Sunday, July 19, 2015

Kerap kafirkan Ibnu Taimiyah, Pengarang Kifayatul Akhyar Panen Teguran

Dia adalah Taqiyuddil Al Husni Abu Bakar Muhammad bin Husaini Al Husni Assyafii, wafat tahun 829 Hijriah.
Kifayatul Akhyar fi Hilli Ghaayatul ikhtishor merupakan salah satu kitabnya yang amat Populer dikarangan Pesantren-pesantren Tradisional.
Kitab ini memang cukup baik metode pensyarahannya, karena banyak mengutip dalil-dalil fiqh Dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Ketika ditanya tentang Kitab ini, Murid syaikh Albani yaitu syaikh Masyhur Hasan Salman mengatakan Bahwa Kitab ini bagus karena didasarkan dengan dalil-dalil naqli.
Namun sayang Taqiyuddin Al Husni jatuh kepada kesalahan kemudian mendapat celaan dari beberapa Ulama Karena menyesatkan bahkan mengkafirkan Ibnu Taimiyah dalam sebuah kitabnya yang bernama Daf’u Syubhati man Syabbaha. Kitab ini dicetak dengan tahqiq Al Kautsari. Kitab tersebut telah dibantah oleh Ibnu Abdil Hadi dengan Judul As shorimul Mughni Fi Raddi alal Husni.
Assakhawi menukil Al Imam Al Muqrizi Menyebutkan dalam Kitab Uqud miliknya secara ringkas
“ Dia itu amat Fanatik dengan Asyairah dan menyimpang dari mazhab Hanabilah hingga keluar batas. Ada beberapa hal terkait dirinya di Damaskus. Ia berbicara keji mencela Ibnu Taimiyah dan mengkafirkannya terang-terangan tanpa Rasa malu, bahkan ia menegaskan pengkafirannya itu ditempat-tempat pertemuan dimana ia bertemu dengan para pengikutnya hingga mereka mentaklidinya sebagaimana biasanya terjadi pada mayarakat kami kala itu yang mereka mentaqlidi siapa saja yang mereka yakini.
Niscaya nanti mereka semua akan diserahkan Kepada Allah yang Maha mengetahui baik dan buruk.
Dia tetap dalam pendapat itu hingga meninggal. Semoga Allah Memaafkannya.”
Pada Biografi Ibrahim bin Muhammad bin Kholil Alburhan Abul wafa At Tharablisi, Tharablis di syam, beliau lahir dikota Halab dan besar disana, Syafii adalah Mazhabnya, As Sakhawi mengutip Al Muqrizi dia mengatakan:
“ ketika Attaqi Al Husni memasuki kota Halab, sampai Kepadaku berita bahwa dia tidak ingin menemuinya ( Muhammad bin kholil Al Burhan, red) karena ia mengingkari dialog dengan dua orang pemakai pakaian -yang memakai pakaian bagus dengan gaya ahli bid’ah dan dengan orang yang sengsara dengan meninggalkan kehidupan duniawi dan tidak memperdulikan kondisi manusia-.

Keinginannya (Muhammad bin Kholil Alburhan) sudah kuat, maka akhirnya ia tidak punya pilihan lain kecuali mendatanginya. Ia mendapatinya sedang tidur di Madrasah Syarfiyyah, Ia Pun duduk hingga membangunkannya kemudian Ia Memberi Salam.
“Engkau Attaqi Al Husni?” Ia menjawab: :”Saya Abu Bakar, (kunyahny, red)”.
Kemudian ia bertanya tentang syaikh-syaikhnya, Maka iapun menyebutkannya. Ia (Muhammad bin Kholil Al Burhan, rerd) berkata:” Sesungguhnya syaikh-syaikhmu yang telah engkau sebutkan itu merupakan hamba-hamba Ibnu Taimiyah atau hamba dari orang yang belajar kepada Ibnu Taimiyah. Lalu Kenapa kamu merendahkannya”?
Maka Attaqi (Alhusni, red) Tidak punya Pilihan selain buru-buru mengambil sandalnya dan pergi tanpa berani membantahnya.”

Semoga bermanfaat

Artikel terkait :

Fitnah Ibnu Bathutah
Taubatkah Ibnu Taimiyah kedalam Aqidah Asy’ariyah?
Membongkar Kebohongan Terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [Studi Kritis Buku ‘…Itiqad Ahlu Sunnah Wal-Jamaah” Oleh KH Sirajuddin Abbas]
Haruskah Membenci Ibnu Taimiyyah?? (Padahal Ibnu Hajar Al-Asqolaani dan para ulama syafi'iyah terkmuka lainnya telah memuji Ibnu Taimiyyah dengan pujian setinggi langit [ Edited Version ]
Pembelaan Al-Hafizh Ibnu Hajar terhadap Ibnu Taimiyyah dari Tuduhan Keji Abu Salafy
Tuduhan dan Kedustaan Terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Pujian Para Ulama Terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah Dikafirkan, Ibnu Hajar meradang
Penyelewengan Buku ‘Salafiyah Wahabiyah’, ‘Fitnah Terhadap Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyah’
Ibnu Taimiyah : Fitnah Tasjim
HARUSKAH MEMBENCI IBNU TAIMIYYAH?? (Padahal Ibnu Hajar Al-Asqolaani dan para ulama syafi’iyah terkmuka lainnya telah memuji Ibnu Taimiyyah dengan pujian setinggi langit)



