Thursday, June 27, 2019

Untuk Pendengki Salafi Dan MPU Aceh, Bisa Jawab 5 (Lima) Pertanyaan Yang Paling Mendasar Dibawah Ini ?


Untuk MPU Aceh, Ustadz Buya Yahya, Abdul Somad, Adi Hidayat, Idrus Ramli, Ahmad Sarwat, Azhar Idrus, Habib Novel Alaydrus, Habib Rizieq Shihab, Luthfi Bashori, Seif Alwi, Zulhendri Rais, abi syarifuddin maulana, Gus Muwafiq, Gus baha, Gus Nur dan Asy'ariyyun Lainnya, dari pada energi anda terbuang sia-sia akibat gemar menghujat dan “Ketakutan (Nightmare)” terhadap Salafi, silahkan  buat jawaban tertulis ilmiyah dengan dalil yang shahih dan sharih 5 (lima) pertanyaan  paling mendasar dibawah ini. 5 (lima) jawaban tersebut, indikator apakah anda masuk yang 1 (satu) golongan selamat (al-firqatun-najiyyah) atau 72 (tujuh puluh dua) golongan sesat.

Fatwa MUI Tentang Salafi


Fatwa MUI Jakarta Utara “Salafi Bukan Kelompok Sesat”
(Nasehat atas ketergesa- gesaan MPU Aceh[1])
Pandangan MUI Jakarta Utara
Tentang Salaf / Salafi
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Kotamadya Jakarta Utara
Jl. Yos Sudarso No. 27-29 Telp. (021) 4357422, 4301124 Ext. 5375,
Fax. 4357422 Jakarta
——————————————————————————————

Untuk Penuduh Salafi Mudah Mengkafirkan (Mati Ketawa Ala Buya Yahya)

Mati Ketawa ala Ustadz Buya Yahya (Salafi = khawarij ?!)
Kh.Buya Yahya | Ust. Firanda || Mengislamkan Banyak Orang Namun Berfaham Wahabi !!! (Baca 1,504 Comments)
https://youtu.be/qX3g3NER2VY

Salafi merasa benar sendiri, merasa masuk surga (hadits, Umat Terpecah 73 Golongan) ? Ustadz dzulqarnain bin muhammad sunusi (lihat 375 Comments)

Benarkah Wahabi Suka Mengkafirkan? - Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi

Thursday, June 20, 2019

Ulama Aceh Dan Ulama Nusantara Masa Lalu, Beriman Allah Bersemayam Di Atas ‘Arsy.

Hasil gambar untuk ALLAH DI ARSY

Hasbi ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Quran Al-Majid “An-Nur”(II/123), Syaikh ‘Abdurrauf bin ‘Ali Al-Fanshuri As-Sinkili, Tafsir Turjuman Al-Mustafid, qadhi Kerajaan Aceh pengganti Al-Qadhi Nuruddin Muhammad Ar-Raniri. Syaikh ‘Abdurrauf Al-Fanshuri yang merupakan ulama no wahid sebumi Aceh menjelaskan dengan gambling bahwa Allah Ta’ala bersemayam di atas ‘Arsy dengan semayam yang bersesuaian dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Maksudnya ialah bersemayamnya Allah di atas ‘Arsy itu tidak menyerupai sedikit pun dengan bersemayamnya makhluk di atas singgasananya. Karena memang, “Tiada seperti-Nya suatu dan yaitu yang amat mendengar segala yang dikata lagi amat melihat  akan segala yang diperbuat oleh sekalian makhluk,” jelas beliau pada (II/193). Sebetulnya ulama-ulama masa silam Aceh yang sefaham dengan ‘aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah Salafiyyah tidak sedikit jumlahnya. Bahkan sebagiannya adalah pejuang kemerdekaan Indonesia penulis kisah Perang Sabi yang mampu membangkitkan dan membakar semangat jihad kaum muslimin Aceh melawan penjajah Belanda yang kafir. Namun sebagaimana kata orang, “Orang yang cerdas sudah cukup hanya dengan singgungan saja. Sementara orang yang dungu tidak akan pernah faham meskipun dengan seribu bahasa sekalipun.”

Aqidah Aswaja ”Allah Ada Tanpa Bertempat”= ”Allah Tidak Ada Karena Tidak Di Ketahui Keberadaan-Nya” Menyerupai Mulhid Atheis. Dzat Alloh Tidak Bertempat ?

