Video ini membantah tulisan Kantor Berita
Turki, Anadolu Agency, yang mengklaim bahwa Ruwwaq (Lorong) Utsman bin 'Affan
di Masjidil Haram dibangun di era Daulah Utsmaniyah.Simak paparan sejarah dari sumber-sumber
buku sejarah terpercaya.
Berawal
dari dakwah yang dikembangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu,
negeri Najd dan sekitarnya berkembang menjadi negeri tauhid yang diliputi
ketentraman, setelah keterpurukan agama dan keterbelakangan sosial menggayuti
negeri ini. Namun hal ini justru dianggap sebagai ancaman besar bagi Daulah
Utsmaniyah yang banyak dipengaruhi aqidah Sufi.
Pengetahuan
tentang sejarah Najd dan negeri-negeri di sekitarnya sangatlah penting untuk
diketahui setiap muslim dalam rangka mengenal hakekat sebenarnya dari dakwah
Asy-Syaikh Muhammad bin AbdulWahhab rahimahullahu,
di mana fakta dan sejarah tentang dakwah beliau telah banyak diputarbalikan
oleh ahlul batil hingga kini, baik dari kalangan Syi’ah Rafidhah, Tashawwuf,
ataupun kaum hizbiyyin dari kalangan neo Khawarij, baik dari kelompok
Hizbut Tahrir ataupun yang lainnya.
Hanya Arab (Saudi Arabia),
atas Pertolongan Allah, yang bisa Merdekakan Palestina, Peranan dan
Pengorbanannya sejak Negeri Zionis Israel berdiri luar biasa, bahkan Raja
Salman veteran perang Arab VS Zionis Israel.
Hal tersebut bisa terjadi jika
trio penghancur;” Turki, Iran dan Qatar" keluar dari Palestina, karena
membuat kerusakan Aqidah dan halangan Pertolongan Allah. Mereka tidak punya
jasa sama sekali dengan bebasnya Gaza dan Tepi Barat. Tidak mungkin bisa
kalahkan zionis israel, dengan aqidah Rafidhah Syiah dan Sufiyah. Sepanjang
sejarah mereka pengkhianat Islam, munafiq, dan zindiq. Juga mereka tidak marwah
dan ghirahnya seperti Arab. Sepanjang sejarah, hanya Arab yg bisa menaklukan
super power dunia, Persia, Rumawi dan sebagian besar eropa. Turki hanya
menjajah Arab.(admin lamurkha)
Syarat Saudi Damai Dengan Israel dan
“Trio
Penghancur” Palestina
Uni Emirate Arab (UEA) mengejutkan kami atas
kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, untuk menormalisasi
hubungannya dengan Israel. Kontroversi yang biasa muncul, tentang langkah
mana yang harus diambil terkait masalah Palestina. Menurut pernyataan UEA, keputusannya didasari
prinsip kedaulatan negara dalam mengambil keputusan, yang dipandang memiliki
kepentingan bagi rakyatnya, tentunya ini adalah haknya. UEA menambahkan, bahwa normalisasi mensyaratkan
AS dan Israel untuk menghentikan aneksasi terhadap tanah Palestina yang
direncanakan akan dilakukan. Wilayah yang dimaksud adalah sepertiga dari apa
yang tersisa di Tepi Barat, selain apa yang sebelumnya dianeksasi oleh Israel. Tentunya ini menimbulkan kontroversi, apa yang
bisa diraih UEA dan apa yang bisa didapatkan untuk Palestina?
Ottoman (Daulah Utsmaniyah) memerangi Kerajaan
Arab Saudi I melalui Mesir yang saat itu dipimpin Muhammad Ali Pasha.
Dia mempunyai dua orang anak: Thusun dan
Ibrahim. Dua orang anaknya inilah yang melakukan penyerangan ke Dir’iyah.
Thusun punya kawan dekat bernama THOMAS KEITH.
Dia orang Skotlandia,; tentara, ditangkap, dijual, hingga berakhir di rumah
Muhammad Ali Pasha.
Thomas ini orang Kristen, nama lainnya Ibrahim
Agha. Sudah jamak orang-orang kafir dan misssionaris yang masuk ke wilayah
muslim memakai nama seolah muslim. Contohnya Snouck Hurgronye.
Kondisi Hijaz Di Masa Turki Utsmani: Tuduhan
Politisasi Haji Dan Internasionalisasi Al-Haramain (Sejak 1927 Oleh Iran Dan
Turki). Tak Satu Pun Penguasa Ottoman Berhaji
Kedengkian Anis Matta (Ketum Gelora) Terhadap
Negeri Tauhid Arab Saudi. Sepak Terjang Erdogan (Turki) Di Libia, Suriah, Irak,
Kurdi Sejalan Dengan Zionis Israel, Bisa Bantah Hipotesa Ini ?
