Thursday, March 26, 2015

Alwi Shihab ar Rafidhi : Iran dan Indonesia Siapkan “Islam yang Benar dan Moderat ” ? !

Islam yang Benar adalah Bukan Syi'ah, sebab Syiah Bukan Islam ! Yang benar adalah Islam dengan Manhaj Salaf (Salafus Shalih ).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
«خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ»
Artinya,“Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya.” (HR. Bukhari (2652), Muslim (2533))
Allah mengancam dengan siksaaan neraka jahannam bagi siapa yang mengikuti jalan selain jalan Salafush Shalih, dan Allah berjanji dengan surga dan keridhaan-Nya bagi siapa yang mengikuti jalan mereka.
Islam Moderat’ Sebuah Distorsi Istilah
Dari berbagai pernyataan para politisi dan intelektual Barat /syiah terkait klasifikasi Islam menjadi ‘Islam moderat’ dan ‘Islam Radikal’ atau Ekstrimis, kita akan menemukan bahwa yang mereka maksud ‘Islam Moderat’ adalah Islam yang tidak anti Barat (baca: anti Kapitalisme)/anti Syiah; Islam yang tidak bertentangan dengan sekularisme Barat/Syiah, serta tidak menolak berbagai kepentingan Barat/Syiah. Substansinya, ‘Islam Moderat’ adalah Islam sekular, yang mau menerima nilai-nilai Barat/Syiah seperti demokrasi dan HAM, serta mau berkompromi dengan imperialisme Barat/Syiah dan tidak menentangnya. Kelompok yang disebut ‘Islam Moderat’ ini mereka anggap sebagai ‘Islam yang ramah’ dan bisa jadi mitra Barat/Syiah.
Padahal dalam keilmuan Islam, tidak ada yang namanya Islam moderat, Islam ramah, Islam radikal, ataupun Islam ekstrimis. Karena Islam adalah agama (diin) yang diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengatur hubungan antara manusia dengan Allah, dengan sesamanya, dan dengan dirinya sendiri.

YAA SEORANG SYIAH BERTEMU DENGAN PIMPINAN NEGARA SYIAH, APALAGI TUJUANNYA KALAU TIDAK MENGINVASI INDONESIA DENGAN SYIAH NYA

Presiden Iran , Hassan Rouhani mengatakan bahwa Iran dan Indonesia dapat menyajikan Islam “yang benar dan moderat” yang berdiri melawan kekerasan dan terorisme. (  yang benar sudah pasti bukan syiah ! )
Dia membuat pernyataan pada pertemuan dengan Alwi Shihab, utusan khusus Jokowi , di Teheran, Minggu.
Presiden juga mengatakan, “Iran dan Indonesia telah membayar biaya tinggi dalam memerangi terorisme dan ekstremisme.”
“Iran dan Indonesia sebagai dua negara-negara Islam dan Asia yang menjadi anggota badan internasional seperti Gerakan Non-Blok dan Organisasi Kerjasama Islam , kedua negara dapat memainkan peran yang efektif dalam memajukan isu-isu regional dan internasional dengan ketergantungan pada kesamaan mereka,” kata Rouhani.
Dia juga menyerukan hubungan yang komprehensif antara kedua negara, mengatakan Iran menyambut perluasan hubungan ekonomi dengan Indonesia.
Sementara itu, Alwi Shihab yang juga merupakan saudara dari Quraish Shihab, mengatakan Indonesia siap untuk memperluas hubungan dengan Iran.
Alwi Shihab juga menyoroti pentingnya menghadirkan “moderat” Islam yang jauh dari ekstremisme.
Apa maksud dengan Islam yang ‘benar dan moderat’ yang mereka inginkan, apakah Indonesia akan menjadi sasaran invasi  Syiah ? Itukah tujuannya yang mereka idamkan? Wallahu Alam . lhah..syiah kan bukan islam !
http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/iran-dan-indonesia-siapkan-islam-yang-benar-dan-moderat-di-indonesia.htm#.VRVcsPmsUXd
Alwi Shihab ar-Rafidhi baca tulisan dibawah ini 
Arab Saudi Akan Tumpas Syi’ah Yaman Hingga Tuntas
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi  dalam menumpas pemberontak Syi’ah Hutsi di Yaman berjanji untuk terus melancarkan serangan sampai tujuan tercapai.
Dalam sebuah wawancara dengan wartawan, kamis (26/03/2015) juru bicara militer Arab Saudi, Asiri, bersumpah bahwa koalisi militer tidak akan membiarkan bantuan dalam bentuk apapun sampai ke tangan pemberontak Syi’ah Hutsi, dan tidak akan mengizinkan pihak manapun mendukung pemberontakan. Demikian dilansir kanal berita Al Arabiya.
“Iran adalah pendukung utama pemberontak Syi’ah dan telah menberikan bantuan senjata kepada mereka seiring dengan agresi pemberontak untuk memperluas wilayah kekuasaan di Yaman”, ujar jenderal berbintang satu ini dalam sebuah siaran pers Kementrian Pertahanan Arab Saudi
Dia menerangkan bahwa koalisi negara-negara Arab telah memberikan  peringatan kepada kapal-kapal untuk tidak mendekati pelabuhan dan menyatakan bahwa wilayah udara Yaman sebagai kawasan terbatas
Sampai Kekuasaan Presiden Yaman yang Sah Dikembalikan
Tujuan utama operasi penumpasan pemberontak yang dilancarkan Arab Saudi adalah memulihkan stabilitas keamanan di Yaman.
“Operasi militer akan terus berlanjut selama masih dibutuhkan sehingga legitimasi kedaulatan Yaman yang diwakili oleh pemerintahan Presiden Mansur Hadi dikembalikan” ujar Asiri.
Kepada wartawan, Brigjen Asiri menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun material di pihak Arab Saudi dan Sekutu.
“Segenap pesawat, kru, dan unsur-unsur bantuan tempur yang terlibat dalam berbagai sorti serbuan telah kembali ke pangkalan dengan selamat,” jelas Asiri.

