Thursday, May 21, 2015

Saudi Kucurkan Ratusan Trilyun Bantu Negara-Negara Islam

Arab Saudi dilaporkan telah memberikan bantuan keuangan senilai 22,7 milyar dolar kepada negara-negara Arab dalam kurun 40 bulan terakhir, seperti yang dilaporkan Arabnews, Selasa (19/5/2015)
Mesir tercatat sebagai penerima porsi terbanyak sebesar 87 trilyun rupiah. Bantuan langsung ini setara dengan 2,3% pendapatan domestik bruto (PDB) negara yang dipimpin Al Sisi.
Di urutan selanjutnya adalah Yaman. Negara yang kini tengah dilanda konflik akibat pemberontakan kelompok Syi’ah Hutsi ini menerima bantuan langsung senilai 3,8 milyar dolar. Uang yang diterima secara cuma-cuma tersebut mewakili 8,4% kekuatan ekonomi Yaman.
Peringkat selanjutnya adalah Yordania. Kerajaan yang dipimpin Raja Abdullah memperoleh 41 tirlyun rupiah bantuan tunai dari Arab Saudi. Hampir serupa dengan Yaman, nilai tersebut merepresentasikan 8,1% PDB negara yang ikut serta dalam operasi militer bertajuk “Decisive Storm”.
Bahrain menempati urutan keempat. Dimana 3,1 persen uang yang diputar di negara tetangga Arab Saudi ini berasal dari bantuan yang dikucurkan pemerintahan Raja Salman.  Bila dirupiahkan, nilainya mencapai 38 trilyun.
Berikutnya adalah Oman. Negara yang tidak berpartisipasi dalam operasi militer yang dipimpin Arab Saudi ini menerima bantuan langsung sebesar 2,5 milyar dolar. Setara dengan 3,1% PDB.
Selanjutnya adalah Palestina. Meski berada di urutan keenam, namun dana yang diberikan Arab Saudi kepada penduduk Gaza dan West Bank meliputi sepertujuh kekuatan ekonomi negeri yang dijajah Israel ini. Dalam hitungan rupiah, bernilai lebih dari 21 trilyun.
Selain keenam negara tersebut, Maroko, Sudan dan Djibouti juga memperoleh bantuan langsung dari Arab Saudi. Maroko menerima SR 6,1 milyar, Sudan 537 milyar dolar dan Djibouti 981 milyar rupiah.
Kucuran dana ini merupakan bukti komitmen Arab Saudi terhadap negara-negara Islam. Bagai Kekhalifahan Ustmani di masa silam, hadir dan siap membantu umat Islam di berbagai penjuru dunia


Petinggi Paramadina [Madrasah Orientalis Atau Yahudi Gaya Baru] : Allah kan Bukan Orang Arab !

Penambah wawasan :
zindiq Paramadina [Madrasah Orientalis Atau Yahudi Gaya Baru]
Oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Tokoh Yayasan Paramadina, Ade Armando, kembali membuat sensasi. Pengajar di Universitas Indonesia ini ikut mengomentari isu ‘pembacaan tilawah Al Quran berlanggam Jawa’ yang menjadi polemik.
Ade Armando menyatakan bahwa Allah sangat senang jika ayat-ayat Al Quran dibaca dengan gaya non Arab. “Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatNya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues …,” tulis Ade di akun Facebook ‘Ade Armando’
Pernyataan kontroversial loyalis Joko Widodo ini menanggapi pro kontra terkait niatan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin yang akan menggelar festival baca Al Quran langgam Nusantara.
Sebelumnya, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa gagasan pembacaan Al Quran dengan langgam Jawa pada pada peringatan Isra Miraj di Istana Negara (15/05) berasal dari dirinya. Saat itu, Muhammad Yasser Arafat melantunkan Surah An-Najm 1-15 dengan cengkok atau langgam Jawa.
Acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo, sejumlah pejabat dan duta besar negara Islam itu menuai kontroversi. Lukman Hakim Saifudin menyatkaan bahwa tilawah Al Quran ala Indonesia itu, merupakan bentuk pengembangan budaya untuk mencintai Al Quran lewat seni.