71 Responses to “Fitnah Tajsim” ( Ibnu Taimiyah) 19-July-2015 at 16:00

Untuk pendengki Ibnu Taimiyah silahkan baca responses terhadap tulisan “Fitnah Tajsim”. Mungkin yang ada dibenak anda terwakili didalamnya.

71 Responses to “Fitnah Tajsim”

Ibad_twSeptember 21, 2010 at 4:09 pm #
Alhamdulillah ustad, saya belum pernah membaca bantahan terhadap tuduhan mujassimah kepada ahlussunnah secara umum dan syaikhul islam secara khusus yang seringkas, sejelas, dan segamblang paparan antum….
Insya Allah bermanfaat untuk saya dan kaum muslimin…

yeopNovember 5, 2010 at 2:50 pm #
السلام عليكمشكر الله على هذا الجهد المبارك للدفاع عن أئمة السنة وأعلامهم, أسأل الله تعالى أن أن يثبتك وأيانا جميعا على سواء الصراط,,شكرا لك يا صاحب الموقع

JerussalemSeptember 23, 2010 at 1:14 pm #
alhamdulillah sekarang bisa lebih faham, dan hatiku setuju dengan hal ini :)

Ibnu Taimiyah : Fitnah Tasjim

Baca Juga :
Fitnah Ibnu Bathutah
Ditulis pada 5 Maret 2015 oleh abuzahrahanifa

Jika anda ditanya oleh seseorang “apakah Allah Berjism”? apa jawaban anda?
Jika anda jawab “yah” maka anda belum tentu benar.
Jika anda jawab “tidak”  Maka anda kemungkinan salah.
Loh kok. Mumet…. Bingung???
Apa itu Jism?
Pendapat ahli bahasa
Ibnu Mandzur berkata:
الجِسْمُ: جماعة البَدَنِ أَو الأَعضاء من الناس والإِبل والدواب وغيرهم من الأَنواع العظيمة
“Aljismu: kumpulan dari badan atau anggota-anggota seorang manusia, onta, binatang berkaki empat, dan lain-lain yang merupakan bagian yang makhluk yang besar”.

‘Asyura Membuka Kedok Syi’ah

Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad , keluarganya yang suci dan para sahabat beliau yang terbaik. Waba’du:
Kita Ahlussunnah mengenal Asyura adalah hari puasa pada tanggal 10 Muharram yang keutamaannya bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.
Dua bid’ah di hari Asyura

Sikap Ulama Islam terhadap Agama Syi’ah


Oleh Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Pada hari-hari ini, kita melihat bahwa kaum Syi’ah sibuk menyebarkan lembaran-lembaran dari beberapa tokoh yang berisi beberapa pernyataan bahwa agama Syi’ah tidak sesat. Hal ini sudah menjadi kebiasaan kaum Syi’ah, pada negeri tempat mereka menganggap diri-diri mereka sebagai kaum minoritas, untuk menyerukan pendekatan atau persatuan antara Sunni dan Syi’ah serta yang semisalnya. Seluruh hal tersebut adalah upaya untuk mengaburkan sikap ulama Islam terhadap agama Syi’ah.

Syi’ah tidak Sesat???

Para pembaca rahimakumullah, akhir-akhir ini banyak orang membicarakan tentang Syi’ah, banyak juga pernyataan dari sebagian tokoh yang menganggap bahwa Syi’ah itu tidak sesat dan bahkan menganggap sebagai salah satu madzhab yang diakui dalam Islam. Apakah memang demikian?
Berbicara tentang kelompok Syi’ah tidak lepas dari sosok pendiri pertamanya yaitu Abdullah bin Saba’ atau dikenal juga dengan Ibnu Sauda’. Abdullah bin Saba’ pada asalnya adalah seorang Yahudi berasal dari Shan’a, ibukota Yaman. Ia berpura-pura masuk Islam pada akhir-akhir pemerintahan Khalifah Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Abdullah bin Saba’ juga dikenal dengan sebutan Ibnu Sauda’ (anak seorang wanita hitam) karena ibunya berkulit hitam, berasal dari Ethiopia.

