Monday, February 22, 2016

Saudi Akan Gelar Operasi Darat Di Suriah Melalui Perbatasan Jordan. Tumpas Habis Jet Tempur Rusia Di Langit Suriah, Saudi Kirim Rudal Canggih Ke Pejuang

militer SaudiHasil gambar untuk rudal canggih saudi untuk oposisi suriah

Financial Times: Saudi Akan Gelar Operasi Darat di Suriah Melalui Perbatasan Jordan

Eramuslim – Surat kenamaan Inggris “Financial Times” mengungkapkan bahwa Kerajaan Arab Saudi berencana menggunakan wilayah perbatasan Jordania di wilayah tenggara sebagai pintu masuk pasukan koalisi Muslim dalam menggelar operasi darat di Suriah.
Seperti dilansir Financial Times dari sejumlah sumber diplomatik yang dirahasiakan identitasnya mengatakan, “Langkah operasi darat koalisi Muslim dilakukan Arab Saudi untuk menghindari hilangnya peran negara-negara Islam Sunni dalam penyelesaian konflik secara damai di Suriah. Ini akibat dari kondisi yang tidak menentu di negara tersebut pasca kehadiran Rusia pada awal Oktober 2015.”
Sumber tersebut melanjutkan, “Tidak hanya untuk mempertahankan dominasi Sunni di Suriah, akan tetapi keberadaan Arab Saudi di Suriah juga mengenai harga diri mereka di depan pemerintahan Washington.”
Menurut sumber tersebut selain wilayah tenggara Suriah yang akan dijadikan pintu masuk awal peluncuran operasi darat koalisi Muslim internasional, Kerajaan Arab Saudi kini dilaporkan sedang mempelajari kemungkinan peluncuran operasi darat melalui wilayah utara.
Senada dengan sumber diplomatik Financial Times, pemimpin suku-suku di timur wilayah Suriah juga menyatakan bahwa Arab Saudi sudah pernah melakukan misi pengintaian di daerah tersebut di masa lalu, jika seandainya mereka akan menggelar operasi darat di Suriah. (Rassd/Ram)

Tumpas Habis Jet Tempur Rusia di Langit Suriah, Saudi Kirim Rudal Canggih ke Pejuang

(Kekuatan Akan Seimbang)
Arab Saudi memasok rudal udara ke pejuang Suriah yang bisa untuk menembak jatuh helikopter dan pesawat jet pembawa bom karpet. Tujuannya, untuk menciptakan keseimbangan kekuatan di Suriah.Rencana itu disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir. Menurutnya, kelompok pemberontak moderat harus disediakan rudal udara untuk membela diri terhadap serangan udara dari rezim Presiden Bashar Al-Assad dan sekutunya.

“Menyediakan kelompok pemberontak dengan roket akan memungkinkan oposisi moderat untuk dapat menetralisir helikopter dan pesawat yang menjatuhkan bahan kimia dan bom karpet terhadap mereka, seperti halnya rudal udara di Afghanistan yang mampu mengubah keseimbangan kekuatan yang ada,” kata Jubeir.

Jika rencana itu terealisasi, Jubeir memperingatkan untuk hati-hati agar jangan sampai jatuh ke tangan kelompok radijal seperti ISIS.”Hal ini harus dipelajari sangat hati-hati, karena Anda tidak ingin senjata tersebut jatuh ke tangan yang salah,” ujarnya, seperti dikutip IB Times, semalam (19/2/2016).

Sejak September lalu, Rusia telah mendukung rezim Suriah dengan serangan udara dari pesawat jet tempurnya. Dukungan Moskow itu mampu membuat pasukan darat Suriah merebut sejumlah wilayah.

Nic R. Jenzen-Jones, direktur spesialis teknis konsultasi intelijen Layanan Penelitian Persenjataan (ARES), mengatakan kepada IBTimes, bahwa senjata itu dapat berdampak signifikan pada konflik di Suriah.

”Dari segi teknis, jenis sistem pertahanan udara portable (Manpads) atau sistem rudal udara (SAM) Arab Saudi untuk pemberontak akan cenderug menjadi efektif secara terbatas terhadap beberapa operasi pesawat tempur Rusia modern di Suriah,” katanya.
Sumber: Sindonews.com

Prancis: Ada Resiko Turki dan Rusia Berperang karena Masalah Suriah

Sabtu, 20 Februari 2016 - 10:21 WIB
Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan Rusia menyerang target sipil di Suriah.
Presiden Prancis hari Jumat (19/2/2016) mengatakan ada resiko pecah perang antara Turki dangan Rusia terkait masalah Suriah, seraya menyatakan Moskow seharusnya berhenti mendukung rezim Bashar Al-Assad.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan bermaksud meminta digelar pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa guna membahas pernyataan pemerintah Turki soal kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Suriah.
“Ada resiko perang antara Turki dan Rusia,” kata Francois Hollanda kepada radio France Interseperti dikutip AFP. “Terdapat eskalasi,” imbuh Hollande.
“Perundingan harus dilanjutkan kembali, pemboman harus dihentikan, bantuan [kemanusiaan] harus didatangkan,” imbuh pemimpin Prancis itu.
Dalam wawancara itu Hollande juga mengeluarkan pernyataan yang ditujukan kepada Rusia. “Kalian tidak menyerang target yang tepat, dan kalian menyerang penduduk sipil, yang mana hal itu tidak dapat diterima.”
Turki, yang menginginkan Assad meletakkan jabatan, khawatir dengan pergerakan pasukan Kurdi Suriah, yang diklaimnya memiliki kaitan dengan pemberontak Kurdi di Turki. Pekan ini Pemerintah Ankara membantah kabar media yang mengatakan Turki telah mengerahkan pasukan daratnya bersiaga di perbatasan dengan Suriah.*

