Kondisi Hijaz Di Masa Turki Utsmani: Tuduhan
Politisasi Haji Dan Internasionalisasi Al-Haramain (Sejak 1927 Oleh Iran Dan
Turki). Tak Satu Pun Penguasa Ottoman Berhaji
Kedengkian Anis Matta (Ketum Gelora) Terhadap
Negeri Tauhid Arab Saudi. Sepak Terjang Erdogan (Turki) Di Libia, Suriah, Irak,
Kurdi Sejalan Dengan Zionis Israel, Bisa Bantah Hipotesa Ini ?
Daulah Utsmaniyah Memerangi Kerajaan Arab
Saudi, Imam Abdullah Bin Saud Diarak Dan Dipertontonkan Dijalan-Jalan Kota
Istanbul, Lalu Dibunuh Dan Disalib Di Halaman AYA SOFIA
Pembebasan Arab Saudi Melawan Penjajah Otoman
(Utsmaniyah), Jatuh Dua Kali (Abad 18 M) Dan Kemudian Bangkit (Awal Abad 19 M),
Banyak Ulama Madinah Yang Dibunuh
Bangsa Kurdi, Ahlus Sunnah
Yang Tertindas, Yang Masuk Islam Sejak Awal Penaklukan Islam. Dikenal Sebagai
Muslim Yang Kuat Menjalankan, Mencintai Dan Membela Islam Seperti Shalahudin
Al-Ayyubi Pembebas Baitul Maqdis.
Mustahil Ahlus Sunnah Bisa
Menguasai Al Quds (Al Aqsha) Sebelum Mengusir Syi’ah Dari Syam (Suriah Dan
Sekitarnya), Seperti Yang Dilakukan Salahuddin Al Ayyubi. Syiah Mengingkari
Al-Quds (Kamuflase) Dan Dendamnya Karena Penaklukan Oleh Umar RA. Dalam Perang
Arab-Israel, Syiah Menggunting Dalam Lipatan. Penguasaan Israel Karena Peran Syiah.
Senator Amerika: Tumbangnya
Asad Berarti Penjajahan Islam Dan Kaum Muslimin Atas Eropa. Bukti Nyata,
Mengapa Amerika Dan Eropa Membela Matia-Matian Basyar Asad?!!
(berarti Arab yang ditakuti)
Penyimpangan
dari aqidah yang benar adalah sumber kehancuran dan kesesatan. Karena aqidah
yang benar merupakan motivator utama bagi amal yang bermanfaat. Tanpa aqidah
yang benar manusia seperti hewan, bahkan lebih sesat dan lebih buruk dari
binatang. Ungkapan
di atas adalah kesimpulan Syaikh DR. Shalih al-Fauzan, seorang pakar aqidah
kontemporer. Urgensi aqidah shahihah telah ditegaskan dalam sirah Nabi Muhammad
saw. Tema dakwah awal beliau selama kurang lebih 13 tahun di Makkah, adalah
seputar masalah aqidah tauhid. Selebihnya tentang akhlak dan cinta akhirat.
Oleh: Syaikh Nashr Ibnu Hamd Al Fahd Ini adalah bahasan yang singkat yang menjelaskan hakikat Daulah ‘Utsmaniyyah (Turki Utsmani) yang sering dipuja dan dipuji oleh banyak kalangan yang mengaku dirinya sebagai aktifis Islam, dan mereka menyebutnya sebagai benteng terakhir dari benteng-benteng Islam yang dengan kehancuran daulah tersebut maka hancurlah kejayaan Islam. Sesungguhnya orang yang mengamati keadaan Daulah ‘Utsmaniyyah -sejak ia berdiri sampai keruntuhannya-, maka tidak akan ragu bahwa daulah ini telah berandil besar dalam merusak ‘aqidah kaum muslimin, dan hal itu sangat nyata dari dua sisi: Pertama: Andilnya dalam menyebarkan kemusyrikan. Kedua: Peranannya dalam memerangi dakwah tauhid.[1]
Hubungan Erdogan Dengan Israel (55 Comments) Erdogan ketemu Ariel Sharon (Pembantai
3000 Orang Palestina) di Jerusalem. Satu2nya Kepala Negara Islam yg injak Jerusalem https://youtu.be/wUEjzEKuzH4
Posisi Tegas Arab Saudi
Terhadap Palestina Sejak 1935 Hingga Sekarang. KSA Tidak Punya Hubungan
Diplomatik Dengan Israel, Iran Dan Suriah, Penjagal Ahlus Sunnah Syam. Dalam
Perang Arab-Israel 1973, Iran Dan Turki Memihak Zionis Israel. Mengikuti Cara
Umar Bin Khatab RA Dan Sultan Salahuddin Al Ayyubi, Habisi Dulu Majusi Syi’ah
Baru Al Quds.