Iran Jangan Bikin Ulah!..Serangan Saudi ke Syi’ah Hutsi Atas Permintaan Presiden Yaman
http://internasional.gemaislam.com/iran-jangan-bikin-ulah-serangan-saudi-ke-syiah-hutsi-atas-permintaan-presiden-yaman/
http://dunia.inilah.com/read/detail/2190526/liga-arab-sepakat-perangi-pengaruh-iran-di-yaman

Koalisi Ahlusunnah Dibawah Komando Saudi Gempur Syiah Houti


Iran Merengek Minta Negara Arab Hentikan Serangan ke Syiah Houti
                                                   Mullah Iran Siap Perang

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam sebuah sikap yang sejalan dengan negara-negara Arab, mendukung serangan militer Saudi terhadap Yaman.
Laman al-Sharq al-Awsat Qatar melaporkan, Sekjen OKI Iyad Ameen Madani yang berkantor di Jeddah, mengatakan organisasinya memantau dari dekat perkembangan di Yaman dan mengikuti situasi di negara itu dengan seksama. 
Madani menekankan pentingnya untuk mendukung negara-negara yang "mempertahankan legitimasi dan lembaga-lembaga konstitusional" di Yaman.
OKI sebelum ini juga mengabaikan tuntutan rakyat Yaman yang menyerukan independensi dan kebebasan serta menyuarakan hak untuk menentukan nasib mereka sendiri.
Madani mengklaim bahwa OKI mendukung persatuan, stabilitas dan integritas teritorial Yaman.
