Hollande Sebut Intervensi Ankara di Suriah Bisa Picu Perang Turki-Rusia

Paris (SIB)- Presiden Prancis Francois Hollande mengkhawatirkan intervensi Turki dalam konflik berkepanjangan di Suriah. Dikatakan Hollande, hal itu menciptakan risiko perang antara Turki dan Rusia. "Turki terlibat di Suriah... Ada, ada risiko perang dengan Rusia," ujar Hollande kepada radio Prancis, France Inter seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/2). 

Francois Hollande juga mendesak pemerintah Rusia untuk berhenti mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.  "Rusia tak akan berhasil dengan mendukung sepihak Bashar al-Assad. Itu tak mungkin, kita semua melihatnya. Karena tak akan ada hasil di lapangan, tak akan ada negosiasi dan akan selalu ada perang," tutur Hollande. 

Atas permintaan pemerintahan Assad, Rusia mulai melancarkan serangan-serangan udara di Suriah pada 30 September 2015. Serangan udara tersebut menurut Rusia, menargetkan kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS di Suriah. "Karena itulah mengapa Dewan Keamanan menggelar pertemuan," imbuhnya. 

Dewan Keamanan PBB sedang menggelar pertemuan untuk membahas proposal Turki mengenai pengerahan pasukan darat ke Suriah. Pertemuan tersebut digelar atas permintaan Rusia, yang merupakan salah satu negara anggota tetap DK PBB. Dalam sidang itu, Rusia mengajukan draf resolusi yang meminta DK PBB mengecam meningkatnya aktivitas militer Turki di wilayah Suriah utara. Rusia juga meminta negara-negara untuk menahan diri dari retorika provokatif dan statemen-statemen panas, yang bisa memicu kekerasan lebih jauh dan intervensi pada urusan dalam negeri Suriah.  

Namun draf resolusi tersebut ditolak oleh perwakilan AS, Prancis dan Inggris. Pemerintah Turki belakangan ini gencar menyerukan adanya operasi darat di Suriah oleh para sekutu internasionalnya. Turki bersikeras bahwa operasi darat tersebut merupakan satu-satunya solusi untuk mengakhiri konflik Suriah yang telah berlangsung lima tahun.

Arab Saudi juga telah menyatakan siap untuk ikut mengerahkan tentaranya dalam operasi darat di Suriah, begitu koalisi yang dipimpin Amerika Serikat memutuskan untuk melakukannya. Saudi dan Turki selama ini mendukung para pemberontak Suriah yang memerangi rezim Presiden Bashar al-Assad.
Sedangkan Rusia yang merupakan sekutu penting Assad, menentang keras opsi operasi darat di Suriah. Rusia pun telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menekan Turki agar menghentikan serangannya terhadap pasukan Kurdi di wilayah Suriah utara. (AFP/dtc/l)
http://hariansib.co/view/Luar-Negeri/100435/Hollande-Sebut-Intervensi-Ankara-di-Suriah-Bisa-Picu-Perang-Turki-Rusia.html#.VspoVvl97rd

Strategi Turki-Erdogan Terjun Di Suriah. Babak Baru Penaklukan Assad, Serangan Turki Di Utara, Persiapan Militer Saudi Di Selatan


STRATEGI TURKI-ERDOGAN TERJUN DI SURIAH
by @Mradytio

1. Turki ditinggal sendiri oleh sekutu baratnya. Banyak yang melihat Turki sulit perang sendiri di Syria.

Fatwa Ulama Dan Habaib Hadhramaut : Syiah kekafiran diatas kekafiran !

image

Al HABIB SALIM BIN ABDULLAH AS SYATHIRI/ AL HABIB ZEIN BIN IBRAHIM BIN SUMAITH AL-MADANI/ AL-HABIB UMAR BIN HAMID AL-JAILANI AL-MAKKI/ AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ

Masih Ada Yang Bilang Syiah Tidak Sesat, Ngaji Dimana? Hindari Penyebutan Islam Sunni Dan Islam Syiah. Jangan Duduk-Duduk Dengan Syiah,Syiah Indonesia Menganggap Abu Bakar, Umar, Dan Utsman Bukan Pemimpin Yang Sah !

Hasil gambar untuk syiah sesat

Umar Shahab: Syiah Indonesia Menganggap Abu Bakar, Umar, dan Utsman Bukan Pemimpin yang Sah

Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengatakan bahwa banyak sekali di media sosial, khususnya Youtube yang memuat konten penghinaan kelompok Syiah kepada para Sahabat Rasulullah.
“Dan di Youtube banyak sekali. ketika kita tulis Syiah. Maka di sana banyak sekali yang menghina para sahabat,” kata Yunahar saat menjadi pembicara pada diskusi “Syiah, Sekterian, dan Geopolitik” yang diselenggarakan Ma’arif Institute di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta baru-baru ini.