Friday, March 20, 2015

Subhanallah, 170 Ribu Warga Rohingya Dapat Izin Tinggal di Saudi [ Apa yang Diperbuat Syi'ah Iran dan Ormas-ormas Islam ? hanya tereak-tereak, Pemerintah Indonesia bahkan menahan dan menistakannya !]

[ Ulama-ulama Indonesia ngapain aja ? kerjanya gemar fitnah "Wahhabi" dan Gontok-gontokan ngejar pemasukan ! ]

Jum'at, 20 Maret 2015 - 14:45 WIB
Masih ada sekitar 4 juta warga Rohingya di Saudi menunggu iqaman, Saudi memasukkan warga Rohingya sebagai pendatang yang dilindungi
Pemimpin komunitas Muslim Rohingya di Arab Saudi Abu Al-Shamie Abdulmajid  mengatakan mimpi mereka jadi kenyataan untuk bisa menjadi warga yang sah di Arab Saudi.
Menurutnya, hal itu berkat langkah kerajaan Arab Saudi yang mengakui keberadaan warga Rohingya di negara itu. [ Semoga Allah memuliakan dan merahmati Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ]
Diberitakan Saudi Gazette, hari ahad (15/03/2015), Kerajaan Arab Saudi telah memberikan izin tinggal (iqama) kepada 170 ribu pengungsi Muslim Rohingya di negara tersebut. Sementara jutaan penduduk Rohingya lainnya tengah menjalani proses penerimaan iqama.
Media lain, Arab News memberitakan, masih ada sekitar 4 juta warga Rohingya di Saudi kini berhak untuk mendapatkan iqama.
Abdulmajid  bahkan mengatakan warga Rohingya telah lebih dari 70 tahun lalu menjadi bagian dari Arab Saudi, setelah kabur dari pembantaian etnis di Myanmar.
PBB menyebutkan, Muslim Rohingya adalah suku paling teraniaya di dunia. Myanmar tidak mengakui mereka sebagai warga negara, sementara penganut Buddha memusuhi mereka kendati mereka telah tinggal beberapa generasi di negeri itu.
Dengan iqama ini, kata Abdulmajid , berbagai permasalahan yang menimpa warga Muslim Rohingya di Saudi akan sirna. [ ini baru Ahlussunnah ! ]
Bahkan kini, warga Rohingya bisa bebas bekerja, mendapatkan layanan medis dan menempuh pendidikan di sekolah pemerintah serta hak-hak warga negara lainnya.
“Kami sekarang bisa bergerak bebas dan bergabung dengan sistem pendidikan umum, tidak lagi belajar di sekolah sumbangan swasta,” kata Abdulmajid .
Sejak tahun 1968 pemerintah Saudi mendukung kaum Rohingya, ditandai dengan penerimaan imigran pertama dari Myanmar oleh Raja Abdul Aziz. Izin tinggal tetap dikeluarkan untuk Rohingya di Saudi tahun 1980 pada pemerintahan Raja Saud.
Saudi memasukkan warga Rohingya sebagai pendatang yang dilindungi. Artinya mereka kebal beberapa hukum dari peraturan kependudukan dan tidak ada yang boleh menyakitinya.
Mayoritas warga Rohingya tinggal di Makkah, kebanyakan bekerja di sektor konstruksi atau mengajarkan hafalan al-Quran.
Abdulmajid , seperti warga Rohingya lainnya, sudah mengubur harapan untuk kembali ke tanah kelahiran mereka di Myanmar. Menurut dia, impiannya untuk pulang sirna karena penganiayaan terhadap mereka masih terjadi di negara itu.
“Mimpi kembali ke Myanmar telah sirna dari hati komunitas Rohingya karena ketiadaan paspor, terutama karena duta besar Pakistan dan Bangladesh menolak memberikannya. Ketakutan akan pengadilan dan penyiksaan terhadap Muslim juga membuat mimpi ini mustahil diwujudkan saat ini,” kata Majid.*
Comments2 dari ( tidak di edit )
http://www.islamedia.co/2015/03/alhamdulillah-170-ribu-warga-rohingya.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
semoga makin banyak pemimpin dunia yang peduli pada sesama muslim. amin
ini baru contoh istimewa,loo d Indonesia kpn bisa berbuat kayak gini pemimpinnya aja yg sama muslim pada saling adu domba .hanya 10% yg bi jak n Pinter .
knp indonesia tidak menampung mereka di pulau Galang yg bekas org vietnam . orang komunis aja ditampung , knp org islam tdk ada niat unt; membantu .
Mbok ya Indonesia mendingan nerima yang beginian juga, daripada nerima pengungsi aliran sesat syi'ah.
Jangankan mo menampung muslim rohingya, lha wong yg janji mo bikin konjen di palestine aja cuma nipu di kampanye pilpres..
Alhamdulillah,setelah di pimpin raja Salman, saudi banyak mengalami perubahan.ikut bahagian untuk sodaraku muslim rohingya.
Sungguj baik raja saudi...barakallahu fiik
Inilah Kiblat Islam sejati,kekhalifahan yang dijaga Allah sebagain pembawa mashalat bagi kebaikan umat,yang lainnya abal2 penipu perusak umat islam.
Subhanalloh.. walhamdulillah..... trmksih utk raja saudi arabia yg baru yg mulia Raja Salman.. smoga Allah memuliakanmmu... amin
Alhamdulillah, indonesia smga bs mncontoh..
Mungkin ini awal dri generasi pembawa panji hitam dri Timur, Wallahu'alam.
raja sekarang baik y
Alhamdulillah, masih ada umat yg terketuk hatinya.
Alhamdulillah ya Rabb
Alhamdulillah,ssama islam itu saudara.
indonesia sebagai negara dengan umat islam terbesar di dunia hanya diam dan menonton mereka di zalimi.Makanya ga herankan klo indonesia di azab dan uji dengan berbagai musibah.karena dari presiden s/d RT.masih jauh..jauh..jauh dari Allah SWT.bener gak?
ni Masya Allah...alhamdulillah
Alhamdulillah..semoga negara yg lainnya dpt membantu Rohingya seperti di Arab saudi dan yg tinggal di negara lain jgn lupa untuk menolong saudara2 yg lain yg masih tinggal di Myanmar
Semoga Allah sgra membinasakan orang2 dan penguasa dholim di Miyanmar selalu mendholimi mereka. Amiin
AlhamdulilaH.......ini baru namanya pemimpin ..
Alhamdulillah..Allahu Akbar..
Alhamdulillah...Allah Maha Pengasih dan Penyayang
Alhamdulillah, smg keberkahan dan kesehatan selalu Allah berikan ke raja salman barakallahufiika
Alhamdulillaa mudah"an berkah aamiin
demi Allah.smoga Allah SWT memberkahi tanah para nabi sebab meringankan beban orang lain...Amin.Allahumma amin
Raja Saudi sekarang pro Islam