Wednesday, March 25, 2015

Imam An-Nawawi, Sang Penulis Kitab Hadits Arbain


Mengenal Imam An NawawiAbuThalhah.wordpress.com – Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau dididik oleh ayah beliau yang terkenal dengan kesalehan dan ketakwaan. Beliau mulai belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak-anak) dan hafal Al-Quran sebelum menginjak usia baligh.
Ketika berumur sepuluh tahun, Syaikh Yasin bin Yusuf Az-Zarkasyi melihatnya dipaksa bermain oleh teman-teman sebayanya, namun ia menghindar, menolak dan menangis karena paksaan tersebut. Syaikh ini berkata bahwa anak ini diharapkan akan menjadi orang paling pintar dan paling zuhud pada masanya dan bisa memberikan manfaat yang besar kepadaumat Islam. Perhatian ayah dan guru beliaupun menjadi semakin besar.
An-Nawawi tinggal di Nawa hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada tahun 649 H ia memulai rihlah thalabul ilmi-nya ke Dimasyq dengan menghadiri halaqah-halaqah ilmiah yang diadakan oleh para ulama kota tersebut. Ia tinggal di madrasah Ar-rawahiyyah di dekat Al-Jami’ Al-Umawiy. Jadilah thalabul ilmi sebagai kesibukannya yang utama. Disebutkan bahwa ia menghadiri dua belas halaqah dalam sehari. Ia rajin sekali dan menghafal banyak hal. Ia pun mengungguli teman-temannya yang lain. Ia berkata: “Dan aku menulis segala yang berhubungan dengannya, baik penjelasan kalimat yang sulit maupun pemberian harakat pada kata-kata. Dan Allah telah memberikan barakah dalam waktuku.” [Syadzaratudz Dzahab 5/355].
Diantara syaikh beliau: Abul Baqa’ An-Nablusiy, Abdul Aziz bin Muhammad Al-Ausiy, Abu Ishaq Al-Muradiy, Abul Faraj Ibnu Qudamah Al-Maqdisiy, Ishaq bin Ahmad Al-Maghribiy dan Ibnul Firkah. Dan diantara murid beliau: Ibnul ‘Aththar Asy-Syafi’iy, Abul Hajjaj Al-Mizziy, Ibnun Naqib Asy-Syafi’iy, Abul ‘Abbas Al-Isybiliy dan Ibnu ‘Abdil Hadi.
Pada tahun 651 H ia menunaikan ibadah haji bersama ayahnya, kemudian ia pergi ke Madinah dan menetap disana selama satu setengah bulan lalu kembali ke Dimasyq. Pada tahun 665 H ia mengajar di Darul Hadits Al-Asyrafiyyah (Dimasyq) dan menolak untuk mengambil gaji.
Beliau digelari Muhyiddin (yang menghidupkan agama) dan membenci gelar ini karena tawadhu’ beliau. Disamping itu, agama islam adalah agama yang hidup dan kokoh, tidak memerlukan orang yang menghidupkannya sehingga menjadi hujjah atas orang-orang yang meremehkannya atau meninggalkannya. Diriwayatkan bahwa beliau berkata: “Aku tidak akan memaafkan orang yang menggelariku Muhyiddin.”
Imam An-Nawawi adalah seorang yang zuhud, wara’ dan bertaqwa. Beliau sederhana, qana’ah dan berwibawa. Beliau menggunakan banyak waktu beliau dalam ketaatan. Sering tidak tidur malam untuk ibadah atau menulis. Beliau juga menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk kepada para penguasa, dengan cara yang telah digariskan Islam. Beliau menulis surat berisi nasehat untuk pemerintah dengan bahasa yang halus sekali. Suatu ketika beliau dipanggil oleh raja Azh-Zhahir Bebris untuk menandatangani sebuah fatwa. Datanglah beliau yang bertubuh kurus dan berpakaian sangat sederhana. Raja pun meremehkannya dan berkata: “Tandatanganilah fatwa ini!!” Beliau membacanya dan menolak untuk membubuhkan tanda tangan. Raja marah dan berkata: “Kenapa !?” Beliau menjawab: “Karena berisi kedhaliman yang nyata.” Raja semakin marah dan berkata: “Pecat ia dari semua jabatannya!” Para pembantu raja berkata: “Ia tidak punya jabatan sama sekali.” Raja ingin membunuhnya tapi Allah menghalanginya. Raja ditanya: “Kenapa tidak engkau bunuh dia padahal sudah bersikap demikian kepada Tuan?” Raj apun menjawab: “Demi Allah, aku sangat segan padanya.”
Imam Nawawi meninggalkan banyak sekali karya ilmiah yang terkenal. Jumlahnya sekitar empat puluh kitab, diantaranya:
  1. Dalam bidang hadits: Arba’in, Riyadhush ShalihinAl-Minhaj (Syarah Shahih Muslim), At-Taqrib wat Taysir fi Ma’rifat Sunan Al-Basyirin Nadzir.
  2. Dalam bidang fiqih: Minhajuth ThalibinRaudhatuth ThalibinAl-Majmu’.
  3. Dalam bidang bahasa: Tahdzibul Asma’ wal Lughat.
  4. Dalam bidang akhlak: At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’anBustanul ArifinAl-Adzkar.
Kitab-kitab ini dikenal secara luas termasuk oleh orang awam dan memberikan manfaat yang besar sekali untuk umat. Ini semua tidak lain karena taufik dari Allah Ta’ala, kemudian keikhlasan dan kesungguhan beliau dalam berjuang.
Secara umum beliau termasuk salafi dan berpegang teguh pada manhaj ahlul hadits, tidak terjerumus dalam filsafat dan berusaha meneladani generasi awal umat dan menulis bantahan untuk ahlul bid’ah yang menyelisihi mereka. Namun beliau tidak ma’shum (terlepas dari kesalahan) dan jatuh dalam kesalahan yang banyak terjadi pada uluma-ulama di zaman beliau yaitu kesalahan dalam masalah sifat-sifat Allah Subhanah. Beliau kadang men-ta’wil dan kadang-kadang tafwidh. Orang yang memperhatikan kitab-kitab beliau akan mendapatkan bahwa beliau bukanlah muhaqqiq dalam bab ini, tidak seperti dalam cabang ilmu yang lain. Dalam bab ini beliau banyak mendasarkan pendapat beliau pada nukilan-nukilan dari para ulama tanpa mengomentarinya.
Adapun memvonis Imam Nawawi sebagai Asy’ari, itu tidak benar karena beliau banyak menyelisihi mereka (orang-orang Asy’ari) dalam masalah-masalah aqidah yang lain seperti ziyadatul iman dan khalqu af’alil ‘ibad. Karya-karya beliau tetap dianjurkan untuk dibaca dan dipelajari, dengan berhati-hati terhadap kesalahan-kesalahan yang ada. Tidak boleh bersikap seperti kaum Haddadiyyun yang membakar kitab-kitab karya beliau karena adanya beberapa kesalahan di dalamnya.
Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa kerajaan Saudi ditanya tentang aqidah beliau dan menjawab: “Lahu aghlaath fish shifat” (Beliau memiliki beberapa kesalahan dalam bab sifat-sifat Allah).
Imam Nawawi meninggal pada 24 Rajab 676 H -rahimahullah wa ghafara lahu-.
Catatan: Lihat biografi beliau di Tadzkiratul Huffazh 4/1470, Thabaqat Asy-Syafi’iyyah Al-Kubra 8/395, dan Syadzaratudz Dzahab 5/354
Disusun Oleh: Ustadz Anas Burhanuddin, Lc.
Artikel www.muslim.or.id

Ulama "Su" ini Gemar Menghina Allah`azza wa jalla [ Dagangannya " Wahhabi"/Al-Wahhab ] Sekarang Menghina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam [ Menghujat "Jenggot/Lihyah" ] ..! KH. Hasyim Muzadi: Inilah Bedanya Wali Songo, Waliyullah dan Wali Jenggot