101 Perkataan Ulama Salaf Dan Ulama Al-Syafi‘Iyyah Serta 2000 Dalil Yang Meyatakan Allah Di Atas ‘Arsy.

Sebagian ahli bid’ah pula ada yang mengatakan tanpa rasa malu dan dosa, sebagaimana kawan sejawat mereka sebelumnya yang mengatakan Allah ada di mana-mana, bahwa Allah tidak layak dikatakan apakah di atas, di bawah, atau di arah tertentu yang diketahui manusia. Bahkan mereka katakan, tidak layak dikatakan Allah berada di dalam atau di luar alam semesta!
Salah seorang imam mereka, yaitu Ibnu Faurak, pernah terjebak debat terkait masalah ini dengan seorang ulama Ahlussunnah yang sekaligus panglima perang terkenal bernama Mahmud bin Subuktikin. Di antara yang dikatakan Ibnu Faurak ialah, “Saya tidak mengatakan bahwa Allah ada di atas, tidak pula di bawah, tidak pula di kanan, dan tidak pula di sebelah kiri.” Mendengar itu, Mahmud bin Subuktikin menimpali, “Sesungguhnya Tuhanmu tidak ada!” [Majmu’ Al-Fatawa (III/37)]
Sebagaian ulama ada yang menyatakan bahwa Ibnu Faurak inilah sosok di balik semakin runyamnya akidah Asy’ariyyah. Sebab sekte Asy’ariyyah generasi awal masih meyakini Allah berada di atas ‘Arsy, bukan di mana-mana apalagi seperti keyakinan Ibnu Faurak di atas. Namun setelah Ibnu Faurak memodifikasi ‘aqidah Asy’ariyyah, pengikut sekte ini di kemudian hari justru lebih mengikutinya daripada mengikuti Abul Hasan Al-Asy’ari sendiri selaku ‘pendiri’ sekte Asy’ariyyah ini.(safinah.id)

Monday, June 17, 2019

Survei : Mayoritas Generasi Muda Arab Anggap Majusyi (Persia) Iran (67%) Sebagai Musuh. Mengaku “Asli Arab” Bela Syi’ah Persia ?

#SejarahIslam Runtuhnya Persia Oleh Kaum Muslimin. Kisah Heroik Perang Qadisiyah.

Umar Al-Khattab: Sang Pemadam Api Majusi
Selamanya Iran Pecundang, Lewat Video Ini Syiah Bermimpi Hancurkan Arab Saudi Dalam Hitungan Hari ?! “Ya Allah, Robeklah (Hancurkanlah) Kerajaan Persia.” (HR. Baihaqi)
Ribuan Demonstran Iran (Pengikut Majusi): “Kami Tidak Menyembah Tuhan Orang Arab”
Lihat Beberapa Artikel Terkait Dibawah (Menarik)

Friday, June 14, 2019

Untuk MPU Aceh (Fatwa No. 9 Tahun 2014) Dan Ketua Komisi Dakwah MUI, Kejadian Yang Sama Lima Tahun Lalu Di Aceh, Kenapa Tidak Meresponse Surat Bantahan Ilmiyyah Salafiyyin. Sikap Yang Sama Terhadap Pembakaran Masjid Muhammadiyah Di Aceh. Seperti Katak Dalam Tempurung.

Masjid At-Taqwa milik Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, dibakar sekelompok orang tak dikenal, Selasa (17/10) sekitar pukul 20.00 wib malam. fajar.co.id

"Berbicara Tentang Allah Tanpa Ilmu" Lebih Besar Dosanya Dari Dosa Syirik...
Fatwa Resmi MUI Tentang Salafi Dan Kapan MUI Menolak Paham Syiah?
Nasihat untuk Ahlus Sunnah Aceh dan Seluruh Negeri (Disertai Jawaban Ilmiah Atas Fatwa Sesat dari MPU Aceh)
Kadis Syariat Islam Aceh: Siapa Salafi Wahabi? Tunjukkan!
Apakah Para Ulama Atjeh Yang Mengumandangkan Perang Sabil Melawan Penjajah Belanda Adalah PARA ULAMA WAHABI??
Fatwa MPU Aceh No. 9 Tahun 2014 Terkait Manhaj Salaf Tampak Janggal Dan Terkesan Tidak Ilmiyyah, Bertentangan Dengan Dalil Alquran Dan Sunnah. Berseberangan Dengan Fatwa Yang Pernah Dikeluarkan Oleh MUI Jakarta Utara Tentang Salafi. Tidak Jujur Menyalin/Memahami Manhaj Salaf Dari Tokoh-Tokoh Salafi Aceh, Dilakukan Tanpa Proses Peradilan Di Mahkamah Syar’iyah Dan Terkesan Ada Vested Interested.
Index ”Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”
http://lamurkha.blogspot.com/2019/05/index-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html?m=0
Hanya Satu Jalan Menuju Allah Azza Wa Jalla
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/03/hanya-satu-jalan-menuju-allah-azza-wa.html
Mana Jalan Yang Harus Ditempuh ? Antara Jalan Allah Atau Jalan Iblis Dan Pengikutnya.
http://lamurkha.blogspot.com/2018/02/hanya-dua-pilihan-manhaj-al-haq.html?m=0
Index “Fitnah Terhadap Negeri Tauhid Saudi Arabia”
http://lamurkha.blogspot.com/2019/05/index-fitnah-terhadap-negeri-tauhid.html?m=0
Perilaku Jahiliyah Dan Barbar Di Masjid Al-Fitrah Banda Aceh, Karena Jauh Dari Ilmu (Haq). Mereka Para Pemfitnah Manhaj Salaf.
Kenapa Dakwah Salafi Sering Ditolak? - Ustadz Harits Abu Naufal (lihat 1,156 Comments)
Tak Disangka! Alasan terbesar penolakan ust firanda andirja di banda aceh
Penolakan Firanda, Tu Bulqaini: Ke Depan Penceramah Harus Miliki Rekomendasi MPU

