Friday, May 22, 2015

Kapan MUI Menolak Paham Syi’ah?

Diterbitkannya buku panduan MUI tentang kesesatan dan penyimpangan Syiah pada tahun lalu, dijadikan sandaran bahwa MUI mengeluarkan fatwa tentang Syiah baru-baru ini. Ada juga yang bilang, fatwa sesat Syiah telah dikeluarkan MUI pada tahun 2015 ini.
Sebenarnya kapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi fatwa sesat kepada Syiah?.
Berikut ini jawaban singkat dari Staf Khusus Komisi Fatwa MUI, Ustadz Irfan Helmi yang diterima gemaislam.com, Jumat (22/5/2015) :
Sehubungan banyaknya pertanyaan terkait berita bahwa “Hari ini MUI Resmi Tolak Syiah Masuk ke Indonesia”, -wa billahit taufiq- ana sampaikan hal-hal sebagai berikut:
  1.Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah lama menolak paham Syiah. Hal ini ditegaskan misalnya dlm fatwa MUI Th 1997 tentang Nikah Mut’ah yg berbunyi : ‎ “Bahwa mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) yang tidak mengakui dan menolak paham Syiah secara umum.” [Baca: Himpunan Fatwa MUI sejak 1975: 376]
  2.Penolakan MUI thd paham atau aqidah Syiah juga ditegaskan oleh Ketua Umum MUI periode 1985-1998. Ketika ditanya kenapa menolak atau tidak menyetujui Syiah? Beliau menjawab : “Kami (ingin) menyelamatkan aqidah kami, menyelamatkan umat kami.” [Lihat: Mengapa Kita Menolak Syiah hal xxxiii, tgl 21 Sep 1997] ‎
  3.Bahkan penolakan secara halus juga dismpkan oleh Prof. Dr. Buya Hamka (Ketua Umum MUI periode 1975-1980) tatkala menerima kedatangan 4 pemuda Iran yg ingin datang ke Indonesia guna mengajarkan revolusi Islam Syiah di Indonesia. Beliau berkata, “Boleh (anda) datang sebagai tamu tetapi ingat, kami adalah bangsa yg merdeka dan tidak menganut Syiah”. [Baca: buku panduan MUI ttg Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia hlm 139] ‎
Kesimpulan :
MUI sdh sejak lama secara resmi menolak paham Syiah, bukan sejak tahun ini (2015) sebagaimana diberitakan di media.  Demikian kami sampaikan.
Silakan di-share. Semoga bermanfaat.
  وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم. وآخرُ دعوَانا ٲن الحمد لله رب العالمين.
Bogor, 22 Mei 2015/4 Sya’ban 1436 H
Abu Yusuf Irfan Helmi


