Wednesday, April 1, 2015

Alwi shihab ar-Rafidhi Rupanya Ikutin Induk Semangnya...Bagi Iran, Saudi adalah Musuh dan Yahudi adalah Sahabat !


Mantan duta besar AS untuk Suriah, Ford Huff mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan bahwa Iran menganggap Arab Saudi sebagai musuh no 1 , hal ini menjadikannya sebagai salah satu pakar yang mencuri perhatian Washington , terutama karena telah bekerja di Suriah dalam waktu dekat , dan bertanggung jawab atas dokumen-dokumen Suriah di Departemen Luar Negeri Amerika.
Huff yang baru-baru ini mengadakan sidang dengan para pejabat tinggi Iran , mengungkapkan   ” para pejabat Iran sepakat bahwa musuh mereka sebenarnya adalah Saudi Arabia , di dalam dan di luar Suriah , ” menurut laporan surat kabar, ” Ar ra’yu Al ‘aam ” dari Kuwait .
Dia menyebutkan bahwa salah satu pejabat Iran menganggap peran Arab Saudi semakin penting dari hari ke hari dalam perhitungan Iran . ” Dia khawatir tentang konsekuensi dari perang dan perselisihan sektarian Sunni-Syiah di Suriah , meskipun Amerika Serikat dan Iran memiliki kepentingan bersama dalam perang sektarian di wilayah tersebut dan mengalahkan tantangan Arab Saudi untuk kepentingan Amerika Serikat . ”
Huff melanjutkan : ” Iran melihat Basyar sebagai tokoh penting, dan Teheran melihat Basyar sebagai pilar penting untuk kesuksesan misi mereka, dan jika Basyar berhasil dilengserkan  maka runtuhlah misi yang mereka susun”.
Huff mengutip ucapan pejabat Iran “Iran mempersenjatai Syiah Suriah dan milisi-milisi Syiah lainnya, bukan untuk mendukung rezim Al Assad, tapi untuk mempertahankan eksistensinya sampai Hizbullah mengambil alih kekuasaan ketika rezim Al Assad lengser”.
Sementara itu, Dr Muhammad Alu Zulfa , seorang profesor sejarah di Universitas Al Malik Saud menytakan, bahwa sejak revolusi Iran, Iran telah memandang Arab Saudi sebagai musuh pertama dan utama, sementara permusuhan terhadap Israel adalah sandiwara saja, sedangkan Iran sebenarnya memusuhi orang-orang Arab pada umumnya , tetapi mereka tahu bahwa Arab Saudi adalah benteng keamanan Arab (sekaligus markas dari Ahlus Sunnah), sementara Iran berbicara tentang Israel untuk menipu orang-orang Arab yang naif .
Dia menyatakan bahwa Iran menjajah tanah Arab baik di dalam negeri maupun di Irak seperti Israel menjajah tanah Arab di Palestina, dan sementara itu Rouhani pergi ke Washington dan Davos dan berbicara dengan bahasa yang lembut , tapi itu tidak  akan mengubah kebijakan Iran . Israel dan Iran memiliki kepentingan yang sama di semenanjung Arab, bila Israel berambisi mendirikan negara Israel Raya maka Iran berambisi mengembalikan Imperium Persia Raya yang berhasil diislamkan oleh Umar bin Khottob Radhiyallahu anhu.
Dan dia menjelaskan bahwa Iran menciptakan Hizbullah untuk memecah belah bangsa Arab dan melemahkannya , dan bahwa Iran dan Israel akan segera duduk di meja yang sama dengan Amerika sebagai mediatornya, untuk memberikan pengaruh negatif kepada orang-orang Arab. (iz/al-Arabiya)
Menlu Iran: “Di Republik Islam Iran, Yahudi Merupakan Teman Sebangsa”
Selama ini media sekuler selalu mengesankan kalau Iran dan Yahudi Israel adalah dua negara yang bermusuhan, akan tetapi fakta di lapangan berbicara lain, kita dapati warga Yahudi tinggal dengan penuh kedamaian di Iran bahkan Iran mengizinkan Yahudi mendirikan Sinagog di negara Syi’ah tersebut.
Ditambah lagi dengan pernyataan Menlu Iran berikut ini: “Yahudi bukan musuh kami,” demikianlah yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif saat ditanya oleh kantor berita Iran Tasnim tentang pernyataan-pernyataannya mengenai Holocaust di situs media sosial, pada 5 September lalu.
Javad Zarif menjelaskan perbedaan antara Zionisme dan Yudaisme. “Yudaisme adalah agama illahi yang kami hormati sesuai dengan ajaran agama kami dan konstitusi negara kami,” kata Zarif.
“Di Republik Islam Iran, Yahudi merupakan teman sebangsa, merupakan minoritas yang diakui di parlemen dan di parlemen mereka memiliki anggota parlemen aktif,” Zarif menambahkan.
“Zionis merupakan minoritas dari orang-orang Yahudi,” jelasnya. “Mereka mengeksploitasi penderitaan orang Yahudi untuk membenarkan kejahatan mereka terhadap rakyat Palestina. Kami tidak akan mengizinkan mereka untuk menyebarkan bahwa Iran membenci Yahudi,” Zarif menyimpulkan.