Perilaku Jahiliyah Dan Barbar Di Masjid Al-Fitrah Banda Aceh, Karena Jauh Dari Ilmu (Haq). Mereka Para Pemfitnah Manhaj Salaf.

Inilah Saat2 Pembubaran Sadis Kajian Ust Firanda Andirja Di Aceh (lihat 131 Comments)

Dalang dan Alasan pembubaran pengajian Ust. Firanda di Aceh (lihat 2,158 Comments)
Masyaallah tenangnya Ustadz Firanda ketika didatangi ASWAJA ACEH (lihat 4,355 Comments)
Ciri Khas Ahlus Sunnah Wal Jama’ah - Syaikh Shalih Fauzan bin Fauzan
https://youtu.be/oHQliY_HSGw

Mereka Gemar Menyerang Secara Fisik Dakwah Shalafush Shalih, Tanpa Berani Menyampaikan Hujah Yang Haq Dan Ajukan Argumennya Ke MUI,  Rabitah Al-‘Alam Al-Islami  Atau Ke Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta' Saudi Arabia. Jangan Hanya Menyebarkan Fitnah Dan Persekusi. Konferensi Kebodohan Sufi  Checnya Sudah Dibantah Secara Ilmiyah. Habib Rizieq Syihab, yang sangat membenci (sampai keubun-ubun) Salafi “wahabi ?”, diberi izin tinggal dinegeri “wahabi Saudi Arabia”. Kalau tidak, mau kemana ? Air susu dibalas dengan air tuba. Mereka pendengki Manhaj Salaf (wahabi ?), tidak punya malu, Ketika Haji dan Umroh harus mengikuti Aturan Ulama Saudi Arabia (Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta').

Fatwa Resmi MUI Tentang Salafi Dan Kapan MUI Menolak Paham Syiah?
Ulama Aceh Dan Ulama Nusantara Masa Lalu, Beriman Allah Bersemayam Di Atas ‘Arsy.
Apakah Para Ulama Atjeh Yang Mengumandangkan Perang Sabil Melawan Penjajah Belanda Adalah PARA ULAMA WAHABI??
Fatwa MPU Aceh No. 9 Tahun 2014 Terkait Manhaj Salaf Tampak Janggal Dan Terkesan Tidak Ilmiyyah, Bertentangan Dengan Dalil Alquran Dan Sunnah. Berseberangan Dengan Fatwa Yang Pernah Dikeluarkan Oleh MUI Jakarta Utara Tentang Salafi. Tidak Jujur Menyalin/Memahami Manhaj Salaf Dari Tokoh-Tokoh Salafi Aceh, Dilakukan Tanpa Proses Peradilan Di Mahkamah Syar’iyah Dan Terkesan Ada Vested Interested.
Kadis Syariat Islam Aceh: Siapa Salafi Wahabi? Tunjukkan!
Nasihat untuk Ahlus Sunnah Aceh dan Seluruh Negeri (Disertai Jawaban Ilmiah Atas Fatwa Sesat dari MPU Aceh)

Mewaspadai Perilaku-Perilaku Jahiliyah (Khotbah Jum’at Masjid Nabawi, 6 Sya’ban 1437 H, Khatib : Syekh Dr.Abdul Muhsin Bin Muhammad Al-Qasim)
Index ”Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”
Index "Bid'ah"
Index "Kesesatan Sufi (Tarekat)"
Mana Jalan Yang Harus Ditempuh ? Antara Jalan Allah Atau Jalan Iblis Dan Pengikutnya.
Index “Fitnah Terhadap Negeri Tauhid Saudi Arabia”
http://lamurkha.blogspot.com/2019/05/index-fitnah-terhadap-negeri-tauhid.html?m=0