Waspadalah! Daftar Situs-Situs Syiah Berbahaya [ Discard Forever ! ]

                                              

Diawal-awal merebaknya dunia online, internet banyak didominasi oleh situs-situs bernuansa Islam. Dalam perkembangan berikutnya, Ahlus Sunnah mulai mewarnai dunia online.Bersamaan dengan perkembangan tersebut, website bernuansa Syi'ah pun mulai ikut menghiasi dunia online. Sehubungan dengan website bernuansa Syi'ah, tidak jarang kalangan penggiat Aswaja online juga ikut menyebarkannya. Itu dikarenakan kurang selektifnya memilih website dan karena kontennya yang memang ada kemiripan dengan sebagian konten media Sunni.Akan tetapi, sebenarnya media-media Syi'ah juga mudah dideteksi sebab media mereka sudah pasti tidak akan membahas penyimpangan Syi'ah dan media Syi'ah lebih menampilkan figur-figur ulama Syi'ah. 

BERIKUT DAFTAR LINK-LINK SYI'AH BERBAHAYA !!!

1. 
http://www.sinaragama.org/
2. http://www.abatasya.net/
3. http://www.islamquest.net/id/
4. http://www.fatimah.org/
5. http://www.icc-jakarta.org/
6. http://www.ahl-ul-bait.org/
7. http://www.islamalternatif.net/
8. http://www.icas-indonesia.org/
9. http://www.lppimakassar.net/
10. http://www.nahimunkar.net/
11. http://www.wisdoms4all.com/ind/
12. http://www.icc-jakarta.com/
13. http://www.Yapibangil.org/
14. http://www.Alitrah.com/
15. http://www.abna.ir/
16. http://www.telagahikmah.org/id/index.php/
17. http://www.ahlulbaitindonesia.org/
18. http://www.al-shia.org/html/id/
19. http://www.indonesian.irib.ir/
20. http://www.almunawwarah.com/
21. http://www.muhsinlabib.com/
22. http://www.majalah-itrah.com/
23. http://www.al-islam.org/ (1)
23. http://www.ibrahimamini.ir/ml/ (2)
24. http://www.ipabionline.com/
25. http://www.shia-explained.com/my/
26. http://www.ipabionline.com/
27. http://www.balaghah.net/
28. http://www.aimislam.com/
29. http://www.madinah-al-hikmah.net/
30. http://www.jalal-center.com/
31. http://syiahali.wordpress.c/*m/
32. http://islamitucinta.blogspot.com/
33. http://secondprince.wordpress.com/
34. http://ejajufri.wordpress.com/
35. http://dialogsunni-syiah.blogspot.com/
36. http://sipencariilmu.wordpress.com/
37. http://syiahnews.wordpress.com/
38. http://infosyiah.wordpress.com/
39. http://syiahsunni.wordpress.com/
40. http://qitori.wordpress.com/
41. http://salehlapadi.wordpress.com/
42. http://ahmadsamantho.wordpress.com/
43. http://umfat.wordpress.com/
44. http://abuaqilah.wordpress.com/
45. http://cintarasulullah.wordpress.com/
46. http://eraalquran.wordpress.com/
47. http://musadiqmarhaban.wordpress.com/
48. http://haidarrein.wordpress.com/
49. http://farterh04.wordpress.com/
50. http://infosyiah.wordpress.com/
51. http://islamfeminis.wordpress.com/
52. http://islamsyiah.wordpress.com/
53. http://lateralbandung.wordpress.com/
54. http://luthfis.wordpress.com/
55. http://luthv.wordpress.com/
56. http://comein.blogs.friendster.com/
57. http://mashumah.wordpress.com/
58. http://ressay.wordpress.com/
59. http://pelitazaman.blogspot.com/
60. http://haidaryusuf.wordpress.com/
61. http://iwans.wordpress.com/
62. http://eurekamal.wordpress.com/
63. http://musakazhim.wordpress.com/
64. http://keluargaabi.wordpress.com/
65. http://jakfari.wordpress.com/
66. http://syiahblog.wordpress.com/
67. http://wahabisme.wordpress.com/
68. http://sunnahcare.blogspot.com/
69. http://www.islamtimes.org/
70. http://agusnizami.wordpress.com/
71. http://media-islam.or.id/
72. http://kabarislam.wordpress.com/
73. http://syiarislam.wordpress.com/
74. http://infoindonesia.wordpress.com/
75. http://muslimjournalist.wordpress.com/
76. http://mediaislamraya.blogspot.com/
77. http://talkandchats.blogspot.com/
78. http://islammyreligion.wordpress.com/
79. http://islamuberalles.blogspot.com/
80. http://www.facebook.com/sinar.agama
81. http://www.facebook.com/pages/Sinar-Agama/207119789401486
82. http://www.facebook.com/groups/catatan.sinar.agama/
83. http://arbainimamhusain.blogspot.com/
84. https://www.facebook.com/emiliar.az?ref=ts&fref=ts
http://islamquest.net/id/

