Monday, July 18, 2016

Analis Militer As Ralph Peters: Jika Kudeta Turki Berhasil, Islam Kalah, Kita Menang


KALANGAN ANTI-ISLAM BEGITU INGIN ERDOGAN JATUH OLEH KUDETA MILITER.

LANDASAN KEBENCIAN MEREKA PADA ERDOGAN KARENA ISLAMISASI YANG DILAKUKAN ERDOGAN DI TURKI.

Tidak di sini, maupun di negara barat. Mereka egitu sangat menginginkan Erdogan bisa dilengserkan karena kebenciannya terhadap Islam.

Salah satunya adalah Ralph Peters. Letkol pensiunan Angkatan Darat Amerika Serikat, seorang ANALIS STRATEGIC paling dikenal di media AS karena penampilan (menjadi narsum rutin) di Fox News, saluran berita TV ternama dan paling luas di AS.

Ralph, yang pensiun dengan tugas terakhir di Kantor Wakil Kepala Staf Intelijen AS ini dengan jelas (seperti dikutip akun twitter Fox News) menyatakan: "Jika kudeta di Turki berhasil, kalangan Islamis akan kalah dan kita menang". (If the coup succeeds, Islamists lose and we win).

Ralph tanpa malu juga menyatakan para pengkudeta adalah pihak yang baik/pahlawannya (the good guys), sebaliknya Erdogan dan pendukungnya adalah the bad guys nya.

Berikut wawancara FOX NEWS dengan narsum RALPH PETERS saat awal-awal terjadinya kudeta militer di Turki, dimana belum jelas berita kudeta berhasil atau gagal. (video ada di bagian bawah)

Presenter Fox News: Sekarang kita bersama analis Ralph Peters. Ralph apa pendapat anda mengenai cerita ini (kudeta militer di Turki), saat kita mendapat semakin banyak informasi?

Ralph Peters: Kita memang tak bisa benar-benar tahu sampai besok pagi, saat semuanya lebih jelas. Kedua pihak mencoba untuk menspin, tapi gambaran besarnya sangat jelas. Kudeta ini adalah kesempatan terakhir Turki untuk menghindari menjadi sebuah rezim islamis yang otoriter, sebuah kediktatoran islam terbuka.

Dan jangan salah, orang-orang yang melakukan kudeta ini-lah orang baiknya (the good guys). Terdengar paradoks, tapi orang-orang inilah yang berpihak pada demokrasi konstitusional. Presiden Erdogan telah melucuti konstitusi yang sekuler, warisan sekuler dari Ataturk, serta mengisi pengadilan, mengisi badan legislatif, mengisi aparat keamanan dan militer dengan para islamis. Dia bukanlah teman (bagi) kita, dia bukanlah teman (bagi) Turki, dan bila kudeta ini gagal, anda akan melihatnya sebagai alasan dia untuk menghancurkan benteng-benteng terakhir sekulerisme. Ini bukanlah seperti di banana republics dimana militer mencoba merebut kekuasaan, mereka (militer) mencoba untuk menyelamatkan negara mereka. Dan presiden kita, oh presiden kita, dengan mengatakan bahwa kita harus mendukung pemerintahan yang dipilih secara demokratis dalam pemilu bebas, perlu diketahui bahwa pemerintahan Erdogan tidaklah terpilih secara bebas dan demokratis seperti yang kita ketahui, dia melarang partai politik oposisi, dia melarang politisi oposisi, dia merekayasa pemilu agar menguntungkan dirinya. Jadi sekali lagi, saya menganggap Obama keliru, dan kudeta ini, Tuhan berkati kudeta ini, orang-orang ini (pihak pengkudeta) mencoba menyelamatkan negara mereka, negara yang sangat saya kagumi, tapi untuk sekarang situasinya tidak terlihat bagus.

