Friday, August 14, 2015

Sirajuddin Zuraiqat, Sosok Tangguh Penentang Syiah di Lebanon

Dia dikenal sebagai sosok tangguh penentang Syiah. Suaranya lantang dalam mengajak segenap umat Islam –terkhusus di Lebanon—untuk memerangi Syiah. Beberapa operasi militer telah dia lakukan untuk menargetkan Syiah di Lebanon. Selaku Amir organisasi yang dipimpinnya, dia bertanggung jawab atas seluruh operasi tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukannya adalah serangan bom syahid ganda terhadap Kedutaan Besar Iran di Beirut pada 19 November 2014. Dia juga pernah memberi ultimatum kepada Syiah Hizbullah dan menyerunya untuk angkat kaki meninggalkan Suriah serta tidak ikut campur tangan dalam konflik di sana.

Masalah Mantan Rektor Paramadina Jadi Pemimpin Suatu Partai Da’wah

Coba dipikir, apakah mungkin Ustadz Daud Rasyid yang jelas anti liberal bisa diangkat jadi rektor Paramadina bahkan dipercaya oleh pendirinya yaitu Nurcholish Madjid?
Kalau rektor Paramadina itu (mantan rektor Paramadina yg dibicarakan ini) punya karya yg membantah keyakinan sangat rusak yang disebarkan Nurcholish Madjid, di antaranya bahwa Iblis kelak masuk surga dan surganya tertinggi karena tauhidnya murni, karena tidak mau bersujud kepada Adam; baru anda boleh bilang bahwa dia walau bekas rektor Paramadina namun jelas sangat menentang faham yg disebarkan Nurcholish Madjid.

Syiah Semakin Sesat, Yang Lain Makin Ketinggalan ( Saling Hujat Sesama Majusi )

web majusi syiah 

Jadi siapa yg "sah" sebagai wakil al Mahdi yg hrs ditaati? 
Jika marja’ & Ulama Syiah saling cakar & mengkafirkan! 
Sikap saling hujat dari Mua’ammim dan Marja’Syiah, terutama mereka menyerang marja’ yg tasyayyu’ siyasi seperti Ali Khamenei (Marja’ Teheran) dan Ayatollat al-Sistani (Marja’ Iraq).
Ada ulama syiah yg jelas-jelas tidak mencela sahabat seperti Syaikh Fazlullah Yazdi. Namun beliau pun menjadi bahan “serang” oleh ulama-ulama syiah lain.
Maka silakan lihat ulama-ulama syiah saling menghujat dan bahkan mengkafirkan.

Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, Antara Ust. Abu Yahya Badrusalam dan Dewan Fatwa Saudi

Nama Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, ulama asal Yordan tidak begitu asing bagi sebagian aktivis Islam di Indonesia. Terutama mereka yang terlibat dalam diskursus masalah takfir. Atau bagi para aktivis jihad yang menjadi rival adu pemikiran dengan BNPT (Badan Negara Penanggulangan Terorisme). Maklum, tokoh yang diusung sebagian aktivis Salafi di Indonesia itu pernah menjadi tamu undangan BNPT dalam rangka kampanye deradikalisasi.

Sejarawan Islam: Pergulatan Sunni-Syiah Telah Dimulai Sebelum Perang Salib ( Islam VS Syiah )


Akademisi dan Sejarawan Islam, Ustadz Alwi Ali Alatas menegaskan pergulatan konflik antara Sunni-Syiah di masa kini, banyak memiliki kemiripan dengan suasana sebelum masa Perang Salib.

Syeikh Wahbah al-Zuhaili dan Syi’ah

Kamis, 13 Agustus 2015 - 10:42 WIB
Dari sekian banyak guru itulah beliau menimba ilmu dan menempa diri sampai sebagai seorang ‘alim yang kaya karya.
Syeikh Wahbah mengkritik bahwa Iran telah “merayu” penduduk di sana untuk masuk ke dalam Syi’ah

Pertanyaan & Fakta Sejarah Yang Membuat Risau Para Ulama Syiah

Apa yang saya sampaikan berikut ini adalah sebagian pertanyaan dan fakta sejarah yang membuat risau para ulama Syiah dan membuat mereka bungkam karena tidak bisa membantahnya. Oleh karena itu jangan biarkan hanya para pengikut mereka saja yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Saya menggali informasi dari sumber-sumber dan kitab-kitab mereka sendiri.

Salah satunya saya berhasil mewawancarai salah seorang Pemuka Agama Syiah yang merasakan kegalauan dan keresahan dalam hatinya.

Biadabnya Amerika, Setelah Serang Irak, Adu Domba Warganya, Sekarang Mau Pecah Negaranya Dan Jadikan Syiah Iran Polisi Timur Tengah !

Amerika Mulai Usulkan Pemecahan Irak
Baghdad. Kepala staf angkatan bersenjata Amerika yang akan segera pensiun, Jenderal Raymond Odierno, Rabu (12/8/2015) kemarin, mengatakan bahwa terwujudnya rekonsiliasi antara kelompok Syiah dan Sunni di Irak hingga kini bertambah sulit. Sangat mungkin, solusi satu-satunya adalah dengan memecah Irak.

Definisi Aswaja Menurut Rumusan Muktamar NU

Kian menjamurnya sejumlah kelompok berseberangan yang mengaku mengaku paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) mendorong Nahdlatul Ulama merumuskan dan menegaskan ulang sejumlah kriteria khas Aswaja yang dipegang NU pada Muktamar Ke-33 NU 1-5 Agustus 2015 lalu.
Menurut KH Afifuddin Muhajir, Ketua Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudliuiyah yang membahas persoalan ini, rumusan tersebut penting diangkat agar masyarakat mengerti kriteria Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang mengedepankan ketersambungan ajaran kepada Rasulullah dan sikap moderat.