Tambahan (red. Lamurkha)

        
http://sinaragama.org/
http://www.facebook.com/sinar.agama
http://www.facebook.com/pages/Sinar-Agama/
207119789401486

http://www.facebook.com/groups/catatan.sinar.agama/


Rahbar Ali Khamenei seputar Fatwa Sesatnya.
http://www.leader.ir/tree/index.php?catid=89
Al-Quran versi Syiah http://quran.al-shia.org/id/
Liputan Syiah :

1. Islam TimesInd 
https://www.facebook.com/islam.timesid
2. Liputan Islam https://www.facebook.com/liputanislamcom
3. Berita Harian Suriah https://www.facebook.com/OfficialBHS
4. IRIB Indonesia https://www.facebook.com/groups/iribindonesian/
5. Kantor Berita Abna https://www.facebook.com/kantorberita.abna
6. Indonesian Support for Syria Al-Assad > https://www.facebook.com/IndonesiaSyria?d
7. Syrian Arab Army > https://www.facebook.com/syrianmilitary
8. Syrian Meme ID > https://www.facebook.com/SyrianMeme.id
9. Harian Militer dan Konflik Bersenjata > https://www.facebook.com/kandangmenjangan
10. Syria News Indonesia > https://www.facebook.com/SyriaNewsIndonesia
Grup Facebook Syiah
1. Buku Buku AHLUL BAIT
 https://www.facebook.com/pages/Buku-Buku-AHLUL-BAIT/505452582825688?ref=hl
2. SYIAH TETAP ISLAM
 https://www.facebook.com/pages/SYIAH-TETAP-ISLAM/100212750164987?ref=hl
3. AHLUL BAIT TEGAL
 https://www.facebook.com/pages/AHLUL-BAIT-TEGAL/189004261294203?ref=hl
4. Kumpulan Video Ahlul Bait Indonesia
 https://www.facebook.com/pages/Kumpulan-Video-Ahlul-Bait-Indonesia/263187090500485?ref=stream
5. SATU Identik NYATA
 https://www.facebook.com/pages/SATU-Identik-NYATA/162506053904859?ref=stream
6. Koleksi FOTO AHLUL BAIT
 https://www.facebook.com/pages/Koleksi-FOTO-AHLUL-BAIT/156081737883247?ref=stream
7. Do'a Do'a AHLUL BAIT
 https://www.facebook.com/pages/Doa-Doa-AHLUL-BAIT/362968357144988?ref=stream
8. Hadis Dan Ayat Pada Ahlul Bait
 https://www.facebook.com/pages/Hadis-Dan-Ayat-Pada-Ahlul-Bait/336432413135267?ref=stream
9. bukhori supriyadi yadi Buletin (saluran Kebersamaan)
 https://www.facebook.com/pages/bukhori-supriyadi-yadi-Buletin/205625109467913?ref=stream
10.
 https://www.facebook.com/pages/AHLUL-BAIT-NABI/793949737285446?ref=hl
11.
 https://www.facebook.com/pages/AHLUL-BAIT-NABI-SAW/193210487368118?ref=stream
12. Group sejalur:
AHLUL BAIT NABI SAW
 https://www.facebook.com/groups/ahlulbaitnabisaw/
SYIAH TETAP ISLAM
 