Sebelumnya, melalui akun Twitternya Zarif berkicau, “Selamat Rosh Hashanah” atau Selamat Tahun Baru Yahudi. Kicauan Menteri Luar Negeri Iran tersebut kemudian menjadi perbincangan hangat di jejaring Twitter.(iz/firmadani)

Sadarlah Wahai Ahlussunnaah,…. Musuh Agama Allaah Dan RasulNya mengumpulkan kekuatan!!
Sekitar 12.000 Mahasiswa Syiah Indonesia dikader di Iran Dalam catatan Ustadz Ilham Kadir, MA, tentang Muktamar MIUIMI I yang digelar di Markas AQL Center Tebet Jakarta (12/6/14), beliau menulis kembali pernyataan Ust Farid Ahmad Okbah di arena Muktamar, “Farid Ahmad Okbah, tampil berbicara tentang bahaya Syiah sebagai spesifikasi kajiannya. Memulai pembicaraan dengan menuturkan beberapa tipologi ulama dan intelektual. Ulama yang penguasa, mereka para khulafa rasyidin yang penguasa sekaligus ulama; setelah itu penguasa yang mengikuti ulama; periode selanjutnya ulama berseberangan dengan umara, namun ulama tetap menjadi pencerah umat; dan paling rusak adalah ketika ulama menghinakan diri pada penguasa.
Syiah memiliki lima kekuatan yang mengalahkan kekuatan apa pun. Pertama, Syiah memiliki negara; Kedua, mereka memiliki marja’, ABI ke Iran, IJABI ke Libanon, mereka tunduk patuh pada marja’, saat ini sudah banyak anak Indonesia yang berlatih perang dengan Hizbullah di Libanon. Ketiga, Mereka punya khumus, atau dana untuk memperkuat gerakan mereka. Keempat, kaderisasi yang terus terpelihara, saat ini saja, kurang lebih sekitar 12.000 pelajar Indonesia di Iran, sementara di Mesir hanya 5000. Kelima, Syiah memiliki kader ilmiah militan lulusan khauzah ilmiah di Iran seperti Qum.
Semua ini, bukan saja sekadar tantangan, tapi sudah menjadi bara yang menyala dalam rumah kita. Kata penulis buku, Ahlussunah wal Jamaah dan Dilema Syiah di Indonesia. Menurutnya, Ajaran Syiah tidak usah ditakuti karena sangat rapuh, dia hanya ibarat balon, begitu kena jarum akan langsung meletup. Maka kita, MIUMI harus menjadi jarum bagi Syiah.” (ia/lppimakassar.com)

sumber: http://ilhamkadirmenulis.blogspot.com/2014/06/miumi-akan-menjadi-jarum-bagi-syiah.html

http://www.lppimakassar.com/2014/06/sekitar-12000-kader-syiah-indonesia.html

Menyingkap Konspirasi Terselubung Syi’ah Iran

Sejak bergulirnya revolusi Iran dibawah kepemimpinan Imam Khomeini, Iran berubah menjadi sebuah Negara digdaya di kawasan Arab. Kekuatan militer mereka berkembang pesat. Pun, mereka kerap melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan-kebijakan barat yang diskriminatif, dimana hanya negara- negara yang bernyali yang bisa melakukan hal tersebut. Tak pernah gentar terhadap gertakan Negara adidaya AS seputar pengembangan teknologi nuklirnya.

Dan seringkali pula menunjukkan kepeduliannya atas negeri-negeri muslim yang lemah dan terjajah, walaupun hanya sekedar memberikan komentar pedas dalam forum-forum dunia. Dan begitu besar sikap permusuhannya terhadap Israel Yahudi yang telah banyak menelan jiwa kaum muslimin.


Sepak terjang Iran telah banyak menarik simpati kaum muslimin dunia. Pasca runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani, kaum muslimin telah kehilangan pelindungnya. Dan kini Iran muncul menentang kezhaliman dunia Barat (kafir) terhadap dunia Islam ditengah kebisuan dan ketidakberdayaan para pemimpin-pemimpin negeri Arab. Hmmm.. Apakah Iran akan menjadi bagian dari seri sejarah keperkasaan Islam?

Secara kasat mata memang seperti itulah adanya. Namun sejarah telah berkata lain tentang Iran yang berakidahkan Syiah Ghulat (Rafidhah). Lihatlah bagaimana syiah mempunyai andil atas terbunuhnya sahabat Rosululloh shalallohu alaihi wa sallam yang mulia, Ali bin Abi Thalib. Begitu juga pengkhianatan mereka atas Husein rodhiallohu ‘anhu. Dan tak akan hilang dari catatan sejarah bagaimana syiah berkonspirasi dengan pasukan Tar-Tar untuk mengkudeta kepemimpinan Harun Ar-Rasyid. Sejarah justru bertutur bahwa Syiah adalah musuh besar bagi kaum muslim sunni.