Negara yang Kuat Harus Didasari Fanatisme Agama

Direktur Pusat Kajian Fiqih dan Ilmu-ilmu Keislaman (PUSKAFI) Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA mengatakan untuk memiliki negara yang kuat, suatu pemerintahan harus membangun jiwa korsa atau ikatan emosional yang kuat di dalam masyarakatnya.
“Ibnu Khaldun mengatakan untuk menguasai sebuah negara dibutuhkan sebuah fanatism, kefanatikkan yang kuat, suatu ikatan emosional yang kuat. Kefanatikan yang kuat itu hanya bisa dibangun dilandasi agama,” ujarnya menelaah pemikiran politik Ibnu Khaldun dalam Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Al-Azhar, Kebayoran baru, Jakarta, Minggu (26/1/2014).
Lanjut Zain, suatu kelompok yang memiliki satu ikatan agama akan memiliki visi dan misi yang kuat. Namun, berbeda jika ikatan tersebut dibangun selain oleh emosional agama.
“Kalau dibangun dengan kepentingan-kepentingan lain, pasti cepat hancur dan tidak akan kuat karena sifatnya hanya sesaat. Tapi, jika diikat dengan emosional agama, maka akan kuat karena sampai akhirat. Memenangkan apa saja jika dibangun ikatan emosional agamanya, pasti akan kuat,” tegasnya.
Sedangkan, menurutnya, yang mampu membangun kekuatan ikatan hati hanyalah Allah SWT, seperti diterangkan dalam al-Qur’an surat al-Anfal: 63.
“Maka, di sini jangan lepas dari Allah Subhanahu wa ta’aala,” tutur Zain.
Lebih dari itu, Zain mengatakan kekuatan yang paling mendasar dan tidak mudah dikoyak-koyak oleh musuh itu adalah kekuatan aqidah. “Maka bangunlah kekuatan politik dengan kekuatan agama,” tukasnya.
Ia mencontohkan dalam perang Qadisiyah bagaimana kekuatan agama dapat memenangkan kaum Muslimin dalam menghadapi Persia.
“Pasukan Persia ketika itu berjumlah 130 ribu sedangkan pasukan Islam hanya 30 ribu, tapi menang. Kenapa? Karena memiliki kekuatan keyakinan agama itu, ukhuwah Islamiyah,” papar Zain.
Selain itu, peristiwa serupa juga dapat dilihat dalam perang Yarmuk ketika umat Islam menghadapi pasukan Romawi yang jumlahnya 140 ribu, sedangkan umat Islam tidak sampai 30 ribu.
“Dalam perang Yarmuk menang juga, karena dibangun oleh kekuatan agama. Berbeda bila dibangun dengan kekuatan selain agama, orang akan rebutan kekuasaan, saling berbeda kepentingan dan akan hancur,” jelas Zain.
Sehingga, menurut Zain, kelompok yang paling kuat adalah umat Islam di antara kelompok lainnya. Ia menyarankan kepada elemen gerakan Islam untuk memperhatikan aspek kekuatan agama ini, agar dapat memenangkan Islam.
“Maka, untuk memenangkan Islam harus bisa memicu emosional umat Islam,” pungkasnya. (qathrunnada)