Kongres Umat Islam tak Undang Syiah, Tokoh Paramadina: Beginilah Kalau Kaum Dodol Merasa Berkuasa

Tokoh Yayasan Paramadina, Ade Armando, kembali bersuara lantang membela kelompok Syiah di Indonesia. Ade mempertanyakan Kongres Umat Islam yang tidak mengundang Syiah.
“Kongres Umat Islam sengaja tak mengundang wakil Syiah dengan alasan: ‘Syiah sesat!’ Beginilah kalau kaum dodol merasa berkuasa!” tulis Ade di akun Twitter @adearmando1.
Tak hanya itu, Ade meminta agar Kongres Umat Islam menyatakan bahwa tindakan mengancam gereja, mengancam Ahmadiyah dan Syiah sebagai sesat dan terlarang. “Mudah2an Kongres Umat Islam akan menyatakan tindakan mengancam gereja, menyerang Ahmadiyah dan Syiah sbg sesat dan terlarang!” tegas @adearmando1.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Irfan S. Awwas, menolak berdiri saat peserta Kongres Umat Islam VI di Yogyakarta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kontroversi, Kicauan Ade Armando Hina Islam?
Ade Armando, Dosen Fisip Universitas Indonesia dan Universitas Paramadina, secara terbuka menyebut Front Pembela Islam (FPI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Jonru (seorang aktivis PKS) memiliki persamaan pada agama yang dianutnya.
Pertanyaan: “Apa kesamaan FPI, Jonru dan PKS?” Jawab: ‘Islam!,” itulah kicauan Ade Armando yang akun Twitternya bernama @adearmando1.
Secara spontan, kicauan tersebut mengundang kontroversi dan menjadi pembicaraan di dunia maya. Lu islam apa ga sih bro? Hati2 klo lu ngomong, demikian balasan dari Ahmad Ibsyi, pemilik akun @billy_surfing kepada Ade Armando. Akun @trisetyarso juga mengkritik “Kesalahan @adearmando1 yang konon dosen sosiologi di UI adalah: main generalisasi. Ini fatal sekali”
Apa jiwamu sehat Kang? RT @adearmando1: Pertanyaan: “Apa kesamaan FPI, Jonru dan PKS?” Jawab: ‘Islam!’,” tanya pemilik akun @suryadelalu
Akun ‏@ifaruqi juga mempertanyakan kapasitas Ade sebagai dosen di beberapa universitas. “Dosen macam ade armando memang butuh ikutan kelas logika lagi biar hidupnya bahagia,” katanya

Duh, Tokoh Paramadina Kuatirkan Sekolah Islam Terpadu

Tokoh Yayasan Paramadina, Ade Armando, kembali melontarkan pernyataan sinis terhadap umat Islam. Kali ini dosen komunikasi Universitas Indonesia ini menyoal keberadaan sekolah Islam terpadu.
“Sejak lama saya kuatir dengan Sekolah Islam Terpadu. Tulisan ini mengkonfirmasi kerisauan saya,” tulis Ade Armando melalui akun Twitter @adearmando1. Tulisan yang dimaksud Ade adalah tulisan bertajuk “PKS Memanfaatkan Sekolah Islam Terpadu mengajari anak Anti Jokowi” yang dirilis sebuah situs online.
Dalam tulisan itu, sang penulis, Doni Swadarma menyebut “sisi negatif” sekolah Islam terpadu. Yakni, sekolah Islam terpadu melakukan politisasi pendidikan, dan menjadi kendaraan politik partai tertentu.
“Masyarakat sudah tahu guru-guru dan pengurus Yayasan Sekolah tersebut adalah dibekingi politisi PKS.Bahkan ada lirik lagu yang seharusnya jangan lupa pilih Jokowi yang dilencengkan menjadi jangan salah pilih Jokowi,” tulis Doni.
Penulis Kompasiana itu juga mengungkapkan bahwa sekolah Islam terpadu tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan. Di mana, setiap siswa dipungut bayaran mahal, antara Rp 10-25 juta, sementara guru dan karyawan hanya digaji antara satu sampai dua juta rupiah.