Lalu bagaimana dengan Syiah Iran saat ini? Tindak-tanduknya memang terlihat pro terhadap Islam, tapi wajib diketahui bahwa orang-orang syiah adalah orang-orang yang pendusta. Saat ini mereka berkata A, sedetik kemudian mereka berpaling akan berubah menjadi B. Hal ini karena mereka memasukkan dusta sebagai bagian dari akidah (taqiyah). (Al-kafi: 2/219)
Banyak fakta telah terungkap bahwa pada kenyataannya permusuhan Iran justru tertuju kepada Islam itu sendiri. Lihatlah di Ibukota Iran, Teheran. Silahkan Anda hitung berapa banyak Masjid-Masjid Sunni jika dibandingkan dengan Sinagog (tempat peribadatan orang-orang Yahudi) ?! Tidak ada satupun Masjid sunni berdiri disana, justru Sinagog bertebaran hingga lebih dari 45 buah! Padahal populasi muslim sunni di Iran adalah terbesar kedua setelah Syiah. Itu hanya secuil bukti ketimpangan amal perkataan dengan fakta lapangan. (sm)

Mungkin banyak juga yang belum tahu kalau Imam Khomeini memimpin Revolusi dari tempat pengasingannya di Perancis. Tapi pasti kaum muslimin tahu kalau Perancis dan AS adalah sekutu intim. Tentu ada permainan diantara mereka bertiga; Khomeini, Perancis dan AS (dalam hal ini CIA). Pun pada masa kekuasaannnya Khomeni, Iran telah bermesraan dengan AS dan Israel. Kita bisa ketahui hal ini dalam kasus skandal “Iran kontra”.

Dan mungkin tidak banyak orang tahu kalau yang memuluskan jalan Amerika untuk menyerang Irak yang mayoritas Sunni salahsatunya adalah Syiah Iran. Syiah Iran mengizinkan kapal induk Amerika memasuki wilayah perairan Teluk Persia Iran dan menjadikannya sebagai basis militer angkatan laut dan udara Amerika. Mereka juga memberikan bantuan berupa pemberian informasi intelijen ke AS. Seandainya memang Iran pro terhadap kaum muslimin tentunya hal itu tidak akan terjadi.

Adalah kenyataan yang tak dapat dipungkiri lagi bahwa Syiah memiliki kebencian yang mendalam kepada Sunni. Kita bisa dapati hal tersebut pada kitab-kitab rujukannya. Jika kita mau sedikit saja berusaha mencari informasi tentang hal ini, maka itu sudah cukup bagi kita untuk dapat menemukan sekian banyak bukti kekejaman syiah terhadap sunni. Mereka tega membantai 500 orang sunni yang berada dipenjara dengan cara merubuhkan penjara tersebut. Mereka tega membantai orang sunni hanya lantaran memiliki nama para sahabat yang mulia; Abu Bakar, Umar, dan Utsman . Mereka tega menggantung para ulama Sunni dengan tuduhan-tuduhan yang tak berbukti. Apakah seperti ini kelakuan pelindung umat?! Tidak, mereka hanya melindungi diri mereka sendiri sebagai syiah bukan sebagai bagian kaum muslimin sebagaimana yang kerap mereka gembar-gemborkan dihadapan publik.

Kini Iran tengah berusaha mengekspor revolusinya ke berbagai negara, terutama wilayah Arab. Di Libanon, Suriah dan Bahrain, Syiah telah menancapkan ideologinya. Mereka berusaha menguasai Negara-negara terusan Suez dengan maksud agar mempermudah suplai senjata kepada pejuang-pejuang mereka. Mereka telah masuk ke Eritrea yang miskin, dan sedang menuju ke gerbang laut merah yang mengontrol terusan Suez. Dari sini Iran dapat mengancam Yaman dan Arab Saudi dan meneruskan persenjataannya ke Sudan dan Mesir Setidaknya itulah yang dikatakan oleh mantan panglima perang dan Ahli Strategi Mesir, Hussam Sweilem. Masih menurut Hussam Sweilem, bahkan Syiah Iran memiliki departemen tersendiri di kementrian dalam negeri yang menangani program ekspor ideology syiah ke luar negeri. (erm)


Namun keberanian Syiah menentang hegemoni AS telah menawan sebagian kaum Sunni yang awam. Sungguh seandainya Syiah menjadi mayoritas di negeri ini, maka niscaya nasib kita akan serupa dengan nasib saudara-saudara kita di Iran. [hsm/syiahindonesia.com]

Siapa Yang Ditakuti Oleh Negara Syiah IRAN? Ternyata Saudi,. Kenapa?