Hukum di Indonesia Tak Jalan Karena Tak Sesuai Jiwa Masyarakatnya yang Muslim

Adab itu hanya ada dan dikenal oleh umat Islam, umat lainnya tidak mengenal adab
Ketua Komisi Bidang Hukum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Dr Jeje Zaenuddin mengatakan di Indonesia sudah disepakati undang-undang dibentuk melalui legislasi dan legislasi ditentukan dalam prolegnas (program legislasi nasional, red).
Sementara, prolegnas itu dirumuskan dengan empat landasan, yaitu; filosofis, yuridis, sosiologis dan politis.
“Filosofis tersebut maksudnya Ketuhanan yang Maha Esa, keadilan sosial, kesejahteraan dan sebagainya,” kata Jeje usai acara bedah buku bertema “Metode dan Strategi Penerapan Syari’at Islam di Indonesia” di Ruang Utama Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Maka pertanyaannya, kata Jeje, saat pertama rancangan undang-undang dibuat apakah ada pasal-pasal yang bertentangan dengan Ketuhanan yang Maha Esa atau tidak? Jika bertentangan menurutnya undang-undang atau hukum itu gugur dan tidak diperbolehkan.
“Kalau itu sudah terpenuhi selanjutnya apakah sesuai dengan kemanusiaan yang adil dan beradab di Indonesia atau tidak? Lalu apakah arti dari beradab itu?,” ujar Jeje.
Jeje menegaskan jika adab itu hanya ada dan dikenal oleh umat Islam, sementara umat lainnya tidak mengenal adab.
Untuk itu, menurut Jeje, hukum itu harus mengandung nilai-nilai moral atau akhlaq, secara murni teori-teori Barat (seperti hukum itu harus bebas dari norma atau moralitas) seperti itu tidak bisa dan gugur di Indonesia, karena hukum di Indonesia, lanjutnya, harus sesuai dengan kemanusiaan yang adil dan beradab.
“Produk perundang-undangan itu pun harus dikontrol oleh masyarakat, apakah sesuai dengan landasan filosofis atau tidak. Jika bertentangan dengan landasan filosofis Indonesia, berarti hukum itu gugur,” tegas Jeje.
Jika sudah memenuhi landasan filosofis, yang kedua menurut Jeje, hukum itu harus sesuai dengan landaskan yuridis Indonesia, di mana negara harus  melindungi agama, karena negara berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Maka hukum perundang-undang itu semuanya harus berdasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945.
“Selanjutnya, hukum harus sesuai landasan sosiologis atau budaya hukum masyarakat di Indonesia yaitu Islam yang muncul dari keluarga. Dan dari situ munculah ekonomi, pendidikan, pergaulan dan lain-lain,” kata Jeje.
Maka, ungkap Jeje, sekarang yang ingin dirusak oleh orang-orang liberal itu dari keluarga terlebih dahulu. Karena dari keluarga pangkal munculnya budaya hukum. Jika keluarga tidak disiplin maka tidak akan ada budaya hukum Negara [baca: Jeje Zaenuddin: Jangan Sampai Pemikiran Liberalisme Masuk Ke Dalam Keluarga].
“Nah, hukum yang mengingkat masyarakat itu hukum yang sejiwa dengan masyarakat. Hukum yang efektif itu hukum yang sejalan dengan jiwa masyarakat,” cetus Jeje.