‘Aliy adalah Sebaik-Baik Manusia, dan Barangsiapa yang Enggan Mengakuinya, Maka Kafir

Tanya : Shahihkah hadits bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Aliy adalah sebaik-baik manusia. Barangsiapa yang enggan, maka kafir’ ?.
Jawab : Tidak shahih dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang hal tersebut. Diriwayatkan oleh Khaitsamah bin Sulaimaan sebagai berikut :
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْبُهْمِيُّ بِالْكُوفَةِ قَالَ: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ سَعِيدٍ النَّخَعِيُّ ابْنُ عَمِّ شَرِيكٍ، عَنْ إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ شَقِيقِ ابْنِ سَلَمَةَ، عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلِيٌّ خَيْرُ الْبَشَرِ، مَنْ أَبَى فَقَدْ كَفَرَ “
Telah menceritakan kepada kami Ibraahiim bin Sulaimaan Al-Buhmiy di Kuufah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Al-Husain bin Sa’iid An-Nakha’iy anak paman Syariik, dari Ishaaq, dari Abu Waail Syaqiiq bin Salamah, dari Hudzaifah bin Al-Yamaan, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “’Aliy adalah sebaik-baik manusia. Barangsiapa yang enggan (mengakuinya), maka kafir” [Min Hadiits Khaitsamah bin Sulaimaan hal. 200-201].

Syiah Mengulang Sejarah

Syiah Mengulang Sejarah – Satu tahun terakhir ini, dunia Arab dihebohkan dengan berita-berita penggulingan penguasa-penguasa di beberapa negaranya; Tunisia, Mesir, Yaman, Libia, Bahrain, dan Suriah, sebagian besar berhasil dijatuhkan. Alasannya adalah karena pemimpin-pemimpin itu gagal mensejahterakan rakyatnya, mereka sibuk memperkaya diri mereka, dan menikmati kekuasaan sepanjang hidup mereka. Menanggapi hal ini, banyak suara yang pro dan kontra menyikapi pengulingan penguasa-penguasa absolute ini, dengan alasan demokratisasi Arab, kebebasan, hak asasi, bahkan atas nama agama.

( Empat Tahun Lalu ) Awas! Taring Syi’ah Menancap di Bumi Pertiwi

Sebagian pengamat menyatakan bahwapaham syi’ah masuk ke negri Indonesia jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan kesultanan Pasai atau Samudra Pasai yang berdiri di sekitar kota Kota Lhokseumawe, atau Aceh Utara pada sekitar tahun 1267 M, ditengarai oleh sebagian pengamat berkulturkan Syi’ah. Bahkan salah seorang raja kesultanan ini pernah didampingi dua orang Persia terkenal, yaitu Qadi Sharif Amir Sayyid dari Shiraj dan Taj Ad-Din dari Isfahan. ([1])

(Penting!)Fatwa Tentang Kesesatan Ajaran Syi’ah

KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
(MUI) PROP. JAWA TIMUR
No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012
Tentang :
TENTANG KESESATAN AJARAN SYI’AH
Majelis Ulama Indonesia Propinsi Jawa Timur pada sidang hari Sabtu, Tanggal 21 Januari 2012

Sunnah & Syi’ah, Bersandingan ? Mustahil

Oleh
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA

Penindasan dan kehinaan yang diderita oleh umat Islam saat ini, menjadikan sebagian umat Islam menyerukan agar diadakan konsolidasi antar semua aliran yang ada. Hanya saja, seruan tersebut sering kali kurang direncanakan dengan baik, sehingga tidak menghasilkan apapun. Di antara upaya konsolidasi dan merapatkan barisan yang terbukti tidak efektif ialah upaya merapatkan barisan Ahlus Sunnah dengan sekte Syi’ah, dengan menutup mata dari berbagai penyelewengan sekte Syi’ah. Konsolidasi semacam ini bukannya memperkuat barisan umat Islam, namun bahkan sebaliknya, meruntuhkan seluruh keberhasilan yang telah dicapai umat Islam selama ini. Karena itu, melalui tulisan ringkas ini, saya ingin sedikit menyibak tabir yang menyelimuti sekte Syi’ah. Dengan harapan, kita semua dapat menilai, benarkah Ahlus sunnah memerlukan konsolidasi dengan mereka?

Taqiyah, Topeng Kemunafikan Kaum Syi’ah

TAQIYAH, TOPENG KEMUNAFIKAN KAUM SYIAH
Oleh
Ustadz Abu Minhal

TAQIYAH, RUKUN AGAMA SYIAH
Akidah taqiyah termasuk akidah Syiah yang menyelisihi Islam. Akidah ini menempati kedudukan yang tinggi dalam agama mereka. Menurut mereka, para nabi dan rasul pun diperintahkan untuk melakukannya.

Ulama Syiah telah menjelaskan definisi taqiyah ini. al-Mufîd dalam Tash-hîhul I’tiqâd berkata: “Taqiyah adalah merahasiakan al-haq (keyakinan Syiah, red) dan menutupi diri dalam meyakininya, berkamuflase di hadapan para penentang (orang-orang yang berseberangan dalam keyakinan) dan tidak mengusik mereka dengan apa saja yang akan menyebabkan bahaya bagi agama dan dunia (orang-orang Syiah).
Yusuf al-Bahrâni (tokoh Syiah abad 12 H) berkata, “Maksudnya menampakkan kesamaan sikap dengan para penentang dalam apa yang mereka yakini karena takut kepada mereka.”