                                        nuklir saudi
KEKUATAN NUKLIR SAUDI DI TAKUTI IRAN… Kekuatan militer Saudi yang tidak pernah ditampakkan khususnya senjata andalannya -nuklir- akhir April 2014 – kemarin dimunculkan ke publik sebagai show force sekaligus memperingatkan negara Persia Iran dan Yahudi Israel. Sejatinya, negara-negara di Timur Tengah tidak diizinkan mengembangkan senjata nuklir berdasarkan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, meski demikian US dan kawan-kawan memberikan angin segar kepada Iran, sehingga negara Syiah ini dengan bebas memproduksi senjata nuklir. Tetapi, mengapa Iran begitu mati-matian ngotot mau membuat senjata nuklir ? Ternyata, Iran yang selama ini berkoar-koar ingin merebut Tanah al-Haramain, sangat takut akan senjata nuklir milik Saudi. Ya, sejak tahun 1980, saat Rusia sibuk perang di Afghanistan, dan Iran vs Irak masih saling tembak, Saudi telah membeli sekitar 60 Rudal ‘Riyah al-Sharq’ (Angin Timur) denganhulu ledak nuklir dari RRC untuk jaga-jaga. Sejak saat itu, Saudi juga menjadi donator utama pengembangan senjata nuklir Pakistan-sampai saat ini. Isu yg beredar dan selalu ditampik oleh kedua pihak, bahwa Pakistan sedang membantu Saudi dalam mengenbangkan senjata nuklir tercanggih di bawah koordinator Bapak Nuklir Muslim, Abdul Qadir Khan. Jadi, tahukan sekarang mengapa Iran begitu ngotot harus punya nuklir? Bukan Amerika atau Yahudi Israel yang ditakutinya, tetapi Saudi-lah target sesungguhnya yang akan dihancurkan. Saudi bermain sangat cantik, tidak mudah pamer sekaligus tidak mudah cemas, tidak seperti Iran yang bak macan ompong. Untuk pertama kalinya, Saudi memamerkan rudal CSS-2 (Riyah al-
Sharq), pada 2014:
                                                                               
               
https://aslibumiayu.wordpress.com/2015/04/01/siapa-yang-ditakuti-oleh-negara-syiah-iran-ternyata-saudi-kenapa/

Betulkah Israel Dan Amerika Berada Di Balik Serangan Saudi Ke Yaman?? ITU BERITA HOAX..