Hasyim Muzadi setiap menyampaikan ceramah dimanapun/kapanpun, kegemarannya mengkambing hitamkan Wahhabi ( mungkin dia peternak kambing hitam ). Tidak puas kalau tidak "muntahin" Wahhabi. Kalau dia seorang " Ulama ", coba dia baca baik-baik kitab-kitab yang membahas Wahhabi, atau dia ajak dialog Uatadz-ustadz yang dia tuduh Wahhabi. Tirulah Prof DR KH Ali Mustafa Yakub MA, yang mengkaji/mendalami kitab-kitab terkait dengan " Salafi Wahhabi" dengan jujur karena Allah. Tehadap Syi'ah dia menunjukan simpati/keberpihakannya dan memuji setinggi langit "kafir syi'ah Irak yang membantai Ahlussunnah/Sunni Irak !!" Juga kebencian yang sudah di ubun-ubun terhadap Penguasa Saudi/Ulamanya dan menjadi dirigen paduan suara "Anti Wahhabi".Sekarang Hasyim Muzadi Menghina  Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan muntahan "jenggot/Lihyah"!!!
Kalau Hasyim Muzadi punya niat baik dan Percaya Iman Kepada Hari Akhir, bacalah artikel dibawah ini terkait " Ittiba kepada Nabi dengan Jenggot/Lihyah". Kalau mampu, bantahlah secara tertulis dan berdalil, nanti kami tampilkan di situs ini ( juga soal "Wahhabi"). Masyarakat akan menilai, kapasitas Hasyim Muzadi sebagai ulama. Dari pada Menghujat/memaki-maki terus dan mendatangkan adzab, lebih baik beliau Tabayyun kepada ahlinya. silahkan klik :


Juga baca artikel-artikel di http://lamurkha.blogspot.com/
terkait Wahhabi, Syiah, Ahlussunah wal jama'ah. bantahlah dengan cara yang baik, Ilmiyyah dan berdalil.
kami siap menerima tulisan tersebut. afwan

KH. Hasyim Muzadi: Inilah Bedanya Wali Songo, Waliyullah dan Wali Jenggot

25 Maret 2015 jam 14:19

JAKARTA (gemaislam) – Mantan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi mengatakan, kelompok ISIS tumbuh berawal dari pemahaman takfir atau mudah mengkafirkan orang lain.
“ISIS ini awalnya dari manhaj takfiriyah, yaitu mengkafirkan orang diluar keyakinannya,” kata Kyai Hasyim di acara ILC TV One Selasa (24/3/2015) malam.
Entah dengan maskud apa, Kyai Hasyim tiba-tiba melontarkan pernyataan yang mengejutkan tentang wali, sampai menyebutkan perbedaan antara Wali Songo dengan Wali Jenggot. ( out of control )
“Inilah bedanya antara Wali Songo, Waliyullah dan Wali Jenggot,” ujar Kyai Hasyim.
Kalau Wali Songo, lanjut Kyai Hasyim, mereka berhasil mengislamkan orang Indonesia hingga 90 persen dengan tanpa melakukan peperangan.
“Wali Songo mengislamkan orang Indonesia pelan-pelan, tak ada perang atas nama agama, itu bisa 90 persen masuk Islam,” terang Kyai Hasyim.
Kalau sekarang, kata Khyai Hasyim, orang yang sudah Islam malah dikafirkan. Sehingga dia sendiri yang masuk surga. 
“Koq ndak takut ya masuk surga sendirian?,” sindir Kyai Hasyim yang diiringi gelak tawa peserta yang hadir.
Kyai Hasyim menambahkan, orang-orang yang mudah mengkafirkan ini berawal dari ideologi hingga akhirnya ke ranah hukum formal.
“Awalnya takfiriyah ideology, kemudian bergeser ke takfiriyah hukumiyah, yaitu hukum formal. Sedikit-sedikit kafir, mauludan kafir,” terang Kyai Hasyim.
Masih dengan bahasa sindiran, Kyai Hasyim mengatakan, dirinya tidak percaya kepada negara yang menganggap kafir perayaan maulid nabi (Saudi –red) karena negara negara tersebut melakukan peringatan kerajaan.  Fitnah yang keji/tanpa bukti/dalil )
“Tapi saya tidak percaya mauludan dikafirkan, karena negara negara itu setiap tahunnya memperingati kerajannya. Apa bedanya memperingati kerajaan dengan Rasulullah?. Kan lebih agung Rasulullah. Saya setiap tahun dapat undangannya dari kedutaan,” tegas Kyai Hasyim. [mana bukti ada pihak yang mengkafirkan orang yang merayakan mauludan ? ini fitnah yang hanya dengan Makar Allah`azza wa jalla orang tersebut akan dihinakan !! ]
Berawal dari pembahasan ISIS, kemudian melebar ke pengkafiran serampangan hingga tuduhan vonis kafir bagi orang yang merayakan maulid nabi. Seolah ingin mengatakan bahwa yang tidak merayakan maulid nabi adalah pengikut ISIS.