Fatwa tentang sesatnya Syi’ah bukan khusus bagi Tajul Muluk di Sampang tapi keseluruhan di Indonesia.

Ulama Jawa Timur sekali membantah langsung sekian pentolan pembela aliran sesat Syi’ah terkena pukulan.
Pentolan yang cenderung mebela Syi’ah terbukti secara otomatis terbantah pula oleh fatwa MUI Jawa Timur yang menegaskan bahwa syi’ah itu sesat menyesatkan.

Apakah Syi’ah Itu Kafir

Bismillah … Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Perlu dipahami bahwa tidaklah semua orang yang bersaksi laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), wa anna Muhammadar Rosulullah(bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya) disebut sebagai seorang muslim. Orang munafik pun mengaku demikian, namun itu tidak cukup. Allah Ta’ala menyifati mereka,
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. An Nisa’: 145).

Imam Syafi’i Sang Pembela Hadits Nabi

Salah satu pilar utama dan landasan mendasar bagi manhaj salafi adalah perhatian terhadap hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dari segi penelitian keshohihannya, mempelajari kandungan maknanya, membelanya dari hujatan, mengamalkan kandungannya, dan menebarkannya kepada khalayak manusia. Hal itu merupakan tanda utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ahli Hadits, dan Salafiyyun.

Catatan Kecil 4: Episode Diskusi Buku Minhajus-Sunnah Karya Ibn Taimiyyah

Kemalasan untuk memverifikasi sumber primer adalah satu gerbang timbulnya fitnah, disebabkan kesalahan persepsi yang diakibatkan ketidak cermatan pengutipan konteks bahasan yang ada. Ketidakcermatan itu bisa jadi dikarenakan sikap sikap arogan dan ketidakmahutahuan akibat kebencian yang tidak mendasar yang sudah dibentuk dalam fikiran sehingga menghilangkan etika dan obyektifitas maupun proporsionalitas dalam melihat sesuatu. Apalagi “ketidakcermatan” itu muncul dari copypaste kutipan fihak-fihak ketiga sebagai fihak yang tidakbertanggungjawab dalam menyebarkan propaganda permusuhan terhadap Ibn Taimiyyah dikarenakan adanya “kepentingan” tertentu.

Pengkhianatan Syi’ah Kepada Husain Bin Ali

Ya Allah Ya Rabb, Binasakanlah Agressor Syiah ( Iran dan Antek2nya ) Laknatullah, Pembunuh Husain bin ‘Ali RA dan Keturunannya, Pembantai Anak-Anak/Perempuan Ahlus Sunnah di Suriah, Irak, Yaman dan Penindas Keji Ahlus Sunnah di Iran, Seperti “Kaum-kaum Terdahulu” Yang Telah Engkau Binasakan.

bendera iran syiah
Kaum syi’ah telah melakukan pengkhianatan kepada Husain bin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Husain bin Ali telah ditipu dan dikhianati oleh kaum syi’ah dan mereka membiarkannya seorang diri melawan musuh-musuhnya sampai beliau wafat. Ini merupakan salah satu pengkhianatan syi’ah terbesar yg mengakibatkan terbunuhnya cucu Nabi yang mulia, yaitu Husain bin Ali bin Abi Thalib di Karbala. Anehnya kaum syi’ah yang telah membohongi, menipu, dan mengkhianati Husain bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma yang menjadi sebab kematian beliau, mereka melakukan ratapan jahiliyyah yang sangat panjang selama ratusan tahun lamanya meratapi dan menyesali kematian Husain!?

Kalimat Istirja' Syiah : "Sesungguhnya Kami Adalah Milik Husain & Kepadanya Kami Akan Kembali"

Bagi muslim sejati, kalimat istirja’ yang di ajarkan Allah dan Rasulnya adalah berbunyi “inna lillahi wa inna illahi raji’un”. Kalimat tersebut mempunyai arti “Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita kembali”. Maksudnya bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah milik dan ciptaan Allah, maka kelak semuanya akan kembali kepada yang menciptakan dan yang memiliki yakni Allah swt.

Sejarah Istilah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah: Meluruskan Pemahaman Habib Rizieq Shihab

Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama.
Karena mereka adalah orang-orang yang ittiba’ (mengikuti) kepada Sunnah Rasulullah dan mengikuti Atsar (jejak Salaful Ummah), maka mereka juga disebut Ahlul Hadits, Ahlul Atsar dan Ahlul Ittiba’. Di samping itu, mereka juga dikatakan sebagai ath-Thaa-ifatul Manshuurah (golongan yang mendapatkan pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), Ghurabaa’ (orang asing).1

Saturday, July 18, 2015

Syi’ah adalah Musuh Bersama Dan Berbahaya !