Tokoh Paramadina: Alhamdullilah! Kemenag Anggap Ahmadiyah tak Nodai Islam

Pengamat komunikasi yang juga pengurus Yayasan Paramadina, Ade Armando, menyatakan suka cita terkait pernyataan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), M. Machasin yang menyatakan bahwa Ahmadiyah tidak menodai Islam.
“Alhamdulillah! Kementerian Agama menganggap Ahmadiyah tidak menodai Islam,” ungkap Ade Armando melalui akun Twitter @adearmando1.
Sebelumnya, Dirjen Bimas Islam, Machasin mengatakan Ahmadiyah tidak menodai Islam. Machasin mengatakan, dalam UU 1/1965 tentang Penodaan Agama, tidak jelas antara kelompok sempalan dan orang yang menodai agama. Seperti misalnya, Ahmadiyah menyebut adanya nabi setelah Nabi Muhammad, sehingga Ahmadiyah dianggap menodai ajaran Islam.
Machasin menganggap umat Ahmadiyah bukan bermaksud menodai Islam, tapi memang begitulah mereka meyakininya. “Dan memakai keyakinan itu untuk mereka sendiri,” tegas Machasin (23/11).
Menurut Machasin, seperti halnya agama Islam yang meyakini Yesus seorang nabi bukan Tuhan. Sementara Kristen mengatakan Yesus adalah tuhan. Hal tersebut tidak masuk kategori penodaan oleh Islam karena hanya disampaikan untuk kalangan umat Islam sendiri. “Kalaupun Kristen meyakini Yesus sebagai Tuhan, silakan saja karena itu keyakinan mereka,” tegas Machasin.
  

Syiah Antek-Antek Kafir

Syiah Antek-Antek Kafir

تَرَىٰ كَثِيرًۭا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِى ٱلْعَذَابِ هُمْ خَٰلِدُونَ
Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan

وَلَوْ كَانُوا۟ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِىِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا ٱتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَآءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ
Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۖ
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik

[QS. Al-Maidah : 80-82]

               
Pendeta Syiah Yassir al-Habib
Menit 06:10


Aku ingat sejumlah orang mengirimkan aku surat, seperti orang Yordania.

Orang Palestina biasanya mengirim surat kepadaku melalui email selama bertahun-tahun.

Dan beberapa surat digunakan untuk menghubungiku dengan mengatakan bahwa situasi keuangan mereka sedang sulit dan mereka berpikir untuk pindah dan meminta kepadaku bagaimana aku berhasil mencapai Inggris.

Tapi sekarang kita punya solusi untuk masalah ini, Alhamdulillah.

Yang harus Engkau lakukan adalah mencaci maki ‘Aisyah dan mereka akan menjemputmu dan membawamu ke Inggris serta menawarkan suaka kemanusiaan dan membayar Engkau 750 poundsterling setiap minggunya dan apartemen di depan Hipark. Ini adalah kesempatan yang sangat baik.


[https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=cXyBVZfBsY0]

               
Pendeta Syiah Yassir al-Zindiq wal Kafir Laknatullah ‘alaih berkata,
Dalam peringatan binasanya musuh Allah dan musuh ahlul bait, penghulu para wanita ahli neraka yang dihinakan dari atas langit tujuh Aisyah al-Humaira binti Abi Bakar semoga Allah melaknat keduanya, sulit bagi saya dan sulit bagi setiap orang untuk menghitung kejahatan wanita busuk ini.

Saya ingin menetapkan bahwa Aisyah binti Abi Bakar hari ini di neraka bahkan di relung neraka jahannam, bahwa Aisyah hari ini, sekarang ini, bahkan saat sekarang ini berada di jahannam.

Kamu tahu bahwa Aisyah, atheis, zhalim dan kafir (Tanya Syiah tidak sanggup melanjutkan untuk mengetik kalimat selanjutnya… Syiah Rafidhah Yassir al-Zindiq wal Kafir Laknatullah ‘alaih)
[http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=KKkO-JiQV0Q] 

Koplaknya Syi'ah

Ahlul Bait Juluki Syiah Ahmaq Dungu

Ahlul Bait Juluki Syiah Ahmaq Dungu


فقال أبو جعفر عليه السلام: لو كان الناس كلهم لنا شيعة لكان ثلاثة أرباعهم لنا شكاكا والربع الآخر أحمق
بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ٤٦ - الصفحة ٢٥١
Abu Ja’far ‘alaihi Salam berkata, “Seandainya seluruh manusia adalah Syiah, maka niscaya 3/4 (tiga perempat/75%)-nya adalah meragukan kami (Ahlul Bayt) dan 1/4 (seperempat/25%) lainnya adalah Ahmaq/Dungu.
[Bihar al-Anwar 46/251, al-Majlisi Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1477_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-٤٦/الصفحة_0?pageno=251#top]

