Thursday, April 1, 2021

Mengapa Kedengkian Mereka Terhadap Salafi (Wahhabi ?) Sampai Keubun-Ubun, Seperti Qabil terhadap Habil.

Salafi Adalah Musuh Terbesar Bagi Terorisme (Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily Hafizahullah)
ISIS Rilis 17 Ulama Arab Saudi yang Harus Dibunuh.


BERANI BACA ?


●Syaikh Ali Thanthawi rahimahullah, Syaikh Besar Al-Azhar :
“Orang-orang bodoh itu tidak mengetahui bahwa kata wahhabi adalah nisbat kepada al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari Asma’ul Husna. Syaikh Muhammad Bin Abdulwahab, Dengan Karya Tulisnya Kitab Ushul Tsalastah Adalah Muttabi (Pengikut Tuntunan Nabi Shallallahualaihiwasallam) Bukan Mubtadi ! Mereka (Kaum Murtaziqah) Tak Mampu Lagi Melawan Dengan Argumen, Mereka Menempuh Jalan Lain, Yaitu Berdusta, Menfitnah Dan Memutarbalikkan Fakta.
●Mengapa Mereka Menyerang Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab?


●Silahkan simak ribuan youtube (video) ucapan ustadz - ustadz salafi, tidak ada satupun yg berkata "kotor- menghujat", mereka sangat  jauh dari ahklak dan perbuatan meneror orang atau golongan lain. Ahklak dan adab seseorang, personifikasi hati dan jiwanya yang kotor (tidak ada tadzkiyatun nafs) dan  tidak tenang (nafsul mutmainah). Ustadz- ustadz salafi hanya  bicara hujah (ilmu) yang haq- Ilmu mentauhidkan Allah-  mengagung2kan (memuliakan) Nabi kita yang Mulia, supaya selamat di akherat.
●Isu “Anti Wahabi” = Kambing hitam yang digemari Syiah Rafidhah dan Ahlul Ahwa’, Untuk padamkan cahaya Al Quran dan Sunnah. Keberhasilan Syiah memfitnah (Black Propaganda) Salafi & memecah belah Umat Islam.
●Salafi patuh kepada Ulil Amri (Pemerintah, tdk pernah mencela)- tidak pernah merengek (ngancam- ngancam) minta bantuan (malak) dana (tdk membebani), bahkan mendukung program pemerintah. Tidak pernah ngemis- ngemis Jabatan.
●Salafi tidak Iri dan dengki kepada Ormas Besar Muhamadiyah yang kaya raya dan SDMnya berkwalitas.
●PP Muhammadiyah: Salafi Bukan Sumber Terorisme.
"Terorisme bisa masuk melalui pintu agama, ideologi, ekonomi dan lain-lain. Berwacana memerlukan logika, tidak sekedar retorika,”.
●Setelah menyerang Salafi sebagai pintu terorisme, langkah berikutnya mereka menyerang "Aqidah" sebagai penyebabkan radikalisme, secara langsung menantang Allah SWT dengan menuduh Rasulullah dan tiga generasi terbaik setelahnya - Para Imam mazhab- Imam Ahlu Hadits- Para Ulama Salaf lainnya, yang berdakwah untuk memperkuat aqidah umat Islam adalah penyebab radikalisme !Mereka memiliki pemikiran anomali dan bertentangan dengan logika sehat manusia. Mereka harus paham aqidah merupakan pondasi iman umat Islam. Apakah mereka menginginkan umat Islam   mudah dikelabui oleh Syiah, liberal, komunis dan pemurtadan ?
●Salafi sangat memahami dahsyatnya dosa takfir, Memahami konsep takfir, Antara takfir dan thaghut.
●Salafi tidak pernah menghujat (narasi primitif) dan berkata Kotor kepada Siapapun, selalu menjunjung tinggi Ahklak dan Adab, jauh dari kegemaran menyerang diluar kelompoknya. Tidak pernah satu kalipun menyebut kata "Goblok !" dan tidak pernah menampakan "Sikap Munafiq".Tidak pernah mempersekusi individu atau kelompok tertentu dimanapun, bahkan di Arab Saudipun.
●Salafi tidak pernah menakut- nakuti (mengancam) dan merasa jagoan, manifestasi penyimpangan aqidah dan fantasi rendah diri, sumber pemicu konflik. Tidak mungkin lahir ulama (hasil karya) mu’tabar dari kelompok seperti Ini.
●Salafi tidak pernah terima duit haram (amplop), tidak pernah ada yang tertangkap korupsi.
●Salafi tidak pernah sekalipun mengganggu Non Muslim. Tetangga yang berbeda agama (keyakinan) sangat dihormati seperti saudara dekat.
●Salafi tidak pernah merasa hebat dan lebih pantas memegang jabatan apapun dari kelompok lain, tidak berhasrat menguasai institusi tertentu.
●Salafi tidak pernah Mencela (guyonan) Allah dan Menghujat Nabi yang Mulia (sunnah2nya), serta Menyudutkan Posisi Sahabat.
●Salafi melawan keras dg Ilmu (hujah2 yang haq) terhadap kelompok Khawarij dan Takfiri (ISIS- Al Qaeda dll).
●Salafi tidak pernah (sepanjang zaman) berasyik- mansyuk dengan Syiah Rafidhah laknatullah dan terdepan melawan mereka yang menghujat Sahabat dan Istri Nabi serta Menyatakan Al Qur'an sudah dirubah.
●Salafi Fokus dan hanya berdakwah (bil hikmah) sesuai risalah yang disampaikan Nabi kita yang Mulia Muhammad  shallallahu 'alaihi wasallam (ittiba') sesuai pemahaman Salafus  shalih, secara Ilmiyah berdalil tafsir Al Qur’an surat Al An’am : 153, hanya satu jalan menuju Allah Azza Wa Jalla, tidak pernah mengguyonkan (mengolok-olok) Al Qur’an dan Hadits Nabi. Sikap lemah lembut (hikmah) dalam berdakwah, tanpa melukai, tidak memaksakan kehendak (menghujat) terhadap sesama muslim yang berseberangan dan memperkeruh ukhuwah islamiyah.