Fatwa Ulama: Syiah, Mereka adalah Musuh, maka Waspadalah! - Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr
Diterbitkan tanggal 4 Agt 2013
Video fatwa dari Syaikh Dr. Muhammad bin Musa Alu Nashr tentang kesesatan syi'ah rafidah (termasuk syi'ah nusairiah di suriah) dan apa hukum jihad di suriah, hukum memberontak kepada pemerintahan kafir


Asiyah binti Muzahim (Istri Fir’aun)

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آَمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: ‘Ya Rabb-ku bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.’” (QS. At-Tahrim : 11).
Qatadah berkata, “Dahulu Fir’aun adalah makhluk bumi tersombong dan paling kafir. Tapi demi Allah, kekafirannya tidak mempengaruhi istrinya yang patuh kepada Rabb-nya. Hal ini untuk mengabarkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Adil, di mana Allah tidak akan mengadzab seseorang melainkan disebabkan dosanya sendiri.”1

Makar Orang Syi’ah Terhadap Umat Islam: An-Nushair At-Thusi Dan Ibnu Al-Alqami Bekerja Sama Dengan Pasukan Mongol Penyembah Berhala

pedang
pedang
Beginilah syi’ah sepanjang zaman, baik pada zaman kita maupun pada zaman sebelum kita. Sifat kejam melekat pada diri mereka. Mereka kejam dan membenci muslim Ahli Sunnah (orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah Nabi). Pada masa kita, telah terpapar di depan kita kekejaman mereka dan tingkah jelek mereka. Sebut saja kekejaman mereka di Suriah.

Pembangkangan Kelompok Syi’ah Kepada Sulthan Sulaiman al-Qanuni (King Sulaiman)

Pembangkangan Pertama,
syiah pengkhianat
Pembangkangan pertama datang dari tokoh Syi’ah Rafidhah, yaitu Baba Dzunnun pada tahun 932 H, di wilayah Yuzaghad. Baba mengumpulkan sekitar 3000-4000 pemberontak dan mewajibkan pajak atas wilayah yang dikuasainya.
Gerakan ini semakin menguat sehingga berhasil mengalahkan beberapa komandan pasukan Utsmani yang ditugaskan untuk memadamkan pemberontakan itu. Namun pemberontakan Syi’ah ini berhasil ditumpas. Baba sendiri dibunuh, kepalanya dipenggal, lalu dikirim ke Istanbul sebagai bukti.

Agama Syi’ah, Penyebab Kemunduran Umat

Abad kelima hijriah, yang merupakan batas pemisah antara dua zaman yaitu masa kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam -masa yang dipenuhi generasi terbaik- dengan masa kejumudan dan permulaan kemunduran yang mengalahkan umat di masa-masa belakangan. Padahal sebelumnya ahli sunnah mengalahkan ahli bid’ah dan hawa nafsu, di mana ilmu keislaman secara umum dan ilmu-ilmu Sunnah Nabi secara khusus tumbuh dan berkembang pesat sampai pertengahan abad keempat. Mulailah pada saat itu ahli bid’ah menguasai perkara umat, karena ketika itu Baghdad dikuasai oleh Banu Buwaih ar-Rafidhah (Syi’ah). Sedangkan Afrika Utara, Mesir, Syam, dan Hijaz dikuasai oleh Ubaidiyyun al-Bathiniyyun, dan Yaman dikuasai oleh Banu Rasul al-Isma’iliyah. Ketika itu ahli bid’ah dan hawa nafsu mengangkat kepalanya dan keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka menjadi penunjuk bagi para penguasa, dan mereka mempersempit ruang gerak Ahlus Sunnah (pembela kebenaran) dan menyiksa mereka. Dan fitnah Basasiri (W. 451 H) di Baghdad dan tindakan Asya’irah dan kaum Sufi yang dipimpin Ibnu al-Qusyairi (W. 514 H) mencerai beraikan Ahlus Sunnah (Ahlul Haq). Orang-orang sesat ini menyiksa para ulama dan menjauhkan ulama dari kepemimpinan umat. Oleh karena itu, kebodohan tersebar dan kerusakan merajalela.

Ulama Syiah: "Ibnu Katsir, Imam Adz-Dzahabi dan Shalahuddin al-Ayyubi adalah Musuh Kami" [ sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Lahir ]


Ulama Syiah, Dr. Najah Ath-Tha'i berkata,

".. Bahwasanya kebanyakan manusia menampakkan sikap an-nashb dan berlepas diri dari para Imam Syiah alaihis salam karena takut dari pemerintah zalim. Jika bukan karena itu maka sebenarnya mereka bukan nawashib"

"Di antara Nawashib; Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taimiyah al-Harrani, Ibnul Jauzi, Ibnu Katsir, Adz-Dzahabi, Mu'awiyah, Ibnul 'Aash, al-Mughirah, Marwan, Ziyad, Hajja, al-Mutawakkil,Shalahuddin al-Ayyubi dan Saddam..."