Salam Keplak Syiah Koplak Otak Somplak


Salam Keplak Syiah Koplak Otak Somplak


               
Syiah Koplak Otak Somplak
Menit 00:25 – 00:55
Ritual ibadah Syiah Koplak Keplak-Keplak Kepala hingga Otak Somplak.
[https://www.youtube.com/watch?v=cKmvY5qxG4k]

Pendeta Syiah Mengaku Anjing

Sebuah debat antara Sunni dan Syiah menghadirkan Syeikh Dr. Utsman Al-Khamis yang mewakili Ahlussunnah dan Dr. Muhammad At-Tijani mewakili Syiah dalam sebuah stasiun televisi dan ditayangkan secara live.
Pada menit 0:46 s/d 0:58, Dr. Muhammad At-Tijani mengucapkan perkataan berikut, 
 “Saya berpegang teguh dengan la ilaaha illallah dan cintaku kepada Ahmad (mungkin yang dimaksud adalah Nabi Muhammad saw) dan Ali. ......(perkataannya tidak jelas)......Saya mencintai Ahlul Bait Nabi, maka saya adalah Anjing Ahlul Bait!”
Mungkin hanya babi yang merupakan hewan yang lebih hina dari anjing. Padahal martabat manusia telah ditinggikan dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Allah berfirman (yang artinya), 
"Sungguh Kami telah muliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan laut, juga Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik." (QS. Al-Isra': 70)
Allah berfirman (yang artinya),
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yg sebaik-baiknya." (QS. At-Tiin: 4)
Namun sungguh cinta Dr. Muh. At-Tijani kepada Ahlul Bait Nabi yang berlebihan sampai pada taraf ghuluwmembuatnya rela dan tidak malu-malu memproklamirkan diri sebagai anjing. Wallahul Musta'an. 

Syiah adalah Anjing


                                      
Pendeta Syiah at-Tijani
Menit 00:28
Saya (Syiah Rafidhah) adalah anjingnya Ahlul Bait ‘alaihim Sallam.

[http://www.youtube.com/watch?v=NRseLce-teQ]



Buka Puasa Syiah al Yahudi Makan Tanah Kuburan


Buka Puasa Syiah al Yahudi Makan Tanah Kuburan


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيامِ الرَّفَثُ إِلى نِسائِكُمْ هُنَّ لِباسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِباسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتابَ عَلَيْكُمْ وَعَفا عَنْكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عاكِفُونَ فِي الْمَساجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوها كَذلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آياتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Dihalalkan bagimu pada malam hari (di bulan) puasa untuk bercampur dengan isteri-isterimu. Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampunimu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang, campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, (tetapi) janganlah kamu mencampuri mereka sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa. [QS. Al-Baqarah : 178]


ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيامَ إِلَى اللَّيْلِ يَقْتَضِي الْإِفْطَارَ عِنْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ حُكْمًا شَرْعِيًّا، كَمَا جَاءَ في الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.” Berbuka puasa pada saat matahari terbenam merupakan tuntunan hukum syar’i, sebagaimana tercantum di dalam kitab Shahihain dari Amirul Mukminin ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam pernah bersabda :

«إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَاهُنَا، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَاهُنَا فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ»
Jika malam telah tiba dari sini dan siang pun telah berakhir dari sini, maka orang yangberpuasa hendaklah berbuka. [Bukhari no.1818 & Muslim no.1842]

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dan dari Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

«لَا يَزَالُ النَّاسُ بخير ما عجلوا الفطر»
Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.[Bukhari no.1821 & Muslim no.1838]

[Tafsir Ibnu Katsir 1/381-382, al-Hafizh Ibnu Katsir]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ وَأَدْبَرَ النَّهَارُ وَغَابَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Jika malam telah tiba dan siang pun telah berakhir, dan matahari telah terbenam, maka orang yang berpuasa hendaklahberbuka. [Muslim no.1841]

2110 - " كان لا يصلي المغرب وهو صائم حتى يفطر، ولو على شربة من ماء ".
(Nabi) tidak melaksanakan shalat Maghrib pada saat berpuasa hingga berbuka terlebihdahulu, walaupun hanya dengan meminum air.
[Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.2110, Syaikh al-Albani]