Alhamdullilah, Subhanallah...Serangan Saudi di Yaman ( hancurkan kafir Syi'ah ) Atas Perintah Raja Salman ( semoga Allah memuliakannya )

RIYADH - serangan militer Arab Saudi di Sanaa, Yaman, atas perintah Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz.Hal itu diungkap sejumlah sumber di pemerintahan Saudi seperti dilaporkan Al Arabiya, Kamis (26/3/2015).
Menurut laporan media Timur Tengah itu, Raja Salman telah memberikan perintahnya pada siang hari. Beberapa jam kemudian, pesawat-pesawat jet tempur Air Force One beraksi menggempur basis kelompok pemberontak Houthi di Sanaa, Yaman.
”Air Force One melakukan beberapa serangan udara terhadap basis kelompok Houthi di Yaman, menghancurkan sebagian besar kawasan pangkalan udara yang digunakan oleh milisi di Sanaa itu dan sebagian besar pertahanan udara mereka,” tulis media Timur Tengah itu mengutip sumber di pemerintahan Saudi. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)

Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel al-Jubeir, kepada wartawan membenarkan bahwa pihak Kerajaan Arab Saudi telah melancarkan operasi militer berupak serangan udara di Yaman untuk melawan militan Houthi.
Kelompok Houthi sendiri dilaporkan sudah mendekati wilayah Aden, di mana Presiden Yaman, Mansour Hadi bersembunyi setelah Istana Presiden di Sanaa diserbu kelompok Houthi pada pekan lalu. (Baca juga: Agresi Militer Saudi Buat Perang di Yaman Melebar
Menurut Jubeir, selain Saudi, sembilan negara Teluk lainnya ikut melakukan agresi di Yaman untuk menyelamatkan pemerintahan Yaman yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Hadi. ”Kami akan melakukan apa pun untuk melindungi pemerintah yang sah dari kejatuhan Yaman,” katanya.
Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman telah memperingatkan Ahmed Ali Abdullah Saleh, putra mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, terkait potensi perang di Aden.
Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yassine, mengatakan, bahwa operasi militer akan berlanjut sampai Houthi bersedia duduk dalam pembicaraan damai. Sementara itu, demonstrasi dilaporkan pecah di Hadramout dan Aden setelah Saudi meluncurkan agresi militer terhadap basis-basis kelompok Houthi.

Sejumlah komandan militer Houthi yang dilaporkan tewas dalam agresi militer Saudi di Yaman antara lain, Abdel Khalik Al-Houthi, Yousef al-Madani dan Youssel al-Fishi. Sedangkan Ketua Komite Revolusioner untuk Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, terluka.

Presiden Yaman: Syiah Hutsi Paksakan Ajarannya Dengan Kekuatan Senjata

Aden. Presiden Yaman, Abd Rabbuh Manusr Hadi, Senin (23/3/2015) kemarin, mengatakan bahwa Syiah Hutsi memaksakan ajaran Syiah Imam Dua Belasnya dengan kekuatan senjata. Dalam melakukannya, Hutsi berkoordinasi dengan Iran.
Dalam pertemuannya dengan kepala-kepala suku Sunni di istana kepresiden di kota Aden, Hadi mengatakan bahwa ada koordinasi antara Syiah Hutsi dan Iran untuk memaksakan ajaran Syiah di Yaman. Dari awal, Hutsi sudah berkomitmen kepada Iran untuk menggagalkan dialog nasional yang berusaha mempersatukan Yaman pasca jatuhnya Presiden Ali Abdullah Saleh.
Lebih lanjut, Presiden Hadi mengatakan, “25 juta rakyat Yaman tidak akan menerima cara-cara yang dilakukan Syiah Hutsi. Apalagi mereka selalu meneriakkan slogan-slogan kematian untuk pihak-pihak yang menentangnya.”
Sebelumnya, Presiden Hadi telah melayangkan surat kepada para anggota Dewan Keamanan PBB. Dalam surat tersebut, Presiden Hadi menyatakan bahwa kalau dibiarkan, tindakan-tindakan Syiah Hutsi tidak hanya mengancam keamanan Yaman, tapi juga stabilitas keamanan Teluk dan internasional. (msa/dakwatuna/almoslim).

Ancaman Kafir Syi'ah [semoga Allah memusnahkannya]



Pembesar Hutsiyin : Kalau Arab Saudi Macam-Macam dengan Kami, Tamatlah Riwayat Mereka

SANAA (gemaislam) – Kelompok pemberontak Hutsiyin yang kini menguasai ibukota Yaman, mengeluarkan pernyataan bernada ancaman kepada pemerintahan Arab Saudi. Salah seorang anggota Dewan Politik kelompok ini, Muhammad Al-Bukhaity menyampaikan pernyataan ini sebagai peringatan agar Arab Saudi tak ikut campur dalam permasalaan dalam negeri Yaman.
Ancaman Al-Bukhaity ini datang tak lama setelah Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud Al-Faishal angkat bicara tentang kisruh keamanan di Yaman. Menurut Pangeran Saud, jika kondisi di Yaman tidak segera membaik, maka negara-negara kawasan Teluk akan segera melakukan “tindakan yang diperlukan”.
“Jika Arab Saudi ataupun negara lainnya turun memerangi kami, kami akan menghadapi mereka dengan gagah berani,” ujar Al-Bukhaity kepada stasiun televisi Al-Jazeera, Senin malam (23/3/2015).
Dengan nada sombong, Al-Bukhaity bahkan menyebutkan kalau sampai hal itu terjadi, maka riwayat keluarga Al-Saud di Jazirah Arab akan segera berakhir.
Saya katakan kepada Arab Saudi. Intervensi mereka dalam bentuk apapun akan menjadi tanggungan mereka sendiri. Saya tekankan, intervensi apapun akan menjadi akhir dari rezim Al-Saud di Semenanjung Arab,” tambah Al-Bukhaity.
Sebelumnya, Menlu Arab Saudi mengajak negara-negara kawasan untuk segera menyelesaikan kisruh di Yaman. Salah satu upayanya adalah dengan meminta kelompok Hutsiyin agar menarik seluruh pasukannya yang kini menguasai beberapa lembaga pemerintah di Yaman.