Di Indonesia, menurut Jeje, hukum tidak berjalan karena tidak sejalan dengan jiwa masyarakat. Dan, lanjutnya, jiwa masyarakat Indonesia sendiri adalah muslim tetapi justru hukum yang digunakan adalah sekuler (hukum buatan orang barat,red) bukan hukum Islam.
Dan yang terakhir, Jeje menegaskan, hukum tidak akan tegak jika tidak ada dukungan politik. Maka, menurutnya, dukungan politik itu juga penting. Apalagi saat ini politik di Indonesia telah dikuasai oleh orang-orang non muslim atau yang memiliki pemikiran barat.
“Sehingga ketiga landasan itu kuat tetapi gagal karena tidak ada kekuatan politik. Ini masalah kita,” pungkas Jeje.*

Manusia Tak Akan Nikmati Kedamaian Jika Mengusung Paham Liberal Dalam Jalani Kehidupan

Di negara-negara liberal orang yang paling menarik keuntungan itu adalah seorang lawyer
Manusia pada akhirnya tidak bisa menemukan atau menikmati kedamaian, keteraturan dan keharmonisan dalam kehidupan jika mengusung ide atau pemikiran liberalisme, karena batasan hak antara orang satu dengan lainnya itu cuma satu yaitu selama perbuatan itu tidak mengganggu orang lain (tidak memiliki parameter yang jelas, red).
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi Bidang Hukum Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) Indonesia, Dr Jeje Zaenuddin usai acara bedah buku bertajuk “Metode dan Strategi Penerapan Syari’at Islam di Indonesia” di Ruang Utama Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, belum lama ini.
“Jika suatu hukum tidak memiliki batasan atau parameter yang jelas maka kepastian hukum tidak akan pernah ada,” tegas Jeje.
Maka, menurut Jeje, suatu negara yang tidak memiliki batasan hukum yang jelas akan kesulitan dan capek sendiri dalam menangani dan menyelesaikan masalah-masalah atau konflik yang sedang terjadi.
“Negara akan kesulitan ketika harus menangani konflik yang terjadi di antara warganya (kamu melanggar hak saya dan begitu seterusnya,red), itu akan capek sekali negara,” ungkap Jeje.
Karena itu, masih menurut Jeje, di negara-negara liberal orang yang paling menarik keuntungan itu adalah seorang lawyer. Bahkan, lanjutnya, komposisi masyarakat dengan lawyer di negara-negara liberal itu 1 banding 100, maksudnya 100 keluarga dengan 1 lawyer.
“Di sana orang bertetangga saja itu sering berantem dan mereka butuh lawyer. MasyaAllah, itulah rusaknya negara liberal,” ungkap Jeje merasa prihatin.
Sementara dalam Islam, kata Jeje, tidak seperti itu karena menurutnya batasan dengan tetangga itu sudah jelas, batasan antara suami-istri pun juga jelas. Jadi, lanjutnya, pada akhirnya jika bicara jujur mereka yang mengusung liberalisme dalam bidang hukum maka harus tunduk. Sebab tidak bisa liberalisme dilandasi dengan hukum.
“Hukum sendiri itu adalah batas ikatan, setelah fungsinya mencegah, dan melindungi. Lalu, bagaimana hukum bisa dibangun di atas kebebasan, sementara hukum itu sendiri adalah menjaga dan melindungi?” pungkas Jeje.*