Sunday, June 9, 2019

Index “Lamurkha”

Hasil gambar untuk jalan yang lurus

Index “Hanya Satu Jalan Menuju Allah Azza Wa Jalla”, [Al An’am:153, 159; Yusuf:108; Al Mujadalah:22; Al Maidah:56; Ar Rum:31-32; Al A’raf:3; Al Ankabut:51]. 

Index ”Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”
Index “Asy'ariyyah Dan Maturidiyyah”
Index "Bid'ah"
Kitab Al-Ibanah 'An Ushul Ad-Diyanah = Aqidah Haq Al-Imam Abu Hasan Al-Asy'ari Rahimahullah = Aqidah Imam Ahmad Bin Hanbal = Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah. Asy’ariyyun Tidak Mengakui Kitab Tersebut ?
Asy’ariyyun Gagal Faham Tentang Tauhid Dibagi 3 (Tiga)
Siapakah Golongan Yang Selamat (Al-Firqatun An-Najiyyah) ? Simak Dan Bandingkan Penjelasan Dua Doktor “UI Madinah” Dan “UIN Jakarta”
Index "Kesesatan Sufi (Tarekat)"
Arab Saudi Melarang Sufi (Tasawuf) : Tarekat Tijaniah, Qadiriyah Dan Naqsyabandiyah, Makanya Tidak Ada Aliran Sesat. Indonesia Perlu Lembaga Semacam Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta.
3 (Tiga) Golongan (Orang) Yang Tidak Dapat Dipercaya Sama Sekali Dalam Masalah Agama : 1. Orang Sufi, 2. Tukang Kisah (Qashash) 3. Seorang Ahli Bid’ah Membantah Ahli Bid’ah.
http://lamurkha.blogspot.com/2019/05/index-kesesatan-syiah.html?m=0
Hanya Satu Jalan Menuju Allah Azza Wa Jalla
http://lamurkha.blogspot.co.id/2015/03/hanya-satu-jalan-menuju-allah-azza-wa.html
Mana Jalan Yang Harus Ditempuh ? Antara Jalan Allah Atau Jalan Iblis Dan Pengikutnya.
Index “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, Murabbi Agung”
Index “Al-Muhaddits Syaikh Al-Albani Rahimahullah”
Untuk Pendengki Salafi Dan MPU Aceh, Bisa Jawab 5 (Lima) Pertanyaan Yang Paling Mendasar Dibawah Ini ?
Fatwa MUI Tentang Salafi
Untuk Penuduh Salafi Mudah Mengkafirkan (Mati Ketawa Ala Buya Yahya)
http://lamurkha.blogspot.com/2019/06/untuk-penuduh-salafi-mudah-mengkafirkan.html?m=0
Index “Fitnah Terhadap Negeri Tauhid Saudi Arabia”
http://lamurkha.blogspot.com/2019/05/index-fitnah-terhadap-negeri-tauhid.html?m=0
Index “Saudi- Turki- Qatar- Syiah Iran- Komunis Rusia”
Sinisme Dan Tidak Ilmiyah, Sikap “Doktor UIN JKT” Arrazy Hasyim Lc. M.Fils Terhadap Dr. (UI Madinah) Firanda Andirja (Pengajar Di Masjid Nabawi) Terkait Kejadian Di Aceh.
“Doktor UIN JKT” Arrazy Hasyim Lc. M.Fils, Merasa Busung Dada Dengan Muktamar (Dhiror) Shufi Chechnya, Yang Mengklaim Aqidah Asy'ariyah Dan Maturidiyah Sebagai Ahlus Sunnah
Pemahaman Dangkal “Doktor UIN JKT” Arrazy Hasyim Lc. M.Fils, Terkait Kaidah Bid’ah (Perkara Baru) Dan Keberadaan Allah. Bandingkan Dengan Paparan Dilamurkha.


Hanya Satu Jalan Menuju 
Allah Azza Wa Jalla


Hanya Satu Jalan Menuju Allah Azza Wa Jalla
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. [Al An’am:153].