Tuesday, March 24, 2015

KH. Idrus Ramli: Debat dengan Syi'ah Tak Perlu Pakai Ilmu, Cukup Pakai Dengkul

BOGOR (al-Hisbah) - Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) adalah akidah Umat Islam Indonesia sejak datangnya Islam ke nusantara ini. Sedangkan kafir Syi'ah laknatullah 'alaihim (In syaa Allah) datangnya belakangan, mereka datang ke Indonesia kerjasama dengan penjajah kafir salibis Belanda laknatullah 'alaihim (In syaa Allah).

Demikian dikatakan KH Idrus Ramli Hafidzahullah (In syaa Allah), Dewan Pakar ASWAJA Center PWNU Jawa Timur, dalam ceramahnya dihadapan ribuan Umat Islam dalam Tabligh Akbar bertajuk “Umat Islam Bersatu Kokohkan Aswaja” di Aula Masjid az-zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Ahad (22/2/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Idrus Hafidzahullah (In syaa Allah) bercerita pengalamannya berdebat dengan kafir Syi'ah di berbagai forum, dan beliau Hafidzahullah (In syaa Allah) berkesimpulan bahwa bahwa anak-anak TK (Ahlussunah) itu lebih pintar dari ulama Syiah.

"Tak percaya? Coba tanya anak-anak TK berapa orang jumlah putra-putri Rasulullah, lalu tanya Syi'ah berapa putra-putri Rasulullah,", ungkap Kiai Idrus Hafidzahullah (In syaa Allah).

"Kata Syi'ah, bahwa anak Rasulullah hanya satu yaitu Siti Fatimah, sementara Zaenab, Rukoyyah, dan Ummu Kultsum terutama istri Khalifah Utsman adalah anak tiri," ujar beliauHafidzahullah (In syaa Allah) disambut tawa hadirin.

Dalam banyak pengalaman debatnya, Kiai Idrus Hafidzahullah (In syaa Allah) mengungkapkan bahwa orang kafir Syi'ah kadang tidak bisa menjawab pertanyaa beliau Hafidzahullah (In syaa Allah). Karenanya beliau Hafidzahullah (In syaa Allah) berkesimpulan, berdebat dengan kafir Syi'ah tak perlu pakai ilmu, "Cukup pakai dengkul, karena Syi'ah tak punya otak."



Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren al-Hujjah Jember Hafidzahullah (In syaa Allah) ini juga mengungkapkan bahwa salah satu kesesatan kelompok kafir Syi'ah ialah menganggap al-Qur'an yang ada sekarang ini palsu, dua pertiganya dihilangkan para Sahabat Radhiyallahu 'Anhuma. Dan beliau Hafidzahullah (In syaa Allah) pun melontarkan bantahan atas klaim mukaffarahtersebut.

"Al-Quran itu tidak bisa dipalsukan, saat kegiatan tadarusan apabila ada yang baca al-Qur'an keliru, panjang dibaca pendek dan pendek dibaca panjang itu bisa ketahuan, jadi al-Qur'an dipalsukan satu harkat saja tidak bisa. Jika sekarang saja tidak bisa apalagi dulu, kenapa? karena al-Qur'an diturunkan oleh Allah yang maha terpuji, dan Dia yang menjaganya," tandas Kiai Idrus Hafidzahullah (In syaa Allah). 

Kepala CIA John Brennan : Milisi Syi'ah Ancaman Masa Depan Timur Tengah ( Bukan ISIS ! )