Daulah Utsmaniyah Memerangi Kerajaan Arab
Saudi, Imam Abdullah Bin Saud Diarak Dan Dipertontonkan Dijalan-Jalan Kota
Istanbul, Lalu Dibunuh Dan Disalib Di Halaman AYA SOFIA
Pembebasan Arab Saudi Melawan Penjajah Otoman
(Utsmaniyah), Jatuh Dua Kali (Abad 18 M) Dan Kemudian Bangkit (Awal Abad 19 M),
Banyak Ulama Madinah Yang Dibunuh
Bangsa Kurdi, Ahlus Sunnah
Yang Tertindas, Yang Masuk Islam Sejak Awal Penaklukan Islam. Dikenal Sebagai
Muslim Yang Kuat Menjalankan, Mencintai Dan Membela Islam Seperti Shalahudin
Al-Ayyubi Pembebas Baitul Maqdis.
Mustahil Ahlus Sunnah Bisa
Menguasai Al Quds (Al Aqsha) Sebelum Mengusir Syi’ah Dari Syam (Suriah Dan
Sekitarnya), Seperti Yang Dilakukan Salahuddin Al Ayyubi. Syiah Mengingkari
Al-Quds (Kamuflase) Dan Dendamnya Karena Penaklukan Oleh Umar RA. Dalam Perang
Arab-Israel, Syiah Menggunting Dalam Lipatan. Penguasaan Israel Karena Peran Syiah.
Senator Amerika: Tumbangnya
Asad Berarti Penjajahan Islam Dan Kaum Muslimin Atas Eropa. Bukti Nyata,
Mengapa Amerika Dan Eropa Membela Matia-Matian Basyar Asad?!!
(berarti Arab yang ditakuti)
Penyimpangan
dari aqidah yang benar adalah sumber kehancuran dan kesesatan. Karena aqidah
yang benar merupakan motivator utama bagi amal yang bermanfaat. Tanpa aqidah
yang benar manusia seperti hewan, bahkan lebih sesat dan lebih buruk dari
binatang. Ungkapan
di atas adalah kesimpulan Syaikh DR. Shalih al-Fauzan, seorang pakar aqidah
kontemporer. Urgensi aqidah shahihah telah ditegaskan dalam sirah Nabi Muhammad
saw. Tema dakwah awal beliau selama kurang lebih 13 tahun di Makkah, adalah
seputar masalah aqidah tauhid. Selebihnya tentang akhlak dan cinta akhirat.
Oleh: Syaikh Nashr Ibnu Hamd Al Fahd Ini adalah bahasan yang singkat yang menjelaskan hakikat Daulah ‘Utsmaniyyah (Turki Utsmani) yang sering dipuja dan dipuji oleh banyak kalangan yang mengaku dirinya sebagai aktifis Islam, dan mereka menyebutnya sebagai benteng terakhir dari benteng-benteng Islam yang dengan kehancuran daulah tersebut maka hancurlah kejayaan Islam. Sesungguhnya orang yang mengamati keadaan Daulah ‘Utsmaniyyah -sejak ia berdiri sampai keruntuhannya-, maka tidak akan ragu bahwa daulah ini telah berandil besar dalam merusak ‘aqidah kaum muslimin, dan hal itu sangat nyata dari dua sisi: Pertama: Andilnya dalam menyebarkan kemusyrikan. Kedua: Peranannya dalam memerangi dakwah tauhid.[1]
Hubungan Erdogan Dengan Israel (55 Comments) Erdogan ketemu Ariel Sharon (Pembantai
3000 Orang Palestina) di Jerusalem. Satu2nya Kepala Negara Islam yg injak Jerusalem https://youtu.be/wUEjzEKuzH4
Posisi Tegas Arab Saudi
Terhadap Palestina Sejak 1935 Hingga Sekarang. KSA Tidak Punya Hubungan
Diplomatik Dengan Israel, Iran Dan Suriah, Penjagal Ahlus Sunnah Syam. Dalam
Perang Arab-Israel 1973, Iran Dan Turki Memihak Zionis Israel. Mengikuti Cara
Umar Bin Khatab RA Dan Sultan Salahuddin Al Ayyubi, Habisi Dulu Majusi Syi’ah
Baru Al Quds.