●Salafi adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Ahlul Wasath [Al-Baqarah: 143], Al-Firqatun An-Najiyyah (Golongan Yang Selamat). Islam Wasathiyah Bukan perusakan aqidah, sumbernya Al Quran Dan Hadits yang shahih dan sharih, bukan moderat !
(Juga bukan islam nusantara). Beda dengan Syi’ah Ahlul Ghuluw, salah satu firqah sesat (diluar Islam).
●Salafi sangat memahami : Berbicara tentang Allah tanpa ilmu lebih besar dosanya dari dosa Syirik (Al A'raf 33) atau Fenomena Ruwaibidhoh,  ancaman Allah bagi yang menyembunyikan Ilmu (Qs. Al-Baqarah : 159-160), laknat Allah bagi yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan atau diterangkan (QS. Al-Baqarah : 159-160),
Serta sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bagi yang menyembunyikan ilmu, niscaya Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat kelak”.
[Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbaan no. 96, Al-Haakim 1/102, dan Al-Khathiib dalam Taariikh Baghdaad 5/38-39; hasan].
●Salafi menyadari, penyerangan paling dasyat terhadap dakwah Salafi adalah Syi'ah Rafidhah dan orang- orang yang terkooptasi dengan mereka. Imam Bukhari dan Imam mazhab, menyatakan Syi'ah lebih berbahaya dari Yahudi dan Nasrani.
●Salafi selalu berdo'a pihak- pihak yang Iri dan Hasad terhadap dakwah salafi diberi hidayah.
●Semua Ustadz Salafi wajahnya selalu bercahaya karena kebersihan Hati dan Jiwa (tadzkiyatun Nafs).
●Kalau diobservasi di youtube dan diberbagai tempat dakwah Salafi banyak digemari dan makin banyak yang tertarik dan mengamalkan. Terlebih masyarakat yang berpendidikan. Implikasinya, banyak yang iri dengki.
●Yang mengherankan Syiah yang jauh lebih banyak  membunuh dari ISIS dan Al Qaeda, tapi ada tokoh ormas yang narasi- narasinya banyak menghujat Salafi  dan Sunnah Nabi ? Amnesty Internasional, Kepala Initelijen Kurdistan Masrour Barzani, Mufti Irak menyatakan Milisi Syiah lebih kejam dan keji dibanding ISIS. Lebih dari 50 negara muslim tuduh Iran dukung terorisme di depan mata Rouhani.
●Mereka, pendengki murrokab Salafi, seharusnya faham, hanya Salafi yg bisa menyadarkan- membantah- meluruskan (dg ilmu) pemahaman (sepak terjang) orang (kelompok) Khawarij-  Takfiri. Aswaja- Anus tdk akan mampu, sebab mereka "stimulan"
(pencetus) tumbuh suburnya kelompok- kelompok Khawarij- Takfiri dan sejenisnya. Khawarij dan aswaja (Anus),  Mereka dua kutub yg berseberangan, jauh dari ilmu. Ibarat dua medan magnit dalam nsatu kutub.
●Tidak ada satupun ucapan Ulama yang berani menyatakan Ulama (ustadz) Salafi sebagai Ulama As-Su’ Di Indonesia.
●Dalam hati mereka (pendengki murokkab salafi) ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta (Surat 2, Al Baqarah 10). Mereka tak bergeming dan terus menyemburkan bisa beracun yang akan membinasakan persatuan umat Islam secara pelan-pelan. Meminjam ungkapan Al-Qur'an terhadap Bal'am bin Abar, seorang laki-laki dari Bani Israil yang diberi pengetahuan agama tinggi namun sengaja menyimpang darinya karena dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, "Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga)." (QS. Al-A'raf: 17).
●Salafi, mengikuti nasehat Imam As-Syafi’i dalam menghadapi orang- orang  Bodoh dan penyerangnya, dan memahami hadist: Jika engkau tak malu, berbuatlah sesukamu.
●Salafi heran kenapa mereka takut dengan wahabi ? Syaikh Muhammad Bin Abdulwahab, dengan karya tulisnya kitab Ushul Tsalastah adalah Muttabi (pengikut tuntunan Nabi Shallallahualaihi wasallam) bukan Mubtadi ! Mereka (Kaum Murtaziqah) tak mampu lagi melawan dengan argumen, mereka menempuh jalan lain, yaitu berdusta, menfitnah dan memutar balikkan fakta.
●Para pendengki Salafi harus tahu, sebelum Ada “ tuduhan wahabi (Salafi) “ , Sejak sebelum abad 14 H kejahatan Takfiri Syiah mendominasi sejarah Islam ! Hegemoni syi’ah dejak Hasan Al ‘Askari (Imam Ke-11).
●Syaikh Ali Thanthawi rahimahullah, Syaikh Besar Al-Azhar :
“Orang-orang bodoh itu tidak mengetahui bahwa kata wahhabi adalah nisbat kepada al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari Asma’ul Husna.
●Siapakah Golongan Yang Selamat (Al-Firqatun An-Najiyyah) ? Hanya Salafi Yang Bisa Menjelaskan Secara Ilmiyah Berdalil Tafsir Al Qur’an Surat Al An’am : 153, Serta Tidak Pernah Mengguyonkan (mengolok-olok) Al Qur’an Dan Hadits Nabi, bukan
Fenomena Ruwaibidhoh (Berbicara Agama Tampa Ilmu).
●Salafi khawatir tokoh pendengki tersebut Ulama Penyesat yang Dikhawatirkan Nabi ?
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah meperingatkan umatnya akan bahaya mereka. Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda -setelah menyebutkan jangkauan kekuasaan umatnya-,

