Oleh M. Sholich Mubarok - Jun 30, 2016
Ilustrasi: hdfreewallpaper.net
Tanpa terasa, tahun demi tahun
berlalu cepat melewati rumah tangga Muhammad bin Abdullah. Anaknya yang tertua
telah menjadi putri remaja, berkembang sebagai bunga mawar mengorak kelopak
dengan indahnya. Sehingga pemuda-pemuda putra para bangsawan Mekah tergiur
hendak memetiknya. Mengapa tidak? Bukankah Zainab gadis Quraisy keturunan
bangsawan murni yang berakar dalam. Sebagai putri dari ibu bapak yang mulia,
dia beradab dan berakhlak tinggi. Tetapi, bagaimana mereka akan dapat
memetiknya? Di antara mereka telah hadir putra bibi Zainab sendiri, seorang
pemuda ganteng dan rupawan, yaitu Abul Ash Ibnu Rabi yang tidak asing lagi.