Friday, September 27, 2019

Buku "Syiah Menurut Syiah" Membongkar Semua Kesesatan Syiah Di Indonesia

Hasil gambar untuk WASPADA BUKU SYIAH MENURUT SYIAH

Kali ini kita mencoba membongkar borok buku yang beberapa hari lalu terbit. Konon buku tersebut adalah sebagai bantahan dari buku yang telah diterbitkan oleh MUI sebagai tanggung jawab kepada Umat Muslim di Indonesia, meski mereka dengan sombong dan angkuhnya menyatakan dalam halaman 5 dalam judul PROLOGnya. "Buku berlogo MUI tersebut terlalu lemah bobotnya untuk ditanggapi karena beberapa alasan:..."

Mereka menganggap buku MUI yang memang isinya dinukil dari kitab Syiah sendiri tidak berbobot. Mereka memang jika ada kritik yang isinya dari para Ulama mereka sendiri, buru-buru mereka akan 'ngeles', itu provokasi, itu cuma kliping, ditulis asal-asalan, manipulasi, tuduhan yang sudah dibantah. Itulah mereka, hawa nafsu dan kebingungan berpikir sehingga menjadi buta terhadap realita bahwa alternatif yang ada isyarat dalam Alqur'an pun akan mereka tolak dan buang ke tong sampah. Kultus kepada Imam menyebabkan mereka ghuluw dan lepas kendali. Herannya mereka tetap ngotot bahwa mereka lah yang paling benar, yang lain salah.

Berikut beberapa kandungan dari buku "Syiah Menurut Syiah" yang langsung dikarang oleh Tim Ahlul Bait Indonesia;

Mengimani imam Ali adalah penerima wasiat imamah setelah nabi. 
Bahkan dizaman nabi syiah dengan konsep imamah ali ini sudah ada.
Ali diangkat menjadi khalifah di ghadir khum. 
Imam ali ma’shum Imam ma’shum ada 12.
Imam syiah lebih tinggi dari semua Nabi.
Abu Bakar, Umar dan Usman bukan imam dan juga bukan sahabat nabi yang baik.
Hak Ali dirampas di saqifah bani saidah, seharusnya itu hak Ali tapi dirampas dan diberikan kepada abu bakar Hadits wasiat untuk berpegang teguh dengan al-quran dan sunnah tidak benar, yang benar adalah “ikutilah al-quran dan ahli baitku” (hadits Tsaqalain).
Hadits “ikutilah sunnahku dan sunnah khulafa’ rasyidin’ sama dengan menurunkan derajat nabi. Nabi tidak bisa diganti kecuali oleh yang ma’shum!”.
Mencela sahabat tidak shahih haditsnya.
Muawiyah dan pasukannya khawarij.
Abu thalib beriman.
Syaikh Ibnu Taimiyyah dan syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan para salafi adalah gerombolan madzhab horor. 
Buku ini membantah buku Majelis Ulama Indonesia pusat tentang mengenal dan mewaspadai penyimpangan syiah di Indonesia

Demikianlah sekilas gambaran isi buku “Syiah menurut Syiah”, sangat vulgar dan kasar terhadap para sahabat Nabi -Shalalahu alaihi wa salam-, terhadap para ulama ahli hadits, terhadap Majelis Ulama Indonesia dan para ulama Ahlussunnah khususnya Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab dan yang dianggap pengikutnya.

Masihkah kita menganggap bahwa Syiah bagian dari Islam?
Masihkan kita menganggap bahwa Syiah itu tidaklah berbahaya bagi umat Islam?
Masihkan kita menganggap bahwa Syiah di Indonesia adalah Syiah moderat ataupun Syiah zaidiyah yang tidak berbahaya bagi umat Islam?
Mari berfikir! Pernyataan mereka baik melalui tulisan maupun mulut-mulut mereka mengungkap jadi diri mereka yang sebenarnya. Bahwa Syiah bukan bagian dari Islam! Syiah sesat! dan Syiah amat berbahaya bagi kaum muslimin seluruhnya! (Gensyiah.com/Syiahindonesia.com)
http://www.syiahindonesia.com/2014/11/buku-syiah-menurut-syiah-membongkar.html


Bantahan terhadap buku tersebut silahkan buka : 
Musa Kazhim Al Habsyi (Militan Syi’ah, Pendengki Arab Saudi) :  Syiah Dan Ilmu Hadis ? Bantahan Ilmiyah Dan Comprehensive.
Karbala  dan  ‘Asyura, Kamuflase Syi’ah (bahasan Ilmiyah dan Komprehensif) !

Monday, September 23, 2019

Bongkar Kepalsuan Buku Putih Mazhab Syiah


●Bongkar Kepalsuan Buku Putih Mazhab Syiah (Bagian Ke : 1-8)
Noda-Noda Hitam Buku Putih Mazhab Syi’ah
Resensi buku : Hitam di Balik Putih, Bantahan terhadap Buku Putih Madzhab Syiah

Bongkar Kepalsuan Buku Putih Mazhab Syiah (Bagian Ke-1)

