Monday, April 20, 2015

KH. Hasyim Asyari dan Fenomena ‘NU Garis Lurus’ [1]

                                                                                          
                                  KH. Hasyim Asyari dan Fenomena ‘NU Garis Lurus’ [1]
Selasa, 21 April 2015 - 08:58 WIB
Kaum SePILIS dan Syiah meradang, sebab kesesatan dua faham yang menjadi benalu di tubuh NU ini dibongkar oleh NU Garis Lurus
Oleh: Muhammad Saad
BARU-BARU ini kelompok aktivis muda Nahdhatul Ulama (NU) mengaku resah atas fenomena lahirnya “NU Garis Lurus”. Kelompok yang semula hanya muncul di akun Facebook dantwitter ini tiba-tiba pamornya naik.
Alih-alih dinilai banyak meresahkan para aktivis NU muda, kegeraman terhadap “NU Garis Lurus” yang dipromosikan di jejaring social membuat namanya kita melejit. Belakangan, kelompok ini juga melahirkan laman internet dengan alamat;www.nugarislurus.com.
Sebelum ini, fenoma “NU Garis Lurus” telah membuat banyak kalangan seolah kebakaran jenggot.
Sebut saja misalnya aktivis liberal yang juga aktiv di PDI-P, Zuhairi Misrawi dalam kicauannya di twitter tanggal 04 April 2015  mengatakan, dirinya baru membolikir NU Garis Lurus yang dituduhnya sebagai Wahabi dan PKS, “Baru memblokir akun NU Garis Lurus yang mengaku NU, tapi kicauannya mirip Wahabi dan PKS.”
Mungkin karena geram, dua hari setelah itu, 6 April 2015 ia mengaku telah memblokir akun NU Garis Lurus dan twitternya. “Setelah ada akun dan web NU Garis Lurus yang ingin wahabisasi NU,kini muncul antitesanya @NUgarislucu :),” ujarnya.
Fenomena NU Garis Lurus tak hanya meresahkan Zuhairi. KH Misbahul Munir (LDNU) berkomentar, “Hari hari ini mulai ada NU Garis Lurus, heran juga. Masuk NU harusnya niat memperbaiki diri bukan  memperbaiki NU.”
Bahkan Nur Khalik Ridwan, menulis artikel di laman www.gusdurian.net yang menyebut NU Garis Lurus amat membahayakan apa yang telah diperjuangan Gus Dur dan Gus Mus.
“NU Garis Lurus yang tidak mencantumkan siapa sebenarnya pengelola dan komunitas mana yang mengembangkan ini, justru memperkuat dugaan demikian. Web ini berusaha memicu pergolakan internal NU dan dimanfaatkan oleh orang tertentu, agar lapisan terdidik NU terus menerus mengurusi soal laten percekcokan sektarian. Yang bisa dimanfaatkan untuk itu adalah figur-figur seperti Ust. Idrus Ramli, Gus Najih, Gus Luthfi, dan lain-lain-lain. Dari jantungnya sendiri, mereka menghantam orang-orang yang telah bertahun-tahun berjuang untuk NU dan menegakkan muruah NU di jagad Indonesia dan dunia, sepertu Gus Dur dan Gus Mus.” [Nur Khalik Ridwan, “Masalah Pemurniah ASWAJA NU Garis Lurus ” , Kamis, 02 April 2015, www.gusdurian.net].
Tak terkecuali tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdala ikut pula gerah .
“Akhir-akhir ini ada gerakan yg menamakan dirinya “NU Garis Lurus”. Namanya sendiri sudah menunjukkan bahwa yg membuat gerakan ini tak mengerti kultur NU,” ujar Ulil melalui akun twitter @Ulil.
“Kalau NU diluruskan garisnya, maka ya jadi Wahabi. Garis NU itu lentur;  filosofinya seperti tali jagad di logo NU itu. Talinya lentur dan longgar, tidak ketat,” ujar Ulil Abshar Abdala dalan akun twitter @Ulil, 7 April 2015.
Mengapa banyak pihak seolah merasa tersengat?
Sebagaimana tagline kelompok ini yang tertera di laman www.nugarislurus.com, jika kehadirannya mengembalikan ajaran NU yang dibawa KH Hasyim Asy’ari yang Sunni, tidak Sekularis, pluralis dan liberalis (SePILIS).