https://www.facebook.com/groups/516510781767631/
Sumber: FP Syi'ah Bukan Islam
https://www.facebook.com/pages/syiah-Bukan-Islam/201003436746495, Muslimmedia News
http://www.muslimedianews.com/ ini juga perlu di waspadai, ciri2 shiah yg sedang taqiyya..selalu membuat issue2 wahabbi, shiah typical!!
Blog Syi'ah Memuat Konten Aswaja ?
Kerap kali blog maupun situs-situs Syi'ah memuat konten yang bernuansa Aswaja atau hal-hal yang berhubungan dengan Aswaja, sehingga membuat sebagian orang terkecoh. Tulisan yang biasa dimuat adalah tulisan dari kalangan Aswaja yang menyerang Wahhabi. Adapun tulisan dari kalangan Aswaja yang menyerang Syi'ah, tidak akan mereka muat. 








Ushuulus-Sunnah lil-Imaam Ahmad bin Hanbal (1) dan (2)




                                                
Pendahuluan I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ
Allah ta’ala berfirman:
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ * وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?". Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [QS. Al-Munaafiquun : 10-11].
Ayat ini menjelaskan kepada kita bagaimana penyesalan orang-orang yang merugi saat kematian datang menghampiri mereka serta permohonan mereka agar Allah ta’ala dapat menangguhkan kematian dan mengembalikan mereka di dunia agar mereka dalam beramal sebanyak-banyaknnya.
Ayat ini juga memberikan faedah kepada kita agar memanfaatkan waktu kehidupan kita di dunia sebaik-baiknnya dengan amal-amal shalih. Apa yang Allah ta’ala firmankan dalam QS. Al-Munaafiquun ayat 10-11 tersebut senada dengan firman-Nya:
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ * لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan” [QS. Al-Mukminuun : 99-100].
Qataadah rahimahullah berkata:
والله ما تمنى أن يرجع إلى أهل ولا إلى عشيرة، ولكن تمنى أن يرجع فيعمل بطاعة الله
“Demi Allah, ia tidaklah menginginkan untuk dikembalikan kepada keluarganya dan tidak pula kepada kerabatnya. Akan tetapi ia menginginkan untuk dikembalikan sehingga ia dapat melakukan amal ketaatan kepada Allah” [Tafsir Ibni Katsiir, 5/494].
Salah satu perbuatan ketaatan kepada Allah adalah menuntut ilmu, karena menuntut ilmu adalah melaksanakan apa yang diperintahkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim” [Diriwayatkan oleh Ibnu Maajahno. 224 dan dishahihkan oleh Al-Albaaniy dalam Shahiih Jaami’ Ash-Shaghiir no. 3913].
Ketika disebut muslim, maka masuk di dalamnya muslimah. Adapun tambahan lafadh ‘muslimah’ dalam hadits tersebut adalah lemah (dla’iif) sebagaimana dijelaskan para ulama.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda tentang keutamaan menuntut ilmu:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya dengan hal tersebut jalan menuju surgai” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 2646, dan ia mengatakan : ‘hadits hasan’].
Akan tetapi kita harus ingat, menuntut ilmu bukanlah merupakan tujuan akhir, akan tetapi ia hanya wasilah (sarana) bagi kita untuk beramal shaalih, beramal dengan benar. Ilmu bukan untuk dikoleksi. Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak ada buahnya.
Oleh karena itu, kita dianjurkan agar senantiasa berdoa supaya dikaruniai ilmu yang bermanfaat seperti doa:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan’ [QS. Thaha : 114].
Ini adalah doa yang sering diucapkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Nabi saja sebagai orang yang paling berilmu masih senantiasa memohon tambahan ilmu, tentu kita, umatnya, yang masih banyak tidak mengetahui ilmu-ilmu syari’at lebih pantas untuk bersering-sering berdoa memohon tambahan ilmu (yang bermanfaat).
Begitu juga dengan doa yang rutin kita baca setiap pagi setelah shalat Shubuh:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima” [Diriwayatkan oleh Ibnu Maajah no. 925; shahih].
Juga doa:
اللَّهُمَّ نَفِّعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي
“Ya Allah, berikanlah manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkan kepadaku apa yang bermanfaat bagiku” [Diriwayatkan An-Nasaa’iy dalam Al-Kubraa no. 7819, Ath-Thabaraaniy dalam Asy-Syaamiyyiin no. 3371, dan yang lainnya].