Pak ustadz, bagaimana tanggapan Bapak atas keadaan di Yaman?dimana Arab menyerang Yaman, Israel dan Amerika berada dibalik penyerangan itu pula.. wassalam
Dari Beny Rusbandinar via Tanya Ustadz for Android
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Apa yang terjadi saat ini di Yaman, merupakan kelanjutan dari pemberontakan Syiah Houthi.Hingga tanggal 21 September 2014, ibu kota Yaman, Shan’a jatuh ke tangan Haouthi.
Februari 2015, Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi melarikan diri ke Aden dari ibukota Sanaa. Sebelumnya dia telah disandera sebagai tahanan rumah oleh pemberontak Hautsi selama beberapa pekan.
Dan pada Maret 2015, Presiden Mansour Hadi mengumumkan pemindahan ibukota dan menjadikan kota Aden sebagai ibukota negaranya. Dia juga menyatakan bahwa ibukota Sanaa telah menjadi “kota yang diduduki” oleh pemberontak Syiah.
Karena desakan separatis Houthi yang kian kuat, akhirnya beliau mengirim surat ke beberapa negara teluk. Surat yang sangat menyentuh. Presiden Manshur Hadi menceritakan kondisi Yaman yang sudah berada di ambang kehancuran, sehingga membutuhkan pertolongan dari “para saudaranya”. Presiden menuliskan suratnya dengan sapaan “al-Akh” (saudara) bagi para pemimpin negara teluk.
Anda bisa simak suratnya di: http://goo.gl/1UlNx4
Surat itu ditujukan kepada para pemimpin negara teluk, Arab Saudi, Uni Emirat, Bahrain, Oman, Kuwait, dan Qatar. Presiden Mansour mengungkapkan, beliau menulis surat itu dengan penuh kesedihan atas nasib yang menimpa negaranya.
Beliau mengutip piagam PBB tentang hak pembelaan diri setiap bangsa, dari gangguan yang mengancam keselamatan negara, dan kesepakatan antar-negara teluk untuk bersama-sama saling melindungi. Atas dasar ini, beliau mempersilahkan para pemimpin negara teluk untuk segara  mengatasi pemberontak Syiah Houthi di Yaman dengan kafah wasail (sarana yang memadai).
Bukan Agresi!
Dalam hukum internasional, tindakan agresi itu dianggap sebagai salah satu kejahatan internasional yang paling serius sampai tingkatannya sudah Jus Cogens atau Peremptory Norm (norma tertinggi dalam hukum internasional.
Apa itu agresi?
Pada Resolusi Majelis Umum PBB No. 3314 tahun 1974, yang kemudian dikutip di amandemen Statuta Roma pada Kampala Agreement di Pasal 8, menjelaskan bahwa pengertian agresi adalah:
“…the use of armed force by a State against the sovereignty, territorial integrity or political independence of another State, or in any other manner inconsistent with the Charter of the United Nations.”
Menggunakan kekuatan militer oleh Negara untuk menyerang kedaulatan, keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik Negara lain. Atau cara apapun yang yang tidak sesuai dengan piagam PBB.
Artinya ada dua unsur utama dari agresi,
Pertama, penggunaan kekerasan bersenjata
Kedua, melawan kedaulatan, integritas territorial, dan kemandirian politik Negara lain.
Ketika kepala negara telah mengizinkan negara lain, bahkan meminta bantuan negara lain untuk melakukan tindakan apapun dengan sarana yang memadai, tentu tidak disebut agresi.Sehingga jelas, pernyataan kemlu Iran yang menuduh Saudi melakukan ekspansi, sangat tidak benar. Saudi dan negara-negara teluk lainnya, memiliki wewenang yang sah secara hukum untuk melakukan penyerangan ini.
Perang Ideologi
Banyak yang punya kepentingan dengan peristiwa ini. Bukan hanya kepentingan Yaman, dan negara teluk. Perang ini mewakili dua ideologi, islam melawan syiah. Kita bisa lihat pro kontra dalam fenomena ini. Tepat setelah negara-negara teluk melakukan membombardir kantong-kantong syiah Houthi, Menlu Iran langsung membuat pernyataan penolakan.Di saat yang sama, presiden Turki, Erdogan memberikan dukungan moral dan membenarkan tindakan Saudi dan negara teluk lainnya.
Konflik luar negeri, konflik dalam negeri.
Bagi masyarakat Indonesia, semua konflik timur tengah berimbas pada perang media di tanah air. Masing-masing mewakili ideologi yang mereka hasung.
Ketika ribuan kaum muslimin sunni Suriah dibantai oleh rezim Basyar al-Asad yang berideologi Syiah, jangankan situs merdeka, detik saja tutup bicara. Di saat yang sama, pasukan syiah membuat berbagai pembelaan, semacam Muhsin Labib dan Dina Sulaiman.
Sesaat setelah syiah Houthi terpojokkan, sejuta tuduhan dusta untuk Saudi dikerahkan.
Tidak jauh jika kita menyatakan, ini perang ideologi.
Dulu, ketika Romawi dan Persia berperang, terjadi ketegangan antara para sahabat dan orang musyrikin Quraisy. Kaum muslimin lebih berpihak kepada Romawi, karena mereka beragama nasrani yang itu lebih dekat dengan agama samawi. Sementara orang Quraisy berpihak kepada Persia, penganut Majusi penyembah api, karena lebih dekat dengan kesyirikan.
Sekalipun di Mekah tidak terjadi perang fisik, namun ini memicu perang dingin. Hingga Abu Bakr berani melakukan taruhan dengan orang musyrik untuk membuktikan siapa yang menang. Abu Bakr yakin, Romawi akan menang, sebagaimana janji Allah di surat ar-Rum. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/298).
Jika anda diberi pilihan, antara muslim ahlus sunah dengan kelompok syiah, kemanakah anda akan berpihak. Keberpihakan anda menentukan ideologi anda.
Perang Media
Syiah memiliki prinsip, lemparkan kebohongan, bela paham Khomaini. Karena mereka memiliki aqidah taqiyah, berbohong demi membela kepentingannya.
Beberapa hari yang lalu, merdeka membuat pernyataan bahwa dalam invansi Saudi, mereka dibantu Israel untuk menyerang Yaman. Ternyata setelah diusut, sumbernya adalah pernyataan Hassan Zayd, sekutu pemberontak syiah Houthi. Kenapa merdeka, karena situs ini digawangi Faisal Assegaf, syiah tulen.
Tidak jauh berbeda, yang dilakukan detik, untuk menjatuhkan martabat ahlus sunah, tidak segan membuat berita memalukan, Saudi menyerang Yaman, membunuh wanita dan anak-anak..??
Padahal realita di lapangan, pemberontak Houthi menyerang warga pengungsi.
Ada juga yang mencoba dengan sedikit analisis, bahwa misi terbesar Saudi adalah untuk perluasan wilayah dan untuk kepentingan ekonomi. Apa yang hendak direbut Saudi dari Yaman, hingga harus mengeluarkan dana besar untuk melakukan penyerangan udara, sementara negara ini sudah sangat mapan.
Sayangnya, para pendusta itu lebih banyak bicara. Semoga Allah melindungi umat islam dari kedustaan mereka.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Penjelasan Rabithah Ulama Al Muslimin Tentang Situasi Di Yaman

                                                                 
                                                 
                             
Penjelasan Rabithah Ulama Al Muslimin (Muslim Scholars Association) tentang Situasi Perubahan Terkini di Yaman
6 Jumadi Ats Tsaniyah 1436 H