"Sesungguhnya yang aku khawatirkan terhadap umatku tiada lain adalah para pemimpin yang menyesatkan." (HR. al-Darimi dalam Shahihnya dari haidts Tsauban, Imam Abu Dawud al-Thayalisi dari hadits Abu Darda')

“Ya, para da’i yang mengajak kepada pintu-pintu neraka jahannam. Barangsiapa yang memehuhi panggilan mereka, mereka akan mencampakkannya ke dalam neraka jahanam itu.” Aku bertanya: “wahai Rasulullah! Sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mereka dari jenis kita dan berbicara dengan lisan-lisan (bahasa-bahasa) kita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa ilmu.” (Al-An’am: 119)

“Tetapi orang-orang yang dzalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan, maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan oleh Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.” (Ar-Rum: 29)

●Wajib sabar, tidak ada kerugian apapun dari persekusi ini. Dakwah semata2 karena Allah (ikhlas). Mereka (ustadz- ustadz salafi) bukan orang- orang yang hubbud dunia. Ilmu yang haq tidak bisa "dibendung" dengan kedengkian, seperti air,  Umat (Tholabul ‘Ilmi) yang gemar ilmu yang haq, akan mencari ditempat lain. Kalau persekutor meyakini adanya hari akherat, pasti meyakini pula balasannya bagi orang- orang dzalim. Kekuasaan tidak abadi.

وَمِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

“Dan (aku berlindung) dari kejahatan orang dengki apabila ia dengki.” (QS al-Falaq:5)

“Tidak akan bertemu di dalam diri seorang hamba, keimanan dan kedengkian.” (Diriwayatkan oleh Nasai, 6:13; Ibn Hibban dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah r.a).

Rasulullah saw bersabda, “Manusia akan tetap berada di dalam kebaikan selama dia tidak mempunyai rasa dengki” (Diriwayatkan oleh Thabrani dengan rawi-rawi yang tsiqah, sebagaimana dikatakan oleh al-Mundziri (al-Muntaqa, 174) dan al-Haitsami (al-Majma', 8:78).


●Simak pendapat Syaikh Gus Yasin, Adil dan Beradab. Kenapa tidak dibawa ke "Ranah Perdebatan yang Syar'i ?" Dengan difasilitasi lembaga akademis atau MUI ? Atau (beranikah) "Masuk" Center of Gravity Salafi, Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta Arab Saudi ?
●Gus Yasin menegaskan, bahwa, keilmuan itu harus dilawan dengan keilmuan. Kajian harus dilawan dengan kajian. Dan, sekali lagi, NU itu gudang ulama. “Kalau kajian mereka keliru, NU harus segera membuat kajian yang sama. Luruskan! Ingat.
●Masih menurut Gus Yasin, PPKN juga bisa membuat kajian-kajian terbuka untuk melawan pemahaman yang salah. Jika perlu, mereka yang disebut radikal itu, diajak duduk bersama. Ustad-ustad radikal itu, disuruh bawa seluruh kitabnya, warga NU cukup mengundang santri-santri Ma’had Aly.
●Atau pakai model Habib Rizieq Shihab (HRS). Beliau ini kalau tidak cocok dengan kelompok Wahabi, siapkan dalil. Lihat video ‘Habib Rizieq Menjelaskan Siapakah Wahabi Salafi dan Ustadz2nya di Indonesia?’ dan bahaya pemikirannya. Tidak ada Wahabi yang berani membantah. Dia sebut dari Firanda Andirja, Kholid Basalamah sampai Riyadh Bajrey. Inilah cara NU, ahlussunnah wal jamaah. Bukan dengan membubarkan pengajian mereka. Itu memalukan,” urainya.
Selengkapnya baca disini :
https://www.gelora.co/2021/04/geger-kajian-ustad-radikal-di-pelni-gus.html?m=1
●Setelah menyerang Salafi sebagai pintu terorisme, langkah berikutnya mereka menyerang "Aqidah" sebagai penyebabkan radikalisme, secara langsung menantang Allah SWT dengan menuduh Rasulullah dan tiga generasi terbaik setelahnya - Para Imam mazhab- Imam Ahlu Hadits- Para Ulama Salaf lainnya, yang berdakwah untuk memperkuat aqidah umat Islam adalah penyebab radikalisme !Mereka memiliki pemikiran anomali dan bertentangan dengan logika sehat manusia. Mereka harus paham aqidah merupakan pondasi iman umat Islam. Apakah mereka menginginkan umat Islam   mudah dikelabui oleh Syiah, liberal, komunis dan pemurtadan ?
●Larang Ajarkan Akidah Islam ~Gus Yasin Tampol Said Aqil !!?
https://youtu.be/GV7K9euZFs0
●Tuding Aqidah Penyebab Radikalisme, Gus Yasin: Said Aqil Tak Sadar Secara Langsung Menantang Allah?
https://www.gelora.co/2021/04/tuding-aqidah-penyebab-radikalisme-gus.html?m=1


