Tuesday, December 29, 2015

Teroris barbar Rusia Dan Iran Bantu teroris Barbar Bashar Asad Bantai Anak-Anak /Perempuan /Orang Tua Ahlus Sunnah Suriah, Ummat Islam Bangkit Bersatu, Kecuali Ulama-Ulama Su' Indonesia “ Yang Hati Kepeduliannya Mati Akibat Menikmati Dana Kufar Majusi Syiah Iran ”

mujahid-suriah

Okt 26, 2015
Tidak bisa kita pungkiri lagi, bahwa Teroris barbar Syi’ah Iran dan Komunis Rusia kini bersatu bersama teroris barbar Bashar Asad untuk menyerang bertempur melawan Mujahidin. Sebelumnya, aliran Syi’ah majusi  Iran sangat getol menebar syubhat. Dikatakan bahwa konflik Suriah adalah konflik politik semata, tak ada kepentingan ideology, karena Syi’ah menurut mereka adalah bagian dari Islam.
Serangan demi serangan di tanah Syam Mujahidin terus dilakukan pasukan teroris barbar Rusia, pesawat Mig dan Sukhoi teroris barbar Rusia berputar-putar diudara sembari menjatuhkan Bom ke arah Mujahidin.
Teroris barbar Rusia benar-benar turun berlaga, ratusan alat perang Teroris barbar Rusia turut menghiasi situasi dan kondisi darat dan udara mencekam menebar aroma kematian. Korban sipil berjatuhan, meski berdalih mereka adalah kelompok militansi, Rumah sakit, instalasi yang harusnya dijaga dalam etika peperangan itu tak luput dari pelanggaran perang oleh rudal-rudal teroris barbar Rusia dan Iran.
Umat Islam sedunia pun kembali menggelegak Marah, melihat tingkah teroris barbar Rusia dan Iran yang secara membabi buta menyerang tanah Syam Mujahidin. Teroris barbar Rusia dengan congkaknya tak sadar saat di Afghanistan dan Chechnya dihinakan pasukan Mujahidin, berkat ikut serta ummat Islam se dunia dengan memohon doa kemenangan dan menghimpun bantuan dana seadanya dan semampunya untuk para mujahidin yang lagi berlaga membela kepentingan ummat.
Tindakan brutal teroris barbar Rusia di bumi Syam Mujahidin ini membangkitkan kembali nasib saudara mereka di Suriah yang dibantai oleh pasukan sekutu Teroris barbar bashar asad. Penderitaan ummat Islam di Suriah sempat menjadi perhatian publik Indonesia. Hal ini, menjadi salah satu motivasi tersendiri dalam membangun jiwa Mujahidin dikalangan ummat dan ikut peran sertanya untuk membantu kaum muslimiin di Bumi Syam Suriah.
Selain itu, Kehadiran Pasukan Teroris barbar Iran dan Rusia di bumi Syam Suriah untuk memerang Mujahidin adalah sebagai bukti  perang ideologi (kebenaran dan kebathilan). Maka dengan demikian seluruh taburan fitnah keji tentang pasukan Mujahidin yang melawan Teroris barbar Bashar Ashad adalah perang suci agama.

Ikut sertanya Teroris barbar Rusia dan Iran membantu menyerang mujahidin ini justru membuat hati sadar dan lebih fokus menyerangan terhadap musuh kafir Bashar Ashad dan antek-anteknya. Memang sebelum ikut sertanya Teroris barbar Rusia membantu Bashar Ashad tebaran fitnah, saling caci dan saling bunuh sering terjadi dan menjadi hiasan disetiap amal.

Justru dengan adanya pasukan beruang merah Teroris barbar Rusia, pasukan Mujahidin dan ummat Islam dunia makin terbuka keyakinan dan kesadaran dalam memenuhi panggilan jihad di bumi Syam, bahkan makin yakin dan mantap akan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala makin dekat dilimpahkan para mujahidin.

Kader-kader Mujahidin pilihan Allah akan tumbuh subur sebagai pilihan kelompok terbaik dalam memperjuangkan ummat dalam meneggakkan syariat islam dengan jihad fie sabilillah sepanjang masa.

Tidak rela bila ada ummat muslim mujahidin di ganggu hartanya dan nyawanya. Jihad dan Qishos tidak lain jalan yang mesti ditegakkan untuk menjaga kehormatan harta dan jiwanya. Allahu Akbar.
https://www.an-najah.net/2015/10/26/rusia-dan-iran-bantu-bashar-ashad-ummat-islam-bangkit-bersatu/

Dokter Suriah: Rusia Jauh Lebih Kejam


rusia bom - suriah 5

Selasa, 18 Rabiul Awwal 1437 H / 29 Desember 2015 12:30 WIB
Rusia mengklaim bahwa kampanye serangan udara yang mereka lakukan di Suriah adalah untuk melemahkan ISIS. Namun, fakta berkata lain. Warga sipil menjadi korban utama kebrutalan Rusia, yang menjadikan Suriah sebagai tempat latihan militernya, seperti dikatakan Presiden Vladimir Putin.
Korban sipil kembali berjatuhan dalam serangan udara Rusia yang dilakukan di Idlib, Minggu (20/12/2015). Sekitar 70 warga Suriah tewas sementara puluhan lainnya terluka setelah jet tempur yang diduga milik Rusia dan rezim Bashar al-Assad membombardir wilayah tersebut.
“Kami tak pernah dibombardir seperti ini sebelumnya,” ujar Issa Khaled, warga Ghouta, pinggiran Aleppo, kepada The Guardian sehari pasca serangan, seperti dikutip dari Business Insider.
“Langit di atas kami sama seperti Hiroshima,” tambahnya, merujuk pada peristiwa bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di kota Hiroshima pada Perang Dunia II, yang menewaskan lebih dari 100 ribu warga Jepang. “Selalu ada awan yang tampak seperti jamur (asap hitam yang timbul usai roket menghantam target) kemanapun kami melihat. Kerusakan yang terjadi sangat parah.”
Rusia menjadikan penembakan jatuh jet tempurnya oleh Turki sebagai dalih untuk meningkatkan intensitas serangan di wilayah utara Suriah, dekat perbatasan Turki.
Penyerbuan yang dilakukan Rusia di Suriah menciptakan “krisis kemanusiaan yang nyata”.
“Kami mengamati bahwa jumlah korban sipil telah meningkat secara drastis. Semakin banyak orang yang menjadi korban karena intensitas serangan jauh lebih besar dari sebelumnya,” kata Rae McGrath, direktur badan amal Mercy Corps untuk wilayah Turki dan Suriah Utara, kepada The Washington Post.
“Jet tempur Bashar tak pernah membombardir kami seperti Rusia,” ujar seorang dokter di Idlib kepada The Guardian. “ISIS juga tidak pernah memburu kami seperti ini.”(ts)
Share on: Facebook or Twitter