Segala puji hanya bagi Allah yang Maha Menghukumi segala sesuatunya, Maha Berkehendak atas segala yang Dia kehendaki, tiada cela atas segala ketetapanNya, Dialah Al Waliyyu Al Hamiid, Yang Maha Berkuasa lagi Maha Terpuji. Shalawat dan salam atas dia yang telah Allah Ta’ala utus dengan Al Kitab dan dikuatkanNya dengan Al Hadiid (besi), dan atas segenap keluarganya, dan seluruh shahabatnya.
Amma ba’du,
Rabithah Ulama Al Muslimin telah mengikuti perkembangan rencana Dinasti Shafawi Persia (yaitu negara Iran –pen) di negeri Yaman, serta mengikuti perkembangan mengenai orang-orang yang memperburuk suasana dari kalangan kelompok Hutsiyyin, dan para pemimpin mereka yang berjiwa lemah namun menjadi dalang berbagai fitnah. Sebagaimana Rabithah juga mengikuti rencana adanya negara-negara yang bergabung dalam operasi militer guna membantu rakyat Yaman.
Menghadapi situasi ini, maka Rabithah Ulama Al Muslimin menegaskan beberapa poin berikut ini :
·        Bahwasanya upaya penyelamatan Yaman dari cengkeraman penjajahan Iran As Shafawi yang tercela, hukumnya adalah wajib syar’i. Seluruh militer dari berbagai bendera, hendaknya menyatukan urusan mereka demi melepaskan Yaman dari kekuasaan Persia yang tercela. Setiap upaya yang dikerahkan dalam hal tersebut adalah hal yang patut disyukuri.
·        Rabithah Ulama Al Muslimin menyerukan kepada seluruh ulama Yaman, para da’i, dan mujahidin di dalamnya, untuk menyatukan kalimat mereka dan memilih barisan mereka. Semua itu demi membela agama, aqidah, dan negeri mereka dari serangan musuh. Hendaklah mereka mengetahui, bahwasanya persatuan di atas hal yang mafdhuul (tidak utama), adalah lebih baik daripada berpecah belah demi sesuatu yangfaadhil (utama). Hendaklah mengingat firman Allah ‘azza wa jalla
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” (QS. Ali Imran : 103)
وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ واصبروا
“Dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang serta bersabarlah” (QS. Al Anfaal : 46)
·        Wajib atas setiap pemimpin suku, gubernur, panglima perang dan para tentara untuk bertaqwa kepada Allah, tidak menukar agama dan negeri mereka demi sepotong dunia yang sedikit. Hendaklah mereka berupaya untuk menjaga amanah yang telah Allah berikan. Allah Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS. Al Anfaal : 27)
·        Tidak boleh bagi setiap muslim dan beriman kepada Allah dan hari akhir, untuk memberikan pertolongan kepada pemberontak Hutsi (Houthi), yang tujuan mereka tidak lain hanyalah untuk menundukkan Yaman yang berhaluan Sunni, menjadi bagian dari kekuasaan Iran, dan akhirnya merampok kekayaan negeri Yaman.
·        Bagi segenap kaum muslimin di Yaman, Iraq, Syam, dan selainnya dari negeri-negeri kaum muslimin agar tidak terkecoh dengan sekelompok orang yang mengangkat jargon “Matilah Israel!”, “Matilah Amerika!”, namun kemudian (secara tidak langsung –pen) justru bekerjasama dengan musuh Islam dan ummat Islam, dengan membunuhi kaum muslimin di berbagai tempat.
Penutup
Rabithah menyerukan kepada segenap kaum muslimin dan umat Islam, khususnya rakyat Yaman untuk bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla, kembali kepadanya semata, berpegang teguh dengan tali Allah, yakin dengan pertolongan dan janjiNya, dan memenuhi syarat-syaratNya (demi tegaknya janji Allah tersebut –pen).
إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Jika kalian menolong (agama) Allah, maka Allah pasti akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian” (QS. Muhammad : 7)
Kami memohon pada Allah agar senantiasa menjaga saudara kami rakyat Yaman, menyatukan kalimat mereka di atas kebenaran, menolong ahlussunnah di setiap tempat, menghancurkan ahli bid’ah, kesesatan, dan para pendusta agama.
وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS. Al Hajj : 40).
***


Soal Mengkafirkan Syiah

Abu Husein At-Thullaibi
Saudara-Saudara Ku Se-Iman…….Bantu Saya Meluruskan Kesalahpahaman Ini…
==========================================
Tanggapan Untuk pemilik Facebook Azan Bin Noordien.
———————————————————————————
Ketika Saya (Abu Husein At-Thullaibi) Memuat Perkataan Para Ulama dan Habib2 Ahlus Sunnah Wal Jamaah tentang kesesatan dan kekafiran Agama Syi’ah pada status saya dalam sebuah Grup di Facebook,Pemilik Facebook Azan Bin Noordien mengomentari saya.

Beliau Berkata,
“Syiah yg mana dulu nih.. syiah itu macam2.. syiah zaidiyah? aqwal (perkataan) yg di nukil apakah benar bermakna sevulgar itu dan etrkesan ahlussunnah mudah dlm hal takfir (mengkafirkan)? trus, jika syiah memang kafir knp boleh berhaji oleh pemerintah arab saudi?
fatwa syeikh khameini (Pendeta Syi’ah dari Persia) tentang larangan mencaci maki istri dan sahabat nabi bukankah sudah cukup?
bagaimana dengan ucapan presiden iran ahmadinejad: ‘org yg mencaci sahabat nabi bukanlah islam, tp mrk adl boneka dari musuh2 islam’. naah lho?”