Mewaspadai Upaya Menjebak Saudi di Antara Benturan Sunni-Syiah

Perubahan arah kebijakan Arab Saudi di bawah kendali Raja Salman tentunya dirasa membawa angin segar bagi kalangan Islamis dan terutama bagi Ikhwan. Akan tetapi, belajar dari pergolakan-pergolakan yang terjadi di berbagai belahan dunia, sejak dari Perang Teluk, Reformasi Indonesia, perang melawan terorisme, hingga Arab Spring, perlu sebuah kewaspadaan ekstra bahwasanya kemesraan antara Saudi dan Islamis bisa jadi justru merupakan jebakan yang berujung pada target penghancuran keduanya.
Baik Reformasi di Indonesia maupun Arab Spring, seringkali Islamis berada di garda terdepan. Namun kita jangan menyederhanakan permasalahan, bahwa pergolakan-pergolakan tersebut adalah proses demokratisasi yang akan menjadikan Islamis tampil sebagai leading. Kita sedang berada di pusaran fitnah akhir zaman yang dahsyat, ada tangan-tangan tak tampak yang bermain di belakang peristiwa-peristiwa besar, mendesain, merencanakan secara sistematis dan terstruktur, dengan agenda-agenda yang berkebalikan dengan yang diperkirakan kalangan Islamis.
Hasil dari pergolakan-pergolakan yang terjadi, bukanlah runtuhnya diktator menuju terwujudnya pemerintahan yang demokratis atau islami, tetapi justru makin termarjinalisasinya kalangan Islamis itu sendiri. Membenturkan antara kekuatan reformis dan status quo, antara kalangan sekuler dan Islamis, serta antara kalangan tradisionalis dan kontemporer, berakibat memperlemah kekuatan Sunni secara signifikan, terjebak pada berbagai kepentingan yang saling berbenturan. Akhirnya berujung jatuhnya satu per satu negara-negara Muslim Sunni ke dalam pengaruh Syiah, dimulai dari Iran, Suriah, Libanon, Irak, Afghanistan dan Yaman. Juga menguatnya peran politik Syiah secara global, termasuk di Indonesia.
Terkait dengan benturan antara Sunni dengan Syiah, tidak sesederhana menumpas pemberontakan Syiah Hutsi di Yaman atau berhadapan dengan Iran. Di balik menguatnya pengaruh Syiah, ada kolaborasi yang pelik di antara kekuatan-kekuatan super power dunia, benturan antara Barat dan Timur, dan tentru saja akar permasalahan dunia itu sendiri, Zionisme, serta pertarungan antara al haq dengan al bathil. Apa yang dicapai Syiah saat ini, tidak didapat dengan tiba-tiba, tetapi telah melalui upaya yang sistematis dalam berbagai bidang, tahapan demi tahapan yang sangat terukur, telah dilaksanakan selama beberapa dekade bahkan sejak beberapa abad yang lalu (Baca: Di Ambang Syiah).
Dalam perspektif era Kolonialisme Barat beberapa abad lampau, upaya penaklukkan dunia Islam tentunya amat memperhitungkan kondisi dunia Islam waktu itu, potensi friksi terbesar dan paling signifikan adalah antara Sunni dan Syiah. Rivalitas keduanya silih berganti mendominasi sejarah dunia Islam. Inilah yang melatarbelakangi kolaborasi manis antara Syiah dan berbagai kekuatan luar dalam berhadapan dengan Sunni. Dalam perspektif ini, kondisi umat Islam pada saat ini khususnya kalangan Sunni, bisa dikatakan berada di ujung tanduk, terkepung berbagai kepentingan yang bertarung memperebutkan supremasi dunia.
Ketika benturan antara Sunni dan Syiah terjadi secara terbuka, diperlukan sikap yang hati-hati dan kewaspadaan yang ekstra, terutama bagi kalangan Islamis dan Jihadis. Kita tidak hanya berada pada era kecanggihan teknologi yang kasat mata, tetapi juga era kecanggihan strategi dan tipu daya. Belajar dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, memperhatikan kompleknya permasalahan yang dihadapi, jangan sampai keteguhan mereka justru menjadi blunder, terjebak dan menjadi bulan-bulanan, kontraproduktif dengan tujuan yang ingin dicapai, melengkapi kelemahan komitmen kalangan sekuler dalam tubuh Sunni itu sendiri untuk menjaga eksistensi Sunni.
Bisa jadi, kondisi dunia saat ini belum kondusif untuk tujuan akhir yang ingin dicapai, artinya masih membutuhkan kerja keras dan banyak pengorbanan. Terutama juga penting dicermati bagi Ikhwan, diperlukan kebesaran hati untuk tidak tersandera pada kezhaliman yang menimpa mereka selama ini, termasuk kepedihan yang menimpa mereka pasca Kudeta Mesir, demi kepentingan yang lebih besar, ketika umat ini berada di ujung tanduk. Bukan untuk meraih kekuasaan jangka pendek, dan memang tak mungkin akan dicapai di tengah cengkeraman tiran dunia, tetapi ustaziyatul alam yang universal, yang membutuhkan jalan yang lebih panjang.
Ketika umat Islam berada pada kondisi yang sangat lemah, tidak memiliki kemandirian secara teknologi, termasuk sebatas menjadi pemakai dalam bidang persenjataan militer, sekaligus berhadapan dengan pertarungan strategi yang sengit, diperlukan kemampuan yang baik untuk menempatkan diri di antara benturan berbagai peradaban dunia, bukan sebaliknya.
Seolah jalan terbentang, padahal tak ubahnya hanya sebuah jebakan, begitulah dahsyatnya fitnah akhir zaman. Kita perlu mewaspadai jika di balik pergolakan ini ada upaya ‘memursikan’ Saudi sekaligus juga penghancuran bagi Ikhwan. Sulit dibayangkan jika bagunan-bangunan megah yang baru saja dibangun di dua kota suci, hancur lebur menjadi abu.
Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nashir.
Wallahu a’lam bishawwab.