●Simak tulisan dibawah dengan seksama.
Kini mereka terlihat (agresif dan brutal) mengincar Salafi. Geliat dakwah Salafi memang berkembang pesat dan diminati masyarakat dalam satu dekade terakhir ini.
Dakwah yang telaten, hati-hati dan "saklek" tanpa narasi penafsiran ina inu rupanya menarik golongan masyarakat yang murni ingin kembali ke sunnah. Masyarakat muslim yang tak tertarik lagi dengan fenomena politik,
yang mulai memikirkan masa depan akhiratnya daripada pergerakan di dunia.
Perlu antum ketahui bahwa kawan-kawan Salafi inilah yang selalu mengajak masyarakat untuk taat kepada Ulil Amri (pemerintah). Dengan dakwahnya, mereka tidak menyetujui adanya demonstrasi dan segala jenis kritikan terbuka kepada pemerintahan yang sah.
Bahkan beberapa pengikut dakwah Salafi ini saya saksikan seringkali bersiteru, beradu argumen dengan orang-orang yang mendukung demonstrasi. Tak jarang, di sosial media mereka juga mengkritik bahkan mencela para pengkritik pemerintah.
Oposisi -bagi mereka yang mengaku Salafi- adalah pihak yang kalah dan salah. Karena selama pemerintah masih mengizinkan umat Islam untuk sholat dan beribadah lainnya, tidak melarang pengajian, tidak mengingkari Alqur'an dan sunnah, maka sudah seyogyanya rakyat untuk patuh dan tidak melawan pemimpinnya.
Anehnya, karakter dakwah mereka yang lebih soft dan wise, fokus ke kajian dan kegiatan sosial rakyat untuk rakyat serta menjauhi politik seperti ini masih juga dimusuhi. Tanpa tedeng aling-aling dan memilah cabang pemahaman dari Salafi, sekelompok orang menggeneralisir dan menggebuk mereka habis-habisan.
Pendiskreditan dan penyesatan kini diarahkan kepada mereka. Mesjid mereka dicurigai, Ustadz mereka diusir bahkan dijegal agar tidak boleh berdakwah lagi. Innalillah...
Padahal saya melihat sendiri, kawan-kawan Salafi yang dulunya bersikap eksklusif dan cenderung menutup diri dari masalah-masalah umat, kini mulai menyibukan diri dengan beraneka ragam kegiatan sosial yang membantu hajat hidup umat. Tak kalah semangat dengan Tarbiyah, kawan-kawan Salafi kini mau bergerak cepat untuk hadir menyalurkan bantuan korban Covid, bencana alam dan membuka diri agar masyarakat luas dapat melihat dan mengikuti kegiatan mereka.
Mereka membuka mesjid mereka sebagai tempat umat belajar ilmu, bukan hanya khusus golongan mereka sendiri tapi mengundang semua yang ingin belajar untuk datang. Orang mulai memandang mereka sebagai saudara seiman yang peduli dan baik hatinya. Bukan lagi sebagai sosok asing bercadar, berpakaian hitam dan bercelana cingkrang yang kikuk dan acuh tak acuh ketika ditegur masyarakat.
Indah bukan?!
Kritik klise kita terhadap eksklusifitas kelompok Salafi mereka jawab dengan mulai terjunnya mereka ke masyarakat.
Tapi saat mereka mulai aktif dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga dakwah mereka semakin diminati, mereka malahan dituduh sebagai kelompok sesat dan meresahkan warga serta terlibat atau menyebarkan paham terorisme. Absurd!
Jadi wajar kalau sekarang orang menilai bahwa kelompok yang gemar melempar tuduhan ke kelompok lain itu sebenarnya cuman nyari-nyari masalah ajah. Entah kenapa, mungkin merasa merasa iri, dengki atau khawatir tersaingi?
Atau takut ditinggalkan jama'ah kah?
Masa' sih? Paling besar koq kelakuannya begitu?
Jama'ah, Oooh Jama'ah.... 
By Aisha Rara
*fb (09/04/2021)



●Raja Salman bin Abdul Aziz Berbicara Tentang Pembenci Arab Saudi
●Salafi - Wahabi Mengunci Pintu-Pintu Terorisme
●Benarkah Wahabi Sumber Radikalisme? Didampingi Anggota TNI, Ustadz Abdurrahman Yusak Sampaikan Ini!!
●Salafi Adalah Musuh Terbesar Terorisme
Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili -
●ISIS Rilis 17 Ulama Arab Saudi yang Harus Dibunuh.
●Bantahan Atas Tuduhan Pak Said Aqil Siroj Kepada Dakwah Salaf - Ustadz Dr Firanda Andirja M.A
●Bantahan Tuduhan KH Said Aqil: Wahabi Salafi Pintu Masuk Teroris -Ust Khalid, Ust Mizan, Ust Firanda
●Bantahan Tuduhan (Fitnah) Pak Siad Aqil Siraj?


●Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Murabi Agung, yang lahir tahun 661 H di kota Harran, sangat dibenci oleh Syiah Rafidhah dan kebanyakan ulama Ahlusunnah  Mubtadi. Syaikhul Islam menguliti "kerak- kerak" musuh- musuh syariat. Beliau berhadapan secara frontal tokoh-tokoh syiah, wahdatul wujud, sejarawan yang menyimpang dll. Syiah dan Mubtadi murokkab Mengkambinghitamkan Ibnu Taimiyah. Saat ini para ulama syiah dilanda kepanikan luar biasa dengan keberadaan internet, para ayatullah mengeluarkan statemen irrasional "Jangan bicara agama syiah diinternet dan Media Sosial lainnya", mereka jadi sasaran empuk para Ulama Salafi pakar syiah di Timur tengah yang melenjangi kebejatan Aqidah mereka. Aneh bin ajaib, Tokoh Aswaja versi Indonesia memiliki kekhawatiran yang sama, minta Pemerintah tutup akun Medsos dan Media Online Wahabi (salafi). Makar Allah lebih dasyat dari Makar Pimpinan Ormas terhebat manapun dimuka bumi.  Ternyata ada benang merah antara "Musuh- musuh Syariat di zaman syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Zaman Now". Bukan mustahil,  seperti kejadian masa lalu di Malaysia, mereka yang berhati busuk kepada dakwah Salafi, diblack list Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas rekomendasi Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta, bisa mengganggu hubungan baik Rakyat kedua negara dan kepentingan jamaah hajinya. Nila setitik, rusak susu sebelanga.
Wallahua'lam.