Baiklah,,,Akan Saya (Abu Husein At-Thullaibi) Tanggapi…Semoga Allah Meluruskan Anda dan Kita Semua dan menyelamatkan kita Dari Aliran dan Faham Sesat,Seperti Syi’ah Rafidhah….Aamiin…
Wahai Saudaraku Azan Bin Noordien,Ya, Syiah memang ada Yg Zaidiyah,yakni Syi’ah yang tidak sampai pada Tingkatan KAFIR menurut kebanyakan Ulama,Tapi hanya SESAT saja..Mereka (Syiah Zaidiyah) tdk sampai Mengkafirkan Abu Bakar dan Umar,namun mereka LEBIH MENGUTAMAKAN Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu di atas Abu Bakar dan Umar Karramallaahu Wajhahuma..
Thoyyib,permasalahnya,Syi’ah Zaidiyah itu (bisa di bilang) Sudah tidak ada LAGI alias Sudah punah,kalaupun ada itu hanya ada Di Sebagian Kecil kawasan Di Negara Yaman.Itupun sangat sedikit,bahkan Bisa di bilang HAMPIR TIDAK ADA,nah Adapun dlm bahasan2 Kita Tentang Syi’ah,maka yg di maksud Adalah Syi’ah Rafidhah,yakni Syi’ah Ekstrim yang Di KAFIRKAN oleh para Ulama,yg sekarang TERSEBAR d seluruh dunia termasuk Indonesia dan Berkembang Di Iran.
Adapun Opini anda bahwa Ahlus Sunnah Vulgar dalam Takfir (mengkafirkan),maka Saya balik bertanya;
1.Salahkah Para Ulama itu Mengkafirkan sebuah Agama Yg Mengkafikan Para Sahabat dan Istri2 Rasulullaah?????

2.Salahkah Ulama Mengkafirkan Kelompok yg mengatakan Bahwa Ummul mukminin Aisyah Radhiyallahu’anha Itu Pelacur????
3.sekarang saya tanya;Apakah tidak KAFIR orang Yang Meyakini Bahwa Tanah Karbala LEBIH MULIA daripada Ka’bah???????
4.Apakah Tidak Kafir kelompok yang Memuja-muja Pembunuh Umar Bin Khathab?????
5.Apakah Kelompok yg dalam Ajarannya Tidak ada Shalat Jum’at itu TIDAK KAAFIIRR?????
6.Syi’ah Juga mengkafirkan seluruh Kaum Muslimin Yg bukan Syi’ah dan itu Tersebar luas dalam kitab2 Induk Agama Syi’ah,apakah itu Tidak Kafir????? Dan dalam Kitab2 Syi’ah dikatakan Bahwa Ahlus Sunnah Itu adalah Musuh2 Allah dan musuh Ahlul Bait yang Halal darahnya dan Wajib Di Bunuh!!!!!???????? Dan itu sudah Mereka Realisasikan di Iran dan Di Iraq, yang mana Kaum Muslimin dibunuhi dan dibantai dengan sungguh biadab,dan sekarang sedang terjadi di Suriah (Bumi Syam) di bawah Rezim Fir’aun Bashar Assad Lakntaullah… Apakah Itu Tidak KAAFIIRR??????!!!!!!!!!!!!
7.Syi’ah Mengatakan dan Meyakini Ali adalah Reinkarnasi Tuhan,apakah Itu Tudak Kafir????????
8.Syiah Menghalalkan Zina Aats Nama Nikah Mut’ah,apakah Itu tidak Kafir??????
Masalah kenapa Syiah boleh berhajji Ke Arab Saudi itu kan Trik Licik Syiah saja, jawabannya: Karena Di KTP dan PASPOR Orang2 Syi’ah itu tertulis “Agama Islam”, bukan “Agama Syi’ah”. kalau Seandainya Di KTP dan Di PASPOR org2 Syi’ah tertulis “Agama:Syi’ah”,Saya Yakin PASTI Pemerintah Arab Saudi MELARANG Orag2 KAFIR Syi’ah Masuk Saudi.
Lalu anda mengatakan bahwa Khomaini (Imam Syi’ah) “melarang mencaci maki Sahabat”.??????
Hehehehe….perkataan Khomaini dari HONGKONG!!!!!! Itu Taqiyyah,Pura2. Saya Punya Kitab2 Syiah dan Kitab2 Khomaini yg berbahasa Arab dan bhs Persia. anda jangan jadi Korban Taqiyyah Syi’ah. jelas2 di dalam Kitab2nya Khomaini sering Melaknat dan Mencaci maki Sahabat Nabi dan Ummahatul-Mukminin…
di antara Perkataan Khomaini adalah “Aisyah Dan Hafshah Itu LEBIH NAJIS dan HINA daripada Anjing dan BABI”.
dan Saya Abu Husein At-Thullaibi bersumpah,Saya SIAP di LAKNAT Allah Di Dunia Dan Di Akhirat Bila Khomaini tidak Berkata Demikian.
Lagian,kalau Memang Syiah Menganggap bahwa Mencaci Maki sahabat Nabi bukanlah Islam,Lantas Mengapa Mereka (Pendeta2 Syi’ah dan Orang2 Syi’ah) Kalau Shalat (dan shalat mereka hanya 3 waktu,bukan 5 waktu)Tetap saja Berdo’a melaknat Para Sahabat (khususnya Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu’anhuma) dan Ummahatul- Mukminin (Khususnya Aisyah dan Hafshah)???????!!!!!!!!! kenapa?????? silahkan tanyakan Dgn Orang2 Syi’ah Zindiq Munafiq!!!!!!!!!!!??????
dan WASPADALAH…Syi’ah itu punya Ajaran Yang namanya ‘Taqiyyah’,yaitu BOHONG alias Menyembunyikan Kesyi’ahannya Bila Berhadapan Atau Berinteraksi dgn Orang Yang Buka Syi’ah,Itu mereka Lakukan Ketika Mereka Berhadapan Dgn Ahlus Sunnah Atau di Negara Yg Mayoritasnya Ahlus Sunnah,tetapi bila Di Negara Yg mayoritasnya penganut Agama Syi’ah seperti Iran Misalnya,maka Tidak Ada Yg namanya Taqiyyah.Mereka Terang2ngan Memaki-maki Para Sahabat!!!!!
Mengapa Di Iran (dan Di Luar Iran) tersebar Luas buku/kitab Dalam Bahasa Arab dan Persia yang Judulnya “UMAR BIN KHATHAB SEORANG HOMO SEXUAL”????????!!!!!!!!!!!!! Tolong Jawab……Kok tidak di tarik dari Peredaran Kitab tersebut???????
Thoyyib,Sekarang Saya Tanya lagi; Kenapa Pabrik2 Keset Kaki di Iran Mencetak dan Membuat Keset Itu dengan Bertuliskan Nama Abu Bakar dan Umar????? anda Bayangkan;keset2 kaki di Iran itu Bertuliskan Nama Abu Bakar dan Umar!!!!!?????????
Kemudian,Kalau Memang mereka Mengaggap bahwa Mencaci maki Para Sahabat Itu Bukanlah Islam,lantas Mengapa Orang2 Syi’ah Merayakan hari Meninggalnya Umar Bin Khathab Karramallaahu Wajhah dengan Perayaan bersenang-senang??????
Dan Mengapa Mereka Merayakan Hari meningalnya Aisyah dengan perayaan Bergembira Seperti Idul Fitri???????
Mengapa Orang2 Syiah Di Iran Beribadah Mengelilingi (Tawaf) Di Kuburan Fairuz Abu Lu’lu’ah Laknatullah (Orang Majusi Pemunuh Umar)??????? mengapaa?????????
Tanyakan Kepada presiden Iran (yang lalu) Mahmod Ahmadinnejed Al-Kadzdzab,Si Munafiq Zindiq Musuh Allah dan Rasul-Nya!!!!!!???????
Dan kenapa Amirul Mukmin Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu MEMBAKAR hidup2 Orag2 Syi’ah di masanya????????? Bayangkan;Sayyidina ‘Ali bukan hanya Mengkafikan Orang Syi’ah,tapi Membakarnya..???!!!
Terakhir,Orang2 Syi’ah punya Trik Licik ketika Kebiadaban dan Kesesatan mereka Di bongkar Oleh Ahlus Sunnah melalui kitab2 mereka Sendiri,mereka akan Mengatakan “Itu kan kitab cetakan yg ini,itu salah,yg bener itu cetakan yg ini..dst”.
Begitulah Syi’ah Laknatullah menipu Ummat Islam.

