artinya sama. Muatan lokal (mulok). Dan lain-lain. Biar nanti lebih jelas garis pembeda antara ajaran islAm NUSantara dengan Islam yang dibawa Nabi yang notabene orang Arab.
Btw,…. sudah cukup untuk sementara sebagian uneg-uneg dituliskan.
Pesan saya, jauhi paham islAm NUSantara dan orang-orangnya. Doakan saja agar mereka mendapat hidayah, atau kalau tidak, kita berdoa agar kita dapat beristirahat dari gangguan mereka.

IslAm NUSantara (Abul Jauzaa’). Gus Najih Maimoen : Islam Nusantara Akan Mengembalikan Pada Kemusyrikan.



Diposting oleh Abu Al-Jauzaa'
Saya terus terang masih bingung mendefinisikan islAm NUSantara. Sebagian tokoh lokal menjelaskan ide baru ini sebagai identitas keislaman orang Indonesia yang ‘moderat’ dan penuh ‘rahmat’; mesti diinternasionalisasikan ke manca negara. Islam yang dalam pikiran sebagian tokoh tergambarkan sebagai Islam yang mengadopsi budaya lokal, nggak mau kearab-araban (atau bahkan anti Arab?), tapi sangat hobi – kalau tidak mau dikatakan rakus – mengadopsi style kebarat-baratan. Islam yang menjadi opisisi ‘Islam Arab’ (?). Islam yang pemahaman nash-nashnya mesti di-reinterpretasi sesuai kondisi dan kebutuhan, sebagaimana diskusi naas belum lama ini yang berhasil membuat girang Benyamin Netanyahu.[1]

Thursday, June 14, 2018

Debat Seru Sunni-Syiah (Mut’ah), Syiah Nya Keok!

Hasil gambar untuk mutah

Oleh: DR. Faishal al-Bahr
Translate: Tim Media Farid Okbah
Murajaah: KH. Farid Ahmad Okbah. MA
Seorang ulama marja’ Syiah Muhammad Said al-Hakim di Baghdad (tahun 1995) memfatwakan bolehnya nikah Mut’ah bagi mahasiswa kampus dan lainnya. Namun fatwa itu ditentang dan difatwakan haram oleh DR. Muhammad Mahrus al-Mudarris seorang tokoh madzhab Hanafi, lalu aparat menangkap dan memenjarakan beliau.

Manusia Sangat Tamak Dan Rakus Terhadap Harta Dan Jabatan

Hasil gambar untuk tamak

Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله

عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ

Dari Ka’ab bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.”

Wednesday, June 13, 2018

Yahya Cholil Staquf, “Terroris dan Islam Terhubung Sangat Erat!”


Pandangan Yahya Cholil Staquf Tentang Islam dan Terorisme

Senin, 11 September 2017
ISLAMNUSANTARA.COM – Salah satu nama penting dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) saat ini, Yahya Cholil Staquf yang merupakan seorang anggota Pengurus Besar NU pernah diwawancarai oleh sebuah media Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung Pada 19 Agustus lalu mengenai Islam dan terorisme, yang kemudian di publikasikan. Berikut hasil wawancaranya;
Terorisme dekat dengan Islam?

OKI Kutuk Partisipan Acara Israel, Giliran Otoritas Palestina Mengecam Yahya Staquf Ke Israel Dan Grand Mufti Yerusalem Sebut Kedatangan Yahya Staquf Ke Forum Zionis-Amerika Memalukan.


OKI Kutuk Partisipan Acara Israel

Jeddah- Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Dr. Yusuf Al Utsaimin mengutuk pihak-pihak yang berpatisipasi dalam konferensi Israel di Al-Quds. OKI menganggap bahwa menjadi partisipan mendorong kebijakan pendudukan Israel yang bertujuan untuk mengubah status hukum wilayah Palestina.

Kedudukan Ittibaa’ dalam Syari’at Islam. Ittiba’ kepada Dalil Bukan Berarti Meninggalkan Perkataan Para ‘Ulama !!


Kedudukan Ittibaa’ dalam 
Syari’at Islam

Diposting oleh Abu Al-Jauzaa'
Ittibaa’[1] mempunyai kedudukan sangat agung dalam syari’at Islam yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.     Ittibaa’ merupakan syarat diterimanya ibadah.
Satu amalan ibadah tidaklah akan diterima kecuali bila disertai ittibaa’ dan berkesesuaian dengan apa yang datang dari Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Segala amalan yang tidak disertai dengan ittibaa’ tidaklah menambah sesuatu bagi pelakunya kecuali semakin jauh dari Allah ta’ala. Hal itu dikarenakan Allah ta’ala hanyalah disembah/diibadahi dengan sesuatu yang dengannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam diutus; bukan disembah berdasarkan pendapat dan hawa nafsu.