Monday, September 28, 2015

Arab Saudi Bereaksi Keras Atas Tuduhan Iran Terkait Insiden Mina ( Bersama Seluruh Ahlus Sunnah Dimuka Bumi )

Arab Saudi Bereaksi Keras Atas Tuduhan Iran Terkait Insiden Mina
Arab Saudi pada Sabtu, (26/09) dengan tegas menolak kritik Iran terkait penanganan haji setelah Teheran menuntut penyelidikan atas musibah Mina.
“Saya percaya orang-orang Iran bisa melakukan sesuatu yang lebih baik daripada mempolitisasi tragedi yang menimpa orang-orang yang tengah melakukan kewajiban agama yang paling suci mereka,” kata Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir, menurut AFP.

ANNAS Minta Pemerintah Saudi Agar Hanya Izinkan Warga Iran yang Muslim untuk Berhaji dan Umroh

Redaksi Salam-Online – Senin, 14 Zulhijjah 1436 H / 28 September 2015 06:30
Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan Ibadah Haji selama ini. Karena itu, ANNAS meminta pemerintah Arab Saudi ke depannya harus lebih selektif lagi untuk hanya mengizinkan warga Iran yang Muslim saja yang bisa berhaji dan berumroh. Permintaan ANNAS kepada Raja Salman bin Abdul Aziz ini akan disampaikan melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.

Editorial: Politisasi Musibah Mina

Editorial: Politisasi Musibah Mina
Semarak Idul Adha tahun ini diiringi duka tebal. Ratusan jamaah haji meninggal akibat berjejalan saat melaksanakan salah satu rukun haji, melempar jumrah. Insiden Mina kembali terjadi. 769 jamaah haji tewas, dan 805 lainnya luka-luka. Korban insiden tahun ini terbesar nomor dua, setelah tragedi serupa yang terjadi pada tahun 1990. Saat itu, 1426 orang—631 diantaranya dari Indonesia—meninggal dunia.
Namun, duka kaum Muslimin tak berhenti hanya pada jumlah angka korban yang tewas, luka-luka atau yang hingga kini belum ditemukan. Hingga hari ini, saling serang dan tuding terkait siapa yang harus bertanggungjawab terhadap musibah yang terjadi di jalur jamarat 204 itu, masih sengit. Adu broadcast di media sosial, perang gambar dan URL masih sengit. Apalagi, televisi nasional pun ikut-ikut menuding pihak tertentu di balik musibah ini.

Soal Tragedi Mina, Ada Usaha Memojokkan Saudi Tak Becus Urusan Haji ( Geng Syiah, Sepilis dan Salibis )

Senin, 28 September 2015 - 11:30 WIB
Semua tahu mengurus jamaah haji sebanyak 4 juta orang itu tidak mudah
Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Dr. Hamid Fahmy Zarkasi menyatakan beberapa penyebab terjadinya musibah dalam pelaksanaan haji tahun ini harus dipilah-pilah.
Seperti jatuhnya alat berat (crane) murni masalah security (keselamatan) yang kurang maksimal, ditambah adanya badai dan angin besar di seluruh Arab. Sementara untuk kasus tragedi di Mina akibat berdesak-desakan, ada banyak kemungkinan.
“Saya rasa soal crane ini musibah. Sementara untuk tragedi Mina ini ada kemungkinan-kemungkinan penyebab tragedi itu bisa terjadi,” ujar Hamid kepada hidayatullah.com, Ahad (27/09/2015).

Tragedi Mina 1436 H Bertepatan Dengan Adanya Kampanye Tidak Wajar Dari Jamaah Syiah Iran

Iran begitu bernafsu ingin menghancurkan Arab Saudi
28 September 2015 
Abu hamzah
Gensyiah: Banyak saksi mata dari lokasi kejadian saling dorong dan injak, menyatakan adanya rombongan jamaah haji Syiah Iran yang berjalan melawan arus kemudian dorong mendorong yang mengakibatkan 768 wafat dan 934 luka-luka(berita resmi dari mentri kesehatan Saudi sabtu 26 sept). Setelah peristiwa ini terungkaplah informasi bahwa insiden tersebut bertepatan dengan terburu-burunya jamaah haji Iran dalam jumlah besar melalui pasar Arab. Mereka menolak untuk kembali. Ini terjadi sebelum tragedy tersebut, menurut saksi yang berbicara kepada “Sabq”.
Dari sumber yang sama seorang pejabat ekspedisi haji Iran mengatakan bahwa “jamaah haji Iran tidak mendengarkan instruksi dan mengabaikannya dan bentrok dengan kami dan meneriakkan slogan-slogan sebelum insiden saling dorong.”

Ternyata Syiah Majusi Iran biang Kerok ( Dalang ) Tragedi Mina ( Sejarah Hitam Syiah Di Haramain Yang Berulang kali )


Sejumlah saksi mata berpandangan bahwa kecelakaan tragis di Mina terjadi karena ada jemaah haji dalam jumlah besar berkumpul di Jalan 204 di waktu bersamaan.

Hal itu menimbulkan kepanikan yang menyebabkan para korban mati lemas saat mereka berusaha melarikan diri dari kerumunan yang terjadi secara tiba-tiba itu.

Seorang jemaah haji bernama Abdulmunim Al-Safwan mengatakan bahwa sebagian besar korban meninggal adalah orang tua yang berjalan dengan anak-anak mereka. Mereka tak mampu meninggalkan anak-anak mereka di belakang, sehingga mereka bergerak maju dengan cepat dan berdesakan dalam kerumunan, sebuah pekerjaan yang tak mungkin dilakukan.