Ibnu Taimiyyah dan Minhajus Sunnah (Membongkar Kesesatan Blog: Inilah Ibnu Taymiah; Juga Penuduh "Nawasib " Lain !)

Ibnu Taimiyyah dan Minhajus Sunnah
(Membongkar Kesesatan Blog: Inilah Ibnu Taymiah)

Oleh: dr. M Faiq Sulaifi
Siapa yang tidak kenal dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah? Nama beliau begitu masyhur baik di kalangan kawan ataupun lawan. Bagi para penuntut ilmu yang ingin pencerahan agama Islam yang murni dan bersih dari kotoran syirik, paganism, bid’ah maupun khurafat tentu tidak asing lagi dengan tulisan-tulisan beliau.
Bahkan Al-Qadli Al-Allamah Baha’uddin As-Subki, seorang qadli besar madzhab Syafi’i yang berseberangan dengan beliau -ketika mendengar seseorang mencela Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah- berkata:
والله يا فلان ما يبغض ابن تيمية إلا جاهل أو صاحب هوى فالجاهل لا يدري ما يقول وصاحب الهوى يصده هواه عن الحق بعد معرفته به
“Demi Allah, wahai Fulan! Tidaklah membenci Ibnu Taimiyyah kecuali orang bodoh atau pengikut hawa nafsu. Orang bodoh tidak mengerti apa yang beliau ucapkan. Sedangkan pengikut hawa nafsu telah dihalangi oleh hawa nafsunya dari mengikuti Al-Haq setelah mengetahuinya.” (Asy-Syahadatuz Zakiyyah fii Tsana’il A’immah ala Ibni Taimiyyah: 24).

Neraka lebih Marah Kepada Ahlus Sunnah Daripada Kaum Nashrani [Kata Syi'ah]

Kitab : Kasyful Yaqin hal. 87
by : Dedengkot Al-Hilli

Riwayat (baca: riwayat dusta) yang mereka (Syi'ah) sandarkan atas nama Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam menyatakan bahwa Beliau bersabda kepada Ibn 'Abbas :

يابن عباس والذى بعثنى بالحق نبيا ان النار لاشد غضبا على مبغض على * ع * منها على من زعم ان لله ولدا 

"Wahai ibn 'Abbas, Demi Dzat Yang Mengutusku dengan Kebenaran sebagai Nabi. Sesungguhnya Neraka lebih keras marahnya (siksaannya) kepada musuh 'Ali daripada orang yang meyakini bahwa Allah mempunyai Anak"

Nashibi Adalah Ahlus Sunnah Di Mata Syi'ah !

Oleh : Al-Akh Aditya Riko -Hafizhahullah-

Dr. Muhammad Tijani as Samawi mengarang "bebas" buku berjudul as Syi'ah Hum Ahlussunnah, yang di dalamnya ada Bab tentang permusuhan Ahlussunnah kepada Ahlul Bait.


Di dalamnya disebutkan perkataannya :

وغني عن التعريف بأن مذهب النواصب هو مذهب «أهل السنة والجماعة»
 
"Dan cukuplah satu ta'rif bahwa sesungguhnya madzhab al-Nawashib adalah madzhab Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah."

Siapakah Nashibi Di Mata Syi'ah ? "Tuduhan Nawasib" Mainan Syiaher berbulu Sunni !

Muqaddimah

Berawal dari makin ramainya gong-gongan pendustaan dan penyesatan kaum syi'ah rafidhah kepada Kaum Muslimin yang awam, yang dimana mereka (syi'ah) berkoar-koar menyerukan persatuan / taqrib antara Sunnah - syi'ah dengan slogan-slogan palsu atas nama "Ukhuwah Islamiyyah" hingga kepengecutan dan kemunafikan mereka berkata "syi'ah cinta Ahlus Sunnah" . Dengan kedok tersebut, mereka suka menjilat-jilat dan menipu Kaum Muslimin agar Kaum Muslimin bersimpati kepada mereka. Tidak lain tujuan mereka dari semua itu sebenarnya adalah untuk menikam Kaum Muslimin dari belakang sebagaimana pendahulu-pendahulu mereka pun ikut andil dalam menumpahkan Darah Kaum Muslimin. Pengkhianatan mereka terhadap Ahlul Bayt Beliau Radhiyallaahu 'Anhum, lalu usaha mereka untuk membunuh Panglima Perang Kaum Muslimin Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi Rahimahullah, pun hancurnya Dinansti 'Abbasiyyah tidak terlepas dari kelicikan dan penipuan yang mereka lakukan. Dan pada setiap tragedi yang menimpa Kaum Muslimin hingga sekarang, mereka selalu memiliki andil bersama musuh-musuh Islam dalam menghancurkan Kaum Muslimin.