'Elang' Qadisiyah Dan Penakluk Persia [ Mudah-mudahan Saat Ini Ada Duplikatnya ]

1. Bismillah,,, malem ini smbil nyambi ngerjkan tugas. Sya mw crita sdkit ttg 'Elang' Qadisiyah #alQaQabinAmru
2. beliau mnyatakan keislamannya setelah tahun kesembilan hijriyah stelah prang tabuk #alQaQabinAmru
3. Tiga perang besar telah beliau ikuti,,, Perang Qadisiyah, Perang Nahawand dan Perang Yarmuk #alQaQabinAmru
4. Pada Perang Nahawand pintu pembuka untuk msuk wilayah Persia, ia telah membunuh al-Fairuzan, panglima pimpinan Persia #alQaQabinAmru
5. Pd Perang Qadisiyah pintu gerbang pembuka penaklukan wilayah Irak, ia juga telah membunuh Rustum,pimpinan Persia yang di Irak #alQaQabinAmru
6. Pd Perang Yarmuk yang mnjdi pintu pembuka wilayah Syam, ia jg berperang sbg pndobrak wilayah kaum Romawi #alQaQabinAmru
7. Seorang Penyair, yg syairnya dibangun dari peperangan demi peperangan #alQaQabinAmru
8. Seorang yang dengan keutamaan suaranya jauh lebih baik daripada suara 1000 tentara #alQaQabinAmru
9. ktika pnaklukan Irak (bukan perang Nahawan), Khalid ibn Walid minta tmbhan psukan ke Abu Bakar, tp Khalifah hnya mngirimkan #alQaQabinAmru
10. :D kereeen,,, ktika ditnya oleh shbat: "Engkau akn mmbntu psukan yg tlah hncur hnya dg satu org saja??" #alQaQabinAmru
11. jwb Khalifah Abu Bakr, "Tak akan kalah sebuah pasukan yg di dalamnya ada prajurit sprti #alQaQabinAmru " :D
12. kmudian #alQaQabinAmru mmbntu Khalid dlm peperangan Yarmuk mlwan Romawi sbg panglima perangnya Khalid 'Saif min SuyufiLLAH"
13. dlm perang Qadisiyah, sblm membunuh Rustum, dihajarnya Gajah Putih tunggangan Rustum hingga mati #alQaQabinAmru
14. ktika Qadisiyah tlah direbut, Umar brtnya kpd Sa'ad bin Abi Waqqash (komandan Perang), "Siapa prajurit pling hebat??" #alQaQabinAmru
15. kmdian, Sa'ad mnjwab, "#alQaQabinAmru. Dlm 1 hri ia mlkukan 30 kli pnyerangan n dlm stiap pnyerangn psti ad seorng pnglima andlan yg trbunuh
16. Stlah Persia trpukul dg hancurnya Qadisiyah, n kmudian mlarikan diri ke Madain dikejarlah mreka brsama psukan Muslimin #alQaQabinAmru
17. hingga sampailah #alQaQabinAmru pd kota Nahawand,ikut membantu pimpinan an-Nu'man dlm pnaklukan Persia
18. krn jasa #alQaQabinAmru pula lah, Penaklukan Nahawand menjadi lebih mudah
19. ia memimpin psukan mujarradah, psukan elite berkuda tanpa baju besi yg memancing psukn prsia kluar dri bentengnya #alQaQabinAmru
20. ia adalah satu diantara 10 pendekar Rasulullah, ksatria Islam yg gagah berani #alQaQabinAmru
21. ia bukanlah komandan perang, pangkat tertinggi hanya panglima perang. Tpi seorang dia berbanding 1000 prajurit yg kuat #alQaQabinAmru
22. Seorang penyair yang tumbuh di lingkungan peperangan dan wafat di tahun 40 hijriyah. Smg Keberkahan Allah atasmu wahai #alQaQabinAmru


Iran bukanlah negara Islam tapi negara Syiah!!

Iran Adalah Negara Islam Titik! ( Kata Orang Buta, Tuli, Kurang Waras Alias Gila Dan Kurang Akal )

Revolusi Syiah Khumainiyah Iran, Wilayatul Faqih Syiah Rafidhah Harga Mati Untuk Merevolusi (Baca: Menumbangkan) Seluruh Pemerintah Negeri-Negeri Kaum Muslimin Di Berbagai Penjuru Dunia
Iran Adalah Negara Syiah Dengan Memakai Embel - Embel Islam
http://lamurkha.blogspot.co.id/2016/05/iran-adalah-negara-syiah-dengan-memakai_10.html

Iran  Negara syi'ah ! Bukan negara islam ! Sebuah fakta yang tak terbantahkan !
=============================
Yaa Ayyuhal Muslimun ....'

Wahai Umat Islam Di Seluruh Tanah Air - Indonesia ....'
SESUNGGUHNYA BENAR, jika kita mendengar kata ‘Iran’, pikiran kita akan menuju Timur Tengah dan membayangkan orang-orang Arab. Timur Tengah dan bangsa Arab identik dengan Islam, tapi tidak di Iran. Memang, di Iran juga ada orang Islam yang beraliraan Sunni, selain orang Syiah (tentu saja, dan celakanya, dunia dibikin sama dalam eksekusi imej itu bahwa Syiah merupakan bagian atau salah satu aliran dalam Islam), orang Yahudi, dan orang Kristen. Namun orang Islam di Iran sangatlah minoritas dan tertindas.