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ الدِّينُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لِأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُونَ
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Agama ini senantiasa nampakselama manusia menyegerakan berbuka, karena Yahudi dan Nashrani mengakhirkan(berbuka).”
[Abu Daud no.2006, Hasan : Shahih Abu Daud no.2353, Syaikh al-Albani]

زَادَ أَبُو هُرَيْرَةَ فِي حَدِيثِهِ لِأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُونَ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وبن خُزَيْمَةَ وَغَيْرُهُمَا
Abu Hurairah menambahkan di dalam haditsnya [لِأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُونَ] “Karena Yahudidan Nashrani mengakhirkan (berbuka).” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah serta lainnya.

وَتَأْخِيرُ أَهْلِ الْكِتَابِ لَهُ أَمَدٌ وَهُوَ ظُهُور النَّجْم وَقد روى بن حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ مِنْ حَدِيثِ سَهْلٍ أَيْضًا بِلَفْظِ لَا تَزَالُ أُمَّتِي عَلَى سُنَّتِي مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُّجُومَ وَفِيهِ بَيَانُ الْعِلَّةِ فِي ذَلِكَ
Perbuatan Ahlul Kitab dalam mengakhirkan tersebut berlangsung hingga beberapa waktu, yaitu hingga munculnya bintang-bintang. Ibnu Hibban dan al-Hakim meriwayatkan dari hadits Sahl juga, dengan lafazh [لَا تَزَالُ أُمَّتِي عَلَى سُنَّتِي مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُّجُومَ] “Umatku senantiasa berada di atas sunnahku selama mereka tidak menunggu munculnya bintang-bintanguntuk berbuka puasa.” Pada hadits ini terdapat penjelasan tentang alasan tersebut.

قَالَ الْمُهَلَّبُ وَالْحِكْمَةُ فِي ذَلِكَ أَنْ لَا يُزَادَ فِي النَّهَارِ مِنَ اللَّيْلِ وَلِأَنَّهُ أَرْفَقُ بِالصَّائِمِ وَأَقْوَى لَهُ عَلَى الْعِبَادَةِ وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّ مَحَلَّ ذَلِكَ إِذَا تَحَقَّقَ غُرُوبُ الشَّمْسِ بِالرُّؤْيَةِ أَوْ بِإِخْبَارِ عَدْلَيْنِ وَكَذَا عدل وَاحِد فِي الارجح
Al-Muhallab berkata, “Dan hikmah pada masalah ini adalah agar waktu siang tidak ditambah (dengan mengambil) dari waktu malam, selain karena hal tersebut lebih mengasihi terhadap orang yang sedang berpuasa dan lebih menguatkannya untuk beribadah.” Para ulama telah bersepakat bahwa waktu berbuka tersebut adalah ketika matahari benar-benar terbenam, baik melalui penglihatan mata ataupun berita yang disampaikan oleh dua orang yang adil. Demikian pula halnya dengan berita yang disampaikan oleh seorang yang adil, berdasarkan pendapat yang rajih.

قَالَ بن دَقِيقِ الْعِيدِ فِي هَذَا الْحَدِيثِ رَدٌّ عَلَى الشِّيعَةِ فِي تَأْخِيرِهِمُ الْفِطْرَ إِلَى ظُهُورِ النُّجُومِ وَلَعَلَّ هَذَا هُوَ السَّبَبُ فِي وُجُودِ الْخَيْرِ بِتَعْجِيلِ الْفِطْرِ لِأَنَّ الَّذِي يُؤَخِّرُهُ يَدْخُلُ فِي فِعْلِ خِلَافِ السُّنَّةِ اه وَمَا تَقَدَّمَ مِنَ الزِّيَادَةِ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ أَوْلَى بِأَنْ يَكُونَ سَبَبَ هَذَا الْحَدِيثِ فَإِنَّ الشِّيعَةَ لَمْ يَكُونُوا مَوْجُودِينَ عِنْدَ تَحْدِيثِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Ibnu Daqiq al-‘Ied berkata, “Dalam hadits ini terdapat bantahan terhadap Syiah yangmengakhirkan berbuka puasa hingga bintang-bintang terlihat. Dan mungkin ini merupakan penyebab adanya kebaikan di balik menyegerakan berbuka puasa. Karena mereka yang mengakhirkannya berarti telah melakukan perbuatan yang menyelisihi sunnah.” Namun, lafazh tambahan yang terdapat pada riwayat Abu Dawud di atas kiranya lebih tepat untuk dijadikan alasan bagi hadits ini, karena Syiah sendiri belum ada ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyampaikan hadits tersebut.

