Tuesday, October 13, 2015

Ketika Rasulullah Saw Dikepung Musuh

Senin, Oktober 12, 2015  LPPI Makassar   
Aksi militer Rusia ke Suriah, serta blok yang bersamanya dari Iran hingga vietnam mengingatkan kita akan peristiwa Perang Khandaq (parit) atau al-Qur'an menyebutnya sebagai perang ahzab (berbagai golongan).

Di saat cahaya Islam itu baru bersinar di Madinah, semua musuh bersatu ingin memadamkannya. Berawal dari makar Yahudi Bani Nadhir di madinah merayu Quraisy agar memulai misi penghapusan Islam sampai ke akar-akarnya. Setelah itu, Bani Ghathafan dgn seluruh kabilahnya, Bani Fazarah, Bani Murrah, Bani Asyja', Bani Asad dan seluruh kabilah lainnya.
Dari selatan, Quraisy dibantu Bani Kinanah dan penduduk Tihamah.

Semuanya mencapai 10.000 pasukan. Jumlah tentara yang mengalahkan jumlah semua penduduk madinah saat itu, termasuk anak-anak, wanita, anak muda dan orang tua.

Kalau pasukan militer itu tiba-tiba menghantam madinah satu kali, madinah sangat mudah dibumi hanguskan.

Rasulullah saw langsung membuat musyawarah tingkat tinggi, berbicara strategi perang. Penggalian parit atas ide Salman akhirnya disetujui. Strategi perang ala Persia yang belum dikenal bangsa Arab. menggali parit yang dalam, lebar dan panjang. sebagai benteng alami.

Setelah selesai, sang Panglima, Rasulullah membawa 3000 pasukan menghadapi konvoi militer 10.000 personil bersenjata lengkap.

Benteng parit itu ternyata taktik yang sangat jitu. Mereka kaget, ternyata dua pasukan ini terhalang dari battle head to head karena parit besar menganga di tengahnya.

Singkat kisah, madinah dikepung selama sekitar 50 hari.

Dari depan berhadapan dgn pasukan koalisi. Dari dalam berhadapan dengan Yahudi Bani Quraizhah. Sampai wanita yang diungsikan akhirnya memberanikan diri melawan pengkhianatan Yahudi ini.

Begitu gentingnya keadaan pasukan kaum muslimin menghadapi kepungan dari berbagai arah hingga digambarkan bahwa untuk buang air besar saja takut. Dan digambarkan dalam quran jantung mereka hampir copot terlepas ke tenggorokan dan berbagai perasangkaan itu muncul jangan sampai Allah tidak menolong mereka.

Ketika gelapnya bayang-bayang kekalahan semakin terpampang jelas di hadapan mereka, fajar kemenangan dan pertolongan Allah akhirnya turun.

Allah kirim angin topan, merusak barisan pertahanan konvoi militer itu. Sampai tenda dan belanga mereka beterbangan. Lalu mereka pulang dengan kenyataan pahit tidak mendapatkan apa-apa.

"Setelah ini kita yang perangi mereka" kata Rasulullah saw.

Dimulai dengan mengeksekusi para pengkhianat, 700 Yahudi Bani Quraizhah. Lalu dua tahun berikutnya, tahun 7 H membebaskan sarang Yahudi, Khaibar. Atau perang Khaibar. Tahun 8 H membebaskan sarang kaum musyrikin Quraisy, di Mekkah. Atau Fathu Makkah. Tahun 9 H pergi unjuk kekuatan di batas kekuasaan imperium kristen Romawi. Atau dikenal dengan perang Tabuk. Pasukan kristen, ketar-ketir. Tidak berani maju menghadapi pasukan Muslimin.

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini terkait dengan peristiwa masuknya Rusia ke Suriah.

Pertama, peperangan antara haq dan batil ini sunnatullah. Hari-hari akan dipergilirkan. Akan berlaku terus sampai hari kiamat. Tapi ingat, kekuatan Islam tidak akan pernah dihabisi sekaligus. Sampai finalnya pertempuran ini dimenangkan Imam Mahdi.

Sejak masa Nabi, dalam perang ahzab, perang mongol dan Tar tar. perang salib, sampai dua perang dunia (negara-negara Islam jadi lahan rebutan ekspansi penjajahan negeri-negeri barat).

Tapi ingat, umat ini juga punya masa-masa berjayanya, masa Umar, masa Muawiyah, masa Umar bin Abdul Aziz, masa Harun al-Rasyid, masa Shalahuddin al Ayyubi, masa Muhammad al Fatih, masa Daulah Umayyah di Spanyol dan masa Sulaiman al-Qanuni.

Kedua, adanya pengkhianat dalam tubuh umat ini adalah penyakit kronis. Pada masa ini, pengkhianat itu dimainkan perannya oleh IRAN.

Dimana Iran lebih sibuk mengacak-acak negara Islam (Yaman, Suriah, Irak dan Lebanon) dibanding melawan kekuatan Barat (Amerika dan Uni Eropa), Komunis (Rusia, China, Korea Utara) dan Yahudi (Israel).

Perang Ahzab ini idenya berawal dari Yahudi yang tinggal dalam madinah. Padahal antara mereka dengan Rasulullah punya kesepakatan dalam piagam madinah. Bahwa mereka adalah satu kesatuan dalam menjaga keamanan negeri madinah.

Namun, Yahudi licik, dia mulai menyalakan api itu. Menawarkan ide itu pada musuh bersama. Sehingga membakar diri mereka sendiri. Tapi kiranya inilah balasan setimpal untuk para pengkhianat, musuh dalam selimut.

Ketiga, strategi perang ini yang akan menentukan. Dan ini yang belum dimiliki umat. Bersatu saja belum, apalagi mau mengadakan musyawarah tinggi dan berbicara strategi.

Strategi perang ini terlihat ketika Rasulullah tidak segan-segan memakai strategi perang defensif ala Persia yang sama sekali belum dikenal oleh bangsa Arab.

Keempat, perang Suriah ini akan mengambil nafas yang panjang. Sampai ada yang menyebutnya ini akan menjadi cikal bakal perang dunia ketiga. Rasulullah dikepung selama 50 hari, sampai orang mengira yang tidak-tidak pada Allah.

Kelima, selain mengandalkan kekuatan pasukan, umat ini punya Allah yang Maha Besar, bahwa akan ada petolongan Allah. Yang jika Dia berkehendak, Kun Fayakun.

Tapi sebelumnya, realisasi syarat pertolongan itu mutlak harus terpenuhi.

Hal ini ditunjukkan dengan kerja keras yang dilakukan Rasulullah ketika menggali parit dalam kondisi musim paceklik.

Lalu strategi memecah kekuatan musuh, ketika seorang Yahudi masuk Islam dimasa perang. Rasulullah tugaskan apa saja yang bisa dia lakukan. Akhirya dia menghilangkan kepercayaan masing2 dari dua pihak, yahudi dan quraisy. Sehingga mereka saling curiga.

Lalu berdoa dan bertahan, teguh tidak lari dari perang.

Dan pertolongan itu turun dalam bentuk angin topan yang mengusir mereka pulang.

Keenam, membersihkan pengkhianat adalah gerbang utama menuju kemenangan yang datang bertubi-tubi. Yaitu ketika Rasulullah mengsekusi Yahudi Bani Quraizhah di Madinah. Dimana setelahnya futuhat berjalan dengan mulus tanpa sandungan dari musuh dalam selimut.

---------
Muh. Istiqamah, S.Sy.,
Kota Madinah, 28 Dzulhijjah 1436.