Doa ini memberikan faedah pada kita bahwa tidak semua ilmu bermanfaat, dan tidak semua ilmu yang asalnya bermanfaat dapat turut memberikan manfaat bagi pemiliknya dalam amalannya. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, ilmu tidaklah bermanfaat jika tidak diamalkan. Maka, sudah seharusnya kita – sebagai seorang muslim - tidak lepas dari doa ini agar Allah hanya memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kita dan memberikan taufiq kepada kita agar dapat mengamalkan ilmu kita tersebut.
Pendahuluan II
Kitab Ushuulus-Sunnah yang ditulis oleh Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahmerupakan kitab yang berisi pokok-pokok ‘aqidah dan manhaj Ahlus-Sunnah yang mesti dipegang oleh seorang muslim.
Kalimat Ushuulus-Sunnah (أصول السنة) terdiri dari dua kata, yaitu ushuul (أصول) dan as-sunnah (السنة). Kata ushuul adalah jamak dari kata ashl (أصل) yang artinya adalah landasan tempat membangun sesuatu.
Adapun as-sunnah secara bahasa maknanya adalah ath-thariiqah dan as-siirah (jalan), baik yang terpuji (mahmuudah) maupun tercela (madzmuumah). Kemudian lafadh as-sunnah ini dimutlakkan untuk makna yang terpuji, sehingga dikatakan : Fulaan min Ahlis-Sunnah, maknanya : Fulaan termasuk orang yang menempuh jalan yang lurus lagi terpuji.
As-Sunnah secara istilah yang dimaksudkan dalam bahasan di sini adalah sesuatu yang berlawanan dengan bid’ah dari pokok-pokok agama dan permasalahan-permasalahan ‘aqiidah. Apabila dikatakan terhadap seseorang bahwasannya ia adalah shaahibus-sunnah, maka yang dimaksudkan adalah : Ia berada di atas ajaran/agama Nabishallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya yang mulia – ridlwaanullaahi ‘alaih –baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan (i’tiqaad) [lihat : Majmuu’ Al-Fataawaa 19/306-307, Al-Aatsaar Al-Waaridah ‘an Aimmatis-Sunnah 1/24, danMafhuum Ahlis-Sunnah wal-Jamaa’ah hal. 42-47].
Selain Al-Imaam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, banyak ulama lain yang menulis kitab ‘aqiidah/manhaj dengan judul yang sama (Ushuulus-Sunnah) atau semisal yang menyandarkan kepada ‘as-sunnah’. Diantaranya:
1.         Ushuulus-Sunnah karangan Al-Humaidiy (Abu Bakr ‘Abdullah bin Az-Zubair Al-Humaidiy), wafat tahun 219 H.
2.         Ushuulus-Sunnah karangan Ibnu Abiz-Zamaniin (Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘Abdillah Al-Andalusiy), wafat tahun 399 H.
3.         Asy-Syarh wal-Ibaanah ‘alaa Ushuulis-Sunnah wal-Diyaanah atau sering disebut Al-Ibaanatush-Shughraa karangan Ibnu Baththah Al-‘Ukbariy, wafat tahun 387 H.
4.         As-Sunnah karangan Abu Bakr Ahmad bin Muhammad bin Haaruun bin Yaziid Al-Khallaal, wafat tahun 311 H.
5.         Syarhus-Sunnah karangan Abu Muhammad Al-Hasan bin ‘Aliy bin Khalaf Al-Barbahariy, wafat tahun 329 H.
6.         Syarhus-Sunnah karangan Ismaa’iil bin Yahyaa Al-Muzanniy (murid Al-Imaam Asy-Syaafi’iy), wafat tahun 264 H.
7.         As-Sunnah karangan ‘Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, wafat tahun 290 H.
8.         As-Sunnah karangan Abu ‘Abdillah Muhammad bin Nashr Al-Marwaziy, wafat tahun 294 H.
9.         As-Sunnah karangan Abu Bakr Ahmad bin ‘Amru bin Abi ‘Aashim (Ibnu Abi ‘Aashim), wafat tahun 287 H.
10.      Shariihus-Sunnah karangan Abu Ja’far Muhammad bin Jariir Ath-Thabariy, wafat tahun 310 H.
11.      Dan lain-lain.
Biografi Singkat Al-Imaam Ahmad bin Hanbal
Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilaal bin Asad Asy-Syaibaaniy, Abu ‘Abdillah Al-Marwaziy; seorang imam yang tsiqah, haafidh, faqiih, lagi hujjah. Termasukthabaqah ke-10, lahir tahun 164 H di Baghdaad (bulan Rabi’ul-Awwal), dan wafat tahun 241 H. Dipakai oleh Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Al-Kaasyif 1/202 no. 78 dan Taqriibut-Tahdziib, hal. 98 no. 97].
Guru-guru beliau:
1.         Ismaa’il bin Ibraahiim bin Miqsam Al-Asadiy Al-Bashriy, yang terkenal dengan nama Ibnu ‘Ulayyahtsiqah lagi haafidh, 110-193 H; Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 136 no. 420].
2.         Sufyaan bin ‘Uyainah bin Abi ‘Imraan Al-Hilaaliy, Abu Muhammad Al-KuufiyAl-Makkiy; tsiqah, haafidh, faqiih, imaam, dan hujjah107 H-198 H; Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 395 no. 2464].
