Saturday, June 13, 2015

Kisah Fiktif Taubatnya Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di


Bantahan Syubhat ‘Alawi al-Maliki Dan ‘Abdurrahman bin Sa’di

Saat sampai kepadaku syubhat berupa kisah dialog antara as-Sayyid Alawi al-Maliki dan Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’di, mudah-mudahan Allah merahmati keduanya- saya tidak berminat menjawabnya pada waktu ini, mengingat kesibukanku dalam mendakwahi Nasrani dan Syi’ah. Di samping itu saya tidak ingin mengusik kedamaian antara kami dan saudara kami -meskipun kami berselisih dengan mereka, namun mereka akan tetap menjadi saudara kami, karena kami bersepakat dengan mereka dalam ushul (pokok) agama ini dan banyak sekali dalam furu’ (cabang)nya-. Akan tetapi saya terpaksa menjawab syubhat ini tanpa menundanya, karena melihat pentingannya, bahayanya, dan penyebarannya. Juga karena syubhat tersebut sampai kepada saya dari orang yang tidak mungkin saya menolak permintaannya, yaitu Akhi al-Ustadz Agus Hasan Bashori hafizhahullah. Berikut ini adalah teks darisyubhat tersebut:

Mengapa kami tidak mengamalkan Doa kumail?

1. Siapa Kumail ini?
Kumail bin ziyad al-Kufi, dia tsiqah kecuali jika meriwayatkan dari Ali bin Abi Thabil maka harus dijauhi haditsnya.

Indonesia Diambang Ideologi Syiah; Iran akan Bangun Rumah di Tanah Air

Misi syiahisasi Indonesia benar-benar sangat getol dilakoni oleh misionaris Syiah di Tanah Air. Setelah April lalu diberitakan bahwa Syiah Iran akan menjalin kerjasama dengan Indonesia terkait pemberantasan radikalisme, kini negara yang terkenal dengan ideologi syiahnya itu berminat terlibat dalam pembangunan infrastruktur, seperti satu juta rumah murah, irigasi, dan jalan, di Indonesia.

Kota Mosul Lebih Makmur di Bawah Daulah Islamiyah ( Benarkah ? )

Mosul adalah suatu daerah di Irak yang telah dibebaskan oleh tentara mujahidin Daulah Islamiyah. Kota ini direbut dengan gagah berani dari tangan-tangan penguasa kejam yang berlumuran darah kaum muslim, pemerintah Syiah Rofidloh boneka barat, yang didukung Yahudi, koalisi salib Amerika, Eropa dan sekutu Arabnya yang dungu.

Menunggu “Kejutan” Dari Yaman

Kamis, 11 Juni 2015 - 15:00 WIB
Persetujuan pihak-pihak bertikai di Yaman untuk bertemu di Jenewa pekan depan tidak serta merta mengurangi tensi perang di negeri itu
Hari-hari mendatang masih menyimpan banyak kejutan, meskipun yang ditunggu-tunggu rakyat dan masyarakat internasional adalah kejutan positif