Sungguh
kami mencintaimu… Sangat mencintaimu… Sekurangnya lima kali dalam sehari kami
menghadapkan wajah ke arahmu.
Allah
‘Azza Wa Jalla memuliakanmu dengan menjadikanmu sebagai qiblah setelah
Al-Aqsha. Rasulullah ketika memandangmu pun juga memujimu dan mengagungkanmu.
Apalagi
kami yang tinggal jauh di Indonesia, ingin sekali lagi dan lagi memegang Rukun
Yamani, mengecup Hajar Aswadmu, beriltizam sambil menangis di multazammu,
shalat di hijir Isma’ilmu.
Namun,
betapapun agungnya kehormatanmu, tak melebihi kehormatan seorang muslim.
Dalam sejarahnya, justru
Hijaz pada masa kekuasaan Turki Utsmani, Al-Haramain tidak aman dan nyaman.Sebelum Saudi menguasai
Hijaz, kaum muslimin jika berangkat haji seperti bersiap ke medan perang.Pergi dianggap hilang, jika
kembali seperti bayi yang terlahir.
Mengungkap Tuduhan Politisasi Ibadah Haji dan Seruan Internasionalisasi al-Haramain
Setiap tahun, saat musim haji tiba, selalu ada
suara miring ditujukan kepada Arab Saudi. Tudingan politisasi haji dan seruan
internasionalisasi al-Haramain didengungkan.
Terbaru, Syaikh Muhammad Hassan Al-Dedew,
dalam wawancara dengan TV Al-Jazeera, menyeru agar keputusan pembatalan haji
harus disepakati seluruh kaum muslimin dunia.
Padahal, Saudi tidak membatalkannya, tetapi
membatasi, untuk menjaga jiwa kaum muslimin di masa pandemi corona. Keputusan
ini pun didukung oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun ulama dunia.
Jika ditelusuri ke sejarah, maka didapati
benang merah tuduhan dan propaganda keji terhadap Arab Saudi terkait
pelaksanaan ibadah haji.
Yang pertama, tudingan Arab Saudi mempolitisasi
ibadah haji. Dan kedua, seruan agar kepengurusan Al-Haramain di bawah dunia
internasional.
Kedua isu tersebut, dapat dilacak dari sejak
zaman pendiri Arab Saudi ke-3, Raja Abdul Aziz, rahimahullah.
Sejak 1927, Iran dan Turki pernah melarang
warganya menunaikan ibadah haji karena alasan politis.
Bahkan secara masif, Iran melakukan porpaganda
melalui media, bahwa kondisi di Al-Haramain tidak aman dan nyaman di bawah Arab
Saudi.
Akhir yang dramatis Daulah Utsmani memiliki
peran dalam memfasilitasi penjajahan asing di negara-negara Arab. Dan itu
adalah alasan utama terjadinya bentrokan antara orang Arab dan Turki dalam masa
tersebut.
Apakah masuknya Utsmani ke negara-negara Arab
500 tahun yang lalu merupakan invasi (ghazwu) atau penaklukan (futuh)?
Apakah era di mana sebagian besar negara-negara
Arab di bawah pemerintahan Ottoman selama empat abad merupakan pendudukan asing
atau persatuan di bawah panji kekhalifahan?
Apakah Utsmani menyebabkan orang-orang Arab
tertinggal atau apakah mereka berkontribusi untuk kebangkitan dan pembangunan
kota-kota Arab?
Akhir yang dramatis Daulah Utsmani memiliki
peran dalam memfasilitasi penjajahan asing di negara-negara Arab. Dan itu
adalah alasan utama terjadinya bentrokan antara orang Arab dan Turki dalam masa
tersebut.
Salafi Meruntuhkan Khilafah Islam ??? Mengenal
'Arab Revolt' Dan Perjanjian Sykes-Picot 1916.