Dua orang pejabat Amerika di pemerintahan Presiden Barack Obama, yaitu mantan Direktur CIA dan Komandan Pasukan Amerika di Irak Jenderal David Petraeus dan Direktur CIA, menegaskan bahwa ancaman keamanan dan stabilitas Irak, bukan ISIS tapi milisi-milisi Syi’ah, ungkap mereka.
Amerika yang secara diam-diam melakukan  kerjasama dengan dalam menghadapi ISIS, mulai menyadari kemungkinan jika Irak jatuh ke tangan Teheran. Di mana dalam perang melawan ISIS sekarang ini, milisi-milisi Syi’ah terlibat secara langsung. Bahkan, seorang jenderal Iran, Qassem Sulaimani berada di gar is depan bersama milisi  Syi’ah, menghadapi ISIS. Sulaimani mengatur strategi dalam memenangkan perang melawan ISIS.
Amerika yang melakukan kontak-kontak rahasia  denga para pemimpin Iran, termasuk Ayatullah Ali Khamenei, dan pemimpin tertinggi Syi’ah Iran itu, melakukan ‘barter’ dengan Amerika, yaitu Iran akan mendukung Amerika dalam perang melawan ISIS, sedangkan Amerika mendukung Iran dalam membangun arsenal nuklir di negeri para mullah itu.
Jika  ISIS dikalahkan dan dimusnahkan dari wilayah-wilayah Sunni di Irak, tidak berarti itu akan menjamin adanya stabilitas politik, termasuk kepentingan Amerika di negara-negara Teluk yang kaya minyak. Di mana 40 persen minyak dari negara-negara Teluk, termasuk Irak di ekport ke Barat melalui selat Hormuz yang akan dikontrol oleh Iran.
 Ini artinya posisi Iran sangat kuat dalam percaturan regional di kawasan  Timur Tengah, dan mengontrol seluruh pasokan minyak ke Barat. Masalahnya, secara geostrategic politik, bukan  hanya negara-negara Barat yang terancam secara ekonomi, terkait dengan pasokan minyak, tapi negara-negara Arab Teluk dan Timur Tengah semakin terancam.
 Iran yang secara geopolitik menguasai kawasan  luas dengna ditopang  ekonomi minya, ditambah dengan  kekuatan  milisi di setiap negara, seperti Lebanon, Suriah, Irak, Iran, dan Yaman ini akan menjadi mimpin buruk bagi para penguasa Arab. Ditambah lagi , Iran akan memiliki arsenal nuklir, bersamaan dengan tercapainya persetujuan nuklir antara Iran dengan fihak Barat, khususnya Amerika.
Amerika menganggap ISIS sudah selesai. Seperti dikemukakan oleh dua orang pejabat CIA, David Petraeus dan John Brennan, sekarang yang menjadi ancaman stabilitas terhadap Irak dan Timur Tengah atau Dunia Arab, bukanlah ISIS, justru milisi Syi’ah yang sudah bercokol di setiap negara Arab dengan militansi yang sangat tinggi, dan ditopang senjata dari Iran.
Iran dengan agresif terus melakukan ekspansi ideologi Syiah ke seluruh kawasan Arab dan Timur Tengah dengan ditopanng oleh kekuatan senjata, milisi, ahli  strategi militer untuk menguasai wilayah yang luas, seluruh Timur Tengah. Inilah yang akan menjadi malapetaka  bagi Dunia Islam.
Skenario ini dimulai oleh Amerika dengan melakukan  invasi ke Irak, dan menjatuhkan Saddam Husien.  Di mana dampaknya tampilnya kekuasaan Syi’ah di seluruh dunia Arab. Wallahu’alam.



Monday, March 23, 2015

PERINGATAN KERAS MUFTI SAUDI ARABIA KEPADA PENDUDUK YAMAN

Selasa, 24 Maret 2015

PERINGATAN KERAS MUFTI SAUDI ARABIA KEPADA PENDUDUK YAMAN

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Bendera jihad telah dikibarkan oleh para ulama kibar, dan pertempuran melawan Rafidhah Najis Hutsiyun yang berupaya merebut satu persatu wilayah kaum muslimin langsung dibawah komando Presiden Yaman yang telah berhasil meloloskan diri dari tawanan Hutsy pasca mereka berhasil merebut istana Presiden Yaman di Shan'a, di saat itu pula barisan Pembela Watsiqah Kufriyah dari kalangan dedengkot para penggembos terus menyuarakan gerakan anti-jihad melawan sekutu Watsiqah Kufriyah mereka (Rafidhah Najis Pemberontak),memberikan gambaran-gambaran yang hina lagi rendah terhadap upaya Jihad mempertahankan diri dari serangan Pemberontak tersebut dan bahkan menyerukan agar tidak ikut campur dan tinggal di rumah saja sebagaimana yang terakhir diserukan oleh Al Mughoffal Abdurrahman.

Adapun para ulama kita di Aden, mereka langsung ikut terjun bertempur bersama kaum muslimin lainnya bergabung bersama pasukan pemerintah Yaman di bawah komando Presiden melawan pasukan Rafidhah yang beberapa hari yang lalu berusaha menguasai bandara Aden. Alhamdulillah makar Hutsiyun bisa dipukul mundur, gagal dan mengalami kekalahan dengan korban yang tidak sedikit.
Nyata bahwa Abdurrahman Al Mughoffal mengambil sikap sebagai penggembos, terang-terangan melawan sikap pemerintah Yaman bersama masyarakatnya yang sekarang bahu membahu melawan para pemberontak najis tersebut.
Dan inilah bimbingan Samahatul Mufti Kerajaan Saudi Arabia terkait sikap syar'i yang harus ditempuh oleh kaum muslimin Yaman terhadap makar para pemberontak Rafidhah.
Dan Subhanallah sikap beliau ini sejalan dengan bimbingan Asy Syaikh Rabi' dan masyaikh lainnya untuk bangkit melawan Rafidhah......menjadi tambahan bukti lagi bahwa jalan yang ditempuh oleh Muhammad Al Imam, Abdurrahman Mar'i dan para pembela Watsiqah Kufriyah benar-benar telah menyimpang dari sikap dan bimbingan ulama kibar. Allahul musta'an.
Sebagian isi khutbah Samahatul Mufti Abdul Aziz Aalus Syaikh pada hari ini:

جزء من خطبة سماحة المفتي عبد العزيز ال الشيخ لهذا اليوم
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
واختتم سماحته خطبته بالتأسف على مايجري في اليمن وقال:
إخواني يؤسف كل مسلم ما يجري في اليمن السعيد من هذه الفوضويات والاضطرابات والقلاقل التي لا أول ولا آخر لها،
هذه المصائب في اليمن السعيد، إنما هي من تدبير أعداء الإسلام فليحذر المسلمون أن يستخدمهم أعدائهم،
أيها الشعب اليمني المبارك،من يحكم هذا البلد، أين العقول الجيدة، أين العلماء وأين القادة وأين المفكرون، أن تضيع البلاد بهذا الشكل تدميراً واخلالاً للأمن وسفكاً للدماء ونهباً للأموال على أيدي المجوس وأعوانهم الذين يبغضون الإسلام وأهله، هذه الفرق الضالة هدفها القضاء على الإسلام،
ألا يكفي المسلمون مما مر بهم وان لا يمدو ايديهم مع اعدائهم ان اعدائهم المجوس لا يريدون لكم خيرا وانما يريدون افسادكم وفسادكم و سلب خيراتكم وتضليل افكاركم الى غير ذلك من آرائهم الضالة،
فيا أيها الشعب اليمني ويا رجال اليمن اتقوا الله في أنفسكم٬ عودوا إلى رشدكم وحكموا العقل والرأي السديد لتعلموا أن هذه الحملات السيئة المجوسية جاءت لإضلالكم واضعاف شوكتكم والقضاء على دينكم وكرامتكم وأخلاقكم،
ما جاءوا حباً لكم ولا رحمة بكم ولكن جاءوا لينشروا الفساد كما يريدون ويأبى الله إلا أن يتم نوره ولو كره الكافرون،
فيا إخواني في اليمن الله الله في أنفسكم وبحرماتكم وفي بلادكم أن تضيعوها في هذه الفتنة الضالة المضلة
وفق الله الجميع لما يحب ويرضى إنه على كل شيئ قدير.
http://cutt.us/PYbQy
〰〰〰〰〰〰〰〰

Beliau menutup khutbahnya dengan penyesalan atas apa yang terjadi di Yaman. Beliau berkata:
Saudara-saudaraku, apa yang sedang terjadi di Yaman yang diberkati akan membuat sedih setiap muslim, yaitu kejadian-kejadian yang berupa berbagai kekacauan, kerusuhan dan kegoncangan yang tidak ada ujung-pangkalnya.
❓Berbagai musibah yang menimpa Yaman yang diberkahi ini, tiada lain didalangi oleh musuh-musuh Islam. Maka hendaknya kaum muslimin mewaspadai (jangan sampai) musuh-musuh mereka menjadikan mereka sebagai pembantu/pelayan.
Wahai bangsa Yaman yang penuh berkah! Siapa yang mengatur negeri ini? Dimana akal-akal yang sehat? Dimana para ulamanya? Dimana para pemimpinnya? Dimana para pemikirnya? membiarkan negara sedemikian rupa, (membiarkan terjadinya) kerusakan dan pelanggaran keamanan, pertumpahan darah, penjarahan harta benda oleh tangan-tangan orang Majusi dan sekutu mereka yang mereka membenci Islam dan para pemeluknya. Tujuan kelompok sesat ini tiada lain adalah membasmi Islam.
Hendaknya kaum muslimin tidak mencukupkan diri (pasrah) dengan apa yang mereka terima. Dan hendaknya mereka tidak mengulurkan tangan mereka kepada musuh-musuh mereka. Sesungguhnya musuh-musuh mereka yang Majusi ini tidaklah menginginkan pada kalian kebaikan, mereka hanyalah menginginkan kebinasaan dan kerusakan kalian, merampas sumber daya kalian, menyesatkan pemikiran kalian, dan pandangan-pandangan mereka yang sesat lainnya.
Maka wahai bangsa Yaman, wahai para pembesar Yaman! Bertaqwalah kalian kepada Allah dalam diri-diri kalian, kembalilah pada orientasi kalian, dan putuskan dengan akal dan pemikiran yang lurus agar kalian tahu bahwa serangan-serangan keji orang Majusi ini dilakukan untuk menyesatkan kalian, melemahkan kekuatan kalian, dan menghancurkan agama, kemuliaan dan akhlaq kalian.
❓Mereka tidak datang karena cinta pada kalian, tidak pula karena sayang pada kalian. Namun mereka datang untuk menyebarkan kerusakan sebagaimana yang mereka inginkan. Padahal Allah tidak menginginkan kecuali untuk menyempurnakan cahayaNya meskipun orang kafir membencinya.
Maka wahai saudara-saudaraku di Yaman. Allah... Allah... Jagalah diri kalian, kehormatan kalian, dan negara kalian. (Jangan) kalian membiarkannya berada dalam fitnah yang sesat dan menyesatkan ini.
Semoga Allah memberi taufiq kepada kita semua untuk mengamalkan apa yang Dia cintai dan ridhoi. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
http://cutt.us/PYbQy
――――――――――――
hm
  Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
www.ittibaus-sunnah.net