"Nubuwah Rasulullah Soal Munculnya Ulama-Ulama Penyeru Ke Pintu Neraka"

by @MilanistiMuslim
Chirpified By @M4ngU5il

1. Nubuwah Rasulullah SAW tentang kelak Munculnya Ulama-Ulama penyeru kepintu neraka dimana Jamaahnyapun Ikut terlempar kesana

2. Saat ini satu Kaki umat telah memasuki Fase ke 4 Fase Mulkan Jabariyah (Rezim Otoriter Era demokrasi) pic.twitter.com/Z4EpM5Ijjt
 
3. Dimana Sebelumnya Fase ke 3 umat berada di Fase Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyyah dan terakhir Daulah Turky Utsmani yg runtuh di thn 1924

4. Dan pada Fase ke 4 inilah yang kita injak saat ini dimana banyaknya Munculnya Fitnah2, fitnah hari ini lebih sadis dihari selanjutnya

5. Selamat datang wahai umat di Fase berhembusnya fitnah Dajjal dmn sebagian dr kalian mengikuti kaki tangan Dajjal pic.twitter.com/oHknyzn93H
 
6. Lihatlah Realita & Fakta kekinian dg Nubuwah Rasulullah, dimana sebagian Umat lebih Mempercayai Tokoh2nya dibanding Alquran & Alhadist

7. Ulama adalah penyambung Lidah Nabi tapi sekarang seiring waktu ulama mulai tergelincir di akhir Zaman pic.twitter.com/4Y7ULfBYFG
 
8. Diantara Fitnah yang Paling mematikan adalah Munculnya Fitnah Ulama - Ulama Su' (Jahat) mereka berFatwa sesuai dg kehendak Hawa Nafsu

9. Ulama Su' mengajak pada kejahatan dan kesesatan, ia menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan dan membungkus Al-Batil dg Cover Al-Haqq

10. Seperti dalam Nubuwah Nabi 1400 tahun yang lalu yang telah ia gambarkan apa yang kan terjadi dimasa depan pic.twitter.com/M1THYxUtmx
 
11. Jika seorang Ulama dekat hubungannya dengan Para penguasa Mulkan Jabariyyah (Rezim Otoriter) maka tertuduhlah Diinnya
>> apakah ulama tsb mengambil sebagian dunia penguasa Mulkan Jabariyyah atau penguasa tsb mengambil Diin dari Ulama tsb

12. Mari renungkan perkataan Sayyid Qutub saat ia dimusuhi oleh rezim agar mencabut kembali perkataannya sehingga ia dimusuhi Rezim >>
>>Sungguh jari telunjuk yg bersaksi pd Allah dg mentauhidkannya didlm Shalat, tdk akan mau menuliskan 1 hurufpun untuk mengakui Hukum Rezim

13. Inilah Jalan ulama yang Jujur, inilah jalan jalan para Nabi dan para penegak Kalimat Allah Sampai pada puncak tertinggi

14. Nabi Ibrahim telah merasakan Dinginnnya api, Nabi Yusuf dipenjara Firaun, Nabi Zakaria dibunuh,Nabi Muhammad diancam dibunuh, dicela dll

15. Apakah ini Ulama yang dinubuwahkan Nabi yang akan Muncul diakhir Zaman itu ? Renungkanlah pic.twitter.com/hvC7qqX2g1
 
16. Inilah ulama Al-Haqq, kebenaran berada padanya pic.twitter.com/9c2e6RPHPr
 
17. Pahamilah dan renungkanlah Hadist Nubuwah Nabi tentang munculnya Ulama Jahat yang menyeru kepintu neraka pic.twitter.com/go7Y77xKkz
 