Friday, July 17, 2015

Syi’ah Memusuhi Islam Dan Lebih Buruk Tipuannya Dibanding Ahmadiyah

Hasil gambar untuk syiah ahmadiyah

Singapura Perlakukan Syi'ah dan Ahmadiyah Bukan Bagian dari Islam (sama dengan Malaysia dan Brunei).Kapan di Indonesia ?
Dari Sekian Banyak Aliran Sesat, Syiah Paling Berbahaya

Ajaran Syiah Lebih Berbahaya dari Ahmadiyah

Kesesatan Syiah Menurut Dr. Said Aqil Siroj

Perjalanan hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa hanya Allah Azza wa Jalla yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam menetapi sesuatu termasuk agamanya (istiqamah). Karena itu, dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  senantiasa memohon keteguhan hati kepada Allah, “Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” Ini mungkin salah satu hikmah yang dapat kita petik dari kewajiban membaca surat Al Fatihah pada setiap rakaat shalat. Pada surat ini terdapat permohonan kepada Allah Azza wa Jalla agar senantiasa menunjuki kita jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran

AQIDAH SESAT SYI’AH TENTANG ALLOH. Syi’ah mengaku bahwa mereka tidaklah sama dengan Ahlus Sunnah dalam ilah (sesembahan), Nabi dan Imam Syi’ah memiliki keyakinan bahwa Allah tidaklah dilihat pada hari kiamat. Syi’ah meyakini bahwa menghadap kubur saat berdo’a adalah suatu kelaziman dan tidak perlu menghadap kiblat.

Akar Rafidhah (Syi’ah) adalah dari Yahudi yang dipelopori oleh Abdullah bin Saba’ Al Yahuud. Ia mengaku-ngaku Islam dan mengklaim dirinya sebagai pengagum ahlul bait, namun ia bersikap ghuluw (berlebihan) terhadap ‘Ali radhiyallahu ‘anhu. Lalu ‘Ali diklaim sebagai khalifah sebenarnya sepeninggal Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian ‘Ali pun disikapi ekstrim sampai diangkat martabatnya hingga derajat ilahiyah atau ketuhanan. Inilah yang diakui oleh Syi’ah Itsna ‘Asyariyyah sendiri dalam buku-buku mereka. Karena sikap ghuluw ini, mereka akhirnya dibakar oleh ‘Ali dan ‘Ali pun sebenarnya berlepas diri dari mereka.

Perbedaan Islam dan Syi’ah Rafidhah Dalam Perkara Ushul (Pokok) dan Furu’ (Cabang)!

Istilah Syi’ah berasal dari kata tasyayyu’, yang berarti: membela, menolong. Sedangkan Syi’ah artinya: para penolong atau para pengikut. Dahulu, istilah Syi’ah digunakan bagi orang-orang yang membela Ali Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya, tetapi kemudian digunakan sebagai nama pada kelompok Rafidhah (Syi’ah Ja’fariyyah; Itsna ‘Aysariyyah) dan Zaidiyyah.
PERKEMBANGAN SYI’AH
Syi’ah melewati perkembangan-perkembangan sebagai berikut:
1.Dahulu, istilah Syi’ah (tasyayyu’) digunakan sebagai ungkapan kecintaan terhadap Ali Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya, tanpa merendahkan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain.
2. Kemudian berkembang sehingga melewati batas terhadap Ali Radhiyallahu ‘anhu dan sebagian anggota keluarganya, mencela sahabat Radhiyallahu ‘anhum, bahkan mengkafirkan mereka, disertai aqidah-aqidah lain yang bukan dari agama Islam sama sekali, seperti: taqiyyah, imamah, ‘ishmah, raj’ah, dan batiniyyah.
3. Kemudian di antara mereka ada yang menuhankan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan imam-imam setelahnya, berkeyakinan reinkarnasi dan aqidah-aqidah kufur lainnya, yang bertameng dengan tasyayyu’ (kecintaan terhadap Ali Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya).

Kenapa KH Hasyim Asy’ari pendiri NU yang anti syi’ah tidak dituduh kesusupan Wahabi?

Dengan pecahnya bentrokan kembali antara aliran sesat Syi’ah dan warga Muslimin Sunni di Sampang Madura yang kedua kali, Ahad 26 Agustus 2012, tepat sepekan setelah Iedul Fithri 1433H/ 2012, ada mulut-mulut yang tampaknya kemungkinan menyebar dusta dengan menuduh Wahabi sebagai penyusup dalam bentrokan itu.
Bahkan ada tokoh ormas termasuk terbesar di Indonesia menyalahkan ulama yang memfatwakan syi’ah itu sesat. Manusia-manusia seperti ini lebih gerah ketika aliran sesat semisal syi’ah yang menodai Islam bahkan pentolannya di sampang, Tajul Muluk jelas divonis penjara dua tahun oleh pengadilan karena penodaannya terhadap Islam, ternyata tetap mereka bela. Namun kalau ada Ummat Islam dibunuhi oleh pihak kafirin atau dibunuhi oleh syi’ah sesat seperti di Suriyah atau dibunuhi musyrikin Budha seperti di Burma Myanmar, seakan mereka tidak melihat dan tidak mendengarnya. Dan kalau berbicara juga cukup menyakiti Muslimin, bahwa kasus pembantaian terhadap Muslimin itu bukan masalah agama.
Kalau mereka itu konsekuen dengan apa yang keluar dari mulutnya, maka pertama kali yang harus dituduh kesusupan Wahabi adalah pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Sumonggo dilontarkan tuduhan, agar mulut sampeyan konsisten. Dan kalau sampeyan semua berhujjah bahwa tulisan ini kasar, maka lafal mulut ini sesuai dengan apa yang ada di Al-Qur’an:

[ Analisa Ini Salah, Insya Allah. Saudi/Haramin Akan Dilindungi Allah ] Kesepakatan Nuklir Iran & Pengaruhnya Bagi Kawasan Timteng

"Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik dan buruk) di dunia sana itu." (Qs. Al-Ra'ad [13]:54) "Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Qs. Al-Anfal [08]:30)

by @hasmi_bakhtiar
Oleh Hasmi Bakhtiar
Alumni Al-Azhar, S2 Lille Perancis
[CNN - Kesepakatan program nuklir yang disetujui oleh Iran dan enam negara adidaya pada Selasa (14/7) di Wina, Austria, membuat Arab Saudi khawatir pengaruh Iran akan semakin menguat di kawasan Timur Tengah.
Dilaporkan Reuters, seorang pejabat pemerintahan Saudi yang enggan disebutkan namanya, menilai kesepakatan Iran ditengarai akan menjadikan Timur Tengah menjadi "kawasan yang lebih berbahaya" jika kesepakatan tersebut terlalu menguntungkan bagi Iran. ]
1. Iran berhasil yakinkan negara kuat dunia tentang program nuklir mereka..satu kemenangan besar bagi bangsa Syiah tersebut

[ IT ] Tiga Orang Sholeh yang Masuk Neraka

[ IT ] : Interlude of Topics

Tiga orang menanti sidang dengan kepercayan diri yang sangat. Ketiganya yakin betul akan diputuskan menjadi penghuni surga.

Namun pengadilan Allah jauh berbeda dengan pendadilan manusia. Allah Maha Tahu segala hal meski ukurannya seberat dzarrah. Allah pun memiliki sifat Maha adil yang memutuskan setiap perkara tanpa dzalim.

Inilah Doa Qunut Syaikh Jibril Yang Membuat Rezim As-Sisi Murka dan Mencekalnya

Rezim diktator As-Sisi melalui Departemen Agama (wakaf) Mesir, Selasa (14/7/2015) kemarin, mengeluarkan keputusan melarang Syaikh Jibril menjadi imam, bukan hanya di Masjid Amru bin Ash, tapi juga di seluruh masjid di Mesir. Bahkan negara-negara Arab yang biasa mengundangnya akan diminta tidak tidak lagi mengundangnya untuk menjadi imam.

Dalam doa qunutnya saat sholat Tarawih pada malam ke-27 Ramadhan di masjid terbesar dan tertua di Mesir, Masjid Amru bin Ash, Syaikh Muhammad Jibril mendoakan agar para penguasa yang kejam dan zhalim dilaknat oleh Allah Taala. Hal ini, menurut menteri agama Mesir, Muhammad Mukhtar Jumah, adalah penghinaan terhadap negara dan sangat membahayakan kepentingan nasional.

Seperti apa doa Syaikh yang sangat dicintai dan dibanggakan rakyat Mesir ini? Syaikh Jibril berdoa:

Tulisan KH. Muhammad Hasan Abdul Muiz Untuk NU Garis Lurus

“NU GARIS LURUS” SUDAH LURUSKAH?
Baru-baru ini muncul sebuah istilah anyar dikalangan NU. Istilah tersebut adalah, NU GARIS LURUS. Istilah NU Garis Lurus ini muncul, kalau kita cermati konten “kampanye” dan kalangan yang menyuarakannya, karena kekecewaan dan keresahan mereka terhadap sebagian oknum petinggi NU yang mereka anggap melenceng dari NU yang sebenarnya, dan menyimpang dari NU-nya Mbah Hasyim.
Siapapun yang bergelut dalam dunia NU pasti mengakui adanya Syiahisasi dan Liberalisasi dewasa ini ditubuh NU. Pelaku Syiahisasi dan Liberalisasi sendiripun -menurut hemat saya- pasti juga mengakui bahwa memang ada usaha kesana. Perbedaannya mungkin terletak pada persepsinya. Kalau bagi pelaku Syiahisasi dan Liberalisasi ditubuh NU, usaha mereka itu mungkin mereka anggap sebagai bentuk aplikasi tawassuth nya NU. Sementara bagi yang kontra, Syiahisasi dan Liberalisasi ditubuh NU dianggap sebagai usaha untuk “menajisi” NU.