[Fathul Baari 4/199, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ عَجِّلُوا الْفِطْرَ فَإِنَّ الْيَهُودَ يُؤَخِّرُونَ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Manusia senantiasa dalam kebaikanselama mereka menyegerakan berbuka. Maka segerakanlah berbuka, karena orang-orangYahudi mengakhirkan (berbuka).”
[Ibnu Majah no.1688, Hasan Shahih : Shahih Ibnu Majah no.1387, Syaikh al-Albani]

Namun ada sebuah agama yang mengakhirkan berbuka puasa hingga bintang-bintang terlihat pada waktu malam hari, ia adalah agama Syiah Rafidhah al-Yahudi.

سألت أبا جعفر عليه السلام عن وقت إفطار الصائم, قال: حين يبدو ثلاثة أنجم الحديث. أقول: هذا محمول على من خفي عليه المشرق فلم يعلم ذهاب الحمرة إلا بظهور النجوم كما مر في مواقيت الصلوات, أو على استحباب تقديم الصلوات على الافطار, وحينئذ يبدو ثلاثة أنجم ذكره بعض المتأخرين
وسائل الشيعة (الإسلامية) - الحر العاملي - ج ٧ - الصفحة ٨٩
Aku bertanya kepada Abu Ja’far ‘alaihi Salam mengenai waktu berbuka bagi orang yangberpuasa, beliau menjawab: “Ketika telah terbit 3 (tiga) bintang.” Al-Hadits.
Aku (al-Hurr al-‘Amiliy) berkata : “Hal ini dipahami bahwa orang yang tidak mengetahui arah timur sehingga tidak mengetahui hilangnya warna merah (di langit) kecuali dengan munculnya bintang-bintang sebagaimana penjelasan mengenai waktu-waktu shalat, atau dianjurkan untuk mendahulukan shalat (Maghrib) atas berbuka (puasa) hingga setelahterbit 3 (tiga) bintang. Demikianlah yang dijelaskan oleh sebagian Muta’akhirin (Pendeta Syiah Rafidhah al-Yahudi)
[Wasail asy-Syiah 7/89, al-Hurr al-‘Amiliy Pendeta Syiah Rafidhah al-Yahudi]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1223_وسائل-الشيعة-الإسلامية-الحر-العاملي-ج-٧/الصفحة_89]

إني أفطرت اليوم على تمر وطين القبر, فقال عليه السلام: جمعت السنة والبركة
بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ٧٥ - الصفحة ٣٤٢
Sesungguhnya aku berbuka (puasa) pada suatu hari dengan kurma dan tanah kuburan. Berkata ‘alaihi Salam: “Engkau telah menggabungkan sunnah dan berkah.”
[Bihar al-Anwar 75/342, al-Majlisi Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1506_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-٧٥/الصفحة_344]


Makan Eek Imam Syiah Masuk Surga

Makan Eek Imam Syiah Masuk Surga

فليس في بول المعصومين ودمائهم وأبوالهم وغائطهم استخباث و قذارة يوجب الاجتناب في الصلاة ونحوها كما هو معنى النجاسة ، ولا نتن في بولهم وغائطهم بـل هـــمــا كالمــسك الأذفـــــــر ، بــــــــــل مــــن شـــــرب بولهم وغائطهم ودمهم يـــــحـرم الله عليه الـــنــار واســتــوجــب دخول الجنّة 
“Tidak ada pada air kencing para Imam ma'shum, darah, dan juga eek mereka suatu kebusukan ataupun kekotoran....Air kencing dan eek mereka tidak bau, malah baunya bagaikan bau misik yang semerbak.

Bahkan barangsiapa yang meminum air kencing para imam, memakan eek mereka, juga darah mereka, maka Allah mengharamkan Neraka baginya dan wajib baginya masuk Surga.”