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." (Q.S. Yusuf : 108)
أُوْلاَئِكَ حِزْبُ اللهِ أَلآَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. [Al Mujadalah:22].
وَمَن يَتَوَلَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. [Al Maidah:56].
وَلاَتَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ . مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. [Ar Rum:31-32].
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَىْءٍ إِنَّمَآأَمْرُهُمْ إِلَى اللهِ ثُمَّ يُنَبِئُهُم بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. [Al An’am:159].
إِنَّ هَذَا الصِّرَاطَ مُحْتَضَرٌ تَحْضُرُهُ الشَّيَاطِينُ يُنَادُونَ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَلُمَّ هَذَا الصِّرَاطُ لِيَصُدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللهِ فَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ فَإِنَّ حَبْلَ اللَّهِ الْقُرْآنُ
Sesungguhnya, jalan ini dihadiri para syetan. Mereka berseru,”Wahai hamba-hamba Allah, kemarilah. Ini adalah jalan (yang benar).” (Mereka melakukan ini, pent.) untuk menghalang-halangi manusia dari jalan Allah Azza wa Jalla. Maka, berpegang taguhlah kalian dengan hablullah. Sesungguhnya, hablullah itu adalah Kitabullah (Al Qur’an).
[Diriwayatkan Abu Ubaid dalam Fadhailul Qur’an, halaman 75; Ad Darimi 2/433; Ibnu Nashr dalam As Sunnah, no 22; Ibnu Dhurais dalam Fadhailul Qur’an, 74; Ibnu Jarir dalam tafsirnya no. 7566 (tahqiq Ahmad Asakir); Ath Thabari 9/9031; Al Ajuri dalam Asy Syari’ah, 16; dan Ibnu Baththah dalam Al Ibanah, no. 135; dan riwayat ini shahih.]
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَبَدًاكِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِيْ
Aku tinggalkan untuk kalian sesuatu. Jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku..
[Diriwayatkan Imam Malik dalam Al Muwaththa’ 2/899; Ibnu Nashr dalam As Sunnah, no. 68; Al Hakim 1/93; dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam komentar beliau tentang kitab Misykatul Mashabih, no. 186.
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersada.
فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ 
Dan sesungguhnya, barangsiapa diantara kalian yang hidup setelahku, dia akan melihat banyak perselisihan, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang diberi hidayah yang mereka di atas petunjuk. Berpegang teguhlah padanya, dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian (peganglah sekuat-kuatnya, Red.), serta jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama); karena sesungguhnya, setiap perkara yang baru (yang diada-adakan dalam agama) adalah bid’ah.
[Hadits shahih diriwayatkan Abu Daud, no. 4607; At Tirmidzi, no. 2676; dan yang lainnya]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ 
Sesungguhnya, aku telah meninggalkan kalian di atas jalan, seperti jalan yang sangat putih, malamnya sama dengan siangnya. Tiada yang menyimpang sesudahku dari jalan itu, kecuali orang (itu) akan binasa. [Riwayat Ahmad 4/126; Ibnu Majah, no. 5 dan 43; Ibnu Abi Ashim dalam kitabnya As Sunnah, no. 48-49; Al Hakim 1/96; dan dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Fi Dhalalil Jannah Fi Takhrij Sunnah].

Sehingga, jika ada seseorang yang berupaya untuk “menyempurnakan atau menghiasinya” dengan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah n dan tidak pula oleh para sahabat g , berarti perbuatan itu hanyalah sebuah upaya untuk menyimpangkan mereka kepada jalan-jalan kesesatan, bahkan menyimpangkan ke lembah-lembah kebinasaan. Inilah yang dinamakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Maka wajib bagi setiap mukallaf (orang yang telah terkena beban syari’at), jika telah sampai kepadanya dalil Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah dan telah dipahaminya, untuk berhenti padanya dan mengamalkannya, meskipun ada yang menyelisihinya, sebagaimana firman Allah.
اتَّبِعُوا مَآأُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلاَتَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَآءَ قَلِيلاً مَاتَذَكَّرُونَ
Ikutilah apa yang diturunkan kepada kamu sekalian dari Rabb-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). [Al A’raf:3]
FirmanNya
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّآأَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan apakah tidak cukup bagi mereka, bahwasannya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) sedang dia dibacakan kepada mereka. Sesungguhnya di dalam (Al Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. [Al Ankabut:51]. 

Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad sunusi - Hanya satu jalan kebenaran
Jalan Allah Hanya Satu - Ustadz Dzulqarnain M Sunusi
Menjawab Syubhat "Jalan Kebenaran Ada Bermacam-Macam"
Barometer Kebenaran dengan Mengikuti Sahabat - Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi
Wajibnya Mengikuti Jalan As Salaf - Ust. Dzulqarnain M. Sunusi hafizhahullah -