●Tunjukan dengan bukti Video (atau tulisan), Ustadz-ustadz Salafi "mudah mengkafirkan" ?  Ucapan- ucapan yang merusak pensucian jiwa (tadzkiyatun nafs) dan termasuk fitnah murokkab.
●Hipotesa Ringan Tentang "WAHABI" Phobia
http://lamurkha.blogspot.com/2015/08/hipotesa-ringan-tentang-wahabi-phobia.html?m=0
●Untuk Penuduh Salafi Mudah Mengkafirkan.
Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Terhadap Masalah Kufur Dan Takfir (Pengkafiran)
http://lamurkha.blogspot.com/2016/09/prinsip-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html?m=0
●Dakwah Wahabiyah, Mudah Mengkafirkan? Menganggap Paling Benar Sendiri? Betulkah?
http://lamurkha.blogspot.com/2015/03/dakwah-wahabiyah-mudah-mengkafirkan.html?m=0
●Dahsyatnya Dosa Takfir, Memahami Konsep Takfir, Antara Takfir dan Thaghut
http://lamurkha.blogspot.com/2015/10/dahsyatnya-dosa-takfir-memahami-konsep.html?m=0
●Membongkar Koleksi Dusta Idahram (9) : Wahhabi Suka Mengkafirkan Kaum Muslimin ???!!!
http://lamurkha.blogspot.com/2015/03/membongkar-koleksi-dusta-idahram-9.html?m=0
●Kritik atas Artikel "Sejarah Keganasan Wahabi"
http://lamurkha.blogspot.com/2015/07/kritik-atas-artikel-sejarah-keganasan.html?m=0
●Barangsiapa Yang Tidak Mengkafirkan Orang Yang Telah Dikafirkan Allah Dan Rasul-Nya , Maka Ia Kafir Karena Mendustakan Allah Dan Rasul-Nya .
http://lamurkha.blogspot.com/2019/03/barangsiapa-yang-tidak-mengkafirkan.html?m=0
●“Kamu Tidak Akan Mendapati Suatu Kaum Yang Beriman Kepada Allah Dan Hari Akhir, Saling Berkasih-Sayang Dengan Orang-Orang Yang Menentang Allah Dan Rasul-Nya Sekalipun Orang-Orang Itu Adalah Bapak-Bapak Atau Anak-Anak Atau Saudara-Saudara Atau Keluarga Mereka” [QS. Al-Mujaadalah : 22].
https://lamurkha.blogspot.com/2019/03/kamu-tidak-akan-mendapati-suatu-kaum.html
●Dongeng "Sejarah Berdarah Sekte Salafy Wahabi, Mereka Telah Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama", Ternyata Berisi Terlalu Banyak Kedustaan Dan Manipulasi (Membongkar Koleksi Dusta Idahram 10)
http://lamurkha.blogspot.com/2017/08/dongeng-sejarah-berdarah-sekte-salafy.html?m=0
●Pemikiran KHAWARIJ atau TAKFIRI Akan Membawa Kepada Penumpahan Darah Kaum Muslimin (Benih Takfir Dalam Tubuh Ummat)
https://almanhaj.or.id/2088-benih-takfir-dalam-tubuh-ummat.html
https://aslibumiayu.net/13207-pemikiran-khawarij-atau-takfiri-akan-membawa-kepada-penumpahan-darah-kaum-muslimin.html
●Bahaya Gegabah Dalam Kafir-Mengkafirkan [Bantahan Bagi Kaum Khawarij]
https://aslibumiayu.net/9477-jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim-resikonya-sangat-berat.html
●Pikirkan Sebelum Mengkafirkan!!!
http://abiubaidah.com/1988-pikirkan-sebelum-mengkafirkan.html
●Yang Membunuh Orang Kafir Malah Tidak Masuk Surga, Kok Bisa?
https://youtu.be/Zc0elMCpoqk
●Koleksi Dusta Sufi Dr. Yusri Rusydi Jabr, Menuduh Wahhabi Bunuh 30.000 Jamaah Haji. Lisannya Tajam Terhadap Dakwah Tauhid.
http://lamurkha.blogspot.com/2020/04/koleksi-dusta-sufi-dr-yusri-rusydi-jabr_3.html?m=0
●Dr. Yusri Rusydi Jabr, Sufi (Tarekat As-Syadziliyah) Pendengki (Fitnah) Negeri Tauhid Saudi Arabia Dan Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahab. Tidak Ada Karya Intelektualnya
http://lamurkha.blogspot.com/2020/04/yusri-rusydi-jabr-sufi-tarekat-as.html?m=0
http://lamurkha.blogspot.com/2019/03/barangsiapa-yang-tidak-mengkafirkan.html?m=0
●“Kamu Tidak Akan Mendapati Suatu Kaum Yang Beriman Kepada Allah Dan Hari Akhir, Saling Berkasih-Sayang Dengan Orang-Orang Yang Menentang Allah Dan Rasul-Nya Sekalipun Orang-Orang Itu Adalah Bapak-Bapak Atau Anak-Anak Atau Saudara-Saudara Atau Keluarga Mereka” [QS. Al-Mujaadalah : 22].
https://lamurkha.blogspot.com/2019/03/kamu-tidak-akan-mendapati-suatu-kaum.html
●Dongeng "Sejarah Berdarah Sekte Salafy Wahabi, Mereka Telah Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama", Ternyata Berisi Terlalu Banyak Kedustaan Dan Manipulasi (Membongkar Koleksi Dusta Idahram 10)
http://lamurkha.blogspot.com/2017/08/dongeng-sejarah-berdarah-sekte-salafy.html?m=0
●Pemikiran KHAWARIJ atau TAKFIRI Akan Membawa Kepada Penumpahan Darah Kaum Muslimin (Benih Takfir Dalam Tubuh Ummat)
https://almanhaj.or.id/2088-benih-takfir-dalam-tubuh-ummat.html
https://aslibumiayu.net/13207-pemikiran-khawarij-atau-takfiri-akan-membawa-kepada-penumpahan-darah-kaum-muslimin.html
●Bahaya Gegabah Dalam Kafir-Mengkafirkan [Bantahan Bagi Kaum Khawarij]
https://aslibumiayu.net/9477-jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim-resikonya-sangat-berat.html
●Pikirkan Sebelum Mengkafirkan!!!
http://abiubaidah.com/1988-pikirkan-sebelum-mengkafirkan.html
●Yang Membunuh Orang Kafir Malah Tidak Masuk Surga, Kok Bisa?
https://youtu.be/Zc0elMCpoqk
●Koleksi Dusta Sufi Dr. Yusri Rusydi Jabr, Menuduh Wahhabi Bunuh 30.000 Jamaah Haji. Lisannya Tajam Terhadap Dakwah Tauhid.
http://lamurkha.blogspot.com/2020/04/koleksi-dusta-sufi-dr-yusri-rusydi-jabr_3.html?m=0
●Dr. Yusri Rusydi Jabr, Sufi (Tarekat As-Syadziliyah) Pendengki (Fitnah) Negeri Tauhid Saudi Arabia Dan Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahab. Tidak Ada Karya Intelektualnya
http://lamurkha.blogspot.com/2020/04/yusri-rusydi-jabr-sufi-tarekat-as.html?m=0