Presenter Fox News: Ralph, saya telah berbicara pada beberapa analis dan mereka menyebut Erdogan mengendalikan polisi, badan intelijen, dan ada pembersihan militer sekitar 3 tahun lalu, tapi sejak saat itu, tapi sejak saat itu banyak didalam tubuh militer yang tidak menyukainya, karena ia meninggalkan gaya memerintah rezim sekuler dan melompat kearah model islam dan menjadi buta terhadap para teroris yang melewati Turki menuju Suriah. Apakah ini (kudeta -red) adalah hasil (akibat) dari keputusannya yang terlalu jauh memasukkan islam kedalam gaya pemerintahan, serta ini adalah dorongan (serangan) balik yang mereka (militer) lakukan?

Ralph Peters: Tepat sekali. Dan ia tak hanya memperbolehkan para teroris untuk bergabung dengan ISIS dan Jabhat al-Nusra, tapi ia juga aktif mendukungnya, beberapa elemen radikal di Turki. Ia tak terlalu menyukai ISIS karena mereka bukan kelompok radikalnya, tapi ia terkait dengan Ikhwanul Muslimin. Dan inilah alasannya Obama salah mengira Ikhwanul Muslimin sebagai kekuatan moderat di timur tengah, dan karenanya menentang kudeta militer oleh Sisi di Mesir yang menjadi penyuplai pemerintahan Ikhwanul Muslimin. IM bukanlah moderat, mereka fundamentalis, mereka tidak seburuk ISIS tapi itu bukanlah berita baik. Ya, ini (kudeta) adalah reaksi atas Erdogan yang melucuti warisan sekulerisme Mustafa Kemal Ataturk, yang merupakan salah satu orang hebat dari abad ke-20 tapi bukan islamis. Ia (Ataturk) meruntuhkan khilafah, ia menutup madrasah, ia berusaha keras mengubah Turki menjadi negara modern, dan militer selalu menjadi penjaga konstitusi sekuler ini.

Presenter Fox News: Ralph, saya ingin menanyai anda tentang pernyataan presiden yang dirilis Gedung Putih yang berbunyi: "mendukung pemerintahan Erdogan yang terpilih secara demokratis". Apakah ini serupa dengan tahap awal reaksi Obama pada kudeta (Muris) yang terjadi di Mesir, saat ada 'perlawanan (uprising) disana?

Ralph Peters: Ya, sepertinya begitu. sekali lagi kita tak tahu siapa yang akan muncul sebagai pemenangnya besok pagi atau siang nanti, tapi tak seharusnya kita (menjadi) sangat terkejut, karena pihak-pihak yang mendalangi kudeta ini adalah phak-pihak yang berada di sisi kita, mereka melawan para fundamentalis islam, para ekstrimis, mereka mendukung demokrasi, mereka mendukung konstitusi yang sekuler. Ia (Erdogan) hanya mendukung/mendekat pada kita saat itu menguntungkan misi islamisasinya, jadi, oh Tuhan, ini sangat menyedihkan, karena Turki adalah negara yang hebat dan mengagumkan dengan sejarah yang luar biasa, dan kita menyaksikannya sedang dilucuti oleh seorang presiden fundamentalis islamis yang otoriter, dan presiden kita mendukungnya.
[video]


***
Kita tahu, Obama menolak kudeta atas Presiden Mursi di Mesir hanyalah lips service. Kepura-puraan. Nyatanya, tanpa restu dan beking AS, As-Sisi tidak akan bisa melakukan kudeta.

Begitu juga dengan sikap Obama yang "seolah" menentang kudeta di Turki.

Mereka semua sangat cemas dan ketakutan dengan kebangkitan (kembali) Islam di Turki. Dulu Turki (Ottoman) pernah menguasai dunia. Dan dipimpin Erdogan, Turki melesat dengan pencapaian ekonomi, teknologi militer dan dukungan penuh pada Umat Islam yang tertindas dibelahan bumi manapun.

Turki - pemimpin dan rakytanya - semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, sang penguasa sebenarnya. [beritaislam24h.com / ppc]