[Al-Anwar Al-Wilayah oleh Al-'Allamah Al-Hujjah Al Akhunid Mulla Zaenal Abidin Al Kalbayakani halaman 440]
[jaser-leonheart.blogspot.com/2012/05/apa-makanan-kaum-syiah.html]


Perawi Khamenei Rahbar Syiah Keledai

Perawi Khamenei Rahbar Syiah Keledai

وروي أن أمير المؤمنين عليه السلام قال: إن ذلك الحمار كلم رسول الله صلى الله عليه وآله فقال: بأبي أنت وأمي إن أبي حدثني, عن أبيه, عن جده, عن أبيه أنه كان مع نوح في السفينة فقام إليه نوح فمسح على كفله ثم قال: يخرج من صلب هذا الحمار حمار يركبه سيد النبيين وخاتمهم, فالحمد لله الذي جعلني ذلك الحمار.
الكافي - الشيخ الكليني - ج ١ - الصفحة ٢٣٧
Dan diriwayatkan bahwasanya Amirul Mukminin ‘alaihi Salam berkata : Sesungguhnya keledai itu berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi : Demi ayahku dan ibuku sebagai tebusanmu, sesungguhnya ayahku telah menceritakan kepadaku dari ayahnya dari kakeknya dari ayahnya. Bahwasanya ia pernah bersama Nuh di dalam perahu, lalu berdirilah Nuh dan mengusap pantatnya kemudian bersabda : “Akan keluar dari sulbi keledai ini seekor keledai yang akan dikendarai oleh pemimpin dan penutup para Nabi.” Segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku keledai tersebut.
[Al-Kafiy 1/237, al-Kulayniy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1122_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-١/الصفحة_0?pageno=237#top]

الاسم: طالب علم
السؤال: هل تجوز الرواية عن الحمير؟ كما ورد في في بعض الكتب والمراجع ما روي عن أمير المؤمنين: إن غُفيراً -حمار رسول الله صلى الله عليه وآله- قال له: بأبي أنت وأمي -يا رسول الله- إن أبي حدثني عن أبيه عن جده عن أبيه: (أنه كان مع نوح في السفينة, فقام إليه نوح فمسح على كفله ثم قال: يخرج من صلب هذا الحمار حمار يركبه سيد النبيين وخاتمهم, فالحمد لله الذي جعلني ذلك الحمار)
(أصول الكافي ۱/۲۳۷)
المرجع: سماحة السيد القائد الخامنئي
الأجابة: الغرابة الموجودة في هذه الرواية تنتفي عندما تراجع النصوص القرآنية من كون الحيوانات تتكلم وتتصرف كما في قصة الهدهد والنمل و....
وعلى كل حال لا يوجد في الروايات ما يتنافى مع العقل أو الشرع أو ما يتنافى مع احترام الرسول (صلى الله عليه وآله وسلم) فلماذا ترفضها
Nama : Penuntut ilmu
Pertanyaan : Apakah diperbolehkan meriwayatkan dari keledai? Sebagaimana perkataan yang terdapat di sebagian kitab dan Maraji’ mengenai apa yang diriwayatkan dari Amirul Mukminin : Sesungguhnya Ghufiran yang merupakan keledai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi, berkata : Demi ayahku dan ibuku sebagai tebusanmu wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah menceritakan kepadaku dari ayahnya dari kakeknya dari ayahnya : (Sesungguhnya ia pernah bersama Nuh di dalam perahu, lalu berdirilah Nuh dan mengusap pantatnya, kemudian bersabda : “Akan keluar dari sulbi keledai ini seekor keledai yang akan dikendarai oleh pemimpin para Nabi dan penutupnya.” Segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku keledai tersebut)
(Ushul al-Kafiy 1/237)
Al-Marji’ : Samahatus Sayyid al-Qaid al-Khaminiy [Khamenei Rahbar Iran Syiah Rafidhah]
Jawaban : Keanehan yang nampak dalam riwayat ini tidak bertentangan dengan nash-nash al-Qur’an yang dalam kenyataannya hewan-hewan dapat berbicara dan bertindak sebagaimana yang terdapat di dalam kisah hud-hud dan semut....
Dan dalam setiap hal, tidak ada riwayat yang bertentangan dengan akal dan syari’at atau yang bertentangan dengan kehormatan Rasul (Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa Sallam), lalu kenapa harus menolaknya.
[arabic.irib.ir/index.php?option=com_estefta&task=show&id=434&Itemid=49]



                       

                                     
                                                                [http://www.youtube.com/watch?v=IlS_NTewfzQ]