“NU GARIS LURUS adalah merupakan upaya pengembalian pemahaman warga NU kepada ajaran KH. Hasyim Asy`ari yang murni Sunni Syafi`i Non SePILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme).”[www.nugarislurus.com]
Sebagaimana diketahui, kelompok-kelompok berpaham liberal dan Syiah dinilai telah banyak menyusup dalam tubuh NU benar-benar merasa terusik ketika gerakan ini muncul dengan nama “NU Garis Lurus”, seolah ingin meluruskan pemikiran NU yang sudah tidak murni lagi.
Adalah KH Lutfi Bashori putra KH. Bashori Alwi sesepuh NU Jawa Timur yang dikenal berdakwah dan fokus pada pembersihan virus-virus akidah semisal sekularisme, pluralisme dan liberalisme [SePILIS) dan Syiah dalam tubuh ormas Islam di Indonesia ini.
Pada bulan Februari 2015, ia membidani lahirnya  ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jamaah) GARIS LURUS. [Baca: ASWAJA Garis Lurus: Pemerintah Bisa Larang Aktivitas Syiah]
Semula, kelompok ini hanya kumpulan beberapa aktifis Aswaja yang tergabung dalam Grup Pejuang ASWAJA, lantas dalam penjabarannya mendapat tambahan GARIS LURUS dan menjadi Pejuang ASWAJA Garis Lurus.
Dalam keterangannya di laman www.pejuangislam.com, tambahan Garis Lurus untuk membedakan dari warga NU (bahkan sebagian tokoh NU), yang sudah keluar dari ajaran akidah KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU. [Baca: GROUP PEJUANG ASWAJA GARIS LURUS di http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=913]
Namun belakangan, atas gagasan KH Luthfi Bashori ini muncul pihak-pihak tertentu dengan membuat Fanspage Facebook dengan nama yang sama. Tepatnya pada 27 Oktober 2014, Fanspage yang berjudul “NU Garis Lurus” dibuat.
Namun KH Luthfi Bashori sendiri dalam keterangan resmi di situs pribadinya, telah menjelaskan akun Facebook NU Garis Lurus tidak memiliki kaitan dengan Grup ASWAJA Garis Lurus.
Meski tidak ada kaitan antara keduanya, tetap saja keberadaan Grup ASWAJA Garis Lurus dan akun Facebook NU Garis Lurus mencemaskan kelompok penganut paham liberal dan pendukung Syiah.
Pertama, kaum SePILIS dan Syiah meradang, sebab kesesatan dua faham yang menjadi benalu di tubuh NU ini dibongkar oleh NU Garis Lurus.
Bukti kemarahan salah satu dari mereka yang berfaham liberal adalah sebuah tulisan di web resmi www.nu.or.id dengan judul “Meluruskan “NU GarisLurus”. Dalam tulisan itu, M. Alim Khoiri menulis: “‘Kerikil’ terbaru NU saat ini adalah munculnya fenomena “NU GarisLurus”. Ini mengesankan bahwa ternyata ada juga NU yang tidak lurus. Mirisnya, kelompok yang mengatas namakan “NU Garis Lurus” ini tak segan – segan mencaci kelompok NU lain yang tak sependapat dengan mereka. Tokoh-tokoh besar NU macam Gus Dur, Profesor Quraish Shihab dan Kang Said, artikel ini tak lepas dari serangan mereka. (M. Alim Khoiri , “Meluruskan “NU GarisLurus” – NU Onlinewww.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail.)
Penulis artikel ini juga mengatakan bahwa NU Garis Lurus adalah kelompok yang mengatas namakan NU untuk menandingi keberadaan faham – faham yang dianggap sesat.
M Alim menulis “Gerakan ini, boleh jadi merupakan semacam bentuk tandingan atau perlawanan terhadap faham – faham pemikiran yang mereka anggap sesat macam pluralisme, sekularisme, liberalism atau faham “Syi’ahisme”.
Menurut mereka, faham – faham tersebut tak boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang dianggap memiliki prinsip – prinsip ‘terlarang’ itu tak layak dan tak boleh ada dalam NU”.
Dari dua pernayataan di atas, M. Alim seorang Nahdhiyin yang tampak berpemikiran liberal, sangat kelihatan emosional dan tidak ilmiah dalam merespon NU Garis Lurus.* (bersambung)…yang geram kehadiran NU Garis Lurus…
Penulis adalah warna NU, alumni PP Aqdaamul Ulama’ Pandaan-Pasuruan, Anggota Pejuang Aswaja Garis Lurus