Perjanjian Faisal Bin Husein (Putra Syarif
Mekkah Husein Bin Ali, Penganut Sufisme, Keluarga Hasyimiyah) -Weizmann, Pintu
Masuk Yahudi Eropa Miliki Tanah Di Palestina. 'Arab Revolt', Pemberontakan
Keluarga Sufi Melawan Turki Utsmani
Konspirasi Dan Kolaborasi Syiah
(Alawiyin),Kristen Dan Yahudi, “Biang Kerok” Terbentuknya Negeri Yahudi Israel
Dan Memporak Porandakan Negara-Negara Arab, manifestasi Pelampiasan Birahi Dendam
Majusi Terhadap 'Umar Bin Khattab RA Dan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Berdirinya
Negara Tauhid KSA Membendung Ekpansi Tersebut.
Sejarah
Kerajaan Arab Saudi, tidak bisa terlepas dari rangkaian Saudi pertama, kedua
dan generasi ketiga saat ini. Misi dakwah Islam pendirian kerajaan tidak bisa
dinafikan, atas peran di antaranya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.
Baik
sejarawan maupun ulama, bersepakat bahwa penyerangan terhadap Arab Saudi tidak
terlepas karena motif akidah. Tidak terkecuali Daulah Utsmaniyah –yang kita
kenal Turki hari ini, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai “kekhalifahan.”
Sejak
zaman Syaikkh Muhammad Bin Abdul Wahhab, Turki senantiasa memerangi Saudi dalam
rangka untuk mematikan dakwah yang mereka juluki dengan “wahabiyyah.”
Turki
Utsmani, Pembunuhan Keluarga Hingga Ilmu Tanjim
Pembunuhan
bagi orang yang tidak berdosa merupakan hal yang tidak diterima oleh
seluruh peraturan dan hukum. Suatu yang asing, fenomenal, dari kehidupan normal
manuasia.
Pembunuhan
bagi orang yang tidak berdosa merupakan hal yang tidak diterima oleh
seluruh peraturan dan hukum. Suatu yang asing, fenomenal, dari kehidupan normal
manuasia.
Dan
seseorang tidak akan dibunuh hanya berdasarkan tuduhan.
PBB: Rudal yang digunakan
untuk menyerang Aramco berasal dari Iran
Rudal jelajah yang digunakan
dalam beberapa serangan terhadap fasilitas minyak Aramco dan sebuah bandara
internasional di Arab Saudi tahun lalu “berasal Iran”, Sekretaris Jenderal PBB
Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan dalam sebuah laporan yang
dilihat oleh Reuters pada hari Kamis (11/6/2020).
Al-Ahsa,
Wilayah Timur Saudi, Tempat Hajar Aswad Disembunyikan Kelompok Qaramithah
Wilayah
Al-Hasa atau Al-Ahsa sebelum diutusnya Nabi shallallahi alaihi
wasallam adalah wilayah Kerajaan Bahrain yang merupakan kerajaan Kristen
Nestorian. Kemudian berada di bawah kekuasaan Nabi shallallahu alaihi
wasallam sejak 627M.
Selanjutnya
tahun 899 M, Al-Ahsa diperintah oleh kelompok Qaramithah. Jika ingat kisah
pencurian Hajar Aswad, merekalah orang-orangnya dan ke sanalah Hajar Aswad
disembunyikan.
Asal
Usul Turki Utsmani: Jalaluddin Rumi Dan Sifat Keji Keturunan Tatar
Mongol
Di
pembahasan sebelumnya, telah disebutkan oleh banyak sejarawan dan cendekiawan
yang telah menyatakan bahwa asal-usul bangsa Turki Utsmani berasal dari suku
Mongol, secara umum, atau Tatar ditinjau secara khusus.
Berikut
bukti-bukti sejarah yang membuktikan lebih jelas bahwa asal-usul bangsa Turki
adalah benar-benar suku Mongol atau Tatar.
Dan
ini bukanlah tuduhan atau klaim. Meskipun ada yang beranggapan tidak ada
kaitannya asal-usul bangsa Turki dengan suku Mongol.
Belum pernah terjadi sepanjang sejarah di kota
al-Madinah al-Munawarah, baik dalam kondisi aman atau dalam kondisi perang,
seseorang bermaksud membongkar makam nabi Muhammad sholallahu ’alaihi
wassallam.
Tetapi ini benar terjadi oleh seorang penjahat
besar dari bangsa Turki Utsmani, Fakhri Basya.