3.         Sulaimaan bin Daawud bin Al-Jaarud, Abu Daawud Ath-Thayaalisiy Al-Bashriy Al-Haafidh; tsiqah lagi haafidh, namun keliru dalam beberapa hadits; wafat tahun 204 H; Al-Bukhaariy secara mu’allaq, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 406 no. 2565].
4.         ‘Abdullah bin Idriis bin Yaziid bin ‘Abdirrahmaan bin Al-Aswad Al-Audiy, Abu Muhammad Al-Kuufiy; tsiqah, faqiih, lagi ‘aabid120 H - 192 H; Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 491 no. 3224].
5.         ‘Abdullah bin Numair Al-Hamdaaniy, Abu Hisyaam Al-Kuufiy; tsiqah shaahibul-hadiits dari kalangan Ahlus-Sunnah; 115 H - 199 H; Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 553 no. 3692].
6.         Abdurrahmaan bin Mahdiy bin Hassaan bin ‘Abdirrahmaan Al-‘Anbariy Abu Sa’iid Al-Bashriy; seorang yang tsiqahtsabt, lagi haafidh; 135 H - 198 H; Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 601 no. 4044] à sekaligus muridnya.
7.         Abdurrazzaaq bin Hammaam bin Naafi’ Al-Humairiy Al-Yamaaniy, Abu Bakr Ash-Shan’aaniy; tsiqah, haafidh, penulis terkenal, namun kemudian mengalami kebutaan sehingga berubah hapalannya di akhir umurnya; 126 H - 211 H; Al-Bukhaariy, Muslim, At-Tirmidziy, dan An-Nasaa’iy [Taqriibut-Tahdziib, hal. 607 no. 4092] à sekaligus muridnya.
8.         Al-Fadhl bin Dukain – ‘Amru bin Hammaad bin Zuhair Al-Qurasyiy At-Taimiy Abu Nu’aim Al-Malaaiy Al-Kuufiy; tsiqah lagi tsabat129 H/130 H - 218 H; Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 782 no. 5436].
9.         Qutaibah bin Sa’iid bin Jamiil bin Thariif bin ‘Abdillah Ats-Tsaqafiy, Abu Rajaa’ Al-Balkhiy Al-Baghlaaniy; tsiqah lagi tsabat; 150 H - 240 H; Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [lihat : Tahdziibul-Kamaal 23/523-537 no. 4852, Tahdziibut-Tahdziib 8/358-361 no. 641, dan Taqriibut-Tahdziib, hal. 799 no. 5557] à sekaligus muridnya.
10.      Muhammad bin Idriis bin Al-‘Abbaas bin ‘Utsmaan bin Syaafi’ Al-Muthallibiy Al-Qurasyiy, Abu ‘Abdillah Asy-Syaafi’iy Al-Makkiy; seorang imam yang tidak perlu dipertanyakan lagi; 150 H - 204 H; Al-Bukhaariy secara mua’llaq, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 823-824 no. 5754] à sekaligus muridnya.
Murid-murid beliau:
1.         Al-Bukhaariy
2.         Muslim.
3.         Abu Daawud.
4.         Baqiy bin Makhlad Al-Andalusiy.
5.         Hanbal bin Ishaaq bin Hanbal (keponakannya).
6.         ‘Abbaad bin Muhammad Ad-Duuriy.
7.         ‘Abdullah bin Ahmad bin Hanbal (anaknya).
8.         ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Ubaid bin Sufyaan Al-Qurasyiy, Abu Bakr bin Abid-Dun-yaa Al-Baghdaadiy Al-Haafidh; shaduuq, mempunyai banyak tulisan; wafat tahun 281 H; Ibnu Maajah dalam At-Tafsiir [Taqriibut-Tahdziib, hal. 542 no. 3616].
9.         Abu Zur’ah Ar-Raaziy.
10.      ‘Utsmaan bin Sa’iid Ad-Daarimiy.
11.      Muhammad bin Yahyaa bin ‘Abdillah bin Khaalid bin Faaris bin Dzuaib Adz-Dzuhliy, Abu ‘Abdillah An-Naisaabuuriy; tsiqah, haafidh, lagi jaliil; 172 H - 258 H; Al-Bukhaariy, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 907 no. 6427].
12.      Yahyaa bin Ma’iin.
13.      Dan lain-lain.
Pujian Ulama kepada Beliau:
Qutaibah bin Sa’iid berkata : “Seandainya tidak ada Ahmad bin Hanbal, maka matilah sikap wara’”. Ia juga berkata : “Dengan wafatnya Ahmad bin Hanbal, maka muncullah bid’ah. Dengan wafatnya Asy-Syaafi’iy, matilah sunnah-sunnah. Dan dengan wafatnya Ats-Tsauriy, matilah sifat wara’”.
Yahyaa bin Ma’iin berkata : “Orang-orang berkeinginan terhadap kami untuk menjadi orang semisal Ahmad bin Hanbal. Tidak, demi Allah, kami tidaklah sanggup terhadap cobaan yang Ahmad bin Hanbal sanggup menjalaninya. Dan kami juga tidak sanggup untuk menempuh jalan yang ditempuh Ahmad bin Hanbal” [Hilyatul-Auliyaa’, 9/168].
Ahmad bin Sa’iid Ad-Daarimiy berkata : “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih hapal hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, serta tidak ada yang lebih mengetahui tentang fiqh dan makna-maknanya daripada Abu ‘Abdillah Ahmad bin Hanbal”. Abu Zur’ah Ar-Raaziy berkata : “Ahmad bin Hanbal hapal satu juta hadits”.
