Wednesday, December 27, 2017

Mumtaz ! Sebut Rusia Sebagai Musuh, Oposisi Suriah Tolak Hadir Di KTT Sochi (Rusia). Si Endorgan Menggunting Dalam Lipatan, Bersama Komunis Rusia Dan Majusi Iran Ikut Membantai Mujahidin Ahlus Sunnah Syam !

Hasil gambar untuk erdogan bersama putin iran

Kelompok oposisi Suriah menolak untuk berpartisipasi dalam KTT Sochi di Rusia untuk membahas kesepakatan damai dengan Rezim Assad. Oposisi Suriah menyebut Moskow berusaha untuk menghindari proses perdamaian yang disponsori PBB di Jenewa. Oposisi Suriah menyatakan Rusia telah melakukan kejahatan perang di Suriah.

Keputusan tersebut diumumkan dalam sebuah pernyataan yang dibuat oleh 40 kelompok oposisi, termasuk beberapa faksi militer yang berpartisipasi dalam perundingan perdamaian sebelumnya di Jenewa.

“Moskow tidak pernah memberikan tekanan kepada rezim Assad untuk mencapai solusi politik dan belum membuat “satu langkah” apapun untuk mengurangi penderitaan orang-orang Suriah, sebaliknya Moskow terus membela rezim Assad,” ungkap pernyataan tersebut, seperti dilansir dari Al Arabiya, Selasa, (26/12/17).

Melalu pernyataan tersebut, Oposisi Suriah menggambarkan Rusia sebagai negara musuh yang mendukung dan membela kebijakan Rezim Militer Assad dan mencegah Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjatuhkan sanksi terhadap pemerintahan Bashar Assad di Suriah.

Sementara itu, Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengatakan bahwa KTT Sochi Rusia harus dilihat apakah memberikan kontribusi dan mendukung perundingan Jenewa yang dipimpin PBB untuk mengakhiri perang di Suriah atau sebaliknya. (DH/MTD)
Sumber : Al Arabiya

Pejabat Turki Bantah Tuduhan Adanya Poros Turki-Iran-Qatar (Terbukti ! ada asap ada api)

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Selasa kemarin (26/12/2017) menepis dugaan adanya kerja sama antara Turki, Iran, dan Qatar.
Di tengah kunjungan kerjanya di Sudan, pejabat tinggi Turki itu menerangkan kebijakan Timur Tengah yang dianut Turki. Mengenai kerjasama regional antara Ankara, Teheran, dan Doha, dia mengatakan: "Tidak ada poros Turki-Iran-Qatar."
Turki tidak mendiskriminasi antara negara-negara Muslim, kata Cavusoglu. Ankara juga selama ini sering mengkritik kebijakan Iran terkait Suriah dan Irak.
"Sekarang kami memiliki hubungan dekat dengan Sudan. Apa itu artinya ada poros Turki-Sudan?" tanya Cavusoglu.
Tujuan utama Turki adalah mengeratkan persatuan antara dunia Islam dan bukan "menghasut satu negara Muslim dengan negara lainnya", terang dia.
Cavusoglu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Sudan Ibrahim Ghandour dalam kunjungan yang juga membawa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu.
Ghandour mengatakan negaranya ingin menjaga keamanan Laut Merah dan siap bekerjasama dengan negara-negara lain untuk mewujudkan itu.
Pada Senin, Turki dan Sudan menandatangani kesepakatan keamanan Laut Merah yang bisa meningkatkan kerjasama militer antara kedua negara itu.
Selain itu, Sudan juga menyewakan sementara Pulau Suakin kepada investor-investor dari Turki.
Kunjungan selama tiga hari itu berakhir pada Selasa, setelah Turki dan Sudan menyetujui 21 kesepakatan dalam bidang agrikultur, minyak dan gas, industri, kesehatan, pertambangan dan pendidikan serta hubungan militer, politik dan diplomatik.[fq/anadolu]