Tuesday, September 20, 2016

Gubernur Mekah: Iran Harus Hentikan Kedengkian Dengan Arab Dan Umat Islam. Seandainya Mereka Menyiapkan Tentara Untuk Memerangi Kita, Kita Bukanlah Pihak Lemah.

Ketua Panitia Haji Arab Saudi, Khalid al-Faishal (aljazeera.net)
Ketua Panitia Haji Arab Saudi, Khalid al-Faishal (aljazeera.net)

Arab Saudi. Gubernur Arab Saudi untuk Mekah Al-Mukaramah, Khalid al-Faishal, meminta Iran untuk menghentikan menyudutkan negara-negara Arab, dan memperingatkannya untuk tidak menggunakan kekuatan apapun dalam menghidupkan permusuhannya dengan Arab Saudi.
Hal itu disampaikan Al-Faishal menjawab tudingan-tudingan Iran terhadap pengelolaan ibadah haji oleh Arab Saudi.
Al-Faishal, yang juga menjabat Ketua Panitia Pengurusan Haji, dalam keterangan pers pada Rabu kemarin (14/9/2016) menyatakan bahwa aman dan tertibnya pelaksanaan ibadah haji tahun ini adalah jawaban atau segala kebohongan dan fitnah yang dituduhkan Iran kepada Arab Saudi.
“Pesan saya kepada pemimpin dan pemerintah Iran adalah semoga mereka mendapat hidayah, semoga mereka terhalang melakukan kedengkian-kedengkian terhadap saudara-saudara mereka umat Islam dari Arab di Irak, Suriah, Yaman, dan negara lain,” tegasnya.


“Bahkan seandainya mereka pun telah menyiapkan tentara untuk memerangi kita, kita bukanlah pihak lemah yang dapat diperangi oleh siapa pun dan kapan pun. Dengan pertolongan Allah dan taufiknya, kita akan menghadang siapa pun berupaya untuk memerangi tanah suci dan negara ini,” tambahnya lagi.

Dalam hal ini, jemaah haji dari Iran tidak dapat melaksanakan haji setelah perundingan antara penanggung jawab haji Arab Saudi dan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Menurut Kementerian Haji Arab Saudi, kegagalan itu disebabkan oleh penolakan Badan Pengurusan Haji dan Ziarah Iran untuk menandatangani kesepakatan pengaturan kedatangan jemaah haji asal Iran. Kementerian juga menyebutkan Arab Saudi menolak adanya politisasi agama yang dilakukan Iran. (rem/dakwatuna)
Sumber: Aljazeera