Abu Haatim Ar-Raaziy berkata : “Apabila kalian melihat seorang laki-laki yang mencintai Ahmad bin Hanbal, maka ketahuilah bahwa ia shaahibus-sunnah”. Abu Ja’far Muhammad bin Haarun Al-Mukharrimiy berkata : “Apabila engkau melihat seorang laki-laki mencela Ahmad bin Hanbal, ketahuilah bahwa ia seorang mubtadi’” [silakan baca selengkapnya : Tahdziibul-Kamaal, 1/437-470 no. 96].
USHUULUS-SUNNAH
Al-Imaam Ahmad berkata:
أُصُولُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا:
١- التَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
٢ - والاقْتِدَاءُ بِهِمْ.
Pokok-pokok/pondasi sunnah menurut kami adalah:
1.     Berpegang teguh pada ajaran/jalan hidup para shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
2.     Dan meneladani mereka”.
Penjelasan
Di sini dibatasi hanya pada tiga pokok bahasan, yaitu (a) definisi shahabat, (b) keutamaan shahabat, dan (c) kewajiban berpegang kepada manhaj shahabat dan meneladani mereka.
a.     Definisi shahabat.
Abu Nu’aim Al-Ashbahaaniy rahimahullah berkata tentang definisi shahabat:
من عرف بصحبة النبي صلى الله عليه وسلم أو روى عنه أو رآه من الذكور والإناث
“Siapa saja yang diketahui pershahabatannya dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, atau yang meriwayatkan dari beliau, atau yang pernah melihat beliau dari kalangan laki-laki dan wanita” [Ma’rifatush-Shahaabah, 2/394].
‘Aliy bin Al-Madiiniy rahimahullah berkata:
من صحب النبي صلى الله عليه وسلم أو رآه ولو ساعة من نهار فهو من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم
“Barangsiapa yang bershahabat dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam atau pernah melihatnya meskipun hanya sekejap di waktu siang, maka ia termasuk diantara shahabat-shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam’ [Fathul-Baariy, 7/5].
Ibnu Katsiir rahimahullah berkata:
وَالصَّحَابِيُّ مَنْ رَأَى رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَالِ إِسْلَامِ الرَّائِي, وَإِنْ لَمْ تَطُلْ صُحْبَتُهُ لَهُ, وَإِنْ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ شَيْئًا هَذَا قَوْلُ جُمْهُورِ اَلْعُلَمَاءِ, خَلَفًا وَسَلَفًا
“Dan (definisi) shahabat adalah orang yang pernah melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan Islam ketika melihatnya, meskipun tidak lama waktu pershahabatannya itu dan meskipun tidak meriwayatkan satu pun hadits dari beliau. Ini adalah pendapat/perkataan jumhur ulama salaf dan khalaf” [Al-Baa’itsul-Hatsiits oleh Ibnu Katsiir, hal. 491].
Ibnu Hajar rahimahullah menyempurnakannya dengan menambah keterangan :
مَن لَقِيَ النبي صلى الله عليه وسلم مؤمناً به، ومات على الإسلام، ولو تَخَلَّلتْ رِدَّةٌ.
“Siapa saja yang bertemu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beriman kepada beliau, dan wafat dalam keadaan Islam, meskipun pernah murtad” [Nuz-hatun-Nadhar, 1/141].
Kemudian beliau rahimahullah memperinci di kitab beliau yang lain:
فيدخل فيمن لقيه من طالت مجالسته له أوقصرت ومن روى عنه أو لم يرو ومن غزا معه أو لم يغز ومن رأه رؤية ولو لم يجالسه ومن لم يره لعارض كالعمى،ويخرج بقيد الإيمان من لقيه كافراً ولو أسلم بعد ذلك إذا لم يجتمع به مرة أخرى
“Maka masuk dalam definisi tersebut orang yang bertemu dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam baik ia bermajelis dengan beliau dalam waktu yang lama atau sebentar; baik yang meriwayatkan dari beliau maupun tidak meriwayatkan; baik yang meriwayatkan dari beliau atau tidak meriwayatkan; baik yang berperang bersama beliau atau tidak berperang bersama beliau; orang yang pernah melihat beliau sekejap meskipun tidak pernah bermajelis dengan beliau; dan orang yang tidak pernah melihat beliau karena adanya halangan seperti kebutaan...” [Al-Ishaabah, 1/10].
Pendefinisian Ibnu Hajar inilah yang lebih komprehensif.
Para shahabat tidak berada dalam satu tingkatan. Ada shahabat yang paling utama, ada yang berada di bawahnya dan di bawahnya. Dan shahabat Nabi yang paling utama adalah Abu Bakr Ash-Shiddiiq, lalu ‘Umar bin Al-Khaththaab, lalu ‘Utsmaan bin ‘Affaan, lalu ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhum.
Ada beberapa shahabat yang termasuk dari kalangan ulamanya, ada yang berada di bawahnya dan di bawahnya dalam hal keilmuan. Ada shahabat yang mempunyai satu sifat khusus atau keunggulan yang tidak dimiliki oleh shahabat yang lainnya.