Sungguh
kami mencintaimu… Sangat mencintaimu… Sekurangnya lima kali dalam sehari kami
menghadapkan wajah ke arahmu.
Allah
‘Azza Wa Jalla memuliakanmu dengan menjadikanmu sebagai qiblah setelah
Al-Aqsha. Rasulullah ketika memandangmu pun juga memujimu dan mengagungkanmu.
Apalagi
kami yang tinggal jauh di Indonesia, ingin sekali lagi dan lagi memegang Rukun
Yamani, mengecup Hajar Aswadmu, beriltizam sambil menangis di multazammu,
shalat di hijir Isma’ilmu.
Namun,
betapapun agungnya kehormatanmu, tak melebihi kehormatan seorang muslim.
Dalam sejarahnya, justru
Hijaz pada masa kekuasaan Turki Utsmani, Al-Haramain tidak aman dan nyaman.Sebelum Saudi menguasai
Hijaz, kaum muslimin jika berangkat haji seperti bersiap ke medan perang.Pergi dianggap hilang, jika
kembali seperti bayi yang terlahir.
Mengungkap Tuduhan Politisasi Ibadah Haji dan Seruan Internasionalisasi al-Haramain
Setiap tahun, saat musim haji tiba, selalu ada
suara miring ditujukan kepada Arab Saudi. Tudingan politisasi haji dan seruan
internasionalisasi al-Haramain didengungkan.
Terbaru, Syaikh Muhammad Hassan Al-Dedew,
dalam wawancara dengan TV Al-Jazeera, menyeru agar keputusan pembatalan haji
harus disepakati seluruh kaum muslimin dunia.
Padahal, Saudi tidak membatalkannya, tetapi
membatasi, untuk menjaga jiwa kaum muslimin di masa pandemi corona. Keputusan
ini pun didukung oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun ulama dunia.
Jika ditelusuri ke sejarah, maka didapati
benang merah tuduhan dan propaganda keji terhadap Arab Saudi terkait
pelaksanaan ibadah haji.
Yang pertama, tudingan Arab Saudi mempolitisasi
ibadah haji. Dan kedua, seruan agar kepengurusan Al-Haramain di bawah dunia
internasional.
Kedua isu tersebut, dapat dilacak dari sejak
zaman pendiri Arab Saudi ke-3, Raja Abdul Aziz, rahimahullah.
Sejak 1927, Iran dan Turki pernah melarang
warganya menunaikan ibadah haji karena alasan politis.
Bahkan secara masif, Iran melakukan porpaganda
melalui media, bahwa kondisi di Al-Haramain tidak aman dan nyaman di bawah Arab
Saudi.
Akhir yang dramatis Daulah Utsmani memiliki
peran dalam memfasilitasi penjajahan asing di negara-negara Arab. Dan itu
adalah alasan utama terjadinya bentrokan antara orang Arab dan Turki dalam masa
tersebut.
Apakah masuknya Utsmani ke negara-negara Arab
500 tahun yang lalu merupakan invasi (ghazwu) atau penaklukan (futuh)?
Apakah era di mana sebagian besar negara-negara
Arab di bawah pemerintahan Ottoman selama empat abad merupakan pendudukan asing
atau persatuan di bawah panji kekhalifahan?
Apakah Utsmani menyebabkan orang-orang Arab
tertinggal atau apakah mereka berkontribusi untuk kebangkitan dan pembangunan
kota-kota Arab?
Akhir yang dramatis Daulah Utsmani memiliki
peran dalam memfasilitasi penjajahan asing di negara-negara Arab. Dan itu
adalah alasan utama terjadinya bentrokan antara orang Arab dan Turki dalam masa
tersebut.
Salafi Meruntuhkan Khilafah Islam ??? Mengenal
'Arab Revolt' Dan Perjanjian Sykes-Picot 1916.
Perjanjian Faisal Bin Husein (Putra Syarif
Mekkah Husein Bin Ali, Penganut Sufisme, Keluarga Hasyimiyah) -Weizmann, Pintu
Masuk Yahudi Eropa Miliki Tanah Di Palestina. 'Arab Revolt', Pemberontakan
Keluarga Sufi Melawan Turki Utsmani
Konspirasi Dan Kolaborasi Syiah
(Alawiyin),Kristen Dan Yahudi, “Biang Kerok” Terbentuknya Negeri Yahudi Israel
Dan Memporak Porandakan Negara-Negara Arab, manifestasi Pelampiasan Birahi Dendam
Majusi Terhadap 'Umar Bin Khattab RA Dan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Berdirinya
Negara Tauhid KSA Membendung Ekpansi Tersebut.