Hukum Nonton TV di Jaman ini. Di Balik Tayangan Televisi Umum.. Mayoritas Acaranya Merusak Generasi Bangsa (Ghazwul fikri )

no-televisionacara televiisi merusak generasi bangsa
Hukum Nonton TV di Jaman ini
Syeikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah mendapat pertanyaan sebagai berikut, “Apa hukum menonton televisi di masa kini?”.

الجواب: التلفزيون اليوم لا شك أنه حرام، لأن التلفزيون مثل الراديو والمسجل، هذه كغيرها من النعم التي أحاط الله بها عباده

Jawaban beliau, “Tidaklah diragukan bahwa hukum menonton televisi pada masa kini adalah haram. Televisi itu seperti radio dan tape recorder. Benda-benda ini dan yang lainnya adalah di antara limpahan nikmat Allah kepada para hamba-Nya.

Dusta Kantor Berita Iran Pada Musibah Mina

MetroTV, Pemiliknya Anti Islam, Petinggi/Redakturnya Anti Islam, Medianya Anti Islam ! Muslim Yang Kaffah (QS. Al Baqarah: 208) Haram Menontonnya. ( baca referensi dibawah )
Metro TV Melansir Berita Hoax Media Iran (foto:google)

Erdogan Bantah Media Pro Syiah Dan Kritik Iran Atas Sikap Menyalahkan Saudi. Arab Saudi Sudah Lakukan Yang Terbaik Untuk Jamaah Haji

Erdogan Kritik Iran Atas Sikap Menyalahkan Saudi

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan tudingan terhadap Arab Saudi terkait tragedi di Mina tidak tepat.
Menurut Erdogan, Saudi telah melakukan yang terbaik dalam menyelenggarakan ibadah haji.

Kepada Metro TV ( Anti Islam Tulen ) Dan Pendukungnya Kaum Syiah Dan Liberalis!!!


Arab Saudi Di Mata Syiah, Kelompok Liberal dan Metro TV 
Jamaah haji setiap tahun yang jumlahnya diperkirakan mencapai 4 juta orang, membutuhkan manajemen dan pengelolaan yang ekstra tinggi dan kerja keras tiada henti. Beberapa hal kecil yang bisa dilihat misalnya;

Tolak Pengelola Tanah Suci Selain Kerajaan Arab Saudi, PB NU : Itu Gagasan Konyol Dan Produk Gelap Mata !


Ada Usulan Haramain Dikelola Otoritas Multinasional, PBNU : Itu Gagasan Konyol dan Produk Gelap Mata

Minggu, 27/09/2015 15:51:42
Terkait munculnya gagasan memindahkan otoritas pengelolaan tanah haram (Makkah dan Madinah) dari tangan kerajaan Arab Saudi kepada otoritas multinasional, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, salah kelola atas tanah suci Makkah dan Madinah yang menjadi tujuan Muslim dunia bukan alasan pelimpahan wewenang dari Kerajaan Arab Saudi ke otoritas multinasional dalam segala bentuknya.

Ulama Majusi Syiah Al-Saba Dajjal Al-Kadzab laknatullah Iran Hasut Umat Islam Seluruh Dunia Untuk Rebut Mekkah dan Madinah

Penulis Budi Marta Saudin -
Minggu, 27 Sep 2015 - 06:37
TEHERAN (gemaislam) – Ulama Syiah di Iran, Ayatusyaithon Mohamat Yazdi pada Jumat (25/9/2015) mengajak kepada negara-negara Islam didunia untuk merebut Mekkah dan Madinah. ( ?? )
Pernyataan hasutan itu dilontarkan setelah terjadi insiden Mina yang menganggap Arab Saudi tidak mampu mengelola kota suci. ( emang iran siape ? )

TV One Media Anti Islam Kaffah, Gemar “Mainkan Isu Teroris”, Pendukung Kaum Syiah Dan Liberalis, Terkuak Kebenciannya Terhadap Kerajaan Saudi !

Salah Tayangkan Video Mina 2012, TV One Akhirnya Cabut dan Klarifikasi
Video "Wakil Putra Mahkota Saudi Sumber Malapetaka Mina" yang merupakan Video Haji Tahun 2012 dan awalnya disebarkan oleh Media Pro Syiah dijadikan rujukan dan ditayangkan oleh stasiun televisi nasional TV ONE. ( ??? )

Setelah mendapat protes dari berbagai pihak akhirnya TV ONE mencabut video tersebut dan membuat klarifikasi. (  ??? ! )

Syiah Nasrallah: Eksistensi Rusia di Suriah Bentuk Aliansi Komunis-Syiah Lawan Pejuang Islam ( Terbukti Syiah Laknatullah, Bukan Islam ! )

Sekretaris Jenderal Syiah Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Rusia di Suriah adalah untuk mempertahankan rezim Bashar Al Assad yang menjadi satu-satunya sekutu Moskow di kawan Timur Tengah.

islamtimes.org/ voa-islamNEWS.com/arrahmahNEWS. com/republika.co.id/metrotvnews.com/ sindonews .com/tempo.co/liputanislam.com /salafyNEWS.com /Indonesia.irib.ir/islam-institue.com/mahdi-news.com /muslimoderat.com /suriahterkini.blogspot.com ( Media 100 % Syiah, Anti Islam, Waspada Dan Hati-Hati, Pintarlah Dalam Memilih Media Sebagai Referensi, Go To Hell Syiah Keparat )

SYIAH adalah sebagai AGAMA MAJUSI PENYEMBAH API, dari dahulu sejak kemunculannya selalu menebar FITNAH. Mengaku sebagai islam namun sesungguhnya mereka bukanlah Islam. Bersembunyi pada ide mahzab sehingga orang-orang Awam akan agama dan cuma Islam ikut-ikutan sejak lahir (ALIAS ISLAM KTP) tenggelam dan jatuh dalam jurang kesesatan.