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كُنَّا نُخَيِّرُ بَيْنَ النَّاسِ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنُخَيِّرُ أَبَا بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ ثُمَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
Dari Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa, ia berkata : “Kami memilih-milih orang terbaik di antara manusia pada jaman Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Dan kami pun memilih (yang terbaik tersebut) adalah Abu Bakr, kemudian 'Umar bin Al-Khaththaab, kemudian 'Utsmaan bin 'Affaan radliyallaahu 'anhum" [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 3655].
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَلِيٍّ: " أَنْتَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى، إِلا أَنَّكَ لَسْتَ نَبِيًّا، إِنَّهُ لا يَنْبَغِي أَنْ أَذْهَبَ إِلا وَأَنْتَ خَلِيفَتِي فِي كُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ بَعْدِي "
Dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi w sallam pernah bersabda kepada ‘Aliy : “Engkau di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa, namun engkau bukanlah seorang nabi. Tidak sepantasnya aku pergi kecuali engkau sebagai “khalifah”-ku bagi setiap mukmin setelahku” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ‘Aashim dalam As-Sunnah (bersama Dhilaalul-Jannah) hal. 565 no. 1188; sanadnya hasan].
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَرْحَمُ أُمَّتِي بِأُمَّتِي أَبُو بَكْرٍ، وَأَشَدُّهُمْ فِي أَمْرِ اللَّهِ عُمَرُ، وَأَصْدَقُهُمْ حَيَاءً عُثْمَانُ، وَأَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ، وَأَفْرَضُهُمْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ، وَأَعْلَمُهُمْ بِالْحَلَالِ وَالْحَرَامِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا وَإِنَّ أَمِينَ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ "
Dari Anas bin Maalik, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Diantara ummatku yang paling belas kasih terhadap ummatku (yang lain) adalah Abu Bakr, sedangkan yang paling tegas terhadap perintah Allah adalah ‘Umar, yang paling pemalu adalah ‘Utsmaan, yang paling mengetahui halal haram adalah Mu'aadz bin Jabal, dan yang paling mengetahui tentang ilmu fara'idh adalah Zaid bin Tsaabit, serta yang paling bagus bacaannya adalah Ubay bin Ka'ab, dan setiap ummat memiliki orang kepercayaan, sedangkan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah bin Jarraah” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 3791, dan ia berkata : “Hadits shahih”].
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كُنْتُ فِي بَيْتِ مَيْمُونَةَ ابْنَةِ الْحَارِثِ، فَوَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَهُورَهُ، فَقَالَ: " مَنْ وَضَعَ هَذَا؟ "، فَقَالَتْ مَيْمُونَةُ: عَبْدُ اللَّهِ، فَقَالَ: " اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ "
Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata : “Aku pernah berada di rumah Maimunah binti Al-Haarits. Maka aku ambilkan untuk Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam (air) untuk bersuci (thaharah). Beliau pun bertanya : ‘Siapakah yang mengambilkan (air) ini ?’. Maimunah menjawab : ‘Abdullah’. Beliau bersabda : ‘Ya Allah, faqihkan ia dalam agama dan ajarkanlah ilmu ta’wil (tafsir) kepadanya” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (12/111-112 no. 12273, Ahmad 1/266 & 314 & 328 & 335 dan yang lainnya; shahih].
Insya Allah bersambung......
[Perum Ciomas Indah Bukit Asri, Sabtu, 07-03-2015 – Abul-Jauzaa’]. 
COMMENTS
Arief mengatakan...
BarokaLlohu fik
Supriman mengatakan...
Syarahnya diambil dari kitab karya siapa? Syukron
Abu Al-Jauzaa' : mengatakan...
Kalau yang saya pegang Ushuulus-Sunnah dengan syarh dan tahqiq dari Al-Waliid bin Muhammad Nabiih; Maktabah Ibni Taimiyyah, Kairo, Cet. 1/1416. Tapi di atas bukan merupakan menterjemahkan, meski materi syarh di buku tersebut masuk. Melainkan penjelasan ringkas sesuai pokok bahasan kitab dari beberapa sumber yang lain (ada syarh dari Syaikh Ibnu Jibriin, Syaikh Rabii', dan buku lain yang bukan merupakan syarh dari ushulus-sunnah namun mempunyai kesesuaian materi dengan ushulus-sunnah nya imam ahmad).
Abu Affan Al Farisi mengatakan...
Barakallahufik ustadz