18. Hadist (Petunjuk yang benar yang tak dusta karna Nabi tak pernah Dusta, yang efeknya membuat kamu tak tersesat diakhir zaman)
19. Hadis tadi memberikan petunjuk agar kita terhindar dari Ulama2 jahat, Petunjuk Rasulullah SAW itu diantaranya >>
>> senantiasa berpegang pada jamaah yang berpegang teguh pd Alquran dan Alhadist yang artinya sesuai dg tuntunan Alquran dan As-Sunnah
>> dan menjauhi Firqah2 atau kelompok2/golongan2 yang dipimpin oleh ulama jahat tsb
20. Pelajarilah sejarah Buya Hamka mengapa ia dipenjara penguasa disaat itu & pelajarilah mengapa Buya Hamka mengundurkan diri dr Ketua MUI


Negara Mana Yang Pergantian Pemimpinnya Super Cepat Dan Super Murah??

Pergantian Pemimpin Negara Super Cepat Dan Super Murah Di Negara Kaya

Tahukah kita bahwa pergantian Raja di Arab Saudi hanya sekitar 5 menit saja.
Yakni seorang yang telah ditunjuk membaca surat keputusan bahwa raja setelahnya adalah Raja Salman hafizhahullah.
Kemudian diiringi Baiat atau sumpah yang tidak lebih satu menit kemudian salam-salaman.
Bahkan setiap PNS di sini mendapat uang bonus gaji dua bulan, kami selaku mahasiswa kecipratan bonus dua bulan hingga hampir 8 juta rupiah.
Jangan kita bayangkan di negeri kita.
Walau sebenarnya 
tanahnya hijau dan berair..
Namun manusianya tandus dan kering.
Ya Allah..
Dana pemilu 2009 sebanyak 
8,5 Triliun. 
Dana pemilu 2014 sebanyak 
16 Triliun. ( 20 T, red lamurkha)
Lalu apa hasilnya.?
Rakyat saling membenci..
Pemerintah 
selalu dimaki..
Sudah berbulan-bulan kita 
selalu menyalahkan pemerintah. 
Karena harga naik..korupsi…Pungli…beras..BBM…
Berbulan-bulan pula media saling tusuk menusuk…
Mengadu domba rakyat dengan membabi buta.
Padahal kita negara kaya..
Negara kita 
indah..
Negara kita 
ramah..
Tapi kenapa kita saling memakan sesama..
Syaikh syaikh kami di Madinah selalu memuji muji Indonesia. 
Tanahnya itu memang hidup..
Alamnya segar..penduduknya ramah..
Bahkan…
kalau anda lempar batu di Indonesia
Batu pun akan HIDUP..sampai berwarna hijau karena lumut.
Kenapa kita dalam masalah..
Itu semua 
karena sikap kita yang jauh dari agama…
Lihat di zaman Rasulullah. .
Kering kerontang…tumbuhan sulit hidup..
Manusianya kasar dan keras karena kondisi alam..
Tapi dengan agama yang beliau bawa..
Seorang 
Umar pun bisa menangis..
Imperial 
persia dan romawi dikalahkan oleh bangsa gurun yang hanya kenal Onta dan pasir saja.
Padahal 
persia dan romawi hidup dalam kemewahan namun jauh dari agama.
Rakyat 
saling menzalimi…
Sang 
kaya dibebaskan dari hukum..
Yang 
miskin tidak salah justru dihukum..
Pendetanya menghalakan apa yang dihalalkan raja.
Pedagangnya menipu yang lain..
Dan 
rentenir dipelihara.
Akhirnya 
mereka jatuh ditangan orang muslim yang ketika itu miskin harta namun kaya agama.
Sehingga dunia akan datang meringkuk di kaki mereka..
Kata ibnu Qayyim :” Dunia itu mirip bayangan badan..jika kau kejar..ia pasti menjauh..namun jika kau menjauh maka ia tidak ada pilihan lain selain mengikutimu.”
—-
Admin Suara Madinah
reposting: https://www.facebook.com/raehanul.bahraen/posts/10202815083897787