Alhamdulillah, dengan mengucapkan syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala, saya alfaqir menyambut baik terbitnya buku berjudul Hitam Dibalik Putih: Bantahan Terhadap Buku Putih Mazhab Syiah, karya tulis seorang ulama muda yang tumbuh di lingkungan PERSIS yaitu ustadz al-fadhil al-mukarram Amin Muchtar. Buku ini semakin memperkaya khazanah kepustakaan Islam dan wacana kritik ilmiah terhadap aliran menyimpang seperti syi’ah di Indonesia. Melalui karya ini, ustadz Amin Muchtar membuktikan dengan cerdas dan tangkas bahwa premis-premis epistemologis yang dibangun oleh Buku Putih Mazhab Syiah tidak berakar dan tidak berpijak kepada metodologi ilmiah, bahkan naifnya—seperti diungkapkan oleh buku ini—lebih cenderung mengedepankan prinsip taqiyah dan kesadaran untuk mengaburkan fakta-fakta penting penilaian ulama Syiah sendiri terhadap rujukan utama agama syiah yaitu Kitab Al-Kafi susunan Syekh Al-Kulaini dan bahkan tiga sumber rujukan pokok lainnya yaitu Al-Istibshar, Man La Yahdhuruh Al-Faqih, dan Tahdzibul Ahkam.

Tuesday, September 17, 2019

Dr. H. Haedar Nashir, M.Si (Ketua Umum Muhamadiyah) : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah Tokoh Mujadid Akbar


“Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, Murabbi Agung”

Oleh Dr H Haedar Nashir, M.Si.
(Bagian Ketiga Dari Tujuh Bagian Tulisan: Muhammadiyah Dan Matarantai Pembaruan Islam)
Pasca kejatuhan kekhalifahan Islam di Baghdad tahun 1258 masehi, umat Islam mengalami  kemunduran panjang di berbagai sektor kehidupan hingga tahun 1800 masehi ketika penjajahan asing (Barat) semakin meluas di negeri-negeri muslim. Kendati begitu masih terdapat masa kebangkitan pada periode tersebut, yakni dalam fase tahun 1500-1700 masehi dengan bangkitnya tiga kekuasaan besar Islam yaitu dinasti Ustmani di di Turki, Safawi di Persia, dan Mughal di India. Namun, dengan kondisi kejatuhan kekuasaan Islam secara luas, penjajahan asing, dan kejumudan di bidang agama, periode panjang itu boleh dikatakan sebagai masa kemunduran peradaban Islam setelah selama sekitar empat abad (650-1258 M) mengalami masa dan puncak keemasan. Lebih-lebih setelah perang Salib,  kondisi umat Islam mengalami pelemahan secara politik, di samping mengalami krisis keagamaan.

Sunday, September 15, 2019

Ayat-ayat Mutasyabihat



●Ayat Mutasyabihat Bukanlah Penyebab Ahlul Bid'ah Menyimpang. Tetapi Mereka Sudah Menyimpang Sebelum Itu.
●Apakah Setiap Perbedaan Pendapat Diterima ? Khilafiyah Dan Pendapat Ulama Itu Bukanlah Dalil, Tidak Bisa Digunakan Sebagai Hujjah.
http:lamurkha.blogspot.com201706ayat-mutasyabihat-bukanlah-penyebab.html?m=0
●Ada beberapa metode memahami ayat mutasyabihat ? Ustadz. Firanda Andirja
●Tentang Takwil terhadap sifat Allah Ta'ala (Ustadz. Dzulqarnain M Sunusi)
https://youtu.be/daqEEYZ7vGY
●Apakah Imam Bukhori Menta'wil Sifat Allah ? Ustadz. Dzulqarnain M Sunusi.
https://youtu.be/8xYoZTYpdoI
●Ta'wil & Tafwidh; Penyakit Menyimpang dalam memahami sifat Allah (Ustadz. Dzulqarnain M Sunusi)
https://youtu.be/YvOp-F_6JEU
●Kaidah yang Meruntuhkan Akidah Syiah (terkait ayat mutasyabihat)
http://lamurkha.blogspot.com/2015/01/kaidah-yang-meruntuhkan-akidah-syiah.html?m=0
●Aqidah Aswaja ”Allah Ada Tanpa Bertempat”= ”Allah Tidak Ada Karena Tidak Di Ketahui Keberadaan-Nya” Menyerupai Mulhid Atheis. Dzat Alloh Tidak Bertempat ?
●Ulama Aceh Dan Ulama Nusantara Masa Lalu, Beriman Allah Bersemayam Di Atas ‘Arsy.
●Untuk MPU Aceh (Fatwa No. 9 Tahun 2014) Dan Ketua Komisi Dakwah MUI, Kejadian Yang Sama Lima Tahun Lalu Di Aceh, Kenapa Tidak Meresponse Surat Bantahan Ilmiyyah Salafiyyin. Sikap Yang Sama Terhadap Pembakaran Masjid Muhammadiyah Di Aceh. Seperti Katak Dalam Tempurung.

Tuesday, September 10, 2019

Karbala dan ‘Asyura, Kamuflase Syi’ah (bahasan Ilmiyah dan Komprehensif) !


‘Asyura Membuka Kedok (Banyolan) Syi’ah. Bukti-bukti Pengkhianatan Kaum Syiah terhadap Ahlul Bait, al-husain bin ‘ali bin abi thalib radliyallaahu ‘anhu Terbunuh (dibantai) Karena Tipudaya Orang Syiah. Gerakan Tawwabin, Ketika Syiah Menyesali Pengkhiantan Mereka di Karbala. Syiah Berterimakasih Kepada Pembunuh Husein. Ratapan Buaya (palsu) Syiah atas Kematian  al-husain bin ‘ali bin abi thalib radliyallaahu ‘anhu.