Friday, October 30, 2015

PM Turki Tegaskan Negaranya Akan Kawal Konflik Suriah, Tidak Ada Solusi Dalam Krisis Suriah Tanpa Turki. Turki Kirimkan Senjata Anti Pesawat Tercanggih Untuk Mujahidin Suriah

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan pada Senin (26/10), bahwa krisis Suriah tidak dapat diselesaikan tanpa Turki.
” Apakah permasalahan Suriah bisa diselesaikan tanpa kehadiran Turki ? Apakah akan ada kemajuan diraih jika Turki tidak dilibatkan ?” tanya Davutoglu dalam siaran langsung di saluran A Haber dan ATV dikutip Middle East Monitor.
Pernyataan perdana menteri datang sebagai respon terhadap tuduhan di media yang mengatakan “Rusia, AS dan Iran sedang mencari solusi untuk konflik di Suriah, tapi tidak melibatkan Turki”.

Dia mengatakan Bashar al-Assad akan terus mengontrol Suriah jika rumusan dalam pembahasan tidak dikembangkan lebih lanjut, dan menambahkan: ” Kami tidak bisa berpaling, karena Turki tidak bisa mengabaikan bahwa kami berbagi perbatasan 911 kilometer dengan Suriah,” lapor Midast Update.
Mengulangi sensitivitas Turki tentang keamanan perbatasan, Davutoglu mengatakan masalah ini harus menjadi perhatian Rusia dan Amerika Serikat
“Kami mengatakan [Partai Uni Demokratik] PYD tidak bisa bergerak ke barat dari Eufrat. Jika bergerak, kita akan memukulnya. Kami telah memukulnya dua kali. Kami mengatakan bahwa perbatasan Turki tidak dapat dilanggar,” kata Davutoglu.
“Mereka yang mengatakan ini [bahwa Turki tidak terlibat] tidak tahu bahwa menteri luar negeri kami sedang meluncurkan mekanisme quadruple Turki, Rusia, AS dan Iran di Wina, dan bahwa menteri kami telah pergi ke Paris juga untuk membahas hal tersebut,” kata Davutoglu.
Dia mengatakan pertemuan di Paris akan dihadiri menteri luar negeri dari sembilan negara yang tergabung dalam Syria’s Friends Group.
Pasukan Turki telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur Suriah yang memasuki wilayah udaranya pada tanggal 23 Maret 2014 dan menembak jatuh sebuah kendaraan udara tak berawak 3 kilometer (1,86 mil) di dalam wilayah Turki pada 16 Oktober.
Red : Maulana Mustofa

Davutoglu : Tidak Ada Solusi Dalam Krisis Suriah Tanpa Turki

Davutoglu : Tidak Ada Solusi Dalam Krisis Suriah Tanpa Turki
DAVUTOGLU : TIDAK ADA SOLUSI DALAM KRISIS SURIAH TANPA TURKI
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan Senin bahwa krisis Suriah tidak dapat diselesaikan tanpa Turki.
” Apakah permasalahan Suriah bisa diselesaikan tanpa kehadiran Turki ? Apakah akan ada kemajuan diraih jika Turki tidak dilibatkan ?” tanya Davutoglu dalam siaran langsung di saluran A Haber dan ATV.
Pernyataan perdana menteri datang sebagai respon terhadap tuduhan di media yang mengatakan “Rusia, AS dan Iran sedang mencari solusi untuk konflik di Suriah, tapi tidak melibatkan Turki”.
Dia mengatakan Bashar al-Assad akan terus mengontrol Suriah jika rumusan dalam pembahasan tidak dikembangkan lebih lanjut, dan menambahkan: ” Kami tidak bisa berpaling, karena Turki tidak bisa mengabaikan bahwa kami berbagi perbatasan 911 kilometer dengan Suriah”
Mengulangi sensitivitas Turki tentang keamanan perbatasan, Davutoglu mengatakan masalah ini harus menjadi perhatian Rusia dan Amerika Serikat
“Kami mengatakan [Partai Uni Demokratik] PYD tidak bisa bergerak ke barat dari Eufrat. Jika bergerak, kita akan memukulnya. Kami telah memukulnya dua kali. Kami mengatakan bahwa perbatasan Turki tidak dapat dilanggar,” kata Davutoglu.
“Mereka yang mengatakan ini [bahwa Turki tidak terlibat] tidak tahu bahwa menteri luar negeri kami sedang meluncurkan mekanisme quadruple Turki, Rusia, AS dan Iran di Wina, dan bahwa menteri kami telah pergi ke Paris juga untuk membahas hal tersebut,” kata Davutoglu.
Dia mengatakan pertemuan di Paris akan dihadiri menteri luar negeri dari sembilan negara yang tergabung dalam Syria’s Friends Group.
Pasukan Turki telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur Suriah yang memasuki wilayah udaranya pada tanggal 23 Maret 2014 dan menembak jatuh sebuah pesawat udara tak berawak 3 kilometer (1,86 mil) di dalam wilayah Turki pada 16 Oktober.
Middle East Monitor

Turki Diam-Diam Kirimkan Senjata Anti Pesawat Tercanggih Untuk Mujahidin Suriah

Hasil gambar untuk Turki Diam-Diam Kirimkan Senjata Anti Pesawat Tercanggih Untuk Mujahidin Suriah
Tokoh oposisi  yang terlibat dalam urusan pasokan persenjataan mengatakan dalam beberapa hari terakhir telah terjadi arus pengiriman senjata di perbatasan Turki. Ia mengaku helikopter tentara Suriah dan pesawat perang Mig telah ditembak, untuk pertama kalinya oleh rudal dari Turki.
“Ini bukan senjata yang telah diambil dari basis tentara rezim Suriah seperti sebelumnya. Ini adalah jenis senjata yang dirilis dari gudang Turki. Ini adalah jenis senjata oposisi yang sebelumnya tidak diizinkan untuk melintasi perbatasan,” kata sumber oposisi dikutip Middle East Update.
“Sebelum, 23mm adalah kaliber maksimum untuk senjata anti-pesawat yang diizinkan dan kami diizinkan untuk membawa RPG [granat roket] tapi bukan jenis armour-piercing shells . Tapi ada perubahan besar di lapangan sekarang. Kebijakan ini berubah.”
Guardian, melaporkan bahwa FN-6, merupakan sistem pertahanan udara portabel perorangan (MANPADS) generasi ketiga pasif inframerah (IR). Senjata ini dikembangkan oleh China, dan mereka jenis rudal (surface-to-air missiles) yang paling canggih yang ditawarkan di pasar internasional.
Dirancang khusus untuk menembak target yang terbang rendah, memiliki kisaran 6 km dan ketinggian maksimum 3,5 km.
Pejuang oposisi Suriah telah menerima senjata canggih yang bertujuan mempersempit kesenjangan senjata dengan pasukan Bashar al-Assad dan memperkuat komando militer oposisi, lansir Reuters.
Beberapa komandan pejuang oposisi mengatakan kepada Reuters bahwa pengiriman yang mencapai Suriah melalui Turki terdiri dari senjata panggul dan peralatan mobile lainnya termasuk anti-pesawat dan senjata armor-piercing, mortir dan peluncur roket.
Red : Maulana Mustofa