Cara Lain adalah meniupkan Isu Basi “Awas,Itu Mereka Orang2 Wahabi Teroris Boneka Amerika,Musuh Ahlul Bait,dst”.
masih banyak Lagi Trik2 Licik Syi’ah Laknatullah untuk Menipu Ummat Islam dan menebar Propagandanya…Semoga Saja anda Bukan Salah satu korban Taqiyyah mereka..Intinya,Anda Harus Waspada Dengan Syi’ah dan Pendeta2 Syi’ah..Jangan sampai Tertipu Dengan Taqiyyah Mereka..
Semoga ALLAH menunjuki anda dan saya Jalan Yang Lurus,Dan Tanyakan Pertanyaan2 Saya Di Atas Kpd pendeta2 Syi’ah. DAN Saya Siap Di Laknat Allah bila Saya Berdusta!!!!!!

Malaysia Akan Gabung Saudi Lawan Pemberontak Syiah di Yaman, Bagaimana Indonesia?

Posted by Muslimuna.com on Rabu, April 01, 2015 | 
Angkatan Tentera Malaysia (ATM) berencana ikut dalam operasi “Aashifatul Hazm” (Badai Penghancur)  dalam militer gabungan Liga Arab menumpas pemberontak Syiah Al Hautsi (Syiah Al Houthi) di Yaman.


Rencana ini disampaikan Kepala Angkatan Darat Tentara Malaysia Jenderal Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor pada Menteri Pertahanan Arab Saudi Muhammad bin Salman bin Abdul Aziz dalam kunjungan di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (31/03/2015) malam.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana bergabungnya operasi militer “Badai Penghancur” pimpinan Arab Saudi tersebut dilakukan atas permintaan Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi untuk membersihkan negaranya dari tindak terorisme pemberontak Al Hautsi dan para pendukungnya dan untuk mengembalikan pemerintahan yang sah.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Staf Jenderal Arab Saudi Abdurrahman al-Bunyan dan Direktur Umum Kantor Kementerian Pertahanan Arab Saudi Fahad al-Isa.

Sebelum Malaysia, Pakistan telah menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam operasi militer ini dan telah memulai latihan militer gabungan “as-Shomshom 5” di kota Bahah, Arab Saudi. Pemerintah Malaysia sendiri telah mengeluarkan larangan penyebaran ajaran Syiah di negaranya. Demikian dilansir Hidayatullah.com. [ Alhamdullilah]

Bagaimana dengan Indonesia, negeri muslim Sunni terbesar di dunia?